Home Blog Page 15173

Hamil, Jadi Lembut

Rieke Dyah Pitaloka

BELAKANGAN ini penampilan Rieke Dyah Pitaloka. Anggota Komisi IX berjuluk Singa Senayan ini lebih banyak mengapresiasi mitra kerjanya. Dia juga begitu kalem dan membuat rekan-rekan sefraksinya merasa kehilangan. Ada apa?

“Gue lagi bunting nih,” kata Rieke di Kompleks Parlemen, Selasa (31/2), sambil tersenyum.

Rieke Dyah Pitaloka, tengah hamil anak keduanya. Bisa jadi, karena bawaan jabang bayi itulah, pemeran Oneng dalam komedi situasi Bajaj Bajuri ini menjadi kehilangan kegarangan. Rieke lebih banyak mengapresiasi program kerja, ketimbang mencercanya dengan pertanyaan-pertanyaan kritis.

Ketua Komisi IX dari FPDIP yang juga sahabat Rieke, Ribka Tjiptaning sempat menyindir Rieke. “Tidak seperti biasanya Ibu Rieke ini senang mengapresiasi,” katanya.(net/jpnn)

102 Orang Positif HIV/AIDS di Siantar

SIANTAR- Sebanyak 102 orang di Pematang Siantar, positif terjangkit HIV/AIDS. 99 orang di tahun 2010 dan 3 orang tahun 2011.

Staf Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Siantar, kepada Metro Siantar (group Sumut Pos), Selasa (31/5), menyebutkan, jumlah penderita HIV/AIDS berdasarkan data 2010 sebanyak 99 orang. Data ini mereka peroleh dari Dinas Kesehatan Kota Siantar dimana  penderita ini  memeriksakan diri ke RSUD Djasamen Saragih. “Dalam bulan Mei 2011 ini, hasil pemeriksaan di Klinik VCT  RSUD Djasamen Saragih, tiga orang lagi dinyatakan positif HIV dari tujuh orang yang diperiksa,” katanya.

Disebutkannya, bagi warga yang ingin memeriksakan diri untuk mengetahui apakah sudah tertular HIV/AIDS, bisa dilakukan di klinik VCT (Voluntary Conceling Testing) RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar. Pemeriksaan bisa dilakukan  sekali dalam tiga bulan.

Disebutkannya, gejala HIV sendiri tidak bisa dilihat secara kasat mata, hanya bisa diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan di klinik VCT. Sesudah tiga bulan pasca melakukan hubungan suami istri atau suntik atau sarana lain, baru diketahui gejala.

Ditambahkan Gusti, dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS ini, juga telah dilakukan program pemberian jarum suntik steril bagi pengguna narkoba secara gratis. Program ini dipusatkan di Puskesmas Karo, Jalan Pane dan mulai dijalankan sejak April 2011 lalu. (ral/smg)

Korban Pingsan

Penembakan Warga di Barak PT Sorik Mas Mining Madina

MEDAN- Sholat br Batubara (20) warga Desa Godang Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, korban penembakkan di Barak PT Sorik Mas Mining (SM), jatuh pingsan, di Bitrah Indonesia, Jalan Bahagia By Pass, Medan Kota, Selasa (31/5).

Anaknya Hasanuddin Batubara itu, mengalami penurunan fisik saat melakukan temu pers di Bitrah Indonesia. Di saat berjalannya temu pers, dia tiba-tiba pingsan dan langsung dibopong ke kamar belakang Bitrah Indonesia.
Sebelum pingsan, Sholat sempat memberikan keterangan kepada wartawan, agar kasus penembakkan yang dialaminya diusut tuntas.

“Saya minta agar kasus penembakkan itu diusut tuntas. Kedatangan kami ke Barak PT Sorik Mas Mining agar perusahaan itu ditutup, namun belum sampai didepan perusahaan, kami justru dihadang dan diserang petugas. Saya tidak tahu dari mana asal usul peluru itu, tiba-tiba saja sudah mengenai lengan kiri saya,” katanya.
Tambahnya, petugas juga bertindak arogan kepada warga. “Mereka (Petugas, Red) itu juga tidak segan-segan menjambak dan menarik rambut warga yang kebanyakan wanita. Kedatangan saya bersama orang tua dan perangkat desa, meminta agar kasus ini diusut tuntas dan pelakunya diberi hukuman yang setimpal,” tambahnya.

Sementara Hasanuddin Batubara, ayah korban kepada wartawan, menceritakan, saat itu, dia bersama dengan warga lain,  masih berada di bawah, sementara kaum wanita berada di atas dan mendengar suara tembakan.
Setelah terdengar suara tembakan itu, ternyata anak perempuannya yang terkena tembakan petugas.
“Warga yang kebanyakan wanita itu dihadang polisi sekitar 500 meter sebelum mencapai perusahaan. Tiba-tiba terdengar suara tembakkan dan setelah saya cek ternyata anak saya terkena temabakan di lengan kirinya dan kami larikan ke rumah sakit,” bebernya.

Hasanuddin Batubara menambahkan, dia meminta kasus yang dialami putrinya diusut tuntas.
“Kami meminta agar kasus ini sgera diusut tuntas. Ini sudah jelas pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM),” tukasnya.
Ahmad Suheri Matondang, perangkat Desa Huta Godang Muda dan Syafuddin Lubis, Sekretaris Desa, juga menuturkan, dia  tidak tahu pasti berapa jumlah personel kepolisian. Namun mereka mengahadang warga dan menembak warga.

“Petugas kepolisian menghadang mereka dan menembak warga. Ada juga petugas yang menjambak dan menyeret warga,” ungkap Ahmad Suheri dan Syafuddin Lubis yang ikut mendampingi korban.

Tidak hanya itu, korban penembakkan petugas ini, juga didampingi Muhammad Nuh, Koordinator OKR (Organisasi Konservasi Mandailing Natal) dari Mandailing Natal dengan membawa barang bukti proyektil peluru milik petugas, baju korban, tas ransel dan perban yang berdarah.  Diungkapkan Nuh, warga tidak pernah dan tidak ada menyandera Kapolsekta Siabu.

“Tidak benar warga menyandera kapolsek, justru yang terjadi dilokasi saling serang antar petugas dan warga, karena petugas yang terlebih dahulu memulainya. Ini barang bukti yang kami bawa langsung dari Mandailing Natal, tas ransel, proyektil peluru dengan PIN 005.56, bek nama Kapolsekta Siabu, AKP Syahril Daulay, baju dan perban yang masih berdarah milik korban,” sebut Nuh.

Terkait dengan penembakkan itu, sejumlah elemen masyarakat di Medan, tepatnya di Kantor Bitrah Indonesia, Jalan Bahagia By Pass, meminta kasus penembakkan menimpa warga Mandailing Natal segera diusut tuntas.
Direktur LBH Medan Nuryono SH dan Koordinator Bitra Indonesia Sumut Wahyu mengungkapkan, penembakan terhadap warga, termasuk dalam pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM).

“Kita berharap, pihak Polda Sumut dapat mengedapankan persoalan-persoalan yang menimpa rakyat,” Nuryono dan Wahyu.

Ditambahkan Nuryono, pihaknya juga akan sesegera mungkin melakukan investigasi terkait laporan warga ini. Tidak hanya itu, Nuryono juga meminta Komnas HAM untuk menyelidiki kasus penembakkan ini. “Kita juga meminta kepada Komnas HAM untuk mengusut kasus penembakkan ini. Ini jelas-jelas sudah melanggar HAM sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” cetusnya.

Koordinator Walhi Sumut Syahrul mengatakan, pihaknya bersama elemen masyarakat, akan mendampingi kasus ini agar secepatnya diusut tuntas. “Ini sudah jelas pelanggaran HAM dan kita meminta agar segera diusut tuntas,” tegasnya.(jon)

Tergiur CPNS, Bidan Tertipu Rp57 Juta

LANGKAT- Penipuan dengan modus penerimaan CPNS kembali terjadi di Langkat. Kali ini dialami Mardiah (25) warga Dusun Tengah Jentera, Desa Jentera, Kecamatan Wampu, Langkat.
Wanita berprofesi sebagai bidan di RSU Sakinah itu, tertipu Rp57 juta oleh Etika (37) warga Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Stabat, Langkat.

Informasi diperoleh wartawan koran ini, Selasa (31/5), korban diiming-imingi lulus seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Langkat, pada 31 Maret 2010 lalu.
Awalnya, korban berkenalan dengan Sri Subekti (50) di rumah sakit tempatnya bekerja. Oleh Sri, korban diajak untuk berkenalan dengan Etika yang menurut cerita dapat membantu kelulusan masuk menjadi CPNS formasi 2010 dilingkungan Pemkab Langkat dengan menyerahkan uang Rp70 juta.

Dari Rp70 juta uang yang diminta pelaku, korban hanya sanggup memberi Rp40 juta sebagai syarat masuk  CPNS.  Selain dia, Ahda Sabila (17) adik korban, juga dapat bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Perhubungan Langkat, asal membayar uang Rp17 juta. Jadi korban tertpu Rp57 Juta.

Total uang yang diserahkan oleh korban kepada pelaku Rp57 juta dengan sistem pembayaran bertahap, paling lama 10 hari.

Hingga tiba pengumuman CPNS formasi 2010, korban tidak kunjung diangkat menjadi CPNS. Demikian pula dengan adiknya, yang sampai kini belum bekerja. Sedangkan pelaku saat didatangi korban, selalu mengelak dan terkesan lari dari tanggung jawab.

Menurut Mardiah, dirinya ditemani, ayahnya Abu Rahman, berulang kali mendatangi pelaku dirumahnya untuk meminta uang itu dikembalikan. Namun, terakhir kali dapat kabar, kalau rumah yang dihuni pelaku sudah kosong dan pelaku sudah melarikan diri.

Tak uangnya hilang begitu saja, dia pun melaporkan pelaku ke Mapolres Langkat. “Saya berharap agar pihak kepolisian dapat segera menangani kasus ini sampai tuntas,” pinta Mardiah.
Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Aldi Subartono SIK saat dihubungi berjanji, akan menangani kasus ini sampai tuntas. “Ya, laporan pengaduannya sudah kita terima dan secepatnya akan kita panggil dan periksa saksi-saksinya,” kata Aldi.(mag-1)

BAP Ilegal Logging P21

MEDAN- Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus illegal logging di Desa Parsingguran I, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dengan tersangka mantan Plt Kepala Dinas Kehutanan Pemkab Humbahas Onggung Silaban (OS) dinyatakan lengkap (P-21).

Kasubbid Dok Liput Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, dengan dinyatakan lengkap BAP kasus illegal logging dengan modus menerbitkan Izin Pengusahaan Hutan di atas Tanah Milik (IPHTM) tersebut, Satuan Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Sumut akan melimpahkan Onggung Silaban kepada Kejaksaan.  “Segera akan kita limpahkan tersangka bersama barang bukti lainnya. Mungkin pecan depan sudah kita limpahkan,” ujar Nainggolan diruang kerjanya, Selasa (31/5).

Diungkapkannya, penerbitan IPHTM oleh OS tersebut dinilai salah dan dikategorikan dalam tindakan illegal logging. Sebab, berdasarkan keterangan saksi ahli BPKH wilayah I Medan, titik koordinat dan kemudian memploting ke dalam peta Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : SK.44/Kpts-II/ 2005, tanggal 16 Februari 2005, diterbitkannya IPHTM tersebut mengakibatkan terjadinya pembukaan jalan, pembangunan jembatan dan lokasi tumpukan kayu bulat dan lokasi penebangan kayu pinus berada dalam kawasan Hutan Lindung (HL).

Kesimpulan tersebut, sambungnya, juga berkaitan dengan temuan petugas Tipiter di lokasi illegal logging Humbahas, yakni adanya pembukaan jalan dan pembuatan jembatan. Ditemukan juga penebangan kayu di lereng bukit/gunung dan beberapa titik tempat tumpukan kayu jenis pinus yang telah dipotong-potong.

IPHTM yang diterbitkan tersebut kepada sekitar 12 pengusaha. “IPHTM yang diterbitkan tersebut luas lahannya mencapai 5 sampai 10 hektare,” ungkap Nainggolan.

Nainggolan menambahkan, hingga kini Sat IV/Tipiter masih mendalami kasus tersebut. Sebab, tidak tertutup kemungkinan adanya oknum lain yang juga terlibat dalam penerbitan IPHTM tersebut. “Kita masih mengembangkan penyidikan untuk menyelidiki adanya kemungkinan keterlibatan oknum lainnya dalam kasus illegal logging di Humbahas,” tuturnya. (adl)

Ratusan Warga Blokir Jalan

BINJAI- Ratusan Warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, melakukan pemblokiran jalan, sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang tidak kunjung mengaspal ruas jalan di daerah mereka,Selasa (31/5).

Pemblokiran jalan dilakukan dengan membakar ban bekas, menanami pohon pisang dan melintangkan kursi kayu di tengah jalan, agar truk dan kendaraan lainnya tak dapat melintas di ruas jalan penghubung Binjai-Langkat itu.
Menurut Rohul Kabir (27) pemilik warung kopi, kepada wartawan Koran ini mengatakan, warungnya dapat dikatakan hidup segan mati tak mau. Pasalnya, akibat jalan rusak ini, warung kopinya dipenuhi debu dari kendaraan yang melintas.

Abang lihat sendiri warung saya ini, mana ada orang yang mau minum, kalau debu terus beterbangan,” ujarnya berang.Rohul juga mengatakan, sudah berbulan-bulan warga menghirup debu dan mereka khawatir terkena penyakit sesak nafas.

“Apa pemerintah menunggu warganya sakit baru mau memperbaiki jalan ini. Untuk apa pemerintah selalu mengucapkan, lebih baik mencegah daripada mengobati,” amuknya.

Karena usahanya sepi, dia merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya sehari-hari. “Kalau begini, makan pun terancam. Kayak mana mau beli beras, kalau usaha kita  mau tutup,” pungkasnya.

Suriadi (49) warga sekitar, kepada wartawan koran ini mengatakan, jika jalan ini tidak segera diperbaiki. Maka warga akan tetap melakukan aksi. “Kalau tidak secepatnya diperbaiki, kami terpaksa tetap memblokir jalan ini. Sebab, kami sudah muak menghirup debu dan takut menimbulkan penyakit,” ancam Suriadi.

Pantawan wartawan koran ini di lokasi, ratusan warga dengan yel-yelnya terus membakari ban bekas dan melintangkan kayu di tengah Jalan Gatot Subroto. Sehingga, truk yang ingin melintas dari Langkat ke Binjai atau sebaliknya terjebak pemblokiran mencapai 2 kilo meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Binjai Alfi, saat dikonfirmasi terkait perbaikan jalan tersebut mengatakan, jalan itu merupakan proyek Dinas PU Provinsi.

“Itu jalan provinsi dan kita sudah berkoordinasi dengan PU Provinsi, kalau jalan itu akan diperbaiki di bulan Juni 2011 ini, dengan panjang 2 kilo meter,” ungkap Alfi. (dan)

Berbenah Menuju yang Terbaik

Akademik  Akuntasi  Yayasan Pendidikan Keluarga (YPK) Medan terus berbenah untuk kemajuan akademik.
Awal berdiri tahun 1970, kampus ini hanya memiliki satu jurusan yakni Akuntansi program Diploma III.
Namun tingginya minat peserta didik di dunia akuntansi yang ditawarkan, selanjutnya Yayasan berinisiatif menambah tiga konsentrasi lagi yakni  Komputerisasi Akuntansi, Akuntansi Perpajakan, dan Akuntansi Perkantoran dengan pendidikan akhir Diploma III.

“Ketiga konsentrasi mulai berjalan sejak tahun 2008, dan ini merupakan program pengambangan yang telah dilakukan pihak Yayasan sejak beberapa tahun belakangan,” ujar Direktur Akademik Akuntansi Yayasan Pendidikan Keluarga (YPK), Dra Hj Nurul Izzah.

Dikatakannya, tiga tahun berjalan, peningkatan jumlah peserta didik yang menimba ilmu di Akademik Akuntansi Yayasan Pendidikan Keluarga, juga semakin terlihat.

Terbukti Perguruan Tinggi yang berlokasi di Jalan Sakti Lubis Gang Perguruan No 25 Medan ini terus mengalami peningkatan jumlah rata-rata mahasiswa yang mencapai dua kali lipat setiap tahunnya.

“Jumlah mahasiswa yang mendaftar tiap tahun terus mengalami peningkatan hingga 100 persen, dan ini membuktikan jika minat dan kepercayaan masayarakat terhadap akademik ini masih cukup tinggi,” ungkapnya.
Pencapaian itu tidak berhenti sampai disitu saja, bahkan kini Yayasan memiliki target untuk terus mengembangkan akademik ke jenjang sekolah tinggi yang menawarkan program pendidikan S-I.

Namun taget itu pencapaian lanjut Nurul membutuhkan proses dan rencana yang cukup matang, yakni salah satunya dengan terus melakukan pembenahan dibidang sarana dan prasarana, baik fasilitas maupun staf pengajar yang kompeten.

Dimana untuk staf pengajar yang memberikan pengarahan dan pendidikan di akademik yang berlokasi di Jalan Sakti lubis Gang Perguruan No 25 Medan ini, memiliki gelar dan kemampaun yang telah memenuhi standar.
“Dari 26 jumlah dosen pengajar, 50 persen diantaranya memiliki gelar S2, selebihnya merupakan S1 dan praktisi yang profesional di bidangnya,” terang Nurul.

Selain itu fasilitas yang disediakan Akademi Akuntansi YPK, juga disediakan sesuai dengan perkembangan zaman.
Diantaranya yakni  laboratorium komputer untuk ketiga konsentrasi, laboratorium Bahasa, Perpustakaan serta sarana pendukung seperti masjid dan sarana pendukung lainnya.
“Fasilitas kita sediakan sesuai kebutuhan terkini mahasiswa sebagai bentuk peningkatan mutu peserta didik serta perguruan tinggi. Sehingga target kita menjadi sekolah tinggi dengan jenjang pendidikan S1 bisa terealisasi nantinya,” sebutnya. (uma)

Bocah 14 Tahun Gantung Diri di Samping KUA

PARAPAT- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Girsang Sipangan Bolon mendadak ramai dan heboh. Bukan karena kasus perceraian atau akad nikah, tapi karena anak penjaga kantor, Rikky (14) ditemukan gantung diri dipohon mahoni disamping KUA, Selasa (31/5).

Menurut informasi, Rikky anak ke 3 (tiga) dari 4 (empat) bersaudara dari pasangan Selamat dan Fatimah Br Sihombing, sudah lama putus sekolah dan memilih membantu orangtuanya menyuci piring dan sesekali menawarkan jasanya kepada para tamu di Pantai Parapat.

Diungkapkan Fatima br Sihombing, sehari sebelum kejadian, Rikky meminta sebuah handphon (HP) kepada ibunya. Namun, permintaan korban tidak dapat dipenuhi orangtuanya karena ketiadaan biaya.

“Semalam, dia minta HP.  Saya bilang, mohon bersabar karena belum terlalu penting. Rikky pun sepertinya tidak berontak karena dia tahu situasi dan kondisi orangtuanya. Namun hingga larut malam, Senin (30/5), Rikky tidak pulang kerumah. Saya pikir dia tidur ditempat kawannya atau ditempat oppungnya (nenek, Red),” terang Fatimah.
Keesokan harinya, Selasa (31/5) sekira pukul 07.00 WIB, ketika menjemur kain di samping KUA, alangkah terkejutnya Fatimah melihat anaknya sudah tergantung di pohon mahoni sekitar 10 meter dari tempat tinggalnya.
“Saya terkejut dan gemetaran setelah melihat anak ku yang baik hati ini, sudah tergantung disebuah pohon sekitar 10 meter disamping rumah, saya langsung menjerit,” ujarnya sembari memanggil-manggil nama Rikky.

Mendengar jeritan istrinya, Selamat (42) dan anaknya Hery (17) terperanjat mencari tahu permasalahan. Setelah mereka sama-sama menyaksikan korban sedang tergantung dengan seutas tali nilon warna kuning dipohon mahoni, mereka pun berlari kearah pebukitan untuk menurunkan jasad korban.

“Saya sudah gemetaran dan berharap anak ku masih bernafas, rupanya setelah kami turunkan, Rikky sudah tidak bernyawa lagi dan kami bawa kerumah untuk disemayamkan,” tambah Selamat.

Kapolsek Parapat AKP Jhony Andreas SH saat dimintai komentarnya di tempat kejadian perkara (TKP) membenarkan terjadinya peristiwa dimaksud. “Benar, setelah anggota mendengar dan menerima laporan dari pihak keluarga, kami langsung melakukan identifikasi. Jasad korban sudah terlebih dulu diturunkan pihak keluarga. Sedangkan barang bukti yang diperoleh dilokasi ditemukan seutas tali nilon warna kuning bercak darah korban,” Jhony. (jst/smg)

Sampah Menumpuk di Kota Berastagi

KARO-Tumpukan sampah mulai memadati sejumlah titik di Kota Berastagi. Tumpukan sampah terlihat di jalan Dagang, Penghasilan, Perniagaan dan kawasan Pusat Pasar sekitar terminal pedesaan, termasuk di jalan Udara dan jalan Kolam Renang.

Pantauan Sumut Pos, Senin (31/5) pagi, tumpukan sampah mengganggu arus lalu lintas dan pejalan kaki. Aroma tak sedap dari sisa limbah sampah, sangat mengganggu indra penciuman warga yang melintas dan bermukim di kawasan tersebut.

Penumpukan sampah itu, disebut-sebut akibat belum disahkannya APBD Kabupaten Karo yang berkaitan erat dengan kinerja sejumlah pasukan melati (petugas kebersihan, Red), yang mayoritas merupakan tenaga harian lepas.(wan)
Rinald Tarigan, pengusaha rumah makan kepada wartawan koran ini mengatakan, selain mengganggu pandangan mata, bau  busuk juga sangat menganggu saluran pernafasan mereka. Bahkan, akibat tumpukan sampah itu, dipastikan  mengurangi omzet penjualan mereka.

“Kita usaha rumah makan. Bagaimana orang selera  makan jika bau sampah terus menganggu penciuaman mereka, padahal kita rutin bayar retribusi sampah Rp1.000 setiap hari,” ujar Rinaldi.
Kabid Humas Pemkab Karo Jonson Tarigan mengatakan,  pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan. (wan)

Digerebek, Bandar Togel Tinggalkan Senpi

KARO- Dikejar polisi, AG (45) warga Desa Cinta Rayat, Kecamatan Merdeka, lari dan meninggalkan kenderaan serta senjata genggam jenis air soft gun miliknya, Selasa (31/5).

Saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap pria yang diduga bandar togel.
Tersangka AG diburu polisi setelah sebelumnya menciduk HAS (38), juru tulis togel di Desa Cinta rakyat. Dari keterangan HAS, langsung mengarah ke AG. Penggerebekan pun dilakukan di areal perladangan Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Naman Teran, Karo.

sayangnya, dalam penggerebekan itu, AG berhasil lolos.Tersangka diduga melarikan diri ke areal perladangan yang dipenuhi semak belukar, sehingga sulit untuk melakukan pengejaran.

Kasat Reskrim AKP Harry Azhar mengatakan, petugas hanya berhasil mengamankan 1 (satu) unit mobil pribadi jenis Toyota Kijang BK 1143 LS, berikut 1 buah tas hitam berisi 1 buah senjata tajam, 1 buah senjata genggam (Airsoft gun,Red) beserta 1 bungkus peluru jenis mimis, 1 buah KTP atas nama AG dan 5 lima lembar kertas rekapan togel. (wan)