Home Blog Page 15298

Buru Tuan Rumah

JAYAPURA-Persipura telah memastikan diri lolos ke babak 16 besar Piala AFC bersama Chonburi (Thailand) di Grup G. Namun pelatih Jacksen F.Tiago belum puas. Laga terakhir di kandang East Bengal tetap menjadi target utama, Selasa (10/5). (Siaran langsung RCTI pukul 17.30 WIB).

Pelatih asal Brasil itu ingin Boaz Solossa dkk meraih puncak klasmen Grup H guna menyempurnakan perjuangan di babak penyisihan. Jika bisa menjadi juara grup, Mutiara Hitam (julukan Persipura) punya hak menjadi tuan rumah di babak 16 besar.

Pada babak 16 besar, tim kontestan Piala AFC hanya punya kesempatan satu partai saja. Jika Persipura menang, sementara Chonburi yang dijamu South China tertahan, maka Perspura yang akan menjadi tuan rumah menjamu lawan di 16 besar. Kemungkinan besar lawan mereka adalah Sriwijaya FC yang tengah membidik lolos lewat runner-up Grup F. Jika ini terjadi akan menjadi derby Indonesia di level Asia.

Jacksen serius menatap laga pamungkas grup ini. Buktinya, jacksen memboyong 19 pemain termasuk empat pemain asing yang dimiliki. Pada pertemuan pertama, Persipura unggul 4-1.

“Melawan East Bengal, kami akan bermain menyerang,” kata Tiago, kepada wartawan kemarin. Menurutnya, strategi menyerang akan dipadukan dengan memperkuat pertahanan jika saja serangan balik dilakukan lawan.
Dengan menekan, kemungkinan untuk mendulang gol akan terbuka lebar.

Jumlah gol yang banyak termasuk juga membuka peluang pelaksanaan babak 16 besar dapat digelar di Stadion Mandala, Jayapura. “Kita berharap di babak berikut, kita dapat menjadi tuan rumah. Bila itu terjadi, tentu akan sangat membanggakan,” ujarnya.

Memasuki babak 16 besar nanti, sistem yang diterapkan berbeda saat masih berada di grup. “Ini sistem gugur, jadi harapan kita adalah ketika bisa bermain dikandang. Tapi untuk lolos saja ke babak berikut, itu sudah prestasi luar biasa,” sebutnya.

Ia mengaku masih harus memutar otak untuk menghadapi tim tuan rumah nanti. “Mereka punya ambisi kuat, saat melawan mereka di Jakarta, kita menang. Tapi itu bukan berarti kita akan mengalah,” katanya.

Di India, Persipura menginap di Hindustani Hotel India untuk melakukan recovery. Jacksen sendiri tak ingin terlalu memforsir tenaga pemain saat di India mengingat Victor Igbonefo dkk memerlukan kondisi yang prima untuk pertandingan nanti.”Puji Tuhan kondisi tim dalam keadaan baik, kami tiba dengan kondisi yang sangat kelelahan tapi saat ini tim akan memulai aktifitas setelah tadi bagun dan sarapan,” ungkap Jacksen dalam pesan singkatnya.

Persipura sudah menggelar latihan ringan dan bukan materi latihan yang menjadi prioritas tetapi bagaimana tim bisa beradaptasi dengan lapangan East Bengal yang terbuat dari rumput sintetis. “Untungnya perlahan-lahan kondisi pemain sudah membaik dan yang kami harapkan memang seperti itu dimana  tak ada masalah berarti disini,” tambahnya. Adaptasi dini yang perlu dilakukan tim saat ini menurut Jacksen adalah menyangkut cuaca yang panas.
Cuaca di India saat ini dikabarkan mencapai 47 derajat Celsius. Pemain Gerald Pangkali juga mengakui bahwa beberapa pemain mengaku kegerahan dengan cuaca India yang sedikit ekstrim. “Disini panas sekali dan aktifitas tak bisa dilakukan seperti biasa,” singkat Gerald.

Menurut Jacksen ada hal lain yang cukup mengkhawatirkannya. Ya keberangkatan Persipura ke India ternyata tak bebarengan dengan bomber Boaz Solossa.

Boaz dikatakan ketinggalan pesawat saat tim hendak bertolak ke Jakarta dan hingga sore kemarin belum muncul bergabung dengan tim. “Tentang kondisi cedera Boaz belum bisa saya jelaskan karena ia sendiri tak ikut berangkat bersama kami, ia ketinggalan pesawat saat di Jayapura tapi mudah-mudahan ia bisa menyusul,” harapnya. Boaz yang dihubungi juga tak mendapat kabar pasti soal posisi terakhirnya. (net/jpnn)

Motivasi, Gaji Cepat Dibayarkan

Manajemen PSMS punya motivasi tersendiri agar skuad PSMS bisa berbicara banyak di pentas delapan besar nanti. Salah satunya dengan membayarkan gaji lebih cepat dari biasanya.

PSMS Medan memperoleh gaji tercepat selama musim ini. Pembayaran gaji hanya terlambat dua hari dari perjanjian kontrak pemain tanggal tujuh setiap bulannya, padahal sebelumnya keterlambatan gaji terjadi mulai dua minggu hingga dua bulan lamanya.

Manajer PSMS Idris yang dikonfirmasi kemarin membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pembayaran gaji tersebut dilakukan untuk mendorong semangat pemain. “Sesuai instruksi dari Wali Kota (Rahudman Harahap), kami upayakan agar gaji pemain dibayarkan malam ini untuk semakin mendorong semangat pemain di putaran delapan besar nanti,” kata Idris.

Menurutnya, Rahudman Harahap yang juga menjabat sebagai ketua umum PSMS sangat antusias memantau perkembangan tim Ayam Kinantan dan menginstruksikan agar seluruh keperluan tim dilengkapi.

“Syukur kali ini tidak ada masalah. Instruksi  Ketum bisa kami lakukan. Kami berharap, pemenuhan hak pemain ini juga menjadi pelecut semangat pemain untuk bisa meloloskan PSMS ke semi final di Solo,” harap Idris.

Idris juga berharap, masyarakat Kota Medan pencinta PSMS terus mendukung dan memberikan doa agar PSMS bisa kembali merasakan kancah kompetisi tertinggi sepakbola di tanah air tersebut. “Usaha tanpa doa sia-sia. Untuk itu kami berharap kepada masyarakat untuk terus memberikan doa bagi kesuksesan PSMS,” tandasnya.

Pada jamuan makan malam yang dilakukan Ketum kepada pemain dan ofisial PSMS di rumah dinas Wali Kota Medan di Jalan Sudirman Medan Minggu (8/5) lalu, Rahudman memang sempat menginstruksikan kepada pengurus PSMS untuk memenuhi segala hak pemain jelang keberangkatan ke Tenggarong, termasuk pemberian gaji. Rahudman mengatakan, ketua KONI Dzulhifzi Lubis menjadi orang yang menentukan pembayaran gaji pemain PSMS.
“Ketua KONI yang menentukan kapan gaji pemain PSMS bisa dibayarkan. Jangan memperlambat urusan PSMS. Percepat administrasi supaya pemain bisa langgeng bertanding di Kalimantan. Diharapkan pengurus betul-betul membawa tim,” ujar Rahudman.

Sementara itu, Dzulhifzi Lubis dikonfirmasi kemarin menyatakan, pihaknya sudah mensahkan administrasi pencairan gaji pemain dan keperluan tim mulai dari keberangkatan hingga berada di Tenggarong kemarin. “Sudah disahkan administrasi pengeluaran gaji, sudah tidak ada masalah,” paparnya. Dia juga berharap, PSMS bisa menghadiahkan prestasi terbaik bagi masyarakat Medan dengan lolos ke liga super musim 2011/2012 mendatang. “Kami sama seperti masyrakat Medan lainnya berharap, PSMS bisa maju terus. Kami mengharapkan, masyarakat Kota Medan memberi doa dan dukungan kepada PSMS untuk target tersebut,” tandas pria yang biasa disapa Opung itu. (ful)

Harapan Mandiri Gelar Science & Art Fair 2011

MEDAN-Untuk keempat kalinya, OSIS SMA Harapan Mandiri menggelar HARAPAN MANDIRI SCIENCE & ART FAIR.  Acara yang akan digelar selama 2 hari, mulai tanggal 20-21 Mei 2011 ini menggelar berbagai kompetisi yang dipastikan akan menguji intelektualitas, potensi, dan bakat para pelajar se-Kota Medan.

“Para pemenang akan mendapat hadiah Piala, Piagam Penghargaan, Uang Tunai senilai total puluhan juta rupiah, voucher dan produk dari sponsor,” ujar Panita Penyelenggara, Fritz HS Damanik Ssos SPd.

Dikatakannya, salah satu ajang yang digelar adalah Olimpiade Sains Antar Pelajar SMP dengan mata uji Bahasa Inggris, Matematika, dan Kimia. Sedangkan Olimpiade Sains Antar Pelajar SMA, dengan mata uji Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Sosiologi. “Bagi yang sudah terbiasa mengikuti ajang sejenis, tentunya masih jarang mendengar mengenai Olimpiade Sosiologi. Boleh dikatakan, SMA Harapan Mandiri menjadi pelopor untuk penyelenggaraan Olimpiade Sosiologi,” tambahnya.

Khusus untuk Olimpiade Sosiologi, soal-soal yang diujikan dijamin berkualitas karena disusun dan dipersiapkan oleh Fritz HS Damanik Ssos SPd, penulis buku PG/PR Sosiologi (Penerbit Intan Pariwara), Fokus Sosiologi Siap Ujian Nasional dan Seribu Pena Sosiologi (Penerbit Erlangga), Sosiologi untuk Kelas X-XII (Penerbit Bailmu-Bumi Aksara).
Selain Olimpiade Sains, juga digelar Seminar Pendidikan untuk Pelajar dan Guru, Festival Band Antar Pelajar Se-Kota Medan, Modern Dance Competition, serta Cheerleaders Competition. Untuk pertama kalinya, HARAPAN MANDIRI SCIENCE & ART FAIR 2011 juga akan mengadakan Pop Karaoke Competition dan Photography Competition. Bertambah lagi potensi dan bakat yang terwadahi oleh kegiatan ini. “Puncak acara para pengunjung akan dihibur dengan penampilan memukau dan suara emas dari bintang tamu artis ibukota PETRA SIHOMBING,” kata dia.

Nah bagi yang berminat bisa langsung ke Sekretariat Panitia Pelaksana, Ruang OSIS SMA Harapan Mandiri, Jl Brigjend. Zein Hamid No 40, Lt 4, setiap hari Senin-Jumat (pukul 07.00 s.d 16.00 WIB) dan Sabtu (pukul 07.00 s.d 13.00 WIB) Pendaftaran ditutup tanggal 14 Mei 2011 pukul 14.00 WIB (Festival Band dan Pop Karaoke Competition) dan 16 Mei 2011 pukul 17.00 WIB (Olimpiade, Seminar, Modern Dance Competition, Cheerleaders Competition, dan Photography Competition). (ila)

Beasiswa Bidik Misi USU Belum Dibayar

087868028xxx

Kepada Yth bapak pengurus beasiswa bidik misi biro rektor USU, kenapa sampai saat ini beasiswa tersebut belum juga disalurkan kepada kami? Padahal bapak janjikan kepada kami awal bulan Mei, tapi kenapa sampai saat ini tidak ada kejelasannya.

Jelaskan Angkatan ke Berapa

Terimakasih informasinya, kami sangat berharap kepada pengirim SMS untuk memperjelas angkatan ke berapa. Sebab, angkatan 2010 baru berjalan, sedangkan untuk angkatan 2011 masih dalam proses seleksi. Untuk itu, kami mengajak seluruh mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi agar tetap melalui prosedural dan proses yang ada.

Bisru Hafi
Humas USU

Sasana Elang Laut Lahirkan Petinju Andal

MEDAN-Sasana Elang Laut binaan Lantamal I Belawan semakin eksis dalam melahirkan petinju-petinju andal yang siap bertarung dalam dalam ring tinju bertaraf lokal dan nasional.

“Di tengah kondisi krisis ekonomi pada tahun 1997, lahir sebuah tekad dari seorang prajurit TNI AL Letkol Laut (KH). Arnol SH, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Provos Pangkalan Utama TNI AL I mendirikan sasana guna menggelorakan cabor tinju di kota Belawan,” ujar Manager Sasana Elang Laut Lettu Laut (PM) Deo Karokaro saat ditemui belum lama ini.

Masih menurut Deo, tujuan berdirinya sasana itu adalah sebagai sarana untuk membina bukan saja prajurit TNI AL, tetapi juga masyarakat umum, utamanya generasi muda.

Pada awal berdiri, sasana ini memiliki atlet hanya belasan orang dan dilatih mantan petinju nasional Saladin Zuhri. Tapi seiring dengan pengukuhan Pengcab Pertina Medan serta  lewat SK No.35 tahun 1998 sasana Elang Laut Lantamal I semakin menggeliat dengan menorehkan beragam prestasi.

Setengah tahun berdiri, sasana ini mampu menggelar kejuaraan tinju amatir yang diikuti atlit se-Sumbagut. Pada even yang memperebutkan piala bergilir Danlantamal I tahun 1999 itu, Sasana Elang Laut Lantamal tampil sebagai juara umum.

Tak sampai di situ, Sasana Elang Laut Lantamal kembali menghentak lewat serangkaian prestasi membanggakan lewat prestasi meraih empat sabuk Danlantamal atas nama Dedi Swandana, Sabuk Dan Pomal oleh Hambali Derek. Sabuk Bea dan Cukai oleh Erik Diaz Siregar dan sabuk Kapolres Pelabuhan Belawan oleh Falazona Fidal.
Untuk ring tinju amatir, Sasana Elang Laut Lantamal juga mampue menorehkan prestasi hebat lewat aksi Ramadhon yang meraih medali emas pada gelarabn Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan, serta medali perak atas nama Iron Gayo dan Ardiansyah. (uma)

Nelayan Sulit Peroleh BBM Subsidi

BELAWAN- Nelayan tradisional di wilayah Medan bagin Utara mengaku masih kesulitan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar bersubsidi.

Seperti disampaikan seorang tokoh nelayan, Azhar Ong kepada wartawan koran ini, Senin (9/5). Dia memaparkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Dealer Nelayan (SPBN) PT AKR (Aneka Kimia Raya) merupakan dealer resmi yang ditunjuk pemerintah untuk mendistribusikan solar bersubsidi kepada nelayan tradisional, tapi pada pelaksanaannya terkesan disktriminatif melayani nelayan tradisional.

Bukti diskriminatif itu, sebutnya PT AKR di Kampung Kurnia Belawan cenderung melayani kebutuhan solar untuk kapal nelayan berkapasitas di atas 30 Gross Ton (GT) dari pada kapal nelayan tradisional yang sebagian besar berkapasitas di bawah 10 GT.

Padahal, ucapnya SPBN PT AKR di Kampung Kurnia Belawan setiap hari memperoleh jatah solar bersubsidi dari PT Pertamina sebanyak 21 kilo liter (KL) dan wajib dipasarkan kepada nelayan tradisional rata-rata Rp4.500 per liter. Sebenarnya jatah solar itu dipastikan cukup untuk memenuhi total kebutuhan nelayan tradisional di wilayah pesisir Belawan.

“Kami tidak percaya bila solar bersubsidi di SPBN PT AKR selalu cepat habis, karena pasokan dari Pertamina selama ini berjalan lancar,” tambahya.

Lebih lanjut, dia menerangkan jenis solar bersubsidi dialokasikan hanya untuk melayani kebutuhan kapal nelayan kecil dengan total kebutuhan mencapai sekitar 5.200 lebih KL per bulan. Selain wajib disalurkan melalui SPBN PT AKR, kebutuhan nelayan terhadap solar bersubsidi di Belawan dilayani tujuh unit Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) binaan Pertamina dan satu SPDN binaan Pertamina Regional I.

Asisten Customer Relation Pertamina Pemasaran Region I, Rustam Aji menerangkan sejak berlakunya UU Migas No. 22/2001 maka posisi pertamina sebagai operator, sama dengan perusahaan minyak dan gas lainnya. Fungsi pengawas dipegang pemerintah melalui BPH Migas. (mag-11/ril)

Honda Gelar HRC 2011 di Medan

MEDAN-PT. Astra Honda Motor (AHM) bekerjasama dengan jaringan Main Dealer kembali menggelar balap motor bertajuk Honda Racing Championship (HRC) pada 28-29 Mei  2011.
Even yang berlangsung di Sirkuit Lanud TNI AU Polonia Medan ini merupakan bagian dari sembilan seri yang akan digelar di sembilan kota di Indonesia.

Arifin Posmadi, General Manager CV. Indako Trading Co mengungkapkan menyambut baik berlangsungnya HRC, karena even ini diyakini akan memberi pengaruh positif pada perkembangan dunia balap di Sumatera Utara.
Di sisi lain Arifin juga mengatakan pihaknya juga akan mengupayakan yang terbaik demi suksesnya ajang yang pertama kali digelar di Kota Medan.

“Gelaran akbar yang bertemakan Where Champions Are Born ini diharap mampu  melahirkan pembalap andal. Apalagi selama ini Sumut terkenal memiliki banyak pembalap andal,” ujar Arifin Posmadi.
Selain Kota Medan, even sejenis juga berlangsung di Jakarta awal April lalu, serta di Bandung, Jepara, Yogyakarta, Banjarmasin, Bali, Makasar, dan Surabaya.

Rencananya, HRC 2011 akan memperlombakan tujuh kelas yaitu MP1 bebek tune-up 125cc 4-tak terbuka, MP2 bebek tune-up 110cc 4-tak terbuka, MP3 bebek tune-up 125cc 4-tak pemula, serta MP4 atau bebek tune-up 110cc 4-tak pemula.

Tiga kelas lainnya adalah MP5 yaitu bebek standar 125cc 4-tak pemula, MP6 atau bebek standar 110cc 4-tak pemula dan MP7 yaitu motor matic bermesin standar sampai dengan 130cc terbuka.

Tim-tim andalan Honda di Sumatera Utara akan meramaikan even ini antara lain Honda Intrac, Kita-Kita Racing Community, Tomat Merah, Honda T7R, dan Honda Tommy Camel. Kelima Tim ini digawangi pembalap-pembalap berbakat seperti Yogi Hermana, Eko Riyanto, Jenius Simanjuntak, Zamet Pranata, Hambali, Tommy Hermawan serta masih banyak pembalap berbakat lainnya.

Sementara itu, Leo Wijaya, Marketing Manager CV. Indako Trading Co mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk  keseriusan Honda di Indonesia untuk mencapai prestasi tertinggi di dunia ajang balap motor.

“Kami berharap gelaran ini dapat berjalan lancar dan bermanfaat bagi generasi muda yang merindukan ajang balap bergengsi untuk mengukir prestasi,” harap Leo Wijaya. (mag-9)

Pantai Barat Diancam Wabah Malaria

Ancaman mewabahnya malaria yang ditularkan nyamuk anopheles  di Sumut khususnya di wilayah Pantai Barat semakin menjadi, buktinya setiap tahun sering ditemukannya wilayah endemis. Bahkan, pada Mei 2011 ini ada sebanyak 700 warga terdeteksi malaria dan 91 diantaranya terjangkit malaria.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Chandra Syafei Sp OG melalui Kepala Seksi Penanggulangan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Sukarni kepada wartawan, Senin (9/5).

Sukarni mengatakan, sebanyak 91 warga yang terjangkit malaria itu terjadi di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batanggadis, Mandailing Natal dinyatakan positif mengidap penyakit malaria. Munculnya itu memasukkan dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Sejak Kamis (5/5), tim sudah kita turunkan ke Mandailing Natal,” kata Sukarni.

Saat disinggung kategori KLB, Dinkes Sumut menjelaskan tingkat kasus malaria dua kali lipat dibanding dengan bulan sebelumnya dan banyak lagi kategori lainnya yang dapat dikatakan KLB.

“Makanya tim diturunkan ke wilayah endemis itu untuk melakukan pemeriksaan. Soal berapa jumlah penderita malaria di sana pada bulan sebelumnya, saya belum dapat informasi dari tim,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan, tim yang diturunkan ke Desa Tabuyung sudah melakukan penanganan seperti pemeriksaan kembali darah untuk memastikan apakah benar positif atau hanya demam biasa.

“Malaria positif disertai demam. Ini dari segi klinisi. Untuk itu perlu pembuktian lebih lanjut melalui pemeriksaan darah,” tandasnya.

Pengamat Kesehatan, dr Umar Zein menambahkan Madina merupakan daerah endemis, penanggulangan malaria seyogianya dilakukan secara terus-menerus. Kemudian, penyakit malaria juga menyangkut masalah lingkungan yang tidak bisa dirubah.

Untuk penanggulangannya, Dinkes harus melakukan penyediaan obat-obatan, kelambu, rumahsakit dan juga puskesmas. Untuk lebih meningkatkan penanggulangan malaria ini, harus ada program yang struktur dan terkoordinasi. (mag-7)

Asahan Loloskan Satu Atlet pada Selekda

KISARAN- Seleksi Daerah atlet panjat tebing yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Medan dari tanggal 7-8 Mei 2011 telah usai.

Atlet putri asal Asahan Nova Deprianti (16) berhasil menjadi utusan Pengprov  FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Sumut untuk mengikuti Pra PON yang berlangsung di Jakarta.

Ketua FPTI Asahan Bambang Siswanto melalui perbincangan telepon kepada METRO, Minggu (8/5) mengatakan bahwa secara umum utusan Pengurus Kabupaten (Pengkab) FPTI Asahan berada pada 3 besar setelah Kota  Medan dan Kabupaten Langkat.

Dikatakannya, sebanyak 7 Pengkab/Pengkot  FPTI se Sumut mengikuti Selekda yang dilakukan Pengprov FPTI Sumut. Adapun ketujuh  Pengkab/Pengkot FPTI yang mengikuti selekda tersebut adalah Deli Serdang, Langkat, Asahan, Medan, Binjai, Siantar, Tanjung Balai.

“Kita bangga dengan prestasi yang diperlihatkan atlet kita. Tapi kita takkan berpuas diri. Masih banyak yang harus dibenahi demi kemajuan atlet ke depannya,” bilang Bambang Siswanto.

Walau hanya meloloskan satu atlet, namun Bambang Siswanto mengaku bangga dengan perjuangan seluruh atlet, yang terdiri dari tiga atlet putra dan tiga atlet putri.

Adapun keenam atlet Asahan yang mengikuti Selekda tersebut adalah Acong, Dimas, Ismail, Nova Deprianti, Kartini dan Febri.

“Saya mengucapkan terima kasih atas perjuangan seluruh atlet serta dukungan KONI Asahan,” bilang Bambang.
Ditempat terpisah, Bustami Batu Bara, Pembina FPTI Asahan mengaku bangga dan gembira dengan prestasi yang diraih atlet Asahan.

“Selama ini mereka hanya berlatih dengan peralatan ala kadarnya. Jadi, ini prestasi yang sangat menggembirakan,” bilang Bustami. (van/smg)

IKASI Sumut Gelar Seleksi

MEDAN- Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Sumatera Utara akan menggelar seleksi guna menjaring atlet yang berlaga di ajang Pra PON yang berlangsung di Jakarta pada Oktober 2011 nanti.
Menurut Sekretaris IKASI Sumut Khairuman, gelaran seleksi itu akan berlangsung pada bulan Juni mendatang dan akan diikuti 19 atlet, yang terdiri dari 8 atlet putra dan sebelas atlet putri.

Kedelapan atlet putra  yakni Fauzi Wibowo, Gilang, Jabal Hidayat, Nugroho, Bram, Muhammad Riko, Muhammad Husein, dan Rizal. Sedangkan sebelas atlet putri adalah Rafika, Pika Saupika, Scal Fini, Miftahul Jannah, Dina Amriani, Rini Yuliani, Hairani, Diah Rahmayati, Yuliani dan Murni.

Terkait atlet yang menjadi andalan saat mengikuti Pra PON nanti, Khairuman mengatakan bahwa pihaknya masih mengandalkan Dian Rahmayati dan Jabal Hidayat. “Kedua atlet ini merupakan atlet pelatnas, yang tentunya memiliki jam terbang yang lebih baik dibanding rekan-rekannya yang lain. Jadi wajar jika kita menaruh harapan kepada keduanya,” ujar Khairuman. (omi)