25 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 15132

Makin Pede Setelah Tahan Tim Tango

BERHASIL menahan imbang Argentina pada laga pembuka ajang Copa America membuat Bolivia sedikit bisa bernapas lega.

Bolivia optimistis mampu meraih tiga poin saat bertemu Kosta Rika di Stadion 23 de Agosto, de Jujuy, Kamis atau Jumat (8/7) pagi WIB.

Terkait hal tersebut gelandang serang Bolivia Edivaldo Rojas mengatakan bahwa saat ini dia dan rekan-rekannya boleh bermimpi apa saja, termasuk menjuarai Copa Amerika.

“Menahan imbang mereka (Argentina, Red) yang tampil di hadapan pendukungnya merupakan seatu hal yang sangat membanggakan. Kami merasa sudah seperti juara,” bilang Rojas.
Karena hal tersebut Rojas pun mengungkapkan bahwa kini tak ada lagi lawan yang perlu ditakuti di ajang Copa Amerika. “Semua tim memiliki peluang untuk menjuarai even ini, termasuk Bolivia. Saya yakin itu,” bilangnya lagi .

Terkait Kostarika yang akan dihadapi timnya nanti Rojas mengatakan bahwa menghadapi tim yang mengalami kekalahan pada putaran pertama akan menjadi perjuangan berat.
“Mereka tentu ingin memenangkan pertandingan sehingga peluang untuk terus berlaga  di ajang ini tetap terjaga,” tandas Rojas.

“Hanya saja, perlu diingat jika kami pun menginginkan hal yang sama pula. Kami takkan menyarah dengan tim manapun karena kami telah menahan imbang tim favorit (Argentina, Red),” pungkas Rojas. (jun)

Pintu Lolos

Bolivia vs Kosta Rika

JUJUY – Argentina dan Kolombia boleh difavoritkan lolos ke perempat final mewakili grup A. Namun, mengacu hasil matchday pertama, Bolivia muncul sebagai kuda hitam. Hal itu tak lepas dari sukses Bolivia menahan tuan rumah Argentina dengan skor 1-1.

Pencapaian tersebut memotivasi para penggawa Bolivia. Peluang lolos ke perempat final kini bukan lagi khayalan. Nah, kesempatan itu terbuka apabila La Verde (sebutan Bolivia) mampu meraih tiga angka saat meladeni Kosta Rika di Estadio 23 de Agosto, Jujuy, dini hari nanti.

Kosta Rika adalah tim paling lemah di grup A. Mereka hanya hanya menerjunkan para pemain junior. Di laga pertamanya, Kosta Rika menyerah 0-1 dari Kolombia. “Ini (lawan Kosta Rika) merupakan kesempatan bersejarah bagi kami,” kata pelatih Bolivia Gustavo Quinteros sebagaimana dilansir Ole.

Kesempatan bersejarah yang dimaksud Quinteros adalah kans melaju ke perempat final sekaligus mengakhiri prestasi buruk Bolivia yang selalu kandas di fase grup di empat edisi terakhir Copa America. Sebagai catatan, prestasi terbaik Bolivia di ajang ini adalah menjadi juara pada edisi 1963. kebetulan, saat itu Copa America dihelat di Bolivia.

Untuk memenuhi ambisinya tadi, Quinteros kemungkinan besar masih mempertahankan starting eleven seperti saat menghadapi Argentina. Kalaupun ada perubahan adalah apabila ada pemain yang cedera.

“Cedera mereka tidak serius. Tapi, saya masih akan memantau kondisi beberapa pemain kami yang cedera sampai hari H pertandingan. Yang jelas, kami akan bermain lebih ofensif dibandingkan laga pertama,” tutur Quinteros.

Dari kubu seberang, daya gedor Kosta Rika terancam tumpul seiring absennya kapten tim Randal Brenes. Dia harus menjalani skors menyusul kartu merah saat melawan Kolombia. Meski begitu, pelatih Kosta Rika Ricardo La Volpe masih memiliki banyak stok pemain depan. Sebut saja Cesar Elizondo dan Jorge Martinez.

Yang memusingkan La Volpe justru ancaman absennya gelandang bertahan David Guzma. Pemain 21 tahun itu tak nongol saat sesi latihan karena terapi cedera lutut. Padahal Guzma merupakan salah seorang pemain pilar dalam skema main 3-3-3-1 yang diusung La Volpe.

Karena itu, La Volpe membuka kemungkinan bakal merombak skema main timnya seandainya Guzman tidak bisa diturunkan. “Persiapan kami menuju turnamen ini tidak lama sehingga saya masih mencari-cari komposisi yang terbaik,” tuturnya.

“Saya tahu banyak orang mencibir kami datang ke turnamen ini hanya sebagai pelengkap. Namun, setelah melihat hasil imbang yang diraih beberapa tim besar seperti Argentina, Brazil, dan Uruguay di laga pertama mereka, saya percaya persaingan makin kompetitif,” katanya.  (dns/ca/jpnn)

Batista: Kami Bukan Barcelona

BOENOS AIRES-Selaku tuan rumah Copa Amerika 2011, pastilah Argentina dituntut untuk memenangi even ini. Ini sungguh ironis, mengingat pada laga perdana saat menghadapi Bolivia, tim Tango ditahan imbang 1-1.

Kewajiban meraih kemenangan pada laga kedua menghadapi pemuncak klasemen grup A Kolombia akan menjadi beban yang berlipat gadna beratnya. “Selalu ada tekanan dalam timnas. Terlebih lagi sekarang kami wajib menang setelah hasil imbang,” tukas sang pelatih.

Jika melihat materi pemain yang dimiliki, pastinya Argentina memiliki lebih banyak pemain berkualitas. Dalam skuad tim Tango sekarang ini terdapat tiga pemain yang berjasa besar mengarkan tim asal Katalan itu sebagai juara La Liga dan Liga Champions

Lionel Messi, Javier Mascherano dan Gabriel Milito tentu tidak akan kerepotan memenuhi tugas tersebut. Begitu pula pilar lain seperti Carlos Tevez, Javier Zanetti dan Esteban Cambiasso. Tradisi memainkan umpan cepat dan possession football bukanlah barang baru.

Problem utamanya kerja-sama tim Argentina seperti terlihat di laga perdana versus Bolivia masih compang-camping. Sejumlah pemain kerap memaksakan diri berlama-lama dengan bola ketimbang bermain sebagai tim.Hasilnya Argentina hanya bermain imbang 1-1.

Pekerjaan rumah ini disadari pelatih Sergio Batista. Suksesor Diego Maradona menilai Messi dkk sudah bermain layaknya gaya Barcelona. Tapi dia mengakui Argentina belum sesempurna Barca.
“Kami bermain seperti sebuah cermin Barcelona, tapi saya tidak bisa mengatakan kami bermain seperti mereka, itu tugas yang berat,” kata Batista.

Bermain seperti Barcelona adalah impian Batista. Persoalannya hal itu tidak mudah mengingat persiapan skuad begitu minim. “Kami bukan Barcelona, kami adalah Seleccion. Saya senang melihat bagaimana Barcelona bermain, saya menyukainya, saya kira begitulah seharusnya sepakbola dimainkan. Tapi untuk bermain seperti itu hanya 20 hari latihan, tentu berat, mereka bermain seperti itu sepanjang hidup mereka,” kilah Batista. (bbs/jpnn)

Sneijder Pas buat United

MANCHESTER- Upaya Manchester United mendatangkan gelandang serang asal Belanda Wesley Sneijder terus digeber. Puja-puji dilontarkan agar tekad pemain Inter Milan itu hengkang ke United semakin bulat.

Kali ini pujian datang dari coach tim utama United, Rene Meulensteen. United yang sedang mencari pengganti Paul Scholes menyusul pensiunnya mantan gelandang timnas Inggris itu, sudah lama dikaitkan dengan Sneijder yang dipatok harga senilai 35 juta pound atau sekitar Rp 478 miliar.

“Wesley Sneijder akan menjadi pemain yang sempurna di sini. Menurut saya dia adalah pemain yang ideal untuk kami,” kata Meulensteen kepada majalah Belanda, Voetbal International.

“Saya tak mengatakan demikian karena dia orang Belanda (Meulensteen juga berasal dari Belanda). Saya telah lama di Manchester United, saya tahu pemain yang masuk dan keluar, karena itu saya tahu dia akan menjadi pemain yang hebat bila gabung United,” terangnya.

“Tak akan ada Paul Scholes baru, seperti halnya tak ada Roy Keane baru, tapi menurut saya tak ada pemain yang lebih sempurna bagi kami selain Sneijder.”

“Wesley bukan tipe pelari, tapi punya kaki kiri dan kanan yang sama bagusnya. Dia bisa menempatkan bola di mana pun ia mau. Bagi saya, dia menjadi penambahan yang tepat bagi pemain-pemain yang sudah ada sekarang, seperti Hernandez, Rooney, Park, Young, Valencia, Nani dan Giggs. Dan tentu saja, Wesley memiliki pengalaman bermain di level atas.”

“Saya tidak tahu bagaimana masa depannya di Inter, tapi andai dia boleh pergi dan kami bisa membayarnya, berdasar pada kemampuan yang dimiliki Wesley, saya mengatakan ‘bawa Sneijder ke Old Trafford’,” tegasnya.

Sneijder sendiri masih terikat kontrak hingga Juni 2015 dan juga diincar oleh rival sekota United, Manchester City.
Selain Sneijder, United juga dikaitkan dengan Luka Modric. Samir Nasri juga kabarnya semakin didekati United. (bbs/jpnn)

Mario Balotelli Gambar Kaos Menuai Protes

MARIO Balotelli tak pernah berhenti membuat sensasi.  Cuma, kali ini persoalannya sepele.  Bomber Manchester City itu dikecam kelompok anti kekerasan di Inggris gara-gara kaos yang dikenakannya.
Ya, kemarin Balotelli muncul di markas latihan City dengan mengenakan kaos dengan gambar yang penuh aroma kekerasan.

Di mana, pada bagian depan kaos yang dikenakan ada gambar pistol, senapan mesin, pisau dan mulut wanita yang berlumuran darah. Ketika turun dari mobil, Balotelli pun dengan bangga memamerkan kaosnya kepada pelatih fisik Ivan Carminati.  Beberapa fotografer juga langsung mengabadikan momen tersebut.  Bisa ditebak, begitu foto Balotelli dengan kaos tersebut terpampang di media, reaksi pun bermunculan.

“Ini adalah perbuatan yang tidak pantas, tapi ini tidak mengejutkan saya,” papar Gary Troswell, Managing Director Damilola Taylor Trust, sebuah lembaga yang selalu memerangi tindak kekerasan pada anak-anak kepada The Sun.

“Beberapa waktu lalu kita juga mendengar Nile Ranger (Newcastle) memegang senjata untuk difoto dan diunggah ke Facebook. Kapan ini akan berubah? Mereka harusnya menjadi panutan anak-anak. Yang kita inginkan, setidaknya mereka bertingkah lebih dewasa,” kecam Troswell.

“Para pemain ini menerima gaji yang sangat tinggi.  Ribuan pounds juga telah kita keluarkan untuk menonton pertandingan mereka, sekaligus membayar gaji mereka,”  timpalnya.  Karena itu,  Troswell berharap pemain bisa menunjukkan sikap yang lebih dewasa di dalam dan di luar lapangan.

“Namun, apa yang dilakukan Balotelli tidak mengejutkan saya. Saya hanya ingin tahu bagaimana sikap Gordon Taylor selaku pemimpinAsosiasi Pemain Profesional,” ujarnya. (bas/jpnn)

Suzuki Spectra Indocafe Optimis Pertahankan Gelar

Medan Rally North Sumatera Championship 2011

MEDAN-Pasangan pereli Suzuki Spectra Indocafe, Eddy WS/Syariful Adil optimis pertahankan gelar di serie I North Sumatera Championship 2011 Langkat beberapa waktu lalu.
“Kita akan pertahankan gelar Juara Grup GR2 waktu di Serie I Langkat kemaren. Meskipun hal itu memang tidak mudah mengingat persaingan di Serie II ini pasti lebih seru. ” ucap Eddy WS didampingi Syariful Adil, Rabu (6/7).

Untuk itu Eddy mengaku sudah menggelar uji coba lintasan di Rambung Sialang yang akan menggelar empat special stage (SS). Lokasi yang akan menjadi ajang pertarungan habis-habisan keduanya yang mengandalkan mobil Suzuki SX-4 berkekuatan 1600 CC/150 Horse Power (HP). Menghadapi mobil-mobil berkekuatan 1800 CC/170 HP yang siap melaju di lintasan sepanjang 24 kilo meter tersebut.

Menurut Eddy, kondisi lintasan di Rambung Sialang yang mulus dan high speed sangat memanjakan pembalap dengan mobil bertenaga besar.

“Di Rambung Sialang benar-benar memanjakan pereli yang menggunakan mobil berkekuatan besar. Dengan kekuatan mobil kita hanya bisa tampil maksimal dan mengantisipasi kesalahan sekecil apa pun. Kalau tidak ada kendala seperti yang terjadi di Langkat, point di Cemara Abadi bisa membawa kita menyodok ke peringkat lima overall,” bebernya.

Untuk mobil, keduanya mengaku tidak ada kendala. Sebagai tim reli professional, prepare sudah dilakukan usai menyelesaikan balapan pada Sprint Rally yang digelar di Jakarta awal Juni lalu. Keduanya bahkan berkesempatan menguji ban yang dibuat khusus oleh Swallow untuk track Rambung Sialang yang berkarakter tanah merah dan berumput. Ujicoba direncanakan Minggu (9/7) ini.

Keduanya pun menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut) atas pelaksanaan event tersebut. Khususnya pada pelaksanaan lomba yang disesuaikan dengan standar internasional mengingat track Rambung Sialang merupakan pelaksanaan World Rally Championship (WRC) 1996/1997 silam. (jul)

Medan All Star Bayar Kerinduan

Taklukkan Tim Pra PON Sumut 4-3

MEDAN-Kerinduan masyarakat Kota Medan dan Sumatera Utara pada umumnya untuk menonton aksi terbaik putra daerah dalam mengolah si kulit bundar akhirnya terbayar lunas.

Itu terjadi setelah kemarin (6/7) bertempat di Stadion Teladan Medan,  kesebelasan Medan All Star yang merupakan gabungan pemain terbaik Kota Medan yang berkiprah di ajang Superleague dan Divisi Utama melakoni laga persahabatan menghadapi tim Pra PON Sumut.

Pada pertandingan itu tim Medan All Star yang dibesut Edi Junaidi menurunkan seluruh pemain terbaiknya seperti Irwin Ramadhan, Fadli Hariri, Agussima, Wijay, Doni Siregar hingga Saktiawan Sinaga dan Jacky Pasarella.

Mengahadapi adik-adiknya yang sedang bersiap melakoni putaran kedua babak Pra PON XVIII, tim Medan All Star langsung menggebrak lini pertahanan tim Pra PON yang dikawal Agus Lesmono, Ardiantono, Lesmana Ardi dan Ronni Saputra.

Meski telah tampil all out untuk mempertahankan setiap jengkal lini pertahanannya, namun tetap saja pemain Medan All Star mampu membobol gawang tim Pra PON yang dikawal Fandi Ramadhan Putra hingga empat kali.
Empat gol bagi Medan All Star dilesakkan oleh Jackey Pasarella, Ade Chandra Kirana, Wijay dan Deni Wahyudi.

Walau gawangnya kebobolan hingga empat kali, bukan berarti tim Pra PON Sumut tak mampu mengimbangi permainan para seniornya itu. Buktinya, tak kurang tiga gol mampu dicetak anak asuh Rudi Saari lewat dua tendangan M Irfan serta satu gol dari M Solih.

“Skil individu serta pengalaman pemain  lawan lebih baik. Tapi saya tetap bangga karena anak-anak mampu mengimbangi permainan para seniornya ,” bilang Rudi Saari.

“Di sisi lain, kami berharap kekalahan ini membuat para pemain semakin termotivasi, dan bukan semakin besar kepala setelah lolos ke putaran kedua babak Pra PON,” tambah Rudi lagi.

Sementara itu pelatih Medan All Star mengatakan bahwa para pemainnya lebih tenang saat menguasai bola sehingga mampu memaksimalkan semua peluang. “Mungkin karena mereka lebih berpengalaman ya. Tapi saya lihat anak-anak Pra PON pun punya potensi untuk itu,” bilang Edi Junaidi.

Dengan hasil ini maka tim Pra PON Sumut yang telah 26 kali melakoni pertandingan, baik  yang bersifat friendly match maupun turnamen, terhitung sejak terbentuk pada 25 Juli 2010 lalu, memiliki catatan 19 kali menang, 4 kali imbang dan 3 kali kalah. Dengan torehan gol 65 memasukkan  dan 23 kemasukan.

Sebelumnya, pada laga pembuka yang mempertemukan tim Legislatif Plus kontra Mantan PSMS dimenangkan Mantan PSMS dengan skor 1-0 berkat gol Sugito.

Pertandingan yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kota Medan itu juga berhasil mengumpulkan sumbangan untuk tim Pra PON Sumut sejumlah Rp9.120.500,- dengan perincian dari Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaluddin Harahap sebesar Rp5 juta, dari Anggota DPRD Labuhan Batu Ali Akbar Hasibuan Rp1 juta. Selanjutnya kelompok suporter SMeCK Holligan lewat ketuanya Nata Simangunsong menyumbang sebesar Rp1 juta, sedang sumbangan yang didapat dari penonton lewat kotak sumbangan sebesar Rp2.120.500,-. (jun)

Tim Futsal Sumut Bertekad Lolos PON

MEDAN- Tim Futsal Pra PON Sumut dilepas secara simbolis oleh Ketua Umum KONI Sumut Gus Irawan Pasaribu untuk mengikuti Pra PON di Palembang 10-17 Juli mendatang. Gus berharap Tim Futsal Sumut tak sekadar bertekad lolos ke putaran PON, tapi juga harus punya tekad meraih medali.

“Untuk apa lolos saja namun di PON tim kita jadi pecundang. Target medali harus dicanangkan,” harap Gus kepada seluruh tim di Lantai 10 Kantor Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan kemarin (6/7).

Dan untuk mencapai target itu, Gus berharap pula bahwa latihan dan persiapan yang digelar seluruh pemain harus luar biasa.

“Tidak ada hasil luar biasa kalau persiapan biasa-biasa,” sambung Gus yang saat itu didampingi Ketua Harian KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis, Sekjend KONI Sumut Chairul Azmi, Ketua Tim Futsal Bank Sumut Irwan Pulungan serta Manejer Tim Zulham Effendi Siregar.

“Saya rasa peluang lolos merata. Jadi jangan takut dan terus berjuang. Jangan sampai masalah nonteknis mempengaruhi tim,” pesan Gus sembari memberi tambahan uang saku dari kantong pribadinya kepada para atlet sebesar Rp5 juta.

Sebelumnya Manajer Tim Futsal Pra PON Sumut, Zulham Effendi Siregar memaparkan kepada KONI Sumut bahwa tim yang dibinanya mengalami grafik peningkatan prestasi, baik jika dilihat dari sisi skill, stamina dan kekompakan tim.

“Kami tetap berharap doa dan dukungan masyarakat Sumut agar Futsal Sumut berprestasi,” kata Zulham.

Zulham juga melaporkan bahwa pihaknya telah mengutus head coach Alfinus untuk mengikuti coaching clinik futsal di Jakarta, yang mana kala itu seluruh pesertanya dibimbing oleh instruktur asal Australia.

“Di sana pelatih mendapat banyak pengalaman yang semoga bisa diaplikasikan kepada tim futsal Sumut,” tambah Zulham.

Rencananya, gelaran Pra PON futsal kali ini diikuti sembilan provinsi yang ada di Sumatera. Dari sembilan kontestan akan dijaring tiga provinsi untuk menemani Riau yang lolos dengan fasilitas wild cart karena bertindak sebagai tuan rumah.

Berikut susunan Tim Futsal Pra PON Sumut: Manajer: Zulham Effendi Siregar, Sekretaris Tim: Furkanis Chan, Pelatih Kepala: Alfinus, Asisten Pelatih: Darma Sucipto, Suryanto Iskak, Maseur: Pak Mun.

Pemain: M Ayub, Dimas Prana Jaya, Diki Putra, Fery Santoso, M Iqbal, Ahmad Chairuman, Fuad Hasan, Citra Kusuma, Haris Sanjaya, Sony Saputra, Hamdani Putra, Handri Haryanto, Ibrahim, Habibullah, Sahidansyah. (ful)

Renovasi Stadion Teladan

MEDAN- Berbagai pihak mendesak agar Pemko Medan melakukan renovasi Stadion Teladan agar layak menggelar pertandingan Liga Super Indonesia (LSI). Apalagi pengerjaan stadion masih punya banyak waktu karena PSMS itu belum mampu lolos ke LSI musim depan.

“Mungkin salah satu hikmah kita belum lolos ke super liga dikarenakan untuk membangun stadion terlebih dahulu. Kita tak mau mengulang sejarah kelam dengan bermain di kandang orang karena Teladan tidak lolos verifikasi PT Liga Indonesia untuk menggelar laga super liga,” beber Nata Simangunsong Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan kemarin.

Tapi Nata menyayangkan karena hingga kini Stadion Teladan tidak disentuh perbaikan. Malah ada dua gedung baru di Teladan, yakni KONI Medan dan wadah atlet.

“Seharusnya Pemko Medan menganggarkan perbaikan Stadion Teladan. Saya kira DPRD Medan juga akan merestui, karena stadion merupakan wadah hiburan rakyat dengan menonton sepak bola,” sambung Nata.

Sebagai salah satu kota besar, bisa dibilang hanya Kota Medan yang tak punya stadion standar. Padahal animo masyarakat akan kehadiran stadion ciamik sangat besar. Pun penggemar sepak bola di kota ini tidak bisa dibilang kecil.

Mantan penyerang PSMS di era keemasan 2007 silam ketika lolos ke final Divisi Utama, Saktiawan Sinaga pun menyarankan demikian. Pemain yang kini merumput di Semen Padang itu pada dasarnya ingin kembali ke PSMS. Namun dia ingin stadion direnovasi, pengurus juga direvolusi agar PSMS bisa berjalan di jalur semestinya. “Maunya bangun dulu stadion yang bagus. Nanti kalau suatu saat lolos ke super liga PSMS tidak terusir lagi seperti masa lalu,” bebernya.

Kondisi Stadion Teladan saat ini memang mengenaskan. Yang bisa diacungi jempol hanya lampu stadion. Itupun belum mencapai kecukupuan terang standar yang mencapai 1800 lux.

Kondisi lapangan sangat memprihatinkan. Selain bergelombang, di lapangan Teladan juga tumbuh tumbuhan duri putri malu yang bahaya bagi pemain. Saluran air tidak bekerja bagus lagi, sehingga jika turum hujan maka dipastikan lapangan Teladan akan kebanjiran.

Tribun penonton pun tak kalah mirisnya. Mulai dari bangku yang mulai ditumbuhi ilalang dan lumut, debu juga tak terelakkan berada di bangku tribun VIP.

Di ruang dalam yang agak lumayan hanyalah ruang ganti pemain. Di sana sudah ada pendingin udara dan ada loker. Namun kalau ingin buang air kecil, maka silahkan menutup hidung rapat-rapat, karena aroma busuk dan kotoran . (ful)

Pemko Gagal Kosongkan Lapangan Cadika

MEDAN- Untuk mempertahankan Lapangan Cadika sebagai aset Pemko Medan, sebanyak 250 personel dari Satpol PP, Brimobdasu dan Samapta Polresta Medan diturunkan untuk mengamankan lokasi, Rabu (6/7). Para personel gabungan tersebut mencabuti pohon sawit yang ditanami warga penggarap.

Namun, aksi tersebut mendapat perlawanan dari warga. Bahkan, ada warga bersama anak-anaknya memeluk pohon kelapa yang mereka tanam sembari memohon agar jangan dirusak. Namun, para personel gabungan tersebut tetap melakukan penebangan tanpa menghiraukan permohonan warga tersebut.

Saat petugas hendak menebang pohon kelapa yang ada di lokasi tersebut, terjadi keanehan. Gergaji mesin yang sudah dinyalakan dan siap untuk menebang pohon kelapa tersebut, tiba-tiba gergaji tersebut mati. Begitu seterusnya. Akhirnya penebangan pohon kelapa tersebut batal dilakukan. Namun belakangan, pohon tersebut berhasil juga ditebang.

“Kami hanya menyabut enam pohon sawit yang baru ditanam penggarap. Sedangkan pohon kelapa itu awalnya tidak bisa ditebang,” kata Kasatpol PP Kota Medan Kriswan dengan nada heran.

Dijelaskanya, banyaknya personel yang diturunkan bukan untuk menghabiskan anggaran. Tapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, sebelum dilakukan eksekusi, petugas Satpol PP dihadang dan dikejar pakai parang oleh penggarap yang mengakibatkan penertiban sebelumnya batal.

“Awalnya mereka berusaha menghalangi dengan cara mengayunkan senjata tajam. Makanya, kami turunkan personel lebih besar agar tidak terjadi bentrok fisik,” tegasnya.

Setelah mencabut enam pohon sawit, para personel penertiban membubarkan diri. Kriswan sendiri tetap bertekad melakukan penertiban karena lahan itu milik pemko. “Itu lahan pemko, bukan milik pribadi. Jadi, kami tetap lanjutkan penebangan. Kapan itu, nanti persiapkan lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis menegaskan, pengosongan lahan Cadika itu harus dilanjutkan. Jangan sampai ada pembiaran. Sebab, bila diberi kesempatan, maka yang lain akan berdatangan. Lahan itu sendiri dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau, kegiatan pramuka dan lainnya. “Harus terus ditertibkan karena itu lahan pemko untuk kepentingan umum,” bebernya.(adl)