31.8 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 15132

Kader Partai Aceh Tertangkap Bawa Sabu dan Senpi

MEDAN-Lima pria asal Aceh yang membawa bendera kebesaran partai Aceh tergagap-gagap saat dihentikan petugas Sat Lantas Polsek Sunggal yang melakukan razia rutin di Jalan Medan-Binjai, Km 15, Kecamatan Medan Sunggal, Senin (6/6) sore. Seorang penumpang mobil Toyota Avanza warna silver BH 1385 AQ itu melarikan diri. Lima penumpang lainnya kemudian diamankan dan mobilnya diperiksa. Sementara petugas lain mengejar pria yang kabur tersebut.

Dengan wajah pucat, lima pria yang diduga kader Partai Aceh itu digiring menuju Pos Lantas Diski yang berada di seberang jalan. Sementara, petugas yang lain memeriksa  isi mobil tersangka. Dari bawah jok mobil, petugas mendapat sebungkus sabu seberat 2 gram. Menurut kawanan itu, barang haram berbentuk kristal putih itu milik M Agus (30), pria yang melarikan diri tersebut.

Seorang petugas lantas memerintahkan seluruh tersangka tiarap. Dari pinggang seorang pria bernama Iskandar, petugas itu mendapati senjata api jenis revolver rakitan berisi 4 butir peluru.

Dari hasil pemeriksaan petugas diketahui, kelima pria bernama Iskandar Anwar (28) warga Bireun, Rifi Hamdani (33) warga Lhokseumawe, Mulyadi (24) warga  Lhokseumawe, M Nasir (32) warga Bireun dan M Idris (30) warga Lhokseumawe.

Guna pengembangan lebih lanjut, petugas kemudian memboyong kelima tersangka menuju Mapolsekta Sunggal.
Di Mapolsekta, petugas kesulitan mendapatkan keterangan karena kelima tersangka masih bungkam. Namun, kuat dugaan kelimanya adalah mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka yang akan melakukan sebuah misi di Medan.
Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto yang datang ke mapolsek Sunggal melihat kelima tersangka, belum dapat memastikan apakah kelimanya anggota teroris atau bukan.

“Masih akan kita selidiki dulu, kita belum dapat memastikan apakah mereka teroris atau sejenisnya. Sabar akan kita mintai keterangan mereka,” tegasnya. (ala/smg)

Dua Kali Hampir Mati karena Diteror Preman Pupuk

Rai Bangsawan, Konsultan Bergaji Rp70 Juta lalu Jadi Petani Kangkung dan Kopi

Semula Rai Bangsawan adalah konsultan perusahaan asing bergaji Rp70 juta per bulan. Karena prihatin dengan pertanian, dia banting setir menjadi petani kangkung, lalu menjadi petani kopi. Kini, setelah 15 tahun, dia menuai sukses. Kopi olahannya bersertifikasi internasional dan diekspor hingga ke Eropa.

RAI Bangsawan tidak pernah bisa melupakan peristiwa 15 tahun lalu ketika memutuskan untuk menjadi petani. Kala itu, beberapa temannya menyebut dia gila. Sebab, demi menjadi petani, Rai rela meninggalkan pekerjaannya sebagai konsultan sebuah perusahaan asing. Di perusahaan asing itu dia digaji Rp 70 juta per bulan.

“Saya memutuskan menjadi petani karena prihatin,” kata pria 36 tahun itu ditemui di rumahnya di kawasan Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Keprihatinan Rai tepercik ketika (15 tahun lalu) dia menyaksikan banyaknya kiriman sayur-mayur dan buah-buahan di kargo Bandara Ngurah Rai yang akan masuk ke Bali.
Yang aneh, menurut Rai kala itu, aneka sayuran dan buah-buahan tersebut justru berasal dari daerah kering seperti Flores, NTT. Tidak sedikit juga buah-buahan justru datang dari luar negeri. “Saya prihatin. Mengapa Bali yang punya alam dan lahan yang sangat mendukung untuk pertanian justru harus mendatangkan sayuran dan buah-buahan dari luar,” katanya. Sejak saat itulah, Rai memutuskan menjadi petani.

Dia lantas menyewa lahan 30 are (satuan di Bali, 1 are = 100 meter persegi) di kawasan Canggu, tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya. Lahan tersebut dia tanami kangkung. Dia pun serius menekuni pekerjaannya sebagai petani. Perencanaan dia lakukan secara matang. Meski banyak mendapat cibiran, Rai bergeming dengan keyakinannya itu.
Saat menanam kangkung, ayah tiga anak itu membagi 30 are tanah yang dia sewa menjadi 30 petak. Tiap hari dia menanami satu petak. Dengan begitu, selama 30 hari dia bisa menanam 30 petak kangkung. Dalam bercocok tanam, Rai menggunakan metode organik, yakni tanpa pestisida maupun pupuk kimia.

Sebelum pada hari ke-30 (kira-kira hari ke-25, Red), Rai sudah memanen kangkung petak pertama. Kala itu, dari satu petak kangkung tersebut, Rai bisa mendapatkan hasil Rp1 juta. “Saya jual satu ikat Rp1.000 di warung-warung. Kalau lebih, saya bawa ke pasar,” terangnya.

Hal itu berlanjut terus setiap hari. Hingga dia memperoleh penghasilan sekitar Rp25 juta sebulan dengan biaya sewa lahan Rp5 juta setahun. “Bisnis ini jelas!” tegasnya.

Keberhasilannya menjadi petani kangkung tidak hanya dia nikmati sendiri. Melihat problematika urbanisasi yang tidak terkendali, dia pun menyediakan pemecahan masalah. Dia mengajak 15 orang pemulung di sekitar tempat tinggalnya yang berasal dari Jawa untuk ikut menanam kangkung.

Harapannya, setelah itu, mereka sadar akan potensi pertanian di daerahnya. “Setiap hari mereka hanya datang dua jam, setelah itu baru mulung,” terangnya.

Rai ingin meyakinkan mereka bahwa sesungguhnya menjadi petani itu lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan pemulung. Dan, 15 orang petani yang diajak Rai bertani tersebut semua pulang ke Jawa untuk kembali menjadi petani.

Sesungguhnya, kata dia, menjadi petani, khususnya di Bali, adalah hal yang sangat menguntungkan. Namun, banyak orang yang belum menyadari potensinya. Selama ini banyak orang di Bali yang lebih suka pergi ke kota dan meninggalkan tanah di desanya sehingga banyak lahan pertanian terbengkalai.

Rai mengatakan, banyak potensi yang belum tergarap yang harus dilihat oleh orang Bali. “Karena banyak lahan pertanian terbengkalai, dan kalau pun ada, nggak digarap secara serius, Bali harus mendatangkan sayuran dan buah-buahan dari luar,” paparnya.

Menurut dia, untuk menjadi petani yang berhasil, selain ketekunan, dibutukan tiga hal. Yakni, pelatihan, manajerial, dan ada orang yang mempromosikan. “Petani itu seperti petinju. Harus ada pelatih, manajer, dan promotonya,” tegasnya. Tanpa semua itu, sulit menjadi petani yang memiliki produk bermutu baik dan nilai tawar yang tinggi.
Rai juga melihat, pertanian organik saat ini hanya dikonsumsi orang-orang yang berduit. Padahal, biaya bertani organik sesungguhnya lebih kecil daripada pertanian konvensional.

Setelah berjalan sekitar sepuluh tahun, Rai Bangsawan mencoba bertani di bidang lain. Dia pun mencoba kopi. Dia menanam kopi di daerah Punjungan Tamblingan, Buleleng. Dia menaman kopi organik bersama dengan warga sekitar. Dengan semakin banyaknya orang yang menanam organik, katanya, kian bertambah petani yang akan sejahtera. Sebab, biaya yang dikeluarkan lebih sedikit dan kualitas kopi organik lebih unggul membuat petani mendapatkan harga yang pantas bagi pertaniannya.

Hingga kini, dia telah berhasil mengajak warga di 30 desa di Tamblingan untuk kembali ke pertanian organik. Rai membutuhkan kerja keras untuk mengajak para petani dari 30 desa di sekitar danau Tamblingan. Sebab, saat dia mengajak para petani untuk tidak menggunakan pertisida dan pupuk sintetis serta menjadi petani organik, Rai harus menghadapi teror dari para preman dari perusahaan pupuk.

Selama itu pula Rai pernah hampir mati dua kali karena keinginannya ini. “Saya hampir mati dua kali ya gara-gara ini (menganjurkan bertani organik, Red),” kenangnya.

Merasa sulit mengendalikan Rai, pihak manajemen dari perusahaan pupuk menawari Rai sebagai regional manajemen. Namun, Rai menolak karena merasa harus membangun kembali pertanian Bali.

Hijrahnya Rai dari kangkung ke kopi berawal dari keprihatinannya terhadap proses produksi kopi yang salah kaprah. Dia melihat, selama ini petani setelah memanen kopi membiarkan penenannya itu menjadi hitam. Itu disebabkan fermentasi jamur. Akibatnya, rasa kopi yang sebenarnya menjadi berkurang dan berkualitas rendah.

Untuk itu, Rai memperbaiki proses produksi tersebut. Yakni, segera mengupas dan menjemur kopi setelah dipanen. Dengan begitu, kopi yang yang dihasilkan itu berkualitas premium. “Kami melakukan sistem wash processing,” tambah pria lulusan Fakultas Ekomoni Universitas Warmadewa itu. Dengan proses tersebut, kopi yang dihasilkan memiliki kualitas nomor satu.

Kopi olahan Rai lantas diberi nama merek: Bali Exotic Beans. Melalui merek itu, Rai berhasil meraih sertifikasi dari 4C Association, yakni lembaga sertifikasi kopi internasional dari Jerman. “Selama ini saya belum pernah melihat produk lain berlebel  4C Association di supermarket,” ungkapnya.

Dengan sertifikat tersebut, kopi Rai dapat bersaing dengan produk internasional lainnya. Terutama di pasaran Eropa. Bahkan, dengan bendera Bali Exotic Beans, kopinya sudah diekspor ke Australia dan beberapa negara Eropa seperti Belanda dan Jerman.

Melihat potensi pertanian yang sangat besar, Rai mendorong orang Bali kembali bertani organik. Dengan begitu, untuk kebutuhan konsumsi, Bali tidak perlu mendatangkan dari luar. “Bila kita dapat mengoptimalkan pertanian, kita tidak perlu mengimpor dari luar Bali,” tegasnya. (jpnn)

Dambakan Tubuh Seksi

Cathy Sharon memiliki kiat khusus untuk menjaga penampilan tubuhnya. Presenter dan aktris tersebut senang mengeluarkan keringat dengan berolahraga. Minimal setiap hari dia menyediakan waktu 30 menit untuk melakukan latihan sederhana di rumah.
“Untuk jaga tubuh, saya berolahraga dan menyantap makanan sehat. Sekarang saya sudah membatasi makan daging. Tetapi, yang terpenting adalah mengeluarkan keringat dengan berolahraga,” katanya ketika ditemui di Grand Indonesia akhir pekan lalu.

Menurut dia, mengeluarkan keringat sangat bagus. “Nggak perlu khawatir banyak berkeringat akan membuat bau badan.
Berkeringat itu justru sehat. Saya selalu menyempatkan diri supaya bisa berkeringat di rumah. Kalau tidak sempat berolahraga di rumah, ya ke gym.

Maksimal seminggu tiga kali,” terang kakak Julie Estelle tersebut.

Meski berolahraga rutin, Cathy belum puas dengan hasilnya. Dia merasa tubuhnya belum seksi.
“Tetapi, sekarang lumayan sih, mulai ngebentuk. Tidak terlalu ceking,” tuturnya. Memang mau apa sih sampai mendambakan tubuh seksi? “Untuk foto di majalah atau menjadi MC, saya kan membutuhkan penampilan fisik yang oke. Sebab, kita kan dilihat banyak orang,” jawabnya. (jan/c8/any/jpnn)

Puluhan Telur Berdiri

MEDAN-Mampukan Anda membuat telur ayam atau telur itik berdiri? Jangan pesimis dulu. Seorang pria bernama Leo Pratama berhasil membuat tujuh telur ayam berdiri tegak. Leo akhirnya menyisihkan puluhan peserta lain dan keluar sebagai juara pertama lomba mendirikan telur dalam peringatan peringatan Hari Bacang yang diselenggarakan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Medan di Jalan Mustafa Medan, Senin (6/6) kemarin.

Bagaimana telur-telur itu berdiri? Ketua PSMTI Sumut Eddy Djuandi mengatakan, telur-telur itu bisa berdiri memanfaatkan keseimbangan antara gaya gravitasi bumi dan gravitasi matahari. Syaratnya, konsentrasi penuh dan dilakukan tepat pukul 12.00 WIB, saat matahari berada di atas kepala. Hal in merupakan tradisi warga Tionghoa dalam perayaan Bacang atau Duan Wu Jie yang dilaksanakan pada tanggal 5 bulan 5 pada klender Mandarin.
Menurut Ketua Pelaksana PSMTI Kota Medan Halim Leo, peserta tidak perlu memiliki keterampilan khusus untuk membuat telur berdiri. Pihaknya rutin melakukan kegiatan karena memang menjadi visi dan misi organisasi yaitu menjadikan kebudayaan Tionghoa dinikmati etnis lainnya di Indonesia. Itu pula yang menjadikan even ini sengaja dibuka untuk umum.

Pukul 19.00 WIB, acara dilanjutkan atraksi barongsai, lomba bungkus bacang, lomba makan bacang, dan aneka hiburan berupa permainan kecapi di Kompleks Asia Mega Mas.

Bacang merupakan makanan menyerupai lontong berbentuk 4 kerucut. Terbuat dari beras/ketan yang didalamnya ada daging dan terkadang jamur ditambah telor asin. Ketan kemudian dibungkus daun bambu dan diikat dengan tali.
Awal kisah Bacang dimulai pada 278 sebelum masehi (SM), dimana makanan ini menjadi kelengkapan ritual persembahan untuk dilarung ke sungai. Awal mulanya dari kisah Qu Yuan, seorang sastrawan dari kerajaan Chu yang sangat termasyur. Beberapa bukunya best seller, seperti Chun Tzu (Ratapan Negeri Tzu) dan Li Sao (Menapaki Kesedihan). Selain sastrawan, Qu Yuan seorang menteri yang setia dan terpercaya. Hal itu menyebabkan rekan-rekannya iri atas popularitas Qu Yuan.

Rekannya berusaha menjatuhkan Qu Yuan. Pada suatu hari, para menteri menekan para dokter untuk membuat pernyataan puasa/pantang garam bagi rajanya yang sakit, sehingga menyebabkan raja hanya bisa berbaring dan sakitnya makin parah. Qu Yuan segera bertindak, diam-diam membungkus garam dalam daun bambu dan dibentuk 4 kerucut. Dia menggantungkannya di tempat raja berbaring, dengan maksud agar garamnya menetes sedikit demi sedikit di atas mulut raja dan raja dapat segera pulih kembali. Namun usaha Qu Yuan diketahui. Qu Yuan dituduh meracuni raja. Qu yuan jengkel kemudian dia bunuh diri di sungai Mi Lou Rakyat sangat sedih dan kehilagan Qu Yuan, kemudian rakyar saling melemparkan nasi yang dibungkus dan bambu dengan bentuk 4 kerucut ke sungai dengan maksud agar ikan memakan nasi tersebut, tidak memakan tubuh Qu Yuan. Rakyat juga menabuh gendang di perahu dalam rangka mengusir roh naga jahat yang diasumsikan dapat mengganggu roh Qu Yuan.

Dan peristiwa ini terus dikenang dan dirayakan dengan perayaan Bacang setiap tahun. (*/bagus syahputra)

Polisi dan Pro Palestina Bentrok, 23 Tewas

Konflik Perbatasan Israel-Syria Tegang

JERUSALEM – Hubungan Israel dan Syria kembali tegang. Pemicunya adalah bentrok pasukan Israel dan pengunjuk rasa pro-Palestina di Golan Heights, Minggu (5/6) lalu. Israel menuding Syria sengaja menyulut api lewat kerusuhan yang menewaskan 23 orang dan melukai 350 lainnya itu, untuk mengalihkan isu revolusi.

“Anda tidak akan bisa mencapai perbatasan Syria dan Israel dari wilayah Syria tanpa ada izin atau perintah resmi dari pemerintah di Damaskus,” kata Menteri Pertahanan Sipil Israel, Matan Vilnai, Senin (6/6). Karena itu, dia yakin para pengunjuk rasa yang mengekspresikan dukungannya terhadap Palestina lewat unjuk rasa Minggu lalu adalah orang-orang suruhan rezim Bashar al-Assad.

Karena itu, Vilnai menegaskan reaksi pasukan Israel dalam aksi Minggu lalu itu sudah benar. Bentrok yang pecah di Majdal Shams itu bermula saat pasukan Negeri Yahudi menembakkan peluru asli ke arah para demonstran. Konon, para serdadu Israel yang bertugas di perbatasan itu hanya berniat menghalau demonstran agar tidak melanggar wilayah.

Tewasnya 23 warga Syria, termasuk seorang perempuan dan anak kecil, dalam bentrok di perbatasan itu menuai reaksi keras PBB. Kemarin, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengecam tindakan pasukan Israel. Menurutnya, penggunaan peluru asli dalam bentrok di Golan Heights yang masuk wilayah Syria terlalu berlebihan. “PBB akan mengambil sikap tegas terhadap Israel  terkait insiden itu,” tandasnya.

Namun, Israel tetap bersikukuh pada pendiriannya. Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu yakin pasukannya yang berjaga di perbatasan hanya diperalat rezim Assad. Sejauh ini, aksi anti-pemerintah di Syria telah makan korban 1.100 jiwa.

Dalam wawancara dengan radio militer Israel, politikus 67 tahun itu mengungkap kelicikan rezim Assad. Menurutnya, Syria sengaja mengusung isu Palestina di perbatasan. Sebab, Assad paham bahwa aksi solidaritas warganya di Golan Heights akan sukses memicu amarah Israel.

Kementerian Pertahanan Israel, yang dipimpin Ehud Barak, menyatakan demonstran yang didanai rezim Assad sengaja memicu ledakan di kawasan yang dipagari kawat berduri itu. Konon, bom molotov dilemparkan ke ladang ranjau di perbatasan menewaskan 10 serdadu Israel. Tapi, tembakan membabi buta pasukan Israel merenggut korban jiwa lebih banyak.

Aksi protes Minggu lalu dihelat bertepatan dengan peringatan ke-44 Perang Timur Tengah 1967.  Israel sukses mencaplok tiga wilayah sekaligus. (rtr/afp/hep/jpnn)

Akhiri Perang, Wapres Tarik Pasukan

SANAA – Pasukan Yaman dipindahkan dari wilayah konflik di kota Sanaa. Penarikan pasukan itu langsung diperintahkan Wakil Presiden Yaman, Abdu Rabu Mansour Hadi.

“Wakil presiden memerintahkan pemindahan tentara pemerintah dan pos pemeriksaan keamanan yang baru didirikan di kabupaten Hassaba,” kata beberapa sumber keamanan kepada Xinhua.

Tentara dan pos pemeriksaan keamanan dari pusat kota Sanaa itu dipindahkan, di tempat pasukan pemerintah dan anggota suku pimpinan kepala suku berpengaruh yang saling serang selama dua pekan terakhir ini. Aksi baru tersebut didasarkan atas gencatan senjata yang diperantarai Arab Saudi.

Sementara itu, seorang pembantu di kantor kepala suku oposisi Sadiq al-Ahmar, mengatakan, “Al-Ahmar menyambut baik instruksi Wakil Presiden Hadi tersebut dan menganggapnya sebagai langkah positif guna memulihkan kestabilan di wilayah itu.”

Para pejabat pemerintah mengatakan Hadi membentuk satu komite yang diketuai Brigadir Ghalib al-Gamish, pemimpin Badan Intelijen Yaman, guna mengawasi penerapan instruksi mengukuhkan gencatan senjata yang diperantarai Arab Saudi.

Gencatan senjata tersebut mulai Jumat (3/6), menurut Hussein al-Ahmar saudara pemimpin oposisi Sadiq al-Ahmar di Provinsi Amran. Namun, penduduk di Kabupaten Hassaba mengatakan mereka masih mendengar suara ledakan keras dan baku-tembak sporadis pada Ahad malam. (bbs/jpnn)

Taoge Pemicu Wabah E Coli

Korban Tewas Jadi 22 Orang

BERLIN – Investigasi terkait merebaknya kasus wabah Escherichia coli atau E Coli di Eropa menghasilkan temuan baru, Senin (6/6). Setelah menginformasikan bahwa bakteri penyebar maut itu merupakan varian baru E Coli, pemerintahan Kanselir Jerman Angela Merkel mem beber bahwa sayuran lokal jenis kecambah (taoge,Red) menjadi media utama penyebaran E Coli hingga menginfeksi manusia.

Sebelumnya, Jerman menuding Spanyol sebagai tempat asal sayuran penyebab wabah maut tersebut. Mentimun dan sayuran laut seperti tomat dan selada juga diduga sebagai pemicu penyebaran wabah itu. Tudingan tersebut sempat membuat Perdana Menteri (PM) Spanyol Jose Euis Rodrisuez Zapatero berang. Pemimpin 50 tahun itu mengancam bakal menuntut balik pemerintah Merkel karena dianggap mencemarkan nama baik Spanyol.

Tetapi, setelah ditelusuri, penyebab wabah mematikan yang meluas sampai ke seluruh Eropa dan bahkan Amerika Serikat (AS) itu justru berasal dari Jerman. Kemarin Dinas Pertanian Negara Bagian Lower Saxony di kawasan utara Jerman mengumumkan bakteri mematikan tersebut menyebar lewat sayuran yang berasal dari lahan pertanian di Bienenbuettel, sekitar Kota Hamburg.   “Kami mencurigai taoge yang berasal dari lahan pertanian di kawasan utara (Jerman) sebagai pemicu wabah E Coli ini,” ujar Gert Lindermann, kepala dinas pertanian setempat, seperti dilansir surat kabar Neue Osnabruecker Zeitung.

Hingga kemarin wabah E Coli yang muncul sejak 2 Mei lalu itu telah merenggut 22 nyawa di Eropa. Dari jumlah tersebut, 21 korban di antaranya warga Jerman dan seorang lainnya warga Swedia. Selain itu, lebih dari 2 ribu warga di berbagai belahan Eropa dan AS  dilaporkan  terinfeksi sehingga harus dirawat di rumah sakit. Korban terbesar adalah warga Jerman, korban tewas tercatat 19 orang.

Di satu sisi, pengumuman itu mendatangkan kelegaan bagi pemerintah Spanyol. Tapi, sisi lain para petani menjadi sangat tertekan. Sebab, perhatian seluruh media tertuju pada mereka.

“Saya tidak habis pikir bagaimana semua ini bisa terjadi. Padahal, saya tak pernah memakai pupuk,” ungkap Klaus Verbeck, pemilik lahan pertanian di Bienenbuettel berjarak sekitar 80 kilometer di selatan Hamburg. Pengumuman dinas pertanian membuatnya menarik seluruh taoge yang sudah didistribusikan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Jerman, Daniel Bahr. Mendengar pengumuman dinas pertanian Lower Saxony, politikus 34 tahun itu langsung merespons. “Memang ada indikasi kuat bahwa sayuran pemicu wabah E Coli itu berasal dari Distrik Uelzen di Lower Saxony. Tetapi, kita tidak boleh gegabah (menyimpulkan bahwa pemicunya adalah tauge, Red),” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah Jerman masih harus melakukan serangkaian uji laboratorium sebelum memastikan bahwa bakteri tersebut memang berasal dari sayuran dalam negeri itu. “Kita harus menunggu hasil uji laboratorium lebih dulu,” kata Bahr kepada televisi nasional Jerman.

Sementara itu, para menteri pertanian dari 27 negara anggota Uni Eropa (UE) dijadwalkan menggelar rapat darurat, Selasa (7/6). Satu-satunya topik bahasan dalam rapat itu adalah wabah E Coli yang telah menewaskan 22 orang dan menginfeksi ribuan orang lainnya. Rencananya, UE bakal memberikan ganti rugi kepada para petani Eropa yang terkena dampak bakteri mematikan tersebut.

“Para menteri akan berusaha merumuskan formula yang paling tepat untuk menanggulangi wabah mematikan itu. Bukan hanya dampaknya bagi kesehatan, tapi juga bisnis,” kata Marton Hajdu, jubir UE asal Hungaria. Mulai kemarin, pasar di negara-negara Eropa terpaksa berhenti menjual sejumlah sayuran yang berasal dari kawasan utara Jerman. Khususnya, kecambah dari kacang-kacangan seperti kacang hijau dan kacang merah.  (ap/afp/bbc/hep/dwi/jpnn)

Permintaan Anwar Ganti Hakim Ditolak

KUALA LUMPUR – Untuk ketiga kalinya pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim gagal mengganti hakim yang menyidangkan kasus sodomi yang menjeratnya. Padahal, Anwar sendiri menilai tuduhan yang dialamatkan kepadanya bermotifkan politik.

Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia menyampaikan permintaan pergantian hakim memimpin sidangnya untuk ketiga kali. Tapi, permintaannya kembali ditolak pihak pengadilan Malaysia. “Pengadilan melihat permintaan yang diminta tersangka tidak memiliki dasar. Kami menolak aplikasi yang dilayangkan olehnya,” ucap Hakim pengadilan tinggi Malaysia, Zabidin Mohamed Diah seperti dikutip Reuters, Senin (6/6).

Tim pembela Anwar Ibrahim yang dipimpin, Karpal Singh mengatakan selama ini Hakim Zabidin dianggap memimpin sidang dengan sikap membias. Hakim Zabidin dinilai bersalah karena menjatuhkan vonis pada Anwar, padahal dirinya belum memberikan pembelaan.

Singh mengatakan pihak pengadilan telah mempersulit Anwar, karena tim pengacara hanya diperbolehkan megajukan pertanyaan kepada lima dari 25 saksi yang diminta. Saksi itu termasuk Perdana Menteri, Najib Razak beserta Istrinya.
Tim pengacara pemerintah Mohamad Yusof Zainal Abiden mengatakan tidak ada pandangan bias dari hakim yang memimpin pengadilan selama ini. Abiden menilai hakim telah menyelesaikan pekerjaannya dengan memeriksa bukti yang kuat untuk mengeluarkan dakwaan kepada Anwar.  (bbs/jpnn)

Thailand Protes Langgar Batas Wilayah

BANGKOK -Kementerian Luar Negeri Thailand menolak tuduhan Pemerintah Kamboja yang menyebutkan, pesawat tempurnya melanggar batas wilayah Kamboja. Bantahan itu disampaikan setelah Kamboja mengirim surat tuduhan melalui menteri luar negerinya ke Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh.

Seperti dilansir BNO, Senin (6/6), Direktur Jenderal Departemen Informasi Thailand,  Thani Thongpakdi menyatakan, tuduhan itu tidak memiliki bukti yang kuat. Sehingga, Pemerintah Thailand akan mengirim surat penyangkalan ke Kamboja.

Disebutkannya, pesawat tempur Thailand memasuki zona terbang Kamboja lewat Poi Pet pada 31 Mei lalu dan pesawat L-19 milik Thailand masuk kembali, Rabu kemarin. Atas masuknya wilayah itu, Kamboja membuat tuduhan dan mengklaim pihaknya memiliki hak mempertahankan diri dan menjaga kedaulatan negaranya. (bbs/jpnn)
Hubungan kedua negara memang sudah memanas sejak Juli 2008 lalu ketika kedua negara itu menambah jumlah angkatan bersenjatanya di sekitar kuil Preah Vihear. Sementara itu, PBB menyerukan kedua negara tersebut untuk melakukan gencatan senjata. (bbs/jpnn)

Banjir Bandang Masih Mengancam

SINGAPURA -Ancaman banjir bandang di Singapura masih menjadi momok yang menakutkan pada minggu ini. Bahkan, pemerintah sendirin siap melakukan perbaikan system drainase pada masa akan dating.

Pemerintah Singapura memperingatkan warga bahwa ancaman banjir masih terus terjadi sepanjang minggu ini. Hujan deras disusul banjir diperkirakan akibat perubahan siklus cuaca yang tidak terduga.

Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Air Singapura, Vivian Balakrishnan, mengatakan bahwa pemerintah akan mengkaji ulang kebijakan pembangunan, termasuk di dalamnya rancangan sistem drainase. Hal ini dilakukan untuk menghadapi bencana banjir serupa yang bisa datang sewaktu-waktu.

“Kita akan menghadapi curah hujan yang besar dan intens, maka dari itu sistem drainase kita harus dirancang ulang untuk menghadapi tekanan air yang besar,” ujar Balakrishnan, dikutip dari laman The strait Times, Senin (6/6).

Menurut Dewan Pekerjaan Umum (PUB) Singapura urusan pengairan, dilansir dari laman Chanel News Asia, banjir yang terjadi selama lima jam pada Minggu, 5 Juni 2011, membanjiri wilayah timur Singapura. Di antara yang tergenang adalah Wan Tho Avenue, Sian Kwang Avenue, Jalan Kemboja dan Puay Hee Road.

PUB mengatakan bahwa perancangan ulang drainase akan mencakup penambahan kedalaman kanal banjir di beberapa titik di Singapura. Penggalian akan dilakukan mulai akhir tahun ini dan akan selesai pada November tahun depan.

“Kami dengar suara air layaknya air terjun, saya mencari tahu, ketika dilihat sudah deras mengalir dari lantai atas, semuanya terjadi sangat cepat,” ungkap seorang penjaga toko Diana Soenarto seperti dikutip the Straitstimes, Senin (6/6).

Dalam waktu tiga menit air terus bertambah hingga mencapai mata kaki orang dewasa. Kondisi serupa dialami di seluruh toko yang berada di lantai pertama dan bawah tanah dari mal yang berada di antara Tanglin Road dan Grange Road.

Wilayah ini merupakan satu wilayah yang termasuk parah terkena banjir Minggu kemarin. Sekira pukul 11.00 pagi waktu setempat, lantai pertama dari mal tersebut berubah layaknya lokasi air terjun dan terus menumpahkan air hingga ke lantai bawah tanah.

Banjir serupa sempat dialami Singapura pada 16 Juni lalu. Saat itu wilayah Orchard Road dipenuhi air setelah hujan melanda selama dua jam. Banjir itu disebabkan oleh sistem pengairan yang mengalami gangguan. (bbs/jpnn)