24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 15064

Minyak Tanah Bercampur Solar

087869030xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan, saya mau bertanya apakah minyak tanah itu diharuskan di campur dengan solar? Padahal di pangkalan minyak tanah dijual  seharga Rp7.500 per liter apa orang susah harus dibuat tambah susah?

Kami Koordinasikan

Terima kasih, sesuai aturannya tak dibenarkan ada pencampuran kadar minyak. Karena minyak tanah tetap minyak tanah, bukan minyak campuran. Begitu pun, kami akan berkordinasi dengan pihak PT Pertamina UPMS I Medan.

Khairul Buchari
Plt Kabag Humas Pemko Medan

Laporkan kepada Kami

Terima kasih laporannya, kami meminta warga untuk membuat laporannya kepada kami, dengan menyebutkan nama pemilik pangkalan dan alamatnya.

Selanjutnya, kirim pengaduan kepada PT Pertamina UPMS I Medan ke No Telp 50000, kami akan menindak lanjutinya dan merahasikan pelapornya.

Fitria Erika
Assisten Manager External Relation PT Pertamina UPMS I Medan

Renovasi SD Negeri di Pondok Kuning

Asian Agri Peduli Pendidikan

Teluk Panji  –  Asian Agri bekerjasama dengan Tanoto Foundation  melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) melakukan renovasi sekolah SD Negeri 117870 Pondok Kuning, yang berlokasi di Desa Teluk Panji, Kec. Kampung Rakyat,  Kabupaten. Labuhan Batu Selatan.  Adapun renovasi yang dilakukan meliputi renovasi sebagian gedung sekolah, perpustakaan serta MCK.

”Kualitas pendidikan tidak sekedar bergantung pada guru, tetapi juga sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dimana siswa bisa melaksanakan proses belajar mengajar di lingkungan sekolah yang baik, aman dan nyaman. Diharapkan renovasi ini dapat memotivasi siswa untuk semakin rajin belajar, sehingga kualitas siswa yang dihasilkan tidak kalah dengan sekolah-sekolah yang berada di ibukota kabupaten maupun provinsi” ujar Rafmen, Head CSR Asian Agri.

Lamsaudin Siumeang,  Manager SSL Asian Agri menambahkan,  selain renovasi sekolah, sebelumnya juga telah dilakukan pelatihan guru di beberapa sekolah di wilayah operasional perusahaan, termasuk guru-guru yang berada di Teluk Panji ini. Pada tahun 2009 juga telah dilakukan pembangunan rumah baca “Panji Harapan” yang dapat diakses oleh pelajar dan masyarakat umum untuk menambah ilmu dan wawasan pengetahuan.

Sementara itu, Kepala Desa Teluk Panji, Mujiono berterima kasih atas perhatian yang telah diberikan Asian Agri untuk sekolah ini. Ia juga menyatakan bahwa ia  merupakan salah satu alumni dari SD Negeri Pondok Kuning ini, dan menurutnya  walaupun SD ini dulu dikatakan sebagai sekolah yang berada di desa terpencil, namun memiliki alumni terbilang berprestasi. Contohnya ia  yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Teluk Panji.

Demikian juga Kepala Sekolah SD Negeri Pondok Kuning, Agung P SPd. Ia juga  berterima kasih atas sumbangan perusahaan yang telah merenovasi sebagian ruang kelas, toilet dan perpustakaan sekolah. Ia berharap agar bantuan ini dapat terus berlanjut.  Turut hadir dalam acara ini; Kepala Desa Teluk Panji, Mujiono, Kepala Sekolah SD Negeri Pondok Kuning, Agung P SPd. dan para guru SD Negeri Pondok Kuning serta jajaran Manajemen  Asian Agri, diantaranya  Head CSR Asian Agri, Rafmen, Manager SSL Asian Agri, Lamsaudin Situmeang, Media Relation, Lidya Veronica,  Manajer Kebun Teluk Panji, John Liston Simanjuntak, Manajer Pabrik Teluk Panji, Arwedy Gultom, dan team. (*/sih)

Hidup Sehat Mengkonsumsi Hasil Pertanian Organik

MEDAN – Dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat informasi dan edukasi masyarakat tentang Pertanian Selaras Alam, Jaringan Pemasaran Pertanian Selaras Alam (JaPPSA) akan menggelar seminar bertemakan “Hidup Sehat dengan Mengkonsumsi Hasil Pertanian Selaras Alam (Healthy Life By Consuming Organik Food) pada 21 Juli 2011 mendatang di Hotel Royal Perintis Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.

Daniel Hutajulu, Manager Program Pemasaran JaPPSA mengatakan, tujuan dari seminar ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat Medan tentang apa sebenarnya makanan sehat, bahan-bahan kimia apa yang sangat berbahaya bagi kesehatan yang mungkin masuk kedalam tubuh melalui makanan hasil pertanian konvensioanal (pertanian yang menggunakan pestisida dan pupuk kimia), serta bahaya yang ditimbulkannya. Tujuan lain, meningkatkan pengetahuan masyarakat Medan, tentang Pertanian Selaras Alam (Organik) dan pentingnya mengkonsumsi makanan hasil Pertanian Selaras Alam (Organik).

‘’Hasil yang diharapkan masyarakat akan lebih sadar tentang bahaya yang ditimbulkan oleh kontaminasi pestisida dan pupuk kimia sampai terbentuklah kelompok pencinta makanan sehat,”ujarnya.
Dijelaskan Daniel, JaPPSA adalah suatu Koperasi yang dibentuk oleh 9 NGO di Sumatera Utara. Ke 9 NGO tersebut adalah Yayasan BITRA di Medan, YAPIDI di Pancur Batu, Parpem Ate Keleng di Sukamakmur (Sibolangit), Pelpem GKPS di Siantar, Bina Insani di Siantar, Pengmas HKBP di Tiga Dolok, KSPPM di Parapat, Petrasa di Sidikalang dan Soripada di Tarutung.

Ke-9 NGO tersebut telah mendorong dan membimbing petani dampingannya untuk perlahan-lahan meninggalkan pertanian konvensional yaitu pertanian yang menggunakan pestisida kimia dan pupuk sintetik, beralih kepada pertanian Selaras Alam, yaitu pertanian yang lebih ramah dengan alam, tanpa pestisida kimia dan pupuk sintetik.
Dengan pendampingan dan pelatihan yang dilakukan, perlahan ada beberapa petani yang telah sadar akan pentingnya menjalankan Pertanian Selaras Alam. Mereka perlahan meninggalkan pestisida dan pupuk kimia, dan berusaha melakukan pertanian yang lebih ramah lingkungan dengan pestisida alami yang diramu dari tumbuh-tumbuhan serta pupuk kompos hasil fermentasi kotoran ternak, daun daunan dengan komposisi yang baik.

Cara Pertanian Selaras Alam ini memang lebih menyita waktu dan tenaga.  ‘’Namun kesadaran akan bahaya pencemaran pestisida kimia dan pupuk sintetik yang telah merusak bumi, mudah – mudahan mampu menjadi penguat petani untuk konsisten pada jalur Pertanian Selaras Alam,”ujar Daniel.

Dari kualitas hasil panen, sambungnya, Pertanian Selaras Alam juga menunjukan beberapa keunggulan dibanding hasil pertanian konvensional. Diantarany: bulir beras lebih berisi (padat), rasa dan aroma nasi lebih wangi, buah-buahan Selaras Alam juga lebih segar, sayuran lebih segar dan berasa, serta telur organik yang tahan lebih lama dari telur biasa.

Yang menjadi kendala bagi Petani Selaras Alam adalah bagaimana cara memasarkan komoditi hasil pertanian mereka kepada masyarakat dengan harga yang lebih pantas, sehingga kesejahteraan mereka dapat lebih ditingkatkan. Berangkat dari pertanyaan tersebut, maka ke-9 NGO pendamping berinisiatif membentuk suatu badan sebagai jembatan antara petani Selaras Alam dengan pasar atau konsumen khususnya di kota Medan. Maka pada awal Februari 2011, resmilah Team JaPPSA dibentuk. (*/sih)

PT TVI Express Rayakan Setahun Operasi di Sumut

PT Travel Venture International (TVI) Express merayakan setahun beroperasi di Sumut dengan mengusung tema ‘Celebration TVI Medan 2011 The Power of Two’ di Grand Aston Jalan Balai Kota Medan, Minggu (17/7). Acara ini dihadiri member TVI Express dan undangan yang memadati aula di lantai 1 Grand Aston tersebut.

Dalam acara ini ditampilkan kisah sukses JH Arbenny Matondang dan Tjiong Nam bersama puluhan member TVI Express yang merupakan perusahaan direct selling international dengan perkembangan tercepat dalam industri network marketing. ‘’Program member get member dengan sistem revolving matrix telah berhasil menciptakan milioner baru menyaingi industri besar lainnya,’’ kata Arbenny.

Arbenny mengatakan setiap usaha harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh agar dapat berhasil dimana setelah join harus bisa action.  Ia juga bercerita pengalaman menjadi member TVI Express sejak Maret 2010 dimana dalam kurun waktu tiga bulan bisa membeli sebuah mobil dan membeli rumah untuk orangtuannya. ‘’Dengan Rp2,6 juta dapat menjadi member yang dapat menikmati berbagai benefit. Kita memiliki replika website sehingga bisa menjadi agen travel secara online. Dengan Rp2,6 juta kita bisa bekerjasama dengan bermacam negara maju di dunia,’’ katanya.
Ungkapan kisah sukses juga diucapkan Johan dari Garuda Care Community (GCC) yang mewadahi pecinta TVI Express. Menurut dia, menjadi member TVI Express menjadi pilihan cerdas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang saat ini tingkat pengangguran tinggi. Ia menceritakan Goenardi Goenawan dari TVI Express akan menggelar program kegiatan visit Banda Aceh untuk memperkenalkan TVI Express di Aceh sekaligus memecahkan rekor menyanyam bambu tingkat nasional.

Sedangkan Bambang, panitia, mengatakan perayaan setahun TVI Express di Sumut tak hanya dihadiri member dari Medan. Peserta juga berasal dari Aceh, Jakarta, Malaysia dan Jerman dimana masyarakat memberi antusias yang tinggi terhadap TVI Express. ‘’Antusias member dan masyarakat terhadap TVI Express cukup besar. Selebrasi dan seminar sukses diharapkan dapat menghilangkan anggapan negatif terhadap bisnis ini. TVI pure bisnis dimana setiap orang harus bekerja dulu baru mendapatkan uang dengan sistem member get member,’’ terangnya. Terhadap kelanjutan program TVI Express, Bambang mengatakan pihaknya melalui GCC akan terus melaksanakan sejumlah acara mengedukasi masyarakat dalam bentuk training, seminar dan outbond. ‘’Harapan saya masyarakat di Sumut dapat bertanya pada GCC di Jalan Selam Nomor 57 Medan,’’ jelasnya. (*/sih)

Warung Remang-remang Ditertibkan

LANGKAT- Menyambut bulan suci Ramadan 1432 Hijriyah, Pemkab Langkat bersama anggota DPRD Langkat, Polres Langkat dan satuan Den POM Pangkalan Berandan, melakukan razia minuman keras (miras) dan warung remang-remang yang disinyalir meyediakan wanita penghibur di wilayah Teluk Aru, Minggu (17/7) malam.

Menurut Kakan Sosial TM Auzai, penertiban miras dan warung remang-remang ini, sesuai dengan istruksi Bupati, guna menjaga kenyamanan menjelang dan saat bulan ramadan.

Dalam arahannya, Auzai juga mengatakan, saat melakukan penertiban, harus sesuai prosedur agar tidak menimbulkan persoalan baru ditengah-tengah masyarakat.

”Penertiban harus profesional dan junjung tinggi prosedur agar tidak menimbulkan permasalahan baru,” kata Auzai saat memimpin apel pelepasan penertiban warung reman-remang. Selain prosedur penertiban, Auzai juga menyampaikan instruksi Bupati terkait sosialisasi himbauan Ramadhan kepada pemilik rumah makan agar tidak berjualan di bulan Ramadhan secara terbuka.

”Penertiban ini akan terus dilakukan jika para pemilik warung masih membandel dan berikan himbauan kepada sejumlah warung, agar idak berjualan secara terbuka selama bulan Ramadan,” ujar Auzai menyampaikan istruksi Bupati. Pada kesempatan itu, Kakan Satpol-PP Irham Sukri mengingatkan, para pemilik warung agar tidak beroperasi menjelang Ramadhan dan selama Ramadhan. dalam razia itu, peugas Satpol PP berhasil mengamankan 12 wanita penghibur dari sejumlah warung remang-remang di kawasan Teluk Aru.(mag-1)

Stabat Raih WTN Enam Kali Berturut-turut

LANGKAT- Stabat sebagai Ibukota Kabupaten Langkat, untuk keenam kalinya mempertahankan sekaligus meraih Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) 2010 dari Pemerintah Pusat. Kepastian diterimanya penghargaan itu, setelah diterimanya surat dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat No: KP-JPD/2/9/DRJD/2011 tanggal 11 Juli 2011 yang ditandatangani Drs Suroyo Alimoeso.

“Kita sudah menerima surat pemberitahuan terkait penerimaan WTN untuk kota Stabat. Insya Allah, Bupati H Ngogesa Sitepu akan hadir langsung bersama Kapolres pada 20 Juli mendatang,” kata Kadishub Langkat Syahmadi didampingi Kabag Humas Syahrizal, di ruang kerjanya, Jumat (15/7).

Syahmadi menuturkan, diraihnya penghargaan WTN untuk kota Stabat, salah satu unsur penilaian yang dilakukan adalah komitmen Bupati terhadap sistem perencanaan transportasi yang aman dan nyaman, sarana pra-sarana termasuk  tersedianya sejumlah fasilitas terminal maupun halte bus. Selain itu, kerjasama dengan Satlantas Polres Langkat akan terus ditingkatkan untuk berdisiplin berlalu lintas.

Sementara itu, Kabag Humas Langkat Syahrizal atas nama Bupati menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan andil bagi keberhasilan kota Stabat, meraih penghargaan WTN.
“Keberhasilan ini tentu menambah deret panjang prestasi nasional yang dicapai Pemkab Langkat dibawah kepemimpinan Bupati H Ngogesa Sitepu yang terus memberikan pengabdian demi perubahan Langkat lebih baik,” ujar juru bicara Pemkab Langkat itu. (*/ndi)

Jamwas Selidiki Jaksa Alex

Dugaan Suap Kasus Korupsi Pemkab Batubara

MEDAN- Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendi, berkunjung ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), melakukan penilaian terhadap Kajatisu sekaligus meminta keterangan atas perkara percobaan penyuapan atas jaksa Alex, yang menangani perkara dugaan korupsi di Pemerintah Kabupaten Batubara.

“Selain melakukan penilaian terhadap Kejatisu, juga dalam rangka klarifikasi terhadap jaksa yang menangani perkara korupsi di Pemkab Batubara,” beber Marwan pada wartawan Senin (18/7).

Lebih lanjut dikatakan Marwan, pihaknya akan memanggil jaksa Alex, untuk dimintai keterangannya, terkait dugaan suap dari PT Pa cific Fortune sebesar Rp224,3 juta.

“Untuk pemanggilan jaksa yang bersangkutan, Kejagung akan menentukan jadwal pemanggilan. Saat ini hanya masih klarifikasi saja. Agar penyelidikan kasus dugaan korupsi Pemkab Batubara tidak terganggu,” tegas Marwan.
Penyelidikan terhadap jaksa Alex, sambung Marwan, atas penangkapan 2 tersangka baru kasus dugaan korupsi di Pemkab Batubara oleh Kejagung pada 6 Juli lalu.

Dua tersangka yang ditangkap, Ilham Martua Harahap dan Daud Aswan Nasution. Kedua tersangka diamankan jaksa di Hotel Istana Medan, Rabu (6/7) malam.

Diketahui, Ilham merupakan Direktur PT Pacific Fortune Management yang hendak menyerahkan uang suap sebesar Rp200 juta pada tersangka Daud yang mengaku memiliki kenalan oknum jaksa dan menjanjikan bisa mengurus penangguhan penahanan Rahman Hakim, Komisaris PT Pacific Fortune Management yang kini ditahan di Rutan Kejagung.

Ditambahkan Marwan, dirinya telah melakukan klarifikasi pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto dan Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jampidsus Jasman Panjaitan.

“Keterangan sementara jaksa Alex, dia belum menerima suap dari kedua tersangka itu. Justru dia yang menangkap. Inilah pengakuan jaksa yang bersangkutan di Jampidsus dan Dirdik,” tegas Marwan.

Kedua tersangka ditangkap karena percobaan penyuapan terhadap jaksa Alex yang kemudian menangkap keduanya. Saat itu, kedua tersangka mencoba mendekati Alex untuk meminta penangguhan penahanan atas Rahman. Mengetahui indikasi percobaan penyuapan ini, jaksa Alex pun melaporkannya kepada atasannya di Jampidsus Kejagung.
Sebelumnya diberitakan, bersama para tersangka, Kejagung menyita uang sebesar Rp224,3 juta. Dengan rincian, Rp200 juta untuk menyuap oknum jaksa, Rp20 juta operasional untuk makelar dan sisanya Rp4,3 juta disita dari saku Ilham.

Selain itu, jaksa juga berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa, satu unit mobil Honda Civic dan uang tunai Rp220 juta. Sedangkan dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka, yakni Yos Rouke selaku Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset, Fadil Kurniawan selaku Bendahara Umum Daerah, dan Rachman Hakim selaku Komisaris PT Pacific Fortune Management, serta dua tersangka dari Pemkab Batubara, namun keduanya masih buron. (rud)

IDTUG akan Dibentuk di Sumut

Tarif roaming international saat ini masih cukup tinggi dan para operator juga masih terkesan tidak transparan dan tidak konsisten. Namun secara prinsip, semestinya tarif roaming yang dikenakan operator terhadap konsumen menunjukkan tren terus menurun.

“Tarif roaming sejatinya dikenakan operator untuk menutupi pinjaman dan biaya investasi infrastruktur jaringan yang sudah mereka keluarkan. Karenanya, jika biaya investasi ini sudah tertutupi atau mencapai titik impas, semestinya biaya roaming ikut turun,” kata Ketua Bidang Organisasi Indonesia Telekomunikasi User Group (IDTUG) Pusat Drs Hendrik H Sitompul MM, kemarin.

Menurut Hendrik, biaya roaming yang dikenakan ke konsumen menjadi sekadar untuk menanggung biaya operasional infrastruktur jaringan, bukan lagi ditambah marjin keuntungan. Selain mempersoalkan tarif roaming internasional, kata Hendrik, IDTUG bersama INTUG (Internasional Telekomunikasi User Group)  juga mendukung prinsip-prinsip teknologi netral (OFTA Hongkong) yang memberikan best value ke customer/user.

Misalnya, kata Hendrik, teknologi broadband, di mana IDTUG terus mendorong percepatan pengembangannya di Indonesia. Definisi broadband yang masih sangat beragam menyulitkan membuat benchmark capaian di antara para negara, sehingga kondisi yang ada di Indonesia sulit dibandingkan dengan negara lain.

Selain itu, Hendrik mengaku telah mendapat surat mandat dari IDTUG Pusat yang langsung ditandatangani Ketua Umum Nurul Yakin Setyabudi dan Sekjen Muhamad Jumadi, untuk membentuk perwakilan wilayah IDTUG di Sumut. “Dalam waktu dekat sekira dua bulan ini, IDTUG Sumut sudah terbentuk, saya sudah diberi mandat,” kata Hendrik.
Untuk diketahui, Indonesia Telecommunications Users Group (IDTUG) adalah Kelompok Masyarakat Pengguna Jasa & Sarana Telekomunikasi Indonesia, berdomisili di Indonesia, yang melakukan kegiatan berkaitan dengan edukasi, advokasi Pengguna Telekomunikasi, dan berafiliasi dengan International Telecommunications Users Group (INTUG), yang berpusat di Heidestein 3971 ND, Driebergen, The Netherlands.(*/ade)

Pertamina Gelar Sosialisasi LPG di Labuhan Batu

Setelah  menggelar sosialisasi dan edukasi penggunaan LPG di beberapa daerah di Sumut,  Pertamina berkesempatan mengunjungi Kabupaten Labuhan Batu untuk melakukan sosialisasi yang  dilakukan pada  (8/7) di  lima kecamatan. Yakni. Kecamatan Bilah Hilir, Kecamatan .Bilah Hulu, Kecamatan Kualuh Hulu, Kecamatan Kualuh Selatan dan Kecamatan Rantau Utara.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengertian kepada masyarakat tentang tata cara yang benar dan aman dalam menggunakan kompor gas dan tabung 3 kg serta alat lain yang termasuk paket perdana konversi minyak tanah ke LPG.
Tahun 2011 ini, PT Pertamina kembali mengadakan sosialisasi dan edukasi program konversi minyak tanah ke LPG di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Tujuan kegiatan  untuk  dapat meningkatkan keyakinan masyarakat penerima paket konversi untuk menggunakan LPG sebagai bahan bakar pilihan dan tidak lagi menggunakan minyak tanah. Kegiatan ini juga sebagai wujud kepedulian  PT Pertamina kepada masyarakat pengguna LPG.

Program konversi ini telah dimulai sejak tahun 2007 di 25 kabupaten kota di 8 propinsi. Dilanjutkan tahun 2008 mencakup 81 kabupaten kota di 8 propinsi, tahun 2009 166 kabupaten kota di 15 propinsi, tahun 2010 189 kabupaten kota di 16 propinsi dan target di tahun 2011 ini 25 propinsi.

Untuk wilayah Sumatera Utara setelah digelar dibeberapa kabupaten/kota. Seperti Kabupaten Karo, Simalungun, Asahan, Kotamadya Tebing Tinggi, dan Siantar.  Sasaran program ini adalah ibu rumah tangga, kepala rumah tangga, anggota PKK, Karang Taruna, pemimpin/tokoh agama dan masyarakat, NGO, LSM, yayasan/organisasi sosial dan usaha mikro keliling dan menetap. (*/sih)

Siantar tak Terima CPNS 2011

SIANTAR- Untuk tahun 2011, Pemko Siantar dipastikan tidak menerima calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan alasan memaksimalkan tenaga PNS dan Honorer yang saat ini berjumlah 8.327 orang, dengan rincian PNS 6.567 orang dan honorer 1.760 orang.

Pemerintah Kota Siantar akan lebih fokus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelaksanaan pelatihan serta melanjutkan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Kabag Humas dan Protokoler Pemko Siantar Daniel Siregar mewakili Kepala BKD Kota Siantar Pariaman Silaen, Senin (18/7).

Lebih lanjut Daniel Siregar menjelaskan, kebutuhan CPNS formasi 2011, tidak mendesak karena seluruh tenaga baik teknis, keguruan dan tenaga kesehatan masih tersedia.

“Tahun ini Siantar fokus untuk meningkatkan SDM yang ada untuk menutupi tenaga teknis, terutama bidang kesehatan yang belum terisi, dengan memberikan kesempatan sebesar-besarnya melanjutkan pendidikan,” kata Daniel.(esa/smg)