Home Blog Page 15175

Garmen dan Elektronik Cina Rajai Sumut

MEDAN- Saat ini produk asal Cina yang masuk ke Sumut sudah merajai pasar. Padahal dari data BPS (Badan Pusat Statistik) Sumatera Utara, neraca perdagangan pada bulan Maret 2011 Sumut dan Cina mengalami surplus, atau nilai ekspor lebih besar dari pada impor.

Neraca perdagangan hingga Maret 2011 antara Sumut dan Cina selisih 29259 ton. Atau nilai Ekspor 79131 ton dan Impor 4 9873 ton. Hal ini tidak berlaku bila secara nasional atau neraca perdagangan Sumut-Cina mengalami surplus, tetapi nasional defisit (impor lebih besar dibandingkan dengan ekspor).

Kepala Seksi Ekspor Hail Pertanian dan Pertambangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Fitra Kurnia mengatakan, produk garmen dan elektronik masih yang terbesar dalam nilai impor Sumut.
Sementara untuk nasional, ekspor bahan baku dan barang setengah jadi masih menjadi produk unggulan ekspor Indonesia ke Cina. sementara untuk Impor, Indonesia mengimpor konsumsi dan barang modal dan produk lainnya dari Cina.

Walaupun menurun neraca perdagangan Sumut-Cina, tetapi bila diperhatikan dipasaran produk Cina masih merajai pasaran. “Tak terkatakan lagi banyaknya produk Cina dan produk kita kalah bersaing,” ujar Fitra.
Selain dengan Cina, ASEAN juga bekerja sama dengan India terkait dengan pajak bea masuk Ekspor-Impor. Biaya PPN sebesar 10 persen,” ujar Fitra. Untuk India sendiri, neraca perdagangan Sumut-India hingga Maret 2011 mengalami defisit, nilai Ekspor 34418 ton, Impor 51248 ton, selisih 16830 ton.

Sementara itu, dalam waktu dekat, Indonesia akan mengadakan perdagangan bebas dengan Autralia. “Saat ini dalam waktu lobi terakhir perundingan dengan Australia,” tambah Fitra.

Sementara itu, untuk Sumut sendiri, impor barang konsumsi seperti Daging sapi dan biji aluminium masih sangat tergantung dari Australia. Untuk  ekspor CPO, karet dan Oleo Chemical merupakan produk yang paling sering diekspor Sumut ke Australia. (mag-9)

Subsidi Listrik Rp58,72 Triliun

JAKARTA- Pemerintah mengajukan kenaikan subsidi listrik pada 2012  mencapai Rp 58,72 triliun atau naik 44,28 persen dibandingkan asumsi  dalam APBN 2011 sebesar Rp40,7 triliun. Usulan itu dengan asumsi margin usaha PLN sebesar 8 persen.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan, margin  diperlukan untuk meningkatkan kemampuan PLN berinvestasi dan meningkatkan efisiensi usaha. ‘Estimasi kebutuhan untuk subsidi listrik 2012 adalah Rp58,72 triliun. Asumsi tersebut berdasarkan penjualan listrik 173,77 TWh (tera Watt hour), susut jaringan 8,90 persen, marjin usaha 8 persen,’ kata Jarman di Jakarta, Selasa (31/5).

Perkiraan subsidi sebesar Rp58,72 triliun itu dengan asumsi nilai tukar Rp9.200 per USD harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) USD 85 per barel, dan susut jaringan 8,9 persen.

Kemampuan investasi PLN itu berupa pendanaaan proyek prioritas khususnya peningkatan rasio elektrifikasi. Untuk kegiatan efisiensi usaha dilakukan melalui optimalisasi pembangkitan listrik dengan peningkatan penggunaan gas, batu bara, dan panas bumi serta penurunan susut jaringan.

Pada 2012, biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik direncanakan Rp 988 per kWh atau setara dengan Rp171,67
triliun.”Dengan margin delapan persen, maka perkiraan BPP ditambah margin menjadi Rp 185,41 triliun,” jelasnya.
Sementara, pendapatan penjualan listrik tahun 2012 diproyeksikan mencapai Rp 126,69 triliun, sehingga subsidi yang diperlukan menjadi Rp58,72 triliun.

Sementara, jika dibandingkan dengan asumsi yang dipakai APBN 2011 adalah nilai tukar Rp 9.250 per USD, ICP USD80 per barel, pertumbuhan penjualan listrik 7,4 persen, penjualan listrik 153,85 TWh, dan susut 8,55 persen. Selanjutnya, BPP Rp 920 per kWh atau Rp 141,55 triliun, margin usaha APBN 2011 b 8 persen, BPP ditambah margin Rp 152,87 triliun, dan pendapatan penjualan listrik Rp 112,17 triliun. Sedangkan asumsi tarif tetap Rp 729 per kWh. (lum/jpnn)

Anus Dikorek untuk Keluarkan Tinja

Sejak Lahir tak Pernah Buang Air Besar

Perut Fatimah, bayi berusia 50 hari itu terlihat gembung. Pasalnya, sejak lahir anak dari pasangan Irwanto (40) dan Maruba Silalahi (42), warga Jalan Pelajar Gang Ria ini, belum pernah buang air besar.

Bagus Syahputra, Medan

Resah dengan kondisi anaknya, Maruba lantas membawa bayinya tersebut ke RSU Dr Pirngadi Medan.
“Dari lahir dia tidak pernah buang air besar. Sewaktu lahir, anak saya cuma mencret berwarna hitam, itupun sedikit,” jelas Maruba Menurut Maruba, sejak lahir anaknya hanya diberikan air susu ibu (ASI) saja, tidak pernah yang lain.
“Saya tidak tahu kenapa perutnya  gembung. Sejak lahir, saya lihat memang perutnya gembung.

Waktu itu, saya hanya menggosokkan minyak kayu putih ke perutnya dan terkadang saya hanya memanaskan daun jarak dan mengoleskan ke perutnya. Habis dioles, biasanya langsung kempesnya, tapi ini tidak,” jelasnya.
Saat ditanya penyebab anaknya tidak bisa buang air besar, Maruba mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu kok bisa begini. Waktu saya mengandung Fatimah, asupan makan saya normal, sering makan makanan yang bergizi serta melakukan kontrol kandungan di bidan dekat rumah,” bebernya.

Maruba juga mengaku tidak memiliki biaya jika bayi perempuannya itu harus dioperasi. Pasalnya, suaminya Irwanto, hanya bekerja sebagai tukang memungut barang-barang bekas (butut) yang sekarang berada di Rantauperapat. “Saya hanya bekerja sebagai tukang cuci dan setiap empat hari suami saya pulang. Uang yang kami dapat hanya bisa mencukupi hidup sehari-hari saja,” ungkapnya.

Sementara, di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Dr Pirngadi Medan, Fatimah langsung mendapat perawatan dari tim medis. Lubang anus Fatimah dikorek. Pasalnya, lubang anus yang dimilki fatimah kecil sehingga tidak bisa mengeluarkan kotoran. Pengorekan lubang anus tersebut dilakukan agar Fatimah dapat mengeluarkan kotoran dari perutnya tanpa melalui proses operasi.

Fatimah sempat mendapat penanganan selama empat jam oleh ti medis.
“Lubang anus anak perempuan ini kecil, jadi penanganan cepat yang kita lakukan adalah pengorekan agar dia bisa mengeluarkan kotoron dari perutnya,” kata perawat yang menangani Fatimah.
Kini Fatimah berada di lantai empat RSU dr Pirngadi Medan. Keadaan bayi tersebut saat ini pucat dan lemas. “Tadi kata perawatnya, anak saya ini mau dikorek lagi lubang anusnya, agar kotorannya keluar lagi,” tandasnya.(*)

Mengaku Seperti Sampah

Mike Tyson

Michael ‘Mike’ Gerard Tyson, setelah pensiun dari dunia tinju semakin bersahaja. Mantan petinju yang dikenal dengan Tyson kini hanya ingin memikirkan untuk membahagiakan keluarga dan mengubur masa lalunya
yang kelam.

Masa kejayaannya sebagai ‘The Baddest Man on the Planet’ (Manusia penuh masalah di planet) itu ingin dikubur dalam-dalam dan tak ingin diingat lagi. Kini Tyson tak ingin kembali ke ring tinju baik sebagai petarung maupun pelatih atau promotor layaknya Oscar De La Hoya.

Dia lebih memilih berkarier di dunia selebritis. Baru-baru ini saja dia menyelesaikan film terbarunya, ‘The Hangover II’.

Pria yang dijuluki si Leher Beton ini lebih mudah tersenyum dan menikmati hidup. Tak mau lagi segarang dahulu. Istri dan anak ditengarai menjadi penyebab Tyson tak ingin dekat-dekat lagi dengan dunia tinju.
Semua yang pernah diraihnya kini tak penting lagi. Bahkan dia menyebut berbagai sabuk juara yang dia pernah raih merupakan sampah belaka. “Saya memiliki anak dan istri. Saya juga sudah punya sejumlah kenikmatan yang dapat Anda semua berikan,” tutur Tyson pada CBS Selasa (31/5).

“Semua itu sampah. Dapat saya katakan saya pernah bertarung mati-matian untuk sampah. Pada suatu saat memang semua gelar itu sangat berarti, ketika Anda masih sangat muda, gelar merupakan yang terpenting,” tambah pria berusia 44 tahun tersebut.

“Tapi kemudian Anda menyadari prioritas anda berubah. Dan Anda hanya ingin membahagiakan anak-anak anda dan melakukan hal-hal baik yang membuat Anda bahagia. Gelar-gelar tersebut bukan apa-apa sekarang,” lanjut pria yang punya nama muslim Malik Abdul Aziz ini.

Tyson mengaku tak mau lagi disebut si Leher Beton atau, ‘The Baddest Man on the Planet’ lagi.  Sudah merasa tak mampu memikul masa kelam yang demikian.
“Saya tak bisa lagi menjadi orang itu. Anda tahu, orang itu merupakan rekayasa. ‘Iron Mike’, ‘The Baddest Man on the Planet’, tak ada satu pun orang seperti itu. Orang seperti itu tak nyata. Saya terlalu takabur dan bodoh pernah mengatakannya di masa lalu,” tutup mantan dua kali juara dunia kelas berat ini. (net/jpnn)

Pemerintah Kaji Bentuk Lain Royalti Film

Pemerintah mengkaji alternatif lain pajak atas royalti film. Pajak royalti yang berlaku saat ini tengah dikaji efektivitasnya. “Kementerian Keuangan serta Kementerian Budaya dan Pariwisata sedang mengkaji bagaimana bentuk lain yang sama-sama efektif pengelolaannya,” kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta, Selasa (31/5).

Menurut dia, pengkajian itu belum final. Saat ini, pemerintah masih menunggu itikad baik importir film untuk menyelesaikan kewajibannya. Satu dari tiga importir telah membayar tunggakan, sehingga dapat melakukan importasi film lagi.

Sementara itu, terkait dugaan Motion Picture Association of America (MPAA) hanya bersedia bekerja sama dengan tiga importir film, Agus justru mempertanyakan hal itu. Ia menilai jika MPAA ingin bekerja sama dengan importir yang memiliki masalah pajak, MPAA memiliki catatan tidak baik. “Apa betul demikian, tidak bisa seperti itu,” kata dia.
Sebelumnya, keran film asing terbuka kembali setelah satu importir bermasalah membayar pokok tagihannya. Dirjen Bea Cukai, Agung Kuswandono, mengatakan satu perusahaan membayar tagihan sekitar Rp9 miliar.

Agung menjelaskan, tiga importir itu sebelumnya melakukan banding. Hasilnya, mereka diharuskan membayar denda. Menurut dia, tiga importir film itu memiliki pasar sangat besar yaitu 90-95 persen sehingga terlihat menonjol.
Kementerian Keuangan juga pernah mengungkapkan kekurangan tambahan bea masuk yang harus dibayarkan importir film asing selama dua tahun terakhir mencapai Rp30 miliar berasal dari 1.759 copy film. Namun, tambahan kekurangan itu belum termasuk denda yang harus dibayar antara 100-1.000 persen. (net/jpnn)

Turnamen Voli Ibu-ibu Ramaikan HUT Kota Medan

MEDAN-Untuk memerihakan HUT ke-421 Kota Medan, Dispora Medan bekerjasama dengan PT Jamsostek menggelar turnamen bola voli khusus ibu-ibu pada pertengahan Juni 2011.

Kadispora Medan Drs Hanas Hasibuan MAP didampingi Ketua Panitia Yosef Rizal dan Ketua Bidang Pertandingan Jhoni Rakasiwi mengatakan bahwa pihaknya merasa yakin jika turnamen bola voli khusus ibu-ibu ini bakal mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

“Even ini sebagai ajang pembuktian bahwa ibu-ibu bukan hanya bisa memasak saja. Sejatinya status ibu-ibu takkan menjadi penghalang untuk meraih prestasi,” bilang Hanas.

Rencananya even ini akan berlangsung di Lapangan Bola Voli Sejati Pratama Jalan Titi Kuning Medan. Bagi tim bola voli yang ingin berpartisipasi dapat mendaftar di Kantor Lurah Pangkalan Masyur Medan Johor sejak tanggal 1 sampai 14 Juni.

Panitia juga menerima pendaftaran di Kantor PT Jamsostek Cabang Medan Jalan Kapt Patimura No. 334 Medan. “Terpenting seluruh tim harus mengikuti aturan yang berlaku. Kalau masalah persyaratan tidak perlu repot-repot. Cukup membawa fotokopi KTP dan kartu rumah tangga,” bilang Hanas.

Sementara itu Kepala Jamsostek Kota Medan Drs Pengarapen Sinulingga SH mengungkapkan bahwa kerjasama yang dijalin dengan Dispora Medan ini sebagai bukti bahwa PT Jamsostek peduli pembinaan olah raga Kota Medan.
“Kita akan selalu mendukung segala kegiatan positif yang bertujuan meningkatkan kesehatan serta sumber daya manusia, karena ini sesuai degnan moto kami yaitu menjadi pelindung pekerja dan mitra bagi pengusaha,” bilang Pangarapen. (jun)

Punya NIK tak Bisa Urus KTP

085361311xxx

Kepada Pemko Medan saya Suheri Chan warga Lingkungan VI Kelurahan Siti Rejo III,  Medan Amplas merasa dirugikan atas kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terkait masalah catatan sipil kependudukan.
Pasalnya anggota keluarga saya yang baru lulus SMK tak dapat mengurus KTP karena NIK yang bersangkutan tidak tertera dalam data base kecamatan. Padahal KTP itu sangat dibutuhkan segera untuk keberangkatan dan pengurusan paspor, yang sangat saya tidak terima lagi, data dan NIK orangtua saya, dihapus dan dinyatakan sudah meninggal.

Padahal saya selaku kepala keluarga di dalam kartu keluarga (KK) masih memiliki orang tua yang masih sehat. Pendataan kependudukan seperti itu sangat merugikan keluarga besar, kami tidak terima atas kejadian itu. Jelas-jelas sudah merugikan keluarga kami dalam hal administrasi. Siapa yang harus bertanggung jawab dalam hal ini? Mohon tanggapan dari pihak-pihak terkait. Tertanda Suheri Chan.

Datang ke Disduk dan Capil

Terima kasih informasinya, kami sampaikan kepada pengirim sms untuk langsung ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk dan Capil) Kota Medan. Karena hal tersebut ada dua kemungkinan, ada persoalan kesalahan input data ataupun masalah pendataan di lapangan. Jadi, penyelesaiannya bisa langsung ke dinas tersebut, melaporkan tentang NIK-nya. Saya garansi bisa segera mungkin selesai.

Syaiful Bahri Lubis
Sekda Medan

Masih Terdaftar di Kecamatan

Terima kasih laporannya, kami beritahukan sepanjang masih ada nomor NIK-nya, dan belum ada meminta surat pindah dari kecamatan, ataupun tak ada surat kematian. Maka, warga yang sudah memiliki KK dan memiliki NIK masih terdaftar di data kependudukan kecamatan.

Edliaty
Camat Medan Amplas

Harus Segera Diperbaiki

Pendataan penduduk harus baik, jangan sampai ada lagi persoalan. Bila sekarang ini sejumlah warga Kota Medan sudah masuk dalam daftar data base kependudukan, maka sudah sebaiknya tetap dilakukan pendataan ulang setiap tahunnya. Sehingga, tak ada ditemukan kasalahan input data. Selanjutnya, apabila ditemukan kesalahan input data ada baiknya pihak kecamatan langsung menjemput data kependudukan dengan terlebih dahulu menerima laporan pengaduan. Kemudian, di bawa ke disduk dan capil. Karena, persoalan kependudukan tersebut merupakan persoalan yang tak boleh ada kesalahan sampai berlangsung lama. Bila salah, segera dilakukan perbaikan.

Ilhamsyah
Ketua Komisi A DPRD Medan

3 Juni PNS Libur Lagi

MEDAN- Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujonugroho mengeluarkan surat edaran No.800/10713/BKD/II/2011, perihal perubahan hari libur nasional dan cuti bersama 2011, Jumat (3/6) mendatang, seluruh PNS kembali diliburkan atau cuti bersama. Pasalnya, pada Kamis (2/6) mendatang merupakan libur nasional kenaikan Isa Almasih.

Surat edaran Plt Gubsu didasarkan pada Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Nomor 03/2011, Nomor Kep.135/MEN/V/2011, dan Nomor SKB/02/M.PAN/5/2011, tanggal 20 Mei 2011.

Pengumuman libur itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprovsu, Suherman didampingi Kepala Bidang Pengadaan dan Pembinaan BKD, Kaiman Turnip dan Kasubbag Humas Pimpinan, Dian Tito di Medan, Selasa (31/5).

Suherman menjelaskan, berdasarkan SKB tiga menteri yang dilanjutkan dengan surat edaran Plt Gubsu, maka ketentuan cuti bersama tersebut diharapkan menjadi perhatian seluruh bupati dan wali kota se Sumut, Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Pemprovsu, dan Kepala Instansi Vertikal Provinsi Sumut untuk menindaklanjutinya.
“Khusus bagi PNS yang lingkup kerjanya melayani kepentingan publik, semisal di rumah sakit, kantor pos, dan tempat umum lainnya, ketentuan cuti pada Jumat, akan diatur lebih lanjut,” ucap Turnip.

Turnip menambahkan, seluruh PNS di jajaran Pemprovsu, serta di  kabupaten dan kota se Sumut telah menjalani libur cuti bersama,  Senin (6/6) PNS diwajibkan masuk kerja seperti biasa.

“Wajib masuk kantor Senin, itu diharapkan bisa menjadi perhatian seluruh pimpinan SKPD terhadap tingkat kehadiran dan kedisiplinan aparatur di jajarannya,” ujarnya. (ari)

Tak Pernah Berhenti Berjuang

Musa ‘Ijeck’ Rajekshah

Penampilan yang tenang, kalem, juga berwibawa adalah gambaran yang didapat dari Musa Rajekshah (37). Ya, sosok yang tidak melihat jabatan sebagai kekuasaan belaka, melainkan tanggung jawab yang menuntut pemahaman untuk melaksanakannya.

Lahir dari keluarga besar H Anif Shah, pria yang akrab disapa Ijeck ini tentu tidak sulit untuk mendapatkan keinginannya. Seperti jabatan di beberapa organisasi maupun perusahaan yang dipimpinnya kini. Paling tidak, hal itu yang terbersit di pikiran khalayak.

Namun, dari pembicaraan singkat di ruang kerjanya di seputaran Jalan Sei Deli Medan, jelas bila semua yang didapat Ijeck bukanlah sesuatu yang instan, tapi melalui sebuah proses. Baik di Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut), Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Sumut, Pengurus Daerah Persatuan Menembak Indonesia (Pengda Perbakin) Sumut, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sumut, hingga Direktur Utama PT Anugerah Langkat Makmur.

Posisi di PT Anugerah Langkat Makmur pun tidak semudah membalikan telapak tangan. Dimulai dari jabatan direktur, dirinya harus turun ke lapangan untuk menampung buah dari petani sebelum dikirim ke pabrik. Barulah jabatan Direktur Utama (Dirut) diembannya pada 2007 lalu. Untuk mencapai posisi tersebut, dirinya selalu aktif mengikuti seminar dan kursus baik nasional juga internasional untuk pengembangan usaha yang dipimpinnya. Begitu juga aktif sebagai Bendahara III di Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut.

Ya, demikianlah Ijeck membuktikan bila berbagai kemudahan tidak akan berguna tanpa pemahaman yang cukup dari bidang yang digeluti. Hanya dengan keinginan untuk belajar, niat yang besar, dan kerja keras berbagai prestasi pun pasti didapat.

Ijeck lahir di Medan 34 tahun lalu, tepatnya 1 April 1974. Merupakan anak kedelapan dari sembilan bersaudara. Sejak usia sembilan tahun, kelas IV SD (1983), dirinya sudah mahir mengemudikan mobil. Area perkebunan kelapa wasit sekitar rumah pun menjadi rute harian dengan mobil jeep menjadi tunggangannya.

Even pertama dilakoni Ijeck ketika duduk di kelas satu SMP (1986) yaitu grastrack mobil di Medan. Kala itu mobil Toyota hardtop menjadi andalannya. Menginjak remaja, lintasan reli menjadi santapan sehari-hari. Mobil Corolla DX menjadi andalan ketika kali pertama berkecimpung. Perlahan dan pasti, sirkuit reli di Medan yang diakui beberapa pereli memang memiliki karakter ekstrim karena terdapat unsur tanah, pasir, maupun lumpur telah ditaklukannya.
Beberapa prestasi dan penghargaan di dunia otomotif pun diraih. Urutan II nasional Speed of Road dan Atlet Nasional di 2005. Panggilan jiwa sebagai pereli dan insan otomotif menjadi motivasi tersendiri baginya ketika dipercaya sebagai Ketua Umum Pengprov IMI Sumut sejak 2000 lalu. Beberapa terobosan pun sudah dilakukannya demi meningkatkan prestasi otomotif di Sumut. Kompetisi mulai menunjukkan gejolaknya, tak sedikit sudah atlet nasional yang lahir dalam masa itu.

Gebrakan terbesarnya adalah pembangunan beberapa sirkuit permanen di wilayah Medan. Salah satunya sirkuit Sprint Rally Cemara Abadi tempat berlangsungnya Kejurnas Sprint Rally 2008 Serie I dan II beberapa waktu lalu. Menyusul sirkuit road race, drag race, drag bike, dan grasstrack.

Namun itu semua tidak membuat Ijeck pongah. “Masih belum mencapai titik klimaks. Memang ada peningkatan namun hasilnya belum maksimal. Itu juga bukan kerja saya seorang, melainkan dukungan dan kerja sama yang baik dari seluruh pengurus. Menjaga kekompakan, itu yang kami lakukan,” katanya.

Pentingnya arti sebuah kekompakan dalam kehidupan bersosial diamini benar oleh Ijeck. Dengan menjaga kekompakan di antara sesama pengurus, membuat IMI Sumut mendapatkan banyak penghargaan dari pemerintah, juga masyarakat. Di antaranya sebagai Pengprov IMI terbaik tahun 2006 dan Organisasi Pembina Olahraga pada Haornas 2008 lalu. “Memang kita telah melahirkan banyak atlet nasional, tapi belum lagi menunjukkan hasil yang maksimal,” ucap Ijeck merendah.

Yang dimaksud di sini adalah prestasi pembalap Sumut pada Pekan Olahraga Nasional sebagai tolak ukur prestasi olahraga tertinggi di tingkat nasional. Pada PON XVII 2008 Kaltim lalu ketiga pembalap Sumut (Firman Farera, Jefry Holly, dan Deri Irfandy) gagal tampil di podium kehormatan. Bahkan, Firman Farera harus pulang dengan kaki penuh pen akibat insiden yang dialaminya saat lomba. Artinya, pembinaan masih sangat dibutuhkan, dan untuk itu, Ijeck yang juga pembalap nasional mengaku akan terus meningkatkan prestasi yang ada. “Target kita yaitu terpenuhinya sarana dan prasarana olahraga. Sehingga pembinaan yang lebih baik lagi dapat dilakukan. Harus terus berjuang,” optimisnya.

Selain reli, ketertarikan Ijeck pada dunia otomotif lainnya adalah motor Harley Davidson. Dalam kepemimpinannya, HDCI Sumut sebagai klub pecinta Harley menampilkan citra yang merakyat. “Kita ingin agar kehadiran HDCI Sumut juga dirasakan masyarakat. Untuk itu kita selalu menggelar bakti sosial di setiap touring yang kita laksanakan,” terangnya.

Sekalipun lebih fokus di otomotif sebagai pereli, waktu yang ada coba dia manfaatkan untuk menyalurkan hobi positif lainnya yakni menembak. Di cabang ini, Ijeck dipercaya sebagai ketua harian Pengprov Perbakin Sumut.
Begitu juga melalui klub BlaBlaBla Motosport, Ijeck yang kini duduk sebagai penasehat coba menyentuh cabang olahraga taekwondo. Divisi khusus menangani taekwondowin Sumut pun dibentuk sehingga pembinaan dapat dilakukan dengan terpusat. Tak heran, dengan eksistensi yang telah ditunjukkan selama ini, Ijeck dinobatkan sebagai tokoh Pembina Olahraga di Pematang Siantar, 2007 lalu.

Bahwa hobi dan tanggung jawab yang diemban sebagai pembina beberapa cabang olahraga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pemahaman inilah yang menjadi motivasi Ijeck mencoba meraih sukses sebagai pengusaha selepas menamatkan kuliahnya di Fisipol UISU 1998 lalu. “Saya fokus pada dua perusahaan perkebunan dan pabrik. Dari situ saya coba eksis di hobi dan pembinaan,” aku Ijeck yang telah menyelesaikan S2 Hukum Ekonomi di USU.

PT Anugerah Langkat Makmur di daerah Langkat Sumatera Utara merupakan salah satu kesuksesan Ijeck. Dari perusahaan yang telah mempekerjakan sekitar 600 karyawan ini pula suami dari Sri Ayu Mihari yang dinikahi 1998 lalu menyisihkan sedikit hasil yang ada untuk menunjukkan eksistensinya dalam usaha meningkatkan prestasi olahraga Sumut ke depan. Akhirnya, Ijeck sangat mengharapkan peranan dari para generasi muda sebagai ujung tombak pembangunan.

“Janganlah terlibat narkoba karena itu hanya merusak mental dan menjadikan cara berpikir tidak normal. Cari hobi yang positif sehingga waktu luang yang ada bisa bermanfaat. Dan, yang terutama jaga kekompakan tanpa memandang suku maupun agama. Cobalah mempercayai seseorang untuk menjadi pemimpin dan semua akan baik-baik saja,” pungkasnya. (jul)

Goodbye Scholessy

MANCHESTER-Satu lagi pemain Manchester United memutuskan pensiun di pengujung musim 2010-2011. Setelah Gary Neville dan Edwin van der Sar, Paul Scholes mengakhiri 17 tahun karir profesionalnya di lapangan hijau. Scholes pensiun pada usia 36 tahun.

Scholessy (sapaan akrab Scholes) merupakan salah satu pemain loyal United. Bagaimana tidak, dia menghabiskan seluruh karir profesionalnya hanya bersama United (one club man). Selama 17 tahun di Old Trafford, pemilik 676 laga dan 150 gol itu mengoleksi 24 gelar di berbagai ajang.

Scholes sekaligus dikenal sebagai pemain dari generasi emas United, class of 92. Seiring pensiunnya Scholes, praktis tinggal Ryan Giggs sebagai satu-satunya pemain dari class of 92 yang masih bertahan di United. Giggs yang kini 38 tahun erikat kontrak semusim lagi. Giggs sekaligus one club man.

“Ini bukan keputusan yang saya ambil dengan mudah. Tapi, saya merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk berhenti bermain,” ungkap Scholes saat mengumumkan pensiun kemarin di situs resmi United.
Scholes sejatinya masih diinginkan pelatih United Sir Alex Ferguson bermain semusim lagi. Kontrak pun sudah disodorkan. Namun, Scholes merasa dirinya tidak lagi kompetitif bersaing di starting eleven dan tidak ingin hanya sekadar menjadi pelengkap.

Scholes juga merasa puas dengan sukses Setan Merah (sebutan United) menjuarai Premier League, sekalipun gagal di Liga Champions. Ketika Setan Merah kalah 1-3 dari Barcelona di Stadion Wembley (28/5), Scholes mendapat kesempatan turun sebagai pemain pengganti di 13 menit terakhir.

“Saya bukan lelaki yang suka membual, tapi saya sudah mendapatkan segalanya di sepak bola seiring dengan karir panjang dan sukses bersama Manchester United,” tutur pemilik nomor 18 di United itu.

“Bisa menjadi bagian dari tim yang membantu klub meraih gelar ke-19 di liga Inggris adalah kehormatan besar,” sambung pemain yang akan menggelar laga testimonial pada Agustus nanti itu.

Lalu, bagaimana dengan masa depannya? Scholes mengatakan apabila dirinya akan menerima tawaran menjadi salah satu staf pelatih di United. Ferguson pun sudah memberi dukungan.

“Paul selalu menunjukkan komitmennya kepada klub dan saya senang dia bergabung dengan staf pelatih musim depan. Paul selalu menginspirasi pemain dari segala usia dan kami tahu itu akan berlanjut di karir barunya,” papar Ferguson.

Belum ada keputusan terkait posisi yang akan ditempati Scholes dalam staf pelatih United. Kemungkinan terbesar adalah di tim reserve. Scholes bisa mendampingi Warren Joyce yang bekerja sendiri sejak ditinggal Ole Gunnar Solskjaer ke Molde (Norwegia).

Di sisi lain, seperti dilansir Daily Express, Scholes kabarnya akan menerbitkan autobiografi akhir tahun ini. Sebagi pribadi yang dikenal santun di luar lapangan, sepertinya tidak akan muncul kontroversi pada autobiografi Scholes.  “Paul Scholes adalah yang terbaik! Pemain hebat, orang baik, dan teman,” ungkap Neville di The Sun.
Komentar juga meluncur dari Rio Ferdinand di akun Twitter-nya. “Paul Scholes adalah Sat Nav (satelit navigasi) yang berubah dari seorang gelandang pencetak gol ke seorang diktator lapangan. Jenius. Saya bakal merindukannya di latihan karena hanya dia yang menunjukkan ekspresi dingin dan komentar garing ketika kami pemanasan naik sepeda,” urainya. (dns/jpnn)