Home Blog Page 15222

300 Rumah di Sei Mati Tergenang

MEDAN- Hujan deras yang mengguyur Kota Medan sejak pukul 22.00 WIB, Minggu malam (22/5) membuat rumah warga di sepanjang bantaran Sungai Deli, tepatnya di Kecamatan Medan Maimun, digenangi air setinggi paha orang dewasa. Pantauan Sumut Pos, Senin (23/5), beberapa daerah yang digenangi air antara lain, Gang Balai Desa Kelurahan Sei Mati, terlihat beberapa warga masih membersihkan rumahnya dan sebagian lagi terlihat menjemur pakaian yang basah.

“Mulai naik airnya pukul 02.00 WIB secara tiba-tiba. Syukurnya nggak sampai setinggi atap, jadi masih bisa menyelamatkan barang-barang,” ujar Erna, warga Gang Balai Desa No 24, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun saat ditemui di rumahnya.

Ditambahkannya, rata-rata yang terkena banjir adalah warga di bantaran Sungai Deli. “Hampir semua gang di sini kena banjir. Jadi, kira-kira ada 200 sampai 300 rumah yang kena banjir,” tambahnya.

Lain lagi dengan Dani, suami Erna menjelaskan, penyebab banjir selain memang hujan deras, juga dikarenakan banyaknya warga yang membuang sampah di sungai tersebut. “Tolonglah Bang, dibuat di koran kalau banjir ini terjadi karena banyaknya sampah di sungai,” katanya.

Dani dan Erna juga mengaku prihatin dengan kondisi yang terus-terusan terjadi. “Entah sampai kapan ini tidak terjadi lagi,” keluh mereka berdua.

Sementara itu, Pak Uar (55), warga Gang Merdeka Bawah yang ditemui di salah satu kios warga di gang tersebut yang tidak terkena banjir juga mengeluh. Menurut pria yang telah 20 tahun menetap di Gang Merdeka Bawah tersebut, pemerintah khususnya Pemko Medan tidak memiliki perhatian serius untuk penanganan masalah banjir tersebut.
“Kita tidak mengeluh, karena kejadian seperti ini sudah sering kali. Tapi, memang pemerintah sepertinya tidak peduli dengan masalah ini. Tidak ada perhatian atau solusi bagaimana masalah banjir ini tidak terjadi lagi,” bebernya.
Pemandangan yang tidak jauh berbeda juga tampak di Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun. Puluhan rumah juga terendam banjir, dan para warga tengah sibuk membersihkan rumah mereka masing-masing. (ari)

Pascasarjana Kimia USU Gelar Seminar Nasional

MEDAN- Dalam memeriahkan Tahun Kimia Internasional 2011 (International Year of Chemistry 2011), Program Pascasarjana Kimia FMIPA USU menggelar Seminar Nasional Kimia, akhir pekan lalu. Seminar ini mengangkat tema, Peran Strategis Kimia dalam Pembangunan, Pengolahan Sumber Daya Alam dan Energi yang Berwawasan Lingkungan.
Menurut Ketua Panitia Seminar M Said Siregar SSi MSi didampingi Sekretaris Abubakar SSi MSi dan Bendahara Dra Idadumariris MSi, seminar ini merupakan kegiatan ilmiah tahunan yang juga agenda rutin program pascasarjana Kimia FMIPA USU.

Diungkapkannya juga, Seminar Nasional Kimia 2011 ini juga dirangkai dengan pameran alat laboratorium mutakhir dan buku teks yang diikuti beberapa perusahaan dan penerbit buku teks terkenal.

Said Siregar, yang juga mahasiswa Program Doktor Ilmu Kimia ini menjelaskan, saat seminar, panitia menghadirkan empat pembicara utama yaitu Dr Timbul Siahaan, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Teknologi Industri yang berbicara tentang Peran Kimia dalam pertahanan dan keamanan negara. Pembicara kedua Dr Partomuan Simanjuntak MSc APU, peneliti senior dari LIPI Jakarta yang berbicara banyak terkait penelitian mutakhir bidang Kimia Bahan Alam Hayati. Sedangkan pembicara ketiga dan keempat masing-masing Prof Dr Harlem Marpaung dan Prof Basuki Wirjosentono MS PhD yang merupakan Guru Besar Senior pada Jurusan Kimia FMIPA USU Medan.

Seminar yang diikuti 200 peserta dan 40 di antaranya mempresentasekan makalahnya dibuka secara resmi Rektor USU yang diwakili Dekan FMIPA Dr Sutarman MSc. (ade)

Telkomsel Latih Karyawan Hadapi Bencana Alam

Sebanyak 300 karyawan seluruh area Telkomsel di Indonesia dilibatkan dalam pelatihan tanggap bencana dalam program TERRA (Telkomsel Emergency Respons and Recovery Activity). Manajemen kendali komunikasi, posko bencana serta penyelamatan di air dan ketinggian menjadi materi wajib tiap peserta. Targetnya membangun soliditas dan kesiapan mental untuk hadapi bencana alam yang mengintai setiap waktu.

Menggandeng mitra Telkomsel, Gadamusa  Discovery sebagai penanggung jawab utama Pusat Komando Pengendali Lapangan. Pembekalan pengetahuan teknik distribusi logistik dalam hal ini adalah peralatan telekomunikasi darurat diberikan selama tiga hari penuh. Pelatihan dilakukan selama tiga hari penuh, dengan materi penyelamatan jaringan telekomunikasi, management posko bencana dan vertical and water rescue.

GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Sumbagut – Filin Yulia mengatakan “Telkomsel berkomitmen untuk turut membantu dan membangun bangsaIndonesia. Dengan program CSR yang berkesinambungan, kami berharap dapat membantu pemerintah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan masyarakatIndonesia. Pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan mental karyawan ketika menghadapi bencana alam”.

Berbagai bencana alam seperti Gempa Bumi & Tsunami Aceh, Gempa Bumi di Padang, Tsunami di Mentawai, Gunung Meletus di Sinabung dan Jogja, menjadi peristiwa yang mengingatkan kita pentingnya kesiapan menghadapi bencana alam.

Sebagai penyedia layanan telekomunikasi selular dan broadband palingIndonesia, sudah menjadi tugas utama Telkomsel untuk bertindak cepat memulihkan saluran komunikasi seluler. Kebutuhan tersebut tidak hanya penting bagi masyarakat lokal namun juga membantu proses penanganan serta pemulihan bencana oleh para relawan. Pentingnya program TERRA, ini membuat Telkomsel kembali menggelar pelatihan dasar tanggap bencana bagi karyawan seluruh area diIndonesiatahun ini.

Kunci keberhasilan dari seluruh aktivitas di atas adalah kerjasama tim. Pada saat itulah pondasi ini dibangun oleh instruktur terlatih sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing regu. Mulai dari penyedia infrastruktur komunikasi menggunakan Pico BTS Satelit dan sumber tenaga listrik berupa solar cell. Hingga memindahkan alat tersebut baik melewati rintangan tebing maupun air.

Seperti diketahui, tim TERRA yang tersebar di setiap Grapari Telkomsel telah terjun aktif di setiap peristiwa bencana alam. Tahun 2010 menjadi tahun penuh pengabdian TERRA kalaIndonesiasecara berturut dilanda berbagai musibah alam. Mulai dari banjir bandang di Wasior – Papua, tsunami di Kepulauan Mentawai – Sumatera Barat dan peristiwa meletusnya Gunung Merapi di Daerah IstimewaYogyakarta.

TERRA turut membantu penanganan bencana di bawah kordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNPB). Selain itu TERRA juga memiliki fungsi sosial seperti melakukan bantuan sosial berupa distribusi logistik. Ikut menangani evakuasi korban bersama badan SAR maupun unsur TNI di sejumlah lokasi bencana.

Komitmen tanggung jawab social (CSR) ini mengantarkan Telkomsel mendapatkan ‘Best CSR for Indonesia Awards 2010’ untuk kategori Mitigasi Bencana. Sebagai penyedia selular terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 100 juta pelanggan di seluruh Indonesia, Telkomsel berkomitmen untuk terus membangun dan mengabdi untuk bangsa Indonesia, karena Telkomsel milik Indonesia dan Telkomsel Paling Indonesia.

Milik Baby Schumi

BARCELONA-Sebastian Vettel tidak terbendung di Sirkuit Catalunya Spanyol, Minggu (22/5) malam WIB. Pembalap Red Bull itu tampil memukau sekaligus meraih kemenangan keempat dengan catatan waktu 1 jam 39 menit 03.301 detik. Sedangkan pembalap McLaren Lewis Hamilton yang terus membayangi-bayanginya sepanjang balapan harus puas berada di peringkat kedua dengan selisih 0.630 detik, disusul Jenson Button berada di posisi ke tiga dengan selisih 35.697 detik.

Dalam balapan, Baby Schumi (julukanVettel) memang sempat mengalami start yang kurang baik karena terus diasapi pembalap Ferrari Fernando Alonso. Namun pada lap ke-25 Vettel mampu menyalip Alonso yang berada di posisi terdepan itu.

Alonso kian melorot. Ia pun tak kuasa menahan laju Lewis Hamilton, Mark Webber dan Jenson Button, yang menyalipnya satu per satu. Pada akhirnya Alonso harus puas finis di posisi kelima.

Sementara Hamilton yang menempel ketat Vettel hingga lap ke-66 tak mampu menyalip pembalap Vettel. Pembalap Inggris itu disusul Button yang finish di posisi ketiga dan Webber berada di belakangnya. Kemenangan keempat dari lima seri musim ini membuat Vettel kokoh di urutan teratas klasemen pembalap dengan 118 poin.
Usai pertarungan, Vettel pun melayangkan komentar kepada Hamilton. “Itu gila sekali, gila teman, kamu tadi terus mendekat, mendekat, mendekat,” tukasnya ceria di Planet F1.

Hamilton, yang kini masih menempati peringkat dua klasemen sementara pembalap di bawah Vettel dengan selisih 41 angka, pun menukas, “Kamu memiliki downforce yang besar sekali,” kata Hamilton.
Rekan setim Hamilton, Jenson Button, yang finis di posisi tiga dengan selisih 35,697 detik dari Vettel pun ikutan berkomentar. “Setidaknya ia (Hamilton) membuat situasinya jadi lebih sulit buatmu (Vettel),” celetuknya seraya tersenyum.

Kendati berada di posisi kedua Hamilton mengaku puas.”Saya pikir kami tidak usah kecewa dengan hasil pada hari ini. Tim sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa sepanjang pitstop dan sepanjang akhir pekan ini, mereka membuat kami berada dalam posisi untuk bisa bertarung,” akunya di Autosport.(net/jpnn)

Hasil GP Spanyol

  1. Vettel-Red Bull         1:39:03.301
  2. Hamilton-McLaren         +0.630
  3. Button-McLaren         +35.697
  4. Webber-Red Bul         +47.966
  5. Alonso-Ferrari         +1 lap
  6. Schumacher-Mercedes     +1 lap
  7. Rosberg-Mercedes         +1 lap
  8. Heidfeld-Renault         +1 lap
  9. Perez-Sauber         +1 lap
  10. Kobayashi-Sauber         +1 lap
  11. Petrov-Renault         +1 lap
  12. Di Resta-Force India     +1 lap
  13. Sutil-Force India         +1 lap
  14. Buemi-Toro Rosso         +1 lap
  15. Maldonado-Williams         +1 lap
  16. Alguersuari-Toro Rosso     +2 laps
  17. Barrichello-Williams         +2 laps
  18. Trulli-Lotus             +2 laps
  19. Glock-Virgin             +3 laps
  20. D’Ambrosio-Virgin         +3 laps
  21. Karthikeyan-HRT         +4 laps

Tidak Finis

  • Massa-Ferrari
  • Kovalainen-Lotus
  • Liuzzi-HRT

 

DPRD DS: Kadisdikpora Bohongi Publik

Penanganan Dugaan Korupsi Rp93,2 M Jalan Terus

LUBUK PAKAM-Tindakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemkab Deli Serdang Sa’adah Lubis SPd MPd mengumumkan surat dihentikannya penanganan dugaan penyelewengan Dana Alokasi Khusus Pendidikan (DAK-Dik) Kabupaten Deliserdang Tahun 2007-2010 senilai Rp93, 2 miliar, Rabu (11/5) silam, menuai kecaman. Pasalnya, pengumuman itu dibeber di depan sejumlah wartawan berdasarkan isi surat balasan permohonan petunjuk yang dikirimkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Pakam berisi balasan permohonan petunjuk.
Dalam konferensi pers itu, Sa’adah Lubis mengklaim kasus korupsi di dinas yang dipimpinnya sudah dihentikan berdasarkan surat bernomor B-6678/N.222/Dek.3/11/2010 tertanggal 24 Nopember 2010, yang diandatangani Plt Kajari Lubuk Pakam, T Adlansyah Putra SH. Padahal ketika hal itu dikonfirmasi ke pihak kejaksaan, Adlansyah membantah pihak nya menghentikan penyidikan dugaan korupsi Didsikpora tersebut.

Kecaman itu antara lain datang dari Wakil Ketua DPRD Deli Serdang Dwi Andy Syahputra. Wakil rakyat itu menegaskan, Saadah Lubis tidak la yak membacakan surat yang diberikan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Pakam untuk disebarluaskan ke masyarakat. Pasalnya surat tersebut adalah surat koordinasi antara Kejari-Disdikpora dalam rangka penanganan dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan tahnun 2007.
“Sa’adah bukan pejabat Kejaksaan yang bertugas mengumumkan penghentian penyelidikan terhadap satu perkara,” kecamnya.

Bahkan pria lulusan Universitas Al Ahzar Kairo Mesir menilai sikap dan tindakan Kadisdiskpora melenceng dari tugas pokok dan fungsinya. Pasalnya, setelah dikonfirmasi kepada pejabat yang menandatangani surat itu, diketahui belum ada tindakan penghentian penyelidikan.

“Tolonglah jangan memberikan informasi menyesatkan ke publik. Sebelum disiarkan ke media hendaknya dicek terlebih dahulu kebenaran surat itu,” tegasnya.

Selain itu, kata Andy, pangilan akrab Dwi Andy Syahputra, hendaknya sebelum disebarluaskan untuk pemberitaan, terlebih dahulu dicek ke istansi yang mengeluarkannya, bukan langsung mengeluarkan pernyataan dalam bentuk konferensi pers.

Seperti diberitakan, Rabu (11/5) silam bertempat di ruang kerja Kadis Infokom Neken Ketaren, digelar konferensi pers dihadiri Kadisdik Sa’adah Lubis SPd, Kepala Bidang Saran dan Prasarana Setia Darma Sembiring serta Kasubsi Bina Program Pardo Sihite.

Kegiatan itu bertujuan meluruskan banyaknya aksi demontrasi yang akhir-akhir ini berlangsung dan menyebutkan telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemkab Deli Serdang.
Pada pemberitan, sejumlah media terbitan Medan yang menyebutkan adanya dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjan DAK TA 2007-2010 di Disdikpora sekitar Rp93 miliar.

Secara terpisah, Kepala Pemeriksaan Kejaksaan Negeri Lubuk pakam T Adlansyah Putra SH membantah telah terjadi menghentian penyelidikan terhadap pengelola dan pertanggung jawaban  DAK bidang pendidikanm TA 2007.
“Pernyatan Sa’adah Lubis SPd, MPd dengan membacakan surat penghentian pemeriksaan pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi itu tidak benar. Belum ada penghentian kasus itu,” tegasnya.

Dalam surat itu disebutkan bahwa kejaksaan memberikan surat berasal Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam prihal Mohon Petunjuk yang ditujukan kepada Disdikpora. Surat tersebut tertanggal 24 Nopember 2010, bernomor surat B-6678/N.222/Dek.3/11/2010. Ditanda tanggani PLT Kepala kejaksaan Negeri Lubuk Pakam, T Adlansyah Putra SH.
Kepala Dinas Pendidikan Pemudah dan Olahraga Pemkab Deli Serdang Sa’adah Lubis SPd MPd ketika dikonfirmasi sebelumnya mengatakan, saat konferensi pres berlangsung, dia kurang mengerti perihal surat itu.

Sa’adah mengaku sebelum membacakan surat tersebut ke halayak media, surat itu diperolehanya dari staf bagian sarana prasana. ”Surat ini berasal dari staf saya. Tetapi sebelumnya dibacakan surat itu saya perlihatkan sama Bupati Amri Tambunan, lantas diperbolehkan beliau,” bilangnya.

Pejabat yang baru dua bulan menjabat sebagai Kadispora itu menyatakan bahwa permasalahan dugaan korupsi itu berupakan hasil audit BPK-RI. Bahkan Hj Sa’adah SPd kurang memahaminya. ”Orang berbuat saya harus menjawab. Tetapi sebelum menggelar konferensi pers saya menghadap Bupati Amri Tambunan, dan ketika itu bupati memperbolehkannya,” ungkapnya.

Diadukan ke Kajatisu

Dugaan korupsi ini kembali mencuat ketika Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Pendidikan Bangsa (LSM-P2B) Jakarta melaporkan Bupati Deli Serdang Amri Tambunan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas dugaan penyelewengan DAK-Dik Kabupaten Deliserdang Tahun 2007-2010 senilai Rp93, 2 miliar. Dugaan korupsi ini dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Pendidikan Bangsa (LSM-P2B) Jakarta, Selasa (10/5) lalu. Laporan secara resmi disampaikan Ketua Umum LSM-P2B Jakarta Saidin Yusuf YP SH dan diterima staf bagian tata usaha Kejatisu.

Dalam berkas laporan tersebut, LSM-P2B menyertakan bukti-bukti  pendukung bentuk penyimpangan pengelolaan dana DAK-DIK itu. ”Semua hasil temuan kita lampirkan. Tidak ada yang ketinggalan, sebab ini akan membantu penyidik mengungkap kasus tersebut,” ucap Yusuf pada wartawan di Kejatisu Jalan AH Nasution Medan.
Dikatakan Yusuf, mereka telah melakukan investigasi sejak 2007 hingga 2010. Hasilnya, pelaksanaan DAK-DIK di Kabupaten Deliserdang diduga sarat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), hingga berpotensi menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp93,2 miliar.  ”Prinsip pengelolaan DAK-DIK adalah swakelola. Artinya uang yang dikucurkan dikelola sendiri kepala sekolah beserta Komite sekolah,” sambung Yusuf.

Tapi, katanya, dalam praktiknya diduga ada intervensi dan arahan dari pejabat teras Pemkab Deliserdang. “Prinsip swakelola hanya di atas kertas, artinya ada penyimpangan dalam pengelolaan dana DAK tersebut,” tegas Yusuf.
Di samping itu, tambah Yusuf,  proses penawaran tender fisik  dan pengadaan barang terkesan rekayasa untuk memenangkan rekanan yang sudah dijagokan sebelumnya.

Kemudian, penawaran barang dan peningkatan mutu, seperti buku dan alat peraga di atas 96 persen dari pagu anggaran ini tidak sesuai dengan ketentuan petunjuk teknis. Seharusnya, kata Yusuf, penawaran selalu di bawah 80 persen dari pagu anggaran. “Proses ini terjadi sejak 2007 hingga 2010. Perhitungan total kerugian negara akibat penyimpangan pengelolaan DAK-DIK tersebut mencapai Rp93,2 miliar, jumlah ini kan sangat fantastis,“ tegas Yusuf.
Dalam kasus ini, mereka meminta Kejatisu segera memanggil Bupati Deliserdang dan Kepala Dinas Pendidikan-nya. ”Menurut dugaan kami kedua pejabat ini mengetahui dan bertanggung jawab atas kasus ini,“ katanya.

Pihaknya siap membentuk tim khusus membantu penyidik Kejatisu membuka kasus ini selebar-lebarnya. ”Tim LSM-P2B Pusat siap jadi supervisor,“ tegasnya.

Menurut Yusuf, selain melaporkan kasus ini ke Kejatisu, pihaknya juga membuat pengaduan ke Jaksa Agung, Jaksa Muda Intelijen (JAM Intel) dan Jaksa Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus).

Secara terpisah, Kadis Infokom Pemkab Deli Serdang Neken Ketaren menegaskan bahwa tudingan pihak LSM tersebut tidak beralasan. “Bila temuan hasil audit BPK-RI tahun 2007-2010 di dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga tidak ditindaklanjuti mungkin saja dipanggil jaksa, tetapi hingga kini kan tidak ada (panggilan jaksa),” katanya. Dia menegaskan, setiap temuan dari hasil audit BPK-RI, Pemkab Deli Serdang selalu menindaklanjutinya. (btr)

Kejari Usut Dugaan Korupsi Bansos Medan Rp11,6 M

MEDAN-Balai Kota Medan pekan lalu diobok-obok oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan. Petugas dari Bagian Intelijen tersebut mencari sejumlah proposal yang diduga fiktif dari ruang Bagian Sekretariat Daerah (Setda), Bagian Agama dan Pendidikan. Dari ruangan-ruangan tersebut, pihak Kejari Medan menyita ratusan berkas untuk diselidiki.
Hal itu dibenarkan Kepala Bagian Agama dan Pendidikan Setda Kota Medan Suaidi Lubis, yang ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya Lantai III Balai Kota Medan, Kamis (12/5). “Bukan kemarin, tapi kemarin dulu. Kalau tidak salah Hari Senin tanggal 9 Mei 2011 lalu,” akunya.

Ditambahkannya, berkas-berkas yang diminta oleh tim Kejari berjumlah dua orang tersebut adalah berkas-berkas hibah Pemko Medan terhadap beberapa lembaga di Tahun 2010 lalun

Ditemui usai Salat Zhuhur, Suaidi menampik kabar, pihak Kejari menyita proposal-proposal bantuan yang diduga bodong. “Nggak, bukan proposal bodong. Semuanya bentuk hibah dan ada pertanggungjawabannya. Ada dua yang memang sampai saat ini belum ada Surat Pertanggungjawagan (Spj) nya. Tapi setelah saya tanyakan kepada yang bersangkutan, dana hibahnya memang belum dipergunkan sama sekali,” terangnya.

Bantuan Pemko Medan kepada penerima yang sampai saat ini belum ada Surat Pertanggungjawabannya adalah Bantuan Sosial (Bansos) kepada Forkala Kota Medan sebesar Rp350.000.000 dan Bantuan Sosial (Bansos) kepada Perwakilan Ummat Budha Indonesia Kota Medan sebesar Rp250.000.000.

Diterangkannya, jumlah dana hibah yang dialokasikan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemko Medan Tahun 2010 sebesar Rp11.216.000.000.
“Jumlah Rp11 miliar lebih dari APBD Pemko Medan tahun lalu, untuk tahun ini sama jumlahnya. Jadi, semua sudah teralokasi semua,” tegasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Medan Raja Nofrizal menegaskan, penggeledahan itu terkait dugaan penyalahgunaan anggaran di Pemko Medan. Kasus tersebut sedang diselidiki. “Kita belum bisa menjabarkan lebih lanjut karena sedang penyelidikan,” beber Raja Nofrizal.

Kejari juga enggan membeber siapa saja yang diperiksa terkait kasus ini. “Kasus itu ditangani intelijen, silakan kan saja tanya pada kasinya (Intel Kejari, red),” beber pria berkumis ini.

Ketika ditanya apakah ditemukan kerugian negera dalam penyelidikan, Raja tersenyum sambil menunjuk ruangan Kasi Intel. “Inilah wartawan. Sabarlah kita kan bekerja. Nanti kita dibilang lagi tidak bekerja dalam pengungkapan korupsi di Medan,” kata Raja sembari tertawa.

Sementara itu berdasarkan penusuran wartawan di Kejari Medan, penyelidikan di ruangan agama dan pendidikan sekretariat Pemko Medan, terkait penyimpangan anggaran dalam memberikan bantuan pada masyarakat dengan menggunakan proposal kegiatan, yang diduga fiktif. Selengkapnya lihat grafis. (ari/rud)

Data Bantuan/Bantuan Sosial

Jumlah

Spj

1. MUI Medan Rp2,5 miliar ada
2. Majelis Zikir Mazta Ummul Mukminin Rp200 juta ada
3. HIPHI Kota Medan Rp150 juta ada
4. FKUB Rp1 miliar ada
5. Forkala Rp350 juta
6. Perwakilan ummat Budha Indonesia Kota Medan Rp250 juta
7. LPTQ Medan Rp775 juta ada
8. PHDI Medan Rp250 juta ada
9. PGSI Medan Rp150 juta ada
10. Farsi Medan Rp75 juta ada
11. Dewan Kesenian Medan Rp500 juta ada
12. PGI-D Medan Rp1 miliar ada
13. Kemenag Medan Rp996,7 juta ada
14. Dewan Masjid Indonesia Rp50 juta ada
15. PGRI Medan Rp250 juta ada
16. BKAG Medan Rp500 juta ada
17. HSBI Rp50 juta ada
18. PD IPQOH Rp250 juta ada
19. KBIH An Nabawi Medan Rp70 juta ada
20. Panitia Safari Natal Fokkrindo Rp1 miliar ada
21. Dewan Pendidikan Medan Rp350 juta ada
22. Panitia Pembangunan Catholik Center Rp500 juta Ada
  Total Rp11.216.000.000  

Triliunan Rupiah tak Jelas Bakal Dilapor ke KPK

Hasil Lahan eks DL Sitorus pun Diduga Dikorupsi

JAKARTA-Hasil pengelolaan lahan perkebunan yang dulunya dikuasai Darianus Lungguk (DL) Sitorus, disinyalir tidak jelas. Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat mengendus ada ketidakberesan pengelolaan lahan milik negara itu, yang nilainya per tahun bisa mencapai triliunan rupiah.

“Sudah setahun lebih tidak jelas siapa sebenarnya yang mengelola, dan kemana uang hasil produksinya itu. Sebab saya memperkirakan nilainya triliunan,” ujar Martin Hutabarat Sumut Pos di Jakarta, kemarin (22/5).
Martin mengaku sudah pernah menanyakan hal ini kepada kepala kejaksaan tinggi (kajati) Sumut saat dijabat Sution Usman Adji, dalam forum resmi saat rapat kerja jajaran Kejaksaan dengan Komisi III DPR. Hanya saja, lanjut politisi dari Partai Gerindra itu, hingga jabatan kejatisu beralih ke AK Basuni Mn
Komisi III DPR belum juga mendapatkan penjelasan mengenai hal tersebut.

Martin juga mengatakan, pihaknya juga sudah beberapa kali menanyakan hal ini ke Kejaksaan Agung. “Kita selalu kejar, tapi belum juga ada penjelasan. Kalau kejaksaan belum juga menyampaikan laporan ke Komisi III, maka akan kita laporkan ke KPK,” ujar vokalis di komisi yang membidangi masalah hukum itu.

Karenanya, dia mendesak kejati Sumut untuk proaktif mencari data dan segera melaporkan ke Komisi III DPR. “Harus diperjelas siapa yang mengelola dan dikemanakan hasilnya,” cetusnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Padang Lawas (Kadishutbun Palas), Ir Soleman Harahap, pernah menjelaskan, bekas lahan yang dulunya dikuasi DL Sitorus melalui PT Torus Ganda dan Koperasi Bukit Harapan, yang masuk register 40 adalah 24 ribu hektare, selebihnya masuk Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Untuk yang berada di Kabupaten Paluta ini luasnya mencapai 47.000 hektar.

Soleman pernah mengatakan, pemerintah menunjuk sementara pengelola aset milik terpidana DL Sitorus kepada BUMN PT Inhutani sesuai dengan surat penunjukan dari Menteri Negara BUMN melalui surat nomor :S-152/MBU/2009 tanggal 4 maret 2009. (sam)

Tol Medan-Kualanamu Selesai Awal 2012

Tiga Wakil Menteri Tinjau Pembangunan Bandara

LUBUK PAKAM-Tiga Wakil Menteri (Wamen) meliputi Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Wakil Menteri Perdagangan Mahandra Siregar, meninjau pembangunan Bandara Kualanamu, akhir pekan silam.

“Kita meninjau sampai dimana proses pembangunan Bandara Kualanamu ini, termasuk mengkoordinasikan sejauh mana pekerjaan membangun jalan nasional, jalan tol serta jalan non tol,” bilang Wakil Menteri PU Hermanto Dardak kepada wartawan disela-sela kunjungan.

Akses jalan non tol yang harus di kerjakan sepanjang 13 kilometer dan ditargetkan selesai awal tahun 2012, begitu juga flay over menuju stasiun kecil kereta api. Sedangkan masalah jalan non tol yang berada di tanah pembebasan atau HGU ada 3,5 kilometer yang harapkan segera selesai.

“Pembangunan jalan tol yang berada ditanah pembebasan sudah kita kerjakan, sementara anggaran untuk pergantiannya ada 5 kilometer ditambah flay over 3,4 persen, tinggal diproses saja” kata Hermanto tanpa merinci berapa dana pembebasan dan pembangunan jalan akses menuju banadara pengganti Bandara Polonia tersebut

Pembangunan jalan tol dibagi dua meliputi jalan tol Medan-Tebing Tinggi, Jalan Tol Medan-Bandara Kualanamu yang dibangun oleh pemerintah. “Anggaran dari pemerintah yang mendapat pinjaman dari Cina, dan awal 2013 Bandara ini bisa sudah beroprasi. Karenanya, jalan non tol menuju Bandara Kualanamu ini adalah yang paling utamakan kita selesaikan,” papar Hermanto sambil bergegas pulang menuju helikopter.

Di sisi lain Kepala Satuan kerja (Satker) Bandara Kualanamu, Darpin Sinaga menjelaskan bahwa progres pengerjaan sisi udara (sektor publik) sudah mencapai 80,5 persen. Sedangkan progres sisi darat (sektor privat) baru 64 persen.
Tetapi pihaknya mengalami kendalan karena pasokan material berupa pasir untuk runway (landasan pacu) bermasalah sehingga proses pembangunan terhenti sejenak. Pasalnya, lokasi penambangan pasir ditutup Pemkab setempat. “Hampir sepekan ini tidak ada kegiatan pengerjaan runway,” ungkap Darpin Sinaga. Penutupan lokasi penambangan pasir ditutup karena penambang pasir belum memiliki izin galian C.

“Bila mendapatkan pasir, maka pembangunan bandara tidak akan tersendat. Untuk itu saya berharap agar semua pihak mendukung proses pembangunan Bandara Kualanamu ini,” harapnya. (btr)

Geram Kelompok 78, Wartawan Lempari Televisi

Cerita Lain di Balik Kisruh Kongres PSSI

Kongres PSSI berlangsung memalukan. Diwarnai adu interupsi yang tidak jelas, kongres akhirnya dibubarkan. Ada banyak cerita menarik di balik kongres yang berujung ancaman sanksi dari FIFA itu. Seperti apa?

M ALI MACHRUS, Jakarta

Matahari bersinar terang ketika kongres PSSI hendak dimulai Jumat siang (20/5). Tapi, meski sinar matahari masih menyengat, hujan lumayan deras mengguyur seputaran Hotel Sultan, tempat kongres PSSI dihelat.

Hujan di tengah sinar matahari itu membuat puluhan orang yang tidak jelas dari mana asalnya, yang awalnya ingin “meramaikan” kongres, kocar-kacir. Massa yang sudah siap berbaris di seberang pintu masuk hotel itu pun lari tunggang langgang untuk mencari tempat berteduh.

Sebenarnya tidak ada gangguan berarti untuk kongres yang agenda utamanya memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Executive Committee (Exco) PSSI periode 2011–2015 itu, selain gangguan dari peserta kongres sendiri. Sebelum rencana demo oleh massa yang akhirnya dibubarkan oleh hujan tersebut dilaksanakan, setelah salat Jumat massa Forum Betawi Rembug (FBR) mendekat ke arena kongres. Massa berseragam hitam-hitam itu meneriakkan yel-yel dan membawa poster bertulisan ajakan menyukseskan kongres. Salah satu poster yang dibawa bertulisan “Nyok Kita Selesaikan Masalah tanpa Masalah”.

“Kami hanya ingin mengamankan jalannya kongres PSSI,” kata Panglima FBR Harul Ghozali kepada wartawan. “Sebagai orang Jakarta, kami wajib ikut mengamankan jalannya kongres itu. Kami menurunkan sekitar 2.000 anggota untuk mengamankan kongres tersebut,” lanjutnya.

Tidak ingin peristiwa Pekanbaru terulang, kala banyak orang tidak jelas, yang mayoritas berambut cepak, masuk arena kongres, komite normalisasi (KN) bersama pihak kepolisian merancang sistem keamanan dengan sangat ketat. Jika tidak memiliki ID card peserta, panitia, atau peninjau, jangan berharap bisa mendekati Golden Ballroom, lokasi kongres. Di ujung lorong menuju ballroom, pemeriksaan ketat dilakukan oleh pihak keamanan.

Dengan alasan mengamankan kongres pula, para awak media harus rela ber-home base di tenda besar yang disiapkan di halaman hotel, yang kira-kira berjarak 100 meter dari hotel. Agar tetap bisa mengikuti jalannya kongres, panitia menyedikan tiga set pesawat televisi flat di tenda. Sayang, hanya satu set yang sound system-nya menyala. Akibatnya, awak media yang berjumlah lebih dari 150 orang itu harus berdesak-desakan di depan salah satu televisi.

Para awak media sangat antusias dalam mengikuti jalannya kongres mulai awal sampai akhir sambil menikmati makanan dan minuman yang disiapkan oleh panitia. Kumpulan wartawan tulis, fotografer, kamerawan, wartawan radio, dan media online itu menyimak dengan saksama menit per menit yang terjadi di ruang kongres dari layar televisi. Ada yang menyimak sambil lesehan di karpet. Ada juga yang duduk di kursi sambil pencet-pencet laptop atau BlackBerry ketika ada pernyataan menarik dari peserta kongres.

Tapi, setelah sekian lama dicekoki tayangan “drama kongres” yang memuakkan, emosi sebagian awak media terpancing. Teriakan huuuuu atau paraaaaah menggema jika ada anggota Kelompok 78 yang melakukan interupsi dan melontarkan kalimat-kalimat kacau. Saking tidak tahannya dengan kelakuan para pentolan Kelompok 78, apalagi salah seorang di antara mereka berbicara dengan kata-kata kasar dan menghina, salah seorang awak media tak bisa menahan emosi dan melempari pesawat televisi itu dengan bungkus makanan. Yang dilakukan oleh awak media tersebut pun mendapatkan aplaus dari awak media lain.

Sekitar pukul 22.00 WIB, debat kusir atau saur manuk seperti yang dipamerkan oleh salah seorang peserta kongres masih saja terjadi. Beberapa wartawan semakin tidak kuasa menahan emosi. Selain muak dengan tingkah orang-orang yang katanya melakukannya demi sepak bola itu, mereka dikejar deadline dari kantor masing-masing.

“Teman-teman, bagaimana kalau kita ambil alih saja kongres di dalam dan orang-orang yang banyak bicara itu kita suruh keluar. Masak pukul segini kongres masih ribut begitu-begitu saja,” teriak Wimbo Satwiko, wartawan Jakarta Globe, yang disambut teriakan setuju sambil tawa ngakak beberapa wartawan lain.

Soal adu interupsi dan caci maki saat kongres, sumber Jawa Pos mengungkapkan bahwa semua itu sudah dirancang dengan matang. Malam sebelum kongres, bertempat di salah satu hotel di Jakarta, mereka melakukan geladi resik tentang hal yang akan mereka “pentaskan” di kongres. “Awalnya, bahkan dirancang sampai ada aksi saling cekik. Tapi entah kenapa, itu tidak jadi dilakukan saat kongres. Mungkin karena Pak Agum menutup kongres sebelum selesai,” ucap sumber tersebut. (c11/nw/jpnn)

Bikin Film Sepak Bola

Nova Eliza

Setelah lama tidak terdengar kabarnya, Nova Eliza kembali muncul di dunia hiburan. Tidak lama lagi, kemampuannya berakting di depan kamera bisa segera dinikmati.

Ibu satu anak itu tengah bersiap untuk merilis film terbaru bergenre komedi yang berjudul Golden Goal.
Dalam film tersebut, Nova berperan sebagai manajer tim sepak bola. Dia mau bermain di film itu karena yang menjadi sutradara adalah suaminya, Mirwan Suwarso.

“Yang membuat saya tertarik adalah perannya. Faktor lainnya, suami saya yang men-direct. Saya men-support semua yang dilakukan Mirwan,” jelasnya.

Sejak menikah dengan Mirwan pada September 2007 dan melahirkan putrinya, Naima Malinka, pada 26 Desember 2008, Nova tidak banyak tampil di hadapan kamera. Perempuan 30 tahun itu memilih untuk berkonsentrasi mengurus kehidupan rumah tangganya. Baru setelah sang putri bisa ditinggal, dia tidak berkeberatan untuk syuting lagi.
Nova mengungkapkan enjoy meski harus menerima arahan suami untuk berakting. “Dia nggak pernah marah saat men-direct. Dia nggak galak,” katanya.

Apakah Nova dibayar tinggi oleh suaminya? “Dia malah ikut membayar karena kami sama-sama produser. Yang pasti, kami senang karena film tersebut bisa keluar setelah tiga tahun,” papar Mirwan.

Sebenarnya, film tersebut dipersiapkan sejak tiga tahun lalu dan siap tayang pada 2010. Namun, penayangannya diundur dengan beberapa pertimbangan. “Film itu mengungkap banyak kekonyolan dalam dunia sepak bola. Kami takut kurang bijak kalau film itu keluar saat ramai Piala Dunia,” jelas Mirwan. (fed/c12/any/jpnn)