Home Blog Page 15275

PKS Janji tak Ganjal Pembentukan 3 Provinsi

Pemekaran Protap Diprioritaskan

JAKARTA-Proses pembahasan usulan pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap), Sumatera Tenggara (Sumtra), dan Provinsi Kepulauan Nias (Kepni), tampaknya bakal mulus. Baik pemerintah dalam hal ini Mendagri Gamawan Fauzi maupun DPR, sama-sama menyatakan kesiapannya menindaklanjuti rekomendasi paripurna DPRD Sumut tentang pemekaran Provinsi Sumut itu.

Bahkan,  meski Fraksi PKS di DPRD Sumut bersikap ‘beda’ mengenai pemekaran itu, namun Fraksi PKS di Komisi II DPR berjanji tidak akan menjegal aspirasi pembentukan ketiga provinsi dimaksud.

“Sejauh ada rekomendasi dari DPRD Sumut dan gubernurnya, biasanya kita tindaklanjuti. Tapi juga harus ada persetujuan kabupaten/kota yang akan masuk wilayah provinsi itu. Fraksi PKS Insyaallah tidak ada masalah,” ujar anggota Komisi II dari F-PKS Agus Purnomo kepada koran ini di Jakarta, kemarin (11/5).

Bukahkah ada kesempatan untuk mengganjal dengan pertimbangan politik? Agus mengatakan, pihaknya hanya mengacu pada aturan perundang-undangan, bukan mengacu kepada pertimbangan politik. Meski diakui, aspek politik akan tetap mewarnai, namun jika persyaratan sudah lengkap, Fraksi PKS tetap akan menindaklanjutinya.
“Mengenai dinamika politiknya, nanti kita akan tanya lebih detil kepada kawan-kawan di Sumut. Agar fair, kita juga akan dengarkan pendapat gubernur karena beliau juga PKS,” ujar Agus.

Hal yang sama disampaikan anggota Komisi II DPR Yassonna H Laoly.  Dijelaskan politisi dari PDI Perjuangan itu, jika nantinya draf RUU pembentukan ketiga provinsi itu sudah diajukan ke DPR, maka pihaknya akan melakukan kajian mendalam. “Jika masih ada persyaratan yang kurang, kita minta agar dilengkapi,” ujarnya.
Yasonna mengatakan, Komisi II DPR sama sekali tidak terpengaruh dengan grand design penataan daerah yang sudah disusun kemendagri, yang membatasi Sumut hanya bisa tambah satu provinsi hingga 2025. Seperti pernah dikatakan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap, grand design itu belum mendapat kesepakatan dua pihak, yakni pemerintah dan DPR.

“Grand design belum ada kesepakatan. Kita tetap mengacu pada PP 78 Tahun 2007. Kalau sudah memenuhi syarat PP 78, why not? Tidak hanya usulan tiga provinsi itu, tapi juga usulan pembentukan kabupaten/kota lainnya,” tegas Yasonna.

Dari ketiga provinsi itu, mana yang harus diprioritaskan? Menurut Yasonna, pembahasan biasanya tidak berdasarkan antrean usulan, namun secara bersamaan. Hanya saja, agar fair, usulan pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) layak untuk mendapat prioritas. “Karena dulu hanya kurang satu persyaratan (rekomendasi DPRD Sumut, red). Harus jujur, Protap sudah memenuhi syarat,” ujar Yasonna.

Bagaimana dengan Provinsi Nias? Politisi senior asal Nias itu hanya menjawab,” Sebagai putra daerah, tentu saya punya preferensi-preferensi. Kita dukung itu.”

Sebelumnya, Selasa (10/5), Mendagri Gamawan Fauzi mengatakan, jika benar nantinya rekomendasi itu diteruskan ke pemerintah pusat, maka pihaknya akan menyisir kelengkapan persyaratan sebagaimana diatur di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2007 yang mengatur mengenai pemekaran dan penggabungan daerah.

Sementara itu, sikap beberapa Fraksi di DPRD Sumut yang tidak mendukung pemekaran tiga provinsi baru mendapat kecaman dari Konsorsium Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan. “Kita kecewa dengan sikap anggota DPRD Sumut yang tergabung dalam fraksi Golkar, PKS dan PPP”, ujar Halomoan Harahap kemarin.
Menurutnya, seharusnya para legislator itu berani mengeluarkan suara. “Kami menilai bahwa sikap beberapa anggota DPRD Sumut telah mencederai kepentingan rakyat. Mereka tak layak lagi dipilih pada pemilu 2014 nanti,” beber Halomoan. (sam/ari)

Terduga Penyiram Soda Api Diamankan

Kasus Penganiayaan Ir Masfar

MEDAN-Seorang pria diduga sebagai pelaku penyiraman soda api kepada pegawai negeri sipil (PNS) Pemprovsu, Ir Masfar Sikumbang, berhasil diamankan Sat Reskrim Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jahtanras) Polresta Medan.
“Iya, salah satu pelaku penyiraman soda api berhasil diamankan di Binjai, tapi namanya aku tidak tahu. Sekarang lagi diamankan di Polresta Medan,” ujar sumber di kepolisian, Rabu (11/5) siang.

Dijelaskan sumber tersebut, terduga sedang dibawa petugas Reskrim bagian tugas luar untuk dilakukan pengembangan. “Setelah beberapa jam diperiksa, petugas membawanya untuk pengembangan ke wilayah Binjai,” ucap sumber itun
Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Fadillah Zulkarnaen yang dikonfirmasi menyarankan untuk menghubungi Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga. “Langsung saja ke Kapolresta Mas,” kata Fadillah.

Kapolresta yang dikonfirmasi pukul 14.16 WIB, pukul 17.59 dan pukul 20.26, hanya mengirim pesan singkat yang isinya, “Sabar ya Mas, besok kita sampaikan ke rekan media.”

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Raden Heru Prakoso mengatakan, pihaknya belum melakukan penahanan terhadap terduga pelaku penyiraman soda api. “Nggak ada Mas, kalau ada itupun yang kemarin satu orang. Karena berdasarkan dari penyelidikan sementara telah dicurigai seorang pria yang diduga sebagai pelaku penyiraman,” kata Heru.
Dijelaskan Heru, setiap perkembangan terkait laporan penyiraman soda api, Poldasu akan mendapatkan laporannya. “Biasanya setiap ada perkembangan pasti kita mendapat laporannya. Dimana, itu merupakan kasus yang diperhatikan oleh Kapoldasu Irjen pol Wisjnu Amat Sastro,” pinta Heru.(adl/mag-8)

Pengantin yang Beruntung Bulan Madu di Hotel

51 Pasangan Nikah Massal, Kakek dan Nenek tak Mau Ketinggalan

Sedikitnya 51 pasangan mengikuti prosesi nikah massal di halaman kantor PT PGN di Jalan KL Yos Sudarso Medan, Rabu (11/5). Diantaranya terdapat pasangan yang sudah berpuluh tahun menikah siri. Bagaimana kegembiraan mereka setelah dinikahkan kembali?

Bagus Syahputra, Medan

Wajah bahagia terpancar dari 51 pasangan yang baru dinikahkan massal di halaman kantor PT Perusahaan Gas Nasional (PGN) di Jalan KL Yos Sudarso Medan. Dua orang di antara pasangan itu adalah Suprayetno (48) dan Laniarsi (40).

Mereka menjadi mempelai tertua tertua diantara pasangan lainnya. Menikah pada 1983, warga Jalan Sidomulio Medan ini sudah memiliki empat anak dan satu cucu. Kakek dan nenek ini ikut nikah massal karena kesulitan mengurus administrasi pembuatan buku nikah. “Kita ikut nikah massal karena susah membuat buku nikah di KUA setempat,” ujarnya Suprayetno dan Laniarsi.

Pasangan lainnya, Rudianto Siringo-ringo (43) dan Maurli Siahaan (40), bersyukur ada pihak yang membandu secara administrasi dan legalitas pernikahan mereka di mata hukum Indonesia.

Warga jalan Amandemen Pasar II, Medan Marelan, itu menikah massal dan mengikuti acara adat Batak. “Nikah massal ini kami lakukan untuk mendapatkan buku nikah yang sangat penting untuk keperluan di kemudian hari. Terima kasih kepada pihak penyelenggara yang sudah membantu melegalkan pernikahan kami,” ujar Rudianto Sirongo-ringo.

Rudianto yang bekerja sebagai penarik becak bermotor (bentor) ini sudah menikah secara kristiani di sebuah gereja di kabupaten Tapanuli Utara (Taput), pada 1993 lalu. Saat ini kedua mempelai sudah dikaruniai 5 anak. Si sulung duduk di kelas 2 SMK.

Maurli Siahaan pun sangat berterimakasih kepada panitia dan merasa terbantu atas pernikahan massal ini. “Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara yang memungkinkan kami memiliki buku nikah secara resmi,” ujar Maurli.

Peserta nikah massal ini berasal dari 21 kecamatan se-Kota Medan. Nikah massal ini seperti repsepsi pernikahan pada umumnya yang diselenggarakan. Prosesi nikah melalui ijab kabul yang disaksikan perwakilan kantor urusan agama (KUA) dan saksi wali kedua mempelai.

Para mempelai memakai busana adat seperti busana adat Mandailing, Melayu, Jawa dan Batak. Pengantin pun didudukkan di pelaminan yang sudah disediakan panitia.

Dari 51 pasangan nikah massal terdapat 46 pasangan muslim, sedang 5 pasangan merupakan pasangan dari kristen protestan. Ke-46 pasangan mengikuti nikah massal karena tidak punya buku nikah yang dikeluarkan KUA. Mereka umumnya sudah menikah siri atau karena tidak punya biaya untuk administrasi proses pembuatan buku nikah.
Panitia penyelenggara memberikan uang dan seperangkat alat salat sebagai mahar pernikahan dalam prosesi ijab kabul kedua mempelai. Pasangan yang beruntung, mendapat voucher menginap di Hotel Hermes Palace Medan selama 3 hari. Hadiah ini bulan madu ini diundi melalui lucky draw.

Setelah prosesi pernikahan dan acara sederhana, ke 51 pasangan diarak-arak keliling kota Medan dengan konvoi betor.

Nikah massal yang diadakan PT PGN ini sedikitnya diikuti 51 pasangan suami istri. Acara diselenggarakan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Satuan Bisnis Unit (SBU) III Sumbagut bekerja sama dengan Rumah Zakat Indonesia Wilyah Sumut. Acara dilaksanakan di halaman kantor PT PGN di Jalan KL Yossudarso Medan.
Medan merupakan kota ketiga dilaksanakan nikah massal oleh PT PGN. Acara serupa sudah dilaksanakan di Surabaya yang diikuti 50 pasang dan di Jakarta dengan peserta 200 pasang.(*)

Seksi dengan Tato

Aktris Leylarey Lesesne merasa seksi dengan gambar tato yang menghiasi tubuhnya. Perempuan kelahiran Jakarta, 17 Juli 1990 itu mempunyai 8 gambar tato yang tersebar di sekujur tubuhnya.

“Ada sekitar 8 gambar. Ada di tangan, di perut, di punggung dan tempat-tempat lain lah,” kata Leylarey Lesesnen
saat ditemui JPNN di acara Indonesian Movie Awards, di Senayan, Jakarta, Selasa malam.

Pemain film 18+ ini menjelaskan, tiap tato yang dibuat selalu mempunyai arti dalam kehidupannya.
“Aku lebih suka yang simbolik dalam arti yang ada artinya buat aku. Kayak angka ‘tujuh belas’, ini artinya tanggal lahir aku,” jelas Ley sambil menunjukkan tato angka 17 yang dihiasi sayap kupu-kupu di kedua tangannya.
Ley, panggilan Lesesne, tak pernah meyesal menato badannya. Meski, kata dia, ibunya kadang marah, karena tato gambar tak bisa dihilangkan.

“Nggak pernah nyesel meski tato nggak bisa dihilangin, paling mamaku saja yang biasanya marah. Tapi aku biasanya bikin dulu baru aku bilang ke mama, jadi nggak bisa larang.  Kalau bilang dulu baru bikin pasti nggak bakalan boleh,” tuturnya tertawa.

Perempuan berdarah Amerika-Prancis-Sunda ini menjelaskan, mempunyai tato punya nilai plus minus dalam berkarier. “Menunjang iya sebagai penghambat iya juga. Ada yang misalnya buat iklan body lotion udah oke tapi karena tatoan jadi nggak jadi. Ada juga yang menunjang saat main film. Ada sutradara yang tertarik karena tatonya. Ada plus minusnya lah,” akunya. (bcg/rm/jpnn)

Kadhafi Disebut Sudah Mati

NAPOLI- Pasca serangan di kompleks perumahan Presiden Libya, Muamar Kadhafi di Tripoli.  Persiden berpangkat Kolonel itu tak diketahui lagi keberadaannya. Bahkan, pasca dikebumikannya anak dan tiga cucunya itu Kadhafi tak muncul di muka publik.

North Atlantic Treaty Organization (NATO) menyebutkan, kompleks perumahan Kadhafi di Tripoli mendapat delapan misil.Jadi tak diketahui bagaimana kondisi Kadhafi saat ini. Tapi, pada prinsipnya NATO melakukan itu karena menganggap kawasan itu adalah target militer.

“Serangan kami 9 Mei lalu bukan untuk membunuh Kadhafi, tapi kami sekarang tidak tahu apakah Kadhafi masih hidup,” kata NATO diwakili, Brigadir Jenderal Claudio Gabellini seperti dilansir Daylimail, Rabu (11/5)
Dia menyebutkan, balasan serangan terakhir yang dilakukan NATO ditujukan pada pusat komando dan kendali yang digunakan Pemerintah Libya untuk menyerang warga sipil.

“Semua target NATO adalah target militer, berarti target-target yang pernah kami serang merupakan bunker komando dan kendali,” ujarnya.

Gabellini menambahkan, NATO tidak pernah membuat target pada individu. Namun ketika ditanya mengenai apakah Kadhafi masih hidup, Gabellini menjawab, “Kami tidak memiliki bukti apapun dan kami tidak mengetahui apa yang dilakukan Kadhafi saat ini.”

Gabellini mengatakan, NATO tidak tertarik mengetahui apa yang dilakukan Kadhafi, karena NATO hanya menjalankan mandat untuk melindungi warga sipil dari serangan atau ancaman serangan.

Kadhafi belum pernah muncul di depan publik sejak 30 April, ketika serangan udara mengenai sebuah rumah di Tripoli dan menewaskan putra bungsu serta tiga cucunya.

Hingga hari ini, perang terus berlanjut di Libya. Pihak oposisi mengklaim berhasil merebut bagian kecil dari Kota Misrat, yang dianggap penting kedua belah pihak. Pasukan oposisi mengaku pihaknya saat ini berhasil merebut Kota Zareek yang jaraknya hanya 25 Km dari Misrata.

Sementara itu, konflik di Libya terus menyisahkan banyak korban jiwa. Kali ini, dikabarkan sebanyak 600 migran Afrika dari Libya ke Eropa tewas saat kapal tersebut tenggelam tak jauh dari pelabuhan Tripoli. Beberapa organisasi internasional mengatakan, baru-baru ini sejumlah warga migran dipaksa dengan todongan senjata untuk menaiki kapal penuh muatan yang berbahaya.  (bbs/jpnn)

Oposisi Syria Dihujani Tembakan

BEIRUT – Sorotan dunia internasional ke Syria tak membuat pasukan pemerintah berhenti merepresi oposisi. Sebaliknya, militer yang loyal terhadap Presiden Bashar al-Assad itu malah tambah brutal membungkam suara para demonstran prodemokrasi, Rabu (11/5), desing senapan dan dentum meriam mengguncang Kota Homs.

Belakangan, kota yang terletak di wilayah tengah Syria itu menjadi sarang oposisi. Berbagai aksi protes anti-Bashar dilancarkan dari kota berpenduduk 100 ribu jiwa tersebut. Maka, kota yang didominasi suku Bedouins tersebut menjadi target utama represi pemerintah terhadap oposisi sejak awal pekan. Warga sipil yang tak terlibat dalam aksi protes pun ketakutan.

”Sejak malam hingga pagi, suara ledakan dan desing senapan otomatis tak berhenti. Seluruh kota terkepung. Kami dihujani tembakan,” kata seorang penduduk Homs saat menelepon AP kemarin. Bukan hanya Homs, tiga kota lain yang terletak di kawasan Bab Amr tak luput dari serangan pasukan pemerintah. Ketiganya adalah Kota Mashada, Jobar dan Sultanya.

Melalui surat kabar Al-Watan, Bashar al-Assad mengimbau seluruh rakyat Syria bersatu dan mau bekerja sama dengan pemerintah. ”Hanya dengan dukungan seluruh rakyat, reformasi bisa berjalan,” kata putra mendiang presiden Hafez al-Assad tersebut. Dia juga berjanji mencarikan solusi cepat dan tepat bagi para aktivis yang tertangkap saat berunjuk rasa.  (ap/afp/bbc/hep/jpnn)

 

Pria Asia Bunuh Diri di Menara Tertinggi

DUBAI- Seorang pria Asia bunuh diri di menara tertinggi dunia dengan cara terjun bebas dari lantai lantai 147, Burh Khalifa, di Dubai, Uni Emirat Arab.

Surat kabar Uni Emirat Arab, National mengutip penuturan penyidik dari kepolisian yang mengatakan, pria yang diperkirakan berusia 30-an tersebut menjadi orang pertama yang nekat bunuh diri dengan terjun dari gedung setinggi 828 meter yang memiliki 160 lantai tersebut.

Saat itu, pria itu jatuh di lantai 108. Sedangkan Peristiwa jatuhnya pria itu terjadi pada Selasa, (10/5). “Saat ini sedang dilakukan penyelidikan, jadi belum tahu pasti apa penyebabnya bunuh diri,” demikian polisi Uni Emirat Arab.Dari hasil investigasi, pria itu belum diketahui namanya. Namun, pria itu diketahui merupakan pekerja di sebuah perusahaan yang berada di gedung setinggi 828 meter tersebut. (bbs/jpnn)

Mantan Menteri Pariwisata Divonis 5 Tahun

KAIRO- Mantan Menteri Pariwisata Mesir, Zoheir Garranah, Selasa (10/5) divonis lima tahun penjara atas dakwaan korupsi. Demikian putusan Pengadilan Pidana Kairo. Garranah dinyatakan bersalah dalam kasus penjualan tanah dengan harga di bawah standar kepada dua pengusaha swasta setempat, Hussein Habib Sajwani dan Hisham Al Haziq.
Selain itu, pengadilan juga memutuskan pengembalian tanah yang terletak di Provinsi Bahrel Ahmar, di pesisir Laut Merah kepada negara serta memberikan denda kepada Garranah dan kedua pengusaha itu sebesar 293 juta pound Mesir sekitar 50 juta dolar AS atau setara dengan Rp433,3 miliar.

Garranah merupakan mantan menteri kedua yang divonis penjara setelah pada pekan lalu mantan Menteri Dalam Negeri, Habib Al Adly divonis 12 tahun penjara atas dakwaan penyalahgunanaan wewenang dan pencucian uang.
Sejumlah mantan pejabat di era rezim pimpinan mantan Presiden Hosni Mubarak telah diciduk atas desakan oposisi yang menjatuhkan Presiden Mubarak pada 11 Februari silam. Mubarak dan kedua putranya, Alaa dan Gamal juga kini ditahan untuk diinterogasi mengenai kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Jaksa Penuntun Umum pada Selasa memperpanjang 15 hari masa tahanan kepada Mubarak untuk dimintai keterangan. (bbs/jpnn)

Putra Osama Ancam Tuntut AS

NEW YORK – Kontroversi soal penyergapan Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan yang berujung kematian pemimpin Al Qaeda belum berakhir. Lewat surat yang ditujukan kepada harian besar Amerika Serikat New York Times, putra keempat Osama, Omar bin Laden, mengecam tindakan Negeri Paman Sam tersebut.

Atas nama keluarga Osama, Omar menganggap ditembaknya sang ayah hingga tewas padahal tak bersenjata itu jelas-jelas telah melanggar hukum internasional. Pria yang kini tinggal di kawasan Teluk Persia itu meminta PBB menyelidiki peristiwa tersebut.

Pria 30 tahun itu membandingkan nasib sang ayah dengan dua diktator yang dianggap bernasib lebih baik, Saddam Hussein dan Slobodan Milosevic. Keduanya ditangkap hidup-hidup dan diadili. Meski AS akhirnya memvonis Saddam hukuman mati dengan cara dihukum gantung. Sedangkan Milosevic tewas di selnya saat menjalani proses pengadilan di Pengadilan Kriminal Internasional, Den Haag, Belanda.

Karena itu, Omar berencana menuntut pemerintahan Presiden AS, Barack Obama. Itu dilakukan jika dalam waktu 30 hari Obama tidak memberikan jawaban tentang mengapa ayahnya ditembak mati, bukan ditangkap hidup-hidup. Untuk menuntut jawaban tersebut, Omar akan membentuk panel yang berisi para pengacara tenar dari Inggris dan AS.

“Presiden Obama telah memerintahkan penembakan pria dan perempuan yang tidak bersenjata,” ucap Omar dalam suratnya, seperti dikutip The Guardian, Rabu (11/5). Selain Osama, dalam penyergapan 1 Mei lalu itu, ikut tewas empat orang lain, yakni tiga pria dan seorang perempuan. Seorang di antaranya adalah satu di antara 12 anak Osama, Khalid.

“Keluarga (Osama) ingin mengetahui kenapa seorang pria tak bersenjata tak ditangkap dan diadili hingga kebenaran bisa dibeberkan di hadapan warga dunia,” lanjut Omar dalam suratnya.

Kecaman Omar itu menarik. Sebab, selama ini justru dialah yang secara terbuka menentang cara perjuangan sang ayah, mengorbankan banyak warga sipil. Karena itu, tak seperti sang ayah yang hidup dari satu tempat persembunyian ke tempat persembunyian lain, Omar hidup glamor di Inggris. Dia menikahi perempuan Inggris yang berusia 25 tahun lebih tua, Jane Felix-Browne, pada 2007.

Setelah masuk Islam, Jane mengubah namanya menjadi Zaina Mohamed bin Laden. Pasangan Omar-Jane pernah hampir memiliki anak melalui metode ibu pengganti karena usia Jane yang sudah tak memungkinkan untuk mengandung.

Tapi, tahun lalu impian itu musnah setelah sang ibu pengganti, Louise Pallard yang seorang mantan penari telanjang, mengalami keguguran. Tak lama setelah itu, Omar dan Jane berpisah karena alasan Omar mengalami penyakit mental. Namun, belakangan, seperti dilansir Daily Mail, mereka berbaikan lagi.

Upaya Daily Mail meminta komentar Omar soal surat itu tak membuahkan hasil. E-mail dan telepon dari koran Inggris tak berbalas. Yang jelas Omar menyampaikan kekecewaannya.

Yang jelas, dalam surat tersebut Omar juga mengecam cara penguburan sang ayah yang dinilainya sebagai suatu penghinaan, yaitu “dibuang” ke laut. Tapi, yang kontradiktif, di satu sisi Omar mengecam cara pemakaman sang bapak, di sisi lain juga menegaskan belum percaya sepenuhnya bahwa sang ayah telah meninggal. Dia lantas menuntut foto jenazah pria kelahiran Jeddah, Arab Saudi(54) tahun silam tersebut ditunjukkan kepada publik.
Obama, sebelumnya, menegaskan bahwa pihaknya tak akan merilis foto itu dengan alasan keamanan nasional. Tapi anehnya, Gedung Putih tetap melansir foto jenazah tiga pria lain yang tewas dalam penyergapan di Abbottabad tersebut.

Karena tekanan yang terus bertubi agar pemerintahan Obama menunjukkan foto jenazah Osama berdasar Undang-Undang Kebebasan Informasi, kemarin CIA menawarkan kepada sejumlah legislator terpilih untuk melihat foto tersebut di markas mereka. Tapi, belum jelas kapan itu akan dilaksanakan.

Sementara itu, dalam interogasi yang hasilnya dibocorkan oleh kanal televisi ABC News, tiga janda Osama yang ditahan Pakistan mengungkapkan bahwa operasi AS tersebut gagal menewaskan sang putra mahkota Osama, Hamza.
Seorang pejabat Pakistan mengakuinya. Namun, mereka saat ini tak tahu di mana pemuda 20 tahun itu berada. AS khawatir pemuda yang sudah sangat terlatih melakukan teror tersebut akan memimpin upaya balas dendam atas kematian sang bapak. (c11/ttg/jpnn)

Kejagung Sita Dokumen

Dugaan Korupsi Dana Rp80 Miliar di Pemkab Batubara

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) melanjutkan penyidikan kasus dugaan penggelapan dana kas daerah Pemkab Batubara, Sumatera Utara. Rabu (11/5) korps Adhiyaksa itu menyita sejumlah dokumen penting dari kantor kedua tersangka.

“Jaksa penyidik lagi melakukan penggeledahan kantor dua tersangka itu. Kita menyita dokumen penting yang ada di situ,” jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Noor Rachmad kepada wartawan di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (11/5).

Selain melakukan penyitaan, tim jaksa penyidik juga melakukan pemeriksaan sejumlah saksi di Bank Sumut. Sedangkan di Kejagung, dilakukan pemeriksaan salah satu tersangka, Fadil Kurniawan dan seorang pejabat Bank Mega. “Fadil Kurniawan tadi diperiksa dan saksi Tety Puspitawati dari Bank Mega. Hari ini diperiksa,” tuturnya.
Noor menambahkan, Kamis (12/5), tim jaksa penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Pemkab Batubara. Hasil pemeriksaan seluruh saksi nantinya akan ditelaah oleh penyidik. “Besok dilanjutkan dengan memeriksa beberapa pejabat Pemkab. Ya atasan, ya bawahan, ya selevel itu diperiksa. Nanti kalau sudah akan kami telaah untuk dilihat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Mega Jababeka, Bekasi, Itman Harry Basuki masih berstatus sebagai saksi. Kejaksaan masih terus mengembangkan penyidikan perkara ini. “(Kepala Cabang Bank Mega) Belum tersangka, masih saksi,” kata Noor Rachmad. Dalam menetapkan seorang tersangka, menurut Noor, penyidik memerlukan fakta hukum yang cukup. Selain itu, juga harus ada keyakinan penyidik bahwa seseorang tersebut memang terlibat dalam suatu perkara.

Kejagung telah menahan dua tersangka dalam kasus ini sejak 7 Mei. Dua tersangka tersebut yakni Yos Rauke merupakan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Batubara dan Fadil Kurniawan merupakan Bendahara Umum Daerah.

Kedua tersangka diduga menilep dana kas daerah Kabupaten Batubara Rp80 miliar, dengan cara memindahkannya ke rekening lain secara bertahap. Keduanya dijerat pasal 2 ayat (1), pasal 3 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini berawal September 2010, saat kedua tersangka memindahkan dana kas daerah tersebut dari Bank Sumut ke dalam rekening deposito Bank Mega cabang Jababeka, Bekasi. Mereka memindahkannya dengan cara menyetorkan beberapa kali, yaitu pada tanggal 15 September 2010 sebanyak Rp20 miliar, tanggal 15 Oktober 2010 sebesar Rp10 miliar, tanggal 9 November 2010 sebesar Rp5 miliar, tanggal 14 Januari 2011 sebesar Rp15 miliar, dan tanggal 11 April 2011 sebesar Rp30 miliar. Selanjutnya, dana deposito tersebut dicairkan oleh keduanya untuk disetorkan ke dua perusahaan sekuritas, melalui Bank BCA dan Bank CIMB.(rud/bbs/jpnn)
, untuk diinvestasikan. (rud/net/jpnn)