Home Blog Page 15174

Bintang Medan- PSMS Bisa Saja Merger

Menjelang bergulirnya musim Divisi Utama dan paruh musim LPI, ada selintingan yang menyebutkan Bintang Medan dan PSMS akan segera dilebur jadi satu tim.

Namun kompetisi yang akan diikuti masih abu-abu alias masih tak bisa dijelaskan kepastiannya.
CEO Bintang Medan, Dityo Pramono tak menampik isu itu. Dihubungi kemarin, Dityo menjelaskan memang ada wacana kalau kedua tim akan digabungkan jadi satu. “Selintingannya sih sudah berkembang sejak akhir kompetisi lalu. Tapi kami masing-masing dari kedua klub belum membicarakan kepastian itu. Mungkin jawabannya akan diputuskan dalam waktu dekat,” kata Dityo.

Dalam kepastian kompetisi yang akan diikuti, Dityo tampaknya berat kepada LPI. Namun masih menanti kebenaran isu itu sendiri. Hal itu dapat dilihat dari kompetisi Divisi Utama atau Super Liga yang akan semakin berat musim depan. Persoalan utamanya adalah diharamkannya APBD untuk klub Indonesia mulai musim depan.
Sekadar mereview, ketika PSMS akan mengarungi musim lalu, PSMS sempat akan pindah haluan ke LPI karena iming-iming dana besar. Namun karena penolakan sejumlah praktisi sepak bola, akhirnya PSMS yang saat itu masih dipimpin Dzulmi Eldin memutuskan tetap bermain di Divisi Utama.

Musim depan, isu pendanaan dipastikan masih akan jadi masalah besar bagi PSMS. Dilarang menyusu APBD bisa jadi kiamat bagi PSMS.  Menjawab kemungkinan itu Dityo menyambut baik. “Kalau memang ingin digabungin kita tak akan larang. Ya kita buka pintu dengan lebar. Toh PSMS juga punya saham di PT Bintang Metropolitan yang membawahi Bintang Medan. Tapi itu mungkin masih akan dibahas kalau memang benar begitu,” pungkas Dityo.
PSMS sendiri kini sedang vakum menyusul dibubarkan oleh Sekretaris Umum PSMS, Idris 25 Mei lalu. (ful)

Michael Mau Donny Bisa Masuk Skuad Tanpa Seleksi

MEDAN- Arsitek Bintang Medan, Michael Feictenbeiner memuji mantan gelandang PSMS, Donny Fernando Siregar. Bahkan Michael berharap Donny yang sedang ikut seleksi serius bergabung ke Bintang Medan. Kalau memang serius, Michael bersedia memasukkan Donny tanpa seleksi ke dalam skuadnya.

Pada seleksi kemarin di Lapangan Thamrin Graha Metropolitan, 15 pemain seleksi termasuk tiga mantan pemain PSMS Medan Donny F Siregar, Azuan Lubis dan Denny Wahyudi tampak hadir dalam seleksi tersebut. Seleksi tersebut diawali dengan pertandingan ujicoba antara gabungan beberapa pemain Bintang Medan dengan pemain seleksi.
Kendati tidak sesuai harapan, Pelatih Bintang Medan Michael Feichtenbeiner mengaku senang dengan kehadiran Donny.  “Kami berharap pemain seleksi yang datang adalah pemain yang pernah main di liga super. Tapi kami hanya melihat Donny yang punya pengalaman liga super,” sebutnya.

Michael juga menyebutkan bakal ada tiga pemain lain yang akan diseleksi lebih lanjut hari ini, namun namanya masih dirahasiakan. Sementara sisanya, dia belum yakin. “Ada tiga pemain lainnya yang akan lanjut ihat saja besok (hari ini)” ucap pria berkaca mata itu.

Namun untuk Donny, dia menyatakan, jika Donny memang serius bergabung, pintu Bintang Medan akan terbuka lebar untuk mantan pemain Persiba Balikpapan dan Persijap Jepara itu. “Kalau dia serius akan otomatis bergabung ke Bintang Medan. Dia tidak perlu seleksi lagi, saya tahu kualitas dia karena sebelumnya saya menyaksikan dia main langsung. Dia boleh lansung menandatangani kontrak. Saya sudah bilang itu sama dia,” papar Michael.
Bahkan Michael menyebutkan, pemain kelahiran Balige itu adalah pilar terbaik yang dimiliki PSMS di musim Divisi Utama 2010/2011. “Dia layak untuk mengisi posisi gelandang Bintang Medan. Dia pemain terbaik yang dimiliki PSMS,” tambahnya.

Michael berharap, di hari kedua hari ini akan banyak pemain berpengalaman lainnya yang bergabung ke Bintang Medan. “Persaingan LPI pasti akan lebih ketat di putaran kedua nanti. Jadi, kalau yang ikut seleksi hanya pemain yang punya kapasitas sedikit lebih baik dari pemain yang ada sekarang untuk apa kami rekrut. Kami perlu pemain bagus,” ungkap Michael lagi.

Sayangnya Donny tampak masih ragu berlabuh ke Bintang Medan ataupun klub LPI lainnya. Donny mengaku hanya sebatas latihan menjaga kebugaran saja bersama Bintang Medan. “Saya hanya ikut latihan di sini untuk menjaga kebugaran. Tawaran yang diajukan Bintang Medan saya hargai sekali. Tapi saya akan pikir-pikir dahulu,” kata Donny. (ful)

Dua Pemain Asing Didepak

Bintang Medan memutus kontra dua pemain asingnya, Gutti Ribeiro dan Ahn Hyo Yeon. Kedua pemain itu dinilai tak berkontribusi maksimal sepanjang putaran pertama Liga Primer Indonesia (LPI).

“Kami harus menyudahi kerjasama dengan dua pemain itu menyusul performa kurang maksimal mereka selama ini. Kami harus melakukan itu untuk kebaikan tim ini,” ujar Michael Feichtenbeiner di sela-sela seleksi di lapangan TGM kemarin.Selama menjadi bagian Bintang Medan atau dalam 18 kali pertandingan digelar, Gutti menjadi pemain asing yang paling sedikit diturunkan. Dia hanya tampil di tiga laga, itupun tidak pernah masuk dalam susunan winning eleven.

Cedera yang dialaminya membuatnya harus beristirahat cukup lama dari aktivitas tim. Tidak hanya itu, saat pulih pun, pelatih yang tidak terlalu yakin kemampuan yang dimiliki Gutti memilih untuk tidak menurunkannya.
Michael bahkan menyebutnya memiliki kualitas yang nyaris berimbang dengan kemampuan pemain lokal. “Kami berharap pemain asing yang punya kualitas jauh dari pemain lokal. Tapi dia tidak,” ungkap pria kelahiran Stuttgart Jerman itu.

Sementara Ahn, gol satu-satunya yang dilesakkannya ketika Bintang Medan takluk 4-1 dari PSM Makassar Jumat (27/5) lalu tidak membuat posisinya aman. Meski mengakui mendepak Ahn adalah keputusan sulit, Michael menyatakan keputusan itu harus tetap dibuat.

“Mencoret Ahn adalah keputusan tersulit, tapi itu harus dilakukan. Dia memang pemain yang bagus terutama dari kemampuan individunya. Tapi ada faktor lain yang membuat kami harus membuangnya. Dia sudah cukup tua dan bermasalah dengan performa fisik,” ungkap Feichtenbeiner.

Sebagai pengganti, Michael menyatakan, dirinya akan mencari dua pemain asing yakni satu striker dan satu pemain bawah untk memperkuat tim besutannya. “Dua pemain asing dicoret. Kami akan mencari satu bek dan satu striker lagi,” tuturnya. (ful)

Tertangkap Basah Nyabu

Sangkin asyiknya menikmati sabu-sabu yang dibeli seharga Rp100 ribu di sebuah rumah di Komplek Veteran Medan, tiga pemuda tak menyadari kalau petugas dari Resmob Polda Sumut mengintai mereka.

Ketiga pemuda, masing-masing Wahyudi (27), Andri (25) dan Suheri (32), warga Komplek Veteran Medan ini, baru sadar saat polisi melakukan penggerebekan terhadap mereka.

Akhrinya, ketiga pemuda itu tertangkap basah dan tak berkutik. Sehingga, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 20 gram narkoba jenis sabu-sabu, sebuah bong dan tiga buah pipet.

Aksi ketiga pemuda ini ternyata sudah sangat meresahkan masyarakat, sehingga masyarakat mengadukan hal itu ke personel Resmob Poldasu. Atas informasi warga tersebut, petugas langsung melakukan pengintaian dan berpura-pura mencari rumah kos. Petugas curiga dengan suasana rumah Wahyudi. Tak berapa lama, seorang pemuda datang dan langsung masuk ke rumah tersebut. Berselang dua jam kemudian, seorang pemuda lagi datang dan masuk ke rumah itu. Setelah beberapa jam mengendap dan mengintai rumah Wahyudi, akhirnya petugas melihat ketiganya sedang mengisap sabu. Saat itulah petugas langsung melakukan penggerebekan.

Setelah dilakukan penggeledahan seisi rumah, petugas menemukan sebuah kristal putih seberat 20 gram yang ditemukan dari balik lemari pakaian. Setelah penemuan itu, polisi memboyong ketiganya ke Mako Brimob. (mag-8)

PLN Harus Perbaiki Pelayanan

Dalam rentang waktu dua bulan terakhir ini, Kota Medan sering mengalami pemadaman listrik. Terakhir pada Minggu malam (29/5), sebagian kawasan Kota Medan gelap gulita karena listrik kembali padam.

Ditambah lagi, selama ini dua bulan terakhir, listrik bolak-balik padam dapat saja terjadi pagi, siang, sore atau pada malam hari. Durasi waktu juga cukup bervariasi, yakni antara satu jam sampai dengan empat jam. Lokasi listrik padam juga terjadi secara sporadis.

Berikut petikan wartawan Sumut Pos Ari Sisworo dengan Direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi SH.

Apa akibat dari sering padamnya listrik akhir-akhir ini?
Padamnya listrik sangat mengganggu konsentrasi warga. Apalagi saat ini proses penerimaan mahasiswa baru melalui program ujian SNMPTN. Bagaimana mungkin calon peserta SNMPTN dapat fokus, kalau listrik bolak-balik padam. Suasana rumah menjadi serba gelap, segenap aktivitas belajar dipastikan terganggu. Akibatnya, banyak calon peserta SNMPTN yang belajar di bawah penerangan lilin atau lampu minyak. Di siang hari peralatan teknologi/laboratorium yang berhubungan dengan energi listrik tidak bisa beroperasi. Segenap aktivitas belajar dipastikan terganggu dan itu bersumber dari listrik padam itu. Ini satu dari sekian banyak dampak negatif yang dialami masyarakat.

Dampak lainnya?
Urgensi kapasitas energi listrik sangat vital dalam menggerakan roda industri, perkantoran, lalulintas, keberlanjutan pendidikan dan aktivitas kerumahtanggaan. Energi listrik itu merupakan penyangga utama guna mempercepat inovasi dan aplikasi teknologis pada berbagai kegiatan produktif masyarakat.

Layakkah masyarakat kecewa dengan pelayanan PLN?
Masyarakat sangat kecewa dengan tindakan PLN yang bolak balik memadamkan aliran listrik. Jika konsumen telat bayar, kena denda. Masalahnya, coba kalau PLN padam apa PLN mau didenda sama konsumen?

Apa yang seharusnya dilakukan PLN?
Pertama yang harus dipertanyakan dan dijawab terlebih dahulu adalah mengapa kinerja perusahaan plat merah ini tak kunjung meningkat ke arah yang lebih baik. Kapan didapat peningkatan kualitas mutu pelayanan kepada masyarakat yang lebih memadai. Mengapa mutu pelayanan PLN terhadap pelanggan justru semakin melemah. Kalau begini sampai kapan? Kita akan terus mendorong agar PLN mampu menaikkan kinerjanya dalam menyuplai pasokan listrik, menurunkan level inefisiensi, dan menjadi perusahaan yang sehat. Setelah ini semua terjawab, baru bisa kita nilai apakah PLN akan mampu meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.(*)

Bukan Sekadar Atraksi Gitaris

Hari Ini, Guitar For Fun di Garuda Plaza Hotel

Guitar Plus, majalah gitar pertama dan satu-satunya di Indonesia, kembali menggelar even andalannya bertajuk Guitar For Fun di Garuda Plaza Hotel, Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu hari ini (1/6). Sebelumnya, kegiatan yang disponsori produk rokok terkenal di Indonesia ini sukses digelar di Jakarta, Bandung, Jokjakarta dan Bali.

Pada pagelaran kali ini, Gitar Plus memboyong para gitaris ternama tanah air seperti Christoper Coki Bollomeyer dari Netral/Deadsquad, Agung dari Burgerkill, Azis MS dari Jamrud, Pupun ROR eks Kapten, Firman Al Hakim serta dua kontributor klinik Gitar Plus, yakni Ezra Simanjuntak dari Zi Factor dan Andy Owen.

“Kehadiran mereka tak lepas dari dukungan para sponsor setia, dari beberapa brand alat musik papan atas seperti Ibanez Guitars, Schecter Guitars, Rockwell Guitars, Artrock Guitars, Shredder Guitars, Blackstar Amplification dan Cora Amplification,” ujar Andri Indrawan dari Djarum Super didampingi Budya dari majalah Guitar Plus di sela-sela konfresi pers, Selasa (31/5) sore.

Lebih lanjut Andri mengatakan, keunikan utama dari penyelenggaraan Guitar For Fun ini adalah konsep yang disuguhkan di panggung. Para gitaris yang tampil tidak sekadar beraksi dengan permainan gitar yang mumpuni, namun juga melakukan proses interaktif dengan para audiens. Ada proses tanya-jawab yang menarik. Tema yang diangkat pun lebih menonjolkan sharing seputar profesi sang gitaris, terutama tentang pengalaman mereka hidup di jalan gitar secara professional.

“Jadi berbeda dengan event klinik gitar, Guitar For Fun tidak memfokuskan pada promosi alat musik, sehingga para gitaris penampil bisa total mengekspresikan proses kreativitasnya dalam mendalami gitar kepada para penonton. Selain itu, suasana acara juga selalu dibuat santai dan menggairahkan, banyak hadiah kuis/games sehingga selalu membuat penonton setia mengikuti acara dari awal hingga akhir,” ucapnya.

Sementara, Budya perwakilan majalah Gitar Plus mengatakan, even rutin Majalah GuitarPlus yang bertujuan merangkul para gitaris, peminat gitar dan pembaca Majalah GuitarPlus untuk berkumpul dan berbagi wawasan seputar gitar dengan suasana yang santai dan akrab. “Target audiensnya adalah para pembaca GuitarPlus, anggota komunitas gitaris daerah, gitaris, musisi dan para penggemar musik-musik berorientasi gitar,” beber Budya.(adl)

Anak Wali Kota Jadi Pj Sekcam

Sekda Marah-marah Usai Lantik Pejabat

MEDAN- Sekretaris Daerah (Sekda) Medan Syaiful Bahri marah-marah, bahkan meninggalkan 117 pejabat struktural eselon III dan IV Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang baru dilantik, salah satunya anak Walikota Medan Rahudman Harahap, kemarin (31/5). Kemarahan Sekda Medan tersebut, dikarenakan dia merasa tak dihargai para pejabat yang dilantik tersebut.

“Inilah pejabat kampungan. Tak menghargai orang,” ujar Syaiful Bahri dengan nada tinggi yang ditanyai wartawan Sumut Pos, saat mening galkan Gedung Dharma Wanita dan menaiki mobil dinasnya.

Saat ditanya, apakah besok (hari ini, red) akan ada pelantikan lagi dan apakah pejabat eselon II seperti yang diberitakan sebelum-sebelumnya? Mengenai hal itu, masih dengan wajah yang memerah dan hendak menutup pintu mobil dinasnya Syaiful Bahri membenarkannya. “Iya, besok ada pelantikan,” katanya sembari menutup pintu mobil dinasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Medan Gunawan Surya Lubis yang ditanyai tentang penyebab kemarahann Sekda itu menjelaskan, hal itu dikarenakan para pejabat yang dilantik tersebut heboh dan ribut seolah tak menghargai Sekda Medan.

“Tadi waktu mau salam-salaman ucapan selamat, barisan di belakang ribut kali. Seharusnya sesudah salam-salamanlah, baru kalau mau cerita,” ungkap Gunawan.

Lain halnya dengan salah seorang Kepala Dinas lainnya yang hadir di acara tersebut. Dikatakan kadis yang enggan disebutkan namanya itu, seharusnya Sekda Medan Syaiful Bahri jangan terlalu arogan.
“Dia (Syaiful Bahri, red) sering kali marah-marah. Harusnya jangan begitulah kalau jadi pimpinan. Sikap ini sejak dia jadi Sekda,” ungkap kadis tersebut.

Saat pelantikkan tersebut, juga sempat diwarnai padamnya aliran listrik tepat sekira pukul 15.33 WIB. Dan listrik kembali menyala 7 menit kemudian.

Dari 117 pejabat eselon III dan IV yang dilantik tersebut, enam diantaranya adalah camat yang dirotasi ke dinas. Ke enam camat yang dirotasi ke dinas adalah Mantan Camat Medan Kota Irfan Syarif Siregar, Camat Medan Tuntungan Edward Sembiring, Camat Medan Polonia Ali Nafiah, Camat Medan Timur Rizal, Camat Medan Baru Rislan Indra dan Camat Medan Belawan P Nasution. Satu nama yang mentereng adalah masuknya nama anak Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang sebelumnya menjabat sebagai Lurah Petisah Tengah yakni, Dedy Jamin Syahputra Harahap yang naik jabatannya menjadi Pj Sekretaris Camat Medan Tuntungan.(ari)

Kadis TRTB tak Takut Sama Pemilik Nanyang

MEDAN- Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan Syampurno Pohan mengaku tidak takut dengan pemilik Nanyang Internasional School di  Jalan Sriwijaya, Kelurahan Darat, Kecamatan Medan Baru. Namun begitu, dia tetap tak mampu bersikap tegas terhadap bangunan sekolah tersebut.

“Oh nggak ada, mana ada urusannya sama dia (menyebut nama seorang pengusaha, red),” kata Kadis TRTB Syampurno Pohan saatn dikonfirmasi wartawan Sumut Pos usai menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat struktural eselon III dan IV di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, di Gedung Dharma Wanita Jalan Rotan Medan, Selasa (31/5).

Namun saat ditegaskan bahwa, proses pembangunan terus berjalan, sementara sudah ada instruksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Syaiful Bahri agar Dinas TRTB melakukan penertiban dan menghentikan pembangunan itu. Syampurno hanya mengatakan, masih akan melakukan pengecekan ulang di lokasi tersebut. “Ya, kita lihat dulu nanti. Kita harus cek lagi,” kilahnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Medan Muslim Maksum yang dimintai komentarnya mengenai Nanyang Internasional School menjawab, Komisi D telah mengagendakan akan memanggil pihak-pihak terkait yakni, Dinas TRTB, pengelola sekolah serta Pemko Medan. “Itu sudah kita agendakan dalam waktu dekat ini, dan memanggil semua pihak terkait. Kita akan memperjelas duduk permasalahannya,” jawabnya.

Seperti diketahui, pada Senin (23/5) lalu, tim terpadu Dinas TRTB Kota Medan dibantu Denpom, Koramil dan Polsek setempat melakukan pembongkaran terhadap bangunan sekolah tersebut. Alasan pembongkaran itu, karena perluasan satu unit bangunan menyimpang dari Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) yang telah dikelurkan.
Namun sayangnya, saat pembongkaran itu, Dinas TRTB terkesan tidak banyak berbuat. Menurut Kabid Pemanfaatan dan Penataan Tata Ruang Dinas TRTB Drs Ahmad Basaruddin MSi, pembongkaran dihentikan setelah pemilik sekolah berjanji akan membongkar sendiri bangunan yang menyimpang.

Bahkan, seakan tak mengindahkan status stanvas dan pembongkaran yang dilakukan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, pemilik Nanyang Internasional School tetap saja melanjutkan pembangunan.
Seperti yang terlihat di lokasi pembangunan pada Jumat (27/5) lalu, bangunan sekolah yang terletak di Jalan Sriwijaya itu masih berlanjut. Tiang pondasi dan dinding yang sudah dibongkar Dinas TRTB, malah sudah dibangun lagi. Bukan itu saja, di lahan perbatasan dengan rumah warga yang dianggap bermasalah, malah dibangun tangga ke lantai 2.(ari)

Beban APBN Bengkak Rp2,72 T

Jika Kuota BBM Ditambah

JAKARTA- Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengasumsikan akan terjadi penambahan beban di APBN sebesar Rp2,72 triliun, jika kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menjadi 40,2 juta kiloliter (kl).

Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan prognosa kuota BBM bersubsidi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2011 mengalami perubahan angka. Dari kuota sebelumnya sebesar 38,59 juta menjadi 40,2 juta kiloliter (KL).

Kepala BKF Bambang PS Brojonegoro menjelaskan, tiap penambahan satu juta kiloliter BBM bersubsidi maka akan menambah beban APBN sebesar Rp1,7 triliun. “Setiap tambahan satu juta KL berpotensi menambah subsidi Rp1,7 triliun,” ujar Bambang di Jakarta, Selasa (31/5).

Dengan demikian, jika permintaan BPH Migas menambah kuota 1,6 juta kl akan berpotensi menyebabkan tekanan pada APBN naik sebesar Rp2,72 triliun.

Namun demikian dia enggan mengungkapkan apakah akan dilakukan pengubahan pada APBNP terkait dengan permintaan BPH migas ini. “Kita lihat saja waktu pembahasan APBNP Juli nanti,” tegasnya.

Sedangkan Kementerian Keuangan secara tegas menolak usulan agar pemerintah menambah kuota volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. “Kami harus jaga untuk hidup dan melaksanakan anggaran yang ada, jangan sampai lebih 38,6 juta KL,” kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta, Selasa, (31/5).

Menurut Agus, pihaknya sangat berharap agar kuota BBM bersubsidi tidak akan bertambah. Bahkan, dia meminta agar kementerian dan lembaga berupaya untuk melaksanakan anggaran yang ada dan disiplin dengan alokasi yang disediakan. “Kami tentu fokusnya adalah ingin menjaga supaya tidak terlampaui,” kata dia.
Mengenai usulan beberapa pihak agar pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Hal itu dimungkinkan ditempuh sesuai dengan Undang-Undang APBN. Namun, tidak diungkapkan apakah opsi tersebut akan ditempuh (net/jpnn)

Industri Masih Enggan Terapkan SNI

JAKARTA- Beberapa sektor industri nasional masih enggan untuk menerapkan standar nasional Indonesia (SNI) meski pemerintah telah menetapkannya sebagai SNI wajib.

Kepala Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim, dan Mutu Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Arryanto Sagala mengatakan, saat ini, jumlah SNI wajib telah mencapai 73 SNI, atau bertambah lima SNI dari Maret 2011 yang masih sekira 68 SNI. Menurutnya, penambahan tersebut berasal dari produk berbasis logam.

Kemenperin mencatat, telah mengusulkan 21 SNI wajib meliputi persyaratan keselamatan dan kerja lampu swa ballast, pengondisian udara, lemari pendingin, dan mesin cuci.

SNI wajib juga diusulkan untuk produk sektor tekstil dan aneka mainan terkait keamanan yang bersifat fisik dan mekanis, mudah terbakar, maupun migrasi unsur tertentu. SNI wajib juga diusulkan untuk persyaratan zat warna dan kadar formaldehida pada kain untuk pakaian bayi dan anak.

Kemenperin juga mengusulkan pemberlakuan SNI wajib untuk ayunan, seluncuran, dan mainan indoor dan outdoor. SNI serupa juga akan berlaku pada baja batangan untuk keperluan umum (BKU), pipa baja lapis seng untuk saluran air, detergen bubuk dan sorbitol cair.

Terkait kendaraan bermotor, SNI wajib diusulkan untuk baterai sepeda motor, kaca spion untuk kendaraan bermotor kategori M, N, dan L, aki kendaraan roda empat atau lebih, serta untuk keselamatan sepeda motor roda tiga. Adapun, SNI wajib untuk industri maritim dan kedirgantaraan diusulkan untuk pelampung dan jaket keselamatan.
Jumlah SNI sektor industri yang sudah diterapkan pemerintah baik yang bersifat sukarela maupun wajib kini telah mencapai 3.969 SNI. SNI diterapkan terhadap enam kelompok industri, yaitu industri padat karya 433 SNI, industri kecil menengah (IKM) 189 SNI, industri barang modal 693 SNI, industri berbasis sumber daya alam 843 SNI, industri pertumbuhan tinggi 358 SNI, dan industri prioritas khusus 146 SNI.

Arryanto menjelaskan, pada prinsipnya, penetapan sebagai SNI wajib berarti produk yang diproduksi industri dalam negeri dan juga produk impor harus mematuhi standar tersebut. Hal itu, katanya, karena penerapan SNI wajib merupakan bagian dari perlindungan terhadap konsumen, selain juga masalah perlindungan terhadap keberadaan industri nasional.

Kenyataannya, katanya, sebagian besar industri nasional merupakan industri skala menengah dan kecil. Kondisi tersebut menjadikan pemerintah dalam posisi dilematis dengan dampak penerapan SNI tersebut terhadap kinerja industri. (net/jpnn)