Home Blog Page 15239

Saat Penggerebekan Hakim Leba di Surabaya

MEDAN- Dari hasil pemeriksaan penyidik Dit Narkoba Poldasu terhadap Hakim PN Binjai Leba Max Nandoko Rohi, tidak mengetahui segala bentuk aktivitas di rumah dinasnya Jalan Aiptu Radiman, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, terkait penggerebekan sabu-sabu beberapa waktu lalu.

“Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, Kamis (19/5), hakim Leba tidak mengetahui aktivitas di rumah tersebut, karena saat dilakukan penggerebekan dia sedang di Surabaya,” ujar Dir Narkoba Poldasu Kombes Pol Anjar Diwantoro usai pemusnahan barang bukti, Jumat (20/5).

Dijelaskan Anjar, sewaktu hakim pergi ke Surabaya, kunci dititipkan kepada Ariz (DPO) untuk menjaga rumah. Jadi Ariz menggunakan rumah tersebut sebagai lokasi narkoba. Dimana, Ariz merupakan jaringan si Buyung.
Ditambahkan Anjar, tersangka Syahrul Akhir Hasibuan (26) saat dipertemukan dengan Leba Max di ruang penyidik tidak saling mengenal.

“Dikarenakan tersangka merupakan komplotan dari Ariz yang mencari kesempatan pada saat menjaga rumah milik Leba Max yang ditinggal pergi. Sementara, Leba Max mengetahui rumahnya digerebek dari tetangga sebelah rumahnya,” cetus Anjar.

Sebelumnya, Direktorat Reskrim (Ditres) Narkoba Poldasu berencana memanggil hakim Pengadilan Negeri (PN) Binjai itu, Senin (16/5) lalu. Namun karena bertepatan hari libur nasional, pemanggilan baru dilaksanakan Kamis (19/5). (adl)

Pemuda Lajang Tewas Gantung Diri

LUBUK PAKAM- Hafiz (17) warga Lingkungan I Benteng, Kelurahan Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, ditemukan tewas gantung diri di pintu kamar mandi rumahnya, Jumat (20/5).

Informasi diperoleh, sebelum gantung diri, lajang tamatan sekolah dasar (SD) ini, ribut dengan salah seorang abangnya. Diduga usai keributan itu, Hafiz nekat menghabisi nyawanya dengan mengantung diri.

Dia ditemukan pertama kali oleh ibunya saat pulang perwiritan. Ibu korban terjekut melihat Hafiz tewas tergantung dengan tali nilon yang diikatkan pada kusen pintu kamar mandi rumah mereka. Jeritan ibu korban membuat warga sekitar berdatangan dan menurunkan jenazahnya.

Kapolsek Lubuk Pakam AKP Ikhwan didampingi Kanit Reskrim Ipda Dimun Hutauruk, ketika ditemui dilokasi kejadian mengatakan, dugaan sementara korban tewas murni gantung diri.(btr)

Kartu As, Memang Paling Murah

D’Best Master, Pemenang Kompetisi Dance Kartu As

MEDAN – Ini manfaat lebih yang bisa dirasakan pelanggan yang menggunakan kartu As. Selain bisa menikmati ratif yang paling murah, pelanggan juga berkesempatan mengikuti berbagai event yang disuguhkan Telkomsel sebagai wujud apresiasi ke pelanggan. Mulai dari nonton bareng,  konser musik,  temu bintang idola, kompetisi dance dan sebagainya.

Belum lama ini, Telkomsel menggelar kompetisi dance  yang dikemas dalam event “TourHeart with SMASH”,  di 4 kota di Indonesia Medan, Bekasi, Makasar dan Surabaya. Kompetisi Dance yang  dimulai tanggal 5 Maret 2011 sd 20 April 2011 ini  diikuti 64 group.

Dimana untuk mengikuti ini peserta harus mengupload video dance mereka ke youtube dan facebook kartu As. Kriteria penilaian adalah peserta yang paling banyak mendapat  tanda “like” di facebook, jumlah view di youtube dan SMS vote ke ADN 8088.

Setelah melalui tahapan penilaian, grup dance D’ Best Master dari Medan berhasil keluar sebagai juara pertama pada even yang digelar secara nasional ini. ‘’Tentunya sangat senang bisa menjadi juara pertama,”ujar Afrizal insruktur dance dari D’Best Master didampingi personil lainya Fenina Dolina,  Junaidi  dan Brema Tarigan.

Afrizal juga menyampaikan terima kasih kepada Telkomsel atas kepeduliannya menggelar event seperti ini. ‘’Pastinya ini sangat bermanfaat bagi kita untuk lebih mengembangkan bakat dan kreatifitas yang dimiliki,”sambung warga Jalan Candi Borobudur Medan ini.

Kompetisi ini memang ditujukan guna menggali talenta kawula muda.  ‘’Ajang kreasi ini memang ditujukan dapat menggali talenta kawula muda khususnya yang memiliki bakat dance.  Kami sangat bangga bahwa yang menjadi pemenang kompetisi ini berasal dari kota Medan,”sebut Manager Branch Telkomsel Medan – Heribertus Budi Ariyanto. Dikatakan Heribertus, sambutan masyarakat terhadap program ini cukup baik. Terutama dari Masyarakat Medan.

Event ini sendiri, sambungnya, merupakan rangkaian dari TourHeart with SMASH .

Gelaran event ini sekaligus melengkapi manfaat lain bagi pelanggan yang menggunakan kartu AS Paling Murah dengan tarif nelpon Rp. 0 setiap kali nelpon ke sesama pelanggan Telkomsel untuk 30 detik pertama,  gratis SMS seharian  serta gratis facebook & Chatting.  Cara menikmati gratis Facebook & Chatting selama satu minggu  cukup menekan *363*363#lalu OK, pelanggan akan mendapatkan notifikasi GRATIS Facebook dan Cahtting selama 7 hari.

Pada hari ke 7 pulsa pelanggan akan dipotong  Rp. 5000 sebagai biaya proses perpanjangan otomatis untuk berlanggan 7 hari berikutnya (SMS notifikasi akan diberikan setelah proses registrasi berhasil), atau dapat juga melalui SMS dengan mengetik SC<spasi> Minggu kirim ke 3636, dan ikuti petunjuk selanjutnya.

Murahnya tarif kartu As ini diakui oleh personil  D’ Best Master ini. ‘’Kami semua menggunakan kartu As. Dari SMA sudah pakai kartu As,”sebut Fenina Dolina. Mahasiswa sastra Inggris USU ini mengatakan, sangat nyaman menggunakan kartu As. ‘’Selain tarifnya murah, jaringannya juga luas,”lanjutnya. D’ Best Master , kata Fenina juga sering tampil ke daerah.

‘’Selama berada di daerah tidak pernah bermasalah soal sinyal. Tetap bagus,”ujarnya. Fenina juga mencoba produk provider lain. ‘’Saya coba pakai kartu lain. Tetapi selalu bermasalah di jaringan,”akunya.

Selain untuk nelepon dan SMS, Fenina banyak memanfaatkan fasilitas internet dari kartu As. ‘’Internetan pakai kartu As lebih cepat dan murah, hanya Rp1/kb. Selain untuk facebook, saya juga sering buka google untuk persiapan ujian,’’ujar Fenina. (*/sih)

Sinergi Telkomsel-Flexi-Infomedia Nusantara

Inovasi Call My Name Permudah Panggilan Telepon dan SMS

Telkomsel, Flexi, dan Infomedia Nusantara bersinergi menghadirkan inovasi layanan Call My Name untuk mempermudah komunikasi melalui layanan suara dan SMS. Cukup dengan mengirimkan SMS ke 9787, pelanggan Telkomsel dan Flexi dapat melakukan panggilan telepon dan mengirimkan SMS tanpa perlu mengetahui nomor ponsel orang yang dihubungi.

Call My Name adalah layanan bernilai tambah yang memungkinkan pelanggan Telkomsel dan Flexi memasukkan nama alias untuk melakukan panggilan atau mengirimkan SMS. Tidak perlu menekan nomor ponsel, pelanggan cukup mengirimkan SMS hanya dengan mengetik nama alias. Call My Name memanfaatkan direktori telepon berbasis jaringan, sehingga pelanggan tidak membutuhkan menu kontak atau buku telepon untuk melakukan panggilan maupun mengirimkan SMS. Layanan ini tersedia untuk semua tipe dan jenis ponsel.

Call My Name merupakan solusi ideal bagi pengguna ponsel yang ingin menjaga kerahasiaan nomor ponselnya. Layanan ini dapat pula digunakan untuk memperluas jaringan sosial, serta memungkinkan pelanggan untuk memperoleh informasi yang cepat dan aktual mengenai aktivitas dan lokasi pengguna layanan Call My Name yang lain. Call My Name juga sangat efektif untuk mempromosikan suatu merek maupun memperkenalkan kontak korporat, di mana pengelolaan kontak korporat dilakukan oleh Infomedia Nusantara.

VP Digital Music & Content Management Telkomsel Krish Pribadi mengatakan, “Inovasi layanan Call My Name mengubah paradigma mengenai bagaimana kita memanfaatkan ponsel untuk menelepon dan mengirimkan SMS. Call My Name merupakan solusi untuk berkomunikasi tanpa perlu mengetahui nomor ponsel orang yang akan kita hubungi. Kemudahan seperti inilah yang akan terus kami sediakan untuk mendukung aktivitas mobile lifestyle masyarakat Indonesia.”

Pelanggan dapat mendaftarkan nama alias untuk mempermudah komunikasi menggunakan Call My Name. Untuk melakukan registrasi, cukup kirim SMS, ketik REG CMN <Nama Alias>, lalu kirim ke 9787. Misalnya: REG CMN Andi, kirim ke 9787. Selanjutnya nama pelanggan yang didaftarkan tersebut akan tersimpan di server direktori telepon layanan Call My Name. Untuk mengirimkan SMS registrasi ini, pelanggan hanya dikenakan biaya Rp 350.

Hanya dengan mengetahui nama alias orang yang akan dihubungi, seluruh pelanggan prabayar maupun paskabayar Telkomsel dan Flexi dapat memanfaatkan layanan Call My Name untuk melakukan panggilan telepon dan mengirimkan SMS. Untuk menelepon, kirim SMS ke 9787 dengan format: <Nama Alias yang akan dihubungi>. Tarif SMS untuk melakukan panggilan hanya Rp 350, sementara tarif untuk menelepon sesuai dengan tarif normal yang berlaku. Untuk mengirimkan SMS, cukup SMS ke 9787 dengan format: <Nama Alias yang akan dihubungi> <isi pesan>, contoh: Budi Hai! Apa kabar? Biaya untuk mengirimkan SMS Call My Name ini adalah Rp 350.

Layanan Call My Name tersedia dalam berbagai pilihan paket berlangganan berdasarkan waktu. Biaya berlangganan bulanan untuk registrasi nama alias untuk pertama kalinya sebesar Rp 5.000, sementara untuk dwi mingguan Rp 3.000, dan mingguan Rp 1.500. Untuk melakukan registrasi nama alias berikutnya, pelanggan dikenakan biaya berlangganan yang lebih murah, yakni Rp 2.500 untuk paket bulanan, Rp 1.500 (dwi mingguan), dan Rp 750 (mingguan).

4 Penambang Emas Tewas Terjepit Kayu

Diterjang Air Bah Hutupangan Mandailing Natal

MANDAILING NATAL-Sungai Hatupangan, di Desa Sopo Tinjak, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, memakan korban jiwa. Empat penambang emas yang memang banyak beraktivitas di sepanjang daerah aliran sungai itu tewas disapu air bah, Rabu (18/5) sekira pukul 17.00 WIB. Sementara 5 penambang lainnya selamat.

Keempat korban tewas masing-masing Mansyur alias Holil (46), Yasa kusuma alias Auoh (47), Masno alias Enuh (35) dan Dulo (45), keempatnya warga Sukabumi, Jawa Barat. Sementara yang selamat yakni Ebit (39), mengalami luka parah, Arsidin alias Jefri (39), mengalami luka ringan, keduanya juga warga Sukabumi saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit Alkhoir di Desa Sarakmatua, Kecamatan Panyabungan. Sedangkan tiga penambang lainnya merupakan warga Desa Sopo Tinjak yaitu Saka (36), Lili (42) dan Khoir (34), juga selamat setelah berhasil menyelamatkan diri dan pulang ke kampungnya di Desa Sopo Tinjak.

Air bah didahului dengan hujan deras yang berlangsung sepanjang Rabu (18/5) di kawasan hulu Sungai Hatupangan di Desa Sopotinjak, Batang Natal, Mandailing Natal. Luapan air mulai terjadi pada sekitar pukul 16.00 WIB. Akibatnya, air Sungai Hatupangan naik hingga kedalaman sekitar 2 meter sekaligus menghanyutkan potongan-potongan kayu.

Darman (40), warga desa di sekitar lokasi mengatakan, hujan deras mulai pukul 13.00 WIB sehingga air Sungai Hatupangan meluap dan menghanyutkan kayu besar sementara basecamp penambang dekat dengan sungai tersebut.
”Dari siang hujan deras terus datang dan tak lama kemudian saya memperoleh kabar dari warga bahwa penambang yang ada di hutan hanyut terbawa air sungai kemudian bersama warga yang lain kami menuju lokasi untuk mencari penambang itu,” kata Darman.

“Banjir itu membawa batang-batang kayu dari hulu,” sambung Kepala Desa Sopotinjak, Suharman Nasution, kepada wartawan. Pada saat kejadian, empat orang korban sedang berkumpul bersama sembilan orang teman-temannya di pondok yang berada tidak jauh dari lokasi lubang penggalian tambang emas liar di tepian Sungai Hatupangan. Mereka semua yang ada di pondok itu merupakan pekerja tambang emas liar.

Ketika air bah menerjang pondok peristirahatan, sembilan orang penambang liar itu sempat terbawa arus. Para penambang diketahui hanyut setelah warga melihat Ebit, tergeletak lemas dan kritis di pinggir jalan. Dari cerita Ebit, kalau teman-temannya juga masih berada di sungai hanyut dibawa air. Pencarianpun dilakukan warga bersama polisi dan TNI di bawah guyuran hujan rintik-rintik. Penelusuran disepanjang 1 kilometer dari titik basecamp ke jembatan Hatupangan dilakukan, Rabu (18/5) sekira pukul 23.00 WIB. Warga bersama polisi dan TNI berhasil mengevakuasi Mansyur alias Kholili yang terjepit di tengah kayu besar. Tim evakuasi kemudian mengevakuasi tubuh Mansyur yang sudah bugil dari timpahan potongan-potongan kayu yang menumpuk.

Proses evakuasi sempat terkendal karena banyaknya potongan kayu yang menumpuk dan tertahan di jembatan. Namun, setelah potongan-potongan kayu dipindahkan, jasad Yasa Kusuma alias Auoh berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi dan dalam kondisi bugil.

Kamis (19/5) sekira pukul 10.00 WIB giliran jasad Misno Alias Eduh yang dihimpit oleh kayu besar di kolong jembatan ditemukan juga dalam kondisi bugil. Proses evakuasi sempat memakan waktu sekitar 1,5 jam karena tertimpa pptongan-potongan kayu. Baru sekira pukul 11.30 WIB jasad Misno berhasil dievakuasi. Terakhir, adalah jasad Dulo juga ditumpukan kayu di bawah jembatan beton. Keempat mayat saat ini masih berada di RSUD Panyabungan untuk diotopsi.

Kepala Desa Sopo Tinjak, Kecamatan Batang Natal, Suharman Nasution bersama Camat Batang Natal, Azahar Lubis saat dikonfirmasi METRO TAPANULI (Grup Sumut Pos) di lokasi mengatakan keempatnya datang ke Desa Sopo Tinjak secara bersamaan pada tanggal 28 April lalu dan saat itu penambang minta izin untuk melakukan survei emas di hutan yang masih wilayah Desa Sopo Tinjak.

”Keempatnya warga Sukabumi yang datang untuk menyurvey emas dan terakhir saya tahu mereka sudah membuat lubang. Keempatnya dibantu 3 orang warga desa ini,” terang Suharman.

Kapolres Madina, AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe SIK melalui Kasubbag Humas, AKP E Banjarnahor mengatakan, jumlah yang tewas sebanyak 4 orang dan yang selamat 5 orang.

Polisi, katanya, saat ini masih melakukan pengembangan siapa pemilik lubang dan yang berperan membawa korban bekerja sebagai penambang emas liar.

Seorang korban yang selamat, Ebit mengaku, datang ke Desa Sopo Tinjak sekitar sebulan lalu dan diajak oleh Yasa Kusuma alias Auoh. Menurutnya, sebelum kejadian, mereka sedang istirahat. ”Siang itu hujan deras datang sehingga kami terpaksa istirahat dari pekerjaan kami dan berteduh di camp tempat kami menginap,” katanya. Tiba-tiba, katanya, air bah bercampur kayu besar datang menghantam basecamp mereka dan dengan spontan mereka berusaha menghindar dengan melompat dan ternyata upaya yang mereka lakukan tak bisa selamat dari derasnya air sungai.

”Pas air sampai ke camp kami, kami berusaha menyematkan diri dengan berlari ke luar dari camp, namun tak ada satupun diantara kami yang bisa selamat dari derasnya air, sehingga kami terbawa air, dan seingat saya ada sesuatu yang menahan badan saya sehingga saya tersangkut, lalu saya berusaha bertahan dengan memegang akar dan kayu yang di samping saya dan berusaha keluar dari air dan saya berhasil. Tak lama kemudian saya lihat ada beberapa orang mengangkat saya dan tak tahu entah siapa, lalu saya dibawa ke desa dan malam itu juga saya dibawa ke rumah sakit ini,” terang pria yang mengaku memiliki 2 anak dan1 istri itu.

Kerap Meluap

Ternyata Sungai Hatupangan bukan kali ini saja meluap dan membawa bencana bagi masyarakat sekitar sungai. Dari pengakuan warga sekitar sungai ini sering meluap dan menimbulkan banjir setiap tahun dan sudah sering membawa bencana bagi masyarakat. Tahun 2009 lalu, tepatnya bulan puasa, Sungai Hatupangan sempat merusak belasan rumah masyarakat Desa Bulusoma, Kecamatan Batang Natal dekat dengan Desa Sopo Tinjak.
Kini Sungai Hatupangan kembali menelan korban dan kali ini yang menjadi korban bukan warga Madina tetapi penambang emas ilegal yang datang dari Sukabumi ke Desa Sopo Tinjak. (wan/smg)

Polisi Tidur, 5 Tahanan Kabur

Bongkar Skrup dan Jebol Seng Tahanan

MEDAN- Lima tahanan dalam sel Mapolsek Medan Sunggal kabur melalui atap sel tahanan, Kamis (19/5) dinihari sekira pukul 04.30 WIB. Kelimanya masing-masing Maret Arifin Peranginangin (35), warga Jalan Medan-Binjai KM 13, 5 Pasar Kecil Lorong Serasi, Desa Medan Krio Kec Sunggal Kab Deliserdang, kasus kepemilikan sabu-sabun
Feriyansah alias Feri (28), warga Jalan Pungguk, Sei Sekambing Medan, ditangkap dalam kasus uang palsu pecahan Rp50 ribu, Joko Susilo alias Andra (34), warga Jalan Sei Mencirim, Sunggal kasus melarikan anak di bawah umur, Ismail alias Mail (38), Jalan PDAM Tirtanadi Sunggal, kasus judi togel serta Anggi Manurung (38), warga Jalan Medan-Binjai Km 7,5 Pasar II Puskesmas, Medan Sunggal, kasus pencurian.

Keterangan yang dihimpun, kelimanya kabur diduga saat petugas jaga di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolsekta Sunggal masing-masing Aiptu Marianto, Kepala SPK, Aiptu K Sitorus dan Bripka Setiawansyah tertidur di dalam ruangan SPK, setelah hujan mengguyur Kota Medan.

Kelima tersangka kabur setelah berhasil membongkar sekrup jeruji besi di atas sel dengan menggunakan kunci pembuka sekrup. Karena, dari hasil rekaman CCTV, tersangka Feriansyah terlihat sibuk membuka sekrup jeruji atas sel. Setelah berhasil membuka jeruji sel bagian atas, Feri pun duluan kabur dari atas dan menjebol seng yang berada di atas sel. Kemudian teman-temannya yang lain memanjat dan pelan-pelan berjalan di atas seng dan langsung melompat pagar ke arah tanah kosong yang ada di samping kiri Mapolsekta.

Ketahuannya, saat tahanan lain yang sedang tertidur lelap di dalam sel terbangun, karena air hujan menetes dari sela-sela seng yang sudah jebol. Para tahanan terbangun dan menjerit sehingga mengundang perhatian petugas SPK yang piket dini hari itu.

Kapolsekta Sunggal, Kompol Sonny M Nugroho Tampubolon Sik, membariskan seluruh anggota yang berada di Mapolsek Sunggal untuk mencari titik terang permasalahan dan mengejar kelimanya sekitar pukul 07.00 WIB. Mulai pukul 10.00 WIB, para petugas Propam dari Mapoldasu dan Mapolresta Medan hilir mudik di Mapolsek Sunggal. Namun tak satu orang pun yang mau buka cerita tentang kaburnya kelima tahanan.

Hingga pukul 18.00 WIB, polisi yang mengenakan baret biru itu pun terus memeriksa para anggota Mapolsekta Sunggal di ruangan Kanit Reskrim AKP S Nainggolan. Kapolsekta Sunggal, Kompol Sonny Nugroho Tampubolon mengaku, masih melakukan pengejaran terhadap kelimanya. “Masih kita kejar, anggota sudah kita sebar guna menyeret pelaku yang kabur itu,” ujarnya.

Sonny Nugroho mengaku, sudah menyerahkan anggotanya diperiksa Propam. Tentang sanksi terhadap ketiga personel SPK yang diduga lalai, dan perwira pengawas, Ipda Enan Surbakti, Sonny mengaku, belum tahu.
“Ini memang tanggungjawabku sebagai pimpinan di sini, tapi kita biarkan dulu petugas Propam memeriksa, karena keputusan bukan di tangan saya. Semua tergantung pimpinan (Kapolresta Medan, Red) yang memutuskannya,” ujar mantan Kasat Reskrim Mapolres Asahan itu.

Sekira pukul 19.00 WIB, polisi berhasil menangkap Maret Arifin Peranginangin (35), salah satu tahanan yang kabur. Namun hingga kini, polisi masih melakukan pengembangan guna menangkap keempat lainnya. Arifin ditangkap di Pantai Bokok, Jalan Tanjung Selamat. “Iya, sudah kita tangkap satu orang, nanti ajalah kita masih periksa dia,” ungkap Sonny.

Pantauan wartawan koran ini, mulai pagi keluarga tahanan yang hendak menjenguk para keluarganya yang ditahan pun tidak diperbolehkan petugas SPK. Sekira pukul 15.00 WIB, tukang didatangkan  untuk memperbaiki jerjak sel dan seng ruang tahanan yang rusak.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Heru Prakoso menegaskan pimpinan Polda Sumut telah membentuk tim khusus gabungan Irwasda dan Propam. Tim itu menurutnya akan memeriksa seluruh anggota polisi yang dianggap lalai hingga menyebabkan kaburnya kelima tahanan itu.

“Mungkin hari ini tim sudah terbentuk, pemeriksaan akan langsung dilakukan,” tandasnya. Dijelaskan Heru, tak tertutup kemungkinan Kapolsek Medan Sunggal akan dicopot dari jabatannya. “ Jika terbukti lalai mengawasi kinerja anak buahnya, terancam akan dicopot,” bebernya. (fit/adl/smg)

Koalisi Pendukung Syampurno Resah

MEDAN- Sejak menjabat pelaksana tugas gubernur Maret lalu, kepemimpinan Gatot Pujo Nugroho selalu mendapat perhatian. Banyak pihak menunggu, apa yang dilakukan wakil gubernur itu selama kepemimpinannya sebagai Plt.
Mencuat kabar, Gatot akan melakukan mutasi dan pergeseran pejabat yang dianggap tidak bisa bekerja sama. Kabar ini membuat sejumlah pihak belingsatan. Namun hingga Mei ini, belum ada pejabat eselon yang berpindah tempat duduk.

Salah satu pihakyang paling khawatir dengan kemungkinan mutasi pejabat di lingkungan pemprovsu adalah partai koalisi pendukung pasangan Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho (Syampurno) dalam pemilihan kepala daerah, 16 April 2008 lalu. Kesimpuan itu didapat setelah perwakilan delapan dari sebelas partai pendukung pasangan Syampurno mengadakan pertemuan di Posko Koalisi Syampurno, Jalan Pelopor Medan, Kamis (19/5). Ke delapan partai itu diantaranya Partai Merdeka, PKPI, PPNUI, PKPB, Partai PDI, PSI dan Partai Patriot.

Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua Partai Merdeka Sumut, Darwis Tanjung didampingi Rudi Lubis, menyatakan banyak ketimpangan-ketimpangan yang terjadi pasca Gatot menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu.
“Kami berharap Plt Gubsu menghindari pengkotak-kotakan dalam menjalankan roda pemerintahan,” harap Darwis.
Untuk itu, mereka meminta agar Gatot kembali fokus pada progam awal sesuai visi-misi Syampurno.
Ketua PPNUI Sumut Zainal Arifin mengungkapkan keresahan di tingkat stuktural pejabat Pemprovsu. Gatot diharapkan mau memberi waktu kepada pejabat untuk dievaluasi sebelum dimutasi. “Di masa kami sebagai pendukung pasangan Syampurno, Syamsul dan Gatot itu adalah satu,” ujarnya.

Sementara partai PKPB Sumut berharap mutasi pejabat dilakukan sesuai mekanisme yang tepat dan melibatkan badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat). “Agar tidak terkesan eksklusif dan pejabat di Pemprovsu bisa nyaman bekerja,” ungkap Ketua PKPB Sumut, Nasib Rusdiono,  didampingi Sekretaris Andi Agam.
Usulan -usulan itu juga diberikan Ketua Partai PDI, BMR Simorangkir, yang meminta kepada Plt Gubsu untuk tetap mengutamakan kepentingan masyarakat. “Padahal, kasus hukum yang menimpa Syamsul Arifin menjadi beban berat bagi masyarakat Sumut,” imbuhnya.

Ketua PSI H Ishar Lubis yang berharap Gatot banyak belajar dari pendahulunya agar dapat fokus menjalankan pemerintahan dan melanjutkan pembangunan sampai akhir jabatan.

Ungkapan keprihatinan malah dilontarkan Ketua Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sumut Haryanto SH. Gatot dinilai bekerja di luar visi dan misi seperti yang dijanjikan pasangan Syampurno.

Di akhir-akhir pertemuan itu, Sekretaris Partai Patriot Sumut H Rismansyah Siregar didampingi Edi Suryanto mengatakan, Gatot harus bersikap lebih luwes dalam menjalankan roda pemerintahan pasca nonaktifnya Syamsul Arifin. “Jangan memberi kesan kepada masyarakat Sumut adanya disharmoni yang berkepanjangan antara Syamsul dan Gatot,” ujarnya.

Perlu diingatkan, lanjutnya, seorang pemimpin akan sukses memimpin di Sumut kalau mampu merakyat.
Pertemuan kedelapan partai koalisi ini di koordinir Edison Sianturi yang usai pertemuan itu mengatakan kedelapan partai koalisi mengingatkan KPU untuk mempersiapkan administrasi. Dan mengharapkan kepada Gatot untuk mencari pendamping dalam menjalankan roda pemerintahannya. Intinya, lanjutnya, partai koalisi Syampurno tetap solid mendukung Gubsu dan Wagubsu sampai akhir jabatan dan sekaligus mempunyai fungsi kontrol terhadap kebijakan-kebijakan yang dilakukan.(ari)

Hari Ini, Konser Pemanasan

Pre-event Nort Sumatera Jazz Festival

MEDAN-Pesta musik pemanasan (pre-event) menjelang puncak festival Nort Sumatera Jazz Festival (NSJF) pertama di Sumatera utara yang bersekala internasional yang rencananya digelar di Hotel Danau Toba,  Jumat (20/5) malam ini.

Tidak kalah dengan acara puncaknya nanti, 1-2 Juli 2011 mendatang, pre-event ini menampilkan aksi panggung sederet grup musik dan musisi tanah air. Seperti band Rocker Kasurunk, Erucakra dan C Man, Baron, Violet Jessica, The Duo Donny Suhendra dan Agam Hamzah.

“Sejalan dengan tema sentral gelar perdana NSJF yakin Discoveri Indonesia Experience, pada konser pemanasan ini, kami pun mulai mengedepankan para musisi terbaik Jazz Indonesia yang sudah dikenal luas penikmat musik, “ ujar Gideon Momongan, Direktur Festival NSJF di Hotel Danau Toba, Kamis (19/5).

Didampingi Erucakra Mahameru selaku Direktur Penyelenggara NSJF, Gidion yang juga penggiat Indie Jazz ini menambahkan semua band penampil siap menyuguhkan aksi panggung secara all out. “Baik band dua band dari Jakarta dan C Man selaku tuan rumah plus duo gitar Donny dan Agam, berjanji akan tampil maksimal. Karena hanya dengan begitu mereka bisa memukau publik Medan sekaligus bersuka-cita menyambut hadirnya rumah Jazz baru di sini,” ucap Gidion.

Tentang ditampilkannya Aria Baron yang banyak mengusung genre musik Rock dan Roker Kasarunk yang cenederung Rock n Roll, Erucakra Mahameru selaku Direktur Penyelenggara NSJF dan motor C Man band menjamin, ditopang dengan banyaknya jam terbang manggung, Baron dan Ferdy ‘Elemen’ Tahier, akan menawarkan suguhan Jazz bernuansa baru dan menarik.

“Kami yakin, dengan latar belakang Rock dan Rock n Roll, baik Baron dan Violet Jessica maupun Ferdy Rocker Kasarunk akan menyiapkan kejutan. Sekaligus membuktikan, jazz modern saat ini bukan lagi musik ekslusif, ketinggal zaman, berat dan sulit dicerna dan membosankan. Tapi sudah menjadi musik yang bisa diterima semua kalangan terutama kaula muda,” kata Erucakra.

Sementara, untuk dapat tampil dalam NSFJ menurut Donny Suhendra, Agam Hamzah dan Baron merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka. Apalagi ketiganya sempat dikenal memiliki hubungan yang erat. Bahkan sejak SMA kelas I Baron sempat berguru gitar dengan Donny.

“Pertama kita berterimakasih kepada Erucakra yang telah mengapresiasikan dirinya untuk membesarkan musik Jazz melalui event ini. Ini merupakan kejutan bagi saya dapat berjumpa dengan Baron dan Agam dalam even yang sama, “ beber Donny didukung tepuk tangan oleh Baron dan Agam.
Dijelaskan Dion lagi, Road the Festival NSJF 2011 merupakan perjalanan awal menuju mimpi-mimpi kecil. Dengan itu, dengan dilibatkannya artis internasional untuk menjual musik jazz bagi masyarakat di Medan . “Semua itu untuk memperkenalkan musisi lebih detail. Dimana, Jazz sebagai musik yang akan diperkenalakan siap musisi jazz yang sebenarnya,” cetus Dion.

Lanjut Dion lagi, musik sebagai kegiatan hiburan saja, jadi jazz adalah musik seni yang bila dimainkan atas panggung seperti melihat pameran lukisan yang dihibur dengan seni.
“Dapat satu panggung dengan beliau-beliau ini merupakan kebanggaan
bagi saya. Karena mereka adalah guru-guru saya. Mereka ini merupakan
aset negara kita,” ujar Dion menutupi.(adl)

Belajar Jadi Diva

Menjadi seorang diva tidaklah mudah. Itu yang dirasakan Titi Sjuman. Drummer sekaligus pemain film tersebut merasakan betapa susahnya menjaga penampilan sebagai perempuan yang selalu mendapat sorotan, terutama media.

Tentu saja, itu tidak terjadi dalam kehidupan nyata. Pengalaman tersebut merupakan bagian dari perannya dalam film Cahaya di Atas Cahaya.  Dalam film yang skenarionya ditulis Emha Ainun Najib bersama Viva Westi tersebut.

Titi bermain sebagai Raya, diva yang sedang menulis biografi. Menurut Titi, karakter Raya jauh berbeda dengan dirinya. “Raya itu fluktuatif. Nggak stabil. Kalau saya, kan sama crew ramah. Nah, si diva ini sama orang-orang yang kerja sama dia nggak ada kompromi,” katanya ketika ditemui di Blitz MegaPlex GI kemarin (18/5).

Titi mengatakan melihat banyak figur diva demi memperkaya wawasan. “Ya, berusaha kaya Mbak KD (Krisdayanti) gitu kan. Dia memperhatikan kecantikan dirinya. Bersihin gigi supaya kinclong aja gue udah merasa sakit banget,” jelasnya. Selain proses menjadi diva, yang dirasa cukup sulit oleh Titi adalah dialog. “Sedikit merasa terbebani kalau tidak bisa membawakan persis dengan yang Cak Nun mau,” lanjutnya.

Ibu satu anak itu menuturkan, dirinya sempat tidak percaya ketika ditunjuk memerankan karakter seorang diva. Rencananya, syuting film yang mengambil tempat di Jakarta dan Bali tersebut berlangsung mulai 23 Mendatang. “Saya sempat bilang sama Bu Dewi (produser Dewi Umaya Rachman) dan Mbak Westy, Mbak? sebelumnya gue kan jadi TKI. Tapi, ga tau deh,” ungkapnya.

Selain berakting, dalam film yang juga dibintangi Tio Pakusadewo tersebut, Titi terlibat dalam scoring musik. “Dalam film sebelumnya, saya buat musik saat syuting. Nyicil. Biasanya dapat aja inspirasinya. Nah, kalau ini, saya udah dapat inspirasi duluan, terus saya serahkan ke Aksan,” katanya. Yang dimaksud tentu saja Aksan Sjuman, suami Titi yang juga seorang musikus. (jan/c4/any/jpnn)

Sebelum Meninggal, Cincin Nikah Dititip ke Mertua

Novalina Magdalena br Siringoringo, Korban Pengantin Wanita yang Gagal Wisuda

Pasangan pengantin baru Advon Nugroho Silaban dan Novalina Magdalena Siringoringo ternyata sudah memperlihatkan tanda kepergiannya. Sepekan setelah menikah, Novalina dan suaminya sengaja menanggalkan cincin pernikahan mereka.

Batara Siddik/R Hamdani, Binjai

Mobil ambulan RSUD Sultan Sulaiman Kabupaten Serdang Bedagai melaju berlahan menyusuri jalan beraspal di Dusun VI Pulau Gadung Desa Pagar Jati Kecamatan Lubuk Pakam. Ambulan itu, menuju kediaman B Silaban orangtuanya Advon Nugroho Silaban (24), Kamis (19/5) pukul 12.34 WIB.

B Silaban dan R Br Sianturi merupakan mertua Novalina Magdalena Siringo-ringo (26) yang sempat dinyatakan hilang dan ditemukan telah meninggal akibat banjir bandang di Pantai Pai atau Batako, Desa Tanjung Putri, Kelurahan Namu Ukur, Kabupaten Langkat, Selasa (17/5) lalu.

Kedatangan jasad mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed) itu disambut isak tangis keluarga. Apalagi B Silaban dan R BrSianturi kehilangan anak dan menantu sekaligus.

Jasad Novalina Magdalena telah dibungkus dengan plastik sejak di RSUD DR RM Djoelhan Binjai. Tindakan itu, dilakukan untuk melokalisir bau busuk dari jenazah. Sesampai di kediaman B Silaban, jasad Nova dimasukan ke peti mati yang sudah dipesan sebelumnya. Kesediahan makin dalam mengingat usia pernikahann
Advon Nugroho Silaban dan Novalina Magdalena Siringo-ringo baru sepekan. R Br Sianturi mangadung meratap sejadinya dengan bersenandung (mangandung).

“Hape ido maksudmu, boasa dititip ho cicin mi to au, hape naeng laho do hamuna dohot si Advon (ternyata itu maksudmu mu. Pantasan kau titipkan cincin pernikahan kalian sama ku. Rupanya kalian sama si Advon akan pergi selamanya,” andung R br Sinurat yang di kepalanya diikatkan tujung, kain penutup kepala tanda berduka.

Ternyata Novalina sengaja menitipkan cincin pernikahannya kepada mertua perempuannya sebelum pergi ke Langkat untuk dipio (acara adat untuk pengantin baru) karena takut cincin itu terjatuh.

Selain diterima B Silaban dan R BrSianturi, di sana ada orangtua Novalina, St M Siringoringo. Pria yang tercatat sebagai penatua di HKPB Pelikan Perumnas Mandala itu meningap di rumah duka sejak semalam sebelumnya. Tiada sepata kata pun terlontar dari penatua itu, namun air mukanya terlihat sangat berduka. Ditambah lagi jasad menantunya Advon Nugroho Silaban belum ditemukan.

Menurut Bangundia Siregar, kerabat Nova, almarhumah dikenalnya memiliki semangat hidup yang tinggi. Meski telah menikah, Nova tidak pernah menelantarkan pendidikannya di Unimed.

“Bahkan rencananya, Juni mendatang akan mengikuti wisuda dan akan mendapat gelar sarjana pendidikan. Saya bersama istri sudah diundang untuk acara syukurannya,” bilang Bangundia.

Selanjutnya, jasad Nova akan dikebumikan di pemakaman Kristen di Desa Pagar Jari Kecamatan Lubuk Pakam. Dua liang lahat telah dipersiapkan bagi pasangan pengantin baru itu. tetapi karena jasad suaminnya belum ditemukan, terpaksa jasad Nova langsung dikebumikan.

Hanyut 15 Kilometer

Jenazah Novalina Magdalena Siringoringo berhasil ditemukan di Lingkungan III, Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat, atau 15 kilometer dari lokasi bencana di Pantai Pai atau Batako. Jasad Novalina ditemukan warga terapung di tengah aliran Sungai Bingai, dengan posisi terlentang  oleh Meta (25) dengan seorang temannya saat mencuci di aliran Sungai Bingai. Meta tak sengaja melihat sesuatu terapung.

“Apa itu? Boneka apa mayat? Setelah memastikan dengan serius dan benda tersebut semakin dekat dengan kami. Barulah kami ketahui bahwa itu mayat seorang manusia,” tanya Meta kepada temannya.
Setelah mengetahui bahwa itu adalah seorang mayat manusia, Meta dan temannya merasa takut dan langsung berteriak sembari berlari ke darat. “Mayat… mayat… mayat… ada mayat di sungai,” teriak Meta mengulangi ucapannya saat pertama kali ia menemukan mayat tersebut.

Mendengar teriakan Meta dan temannya itu, sejumlah warga langsung kaget dan menuju ke Sungai Bingai, guna memastikan apakah memang benar atau tidak yang dilihat Meta tersebut adalah mayat.

Setelah sejumlah warga pergi ke lokasi yang dimaksud, Mahdan Lubis (45) warga setempat langsung lompat ke Sungai Bingai, setelah mengetahui bawasanya benda itu memang benar mayat seorang manusia. “Saya diberitahu sama teman, bahwa ada mayat di sungai. Untuk itu saya dengan sejumlah warga pergi untuk melihat dan begitu saya lihat, bahwa itu benar mayat. Saya langsung lompat dan menariknya ke pinggir,” ucapnya.

Ketika menarik mayat tersebut, Mahdan mengaku bahwa ia hanya seorang diri, dan ia langsung mengikatnya ke pinggir sungai dengan tali sepatu anaknya yang sudah dipersiapkan dari rumah. “Begitu saya tarik ke pinggir, saya ikat dengan tali sepatu agar tidak hanyut kembali. Saya melakukan seorang diri, sebab saya sudah biasa mengambil mayat orang hanyut di sungai ini, sementara warga yang lain masih ada rasa takut,” paparnya.

Pantauan wartawan koran ini, mayat tersebut sudah mulai gembung tetapi belum berbau, dan mayat itu menggunakan celana jeans ponggol warna biru, pakian sudah tidak ada, yang ada hanya pakian dalam. dan kuku tangan serta kakinya masih berwarna merah. Sementara, disekujur tubuh korban terdapat luka gores akibat hantaman batu alam Sungai Bingai. Bahkan, mata disebelah kanan sudah tampak hitam, dan adanya penemuan mayat ini, ratusan warga setempat serta warga lainnya tampak memadati tebing pinggiran Sungai Bingai tepat di lokasi penemuan mayat.

Di sela-sela penemuan korban pengantin wanita tersebut, sejumlah petugas yang sudah berada di tempat, langsung menghubungi pihak keluarga korban, guna memastikan apakah memang benar mayat itu adalah pengantin baru yang dimaksud atu bukan.

Berselang beberapa jam, sejumlah keluarga korban tiba di lokasi. “Iya, itu memang bereku (keponokanku, Red), saya menandainya dari pakaiannya, memakai celana jeans ponggol warna biru, dan baju warna hijau,” ujar M Sianturi, paman korban yang sebelumnya mamio Novalina dan suaminya Advon Nugroho Silaban.
Selanjutnya, mayat korban dievakuasi petugas Polres Binjai dibantu petugas Polsek Binjai Barat ke RSU dr Djoelham Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin, Binjai Kota, guna kepentingan visum. “Setelah divisum, kita serahkan kepada keluarga,” ujar AKP Man Purba, Kapolsek Binjai Barat.

Pukul 09.00 WIB, akhirnya keluarga korban membawa jenazah itu ke rumah duka di kampung Advon Nugroho Silaban untuk selanjutnya dimakamakan. “Kami berharap pengantin pria yang masih hilang secepatnya ditemukan. Selain itu, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah turut membantu menemukan jenazah keluarga kami ini,” ujar M Sianturi sebelum membawa jenazah korban.

Kanit Polsek Sei Bingai, Aiptu Antoni Panjaitan, mengatakan bahwa pihaknya dan Tim Sar masih terus melakukan pencarian jenazah Advon. “Kami terus menyisir Sungai Bingai, guna secepatnya menemukan satu mayat lagi yang belum ditemukan,” ucapnya.

Nova Sirongoringo beserta suaminya Advon Nugroho Silaban serta 9 kerabat lainnya pergi menemui kerabat yang bermukim di Kabupaten Langkat untuk dipio. Usai acara adat digelar, mereka pergi rekreasi ke pantai SB di Langkat. tetapi, peristiwa banjir bandang menewaskan pasangan pengantin baru itu, serta 2 keponakan mereka Randa Sitinjak dan Tito Sitinjak. (btr/dan)