Home Blog Page 15263

Pulang Kerja Kena Rampok

Sawaluddin (25), warga Pasar IV, Medan Deli dirampok empat pria di Jalan Kayu Putih Tanjung Mulia, Medan Deli, usai pulang kerja sebagai buruh bongkar muat di Pelabuhan Belawan, Kamis (9/6). Akibatnya, sepeda motor Honda
Supra X dengan nomor plat polisi BK 5860 SK miliknya dibawa kabur pelaku.

Keterangan yang dihimpun, begitu pulang kerja sebagai buruh bongkar muat di Pelabuhan Belawan, Sawaluddin langsung tancap gas menuju rumahnya. Dalam perjalanan tepatnya di Jalan Kayu Putih Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli, dia dipepet empat orang  mengendarai dua sepeda motor. Salah seorang kawanan perampok mengancam korban dengan menodongkan senjata tajam. Korban yang tidak berdaya harus merelakan sepeda motornya dirampas kawanan perampok tersebut. Kemudian keempatnya melarikan diri.

Sawaluddin kemudian membuat laporan ke Mapolsekta Medan Labuhan. Di kantor polisi, Sawaluddin mengatakan pelaku datang tiba-tiba dan memberhentikan laju sepeda motornya. “Saya sempat ditodong dengan senjata tajam ke arah leher saya, selanjutnya kawanan perampok tersebut membawa kabur sepeda motor saya,”ujarnya. Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Oktavianus membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. (mag-11)

Keunikan Bangunan Negeri Sakura

Kumamoto Artpolis

MEDAN-Pameran Kumamoto Artpolis yang dilaksanakan oleh The Japan Foundation melalui Kosulat Jenderal Jepang di Kota Medan di Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara Jalan HM Joni No 51 Medan, 9 Juni-1 Juli 2011. Banyak keunikan yang bisa dilihta dalam pameran itu termasuk struktur bangunan yang disiapkann
untuk menahan gempa yang kerap mengguncang negeri Sakura.

Tidak seperti WC umum yang banyak dijumpai di Kota Medan dengan bentuk monoton, tembok dilapis marmer. Dalam pameran itu terlihat bagaimana WC umum pun menjadi perhatian dari pemerintah dengan membuatnya baik dengan menggunakan bahan dari batu maupun dengan kayu dalam bentuk-bentuk yang menarik. Begitu juga di bahagian dalam yang penuh corak, jauh dari kesan kotor. Bahkan di salah satu kota terdapat WC dengan design dan furniture yang memang dibuat untuk anak-anak.

Kebebasan berekspresi itu juga bisa dilihat dari bangunan Misumi Harbor Ferry Terminal yang dibangun di Kota Misumi 1989-1990. Terminal kapal ferry ini dibuat dengan mengadaptasi bentuk kerucut. Begitu juga pada Ushibula Haiya Bridge, jembatan di Kota Ushibula pada 1991-1997 yang memancarkan cahaya dari lampu-lampu yang dipasang. Menjadi pemandangan yang menarik di waktu malam.

Ada lagi Nishigoshi Health and Welfare Centre yang dibuat berbentuk cafe. Jauh dari kesan kaku seperti yang terpancar dari bangunan rumah-sakit maupun pusat-pusat kesehatan yang ada di Kota Medan. Begitu pun untuk pusat pengaduan masyarakat dan kantor polisi yang dibuat sebersahabat mungkin. Bahkan tidak memperlihatkan kesan bila bangunan itu adalah kantor polisi selain mobil patroli yang terparkir di sekitarnya.

Keunikan-keunikan dalam pameran itu pun mengundang apresiasi dari seluruh pengunjung. Bahkan pengunjung yang bukan di bidang arsitek turut mengakui manfaat dari pameran yang digelar. Seperti Ceaeilia, mahasiswa angkatan 2008 Sastra Jepang dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara yang datang bersama beberapa teman kampus. “Memang tidak berkaitan langsung ya tapi melalui pameran ini kita bisa lebih dekat mengenal model bangunan di Jepang yang begitu inspiratif. Kalau bisa pada pameran berikutnya ada teknologi lain yang khas dari salah satu kota di Jepang,” ucapnya.

Hashimoto Ayumi, Asistant Director Japan Foundation mengatakan bila program Kumamoto Artpolis ini dimulai sejak 1988 sebagai usaha inovatif untuk mengembangkan komunitas baru di prefektur Kumamoto. Diawali dengan mengadopsi konsep arsitektur yang baru yang bertujuan untuk kontribusi pada pengembangan komunitas baru. Tujuan akhir program ini sendiri tidak hanya untuk meningkatkan kualitas desain bangunan tetapi juga pemanfaatan proyek arsitektur sebagai alat untuk menjadikan para arsitek dan penduduk setempat bekerjasama sehingga mereka dapat merasakan bagaimana sebuah komunitas dapat turut berperan dalam proyek yang dibangun.

Dengan demikian, program ini bertujuan untuk mengembangkan ide untuk gaya hidup yang baru dengan gambaran masyarakat yang baru. Sejauh ini, program Kumamoto Artpolis ini dinilai telah membantu pembangunan budaya arsitektur di prefektur Kumamoto. “Sebelum melaksanakan pembangunan kita menggelar sosialisasi terlebih dahulu dengan penduduk sehingga mereka memahami tujuan pembangunan itu. Saat ini arsitektur yang merupakan dasar kebutuhan manusia juga dapat berfungsi sebagai objek wisata,” jelas Ayumi.

Sementara itu Konsulat Jenderal Jepang di Medan Hamada Yuji menyampaikan kebanggaannya atas pelaksanaan Kumamoto Artpolis di Kota Medan. Dirinya berharap konsep bangunan konterporer tersebut dapat memberi  manfaat bagi masyarakat juga pemerintah di Sumut. “Kita berharap dari kegiatan ini dapat menambah wawasan dan menjadi inspirasi arsitek di Sumut untuk terus meningkatkan teknologi di bidang arsitek dalam menselaraskan pembangunan dengan kelestarian alam sekitar,” ucap Hamada Yuji.

Pembukaan Kumamoto Artpolis ditandai dengan pemukulan gordang sabangunan, alat musik tradisional Batak Toba. Turut hadir Drs naruddin Dalimunte MSP mewakili Gubernur Sumatera Utara, Konsulat Jenderal Malaysia Nurlim Otman, dan Kepala Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara Dr Hj Sri Harifni Msi. (jul)

Tiga Program Polri

Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Polri sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat punya program berjalan hingga tahun 2025. eperti apa program dan pelaksanaannya? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Kabid Humas Poldasu, AKBP Raden Heru Prakoso.

Apa saja program Polri itu?

Program pertama adalah trans building membangun kepercayaan terhadap masyarakat yang sudah dimulai di tahun 2004-2009 dengan tahap pertama. Sedangkan untuk tahap kedua dari tahun 2010-2014 sedang berjalan. Polri mempunyai program partner ship building membangun kemitraan. Namun, tahap pertama tidak ditinggalkan dan tetap berjalan.

Bagaimana mengevaluasi program tersebut?
Polri mempunyai program yang tentunya selalu berkembang dan itu selalu berlangsung seiring berjalannya dinamika masyarakat. Jadi untuk mengevaluasinya setiap tiga bulan sekali, dari Polres hingga Polda akan dievaluasi sesuai dengan perkembangannya. Dan yang sudah berjalan akan dievaluasi setiap bulan.

Bagaimana dengan tahap ketiga?
Kita sudah mempersiapkan dengan program memberikan pelayanan prima di tahap ketiga tahun 2015-2025 sebagai tujuan dan strategi Polri. Hal itu akan menjalankan fungsi dan bidang satuan kerja (satker) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Diharapkan dengan berjalannya program yang ketiga tidak ada lagi birokrasi yang berbelit-belit biaya tidak mahal.

Apakah ada yang program yang lain?
Kita juga memberikan langkah preemtif mengajak bersama-sama sebagai langkah pertama. Semua itu sangat dominan, agar jangan mengambil tindakan sendiri terhadap gangguan kambtibmas. Langkah kedua adalah preventif mencegah. Jadi, Polri mengajak masyarakat untuk mengambil sikap untuk mencegah gangguan kambtibmas. Dengan begitu, Polri akan berkordinasi dengan pengamanan setempat di objek vital, seperti satpam yang harus berkoordinasi dengan polisi untuk melakukan patroli di wilayahnya masing-masing. Kemudian, langkah ketiga adalah defrenshif jalan terkahir. Langkah ini digunakan apabila langkah pertama dan kedua tidak berjalan. Jadi, Polri akan mengambil tindakan apabila masyarakat yang mencoba untuk melakukan perbuatan melawan hukum. Polri juga akan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Semua itu dilakukan sebagai bentuk komunikasi yang terbuka, sehingga tidak ada komunikasi yang tersumbat. (*)

Dishub Tinggal Tunggu Instruksi

Penutupan Area Parkir Merdeka Walk

MEDAN-Niat Pemko Medan untuk melakukan penutupan area parkir Merdeka Walk, bakal terealisasi. Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Medan tengah menunggu instruksi atau surat perintah dari Pemko Medan. Instruksi atau surat perintah itu dimaksudkan untuk menjadi landasan menjalankan kebijakan tersebut.

“Kalau memang ada instruksi, dan surat perintah maka akan segera kita tindaklanjuti,” ujar Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Fahmi Harahap saat dimintai komentarnya mengenai hal tersebut, Kamis (9/6).
Ditambahkannya, pihaknya hanya menjalankan tugas atau perintah. Tidak mengurusi persoalan kerjasama, kontrak ataupun masalah yang menjadi dasar perselisihan antara pihak manajemen Merdeka Walk dengan Pemko Medann
Karena, persoalan retribusi pemakaian sisi barat Lapangan Merdeka dengan pengelola Merdeka Walk adalah hak dan wewenang pihak Pemko Medan.

“Kita tidak mengurusi persoalan retribusi pemakaian lapangan dan sebagainya. Kita mengurusi persoalan parkir, jadi bila ada instruksi maka akan kita jalankan. Kalau memang nantinya area parkir Merdeka Walk ditutup, maka secara otomatis dan lambat laun maka Merdeka Walk juga tidak akan beroperasi lagi,” terangnya.

Sedangkan Yogi, salah seorang perwakilan manajemen Merdeka Walk yang dikonfirmasi mengenai persoalan antara Merdeka Walk dan Pemko Medan, enggan memberikan komentarnya. “Janganlah saya mengkonfrontir persoalan itu lagi. Kan waktu itu sudah anggota dewan yang menjelaskan persoalan ini,” ungkapnya sembari menyebutkan salah seorang nama anggota DPRD Medan. (ari)

Disdiksu Habiskan Biaya Rp1,6 M

Gebyar Sekolah Menengah Kejuruan

MEDAN- Tak tanggung-tanggung, Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdiksu) mengalokasikan dana sebesar Rp1,6 miliar dalam penyelenggaraan Gebyar SMK se-Sumatera 2011, yang digelar di Lapangan Benteng Medan mulai 9-6 Juni mendatang.

Dalam pagelaran itu, diikuti oleh sebanyak 82 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik negeri maupun swasta, se Sumatera Utara yang akan mengikuti beberapa perlombaan, antara lain festival tata rias wajah, festival tuneup sepeda  motor, festival aransemen musik, festival perancang busana, festival elektronik dan lainnya dengan total hadian Rp89 juta. Selain diikuti 82 SMK, kegiatan ini  juga diikuti 16 stand dunia usaha.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Dinas Pendidikan Sumut sekaligus ketua panitia Latifah Hanum Daulay mengatakan acara berbiaya Rp1,6 miliar bersumber dari Dokumen Penggunaan  Anggaran (DPA) APBD Sumut dan ini merupakan yang pertama dari Dinas Pendidikan  Sumut.

“Sebelumnya pernah dibuat tahun 1998, tetapi swadana oleh SMK,” ujar perempuan berjilbab tersebut.
Latifah Hanum menambahkan, ajang ini sebagai promosi SMK untuk  menyahuti SK Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) tahun 2005 dimana pada  tahun 2015, komposisi SMK lebih besar dibanding SMA yakni, 70 berbanding 30 persen.

“Ini sebagai ajang promosi bagi SMK, agar masyarakat dan dunia usaha tahu bahwa SMK  sudah siap pakai. Dan mereka bisa terserap ke dunia kerja yang pada akhirnya  dapat memberantas kemiskinan dan pengangguran,” jelasnya.

Dikatakannya, kegiatan ini diharapakan dapat meningkatkan minat pelajar memilih  SMK dan pemerintah lebih memperhatikan SMK agar tahun 2015 rencana strategis  Mendiknas tercapai.

Saat ini, lanjutnya, dari sekitar 825 SMK di Sumut dengan  sekitar 15 ribuan siswa, belum ada 50 persen komposisi SMK di Sumut. “Belum  sampai 50 persen,” lanjutnya.

Diterangkannya, berdasarkan penelitian yang dilakukannya tahun 2006, baru 40 persen jumlah SMK  di Sumut. Dan dari jumlah lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), hanya 30  persen yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Sisanya, menyatu dengan masyarakat.

Namun, sebagian besar adalah tamatan SMA yang belum dibekali keahlian. “Makanya  kita buat ini, agar semua tahu bahwa SMK sudah siap pakai,” tandasnya.(ari)

Empat Tersangka Segera Disidang

Dugaan Korupsi Master Plan Kota Medan 2006

MEDAN-Berita acara pemeriksaan (BAP) kasus dugaan korupsi master plan Kota Medan menggunakan dana APBD Kota Medan tahun 2006 dilimpahkan Polda Sumut ke Kejaksaan Negeri Medan. Pihak Kejaksaan Medan pun sudah menetapkan p21 untuk empat dari enam tersangka yang dilimpahkan Polda Sumtu dan segera disidangkan.

“Perkembangan kasus dugaan korupsi master plan, empat dari enam tersangka yang diajukan sudah dinyatakan P21 oleh kejaksaan dan akan segera disidangkan,” ujar Kasat Tipikor Dit Reskrimsus, AKBP Verdi K Lele, Kamis (9/6).
Dijelaskan Verdi, keempat tersangka yang akan segera disidangkan diantaranya, Susi Anggraini selaku pejabat pembuat komitmen (PP), Ir Harmes Joni selaku pengguna anggaran (PA), Ir Fajrif H Bustami selaku Direktur PT Indak Karya (Penyedia Jasa) dan Ir Gatot Suhariyono selaku karyawan PT Indah Karya.

“Sedangkan untuk yang dua, Syarifah Chairunnisa selaku orang yang mencairkan dana ke rekening PT Assaka Alif Enggenering dan Drs Said Abdullah selaku Direktur PT Assaka Alif Enggenering. Berkasnya masih P19. Kita masih menunggu petunjuk dari pihak kejaksaan untuk segera dilengkapi, “ ucap Verdi.

Sebelumnya, Penyidik telah memintai keterangan 38 orang saksi dari panitia tender dan dua saksi ahli, pemeriksaan barang dan bagian keuangan konsultan serta ahli. Barang bukti yang disita berupa dokumen atau surat-surat yang berhubungan dengan kasus.

Dugaan korupsi master plan dibagi dalam tiga proyek masing-masing RUTRK, Vision Plan dan Peta Garis. Dalam proyek tersebut, negara mengalami kerugian Rp1.526.062.238. Dua proyek diantaranya, yakni RUTRK dan Peta Garis selesai dikerjakan. Namun, proyek Peta Garis yang telah disubkan ke Tjong Giok Pin, tak selesai dikerjakan, tapi uang proyek telah diambil. Para tersangka disangka melanggar pasal 2,3,5 dan 9 Undang-undang No 31 tahun 1999 jo Undang-undang No 2 tahun 2001 tentang tindak pidana dugaan korupsi.

10 Saksi Diperiksa Dugaan Korupsi Bansos Pemko Medan
Sementara itu dari hasil penyelidikan Intel Kejari Medan ditemukan adanya penyimpangan anggaran dalam penyaluran bantuan hibah, kepada masyarakat dari Bansos Pemko Medan. Sayangnya, Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Raja Noprizal enggan memaparkan lebih lanjut apa saja penyimpangan Bansos Pemko Medan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan Kejari Medan.

“Memang ada ditemukan penyimpangan dalam penyaluran bantuan yang diberikan Bansos Pemko Medan. Penyimpangan-penyimpangan itu belum dapat kita publikasikan, mengingat kasus itu masih tahap pulbaket,” tegas Raja.

Menurut Raja Nofrizal kasus tersebut kemungkinan akan dilanjutkan ke tahap penyidikan. “Yang pasti kasus ini terus bergulir dan akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Kita juga masih banyak mengumpulkan beberapa keterangan saksi bagi masyarakat yang menerima bantuan dana hibah dari Bansos Pemko Medan,” ucap Raja.
Menurut Raja, pihaknya sudah meminta 10 saksi. Saat disinggung apakah ada yang bakal dijadikan tersangka, Raja tak membantahnya. “Bisa saja kalau berdasarkan hasil penyelidikan mereka ada menerima anggaran,” tegas Raja. (adl/rud)

Nanyang Internasional School Harus Dibongkar

MEDAN- Desakan agar Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, untuk mengambil kebijakan pembongkaran terhadap sekolah Nanyang Internasional School di Jalan Sriwijaya/Abdullah Lubis terus mengalir. Salah satu desakan tersebut dikemukakan Wakil Ketua DPRD Medan, Sabar Syamsurya Sitepu. Dikatakan politisi asal Fraksi Golkar DPRD Medan ini, persoalan Nanyang Internasional School ini terkesan ada pembiaran.

Pembiaran itu sendiri seolah disebabkan karena pemilik yayasan atau pengelola Nanyang Internasional School adalah orang yang kuat, sehingga Pemko Medan dalam hal ini Dinas TRTB tidak berkutik.

“Jangan ada pembiaran. Jangan hanya bangunan orang-orang miskin TRTB berani membongkarnya. Nah, kalau yang kaya dibiarkan. Jangan ada perbedaan. Kalau memang harus dibongkar karena telah meresahkan warga sekitar atau karena izinnya bermasalah, ya dibongkar saja,” tegasnya kepada Sumut Pos, Kamis (9/6).

Sementara itu, sejumlah warga Kelurahan Darat Kecamatan Medan Baru yang diwakili Ryan Kacaribu, Jaffrey Matulesi, Sintong dan Sahat mendatangi gedung DPRD Medan, untuk meminta jawaban atas aduan yang telah diberikan beberapa waktu lalu.

Alhasil, warga mendapat jawaban atau surat yang telah ditandatangani Wakil Ketua DPRD Medan Ikrimah Hamidy, dimana surat itu dari Komisi D DPRD Medan dengan No 005/4662 menyatakan, Jumat (hari ini, Red) pukul 10.00 WIB, Komisi D DPRD Medan akan melakukan dengar pendapat dan akan memanggil pihak Nanyang Internasional School dan perwakilan warga.

Namun ada yang disayangkan oleh warga, dimana dalam surat tersebut Komisi D DPRD Medan tidak melampirkan undangan kepada Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB). Padahal, semestinya Dinas TRTB juga diundang karena dinas tersebut memiliki kewenangan melakukan pembongkaran dan pengeluaran izin.

“Kenapa kok Dinas TRTB tak diundang, ada apa ya? Karena seharusnya Dinas TRTB juga diundang untuk menjelaskan persoalan ini. Karena waktu itu, tim dari Dinas TRTB sudah sempat melakukan pembongkaran,” ucap Ryan Kacaribu yang didampingi Jeffery Matulesi beserta Sintong dan Sahat kepada Sumut Pos.

Mengenai situasi pembangunan Nanyang Internasional School, warga Kelurahan Darat tersebut menceritakan, saat ini lantai II bangunan tersebt sudah selesai didinding. “Pembangunan terus berlanjut, lantai II nya sudah didinding pun,” ungkap mereka.(ari)

Yovie & Nuno Siap Hibur Warga Medan

MEDAN-Grup band Yovie & Nuno dengan dua vokalis Dikta dan Dudi serta Diat (gitar), serta Yovie Widianto bakal menghibur warga Kota Medan, Minggu (12/6). Grup Band yang tak bisa dilepaskan dari sosok musisi fenomenal sekaligus seorang pencipta lagu handal, Yovie Widianto yang juga dikenal sebagai pentolan band Kahitna ini bakal memberikan penampilan terbaik mereka di lapangan terbuka Carrefour di Jamin Ginting Medan.

Kehadiran mereka di Medan untuk meramaikan kegiatan adu irit Honda yang merupakan ajang pembuktian keiritan Honda yang berlangsung di 10 kota besar di Indonesia. Acara ini sendiri memberikan kesempatan kepada pemakai Honda Absolute Revo untuk menunjukkan kemampuannya mengendarai Absolute Revo secara irit dan memperebutkan hadiah puluhan juta, dan Yovie & Nuno akan menjadi hiburan puncak acara.

Konsep  aksi panggung dari Yovie & Nuno akan menjadi sesuatu yang menarik berkat kesederhanaan aksi mereka. Hiburan panggung mereka menjadi sesuatu yang harmonis, mengingat mereka memang lebih menjual konsep duet dan lirik lagu yang catchy ditambah konsep musik yang minimalis dan irama yang harmonis. (mag-9)

Pistol Oknum Polisi Disita

Penembakan Warga di Pintu Keluar Jalan Tol Mabar

MEDAN-Polda Sumut belum bisa memastikan siapa pelaku penembakan di pintu tol Belmera, Mabar, Medan Deli yang menyebabkan Fakhri alias Ai (27), warga Jalan Bundar, Pulobrayan Bengkel, Medan, harus men dapat perawatan di rumah sakit. Tapi, Polda Sumut sudah menyita pistol seorang oknum polisi yang bertugas di Polresta Medan untuk menjalani uji balistik.

“Kasus penembakan itu masih didalami dan hingga kini pelaku belum terungkap. Pistol anggota yang disita itu untuk menjawab kecurigaan selama ini,”  ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro yang tak bersedia merinci nama anggotanya tersebut dengan alasan mengedepankan azas praduga tak bersalah. “Awalnya disebutkan oknum Polantas, selanjutnya oknum Dishub, sekarang balik lagi ke petugas PJR, “ cetusnya.

Menurut Wisjnu, selongsong peluru yang ditemukan di tempat kejadian masih menjalani uji balistik. “Hasilnya belum diketahui, kalau dari hasil terbukti anak buah saya yang nembak. Akan saya berikan sanksi tegas, “ ungkapnya. Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam mengatakan bahwa penyelidikan terhadap pelaku penembakan terus dilakukan. (adl/mag-11)

Bocah Disambar Api

MEDAN-Yolanda Sitohang (11) terpaksa mendapatkan perawatan di RSUD dr Pirngadi Medan akibat luka bakar yang dialaminya. Pasalnya, warga Perumnas Mandala Jalan Enggang Raya tersebut terkena percikan api yang dari kompor kecil yang digunakan ayahnya untuk menempel ban.

Alatan Sitohang, ayah korban saat ditemui di ruang IGD, Kamis (9/6), mengisahkan, kejadian yang menimpa anaknya terjadi Selasa (7/6), saat hendak menempel ban seorang pelanggan. “Melihat api sempat membesar di celananya, aku langsung mengambil air dan menyiramkan ke pahanya. namun saat celananya dibuka, ku lihat bagian kulit di paha anakku (Yolanda) terkelupas,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu korban sempat dilarikan ke rumah sakit Martua Sudarlis yang tak jauh dari kediamannya.
Setelah sempat dirawat selama dua hari, namun kondisi luka bakar yang dialami Yolanda tak kunjung membaik, sehingga orangtuanya memutuskan untuk merujuk anaknya ke RSUD dr Pirngadi Medan. (uma)