23 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 15065

Disunat Makhluk Gaib

TEBING TINGGI- Alhadi Syahputera (4), anak pertama dari dua bersaudara pasangan Gunawan Syahputera (34) dengan Juliniar (24), warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Tambangan Hulu, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, dikhitan (sunat) makhluk halus, Kamis (14/7) sekira pukul 13.00 WIB.

Menurut Gunawan Syahputera, ayah Alhadi ketika ditemui di rumahnya, Senin (18/7) mengaku, awalnya tidak mengetahui kalau kemaluan anaknya telah disunat oleh mahkluk gaib.

“Saya saat itu lagi bekerja, tapi kata neneknya, jangan bermain-main di dekat pohon tebu belakang rumah, ini jam satu siang, nanti bahaya. Kemudian anak itu datang ke rumah neneknya buang air kecil. Karena merasa kesakitan, sang nenek memeriksa kemaluan korban, diketahui kalau kemaluannya sudah disunat,” kata Gunawan.

Dijelaskan, melihat kejadian tersebut, sang nenek, Muslimah (54) yang tinggal tidak jauh dari rumah Alhadi Syahputera langsung memberitahukan kepada ibunya (Juliniar) bahwa ada kelainan pada kemaluan anak tersebut.(mag-3)

Siapkan Tamatan Cerdas dan Religius

Politeknik Unggul LP3M Medan (PULMED)

Politeknik Unggul LP3M Medan (PULMED) terus berinovasi melakukan terobosan dalam upaya menciptakan tamatan yang profesional, andal dan serta religius. Bahkan kampus yang berlokasi di Jalan Iskandar Muda nomor 3 EF ini, digadang merupakan kampus revolusioner di bidang pendidikan diploma tiga (D3) di Kota Medan.

Pasalnya, selain sebagai satu-satunya kampus yang bisa menyelesaikan pendidikan D3 hanya dalam waktu dua tahun, PULMED juga memberikan kurikulum yang terintegritasi dengan memadukan IQ, EQ, dan SQ yang terus update setiap tiga tahunnya.

Hal ini disampaikan Direktur Politeknik Unggul LP3M Medan, HM Nasir Mahmud SE Msi MBA, saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

“Dengan konsep di atas diharapkan semua lulusan PULMED mempunyai  skill atau keterampilan sesuai dengan jurusannya serta memiliki akhlak dan moral, serta taat kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bisa sukses di dunia kerja,” ungkapnya.

Bahkan kampus yang telah berdiri sejak 2001 lalu itu juga menciptakan peserta didik yang kreatif lewat berbagai kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa yang disediakan PULMED.

Beberapa kegiatan kemahasiswaan yang masih eksist seiring perkembangan zaman, di antaranya  MAPALA, Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) An-Najwan,  Kesatuan Mahasiswa Kristen (KMK) IGOS, Secretary Club, UKM Olahraga, Acounting Club, English Club, Design Grafis, dan banyak kegiatan lainnya.

Keberadaan beberapa UKM ini juga menurut Nasir cukup memberikan dampak positif terhadap PULMED, yakni melalui sejumlah prestasi yang telah diukir. “Kita sering menjuarai beberapa even seperti raihan tiga medali emas lewat olahraga renang dalam dalam POMSU 2012, juara umum kejuaran bulutangkis antar perguruan tinggi di Sumatera Barat dan memiliki duta mahasiswa melalui BKKBN, beberapa waktu lalu, dan banyak prestasi lainnya,” sebut Nasir.
Selain itu, bagi peserta didik yang beragama muslim nuansa religius yang begitu kental juga ditanamkan PULMED, khususnya bagi mahasiswa yang akan melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Yang mana dalam hal ini PULMED mewajibkan seluruh peserta didik khususnya bagi yang muslim untuk mengikuti Zikir Akbar, Iktikaf, Taklim dan Typing Tutor sebagai prasyarat melaksanakan PKL. “Prasyarat itu dilakukan sebagai bentuk pendukung program kurikulum yang kita sapkan yakni perpaduan IQ, EQ, dan SQ,” jelas Nasri.

Demi tujuan menyelaraskan semua bidang, PULMED, menyiapkan sarana dan prasarana pendukung yang memadai seperti dosen pendidik dan fasilitas kampus. Tidak tanggung-tanggung, seluruh fasilitas disiapkan sesuai perkembangan zaman. (uma)

Tingkatkan Prestasi dan Potensi

Daniel Julifer Van Dior Siagian

Terus berprestasi dan meningkatkan potensi, sepertinya sudah menjadi motto hidup bagi Daniel Julifer Van Dior Siagian. Pasalnya, buah hati Binsar Siagian, SH dan Berliana Situmeang ini mampu meraih tiga medali dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Sumatera Utara, Kamis (7/7) lalu.

Raihan tiga emas yang diperolehnya ini merupakan gelar yang didapat dari tiga kategori yakni 50 m gaya dada, 100 m gaya dada dan 100 m gaya bebas. Sebelumnya, pria kelahiran Gunung Sitoli, 10 Juli 1991 sebelum juga telah mengukir berbagai prestasi, yakni meraih medali 1 emas 2 perunggu  pada kejuaran Renang Tingkat Pelajar dan Mahasiswa se-Kota Medan, Finalis Kejurnas renang di Surabaya pada Mei 2011, 2 Medali Perak pada Kejurnas di Jakarta Mei 2010 dengan kategori gaya dada 50 m dan 200 m, 3 medali emas  pada POMNAS di Palembang 2009 dengan kategori gaya dada 50m, 100 m dan 200m.

“Saya senang dengan beberapa raihan prestasi yang telah saya dapat dan ini semua berkat dukungan dari kedua orangtua dan seluruh teman, serta kampus yang mendukung sepenuhnya dengan kegiatan yang saya jalani,” ujarnya.
Pria berkaca mata yang masih aktif sebagai mahasiswa di PULMED jurusan Manajemen Pemasaran ini juga bertekad akan terus menggeluti bidang olahraga air itu hingga tingkat internasional.

Dengan kesibukannya mendekati sidang Tugas Akhir, Daniel tetap fokus mengejar prestasinya,  tanpa harus meninggalkan aktivitas kampus. (uma)

Komandan Kapal Perang Turki Kagumi Sumut

MEDAN- Komandan Kapal Perang Turki TCG Admiral Sinan Etfugrul mengaku kagum dengan keunikan yang dimiliki Indonesia, khususnya Sumut yang menjadi daerah pertama yang dikunjunginya di Indonesia. Dengan keunikan dan potensi Sumber Daya Alam serta kelautan tersebut, katanya, Sumut dan Indonesia akan menjadi prioritas kerjasama Turki dengan Asia Tenggara.

“Saya memang belum berkunjung ke Jakarta, selepas dari Sumut saya akan berkunjung ke Kualalumpur. Namun, dari beberapa tempat yang saya kunjungi, saya harus katakan Sumut unik dan potensial. Bahkan, apa yang ada di Sumut tidak ditemukan di India ataupun negara lainnya yang pernah saya kunjungi,” kata Sinan didampingi Danlantamal I Bambang Soelistiyo dan sejumlah tentara Turki dan jajaran Danlantamal I, saat beraudiensi dengan Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho di Kantor Gubsu, Senin (18/7).

Sinan mengatakan keinginannya, agar Indonesia, khususnya Sumut bersedia menerima tawaran kerjasama pemerintah Turki, baik di sektor militer, ekonomi, pendidikan dan seni budaya. Sebab, katanya, keunikan ini akan menjadi modal untuk membangkitkan kemakmuran bersama masyarakat antar negara di masa akan datang.

“Saya harus ungkapkan, saat ini Turki sangat terbuka dengan siapapun, khususnya dengan negara yang memiliki kedekatan budaya dengan Turki, seperti Sumut dan saya yakin juga Indonesia. Saya kagum dengan Sumut dan saya janji akan menyampaikan seluruh potensi ini kepada pemerintah Turki,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt Gubsu menyambut baik tawaran kerjasama tersebut. Ia pun berharap agar kunjungan ini bukan yang pertama dan terakhir, sehingga terjalin silaturahim yang baik antara Indonesia dan Turki.
“Memang banyak potensi yang ada di Sumut, semua itu butuh penanganan yang baik, sehingga dengan kunjungan ini nantinya tercipta kerjasama yang baik untuk memanfaatkan potensi yang ada,” sebutnya.(saz)

BPS dan Pemkab tak Kompak

Kursi DPRD Langkat dan DPRD Sumut Ilegal

Kursi anggota DPRD Langkat dan DPRD Sumut dari daerah pemilihan Langkat perlu dipertanyakan. Pasalnya, jumlah penduduk hitungan KPUD Langkat dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut berbeda, akibatnya jumlah kursi DPRD tak sesuai.

Jumlah data yang diperoleh Sumut Pos, penduduk Langkat pada 2010 berjumlah 966.133 jiwa berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut. Sedangkan versi Pemkab Langkat, menyebutkan jumlah penduduk pada 2008 sebanyak 1.057.768 jiwa. Berarti ada penurunan jumlah penduduk dalam dua tahun sebanyak 91.635 jiwa. Tentunya, angka ini cukup besar jika dianggap sebagai sebuah perpindahan warga Langkat keluar daerah maupun pengurangan pendudukan karena kematian dalam dua tahun. Namun, masalahnya bukan pada itu, tapi lebih pada jatah kursi wakil rakyat di gedung dewan.

Humas BPS Sumut, Pendi Pohan menyampaikan, jumlah penduduk Kabupaten Langkat sesuai sensus 2010 memang sebanyak 966.133. Jumlah itu sudah sesuai dengan hasil hitungan pihaknya. Dan, dia mengamini kalau jumlah itu tidak mencapai 1 juta jiwa. Tapi, dirinya tak tahu menahu tentang jumlah penduduk dan kaitannya kepada kursi DPRD Langkat dan DPRD Provinsi yang berasal dari daerah pemilihan Langkat. “Jumlah penduduk itu sesuai hasil survey kami,” katanya kepada Sumut Pos, Senin (18/7).

Mengacu kepada jumlah penduduk dua versi itu, pada UU No. 10 tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPRD dan DPD. Di dalam UU tersebut pada pasal 26 dan 27 ada diatur kursi anggota DPRD. Berdasarkan UU tersebut pada pasal 27 disebutkan jumlah kursi anggota DPRD kabupaten/kota di kabupaten/kota yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 1.000.000 (satu juta) jiwa berlaku ketentuan Pasal 26 ayat (2) huruf g. Pasal tersebut mengamanatkan, kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih dari 1.000.000 (satu juta) jiwa memperoleh alokasi 50 (lima puluh) kursi. Sedangkan untuk kursi DPRD Sumut dihitung oleh KPUD Provinsi.

Kini, jumlah kursi anggota DPRD Kabupaten Langkat sebanyak 50 kursi, dan kursi di DPRD Sumut sebanyak 10 kursi. Pada periode sebelumnya, kursi DPRD Langkat hanya 45 kursi dan di DPRD Sumut asal daerah pemilihan XI Binjai dan Langkat hanya 8 kursi.

Ketua KPUD Sumut, Irham Buana Nasution mengaku baru mengetahui perhitungan jumlah penduduk yang tak sesuai antara Pemerintah Kabupaten Langkat dengan BPS Sumut. Memang sering ditemukan selisih angka, tapi tak sejauh seperti ini.

Tapi, ungkapnya, data yang disebutkan BPS Sumut itu cenderung diperuntukkan untuk pertanian dan perekonomian, sedangkan data yang digunakan KPU untuk mengetahui jumlah penduduk dan pemilihnya, berdasarkan UU No.10/2008 berasal dari pemerintah daerah. “Jadi kami memakai jumlah penduduk yang dikeluarkan Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemkab Langkat,” katanya.

Ketika disinggung besarnya perbedaan jumlah angka tersebut, Irham menyarankan sebaiknya Pemkab Langkat dan BPS Sumut duduk bersama untuk mencocokkan jumlah penduduk. Karena, jumlah penduduk ini tak boleh dibohongi, Pemkab Langkat harus bertanggung jawab terkait jumlah datanya.

“Kami sudah menjalankan sesuai UU, jadi secara formalistik sudah sesuai. Tapi, secara substantif perlu dipertanyakan selisih jumlah penduduk ini karena sangat berkaitan kepada jumlah kursi DPRD Provinsi maupun Kabupaten Langkat,” katanya.

Tak hanya itu, dia mengakui pihaknya juga sudah tuntas menjalankan UU, hal lainnya bila ada gugatan. Maka, pihaknya akan bertanggungjawab. Namun, Pemkab Langkat juga harus segera mengklarifikasi jumlah penduduk ini, sehingga bisa diketahui jumlah kursinya. (ril)

Tak Lupa Kampung Halaman

Sambut Ramadan 1432 H, Rahudman Gelar Kegiatan

Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1432 H, Wali Kota Medan Rahudman Harahap melaksanakan sejumlah kegiatan di kampung halamannya Desa Padang Hasior, Padang Lawas Utara (Paluta), baru-baru ini. Selain meresmikan Masjid Al-Jamin di Desa Padang Hasior, Rahudman juga memberikan sedekah kepada 1000 fakir miskin serta merenovasi panti jompo dan rumah warga yang belum lama ini terbakar.

Peresmian Masjid Al-Jamin ditandai dengan melaksanakan Salat Jumat berjamaah. Yang bertindak sebagai khatib adalah saya sendirti yaitu Ustadz Drs H Amhar Nasution, serta mendatangkan qori nasional Muhammad Safii,” ujar Drs H Amhar Nasution didampingi Buya KH Amiruddin MS usai diterima Wali Kota di Balai Kota, Rabu (13/7) lalu.

Dikatakan Amhar, ada tiga tujuan dari peresmian Masjid Al-Jamin. Pertama, sebagai rasa kecintaan wali kota terhadap ayahandanya almarhum H Tongku Imam Harahap. “Sebab, nama masjid itu diambil dari nama ayah ompungnya yakni  Al-Jamin. Selama ini belum ada masjid di daerah tersebut,”  jelasnya.

Setelah itu, lanjut Amhar, wali kota bersedekah dengan mengumpulkan 1000 fakir miskin  sebelum peresmian masjid dilakukan sekaligus makan bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah bersama ke makam almarhum ayahanda dan ibunda wali kota. Ziarah ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan wali kota setiap kali menyambut datangnya bulan puasa. Selain itu, setiap kali rindu dengan kedua orang tuanya, Rahudman pun meluangkan waktu di tengah kesibukannya menjalankan roda pemerintahan di Kota Medan untuk berziarah.

“Dengan berziarah itu beliau merasa lebih tenang dan termotivasi sekaligus munculnya inovasi-inovasi untuk membangun Kota Medan sehingga Medan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih cerah dari hari ini.  Semua keberhasilan yang diraih beliau selama ini berkat hasil didikan orangtuanya,” ungkapnya.

Ditambahkan Amhar, setiap kali menyambut datangnya bulan puasa, wali kota selalu mengundang anak yatim di kediamannya di Padang Sidimpuan. Anak yatim yang diundang sekitar 600 orang. Selain bersedekah, wali kota makan bersama. Acara ini turut dihadiri tokoh masyarakat dan tokoh agama sekitarnya. Acara ini dilanjutkan dengan zikir  bersama yang dipimpin Buya KH Amiruddin MS dan doa dibawakan KH Zulfikar Hajar.

“Inti sedekah ini ada tiga yakni menolak bala, mendapat imbalan yang baik dari Allah serta sedekah itu menjauhkan sikap iri maupun dengki manusia. Sebab, jabatan beliau saat ini terhormat sehingga banyak yang memuji, berburuk sangka maupun berunjuk rasa. Untuk itulah beliau bersedekah,” ujarnya. (adl)

Momentum Emas

Uruguay vs Peru

LA PLATA – Seiring dengan tersingkirnya tuan rumah Argentina dan juara bertahan Brasil, maka sekarang Uruguay menjadi favorit utama menjuarai Copa America 2011. Mereka diprediksi mampu mencatatkan rekor sebagai tim pengoleksi gelar terbanyak.

Sekarang, Uruguay sudah memiliki 14 gelar di Copa America, dan itu sama banyak dengan Argentina. Namun, sebelumnya mereka harus mampu menyingkirkan Peru pada semifinal di Estadio Ciudad de La Plata, besok pagi.
Meski lebih diunggulkan dan memiliki tradisi lebih baik di Copa America bukan berarti akan mudah bagi tim berjuluk Charruas itu mengatasi Peru. Sesuai dengan rekor pertemuan kedua tim, maka Uruguay bakal mengalami batu sandungan.

Sejak 1996, sudah 12 kali Uruguay dan Peru bentrok. Hasilnya, Uruguay hanya sedikit lebih unggul. Mereka menang lima kali, seri tiga kali, dan empat laga lainnya dimenangkan Peru. Bukti bahwa keduanya cukup berimbang.
Bahkan, dalam bentrok terakhir mereka di grup C, Uruguay juga tak mampu menundukkan Peru. Mereka berbagi angka 1-1 melalui gol Luis Suarez dan Paulo Guerrero. Keduanya merupakan andalan kedua tim di lini depan.
“Kami telah melewati lawan terberat, Argentina. Namun, kompetisi belum selesai, masih ada satu tantangan di depan sebelum kami mencapai puncak,” bilang Fernando Muslera, kiper Uruguay.

Senada dengan Muslera, pelatih Uruguay Oscar Washington Tabarez menilai Uruguay tidak boleh keburu kehilangan spirit. Mereka harus mampu menjaga semangat yang telah dibangun sejak Piala Dunia 2010 lalu. “Ini momentum bagi kami,” kata Tabarez.

Melawan Peru, Uruguay masih akan mengandalkan Diego Forlan dan Luis Suarez sebagai duet maut di lini depan. Perubahan terjadi di lini tengah. Absennya Diego Perez karena skorsing, memaksa Tabarez mengubah komposisi di lini tengah.

Kemungkinan antara Sebastian Eguren atau Walter Gargano yang akan dimainkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Perez. Adapun striker Edinson Cavani kabarnya belum juga bisa diturunkan keran cedera lututnya.
Dari kubu Peru, setelah sempat mengalami kesulitan jelang Copa America 2011 karena satu-persatu pemain andalannya terkapar cedera, mereka justru mampu tampil stabil. Paulo Guerrero mampu menutupi lubang yang ditinggalkan striker gaek Claudio Pizarro.

Selain itu, Juan Vargas juga tampil hebat sebagai penopang dari lini kedua. “Lawan lebih diunggulkan, tapi kami sama sekali tidak gentar. Justru situasi itu akan memberikan tekanan lebih kepada mereka,” bilang Vargas, seperti dikutip Goal. (ham/jpnn)

Suarez Termotivasi Maracanazo

KEMENANGAN yang diraih Uruguay atas tuan rumah Argentina pada babak perempatfinal, beberapa hari lalu, oleh  Luis Suarez  dianggap sama dengan kemenangan Uruguay atas Brasil pada babak penyisihan grup Piala Dunia 1950 yang berlangsung di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil.

Saat itu Brasil yang berada di puncak klasemen berkat dua kemenangan beruntun, sempat memimpin lebih dulu lewat aksi Friaca, sebelum akhirya disamakan Juan Alberto Schiaffino, berikutnya dilengkapi satu gol kemenangan untuk Utruguay oleh Alcides Ghiggia sebelas menit sebelum pertandingan berakhir.

Oleh para pendukungnya, kemenangan ini mereka sebut dengan Maracanazo, yang dalam bahasa Portugis berarti Tamparan Maracana.  “Kami telah diberitahu bahwa tanggal 16 Juli adalah hari penting bagi rakyat Uruguay karena disaat itulah kami mengalahkan Brasil. Dan setelah 61 tahun lamanya, kami terbukti mampu mengulanginya saat menghadapi Argentina,” bilang Suarez.

“Terkadang, dalam sepak bola kita harus percaya pada sebuah keberuntungan. Namun tetap harus bekerja keras untuk meraihnya, dan kami mampu melakukannya. Karenanya, saya yakin ini (mengalahkan tuan rumah, Red) menjadi modal berharga untuk memenangi turnamen ini (Copa Amerika, Red),” bilang pemain yang sempat bersinar bersama Ajax Amsterdam itu.  (jun)

Celeste Waspadai Sanchez

BENAR jika pada pertandingan nanti Uruguay akan lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan dibanding Peru. Namun itu bukan jaminan jika anak asuh Oscar Washington Taberz akan mudah memperdaya sang lawan.
Hasil imbang 1-1 pada babak penyisihan grup yang berlangsung beberapa waktu lalu bisa menjadi bukti. Gol yang dicetak gelandang Alvaro Pereira, diimbangi oleh gol semata wayang oleh playmaker Peru Alexis Sanchez.

Akibat golnya itu, maka kemenangan yang sudah ada di depan mata pun sirna. “Dia (Sanchez, Red) sungguh berbahaya bola lepas dari kawalan. Pada pertandingan besok (hari ini, Red) itu tak boleh terjadi lagi,” bilang Alvaro Pereira.
“Kami takkan memberinya kesempatan untuk menguasai permanan karena itu akan membahayakan kami. Bila itu bisa kami lakukan, maka sebelah kaki kami telah berada di partai final,” bilang Pereira tentang pemain Udinese yang kini santer dikabarkan segera berkostum Real Madrid dan Barcelona itu. (jun)

Lolos ke Semifinal, Venezuela Cetak Sejarah

SAN JUAN-Kejutan di Copa America belum berhenti. Venezuela lolos ke semi-final untuk kali pertama sepanjang sejarah dengan membungkam Cili.

Tim yang sebelumnya identik dengan status semenjana di belahan Amerika Selatan itu sukses menundukkan perjuangan Cili dengan skor 2-1, Senin (18/7) dinihari WIB, untuk bersua Paraguay di empat besar.
Dukungan di Estadio del Bicentenario, San Juan, lebih banyak berpihak kepada Cili, yang notabene berbatasan langsung dengan Argentina sebagai negara penyelenggara Copa America edisi kali ini.
Namun, itu sama sekali tak menciutkan nyali La Vinotinto (julukan Venezuela).

Mereka menerapkan sistem pertahanan yang begitu kokoh sehingga membuat Cili, yang amunisinya lebih gemerlap dengan nama-nama seperti Humberto Suazo dan Alexis Sanchez tak berkutik.
Setelah awal-awal pertandingan yang berlangsung cukup menjemukan dengan kesalahan-kesalahan umpan dan minimnya manuver dari kedua kubu, deadlock terpecahkan di menit ke-35.

Lewat sebuah eksekusi tendangan bebas Juan Arrango, Osvaldo Vizcarrondo yang lolos dari kawalan menanduk bola untuk mengoyak gawang La Roja yang dikawal Claudio Bravo.

Di babak kedua Cile mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-70 saat umpan Sanchez diselesaikan dengan apik oleh Suazo untuk menggetarkan gawang Renny Vega.

Dominasi terus dipegang Cili, malang, justru Venezuela yang kembali unggul. Sembilan menit sebelum bubar, antisipasi buruk Bravo menghalau sebuah tendangan bebas memudahkan Gabriel Cichero menceploskan si kulit bundar ke dalam gawang Cili.

Skor 2-1 bertahan hingga wasit menipu pulit panjang tanda pertandingan usai.
“Saya tidak percaya dengan keberuntungan tapi saya meyakini dapat melakukan apa yang anda inginkan atau tidak. Chili selalu menginginkan kemenangan.

Mereka selalu yakin dapat memenangkan pertandingan. Jadi kekalahan ini jelas membuat saya sedih,” bilang Claudio Borghio, pelatih Cile. (bbs/jpnn)