25 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 15110

Teroris Bajak Pesawat di Polonia

MEDAN-Pesawat Cheetah Air dibajak kawanan teroris, di Bandara Polonia Medan, Kamis (9/6) pagi. Pesawat yang mengangkut 70 penumpang dari Malaysia itu langsung ditembaki teroris saat mendarat. Mesin sebelah kiri meledak dan mengakibatkan kebakaran. Beberapa penumpang dilaporkan mengalami luka ringan dan luka bakar.

Selang beberapa menit terdengar suara ledakan dari pesawat, tiga unit pemadam kebakaran Bandara Polonia pun tiba di TKP dan an langsung melakukan upaya pemadaman. Disusul mobil ambulance, tim SAR dan PMI untuk menyelamatkan penumpang, pilot, copilot dan beberapa pramugari yang berada di dalam pesawat. Para teroris juga menembak 3 mobil pemadam kebakaran juga diturunkan untuk melakukan pemadamann
karena lambung pesawat terbakar.

Dari upaya yang dilakukan petugas SAR dan PMI, 5 penumpang tewas terpanggang, 9 orang mengalami luka bakar berat, 35 orang luka ringan dan 32 lainnya mengalami trauma.

Sedangkan empat penumpang lainnya disandera oleh tiga orang teroris bersenjata dan menggunakan sebo. Dua orang bersenjatakan SS1 dan seorang lagi bersenjatakan FN. Sandera pun dibawa kabur para teroris. Pihak Bandara Polonia Medan pun berusaha melakukan negosiasi untuk melepaskan para sandera. Dalam negosiasi tersebut, pemimpin teroris meminta uang tebusan Rp1 miliar. Negosiasi sengaja dilakukan pihak Bandara Polonia untuk mengulur waktu sembari menunggu Paskhas TNI AU tiba di lokasi penyanderaan. Sepuluh menit negosiasi tak menemukan kesepakatan, teroris menembak kaki seorang sandera.

Tidak lama kemudian, enam personel Paskhas TNI AU melakukan pengepungan lokasi penyanderaan. Akhirnya ketiga teroris berhasil dilumpuhkan oleh sniper yang tanpa sepengetahuan teroris sudah bersiaga di menara pengawas. Paskhas pun memboyong ketiga teroris untuk diamankan. Sedangkan keempat korban sandera dilarikan ke RS terdekat. Paskhas TNI AU akhirnya berhasil menyelamatkan penumpang yang disandera para teroris.

Pantauan wartawan Koran ini, peristiwa tersebut membuat heboh warga di lokasi bandara polonia Medan. Terutama saat mendengarkan suara ledakan dan juga asap dari bekas ban yang terbakar. “Ternyata hanya latihan, saya pikir sungguhan habis ledakannya lumayan besar sih,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Penembakan dan penyanderaan tersebut memang sebuah simulasi yang dilakukan TNI AU bekerja sama dengan PT Angkasa Pura dalam menanggulangi pembajakan pesawat. Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat (PGD) Dirgantara Raharja ke-9 ini berlangsung di Avron Bandara Polonia Medan.

Dirut PT Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Tri S Sunako mengatakan, simulasi ini rutin dilakukan, dua tahun sekali. Tujuan latihan ini untuk kesiapan para personel serta peralatan antipasi gangguan keselamatan dan kenyamanan penumpang. “Simulasi ini kita lakukan bekerja sama dengan pihak TNI AU dalam mengantisipasi tindakan sabotase para teroris,” tukasnya kepada wartawan di Bandara Polonia Medan.(jon)

Kapolda Janji Transparan

Pengusutan Kasus Amplop Bertulis 22 Nama Perwira

MEDAN- Temuan 22 amplop yang diduga berisi suap bandar judi untuk perwira utama di Polres Binjai, menjadi perhatian serius Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro. Toba-1, kata sandi untuk menyebut Kapolda, memerintahkan jajaran Direktorat Profesi dan Pengamanan (Dit Propam) Polda untuk mengusut tuntas kasus dugaan keterlibatan 22 perwira membekingi judi toto gelap (togel) di Binjai.

“Kita sudah menurunkan Propam untuk menyelidikinya. Bila terbukti akan kita beri sanksi tegas,” ujar Kapolda didampingi Kapolres Binjai AKBP Rina Ginting usai rapat pembentukan Operasi Sawit Toba 2011, Kamis (9/6).
Toba-1 berjanji, penyelidikan akan dilakukan secara transparan. “Kita transparan  dan sudah menjadi atensi saya untuk memeranginya (judi dan dugaan keterlibatan anggota Polri),” ucap Kapolda.

Irjen Wisjnu menegaskan kembali pernyataan Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso bahwa Propam sudah melakukan penyelidikan dan menyita seluruh barang bukti yang ditemukan dari tersangka. Kemudian melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan saat ini sedang didalami.

“Sabar saja teman-teman, pasti akan kita informasikan,” bebernya mengakhiri.

Kapolres Binjai AKBP Dra Rina Sari Ginting yang dikonfirmasi tidak mau banyak berkomentar. Rina menyarankan untuk langsung bertanya kepada Dit Propam Poldasu. “Untuk hasilnya langsung saja ke Propam,” katanya dengan berlalu.

Saat didesak dengan perkembangan tersangka yang diamankan, Rina akhirnya mau menjelaskan. “Kita sudah mengeluarkan surat DPO (Daftar Pencaraian Orang) terhadap dua orang bandarnya. Keduanya masih berada di Malaysia,” ungkap AKBP Dra Rina.

Kedua DPO tersebut adalah bandar yang berinisial A dan orangtuanya yang juga menjadi Bandar, terus diburu tim khusus bentukan Kapolres Binjai. “Masih terus kita buru,” bebernya sembari mengatakan kalau tim khusus juga berhasil mengamankan judi dari kawasan Langkat.

Sedangkan Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso yang dikonfirmasi menuturkan, pihaknya masih menunggu hasil pemyelidikan petugas Propam Poldasu. “Tadi Kapolda sudah menanyakan hasil perkembangan untuk judi di Binjai. Kapolda berpesan agar cepat diselesaikan penyelidikannya,” kata Heru.

Menurut Heru, Toba-1 sudah berpesan untuk mengusut kasus tersebut hingga ke akar-akarnya. “ Kita juga masih menunggu, jadi sabar saja. Pasti bila hasilnya sudah ada akan kita sampaikan,” bebernya lagi.

Seperti telah diberitakan, penyidik Propam Poldasu sudah mencari bukti-bukti yang kuat keterlibatan dugaan 22 perwira tinggi, Kapolsek dan Kanit Reskrim di Polres Binjai melindungi operasional judi tebak angka di Binjai. Bukti kuat diperlukan, agar para perwira tidak bisa mengelak kalau mereka benar-benar membekingi judi. “Kalau sudah punya bukti yang kuat, bila terbukti anggota itu tidak bisa mengelak lagi,” tegasnya sehari sebelumnya.(adl)

Makin Gawat, Syamsul Arifin Pindah RS

JAKARTA-Kondisi kesehatan Syamsul makin mengkhawatirkan. Pihak keluarga akhirnya memboyong mantan bupati Langkat itu ke RS Abdi Waluyo yang juga berada di Jakarta, pukul 23.15 WIB, tadi malam (9/6).

Anggota kuasa hukum Syamsul, Abdul Hakim Siagian, kepada Sumut Pos tadi malam menjelaskan, komplikasi penyakit Syamsul makin mencemaskan. Pihak keluarga memutuskan Syamsul dipindahkan ke RS lain di dalam negeri. “Komplikasi, khususnya pada ginjal, paru-paru, dan infeksi, sangat mengkhawatirkan keluarga, sehingga memindahkannya ke RS Abdi Waluyo begitu mendesak,” beber Abdul Hakim.

Dijelaskan, langkah cepat pemindahan ke RS ini penting, lantaran hingga tadi majelis hakim pengadilan Tipikor belum mengeluarkan penetapan izin berobat ke Singapura.

“RS Jantung Harapan Kita hanya fokus ke jantung saja. Jika terus-terusan di RS Jantung Harapan Kita, komplikasinya bisa tak tertangani,” kata Abdul Hakim.

Beberapa jam sebelumnya, kepada Sumut Pos Abdul Hakim mengaku optimis hakim bakal mengabulkan izin berobat ke ke RS Gleneagles, Singapura. Kalau toh hingga tadi malam belum keluar, Abdul Hakim yakin, itu masih ada hal-hal teknis yang harus diselesaikan.

Seperti diketahui, status Syamsul sendiri sudah dicekal ke luar negeri. Dengan demikian, selain berkaitan dengan hal teknis administrasi di internal pengadilan tipikor, surat izin berobat ke luar negeri itu juga harus sepengetahuan dari kementrian hukum dan HAM, dalam hal ini Ditjen Imigrasi.

Abdul Hakim tidak mau berprasangka buruk bahwa ada upaya untuk mengganjal pengobatan Syamsul. “Saya yakin, ini hanya menyangkut hal-hal teknis. Toh hakim sudah memberikan lampu hijau,” terangnya.
Pada persidangan Selasa (7/6), ketua majelis hakim, Tjokorda Rae Suamba, sudah memberikan sinyal izin ke Singapura bakal dikabulkan. Tjokorda sudah meminta agar tim kuasa hukum menyiapkan jaminan orang dan jaminan uang, jika nanti Syamsul jadi ke Singapura. “Siapkan saja jaminan orang dari pihak keluarga dan jaminan sejumlah uang. Uang tak akan hilang,” ujar Tjokorda saat itu. Hanya saja, tak disebutkan berapa jumlah uang jaminan yang harus disediakan.

Samsul Huda langsung menyatakan siap. Dia menyebutkan, untuk jaminan orang adalah putri Syamsul, Beby Ardiana. (sam)

Bisnis Properti

Sandra Dewi

Sibuk di dunia hiburan tak melenakan Sandra Dewi. Model iklan sebuah sampo itu mulai berpikir menggunakan sebagian uangnya untuk berbisnis. Incarannya adalah usaha di bidang properti atau fashion.

“Sekarang masih banyak tawaran sehingga nggak pernah merasa bengong.

Tapi, pasti nanti ada masa aku punya banyak waktu untuk istirahat. Saat itu kesibukan berbisnis pasti membantu,” katanya saat ditemui di X2 Plaza Senayan, Jakarta Selatan, kemarin (9/6).

Sandra tertarik properti karena, menurut dia, bidang itu menguntungkan. Tidak ada istilah harga turun. Dari waktu ke waktu pasti naik. “Makanya pilih itu,” ujarnya.

Mantan host acara musik Derings tersebut tak sendiri menjalankan usaha. Sejumlah rekan diajak bekerja sama dalam sebuah tim. “Saya baru bentuk tim. Gila aja kalau jalan sendiri. Properti kan butuh banyak modal. Nggak mungkin punya uang sebanyak itu,” katanya lantas tertawa.

Bisnis properti tersebut, lanjut Sandra, jika diwujudkan, bisa berupa hotel, apartemen, atau perumahan. “Tim itu juga berpikir tentang konsep yang paling bisa dijalankan dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Nama Sandra melejit setelah bermain dalam film komedi Quickie Express. Dia berharap bisa mengulangi kesuksesan itu lagi. Tapi, katanya, itu hal yang sulit. Sebab, sebagian besar tawaran yang datang kepadanya adalah film jenis horor.
“Nggak mungkin nerima film begitu. Aku takut,” ujarnya. “Mau kayak Quickie Express sebab banyak yang suka. Tapi, karena belum ada lagi, ya sementara main sinetron dahulu,” imbuhnya. (fed/c3/ayi/jpnn)

Satpam Cekik Mahasiswa

Demo di Depan Kantor PTPN IV Ricuh

MEDAN-Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Simalungun (Gemasi) melakukan aksi demo di depan Kantor Direksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, di Jalan Suprapto Medan, Kamis (9/6). Aksi berakhir ricuh, mahasiswa bentrok dengan satpam. Seorang pendemo babak belur dipukuli sejumlah satpam.

Unjukrasa yang  awalnya berlangsung aman, tiba-tiba ricuh saat beberapa pendemo hendak membakar ban bekas di depan gerbang kantor.  Petugas satpam kantor langsung menghalau mahasiswa hingga terjadi aksi saling pukul. Seorang satpam bernama Kosmiadi terekam kamera wartawan Sumut Pos adu fisik dengan seorang mahasiswa. Mahasiswa itu terkapar di tanah sambil dicekik satpam.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian melakukan pengamanan dengan memadamkan kobaran api.

Koordinator aksi, Raja Uli, mengatakan mereka memprotes kebijakan PTPN IV yang ‘menyerobot’ lahan 60 Hektar di Desa Mariah Jambi, Simalungun, dari petani. “Kami menuntut Dirut PTPN IV mengembalikan tanah garapan petani yang sejak zaman sebelum penjajahan sudah dikuasai dan diusahakan petani untuk bersawah dan berkebun,” kata Raja Uli.

Sebelumnya, massa Gemasi juga pernah terkena semprotan pemadam api,  saat berlangsungnya aksi unjuk rasa dengan membakar ban bekas di depan Kantor Pusat PTPN IV, Jalan Suprapto, Medan, Kamis (28/4).  (tri)

RE Siahaan Ditahan, Warga Siantar Heboh

SIANTAR-Informasi penangkapan mantan Wali Kota Siantar, Ir RE Siahaan, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (8/6), dengan cepat menyebar di kalangan masyarakat Kota Pematangsiantar. Pedagang kaki lima (PKL), guru, PNS, supir, pedagang, politisi, praktisi hukum serta masyarakat biasa membicarakan penahanan Ketua DPC Partai Demokrat Pematangsiantar tersebut.

Seorang penjual es campur di Jalan Patuan Nagari mengatakan, berita tentang ditahannya Ir RE Siahaan cepat menyebar di tempat tinggalnya di Jalan Singosari.

“Heboh memang. Namanya juga mantan wali kota. Apalagi dulu (sewaktu bertugas) selalu ribut sama Lingga Napitupulu (Ketua DPRD Siantar),” kata Budi, pedagang es campur yang mangkal di Jalan Patuanagari, Kecamatan Siantar Utara.

Hal senada disampaikan M Boru Saragih (60), warga Jalan Kabu-Kabu, Kelurahan Kahean yang membahas penahanan RE Siahaan bersama ibu-ibu lainnya. “Biasalah, kalau mamak-mamak (ibu-ibu, Red) tak bisa diam jika punya informasi. Ada yang mandogosi (bersuka ria, Red) tetapi banyak yang bersimpati,” nenek belasan cucu ini.
M Boru Saragih dan rekannya yakin, hampir seratus persen pejabat korupsi ketika mereka menjabat.

Mantan Anggota DPRD Siantar sebagai salah satu pihak yang mengadukan kasus dugaan korupsi APBD 2007 dan dana Bansos tersebut, Muslimin Akbar, mengaku terkejut mendengar Ir RE Siahaan ditahan KPK. “Kemarin (Rabu, 8 Juni 2011) saya dapat SMS dari teman. Jika memang sudah ditahan, KPK dan institusi penegak hukum belum benar-benar menjalankan hukum dengan benar,” kata Muslimin.

Muslimin menjelaskan, RE Siahaan bukan satu-satunya orang yang bertanggung jawab dan menikmati korupsi yang merugikan negara Rp9,088 miliar tersebut.

“Sampai sekarang kita belum mengetahui status pejabat Kabagsos saat itu, Kadis PU, PPK serta atasannya yang seharusnya mengetahui telah terjadinya tindakan korupsi,” kata Muslimin.

Ketua Studi Politik Otonomi dan Demokrasi (SOPo) Kristian Silitonga SH menegaskan korupsi itu dosa kolektif. “Kalau mau jujur, RE Siahaan tidak melakukannya sendirian. Ada bawahan yang melakukannya secara sadar. Tidak tertutup kemungkinan jika yang lain juga akan ditahan KPK,” katanya.

Sedangkan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Pematangsiantar Rocky Marbun belum mendapat petunjuk dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat terkait jabatan yang disandang RE Siahaan. “Kita (DPC Demokrat Pematangsiantar) masih menunggu petunjuk. DPC PD Siantar tetap memberikan dukungan moril kepada Ir RE Siahaan,” jelas Rocky. (esa/smg)

Di Rutan Bertemu DL Sitorus-Joy Tobing

Masih tampak segar. Tak nampak wajah kusut atau pun mata kantuk. Barangkali itu bisa menjadi pertanda RE Siahaan bisa tidur nyenyak di malam pertama menjadi penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur.
Kemarin (9/6), pemilik nama lengkap Robert Edison Siahaan itu sibuk menerima sejumlah tamunya. Siapa saja mereka?

Mirip rumah tahanan lainnya di Jakarta, ruang tamu khusus tahanan korupsi dan selebriti di rutan Cipinang, juga dipisah dengan ruang tamu tahanan lainnya. Khusus untuk ‘orang-orang penting’ atau ‘mantan orang penting’, ruang untuk menerima tamu memang lebih sempit.

Hanya saja, suasana relatif lebih tenang dibanding ruang tamu tahanan ‘biasa’, yang hiruk-pikuk, yang kerap terdengar tangisan anak.

Di sana, di ruang yang disejukkan dengan sejumlah kipas angin itu, duduk RE Siahaan. Tatkala Sumut Pos kemarin mendatangi rutan Cipinang itu, mantan orang nomor satu di Pemko Pematangsiantar itu sedang bicara serius, dengan sekitar enam tamunya. Para tamunya rata-rata berpenampilan klimis, sebagian wajahnya tak asing. Ternyata, mereka adalah para pengacara yang diutus bosnya untuk menjajaki menjadi kuasa hukum RE Siahaan. Bos yang dimaksud adalah pengacara ternama, selevel Amir Syamsuddin. “Belum deal,” begitu informasi yang didapat Sumut Pos. RE Siahaan belum memastikan siapa kuasa hukumnya.

Di belakang RE Siahaan, ada Darianus Lungguk (DL) Sitorus yang juga menjadi tahanan di rutan Cipinang, dalam kasus dugaan suap kepada hakim PTTUN Jakarta. Untuk sekadar diketahui, di ruangan itu ada sekitar belasan meja, yang masing-masing meja ada bangku panjangnya untuk duduk. Nah, meja yang ditempati RE Siahaan dan para tamunya, bersebelahan dengan meja yang ditempati DL Sitorus. Pemilik PT Torganda itu bicara dengan dua tamunya.

Dari penampilannya, seperti tak ada penambahan tanda-tanda penuaan pada diri DL Sitorus. Begitu segar, muka bersih, rambut klimis.

Di meja lain, ada penyanyi Joy Tobing, yang datang dengan menggendong anaknya. Suami jebolan Indonesia Idol itu, yakni Daniel Sinambela, ditahan dalam perkara dugaan penipuan. Di meja di sudut ruangan, ada hakim Syarifuddin, yang belum lama dicokok KPK. Sempat pula melintas mantan Kepala Bappenas, Paskah Suzeta, yang terjerat kasus travellers cheque.

Barangkali, lantaran banyak tokoh penting yang senasib itulah, yang menjadikan RE Siahaan, masih tampak begitu tenang. Tampak dia masih menikmati setiap isapan dan hembusan asap rokok dari mulutnya. Sama sekali tak ada raut kegelisahan. Sayangnya, dia tak mau diwawancarai, untuk sekadar tahu mengapa begitu tenang.

“Tak usah lah wawancara, nanti malah dipolitisasi,” ucap pria yang kemarin berkaos putih itu menjawab permohonan Sumut Pos untuk sudi diwawancarai. Dia pun tak menjelaskan apa yang dia maksud politisasi itu. Ketua DPC Partai Demokrat Pematangsiantar itu lebih tertarik berbicara mengenai siapa kiranya yang pas menjadi pengacaranya nanti. Itu pun, materi pembicaraan bukan untuk ditulis.

Sumut Pos memang tidak bisa banyak ‘bergerak’ tatkala berada di rutan Cipinang. Maklum, tatkala masuk, status sebagai wartawan harus ditanggalkan. Karenanya, tidak bisa seenaknya nyelonong menghampiri DL Sitorus, Joy Tobing, atau pun yang lain. Mata petugas rutan terus melotot.

Hingga Sumut Pos berpamitan, para tamu mantan cagub Sumut itu masih setia duduk. Seperti diberitakan, setelah berstatus sebagai sebagai tersangka sejak 6 Februari 2011, RE Siahaan Kamis petang (8/6) ditahan KPK.
Pria berkulit gelap itu terjerat perkara dugaan korupsi pengelolaan dana bantuan sosial (bansos) sekretariat daerah dan dana rehabilitasi/pemeliharaan dinas pekerjaan umum pada APBD Kota Pematangsiantar tahun anggaran 2007 itu.

Berdasarkan hasil penyidikan, kata Jubir KPK Johan Budi, ditemukan bahwa saat menjadi walikota, RE Siahaan pada sekitar Maret 2007 memerintahkan untuk memotong anggaran pemeliharaan rutin Dinas PU sebesar 40 persen dari setiap proyek. (Soetomo Samsu)

Ditawarkan ke Swasta

Proyek Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi

JAKARTA-Proyek jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi akan dilakukan melalui skema public private partnership (PPP) atau kerjasama pemerintah-swasta.

Pembangunan jalan bebas hambatan pendukung Bandara Kualanamu itu dianggarkan berbiaya 670,40 juta dolar AS.
Proyek ini menjadi salah satu dari 13 proyek penawaran pemerintah  senilai USD 27,52 miliar atau sekitar Rp233,920 triliun melalui skema PPP. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan, proyek dengan skema PPP telah banyak menuai kemajuan. Salah satu indikatornya, lima proyek yang ditawarkan tahun lalu sudah siap untuk dijalankan.

“Dari tahun ke tahun ada progres dan semakin lama progresnya semakin cepat,” kata Armida dalam peluncuran PPP Project Plan Book 2011 di Kantor Bappenas, Jakarta, kemarin (9/6). Secara umum, tahun ini Bappenas menawarkan 79 proyek PPP senilai USD 53,4 miliar. Selain 13 proyek baru yang siap ditawarkan, ada 21 proyek prioritas senilai USD 10,38 miliar, dan 45 proyek potensial senilai USD 15,5 miliar.

Armida mengakui, saat ini masih banyak proyek yang terhambat karena belum beresnya pengadaan lahan. Ia berharap masalah itu bisa dituntaskan setelah pembahasan RUU Pengadaan Lahan diputus DPR. RUU itu ditargetkan selesai di bulan Juli. “Kita harap sesegera mungkin lah,” katanya.

Ia menambahkan, setelah diluncurkan Bappenas, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) segera menyiapkan profil proyek. “BKPM yang roadshow ke luar negri dengan calon investor,” katanya.

Untuk insentif yang ditawarkan, kata Armida, akan bergantung pada penilaian di masing-masing proyek. “Insentif itu kan case by case. Kalau dia memenuhi yang disyaratkan untuk mendapatkan tax allowance, mungkin dapat,” kata Armida.

Ia menambahkan, seluruh proyek yang ditawarkan dalam PPP Project Plan Book 2011, bisa menjadi penghubung bagi pemerintah dan swasta untuk membangun sektor infrastruktur.

“Infrastruktur menjadi faktor utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi,” kata Armida.
Dalam laporan Global Competitiveness Index yang dirilis World Economic Forum, Indonesia dinilai masih buruk di bidang infrastruktur, meskipun peringkat daya saing telah membaik di posisi 44 diantara 139 negara. Armida berharap proyek PPP juga bisa bersinergi dengan kebijakan belanja nasional. (sof/kim/jpnn)

Ditawarkan ke Swasta

Proyek Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi

JAKARTA-Proyek jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi akan dilakukan melalui skema public private partnership (PPP) atau kerjasama pemerintah-swasta.

Pembangunan jalan bebas hambatan pendukung Bandara Kualanamu itu dianggarkan berbiaya 670,40 juta dolar AS.
Proyek ini menjadi salah satu dari 13 proyek penawaran pemerintah  senilai USD 27,52 miliar atau sekitar Rp233,920 triliun melalui skema PPP. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan, proyek dengan skema PPP telah banyak menuai kemajuan. Salah satu indikatornya, lima proyek yang ditawarkan tahun lalu sudah siap untuk dijalankan.

“Dari tahun ke tahun ada progres dan semakin lama progresnya semakin cepat,” kata Armida dalam peluncuran PPP Project Plan Book 2011 di Kantor Bappenas, Jakarta, kemarin (9/6). Secara umum, tahun ini Bappenas menawarkan 79 proyek PPP senilai USD 53,4 miliar. Selain 13 proyek baru yang siap ditawarkan, ada 21 proyek prioritas senilai USD 10,38 miliar, dan 45 proyek potensial senilai USD 15,5 miliar.

Armida mengakui, saat ini masih banyak proyek yang terhambat karena belum beresnya pengadaan lahan. Ia berharap masalah itu bisa dituntaskan setelah pembahasan RUU Pengadaan Lahan diputus DPR. RUU itu ditargetkan selesai di bulan Juli. “Kita harap sesegera mungkin lah,” katanya.

Ia menambahkan, setelah diluncurkan Bappenas, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) segera menyiapkan profil proyek. “BKPM yang roadshow ke luar negri dengan calon investor,” katanya.
Untuk insentif yang ditawarkan, kata Armida, akan bergantung pada penilaian di masing-masing proyek. “Insentif itu kan case by case. Kalau dia memenuhi yang disyaratkan untuk mendapatkan tax allowance, mungkin dapat,” kata Armida.

Ia menambahkan, seluruh proyek yang ditawarkan dalam PPP Project Plan Book 2011, bisa menjadi penghubung bagi pemerintah dan swasta untuk membangun sektor infrastruktur.

“Infrastruktur menjadi faktor utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi,” kata Armida.
Dalam laporan Global Competitiveness Index yang dirilis World Economic Forum, Indonesia dinilai masih buruk di bidang infrastruktur, meskipun peringkat daya saing telah membaik di posisi 44 diantara 139 negara. Armida berharap proyek PPP juga bisa bersinergi dengan kebijakan belanja nasional. (sof/kim/jpnn)

Pegawai Bank Sumut Tikam Mertua-Abang Ipar

LANGKAT- M Elvin Tarigan (36) tega menghabisi abang iparnya, Ramadani. Bukan itu saja, pria yang tinggal di Sibolga itu juga nyaris menghabisi mertuanya, Safaruddin alias Udin Batu (66) di rumah mertuanya di Jalan Cempaka Ujung, Babalan, Langkat, Kamis (9/6) sekira pukul 09.00 WIB.

Menurut keterangan yang dihimpun, aksi brutal pegawai Bank Sumut Sibolga itu dipicu gara-gara masalah pertengkaran mulut antara dirinya dengan istrinya, Amoy (24). Awal ceritanya, Elvin datang ke rumah mertuanya untuk menghadiri menghadiri resepsi pernikahan adik iparnya Eva (21), Minggu (12/6).

Nah, usai acara Elvin mengajak istrinya Amoy yang sudah lebih dahulu datang ke rumah ayahnya untuk pulang ke Sibolga. Sayangnya, istrinya tak mau pulang dan akhirnya terlibat cek cok mulut. Elvin emosi dan hendak menyiramkan air panas ke tubuh istrinya yang baru melahirkan.

Melihat hal itu abang Amoi, Ramadani yang bekerja sebagai sekuriti di Rumah Sakit Pertamina tak terima adik kandungnya diperlakukan kasar, sehingga terjadi pertengkaran dengan Kevin. Lantas, Ramadani memukul Elvin. Tak terima Elvin membalas. Apes, saat terjadi adu jotos Ramadani terpeleset dan jatuh, Elvin langsung mengambil pisau dan menusuk dada bagian kiri iparnya hingga bersimbah darah.

Ayah Ramadani, Safaruddin yang melihat kejadian itu naik pitam dan mengambil gagang cangkul dan menghantamkannya ke bagian kepala Elvin Tarigan. Tak terima, Elvin pun melawan dan gantian menusuk mertuanya hingga terkapar bersimbah darah. Mertuanya itu langsung roboh dengan enam luka tusukan di bagian dada dan lima di kedua kakinya.

Smentara, keluarga yang melihat kejadian itu langsung melarikan Ramadani ke RSU Pertamina Pangkalan Brandan, namun  karena kehabisan darah, Ramadani menghembuskan nafas terakhir. Sedangkan mertuanya terpaksa menjalani perawatan dan masih kritis.

Sementara itu, Elvin yang juga mengalami luka robek dibagian kepala harus dirawat di Puskesmas Jalan Sutomo, Pangkalan Brandan. Elvin mendapat pengawalan ketat sejumlah personel kepolisian dari Mapolsek Pangkalan Brandan.

Kepada polisi, Elvin mengaku, menyesal karena menyerang mertua dan adik iparnya. Pertengkaran itu, katanya, terjadi karena gara-gara pertengkaran yang sering dialaminya dengan istrinya. “Kalau saya tahu mertua saya tidak suka saya datang pada acara pesta tersebut, saya pasti tidak akan datang ke sini dan jika saya tidak datang mungkin peristiwa ini pasti tidak akan terjadi,” ucap Elvin sambil meringis menahan sakit karena luka robek di kepalanya.
Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP HM Kosim Sihombing saat dikonfirmasi menjelaskan, kalau tersangka saat ini masih dalam perawatan medis dan belum dapat diperiksa.

“Kita masih menuggu sampai kondisinya stabil kembali,” ujar Kosim. Sementara itu pernikahan Lisa terpaksa dibatalkan meskipun undangan sudah disebar. “Ya mau bagaimana lagi keluarga kami mendapat musibah,” beber Lisa kepada POSMETRO MEDAN (grup Sumut Pos).

Sebelumnya, kata Lisa, tersangka telah berniat buruk melalui SMS yang dikirim ke handphone istrinya Amoi. “Dia (tersangka) mau menggagalkan acara persepsi pernikahan saya,” kata Lisa. (mag-1/jok/smg)