Home Blog Page 15255

PBVSI Sumut Gelar PLN Sumut Cup 2011

MEDAN-Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Sumatera Utara (Sumut) mengharapkan seluruh Pengurus PBVSI Kabupatan/Kota ikut berpartisipasi pada Kejuaraan Propinsi Bola Voli Junior Sumut. “ PLN Sumut Cup 2011 “ yang akan dilaksanakan pada 12 – 20 Juli 2011 di GOR Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Lubuk Pakam.

Harapan ini disampaikan Sekretaris Pengprov PBVSI Sumut, Marodjahan kepada wartawan di Medan, beberapa waktu lalu usai melakukan Koordinasi dengan Ketua Umum PBVSI Pengprov Sumut, Ir. Akbar Ali,  terkait hasil Keputusan Rapat Pengprov PBVSI Sumut pada 21 Mei 2011 dan tanggal 07 Juni 2011 lalu. “Jadi kegiatan ini sudah terjadwal dengan baik, maka kita harapkan pengurus kabupaten/kota ikut berpartisipasi,” kata Marodjahan.

Menurut Marodjahan, kejuaraan bagi atlet usia maksimal Putra kelahiran tahun 1992  dan Putri tahun 1993 itu akan jadi ajang seleksi untuk mengikuti Kejuaraan Junior Nasional Bola Voli pada September 2011 di Jakarta. “Untuk melakukan penilaian terhadap atlit, pihak Pengprov Sumut telah mempersiapkan tim pemandu bakat. Jadi benar-benar sangat selektif nantinya,” katanya.

Terkait kejuraan tersebut Humas Pengprov PBVSI Sumut Irwanto Siambaton menambahkan bahwa Pengurus Kabupaten/Kota harus menyampaikan data atlit selambat-lambatnya tanggal 07 Juli 2011, berupa Ijazah/Akte Kelahiran, KTP /KK sebagai bukti domisili dan pas photo terakhir ukuran 4 x 6 (warrna) sebanyak 6 lembar.

“Pengiriman data atau dan korespondensi atlit ini dapat dilakukan dalam bentuk email/CD/FlashDisk/ Jasa Kurir /TIKI atau ditujukan melalui email volisumut@yahoo.com, volisumut@gmail.com atau langsung melalui alamat kantor Kantor DPD SP PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut Jalan Brigjen Katamso Km. 5,5 Titikuning, Medan,” kata Irwanto.

Agenda lain yang akan dilaksanakan Pengprov PBVSI Sumut, tambah Marodjahan adalah Rakerprov dan Pelantikan Pengprov PBVSI Sumut Masa Bakti 2011-2015 oleh Ketua Umum PP PBVSI, Jenderal (Pol) Sutanto. Kedua kegiatan ini dilaksanakan pada 10 – 11 Juli 2011 di Pendopo Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Lubuk Pakam.  (jun)

Abbey Road pun Macet Gara-gara Turis Menyeberang ala John Lennon

Ke Lokasi Petilasan The Beatles, Stasiun Harry Potter dan Notting Hill di London

Lokasi wisata di London bukan hanya Westminster Abbey, Big Ben, London Eye, Tower Bridge, atau Buckingham Palace. Ada juga tempat “petilasan” grup band legendaris The Beatles yang terus didatangi para turis. Berikut laporan wartawan Jawa Pos (grup Sumut Pos) M Ilham Butsiyanto yang baru pulang dari sana.

SEMBARANGAN mencorat-coret tembok di London bisa berujung hukuman atau denda karena dianggap vandalisme. Namun, aturan yang satu itun tidak berlaku di Abbey Road 3-5, London. Siapa pun yang melintas di sana bebas meninggalkan coretan di tembok pagar.

Biasanya, siapa pun yang singgah di tempat itu memang selalu meninggalkan coretan, terutama para turis. Bukan sembarang pagar yang mereka corat-coret. Itu adalah pagar studio Abbey Road. Dulu bernama studio EMI yang pernah merekam lagu grup musik legendaris The Beatles.

Bermacam-macam tulisan dari berbagai bahasa tertuang di pagar tembok putih tersebut. Ada yang menggunakan pulpen, spidol, bahkan cat semprot. Nyaris seluruh pagar tembok itu telah tertutup berbagai tulisan tangan.

Awal mula coret-mencoret di tembok tersebut dimulai sekitar 25 tahun lalu sebagai penghargaan fans kepada The Beatles. Pada 2004, sempat ada rencana untuk melarang pencoretan tembok itu karena para tetangga di Abbey Road merasa lingkungannya menjadi kotor.

Namun, rencana tersebut ditentang habis-habisan oleh penggila The Beatles. Hingga saat ini coretan-coretan itu tetap ada. Memang, terkadang tembok dicat ulang agar bersih. Itu dilakukan setiap tiga pekan, tapi kemudian boleh kembali dicoret-coret. Selanjutnya, coretan yang telah dihapus bisa dilihat kembali di situs www.abbeyroad.com/visit.

“Kami meninggalkan tulisan ini sebagai kenangan. Ini memang salah satu tempat yang ingin saya datangi di London,” kata Lena Faerber, turis asal Jerman, yang ditemui Jawa Pos di Abbey Road.
Selain meninggalkan coretan di pagar tembok, biasanya para turis berusaha mendapatkan foto spesial. Yakni, meniru adegan The Beatles dalam cover album berjudul Abbey Road yang diluncurkan pada 1969. Ketika itu para personel The Beatles menyeberang di sudut jalan Abbey Road di luar studio rekaman.

Ide menggunakan zebra cross di sudut Abbey Road itu datang dari Paul McCartney. Mereka memakai tenaga fotografer ternama asal Skotlandia, Iain Macmillan, untuk mengambil gambar John Lennon yang diikuti Ringo Starr, MacCartney, serta George Harrison di belakangnya.
Album Abbey Road kemudian mengangkat citra Abbey Road. Apalagi Abbey Road disebut sebagai album terbaik grup musik asal Liverpool itu. Majalah musik Rolling Stone menempatkan album tersebut dalam urutan ke-14 daftar 500 album paling hebat sepanjang masa.

Karena itu, citra Abbey Road sangat terangkat. Dulu ketika mengambil foto untuk cover album tersebut, The Beatles meminta bantuan polisi guna menghentikan sementara arus lalu lintas di Abbey Road. Nah, kini banyak turis yang datang dan berusaha meniru adegan tersebut. Alhasil, sering terjadi kemacetan di wilayah tersebut gara-gara ulah turis itu.

Masalahnya, para pengendara di sekitar Abbey Road tidak bisa memprotes. Sebab, di zebra cross tersebut terdapat lampu kuning bulat sebagai tanda setiap kendaraan harus berhenti ketika ada orang yang menyeberang. Di London, selain lampu lalu lintas yang lazim di Indonesia berwarna merah, kuning, dan hijau, ada jenis lampu lalu lintas yang hanya berwarna kuning dan bulat ditempatkan di kanan-kiri jalan.

“Kalau lampu yang ini, semua harus berhenti, bagaimanapun keadaannya. Terutama ketika pejalan kaki sudah melangkahkan kakinya di jalan raya. Di London, pejalan kaki memang mendapat keistimewaan,” jelas Kenneth Taylor, polisi yang ditemui Jawa Pos di area Abbey Road.
Dia juga menjelaskan, warga di sekitar Abbey Road dan pengguna jalan sudah paham dengan kondisi tersebut. Karena itu, setiap ada yang melewati zebra cross di depan studio, mereka akan berjalan perlahan.

Kalau Abbey Road mewakili peninggalan musik di London, masih ada Sherlock Holmes, tokoh detektif fiksi karya Sir Arthur Conan Doyle yang telah diterbitkan dalam bentuk novel dan film. Sejumlah peninggalannya tersimpan rapi di Baker Street 221 B yang ditetapkan sebagai museum resmi Sherlock Holmes.

Museum itu diabadikan lantaran merupakan lokasi Sir Arthur menulis novel detektif legendaris tersebut. Selain menyimpan berbagai memorabilia peninggalan Sir Arthur dan beberapa pernak-pernik yang identik dengan Sherlock, museum itu sekaligus merupakan toko yang menjual pernak-pernik Sherlock.

Kisah Sherlock juga dimanfaatkan banyak pedagang lainnya untuk mengambil keuntungan. Faktanya, di sekitar Baker Street terdapat beberapa kafe atau bar yang sengaja menggunakan nama Sherlock. Karena itu, Baker Street juga sangat identik dengan Sherlock dan menjadi jujukan para turis dari berbagai negara.

Selain The Beatles dan Sherlock, yang tidak kalah menarik adalah platform 9 3/4 di Stasiun King’s Cross, stasiun terbesar di London. Platform 9 3/4 berasal dari novel Harry Potter yang ditulis JK Rowling. Dalam cerita, platform itu merupakan titik keberangkatan menuju sekolah sihir Hogwarts.

Platform tersebut terletak di antara platform 8 dan 9. Dulu, Pemerintah Kota London memutuskan untuk memasang troli dorong yang setengah masuk di area platform 9 3/4, tapi sekarang dipindah ke depan stasiun karena renovasi yang dilakukan di platform 8.

Selain itu, banyaknya turis yang berdatangan memengaruhi arus lalu lintas di platform 8 dan 9 yang selama ini masih aktif melayani pengguna kereta. Karena itu, posisi di depan stasiun dinilai cukup strategis.

Dengan begitu, siapa pun yang menuju stasiun terbesar di Kota London tersebut akan bisa melihat dengan jelas. Banyak yang memanfaatkannya untuk berfoto di troli yang sebagiannya masuk ke tembok itu. “Buat kenang-kenangan, supaya terlihat seperti hendak ke Hogwarts,” ungkap Carmela, turis asal Spanyol.

Namun, agak berbeda dari lokasi sebelumnya di mana troli setengah itu dipasang di tembok bata merah khas London, kini hanya dipasang sebuah wallpaper bergambar bata merah. Lokasinya juga berada di tengah-tengah kios di depan Stasiun King’s Cross.

Masih ada beberapa ikon pop lain yang tetap dijaga di Kota London. Misalnya, pasar kaget di Notting Hill. Itu merupakan lokasi dalam film drama romantis yang diluncurkan pada 1999 dengan judul yang sama. Pemerannya adalah Julia Roberts dan Hugh Grant.

“Itulah yang membuat semakin banyak lokasi yang bisa dikunjungi di London. Kami juga senang karena dengan begitu banyak orang luar yang datang sekadar melihat dan berbelanja di sini,” kata Emily Cooper, warga Notting Hill yang ditemui Jawa Pos.

Sayang sekali Jawa Pos berkunjung ke sana tidak pada Sabtu atau Minggu. Sebab, biasanya di daerah Portobello, Notting Hill, di wilayah Royal Borough of Kensington and Chelsea ada pasar kaget yang menjadi background lokasi film Notting Hill.

Pasar kaget di Portobello tersebut cukup panjang. Melewati sekitar empat lampu lalu lintas, melintang mulai Portobello Road sampai Notting Hill Gate. Biasanya di sana dijual barang-barang antik, pernak-pernik yang berkaitan dengan London, serta makanan.

Namun, pengunjung yang datang karena terinspirasi film Notting Hill jangan kaget. Sebab, tidak semua latar film itu sesuai dengan kenyataan. Contohnya, tidak akan ditemui toko buku milik William Thacker (Hugh Grant). Memang ada beberapa toko buku masakan atau pertamanan. Tapi, tidak ada toko buku travel seperti dalam film.

Bukan hanya itu, di sepanjang Portobello Road tidak akan ditemui rumah berpintu biru tempat tinggal Thacker dalam film. Sebab, scene itu memang tidak diambil di Portobello Road, melainkan di Westbourne Park Road.(c5/kum/jpnn)

Pra PON Sumut Ingin Revans

MEDAN-Tanggal 10 November 2010 takkan pernah dilupakan oleh anak-anak Sumut yang tergabung dalam tim Pra PON. Pasalnya, pada tanggal yang menjadi hari kedua turnamen sepak bola Piala Bank Sumut 2010 itu, anak asuh trio pelatih Rudi Saari, Subono AT dan Mardiyanto mengalami kekalahan 0-1 atas tuan rumah.

Ironisnya, itulah satu-satunya kekalahan yang dialami Syafri Koto dkk sejak pertama kali terbentuk pada 25 Juli 2010 lalu. Sejauh ini, dari 21 pertandingan yang telah dilakoni, tim Pra PON Sumut menorehkan hasil 16 kali menang, 4 kali imbang dan sekali kalah.

“Ketika kalah dari Bank Sumut kami  hanya punya 13 pemain, karena pemain lain terpaksa absen untuk memperkuat daerahnya masing-masing pada gelaran Porprovsu,” bilang Rudi Saari, head coach tim Pra PON Sumut.

Karena hal tersebut Rudi pun optimis jika pada pertandingan ujicoba yang berlangsung sore ini di Lapangan Sepak Bola Gaperta Medan, tim Pra PON Sumut mampu melakukan revans (membalas kekalahan, Red).

Selain akan tampil full team, Rudi pun menilai jika soliditas permainan yang diperlihatkan anak asuhnya pada beberapa pertandingan terakhir mengalami peningkatan yang signifikan.      “Dari hasil evaluasi yang kami lakukan ditemukan jika kelemahan yang masih membelit tim ini adalah lemahnya finishing touch.

Jadi, menghadapi Bank Sumut nanti, kami (tim pelatih, Red) telah tekankan kepada seluruh pemain untuk dapat memaksimalkan semua peluang,” bilang Rudi.
Terpisah, pelatih Bank Sumut Edwin Daud mengungkapkan bahwa seluruh pemain telah bertekad untuk mengulangi kemenangan atas tim Pra PON Sumut.

Bisa dimaklumi jika kubu Bank Sumut semakin optimis, sebab saat ini Bank Sumut diperkuat beberapa mantan pemain PSMS seperti Faisal Azmi, Tri Yudha Handoko, Chiko Mardona Erwinsyah Hasibuan.

“Kehadiran mereka jelas membuat tim ini semakin padu. Ini bagus karena tim ini sedang dipersiapkan untuk POR Bank nanti,” bilang Daud.
Selain ketiga nama beken seperti yang disebutkan di atas, pada laga nanti Bank Sumut juga menurunkan Iwan dan Erwin (Kiper), Samiran, Sunardi, Fauzan, Rizal, Arif, Ardi, Olek, Kholik, Andika dan Dwi. (jun)

Berebut Daun Muda

LONDON-Di saat Manchester United mendapatkan Phil Jones dan Ashey Young, para rivalnya di Premier League tidak mau kalah. Liverpool, Arsenal, dan Chelsea.
Yang menarik, ada kesamaan dari rekrutmen klub-klub papan atas Inggris itu. Yakni, pemain muda potensial.

Liverpool misalnya. The Reds (sebutan Liverpool) sudah mencapai kesepakatan dengan Sunderland untuk gelandang 20 tahun Jordan Henderson.
The Reds membayar Henderson cukup mahal atau 20 juta pounds (Rp 278 miliar). Itu pun The Reds masih mengirim striker David Ngog ke Sunderland.

Henderson yang akan diikat kontrak empat tahun itu pun menerima gaji empat kali lipat di Liverpool atau 60 ribu pounds (Rp 836 juta) per pekan. Henderson pun telah menjalani tes medis di sebuah rumah sakit privat di Merseyside kemarin.

“Kini, saya bisa fokus sepenuhnya membela Inggris U-21 di putaran final (dihelat di Denmark pada 11-25 Juni 2011, Red),” ungkap Henderson kepada Liverpool Echo.

Setelah Henderson, pelatih Liverpool Kenny Dalglish membidik pemain muda lainnya. Di antaranya defender 24 tahun Birmingham City Scott Dann. Kans mendapatkan Dann terbuka lebar karena Birmingham terdegradasi dari Premier League musim lalu.

Di pihak lain, Arsenal masih mempertahankan tradisi merekrut pemain muda. Untuk musim panas ini, defender U-19 Finlandia Carl Jenkinson menjadi pemain pertama yang datang ke Emirates.
Dia digaet dari Charlton Athletic dengan fee ditaksir satu juta pounds (hampir Rp 14 miliar).

Bagaimana dengan Chelsea. Sekalipun disibukkan memburu pelatih baru, The Blues (sebutan Chelsea) bersiap menuntaskan perburuan Romelu Lukaku dengan fee 20 juta euro (Rp 248 miliar).
Chelsea sudah setahun terakhir mendekati striker 18 tahun Belgia itu.

Tapi, seiring terlalu mahalnya banderol striker muda Brazil Neymar, wajar apabila Chelsea lebih memilih Lukaku.
Sebagai perbandingan, banderol Neymar dua kali lipat dibandingkan Lukaku. (dns/jpnn)

Mahkotanya Digoyang

Astrid Ellena

Belum sebulan menyandang gelar Miss Indonesia 2011, mahkota Astrid Ellena sudah digoyang. Penunjukan Ellena sebagai wakil Jawa Timur, padahal konon dia berasal dari Jakarta, mulai dipermasalahkan. Walah…

Sematan mahkota Miss Indo­nesia 2011 agaknya belum bisa bikin Astrid Ellena tidur nye­nyak. Pa­salnya, kemenangan yang dia raih 3 Juni lalu menyi­sakan po­lemik. Ini terkait keti­dak­cocokan kota kelahiran de­ngan daerah pe­milihan Ellena.

Me­nurut kabar, perempuan kelahiran 8 Juni 1990 itu ternyata bukan orang Jawa Timur (Jatim)n
meski dia me­wakili Jatim dalam ajang Miss Indonesia. Kartu Tan­da Penduduk (KTP) dan akte kelahiran Ellena kabarnya asli Jakarta.

Ayah Ellena, Yunadi Fredrich saat dimintai konfirmasi menolak dikatakan menyembunyikan iden­­titas atau bahkan melakukan kebo­hongan publik. Dia berala­san, pe­nunjukan sebagai wakil Jatim telah diarahkan dan diten­tukan oleh pa­nitia penyelenggara.

Ellena sempat ditawari men­ja­di wakil luar Jawa. Tapi mung­kin karena dia pernah sekolah di Surabaya, kemudian mewakili Ja­­wa Timur,” ujar Yunadi Fre­drich ke­pada Surabaya Post (grup Sumut Pos),.

Ellena mengikuti audisi di Ja­karta sesuai dengan KTP dan tem­pat kelahirannya. Namun, dia me­mang pernah sekolah saat TK sampai kelas 1 SMP di Cita Hati, Surabaya, sebelum ke­mudian pindah ke Amerika.

Tidak hanya Ellena sebenarnya yang mengalami masalah asal usul. Peserta asal Kalimantan Selatan juga dikabarkan berasal dari Sidoarjo. Begitu pula peserta asal Sumatera Utara.
“Ini tidak ha­nya ter­jadi pa­da Elle­na saja, tapi juga pada pe­ser­ta lain­nya,” te­gas Yunadi yang me­negaskan kalau putrinya semula tidak menge­tahui kalau akan me­wakili Jawa Timur.
Ellena, yang per­nah ting­gal di Maryland, AS sem­pat menyabet gelar sebagai Miss Favorit dan Miss Kulit Indah da­lam ajang kecantikan yang digelar setiap tahun ini. Selain itu, dalam usia yang relatif muda tersebut, Ellena telah menguasai bahasa Inggris, Spanyol dan Mandarin.

Sejak masa karantina, Ellena memang dinilai telah mencuri per­hatian sehingga masuk ke babak lima besar bersama Aman­da Ro­berta Zevannya dari Papua Barat, Nadia Siddiqa dari Banten, Fatya Ginanjarsari dari DKI Jakarta dan Madhina Nur Muthia dari Kali­mantan Tengah.
Namun di antara keempat fi­nalis lainnya, Ellena dinilai paling menonjol dalam berbagai kuali­fikasi yang dinilai juri. Penyema­tan gelar untuk Ellena tergolong istimewa karena lang­sung dilaku­kan oleh Miss World 2010 Ale­xandria Mills bersama Miss Indonesia 2010 Asyifa Latief.

Sebelum resmi menyandang gelar sebagai Miss Indonesia 2011, gadis yang dikenal open-minded ini juga pernah meraih gelar sebagai Miss UPH (Univer­sitas Pelita Harapan) dan Miss Photogenic UPH 2009. Prestasi yang diraihnya tersebut tidak membuat mahasiswi jurusan Hu­bungan Internasional UPH ini lantas berpuas diri dan terlena sehingga lengah mengejar cita-cita.

Dia justru sema­kin berse­mangat untuk meraih im­pian­­nya men­jadi seorang duta bu­daya Indo­ne­sia di mata du­nia. Usahanya un­tuk me­nge­jar mimpi ter­sebut akhirnya mengantarkannya pada ajang Miss Indo­ne­sia 2011. (jpnn)

Kuszczak Ingin Hengkang

Thomasz Kuszczak tengah dilanda kegusaran untuk menatap musim depan. Kiper asal Polandia tengah mempertimbangkan opsi untuk hengkang dari Manchester United karena tak kunjung mendapat tempat utama.

The Red Devils memang lebih mempercayakan posisi kiper kepada Edwin van der Sar. Namun alih-alih mengisi tempat veteran Belanda yang memutuskan pensiun di penghujung musim, United lebih memilih mencari kiper lain dan urung mengacuhkan Kuszczak.

“Saya hanya bermain di beberapa laga. Itu adalah keputusan pelatih. Jelas di pikiran saya bahwa saya bermain dengan satu tujuan untuk Manchester United atau meninggalkan klub. Saya punya sisa waktu satu tahun dalam kontrak,” ujar Kusczak seperti disitat dari Express.co.uk, Jumat (10/6).

Penjaga gawang 29 tahun ini tampaknya gerah selalu menjadi pilihan kedua Sir Alex Ferguson. Hal ini menyebabkan dirinya berniat hengkang tanpa berbicara dengan sang pelatih, demi masa depan kariernya.

“Saya belum bicara dengan Alex Ferguson. Dia tidak pernah mengatakan apapun kepada saya. Saya tidak tahu apakah bisa tahan lebih lama. Saya dapat beberapa tawaran dan kami akan melihat apa yang terjadi dengan itu.

Saya akan bertahan di Inggris, yang sudah tujuh tahun saya tinggali, publik di sini mengerti apa yang bisa saya lakukan,” tandasnya.

Sejak dipinjam dari West Bromwich Albion pada 2006 hingga sekarang, Kuszczak baru 32 kali bermain dalam laga United. Kiper dengan tinggi badan 1,91 meter ini nampaknya sudah bulat untuk hengkang dibanding terus menjadi penghangat di bangku cadangan United. (bbs/jpnn)

Gelait Setan Merah

MANCHESTER-Gebrakan transfer Manchester United musim panas ini telah dimulai. United memang telah dikaitkan dengan Ashley Young sepekan terakhir.

Namun, tidak hanya winger Aston Villa itu yang menjadi rekrutmen awal United. Sebab, Setan Merah – sebutan United – juga berhasil mendapatkan defender muda Blackburn Rovers Phil Jones.

United bahkan lebih dulu merampungkan proses transfer Jones. Pemain yang masih 19 tahun itu sudah menjalani tes medis di markas latihan United di Carrington Rabu waktu setempat (8/6). United harus merogoh kocek 16,5 juta pounds (Rp 230 miliar) untuk Jones yang meneken kontrak lima tahun dengan bayaran 50 ribu pounds (Rp 696 juta) per pekan itu.

“Saya tahu apabila Sir Alex (Ferguson, pelatih United, Red) sudah meminati Phil sejak 18 bulan lalu atau ketika United gagal mengalahkan Blackburn (bermain 0-0 pada 11 April 2010, Red),” kata Sam Allardyce, eks pelatih Blackburn, sebagaimana dilansir The Independent.

“Ketika klub seperti United menginginkan Phil dan menyodorkan tawaran besarnya, saya tahu apabila Blackburn tidak akan mampu menolaknya. Saya sangat sedih kehilangan rekan setim seperti Phil,” sahut Jason Roberts, striker Blackburn, kepada Sky Sports.

Sedangkan untuk Young, United secara lisan memang sudah menyepakati fee 15 juta pounds (Rp 209 miliar) dengan Villa. Namun, United harus bersabar menunggu Young menjalani tes medis karena pemain 25 tahun itu bersiap melangsungkan pernikahan di Hertfordshire akhir pekan ini.

“Proses transfer diharapkan tuntas sebelum pernikahan sehingga Young bisa tenang menjalani bulan madunya,” demikian seperti dilansir Daily Mail mengutip sinyal dari agen Young, Eric Walters.

Seiring kehadiran Jones dan Young, berarti sudah tiga pemain yang akan menghuni skuad United musim depan. Nama sebelumnya adalah kiper Atletico Madrid David de Gea dengan fee 18,3 juta pounds (Rp 254 miliar).

Khusus De Gea, United juga harus bersabar karena kontrak kiper 20 tahun itu bersama Atletico baru habis akhir bulan ini.

Dana untuk tiga pemain itu memang telah menyedot kas United hampir 50 juta pounds (Rp 696 miliar). Namun, United memungkinkan mencoba mendatangkan satu pemain lagi. Bidikannya siapa lagi jika bukan playmaker Inter Milan Wesley Sneijder.

“Jones menggantikan (Owen) Hargreaves dan dipersiapkan sebagai suksesor Rio (Ferdinand), Young suksesor (Ryan) Giggs, dan De Gea untuk (Edwin) van der Sar. Tapi, belum ada sebagai pengganti (Paul) Scholes,” jelas salah satu sumber di internal United.

Problem bagi United, sekalipun sukses melobi Inter untuk melepas Sneijder, bintang timnas Belanda itu berharga mahal. Banderolnya ditaksir 40 juta euro (Rp 557 miliar). Beredar spekulasi apabila United bakal menyodorkan Nani untuk mereduksi harga tinggi itu.

Di sisi lain, United juga bisa mendapatkan dana tambahan dari menjual pemainnya. Trio John O’Shea, Wes Brown, dan Darron Gibson masuk dalam daftar hengkang setelah Sunderland siap memboyong ketiganya dengan fee total 12 juta pounds (Rp 167 miliar).

Sudah menjadi rahasia umum pelatih Sunderland Steve Bruce selalu tertarik dengan para pemain United. Itu karena Bruce adalah eks defender United dekade 1990-an. Bruce sudah memiliki Kieran Richardson dan Phil Bardsley yang eks penggawa United. Di musim lalu, Bruce juga meminjam Danny Welbeck.

O’Shea, Brown, dan Gibson memang one club man atau setia membela United sepanjang karirnya. Namun, ketiganya memang punya alasan masuk akal dijual. O’Shea sudah memasuki kepala tiga, Brown terlibat konflik dengan Ferguson, sedangkan Gibson dianggap tidak berkembang kemampuannya sekalipun sudah enam tahun menghuni skuad utama United. (dns/jpnn)

Komunitas Electric Bicycle 89 Keliling Kota, Hemat Tenaga

Setelah berkumpul, Minggu (5/6) 70-an anggota Komunitas Electric Bicycle 89 memulai kegiatan perdananya berkonvoi di jalanan protokol Kota Medan. Dikawal foreder iringan tadi pun menarik perhatian masyarakat.

Tidak hanya menyapa, tak sedikit masyarakat yang nekad menghentikan iringan untuk bertanya tentang kegiatan yang digelar. Terlebih kendaraan yang digunakan oleh anggota konvoi yang memang terbilang unik. Ya, meskipun sepeda elektrik sebenarnya sudah hadir sejak November 2010 lalu.

“Sejak mulai start di Jalan Diponegoro, sepanjang jalan masyarakat banyak yang melihat lalu bertanya. Kita juga sempat diberhentikan beberapa kali karena masyarakat penasaran dengan sepeda elektrik ini. Ada yang bertanya di mana belinya,” ucap Manajer Komunitas Electric Bicyle 89, Herman kepada Sumut Pos.

Sesuai dengan nama komunitasnya, rombongan ini menggunakan sepeda elektrik. Merupakan inovasi dari sebuah sepeda konvensional yang hanya dapat dikayuh, sepeda elektrik menambahkan mesin listrik sebagai sumber tenaga. Mesin listrik itu sendiri tidak menggunakan bahan bakar minyak melainkan baterai yang dapat diisi ulang sehingga sangat ramah lingkungan.  “Untuk pengisian pertama baiknya dilakukan selama delapan jam. Tapi, untuk isi ulang cukup dua hingga tiga jam sudah penuh,” jelas Herman.

Meskipun begitu lanjutnya, dalam kondisi baterai penuh sepeda ini dapat menempuh jarak 40 km dengan kecepatan 35 km sampai 45 km per jam. Hal itu pun dibuktikan lewat kegiatan yang diikuti berbagai tingkat usia tersebut. Tidak hanya dari kalangan remaja hingga lanjut usia. Sekretariat klub ini berada di Jalan Sunggal No 68, seputaran Jalan Gagak Hitam. (jul)

Peduli Atlet, Peduli Medan

Drs H Zulhifzi ‘Opung Ladon’ Lubis

Dengan gaya khas yang dimiliki, Drs H Zulhifzi Lubis (47) merangkul semua pihak untuk menggalakkan kegiatan olahraga di Kota Medan. Demi menjadikan Kota Medan sebagai kiblat olahraga, dirinya memutuskan berhenti sebagai dosen di Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Islam Sumatera Utara (FISIP UISU) 2008 lalu.

Ya, 2008 menjadi awal kiprah pria yang akrab disapa Opung Ladon ini di Komite Olahraga Na
sional Indonesia (KONI) Kota Medan. Hasilnya, hanya kesan suram sekretariat di Jalan Raden Saleh Medan itu yang didapat. Peninggalan dari ketidakpedulian kepengurusan sebelumnya yang tanpa disadari berdampak merosotnya prestasi olahraga Kota Medan di berbagai even. Tak pelak, hal ini menjadi tantangan di awal jabatannya.

Dengan sikap tegas atas disiplin, Opung pun melakukan beberapa terobosan. Dimulai dari penataan administrasi mengenai cabang olahraga, pengurus di ke-37 cabang olahraga, dengan 427 atlet yang dinaungi. Papan pengumuman yang semula terpasang kosong langsung penuh dengan huruf dan angka dengan penataan yang rapi pula. Tampak pula imbauan dan skedul untuk dilaksanakan cabang olahraga yang bersangkutan.

Tidak cukup menata administrasi juga program yang ditujukan untuk mengaktifkan kegiatan di masing-masing cabang olahraga. Salah satunya adalah Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan yang sudah dilaksanakan dua putaran. Dari situ, atlet yang berprestasi kemudian dimasukkan dalam program pembinaan dan mendapat apresiasi berupa uang transportasi setiap bulannya.

“Memang tidak mudah mengurus olahraga. Untuk itu kita perlu melakukan pendekatan dengan berbagai pihak yang sepemikiran dengan kita yaitu membangkitkan olahraga Kota Medan. Pendekatan itu melalui pemaparan yang jelas terhadap program yang sudah dan akan dilaksanakan. Semua itu harus dipertanggungjawabkan,” ucap Opung Ladon yang ditemui di Sekretariat KONI Kota Medan yang baru seputaran Stadion Teladan Medan, Selasa (7/6) lalu.

Sadar dengan kemampuan keuangan yang tersedia, suami dari Erlina SH ini lalu merambah jalan baru dengan merangkul perusahaan asuransi. Dengan memasukkan atlet ke dalam ansuransi, dirinya berharap dapat menghilangkan kekhawatiran pada atlet untuk tampil maksimal. Motivasi pun terus digenjot lewat pemasangan foto atlet berprestasi pada spanduk di jalan-jalan protokol Kota Medan.

Dirinya juga melihat hubungan kuat antara atlet, pelatih, dan pengurus. Untuk itu Opung Ladon yang juga Ketua Partai Golkar Kota Medan periode 2010-2015 ini menggelar studi banding setiap tahun dengan mengunjungi daerah dengan pembinaan olahraga yang baik. Tak heran dengan kerja-keras yang telah diperlihatkan, Opung tak sungkan menghardik pengurus yang tidak becus dalam menjalankan tugasnya. Tentu saja dengan gaya khas yang tak pernah berubah.

“Saya tidak bisa mengubah penampilan. Ya, begini lah saya dan akan terus memberi yang terbaik untuk olahraga Kota Medan. Yang pasti saya tidak pernah menipu apalagi menyakiti orang. Malah saya sering ribut dengan istri hanya karena mau membantu orang,” beber ayah dari tiga anak ini.

Opung Ladon bukanlah orang baru di dunia olahraga Sumatera Utara. Melalui OP Ladon yang didirikannya 1989 silam, warga Jalan Santun No 40 Medan ini menggelar pembinaan di cabang otomotif, sepak bola, tinju, dan atletik. Bersama Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (Pengprov IMI) Sumut 2003 silam, dirinya bahkan menggelar kegiatan Offroad dengan hadiah satu unit mobil. Di tahun yang sama dirinya juga menggelar road race antar kota se-Sumut yang babak finalnya di gelar di Kota Medan.

Pengurus Harian MPW Pemuda Pancasila Sumut ini juga terlibat dalam pembinaan kepemudaan. Seperti saat menggelar kejuaraan bola volli waria yang kontroversial pada 1995 silam. Tak heran, peraih penghargaan sebagai pembina otomotif pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) XIX 2002 di Sumut ini sangat dekat dengan berbagai lapisan masyarakat.

“Saya merasakan kepuasan batin dari peserta yang bercerita bagaimana mereka berangkat untuk bertanding itu dilepas oleh kepala daerahnya masing-masing. Ada juga yang cerita kalau mereka juga dikasih duit sama bupati atau wali kotanya. Andai ini terjadi di semua cabang olahraga, Sumut pasti benar-benar luar biasa,” pungkasnya. (jul)

DPP MPI Sumut Lantik DPC Khusus Batang Kuis

MEDAN- Para pendiri organisasi Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) bertekad agar keberadaan MPI di tengah-tengah masyarakat bisa memberikan manfaat  terutama rakyat kecil dan orang miskin.“Jadilah pengurus yang pintar menggusur kemiskinan, bukan menggusur orang-orang miskin” ungkap Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) MPI Meherban Shah saat memberikan arahan pada pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Khusus Batangkuis masa bakti 2011-2014 di Kampung Niaga, Kota Batangkuis, Deliserdang, Rabu (8/6).

Kader MPI diminta untuk menjadi bagian dari masyarakat yang peduli membantu rakyat kecil bukan meresahkan apalagi menggusur orang-orang miskin. Selain itu, kader MPI wajib menjaga bangsa dan negara dengan meningkatkan harkat martabat bangsa Indonesia. Karenanya,  ujar Meherban, kader MPI harus mendukung TNI, Polri dan pemerintah serta tidak menjadi provokator dalam upaya membantu rakyat kecil dan jangan sampai menindas mereka.

Sebagai organisasi baru, Meherban mengakui, MPI masih banyak kelemahan. Tapi, MPI memiliki satu kekuatan dalam melawan tindakan korupsi yang menjadi fokus MPI.  “MPI masih baru dan punya banyak kelemahan, tapi MPI kuat melawan koruptor” tandasnya.

Meherban juga mengimbau agar seluruh kader MPI saling memperhatikan dan membantu antara anggota lainnya serta menyatu dalam kebersamaan.Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) MPI Sumatera Utara (Sumut) Bobby Octavianus Zulkarnen SE juga mengingatkan seluruh kader MPI agar berbuat sesuatu yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta membantu program pembangunan pemerintah. Selain itu juga, DPC Khusus merupakan tangan tangan DPN MPI, dimana DPC khusus tersebut dibawah pengawasan dan bimbingan DPP MPI Sumut.

Ketua DPC Khusus MPI Batangkuis Supanji menegaskan, keberadaan MPI diharapkan bisa menjadi energi positif bagi seluruh elemen masyarakat Batangkuis dengan saling bahu-membahu, menjalin silaturahmi yang baik dan bekerjasama sehingga tercipta keharmonisan, keamanan, kenyamanan serta kedamaian.

“Kami siap menjalankan dan menunaikan tugas mulia sebagai organisasi kemasyarakatan yang turut berpartisipasi dan mengabdi  demi masyarakat khususnya di Kecamatan Batangkuis ini” tegasnya.

Prosesi pelantikan pengurus DPC Khusus MPI Batangkuis langsung dipandu Ketua DPP MPI Sumut, Bobby Octavianus Z didampingi Sekretaris Aulia P Sitepu SH dan Bendahara M Ridwan diawali dengan dialog dan penandatanganan Surat Keputusan (SK) serta penyerahan pataka organisasi kepada Ketua DPC Khusus MPI Batangkuis Supanji.

Wujud kepedulian terhadap rakyat kecil, MPI menyantuni puluhan anak-anak kurang mampu dan diakhiri dengan penyerahan 1 unit sepeda motor bercorak khas warna organisasi tersebut sebagai inventaris dari Ketua Umum DPN MPI Meherban Shah kepada Ketua DPC Khusus MPI Batangkuis Supanji.

Susunan Pengurus DPC Khusus MPI Batangkuis masa bakti 2011-2014 : Ketua Supanji dibantu 5 Wakil Ketua : Fadli Syahdian, Ferri Guslo, Ngadianto, Bambang Ducky Hermana dan M Husin SH. Sekretaris Bachyuni Amin Basri SE dibantu Wakil Sekretaris Irzam. Bendahara V M Gultom ,Wakil Bendahara  Widi Widjayanto serta didukung 8 kepala bidang. Turut hadir ketua bidang DPP MPI Sumut Ir Roni Sibuea,  Baginda Siregar,Zulkifli, dan Sugiarto St.  (*/omi)