Home Blog Page 15254

Ical Jenguk Syamsul

JAKARTA-Hari pertama menjalani perawatan di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/6), Gubernur Sumut nonaktif Syamsul Arifin dibesuk Ketum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie alias Ical. Salah seorang Jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani perkara dugaan korupsi APBD Langkat juga datang ke ruang rawat Syamsul di lantai II RS tersebut.

Hanya saja, tujuan Ical berbeda dengan tujuan kedatangan jaksa dari KPK yang enggan namanya ditulis di Sumut Pos. Ical datang dalam kapasitasnya sebagai pimpinan tertinggi Partai Golkar, membesuk Syamsul yang juga Ketua DPD nonaktif Partai Golkar Sumut. Sedang jaksa dari KPK datang untuk mengecek perpindahan perawatan Syamsul dari RS Jantung Harapan Kita ke RS Abdi Waluyo.

“Saya datang untuk mengecek saja, untuk kepentingan administrasi,” ujar jaksa itu. Dia tidak mau banyak komentar. Alasannya, yang punya kewenangan berkomentar adalah anggota JPU yang lain, Muhibuddin. Hanya dia menjelaskan, penetapan hakim pengadilan tipikor soal permohonan izin Syamsul berobat ke RS Gleneagles Singapura, memang belum keluar.

Sementara, Ical hanya sekitar lima menit berada di ruang rawat Syamsul. Pasalnya, kondisi Syamsul masih parah dan sama sekali belum bisa berkomunikasi. Syamsul masih tergeletak dengan mesin pernapasan yang masih terpasang. Ical ditemui menantu Syamsul yang juga dokter ahli jantung, dr Zainuddin, dan istrinya (putri Syamsul) Beby Ardiana. Lantaran kondisi Syamsul masih gawat, belum ada pembesuk yang diperkenankan masuk, kecuali Ical.

Kepada wartawan begitu keluar dari ruang rawat Syamsul, Ical mengaku sangat prihatin dengan kondisi mantan bupati Langkat itu. Dia berharap, hakim pengadilan tipikor mau mengeluarkan izin pengobatan Syamsul ke Singapura.

“Ini soal kebutuhan penanganan medis untuk penyelamatan Pak Syamsul. Keluarga sangat yakin dengan RS Gleanagles di Singapura, karena  Pak Syamsul dahulu pernah dirawat di sana sehingga keyakinan itu harus kita hargai. Saya berharap Pak Syamsul dapat segera pulih kesehatannya,” ujar Ical, yang datang ke RS hanya ditemani ajudannya.
Dulu, di hari-hari pertama Syamsul ditahan di Rutan Salemba, Ical juga datang membesuk. Saat itu, sejumlah pentolan Partai Golkar ikut menyertai Ical.

Sedang menantu Syamsul, dr Zainuddin, menjelaskan, keinginan pihak keluarga membawa berobat ke RS Gleneagles Singapura bukan lantaran pihak keluarga mendewakan RS Gleneagles. Namun, semata-mata lantaran di RS Gleneagles sudah punya rekam medis kondisi Syamsul.

Malahan, menurut menantu Syamsul yang setia mengawasi kondisi mertuanya itu, Syamsul pernah menjalani operasi jantung di RS Gleneagles dan mengalami infeksi paru. Saat itu Syamsul sempat tidak sadarkan diri selama tujuh hari. Syamsul ketika itu juga dipasangi alat bantu pernapasan selama 40 hari, tetapi kemudian secara perlahan-lahan alat pernapasan bisa dibuka dan kondisinya kembali normal.

Sementara, Beby Arbiana menjelaskan, jika diizinkan berobat ke Singapura, pihak keluarga yang akan menanggung semua biaya, termasuk biaya pengawalan yang berasal dari petugas kepolisian yang ditunjuk KPK. Beby juga memastikan bahwa ayahnya tidak akan melarikan diri dan tetap akan menjalani semua prosedur yang diberlakukan bagi tahanan yang dirawat di luar negeri.

Kemarin, Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu juga datang untuk membesuk Syamsul. Hanya saja, fungsionaris DPD Golkar Sumut itu tidak diperkenankan masuk ke ruang perawatan Syamsul. “Saya hanya datang untuk melihat kondisi beliau dan saya mendoakan semoga beliau cepat sembuh,” ujar Syahrul.

Seperti pernah diberitakan Sumut Pos, Syamsul Arifin kecewa berat atas keputusan DPP Partai Golkar yang memberhentikan sementara dirinya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumut, awal Mei lalu.

Syamsul tidak terima atas keputusan DPP itu, namun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. ‘’Beliau (Syamsul, red) kaget, beliau kecewa, tapi beliau bisa apa?” ujar tim kuasa hukum Syamsul Arifin, Rudy Alfonso, Jumat (6/5).

Rudy menceritakan, Syamsul yang juga Gubernur Sumut nonaktif itu yang mengungkapkan rasa kecewanya itu kepadanya, begitu mendengar dirinya diberhentikan sementara sebagai Ketua Golkar Sumut. Lantas, langkah apa yang dilakukan Syamsul? Rudy mengatakan, Syamsul kecewa saja dan tidak melakukan reaksi berlebihan. “Karena beliau sosok orang yang bisa menyembunyikan kekecewaan. Tapi saya tahu, beliau sangat kecewa,” terangnya.

Syamsul kecewa lantaran merasa belum saatnya diberhentikan sementara dari jabatan politik itu. Pasalnya, kini proses persidangan perkara dugaan korupsi APBD Langkat masih berlangsung.
“Mestinya dijunjung asas praduga tak bersalah. Toh tak lama lagi persidangan selesai,” ujar Rudy, yang juga anggota Badan Hukum dan HAM DPP Partai Golkar itu.(sam)

Nanyang Ditenggat 7×24 Jam

Komisi D Desak Bangunan Dibongkar Sendiri

Tiang Penyangga Timpa Rumah Warga

MEDAN- Warga yang tinggal dekat dengan lokasi pembangunan gedung baru Nanyang Internasional School makin resah. Pasalnya, Jumat (10/6) malam, sekira pukul 19.45 WIB, tiang penyangga (eskapolding) untuk pembangunan sekolah tersebut jatuh dari lantai tiga dan menimpa rumah warga bernama Yeni dan Su wito.

Menurut Suwito yang ditemui di rumahnya, tiang penyangga berupa besi dan kayu balok tersebut jatuh saat hujan deras disertai angin kencang “Ini karena pembangunan tersebut tidak memakai jaring pengaman. Kejadian ini bukan yang pertama kali, namun tidak ada tanggapan sama sekali dari pihak Nanyang,” ungkap Suwito.

Selain itu, lanjut Suwito, pihak Nanyang seakan ingin menutupi peristiwa jatuhnya tiang penyangga yang menimpa rumahnya tersebut. Hal ini terlihat dari petugas Satpam Nanyang yang langsung mengutipi kayu dan besi tersebut. “Kami berencana akan melaporkan kajadian ini ke polisi. Karena pihak Nanyang tidak merespon keluhan kami. Ini dapat membahayakan keselamatan kami,” ungkapnya yang diamini Yeni.

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat yang digelar di gedung dewan, Komisi D DPRD Kota Medan memberi tenggat waktu 7×24 jam bagi pemilik Nanyang Internasional School untuk membongkar sendiri bangunannya. Pasalnya, bangunan tersebut telah menyimpang dari SIMB yang dikeluarkan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan.

Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat Komisi D DPRD Kota Medan dengan warga Kelurahan Darat Kecamatan Medan Baru, Dinas TRTB Kota Medan, Dinas Pendidikan Kota Medan dan Nanyang Internasional School yang diwakili penasehat hukumnya, Jum’at (10/6).

Dalam pertemuan itu, Dinas TRTB Kota Medan yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian Dinas TRTB Medan Ali Tohar mengungkapkan, perluasan satu unit bangunan sekolah Nanyang berukuran 15,5×32,5 M, menyimpang dari SIMB No.642/363.K tanggal 14 Februari 2011. Penyimpangan itu terjadi pada Gambar Situasi Bangunan (GSB) Roilen bagian sisi utara 1,2×13 M, sisi seletan 1,5×15 M dan sisi barat 3,7×1,5 M.

Selain mengultimatum, Komisi D DPRD Medan juga mengeluarkan rekomendasi agar Dinas TRTB Kota Medan untuk melakukan peninjauan ulang terhadap Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB), serta meminta Pemko Medan untuk menghentikan segala aktivitas pembangunan selama proses pembongkaran berjalan.

“Pembangunan Nanyang harus diberhentikan, Dinas TRTB harus berani memberikan sanksi tegas sekaligus memberikan contoh kepada pengembang lain yang terbiasa melanggar aturan,” tegas Sekretaris Komisi D DPRD Medan pada RDP tersebut.

Lebih lanjut Muslim berjanji, Komisi D serius menyikapi keluhan warga dan tidak akan peduli dengan pengaruh dari luar, seperti telepon-telepon yang masuk ke nomor ponselnya.
Anggota Komisi D DPRD Medan lainnya yang hadir pada RDP tersebut, Budiman Panjaitan juga meminta agar izin operasional sekolah untuk ditinjau kembali. Karena Budiman menilai, ada hal yang menyalahi tentang izin yang ada.

Menyahuti hal itu, pihak Nanyang yang diwakili penasehat hukumnya Julheri mengaku, pihaknya akan mematuhi ketentuan sesuai izin yang dberikan Dinas TRTB Kota Medan.

Namun, Julheri terkesan menolak pembongkaran terhadap pembangunan gedung yang telah sesuai aturan dan sudah mendapatkan IMB nya. “Kami setuju penghentian pembangunan hanya untuk bangunan yang menyimpang. Tapi kami tidak setuju dengan penghentian pembangunan secara keseluruhan,” tandasnya.

Nah, saat itu Kabid Pengawasan dan Pengendalian Dinas TRTB Medan Ali Tohar meminta dukungan Komisi D DPRD Medan, dalam rangka penghentian dan pembongkaran Nanyang Internasional School. Terkait hal itu, warga Kelurahan Darat Kecamatan Medan Baru melalui M Sianipar mengungkapkan, agar Pemko Medan segera menyahuti rekomendasi dari Komisi D DPRD Medan.(ari)

Keliling Indonesia dengan Moge

Berawal dari Angan-angan

Sebanyak 7 riders tangguh asal Medan telah berhasil mengelilingi Indonesia mengendarai Motor Gede (Moge). Mereka melintasi delapan kepulauan di Indonesia, selama 62 hari dengan jarak tempuh diperkirakan mencapai 15 ribu kilometer.

Ke 7 orang tersebut dipimpin Salimin Johan Wong, beranggotakan Basri Chen, Sumito, Chandra Putra, Nensy, Benny dan Hendra berkendara sejak Tanggal 9 April dan tiba di Medan disambut Wali Kota Medan Rahudman Harahap di Balai Kota Medan, Kemarin (10/6).

Penjelajahan 8 kepulauan yang ditempuh riders tersebut dimulai dari titik nol Medan yakni, Lapangan Merdeka Medan. Riders akan melintasi Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sulawesi,Kalimantan, Jakarta dan kembali melalui Lampung dan akhirnya tiba di Medan.

Salimin Johan Wong, pemimpin tour atau dalam bahasa para riders sdisebut Marshal menceritakan, setiap tiba di satu kota, tim selalu ditanya berasal dari mana. Dengan lugas dan tegas, mereka menjawab berasal dari Medan.

“Setiap tiba di satu kota, pertanyaan yang dikemukakan adalah kami dari mana. Dan pastinya, kami dengan bangga mengatak dari Medan. Dan apa yang mereka katakana, wow jauhnya,” ungkap Salimin Johan.

Saat perjalanan, tak jarang mereka harus menginap di teras-teras rumah warga, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan rumah-rumah makan yang mereka singgahi. Seolah menjadi kebiasaan, mereka tidak mandi selama dua sampai tiga hari karena jarak tempuh satu kota dengan kota lain cukup jauh.

“Inilah sisi adventurenya. Pada perjalanan itu memang, nyata kalau Indonesia begitu kaya, memiliki potensi yang sangat luar biasa. Pengalaman yang tak terlupakan kami bangga menjadi warga Medan dengan memperkenalkan Kota Medan dengan cara adventure seperti ini,” ungkapnya sembari mencontohkan saat mereka melintasi sebuah jalan yang mengubungkan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Timur. Di sepanjang jalan, banyak ditemukan badan jalan yang rusak parah.

Dari asal muasal rencana touring ke seluruh Indonesia itu, Salimin juga mnegungkapkan, niat awal mereka untuk melihat Indonesia secara dekat. Dan dalam bayangan mereka, awalnya akan mengalami kesulitan. Namun, darah-darah petualang yang mereka miliki mengalahkan pesimisme-pesimisme seperti itu.

“Awalnya hanya angan-angan, melihat Indonesia dari dekat. Kami juga berpikir akan mengalami kesulitan. Tapi, jiwa-jiwa petualang kami mengalahkan itu semua. Akhirnya kami kembali lagi ke Medan. Tak terasa kami telah berjalan selama 62 hari, dan jarak tempuh yang tadinya diperkirakan selama 12 ribu Km, ternyata lebih sekitar 15 Km,” ungkapnya lagi.

Sedangkan itu, Wali Kota Medan Rahudman Harahap menyatakan, keberadaan atau perjalanan touring keliling Indonesia tersebut menjadi salah sarana untuk memperkenalkan Medan di khalayak ramai se nusantara.

Rahudman juga menyatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan juga akan mengundang para pengendara Motor Gede (Moge) untuk memeriahkan Hut Kota Medan ke 421 pada 1 Juli 2011 mendatang.(ari)

Gaji Pemain Makin tak Jelas

Pembayaran sisa gaji pemain PSMS makin tak jelas. Hingga saat ini manajemen belum mengajukan sisa pembayaran gaji ke KONI Medan.

Padahal sebelumnya Sekretaris Umum PSMS Idris mengaku, pihaknya telah melakukan pengajuan angggaran kepada KONI untuk membayar sisa gaji pemain. Namun, seorang sumber terpercaya di KONI Medan menegaskan, pihaknya belum ada menerima pengajuan dari PSMS.

“Belum ada PSMS mengajukan anggaran kepada KONI. Kalau memang sudah dibilang ada, kami belum ada menerimanya,” ujar sumber tersebut.

Dari keterangan Idris, pengajuan yang diklaimnya sudah dilakukan, pihaknya berharap pembayaran gaji pemain bisa dilakukan sebelum tanggal 15 Juni mendatang kendati tidak menyebutkan berapa bulan sisa gaji pemain akan dibayarkan.

Tidak sampai di situ saja, selain keterangan sumber tersebut memupus harapan pemain, semakin tidak jelas pula berapa bulan sisa gaji akan dibayarkan. Kondisi ini jelas merugikan pemain yang telah menunggu hampir sebulan lamanya atau sejak pertandingan menghadapi Persiba Bantul 18 Mei lalu.

Kondisi ini jelas merugikan pemain lokal maupun asing. Di saat tim Divisi Utama lainnya yang telah diliburkan usai berakhirnya kompetisi, skuad PSMS masih dihadapkan kepada masalah klise yang terjadi hampir sepanjang musim, keterlambatan pembayaran gaji. (ful)

Perang Bintang di Mandala

Seleksi 64 Pemain, PT LI Rogoh Rp2 M

JAKARTA- PT Liga Indonesia (PT LI) memastikan menghelat Perang Bintang. Laga pemungkas Indonesia Super League (ISL) musim 2010/2011 itu bakal dihelat di Stadion Mandala, Jayapura, pada 26 Juni mendatang.

Penunjukan Stadion Mandala, home base Persipura, itu merupakan penghargaan atas sukses Boaz Solossa dkk menjuarai ISL musim 2010/2011. Perang Bintang akan mempertemukan tim juara melawan bintang-bintang pilihan (all-star) dari klub peserta ISL.

Ada 64 nama pemain dari berbagai posisi pilihan tim technical study group PT LI yang menjadi kandidat tim all-star. Mereka terdiri atas enam kiper, 15 pemain belakang, 26 pemain tengah, dan 17 pemain depan. Mereka dipilih karena dinilai bermain bagus selama kompetisi ISL 2010/2011.
Di antara 64 pemain tersebut, akan dipilih 18 pemain terbaik pilihan masyarakat lewat mekanisme pengiriman SMS. Mereka terdiri atas dua kiper, enam bek, enam gelandang, dan empat striker. Untuk posisi manajer tim all-star, PT LI menunjuk Jhonny Toekan dan pelatih Nil Maizar (pelatih Semen Padang).

Namun, pemilihan 64 nama tersebut memunculkan tanda tanya besar. Masuknya nama Gunawan Dwi Cahyo, contohnya. Musim ini dia hanya sekali main bersama Sriwijaya FC (SFC) di laga perdana kontra Deltras Sidoarjo. Selain Gunawan, masuknya nama Thierry Gathussi dipertanyakan. Sebab, Gathussi adalah pengoleksi kartu terbanyak dari SFC musim ini (delapan kartu kuning dan satu kartu merah).

Persija (kebobolan 27 gol) yang memiliki pertahanan terbaik di bawah Persipura (kebobolan 20 gol), Arema, dan Semen Padang (kebobolan 25 gol) malah tidak mewakilkan satu pun beknya di daftar Perang Bintang. Kiper Hendro Kartiko juga tidak masuk.

Di antara total 64 nama, SFC menyumbangkan pemain terbanyak dengan sebelas nama. Kemudian ada Persib (10 pemain), Arema (9), Persija (8), Pelita Jaya (6), Semen Padang (5), Persijap (3), PSPS, Persiwa, Persisam, Persiba (2), serta Persela dan Deltras masing-masing satu pemain. Tak satu pun pemain dari Bontang FC yang terjaring.

“Saya tidak mau bicara soal teknis. Semua orang bebas menilai. Tapi, biarkan tim ini bekerja. Biarkan kontroversi ini menjadi pembicaraan yang menarik dalam mengiringi Perang Bintang,” kata Joko Driyono, CEO PT LI, kemarin (9/6).

Untuk menggelar laga Perang Bintang, PT LI membutuhkan dana sekitar Rp2 miliar atau dua kali lipat daripada kebutuhan dana Perang Bintang musim lalu di Malang, Jawa Timur. Perang Bintang pertama dihelat di Semarang saat kasta tertinggi kompetisi di negeri ini bernama Divisi Utama. Kebutuhan dana Perang Bintang ketiga musim ini diambil dari kerja sama paket sponsor dan PT Liga Indonesia dengan total Rp40 miliar.

“Kebutuhan paling banyak dialokasikan untuk akomodasi dan transportasi. Itu tidak masalah.  Yang penting, even ini berjalan lancar. Laga ini akan jadi puncak perhelatan ISL,” terang Joko Driyono.

Joko mengungkapkan, untuk biaya tiket, per kepala menyedot dana Rp5-7 juta pergi-pulang. Untuk pertandingan, PT LI menganggarkan Rp1 miliar.
Dalam pertandingan Perang Bintang, akan dihelat malam penganugerahan tim juara, runner-up, peringkat ketiga, top scorer, pemain terbaik, tim fair play, dan wasit terbaik. (ali/c8/aww/jpnn)

Pistol Pejabat Rutan Dicuri Tahanan

Bulan Dititip ke Mafia Narkoba

MEDAN-Senjata api aparat keamanan resmi sejatinya dimaksudkan untuk menunjang kegiatan petugas yang bersangkutan. Tapi apa jadinya jika senpi dimaksud dicuri rekan kerja yang bekerja sama dengan penjahat?

Itulah yang dialami Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelayan Tahanan cabang Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Sipirok, M Yunus Pohan. Senjatanya jenis FN nomor register AF Q 01227 buatan Pindat dan 82 butir peluru tajam kaliber ukuran 7,65 mmSenpi itu rencananya akan dijual dan selama 8 bulan dititipkan ke bandar narkoba.

Belum menikmati uang hasil penjualan senpi, tiga kawanan tersebut berhasil diringkus polisi. “Dari 82 butir peluru tersebut, 7 sudah digunakan oleh tersangka. Ketiga tersangka kita jerat dengan pasal 363 KUHPidana dan UU Darurat,” beber Kasubid III Reskrim Pildasu, Kompol Andry Setiawan, kemarin (10/6)

Unit Sila Reskrim Poldasu berhasil mengungkap pelaku pencurian senpi di Rutan Cabang Sipirok, dengan mengamankan tiga tersangka bersama barang buktinya senpi dan ganja kering sebanyak 38 bal, Kamis (10/6) malam. Pencurian pistol itu sendiri dilakukan awal Februari lalu.

Ketiga tersangka yang diamankan, Fauzi Siregar alias Ucok (31) mantan napi, Ismail Hutasuhut (28) sebagai perantara untuk menjual senpi, keduanya warga Desa Pinang Baris, Kelurahan Pasar Sipirok, Kabupaten Tapsel. Kemudian Ginda Jauhari Harahap (28) Warga Jalan Pembangunan Komplek DPR, Linkungan VII, Padang Sidimpuan yang merupakan pegawai Rutan.

Penyelidikan polisi, senpi tersebut dicuri Ucok yang saat itu berstatus narapidana. Ucok yang dipercaya sebagai tahanan pendamping (tamping) bebas melakukan aksinya karena dia dipercaya sebagai pemegang beberapa kunci di Rutan. Dua bekerja sama dengan Ginda, sipir yang sudah bekerja selama 5 tahun di Rutan itu.

“Setelah mengambil senpi tersebut dan bebas dari hukuman, Ucok menghubungi Ginda yang bertugas mencari pembeli,” cetus Andry.

Karutan Sipirok kemudian melaporkan kejadian kepada polisi. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi meringkus Ucok di Tebing Tinggi tetapi senpi tidak ditemukan. Sambil menunggu pembeli, ternyata Ucok menitipkan senpi kepada Ismail. Ismail lalu menitipkannya Andi, calon pembeli yang merupakan seorang bandar ganja.

“Dari hasil keterangannya Senpi tersebut ada pada Ismail, kemudian polisi meringkus Ismail di Padang Sidimpuan. Dari keterangannya Senpi tersebut ada pada Andi (DPO),” ujar Kompol Andry Setiawan.

Dijelaskan Andry, Polisi yang sudah mengetahui keberadaan Andi yang tinggal di Desa Silayang-layang Sipirok, Kecamatan Sidempuan Utara, Kabupaten Tapsel lagsung digerebek oleh pihak kepolisian. Saat digerebek Andi berhasil melarikan diri. “Dari rumah tersebut, polisi yang melakukan penggerebekan berhasil menemukan Senpi yang dimaksud, kemudian Ganja kering sebanyak 38 bal dan uang tunai Rp23 juta,” ucap Andri.

Dari pengakuan tersangka senpi tersebut bila berhasil dijual, uangnya akan digunakan untuk foya-foya dan melanjutkan hidup. “Kalau berhasil dijual uangnya hannya untuk foya-foya saja bang,” Kata Fauzi alias Ucok.

Sedangkan, Ginda nekat menyuruh Ucok untuk mencuri senpi tersebut karena sakit hati kepada  Kalapas Rutan Cabang Sipirok. “Sakit hatiku Bang sama Kalapas, memang ada masalah aku sama dia,” ucapnya dengan menyesal. Sementara, dari pengakuan tersangka senpi tersebut bila berhasil dijual, uangnya akan digunakan untuk foya-foya dan melanjutkan hidup.

“Kalau berhasil dijual uangnya hannya untuk foya-foya saja, Bang,” Kata Ucok. Sedangkan, Ginda nekat menyuruh Ucok untuk mencuri senpi tersebut karena sakit hati kepada  Kalapas Rutan Cabang Sipirok. “Sakit hatiaku bang sama Kalapas, memang ada masalah aku sama dia,” ucapnya dengan menyesal.(adl)

Simoncelli Terdepan di Barcelona

Sempat Dapat Ancaman Bunuh

CATALUNYA – Marco Simoncelli mematahkan Dominasi Casey Stoner di sesi persiapan menuju balapan MotoGP Catalunya, Barcelona. Ia mengalahkan rider Australia itu pada menit terakhir kualifikasi untuk merebut pole position yang akan digelar hari Minggu, (5/6).

Sebelumnya, Sabtu (4/6) rekannya di Honda itu tampak akan memenangi babak penentuan posisi start, mengingat Stoner selalu menjadi yang tercepat di tiga sesi latihan bebas atau free practice.
Akan tetapi, pada lap terakhirnya Simoncelli mampu menyodok catatan waktu yang dibuat Stoner. Pembalap Italia dari tim San Carlo Gresini Honda itu melejit lebih cepat dengan satu menit 42,413 detik, atau unggul hanya 0,016 detik dari Stoner. Stoner harus puas start di urutan kedua pada balapan hari Minggu besok, persis di dekat Jorge Lorenzo yang menduduki tempat ketiga.

Pertarungan Stoner-Lorenzo akan sangat menarik mengingat keduanya adalah pembalap teratas di klasemen sementara. Stoner, walaupun sudah memenangi dua seri, masih terpaut 12 poin dari Lorenzo, yang baru menang satu kali tapi lebih konsisten naik podium.

Rekan Lorenzo di tim Yamaha, Ben Spies, mengekor di posisi keempat, diikuti Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow. Si legendaris Valentino Rossi hanya berada di tempat ketujuh di depan rekan Ducati-nya, Nicky Hayden.

Insiden menarik terjadi pada Karel Abraham. Ia sempat terjatuh di lap pertama, mengalami cedera pergelangan tangan, tapi 20 menit kemudian keluar lagi dari garasi timnya dan kembali beraksi.

Sebelum digelarnya balapan ada tindakan yang dihadapi Simoncelli. Pembalap berambut kribo itu mendapat perlakuan tidak menyenangkan di sela-sela persiapannya tampil di MotoGP Catalunya. Ia mengaku menerima pesan berisikan ancaman pembunuhan.

Surat ancaman tersebut dikirimkan seorang tidak dikenal yang ditujukan untuk Simoncelli. Usut punya usut, ternyata sosok misterius penebar teror tersebut adalah fans Dani Pedrosa yang masih tidak terima pembalap andalannya tersebut terjatuh akibat bersenggolan dengan Simoncelli di GP Le Mans, beberapa waktu lalu.

Dalam suratnya, sosok misterius ini mengancam akan membunuh Simoncelli yang menurutnya menjadi biang keladi atas absennya Pedrosa di Catalunya. Akibat insiden kecelakaan tersebut, Pedrosa mengalami cedera patah tulang selangka kanan yang memaksanya absen di depan publiknya sendiri.

Simoncelli sendiri menanggapi serius ancaman ini. Tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pembalap berjuluk Super Sic ini akan mendapat kawalan khusus dari pihak berwajib selama mempersiapkan diri balapan. “Ini tidak menyenangkan, datang ke sini dengan pengawal untuk bisa ikut balapan. Menerima ancaman pembunuhan adalah hal yang sulit dan tidak menyenangkan yang tidak memiliki tempat dalam olahraga …

Saya hanya berharap semuanya berjalan dengan lancar,” tandas pembalap muda berambut kriwil ini dikutip USAToday. Kendati pikirannya terbebani dengan ancaman pembunuhan, namun Simoncelli tetap mampu mencurahkan segenap konsentrasinya melakoni sesi latihan. Dari dua sesi Free Practice (I & II) yang telah dilakoni, pembalap 24 tahun ini mampu menempati peringkat dua, menguntit pembalap Repsol Honda Casey yang jadi penguasa di dua sesi tersebut. (net/jpnn)

Wali Kota Medan Marah-marah

Ditanya Temuan Korupsi Bansos Rp11,2 Miliar di Pemko Medan

MEDAN-Dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) Pemerintah Kota (Pemko) Medan sebesar Rp11,261 miliar lebih dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2010 lalu, terus mendapat perhatian Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan. Tersiar kabar, dari hasil pemeriksaan memungkinkan pihak Kejari Medan menetapkan sejumlah pejabat Pemko Medan menjadi tersangka.

Terkait hal itu, Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang dikonfirmasi Sumut Pos sesaat sebelum Safari Jumat (10/6) di Masjid Al Hikmah Jalan Ismailiyah Medan, tampak berang ketika dikonfirmasi mengenai kabar tersebut. Wajahnya memerah, dan dengan mata tajam melihat ke wartawan Sumut Pos.

“Silakan kalau memang mau ada yang ditetapkan tersangka,” jawab Rahudman dengan nada tinggi. Orang nomor satu di Medan itu kemudian langsung masuk bus yang akan membawa rombongan Safari Jumat Pemko Medan.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut oleh Sumut Pos di ruang kerjanya lantai II Balai Kota Medan mengaku, tidak mengetahui perkembangan masalah itu. “Saya tidak tahu soal itu, memangnya seperti apa?” tanyanya kepada Sumut Pos.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Medan tersebut mengaku belum mendapat konfirmasi dari pihak Kejari Medan.

Sementara itu, hasil penyelidikan intel Kejari Medan, ditemukan penyimpangan anggaran dalam penyaluran bantuan hibah kepada masyarakat dari Bansos Pemko Medan. Namun Kepala Kejaksaan Negeri Medan Raja Noprizal, enggan memaparkan lebih lanjut apa saja penyimpangan Bansos Pemko Medan dimaksud.

“Memang ditemukan penyimpangan dalam penyaluran Bansos Pemko Medan. Penyimpangan-penyimpangan itu belum dapat kita publikasikan, mengingat kasus itu masih tahap Pulbaket,” tegas Raja lagi.

Raja Nofrizal menegaskan, bahwa kasus tersebut kemungkinan akan dilanjutkan ke tahap penyidikan. “Yang pasti kasus ini terus bergulir dan akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Kita juga masih banyak mengumpulkan beberapa keterangan saksi bagi masyarakat yang menerima bantuan dana hibah dari Bansos Pemko Medan,” ucap Raja.

Sejauh ini, Kejari Medan sudah meminta keterangan lebih dari 10 orang. Saat disinggung apakah ada yang bakal dijadikan tersangka dari orang-orang yang panggil tersebut, Kajari Medan ini tidak membantahnya. “Bisa saja itu. Pejabat yang dipanggil juga bisa dijadikan tersangka,” tegas Raja. rud)

SSB Patriot Taklukkan Al-Azhar

MEDAN-Sekolah sepak bola  (SSB) Patriot Medan berhasil menaklukkan SSB  Al-Azhar Medan dengan skor 3-1 dalam Turnamen Sepak Bola Piala Specs U-15 tahun 2011 yang berlangsung di Stadion Kebun Bunga, Jumat (10/6).

Ketiga gol Patriot diciptakan Sukriadi (25’), Abiayagi (30’ dan 39’). Sedangkan satu-satunya gol SSB Al-Azhar berhasil diciptakan Muhammad Ridho dimenit ke 42.

Terkait dengan kemenangan yang diraih SSB Patriot Medan, Manager  Heri Dodi Saptono mengatakan sangat bangga, sebab kemenangan itu mengantarkan Patriot sebagai pemuncak klasemen group B. “Tapi mereka jangan cepat puas diri, karena pertandingan ke depan pasti lebih sulit lagi,” ujar Dodi.
Hal senada juga diungkapkan pelatih Yusfan Hasibuan. Bahkan secara etgas Yusfan mengingatkan anak asuhnya untuk terus menjaga kekompakan tim, baik di dalam maupun di luar lapangan. (omi)

RH tak Ditangkap, Kejatisu Dituding Tebang Pilih

MEDAN-Puluhan massa dari Forum Masyarakat Peduli Hukum Nusantara (FMPHN) Sumut berunjuk rasa di simpang Jalan Gatot Subroto, Jumat (10/6) menyuarakan tiadanya lagi keadilan di Sumut. Sebagai simbol mandulnya penegak hukum dan matinya keadilan, pengunjukrasa membakar payung berwarna merah.

“Penegakkan Hukum di Sumut tebang pilih Bisa dibuktikan dengan tidak juga ditahannya Rahudman Harahap, padahal telah lebih enam bulan sejak ditetapkan sebagai tersangka,” tandas Koordinator Aksi FMPHN, Amin Siregar.

Dikatakan Amin Siregar, Rahudman yang tersandung kasus Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Tapsel sewaktu menjabat Sekda di sana. Kasusnya ditangani Kejati Sumut dan Rahudman telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun hingga kini, tindak lanjut penanganan kasusnya tidak jelas.

Dikatakan Amin Siregar, Amrin Siregar yakni pemegang kas daerah nota bene bawahan Rahudman kala menjabat Sekda Tapsel, telah disidangkan dan divonis dari hakim tiga tahun penjara dan denda Rp200 juta. “Jadi kenapa Rahudman belum juga ditangkap? Padahal dari persidangan telah dibuktikan adanya korupsi. Sebagai atasan Amrin pada saat itu, Rahudman dipastikan juga terlibat sebagaimana yang terungkap di persidangan,” tukas Siregar lagi.

Amrin Siregar divonis PN Padang Sidempuan pada Februari 2011 lalu oleh majelis hakim yang dipimpin Efiayanto SH dengan JPU Sartono SH.

Sebelumnya, JPU meminta majelis hakim menyatakan Amrin terbukti secara sah melakukan tindakan pidana korupsi TPAPD Pemkab Tapsel tahun 2005 yang merugikan negara sekitar Rp.1.590.944.500. Amrin divonis melanggar pasal 2 Ayat (1) UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Tipir jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana. JPU menuntut Amrin pidana 4,5 tahun denda Rp.300 juta subsider 4 bulan penjara.

Karena itulah mereka mendesak Kejatisu dapat berlaku tegas dan tidak tebang pilih dalam dugaan korupsi APBD Tapsel tahun 2005 sebesar Rp 15,9 miliar. Mereka juga meminta BPK perwakilan Sumut membantu kinerja kejaksaan dengan memberikan data lengkap temuan dugaan korupsi di APBD Tapsel.

“Seharusnya tidak ada yang kebal hukum di negeri ini. Kejaksaan bila tak mampu menyelesaikan kasus ini, segera limpahkan kasusnya ke KPK,” tandas Siregar lagi.

Amin Siregar selaku korlap aksi meminta BPK Perwakilan Sumut agar membantu kerja Kejatisu dengan memberi temuan dugaan korupsi APBD Tapsel tahun 2005. “Kita imbau Kajatisu yang baru ini agar menyeret Rahudman ke meja hijau. Jangan biarkan koruptor memimpin Kota Medan. Mau jadi apa nanti Medan kalau pemimpinya perampok,” teriak Amin dengan pengeras suara.

Setelah menyampaikan aksinya sekitar 30 menit,, para pengunjukrasa membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan petugas Samapta Mapolres Medan dan Polsekta Medan Baru.(min/fit/smg)