24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 15063

Merasa Diintai Agen CIA, 3 Bulan Sembunyi di Rumah

Jeritan Hati Anggota Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI)

Memiliki anggota keluarga yang menderita skizofrenia, keluarga dituntut memiliki kesabaran ekstra. Melalui para penderita yang tergabung dalam KPSI, bisa didapat informasi penanganan yang tepat.    

AGUS WIRAWAN, Jakarta

TIAP berada di luar kota dan sang kakak tertua menelepon, Adi Nugroho langsung tahu, pasti ada “pembunuh” suruhan CIA yang membuntuti. Sebab, itulah yang memang selalu dikatakan oleh sang kakak.

Penjelasan panjang lebar Adi bahwa kekhawatiran tersebut sama sekali tidak benar pasti bakal dibantah dengan sengit oleh sang kakak. Jadilah adik-kakak itu beradu argumen yang berbuntut tuduhan “serius” bahwa Adi telah disusupi CIA.

“Perut mules pun, dikira saya yang meracuni makanan,” sebut pria 31 tahun itu.

Sudah sepuluh tahun lamanya Adi dan keluarga harus hidup dengan “dikelilingi” agen-agen badan intelijen Amerika Serikat rekaan sang kakak yang tak disebutkan namanya itu. Para agen tersebut bisa menyamar menjadi apa saja. Misalnya, tukang bakso, abang ojek, atau petugas meteran listrik.

Diakui sang kakak, “informasi” itu mulai didapat melalui suara-suara aneh di telinganya. “Sering dia mengatakan ada suara yang seolah-olah membisikkan sesuatu ke telinganya,” ujar Adi.

Perubahan perilaku tersebut mulai tertangkap saat sang kakak kehilangan pekerjaan satu dekade silam. Awalnya, Adi mengira ada makhluk-makhluk tak terlihat atau gaib yang berbicara kepada kakaknya. Maklum, sejak muda sang kakak gemar berurusan dengan masalah klenik dan paranormal.

Namun, lama-kelamaan bisikan-bisikan yang diucapkan oleh kakaknya yang kini menduda itu semakin tidak bisa dinalar. Puncaknya terjadi ketika kakaknya mengaku diincar para agen CIA sehingga tak berani keluar rumah sampai tiga bulan.

Baru setelah browsing di internet dua tahun lalu, Adi ngeh dengan yang dialami sang kakak. Rupanya, kakak Adi tersebut menderita skizofrenia. Karena itu, sang kakak sulit membedakan antara dunia nyata dan imajinasi.

Mengutip Wikipedia, skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul karena ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Pada penderita skizofrenia ditemukan penurunan kadar transtiretin atau prealbumin, yang merupakan pengusung hormon tiroksin.

Sering penyakit itu diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa rangsang pancaindra). Tetapi, salah besar kalau menyebut gangguan kejiwaan tersebut sebagai gila, seperti yang kerap disalahpersepsikan tak sedikit masyarakat selama ini.

Penderitaan tentu saja tak hanya dirasakan oleh si penderita yang seperti hidup dalam dua dunia. Orang-orang terdekatnya juga. Itu pula yang selama ini dialami Adi dan keluarga.

Hampir setiap hari Adi dan keluarganya harus mendengarkan omong kosong tanpa isi dari kakaknya. Pembicaraan yang sangat lama, rutin, dan tiada arti itu pun kerap memancing emosi sehingga berujung pertengkaran fisik.
Apalagi, keluarga sudah berusaha susah payah memberikan pengobatan, mulai yang rasional hingga irasional, tetapi tanpa hasil. Bahkan, di depan dokter atau penyembuh, kakaknya bisa berbohong dengan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.

“Kakak saya juga tetap bekerja selama ini, tapi berganti-ganti. Nggak ada yang tahu bahwa ada yang salah dengan dia. Hanya keluarga yang tahu,” ucap Adi.

Film Beautiful Mind (2001) yang memenangi empat penghargaan Academy Awards juga menggambarkan dengan jelas hal tersebut. Bagaimana Alicia Nash, yang diperankan dengan sangat baik oleh Jennifer Connelly dan mengantarkannya meraih Oscar, harus jatuh bangun mendampingi sang suami, John Nash, yang genius, tetapi menderita skizofrenia. Berkat kesetiaan dan kegigihannya, John Nash, yang di film itu diperankan oleh Russell Crowe, menjadi pemenang bersama Nobel Ekonomi 1994 dengan Reinhard Selten dan John Harsanyi.

Di Indonesia sudah ada organisasi tempat para penderita skizofrenia. Keluarga para penderita juga bisa saling berbagi di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) itu. Lewat KPSI pula, Adi menemukan penguat semangat. Sebab, ternyata banyak keluarga lain yang juga harus menjalani hal sama.

Maya (bukan nama sebenarnya), misalnya, yang mengaku bersuami seorang penderita skizofrenia. Akibat gangguan kejiwaan itu, pernikahan mereka yang kini sudah sepuluh tahun berada di ambang perceraian. “Suami saya tidak mau mengakui penyakitnya, apalagi berobat ke psikiater. Menurut dia, gejala itu disebabkan guna-guna teman sekerjanya,” tutur Maya.

Padahal, sebagai seorang dokter, Maya mengetahui secara pasti bahwa gejala-gejala yang ditunjukkan oleh sang suami jelas mengarah ke skizofrenia. Dari luar, sang suami memang terlihat seperti orang normal pada umumnya. Namun, pada saat tertentu, muncul pikiran dan pembicaraan yang aneh gara-gara halusinasi.

“Inteligensinya juga tidak turun. Tapi, untuk tipe lain, memang berbeda-beda gejalanya. Intinya, kita harus sabar,” tutur perempuan 34 tahun itu.

Seorang penderita skizofrenia, M Raharja (35) mengakui bahwa gejala halusinasi seperti itu jamak terjadi. Dia juga sering mendengar suara-suara berbisik pelan seperti yang dialami kakak Adi.

Bisikan itu bermacam-macam, kadang menyakitkan dan tak jarang pula mengejek. Hal tersebut sering membuat emosi bergejolak tak menentu. Kadang penderita marah, kadang tertawa sendiri. “Malah pernah saya dibuat seolah merasa sebagai utusan Tuhan yang bisa menyembuhkan orang lain,” ungkap dia.

Respons dari halusinasi itu berbeda-beda, bergantung si penderita. Jika bertipe pemarah, si penderita akan meluapkan emosi dengan membabi buta karena merasa terancam dengan situasi tertentu. Sementara itu, penderita yang bertipe penyabar hanya bisa ketakutan atau menjauhkan diri dari orang lain.

“Saya biasanya mengunci diri di kamar sambil mendengarkan lagu yang relaxing. Itu cukup meredakan,” tegasnya.
Bagus Utomo, pendiri KPSI, menyarankan, anggota keluarga yang menunjukkan gejala-gejala skizofrenia harus segera diperiksakan ke dokter. Sebab, banyak pihak yang masih menganggap penyakit itu nonmedis sehingga upaya penyembuhannya melalui paranormal dan lainnya. “Waktu yang terbuang untuk bergulat dengan kondisi akut membuat jeda panjang. Penyembuhannya harus menggunakan obat-obatan,” tegasnya.

Pria berusia 37 tahun itu menuturkan berpengalaman menangani kakaknya yang menderita skizofrenia selama 15 tahun. Pekerjaan guru STM yang dulu dijalani kakaknya hampir tak mungkin ditekuni lagi.

“Inilah PR (pekerjaan rumah, Red) terbesar kami sekeluarga. Kami harus berpacu dengan waktu. Mumpung orang tua masih ada, harus segera memandirikan Mas Bayu (nama sang kakak, Red),” ucap dia.

Bagus menyatakan pernah berpikir bahwa perjuangannya akan sia-sia karena dirinya dan adik-adiknya juga harus mulai memikirkan masa depan masing-masing. Tetapi, selama masih ada waktu, dia bakal terus berusaha.
“Bila suatu saat harus kalah, saya tidak akan menyerah begitu saja. Saya harus menang di pertempuran lain. Saya harus membantu keluarga-keluarga lain,” tegasnya.

Dengan terbentuknya KPSI, anggotanya yang berjumlah sekitar 4 ribu orang kini bisa berbagi informasi tentang cara menangani penderita skizofrenia. Sebab, anggotanya bukan saja para keluarga, melainkan juga para penderita.
“Ada penderita skizofrenia anggota KPSI yang bekerja sebagai dosen, teknisi, akuntan, dan lain-lain. Kakak saya sekarang sudah bekerja lagi sebagai sopir angkot,” jelas Bagus. (*/c11/ttg/jpnn)

Ribuan Pensiunan Tuntut Janji Manajemen PTPN II

Datangi DPRD Medan, Minta Gatot tak Takut

MEDAN- Ribuan pensiunan eks PT Perkebunan Nusantara IX sekarang PTPN II yang mengatasnamakan Forum Tani Jas Merah menuntut 6.070 unit pertapakan rumah pensiunan di areal seluas 558,35 hektar. Tuntutan itu disampaikan di depan DPRD Sumut dan Kantor Gubsu, Senin (18/7).

“Kami karyawan pensiunan PTPN II meminta DPRD Sumut dan Gubsu mendesak Dirut PTPN II mendistribusikan pertapakan rumah yang pernah dijanjikan. Kami minta selesaikan persoalan tanah di Desa Dagang Kerawan” kata HM Jusuf Sembiring, Ketua Forum Silaturahmi Pensiunan Perkebunan Ex PTP IX di depan gedung DPRD Sumut.
Dia menyebutkan di kawasan Tanjung Morawa ada lahan ex HGU PTPN II Tanjung Morawa seluas 5876,3 hektar. Dari lahan seluas itu terdapat jatah warga pensiunan 550,38 hektar untuk pertapakan dan pekarangan rumah. Ketika itu, paparnya ada janji dari PTPN II yang menyebutkan para pensiunan akan diberikan tanah sebagai bentuk talih asih atas jasa yang pernah dibuat.

Pada janji itu, ada dibuat syarat yakni pensiunan pernah mengabdi di perusahaan perkebunan lebih dari 35 tahun. “Tapi sayang itu hanya mimpi saja yang kami rasakan,” teriak para demonstran.

Tuntutan warga didukung angota Komisi A DPRD Sumut, H Syamsul Hilal. Karena, hak-hak pensiunan perkebunan telah dizolimi, dan Komisi A DPRD Sumut sejak dahulu mendukung perjuangan petani dan rakyat.
Syamsul juga menegaskan, para pejabat yang merampok tanah rakyat harus segera ditangkap. Bukan sebaliknya, para petani yang akhirnya ditangkap. Sedangkan para pejabat memanipulasi data sehingga HGU bisa keluar. “Tangkap semua pejabat yang merekayasa,” tegasnya.

Selain politisi itu, ada sejumlah anggota dewan lainnya yang memberikan dukungan seperti Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara H Kamaluddin Harahap, didampingi Wakil Ketua dan Anggota Komisi A DPRD Sumut Sonny Firdaus, Tahan Manahan Panggabean, Irwansyah Damanik, Khairul Fuad dan Raudin Purba.

Setelah mendapatkan dukungan itu, ribuan warga langsung berkonvoi ke Kantor Gubsu. Di depan kantor Gubsu, ribuan massa berteriak jangan ada lagi korban berjatuhan di wilayah eks HGU PTPN II.

“Sekarang saatnya penentuan to be or not to be. Kalau Bapak Gubernur yang lalu mungkin takut, maka sekarang kami berharap bapak berani menegakkan Peraturan Pemerintah No 40/1996 tersebut secara benar dan adil,” kata Koordinator Aksi, Eko Sopianto.

Di depan kantor Gubsu, sejumlah massa akhirnya disapa Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho. Dihadapan massa, Gatot menyatakan mendukung perjuangan warga untuk mendapatkan eks HGU PTPN II. Tapi, secara pemerintahan ada prosedural yang harus dilalui. Seperti berkoordinasi dengan DPRD Sumut, Poldasu, Pangdam I BB, PTPN II, BPN Sumut dan Pemerintah Pusat.

“Kami akan upayakan dan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Muspida Plus dan Pemerintah Pusat,” jawabnya.
Ungkapan itu langsung disela sejumlah massa. Satu dari ribuan massa menyebutkan dalam PP  No. 40/1996 tentang Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pengelolaan atas Tanah.  Dalam pasalnya ada disebutkan, lahan eks HGU menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Mendengar adanya ungkapan itu, Gatot akhirnya akan melanjutkan pertemuan dengan warga setelah salat zuhur. Pasalnya, ketika itu azan salat zuhur telah berkumandang.

Usai Salat Zuhur, ribuan massa yang menunggu kehadiran pejabat Pemprovsu di halaman kantor Gubsu hanya sebatas menunggu saja. Sambil menunggu, ribuan massa mengisinya dengan bernyanyi. Hingga petang kemarin, massa belum juga meninggalkan kantor Gubsu. (ril/saz)

Demo di Malaysia Didalangi Yahudi

KUALA LUMPUR – Dalang aksi kerusuhan protes Bersih 2.0 beberapa pekan lalu terus dicari. Kini giliran media Malaysia menuduh Yahudi berada dibalik aksi protes itu. Oposisi menilai, editorial itu hanya gosip.  pasalnya anak Mahatir Muhammad ikut dalam aksi itu.

Tuduhan itu disampaikan Surat Kabar Utusan Malaysia dalam editorial menulis, “Rakyat Malaysia tidak dapat membiarkan pihak apapun termasuk Yahudi, untuk ikut campur secara rahasia atas masalah dalam negeri Malaysia,” seperti dikutip AP, Senin (18/7).

Tokoh oposisi yang mengorganisir protes tersebut Maria Chin Abdullah menyatakan, tulisan dari Utusan Malaysia itu layaknya gosip yang disebarkan untuk memperburuk suasana. Aksi protes itu murni bertujuan mendesak Perdana Menteri Najib Tun Razak mengadakan pemilu yang bersih dan adil. (ap/bbs/jpnn)

Kuil Preah Vihear Jadi Zona Steril

Bocah Lima Tahun Ditembak

DEN HAAG – Setelah berlarut-larut konflik yang berkepanjangan di wilayah perbatasan Thailand dan Kamboj, kini mendapat perhatian serius dari pengadilan tinggi PBB. Dalam sidang di Den Haag, Belanda, Senin (18/7), Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan kedua negara menarik mundur semua pasukan dari sekitar kompleks Kuil Preah Vihear.

‘’Kedua pihak harus menarik mundur seluruh personel militer masing-masing yang berada di zona demilitarisasi,’’ kata Hakim Hisashi Owada yang juga pimpinan ICJ.  Dia juga minta kedua negara saling menahan diri. Thailand dan Kamboja tidak boleh lagi menempatkan personel militer mereka di wilayah sengketa tersebut.

Hakim asal Jepang itu  memutuskan kompleks Kuil Preah Vihear sebagai zona steril. Karena itu, candi yang sempat menjadi saksi bisu baku tembak tentara Thailand dan Kamboja tersebut harus bersih dari militer maupun senjata dan berbagai atribut terkait. ‘’Sesegera mungkin wilayah perbatasan dan kompleks candi itu harus steril,’’ tegasnya.
Owada meminta dua negara untuk menyelesaikan sengketa wilayah lewat forum regional ASEAN. Caranya mempersilakan wakil 10 negara anggota kelompok regional itu meninjau wilayah sengketa agar bisa melakukan pengamatan langsung. Selama peninjauan itu, Thailand dan Kamboja diimbau untuk tidak saling memprovokasi dan bahkan saling serang.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Thailand Kasit Piromya menyam but baik keputusan ICJ. Sebagai anggota PBB dan ASEAN, Thailand berjanji bakal melaksanakan keputusan itu.

Sementara itu, sekelompok pria bersenjata menyerang pejabat Thailand yang sedang berada dalam festival di kuil Budha, Senin (18/7) pagi. Akibatnya seorang gadis kecil tewas dalam peristiwa itu.

Sebanyak enam pria bersenjata masuk ke dalam Kuil Suwapadit di Provinsi Surat Thani yang terletak 520 kilometer dari Bang kok dan melepaskan tembakan ke pemerintah setempat Songwut Noppakhun.(ap/afp/rt/hep/dwi/jpnn)

Dijerat Empat Pasal, Ruhut Diancam 16 Tahun Penjara

Anna Diperiksa Sembilan Jam

JAKARTA-Isteri pertama Ruhut Sitompul, Anna Rudiantiana Legawati, diperiksa sebagai saksi pelapor di Bareskrim Mabes Polri kemarin  (18/7).  Perempuan yang akrab dipanggil Anna ini diperiksa selama 9 jam dan dicecar sebanyak 15 pertanyaan seputar laporan kasus pemalsuan dokumen pernikahan.

“Ada sekitar 14 atau 15 ya, semua saya jawab,” kata Anna, usai diperiksa sekitar pukul 18.50 WIB, kemarin. Dia didampingi oleh pengacaranya Immanuel Sianipar.

Dalam laporannya, Anna menjelaskan Ruhut menikah dengan isteri keduanya, Diana Leovita, pada 2008 dengan mengaku sebagai lajang. Padahal Ruhut telah berhubungan dengan Anna sejak 1991 dan menikah di Sydney, Australia pada 1998 dan menghasilkan seorang anak yaitu Christian Husen Sitompul yang merupakan atlet berkebutuhan khusus yang kini berusia 20 tahun.

Anna tiba di Bareskrim Mabes Polri tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Menggunakan kemeja berwarna cokelat, Anna tampak tenang dan mengumbar senyum.

Anna mengaku, saat Ruhut belum menikah dengan istri keduanya, Diana, Anna sempat mengancam Ruhut. Ancamannya adalah dengan menggelar konferensi pers soal perselingkuhannya tersebut. “Saya akan konferensi pers, wah dia menangis kayak anak bayi saking takutnya menghadapi infotainment,” kata mantan anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Golkar ini.

Dengan alasan itulah, Ruhut kemudian menikah di Manado. Anna menjelaskan, sebetulnya Pendeta yang menikahkan Ruhut dengan Diana sudah mengetahui bahwa Ruhut telah memiliki istri di Jakarta.

Anna melaporkan Ruhut dengan empat pasal sekaligus. Empat pasal itu adalah tentang pemalsuan dokumen pasal 263 KUHP ancaman penjara 6 tahun. Kemudian pasal 279 KUHP menghilangkan status perkawinan, ancamannya 7 tahun.  Pasal 284 KUHP masalah perzinahan hukumannya 9 bulan, dan yang terakhir pasal 45 PP No 9 tahun 1975 tantang pelaksanaan UU No 1 tahun 74 tentang perkawinan, yaitu mempunyai istri yang kedua secara tidak sah. Tak hanya itu, Anna juga melaporkan politisi Partai Demokrat itu ke Badan Kehormatan DPR.(rdl/jpnn)

PHK tanpa Alasan Jelas

087868419xxx

Kepada Kadisnakertrans Provinsi: PT T tidak mendaftarkan saya menjadi peserta Jamsostek. Saya bekerja mulai 24 Agustus 1998 dan berhenti 16 Maret 2011, karena ada orang cari muka merasa super body dan merasa pemilik menyampaikan informasi salah ke Direktur Utama. Saya tidak bersalah tapi uang
PHK hanya satu kali UU No 13 Ketenagakerjaan dibayar. Kini, uang yang belum dibayar adalah uang ganti kerugian Jamsostek dan bonus kerja tahunan (masa kerja 12 tahun 7 bulan).

Tolong ya Pak, saya kerja tak pernah neko-neko dan tidak ada merugikan perusahaan satu rupiahpun, tapi langsung di PHK tanpa ada surat peringatan (SP) hebatkan Pak. Terima kasih Sumut Pos

Buat Laporan Tertulis

Terima kasih informasinya, kami akan menyampaikannya kepada instansi terkait. Karena apapun halnya persoalan yang sedang dihadap, semestinya bisa segera dituntaskan. Kami sarankan pengirim SMS ini untuk membuat laporan tertulis kepada instansi Disnakertrans. Karena dengan adanya laporan tertulis bisa ditindak lanjutinya apa yang menjadi persoalan Anda.

Dian Tito
Humas Pimpinan Pemprovsu

Biasa Urus yang tak Terlihat

As’ad Said Ali

As’ad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU menjadi Ketua Panitia Harlah 85 NU. Berkat tangan dinginnya, rangkaian acara yang telah dimulai sejak Juni lalu berjalan sukses. Mulai seminar yang dilakukan di sejumlah kota besar seperti di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Jakarta. Puncak dari rangkaian acara tersebut dengan menggelar rapat akbar di GBK.

As’ad Said Ali secara terus terang meminta maaf kepada Presiden SBY terkait massa NU yang mulai bubar saat acara pembukaan.

Dia pun mengakui repot juga mengurus warga dan memobilisasi massa dalam Harlah NU ini. Dia mengakui tidak biasa mengurus yang tak tampak. “Nah, saat ini mengurus yang tampak, jadi belum terbiasa,” katanya.

Bagi awam, memang sulit mencerna pernyataan As’ad. Namun jika menilik latar belakang As’ad, sebelum aktif di PBNU, As’ad merupakan Wakil Ketua Badan Intelejen Negara (BIN) di era AM Hendropriyono.  Istilah ‘tak tampak’ yang disampaikan As’ad terkait kerja intelejen yang identik dengan pekerjaan yang cenderung tertutup, rahasia, dan senyap.(net/jpnn)

Keluarga Korban Belum Dapat Santunan

BELAWAN- Keluarga James Sipahutar (53), korban yang tewas dalam peristiwa meledaknya kapal patroli dengan nomor lambung 15001 milik Bea dan Cukai (BC) Belawan Wilayah I Sumatera Utara, di Pantai Labu Deli Serdang mengaku belum mendapatkan bantuan santunan.

Saat wartawan koran ini mendatangi rumahnya yang berada di Jalan Tempirai Blok VI Perumnas Griya Martubung, istri James Sipahutar, Wati (38) mengaku keluarga belum mendapatkan batuan dari pihak Bea dan Cukai.
“Pihak Bea dan Cukai hanya membiaya pemakaman. Cuma itu saja. Sedangkan untuk membicarakan soal bantuan santunan untuk anak-anak korban belum ada dibicarakan,” ujarnya.

Pantauan wartawan Sumut Pos di rumah duka sudah mulai sepi, hanya beberapa orang keluarga yang masih berkumpul.
Sementara itu, Kanit Penindakan dan Penyidik Kantor Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Belawan, Sudirman mengaku pihaknya belum memiliki data secara konkret penyebab terbakarnya kapal.

“Kami masih melakukan pengumpulan data untuk melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut,”ujarnya.
Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum ada memeriksa saksi-saksi atas kejadian tersebut.  (mag-11)

3 WN Iran Telan Sabu Rp1,5 Miliar

JAKARTA – Tiga warga negara Iran ditangkap gara-gara menyelundupkan sabu-sabu. Mereka menelan sabu-sabu senilai Rp1,5 miliar itu untuk mengelabui petugas.

“Para pelaku menelan sabu dalam bungkusan kecil agar tidak terdeteksi di bandara,” kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (18/7).

Tiga WN Iran masing-masing berinisial MA, MDZ dan SK. Mereka ditangkap di Hotel Oasis Amir, Jalan Senen Raya Kavling 135-137 Jakarta, Jumat (8/7) siang.

Nugroho menjelaskan, para tersangka menyelundupkan sabu ke Indonesia melalui jalur udara. Sabu seberat 1 kilogram dibawa khusus dari Teheran, Iran.

“Dari hasil penyitaan barang bukti tersangka apabila dikonversikan dengan mata uang rupian kita diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar,” ujar dia.

Untuk mengelabui petugas di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, dua tersangka yakni MA dan MDZ membagi-bagi 1 kg sabu dalam bungkusan kecil dan dipisahkan dalam 159 kapsul.

“Tersangka MA menelan 80 kapsul sabu dan tersangka MDZ menelan 79 kapsul sabu,” kata Nugroho. Nugroho mengatakan, penangkapan ketiga tersangka bermula dari informasi masyarakat. Petugas kemudian membuntuti ketiganya saat tiba di bandara. “Di bandara mereka lolos dari pemeriksaan,” ujarnya. (net/jpnn)

Air PDAM tak Normal

085762116xxx

Sudah sekitar 4 tahun air di daerah Perumahan Simalingkar tepatnya di Jalan Rami (proyek lama) tidak normal, alias di jatah. Bahkan sekarang air tidak mengalir ke rumah,  kalaupun hidup hanya sebentar. Mohon perhatian dan ditindak lanjuti. Terima kasih.

Kami Pantau

Terima kasih, sesuai dengan kondisi yang ada, memang ada beberapa kawasan yang tekanan debit airnya rendah. Akibatnya kawasan tersebut tak kuat tekanan airnya. Seperti di kawasan Simalingkar. Tapi, kami masih mencari pola bagaimana tekanan debit air bisa lebih cepat.

Selanjutnya, kami juga akan berkoordinasi dengan cabang setempat untuk memastikan peta kawasan lambatnya distribusi air. Karena bisa saja, ada kendala teknis lainnya yang menyebabkan distribusi air melambat.

Humas PDAM Tirtanadi
Zaman Karya Mendrofa