Home Blog Page 15306

5 Balon Direktur Polmed Ditetapkan

MEDAN- Hasil verifikasi berkas bakal calon direktur Politeknik Negeri Medan (Polmed), menetapkan lima bakal calon yang berhak mengikuti tahap seleksi berikutnya. Kelimanya adalah, Khairul SE, M Kom, Drs Bambang Sugiyanto MP, Anggiat Parlindungan SE, MSi, M Syahruddin MT dan Khairul Rahmi MEng.

Ketua Panitia Pemilihan Calon Direktur Polmed, M Koster Silaen, mengatakan hingga akhir pendaftaran, 30 April lalu memang ada tujuh orang yang mengambil formulir ke sekretarit panitia. Hanya saja, cuma lima orang yang mengembalikan berkas. “Setelah diverifikasi kelimanya memenuhi persyaratan administrasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya,” ungkapnya.

Disinggung soal pendaftar dari luar Polmed, Koster menjawab hingga akhir batas pendaftaran, calon pendaftar dari luar Polmed tidak ada. Kelima bakal calon (balon) tersebut berasal dari internal Polmed, yakni dua pembantu direktur, dua mantan ketua jurusan dan satu mantan pembantu direktur.
Lebih lanjut Koster menjelaskan, pasca penetapan balon Direktur Polmed ini,  langkah berikutnya adalah, tes kesehatan yang akan digelar hari ini, (Senin 9/5). Sesuai jadwal, tes kesehatan akan berlangsung di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan.

Secara teknis, sambung Koster, kelima calon langsung berangkat menuju Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik secara masing-masing. “Di sana sudah siap panitia dari Polmed, dan tim medis yang akan memerika kesehatan kelima bakal calon direktur Polmed tersebut,” ungkapnya. Nantinya, hasil tes kesehatan yang dilakukan tim medis yang ditunjuk, akan diserahkan kepada panitia penjaringan di Polmed.

Setelah tes kesehatan tambah Koster langkah selanjutnya adalah mempersentasekan program kerja kelak terpilih menjadi Direktur Polmed , yang kemudian dilanjutkan dengan pemilihan yang dilakukan oleh senat.
Koster menambahkan, peluang kelima balon tersebut untuk menjadi direktur Polmed terbuka lebar, soalnya semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. (dra)

Jatuh ke Laut, Pesawat Merpati Hancur

Seluruh Kru dan Penumpang Tewas

KAIMANA-Pesawat  Merpati Nusantara Airlines jenis MA 60 yang mengangkut 6 crew dan 21 penumpang siang kemarin sekitar pukul 15.15 WIT jatuh di  laut Kaimana,  Provinsi Papua Barat.

Pesawat naas yang dipiloti Purwadi dan Co Pilot Paun Nab itu sebelumnya terbang dari Bandara Domine Eduard Osok sekitar pukul 12.45 WIT dan jatuh setelah berusaha mendarat di Bandara Utarom Kaimana. Sebelum terjatuh pesawat sempat berputar-putar di atas Bandara Utarom Kaimana selama 15 menit. Pesawat jatuh sekitar 500 meter dari Runway Bandara Utara Kaimana dengan kondisi patah jadi dua bagian.

Seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan tewas.  Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Radar Sorong (grup Sumut Pos) di lokasi kejadian, pesawat naas itu terdiri dari 18 penumpang dewasa, 1 anak dan 2 bayi. Sementara crew pesawat terdiri dari  2 teknisi, 2 pramugari dan pilot serta co pilot pun tewas dalam kecelakaan tersebut. Dari 19 penumpang orang dewasa, sebanyak 12 penumpang yang berencana akan turun di Kaimana, sementara 7 penumpang lainnya melanjutkan perjalanan ke Nabire Provinsi Papua.

Berdasarkan data yang diperoleh di lokasi, pesawat Merpati MA 60 yang  terbang dari Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong tersebut jatuh setelah gagal landing di Bandara Utarom Kaimana. Sebelum mendarat, pilot mengambil ancang-ancang dari arah timur Bandara Utarom, namun akhirnya miring kiri. Sayap sebelah kiri terlihat miring dan menghantam air laut. Menurut saksi mata, Karel Kopong yang berhasil dikonfirmasi di lokasi kejadian menuturkan, mulanya pesawat tersebut terbang sangat rendah. “Saya lihat pertama, pesawat itu miring ke kiri. Sebelum mendarat, pesawat langsung jatuh. Kami hanya dengar bunyi semacam ledakan di air. Tapi setelah kami tiba di lokasi, kami tidak lihat lagi pesawat tersebut,” ujarnya.

Memang sebelum pesawat mendarat, Kota Kaimana dan sekitarnya diguyur hujan. “Itu yang mungkin menyebabkan jarak pandang pilot untuk mendarat dan jatuh ke laut,” ujar beberapa warga yang berada di TKP.

Menurut Kepala Bandara Kaimana, Jaka Karim, pesawat itu terjatuh saat hendak mendarat. “Saat mau mendarat, kondisi cuaca hujan dan berkabut tebal,” kata Jaka. Karena cuaca buruk itu, kata Jaka, kemudian pesawat hilang keseimbangan. Sehingga pesawat itu jatuh ke laut yang memang dekat dengan bandara. “Bandara berseberangan dengan laut, hanya 200 meter dari landasan pacu. Pesawat kehilangan kendali dan terjatuh,” kata dia.
Berdasarkan informasi dari para saksi di lokasi kejadian, pesawat tersebut terbang dari Sorong menuju Kaimana. Sebelum jatuh, pesawat sempat berputar-putar di atas bandara, kemudian berbelok ke kiri, dan tiba-tiba terjatuh ke laut. Hantaman saat pesawat Merpati MA 60 yang jatuh ke laut begitu keras. Informasi dari lapangan, kondisi pesawat berbaling-baling itu sudah hancur. “Hancur jatuh ke laut,” ujar Kepala Basarnas Nono Sampono saat dihubungi.

“Info terakhir semua penumpang dan kru dikabarkan meninggal,” sambung Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Wachyono, Sabtu (7/5). Menurutnya, pencarian korban jatuhnya pesawat dihentikan sementara. Penghentian ini mengingatkan kondisi cuaca di Teluk Kaimana, Papua Barat, sedang tidak baik ditambah arus yang semakin deras.
“Ombaknya sudah tinggi. Pesawatnya sudah mulai bergeser ke tengah 500 meter,” ujar Wachyono.
Menurutnya, pencarian korban akan dilanjutkan Minggu (8/5) pagi. Sepanjang malam ini kapal-kapal yang ada di sekitar peraian Kaimana tetap memantau posisi pesawat dan kondisi cuaca di Kaimana.
“Besok pagi (hari ini, red) dilanjutkan. Tim dari KNKT juga besok sudah datang,” katanya.

Tim SAR dibantu masyarakat dan TNI AL yang melakukan evakuasi pesawat Merpati di perairan Kaimana, Papua Barat, berhasil menemukan 17 jenazah korban. Sedangkan korban yang masih dalam pencarian, diperkirakan tertimbun pecahan badan pesawat di dasar laut.

“Informasi di lapangan, masih dilakukan evakuasi serpihan badan pesawat. Diperkirakan ada korban yang belum ditemukan karena berada di bawah serpihan pesawat,” ujar Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Sorong, Arifin, Sabtu (7/5).

Arifin menuturkan, proses evakuasi dengan dibantu perahu-perahu nelayan dan penyelam TNI AL tersebut berhasil menemukan sejumlah serpihan pesawat. Serpihan yang ditemukan di kedalaman air laut sekitar 6-7 meter itu, kemudian dibawa ke Kaimana dengan menggunakan KRI Piton yang ada di lokasi.

“Serpihan pesawat mulai diangkat dengan perahu kecil dengan masyarakat. Ada puluhan perahu yang membantu,” terangnya. Menurut Arifin, lokasi jatuhnya pesawat berada tidak jauh dari daratan, sehingga serpihan pesawat diperkirakan tidak berada di kedalaman laut lebih dari 7 meter. Oleh karena itu, pencarian dengan menggunakan alat selam dinilai lebih efisien dibanding menggunakan helikopter.

“Lokasi jatuhnya pesawat dekat dengan daratan, jadi terlihat. Terlebih kondisi air laut jernih. Pencarian dilakukan sampai radius 50 meter dari lokasi jatuhnya pesawat,” jelas Arifin.

“Kalau dari segi efisiensi menggunakan perahu kecil lebih efisien dibanding menggunakan helikopter, karena kondisi korban diduga berada di dalam laut, di bawah serpihan pesawat,” tandasnya.

Seluruh korban tewas yang sudah ditemukan dievakuasi ke rumah sakit di Kaimana. Tim medis masih terus berusaha mengidentifikasi korban tewas dengan data manifes pesawat.

Pihak Merpati telah membuka Posko bagi keluarga korban yang hendak menghubungi Merpati. Selain di Bandara juga dibuka Posko di Kampung Baru Sorong. Sementara untuk keluarga korban jatuhnya pesawat sendiri kemarin sore baru dihubungi.

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) belum mengetahui penyebab jatuhnya pesawat Merpati jenis MA 60 di Teluk Kaimana, Papua Barat. Merpati menyerahkan sepenuhnya penyelidikan mengenai penyebab jatuhnya pesawat ke KNKT.

“Kalau mengenai penyebab kejadiannya kita belum mendapat laporan. Yang pasti mengenai penyebab terjadinya kecelakaan tersebut pusat informasinya di KNKT,” ujar Sekretaris PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), Imam Turidi.

Ia menuturkan, saat ini tim KNKT terus melakukan penelusuran. Diharapkan secepatnya dapat menjelaskan penyebab kecelakaan pesawat tersebut. “Saat ini tim KNKT kan sedang berada di lapangan melakukan penyelidikan,” paparnya.

Pesawat jenis Xian MA-60 milik Merpati yang jatuh di laut dekat Bandara Kaimana, Papua Barat adalah termasuk pesawat baru.Pesawat jenis ini produksi Xi’an Aircraft Industrial Corporation di bawah Cina Aviation Industry Corporation I (AVIC I). Pesawat ini mampu terbang dengan kapasitas 50 penumpang. Biasanya, pesawat jenis ini melayani rute-rute untuk penerbangan jarak dekat. Kecepatan terbang pesawat tersebut maksimal 514 kilometer per jam. Dengan kecepatan itu, pesawat ini mampu terbang dengan ketinggian 7620 meter karena ditopang dengan dua mesin.

SBY Minta Diinvestigasi

Di tengah kesibukannya sebagai tuan rumah KTT ke 18 ASEAN, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kabar duka tentang jatuhnya pesawat Merpati di perairan Kaimana, Papua Barat. SBY pun memerintahkan pihak terkait segera menyelamatkan korban yang kemungkinan masih hidup dan menginvestigasi kecelakaan tersebut.

“Bapak sudah mendengar (jatuhnya pesawat), tapi kita masih menunggu hasil investigasi dari Polres di Kaimana dan kita masih cari kepastian untuk kemudian melakukan verifikasi temuan di lokasi,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Bidang Dalam Negeri, Julian Aldrin Pasha, di media center KTT ASEAN di Gedung JCC, Senayan, Sabtu (7/5).
“Tentunya pihak terkait diperintahkan untuk segera mencari tahu dan berusaha menyelamatkan korban yang ikut bersama dalam pesawat itu,” tambahnya.

Menurut Julian, SBY mendengar kabar tersebut di sela-sela kegiatan KTT ASEAN dengan agenda meeting antara ASEAN leader dengan civil society organisation. SBY mendapatkan informasi langsung dari Menkopolhukam Djoko Suyanto.

“Iya Pak Djoko, ada juga Pak Hatta, Pak Sesneg Sudi Silalahi. Tapi kita memang belum menerima laporan yang detail yang betul-betul bisa diverivikasi,” imbuh Julian.
Julian menambahkan, saat ini semua masih dalam tahap investigasi. Sehingga belum ada yang bisa disimpulkan sementara ini. (nic/ref/ris/jpnn)

Pelaku Penganiaya Masfar Terus Diburu

MEDAN-Polisi terus memburu pelaku penyiraman soda api terhadap PNS di Pemprovsu Ir Masfar Sikumbang. Wakasat Reskrim Polresta Medan, AKP Ruruh Wicaksono Mengatakan, hingga saat ini polisi sudah memeriksa 12 orang saksi.

”12 saksi yang telah kita panggil dan kita periksa,” kata Ruru. Dijelaskanya, berdasarkan pemeriksaan saksi tersebut polisi terus mendalami pelaku penyiram Masfar. Dari sini nantinya kasus bisa terungkap.

”Jadi kita masih mengembangkan,”katanya singkat. Selain itu Polresta Medan rencananya akan memeriksa saksi lainnya. “Nanti bakal ada lagi saksi yang kita periksa,” kata Ruruh.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut AKBP, Raden Heru Prakoso menjelaskan, Polresta Medan masih mendalami keterangan sembilan saksi penyiraman soda api tersebut.

”Masih sembilan orang saksi yang kita periksa,” tandas Heru.

Sementara, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengatakan telah memeriksa satu lagi saksi terkait kasus penyiraman soda api terhadap Masfar.

“Satu lagi sudah kita periksa sebagai saksi,” kata Tagam, tanpa memberitahukan nama saksi yang diperiksa.
Sementara itu, dari Mapoldasu dikabarkan, petugas Poldasu berhasil mengamankan RS dan KH yang diduga terlibat atau mengetahui penyiraman soda api kepada Masfar. Kedua orang tersebut kemudian diserahkan kepada Polresta Medan.

Hasil penyelidikan sementara, pihaknya memang mencurigai seorang pria yang diduga sebagai pelaku penyiraman Masfar. Hal itu sesuai sketsa wajah yang sudah kita buat dari keterangan saksi yang sudah diperiksa.
Sementara itu informasi yang dihimpun Sumut Pos, Sabtu (7/5), Masfar sudah menjalani empat kali operasi, setelah dipindahkan dari Rumah Sakit Columbia Asia beberapa waktu lalu. (mag-8)

Medan Diterpa Cuaca Panas

MEDAN-Beberapa hari belakangan ini Kota Medan mengalami perubahan cuaca dari musim hujan ke musim kemarau. Sabtu (7/5) kemarin, suhu udara di Kota Medan sudah mencapai 39 derajat celcius.

“Cuaca hujan dalam beberapa hari belakangan ini di Kota Medan disebabkan cuaca anomali yang menyelimuti Kota Medan sehingga panas mancapai 39 derajat celcius,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun I Bandara Polonia Medan Firman AMG pada wartawan, kemarin (7/5).

Meskipun begitu perubahan cuaca yang terjadi saat ini di Medan belum ekstrim. Diperkirakan puncaknya Juni hingga September nanti. “Ini bukan cuaca ekstrim. Bulan Juni sampai September nanti, Kota Medan sudah masuk musim kemarau. Jika pada siang harinya cuaca panas, ini disebabkan adanya pengaruh anomali cuaca atau perubahan cuaca,” beber Firman.

Firman juga mengatakan, cuaca ini kemungkinan akan berakhir pada akhir Desember, atau ketika memasuki awal Januari.

“Cuaca seperti ini akan terus berlangsung sampai pertengahan atau akhir bulan Desember. Ataupun awal bulan Januari nanti,” tuturnya.

Cuaca ekstrim diselingi hujan yang melanda kota Medan beberapa hari belakangan, berdampak terhadap potensi penyakit menular seperti diare dan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Potensi tersebut tak lain dipengaruhi oleh lingkungan baik secara langsung maupun melalui perantara.

DR dr Umar Zein DTM&H, SpPD, KPTI mengaku, pengaruh lingkungan yang langsung berpotensi terhadap penyakit di antaranya ISPA, akibat debu yang dihasilkan oleh cuaca panas. Selain itu, penyakit diare dan demam berdarah dengue (DBD).

Menurut Umar, debu bisa menyebar ke makanan ataupun jajanan yang tidak tertutup dan dikonsumsi oleh orang lain sehingga dapat merusak pencernaan dan berujung kepada diare.

‘’Potensi diare juga sangat dominan mengancam anak-anak sekolah dengan menkonsumsi jajanan yang tidak memiliki kemasan. Apalagi jika daya tahan tubuh menurun, maka akan lebih memudahkan risiko terkena penyakit,’’sebut Umar.

Sementara, faktor cuaca panas lalu mendadak hujan disertai angin kencang bahkan menimbulkan banjir juga berpotensi terhadap penyakit DBD. “Cuaca ekstrim merupakan cuaca yang sangat mempengaruhi laju pertumbuhan Nyamuk Aedes Aegypti  sebagai pembawa virus,” ungkapnya.

Untuk itu Umar  mengimbau agar masyarakat waspada terhadap berbagai penyakit tersebut.
Dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar serta menjaga pola makan. “Karena dengan menjaga kebersihan lingkungan dan pola makan yang baik serta rajin mengkonsumsi air putih diharapkan bisa menghindari dari penyakit-penyakit yang berpotensi timbul saat cuaca ekstrim,’’ katanya. (rud/uma)

Debora Dapat Honda Beat

Penarikan Undiah Gebyar Pembaca Harian Sumut Pos Berhadiah

Harian Sumut Pos menggelar ‘Penarikan Undian Gebyar Pembaca Berhadiah’ bagi para pembaca setia Sumut Pos di halaman gedung Graha Pena, Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (7/5).

Acara penarikan undian dihadiri oleh Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Zulkifli, Manajer Pemasaran, Adenan Cadonis Nainggolan, Manajer Iklan, Jhon Firma Purba, Even Organizer, Darwin Purba serta pembaca Sumut Pos.
Menurut Even Organizer Sumut Pos, Darwin Purba acara tersebut selain untuk memberikan apresiasi kepada para pembaca setia Sumut Pos acara tersebut juga sebagai komitmen Harian Sumut Pos untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pembaca Sumut Pos.

Dalam acara itu para undangan diberi kesempatan untuk menarik kupon yang telah dikirim oleh pembaca sejak Februari lalu. Hadiah yang diberikan untuk para pembaca mulai dari payung, kaos, jam dinding, dispenser, Blackberry hingga sepeda motor. Acara tersebut masih akan berlanjut untuk priode kedua dan akan diundi Juli mendatang. Bagi pembaca Sumut Pos yang mengirimkan kupon Gebyar Pertama, tetapi belum mendapatkan hadiah akan tetap diikutsertakan pada priode selanjutnya.

Untuk priode pertama jumlah kupon yang masuk mencapai ratusan ribu. Hal ini membuktikan bahwa Sumut Pos tetap menjadi koran pilihan masyarakat untuk resensi berita Medan dan Sumatera Utara. Untuk hadiah utama sepeda motor Honda Beat penarikan kupon dilakukan oleh Puteri. Bocah  warga Jalan Sei Kera Medan itu memberikan keberuntungan kepada  seorang mahasiswa bernama Debora Siringoringo. Warga Jalan HM Jhoni Medan Nomor 70B Medan ini berhasil mendapatkan hadiah satu unit sepeda motor Honda Beat.

Kecerian mendapatkan hadiah juga dirasakan Loisa Simanjuntak, warga Jalan Darussalam Gang Turi II Nomor 2 B Medan. Ia tercatat sebagai pemenang yang pertama kali mengambil hadiah di Sumut Pos. Kebetulan nama Loisa berhasil terpilih mendapatkan satu buah payung.”Saya hadiri langsung melihat pengundian di sini. Ternyata saya dapat hadiah. Senang saya mendapat hadiah. Terima kasih Sumut Pos,” kata Loisa yang juga sempat bernyanyi saat penarikan hadiah, kemarin.

Meski tak dapat hadiah, keceriaan juga dialami Beny Safri, warga Stabat yang datang ke Graha Pena menyaksikan pengundian. ‘’Saya ada firasat dapat hadiah semalam, Jadinya saya sempatkan datang ke Sumut Pos untuk lihat pengundian. Kalau belum sekarang dapat hadiah, kan masih ada periode berikutnya,” kata Beny.

Untuk nama pemenang yang mendapatkan hadian secara lengkap akan diumumkna pada Harian Sumut Pos edisi Senin 9 Mei 2011, sedangkan untuk pengambilan hadiah dapat dilakukan mulai tanggal 9-23 Mei dengan membawa kartu tanda pengenal sesuai dengan yang dicatumkan dikupun undian, baik yang asli maupun fotocopy. Apabila hingga tanggal 23 Mei hadiah tidak diambil maka hadiah akan menjadi milik Sumut Pos. (mag-9/eo)

Pencopotan Syamsul Biar Tenang Jalani Proses Hukum

MEDAN-Pencopotan Syamsul Arifin, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Utara, yang dilakukan DPP Partai Golkar untuk mempermudah proses peradilan yang saat ini sedang dijalani oleh Gubernur Sumatera Utara nonaktif tersebut.

“Keputusan yang diambil DPP (Partai Golkar), untuk menggantikan Syamsul Arifin, sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut, sudah pasti sesuai mekanisme dan ketentuan yang diambil oleh DPP,” kata Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar, Ir Akbar Tanjung pada Sumut Pos Sekretariat Partai Golkar Sumut Jalan Wahid Hasyim Medan, kemarin (7/5).

Dikatakan Akbar, reaksi dan tanggapan dari kader soal pencopotan Syamsul Arifin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut dianggap biasa saja. “Itu bentuk dari dinamikan dan demokrasi yang ada di partai politik. Tapi reaksi atas pencopotan itu baik dari kader pendukung ataupun yang bersangkutan harus tetap mendukung mekanisme yang telah berjalan,” tegas Akbar Tanjung.

Akbar juga mengatakan reaksi pencopotan Syamsul Arifin akan disampaikan kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ir Abu Rizal Bakrie.

“Pencopotan Syamsul Arifin ini dilakukan untuk menjamin berjalananya proses peradilan yang saat ini sedang dihadapinya. Masalah pencopotan itu mekanisme perputaran roda organisasi harus tetap berjalan. Jadi bagaimana roda organisasi berjalan dengan baik sementara pimpinan tidak ada,” tegas Akbar Tanjung.

Menurutnya, pencopotan Syamsul Arifin itu hanya sebagai ketua bukan sebagai kader Partai Golkar. Ketika disinggung dengan dicopotnya Syamsul Arifin sebagai ketua DPD Partai Golkar Sumut, bagaimana bentuk komitmen dan dukungan Partai Golkar dalam pemberantasan korupsi, Akbar Tanjung mengaminkan.
“Dari dahulu kita (Partai Golkar) tetap komitmen mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Masalah kader partai Golkar yang terindikasi korupsi tidak akan kita lindungi, biarkan saja mekanisme hukum yang berlaku yang akan menanganinya,” tegas Akbar.

Akbar mengatakan, bahwa kader partai Golkar yang terindikasi terlibat korupsi akan diserahkan sepenuhnya pada mekanisme hukum. “Saya juga pernah disangkakan korupsi. Nah semua itu saya jalani untuk penegakan hukum di Indonesia ini. Namun ketika dipersidangan putusan peradilan saya dinyatakan bebas. Jadi biarkan saya kader Partai Golkar terlibat tindak pidana korupsi menjalani proses hukum itu, Partai Golkar tidak akan intervensi,” tegas Akbar Tanjung.(rud)

AKP Teddy Effendy Tewas Bersama Anak dan Istri

Di antara penumpang tewas tersebut adalah Kepala Bagian (Kabag) Operasi Polres Kaimana, AKP Teddy Effendi beserta istri Irma Efendi dan anaknya Abi Efendi. Kabag Ops Kaimana AKP Teddy Effendi sebelumnya mantan Kasat Intel Polres Sorong dan baru seminggu menjabat di Kaimana.  Hingga pukul 21.00 WIT tadi malam, 17 penumpang telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kaimana untuk diidentifikasi.

Menurut salah satum tim evakuasi, penumpang yang dievakuasi terakhir adalah jasad Kabag Ops Kaimana AKP Teddy Effendi yang dievakuasi sekitar pukul 21.00 WIT. Kapolres Sorong, AKBP Parlindungan Silitonga SIk kepada wartawan yang menemuinya di Alun-alun Aimas kemairn mengatakan, setelah berkoordinasi dengan Kapolres Kaimana, dan pihak Bandara Kaimana membenarkan kalau diantara penumpang tewas adalah AKP. Tedy Effendy SIk yang sebelumnya mantan Kasat Intel Polres Sorong. AKP Tedy  Effendy dimutasikan ke Polres Kaimana sebagai Kabag Ops sekitar satu minggu lalu. Saat akan pindah tugas ke Kaimana, AKP Tedy sempat dilepas oleh jajaran Polres Sorong yang dipimpin Kapolres AKBP Parlindungan Silitonga SIk.

Setelah mendapat kabar tewasnya AKP Tedy Effendy SIk, Kapolres pun sangat terpukul. Upaya yang bisa dilakukannya hanyalah bisa membangun koordinasi serta apa yang bisa di kerjakannya untuk proses pemulangan jasatnya ke keluarga di Jakarta.

“Rumahnya di Bandung, jasat akan di kembalika ke keluarga, dan akan di kirim ke Jakarta,”ujar Kapolres yang tampak begitu sedih mendengar kabar tewasnya mantan anak buahnya itu.

Dikatakan Kapolres,  AKP Teddy memang sudah dilepas  dan resmi menjadi Kabag Ops Polres Kaimana. Namun karena istri dan anaknya masih berada di Sorong, maka AKP Teddy pun kembali ke Sorong untuk membawa istri dan anaknya ke Kaimana. Namun kehendak Tuhan berkata lain, sebelum sampai ke Kaimana, pesawat yang ditumpanginya jatuh di Laut Kaimana.

Kapolres kemudian mengatakan pihaknya sangat berduka atas kejadian tersebut karena karena telah kehilangan salah satu perwira terbaik. “Selama  satu tahun bertugas di Polres, pengabdian dan loyalitasnya membuat almarhum bekerja dengan sangat berprestasi. Sebagai apresiasi kepada almarhum itulah kami melepasnya dengan baik ke tempat tugasnya yang baru,”tukas Kapolres Sorong AKBP Parlindungan, SIk. (nic/ref/ris/jpnn)

Adu Kecepatan

Manny Pacquiao v Shane Mosley

Las Vegas- Manny Pacquiao akan menghadapi Shane Mosley dalam peRtarungan yang akan digelar di MGM Grand Las Vegas Minggu (8/5) pagi WIB. Meski lebih diunggulkan Manny Pacquaio bertekad bertarung habis-habisan menghadapi Shane Mosley untuk perebutan gelar welter WBO. Pacman tidak punya alasan untuk memandang remeh Mosley, hanya karena dia lebih difavoritkan.

“Saya tidak underestimate memandang Mosley. Dia petarung hebat. Dia kuat, dia rajin melayangkan pukulan dan bergerak cepat. Saya harus berlatih keras untuk pertarungan ini,” ujar Pacquaio, seperti dikutip BBC.
Pacquaio memiliki rekor 52-3-22 dengan 38 knockout, mengoleksi kemenangan terakhir pada November saat mengalahkan Antonio Margarito dalam perebutan gelar kelas menengah ringan WBC.
Sang pelatih, Freddie Roach mengaku sudah menyiapkan Pac Man untuk mengantisipasi gerakan lawannya. Pertarungan petinju asal Filipina itu selalu menghibur dengan serangan yang agresif. Namun sang pelatih meminta petinjunya untuk berhati-hati menghadapi Mosley. Roach menilai petinju veteran tersebut masih punya kekuatan dan kecepatan yang cukup membahayakan.
“Jika Manny melakukan kesalahan dengan menyerang Shane tanpa persiapan, dia (Shane) akan melakukan pukulan counter,” ujar Roach, seperti dilansir sportinglife.com. “Itu kekhawatiran utama terbesar saya,” sambungnya.

“Tetapi saat Shane berada di tali dan mencoba melancarkan pukulan counter, Manny tahu gerakan apa yang harus ia lakukan. Ia menunjukkan itu kepada saya setiap hari,” lanjutnya. “Dia tahu apa yang harus dilakukan saat orang ini (Mosley) berusaha menghujaninya dengan pukulan balik, dan itulah yang akan dilakukan Shane. Itu adalah bagian dari rencananya. Dia punya menghujani Anda dengan pukulan counter yang kuat,” katanya. Roach menilai, Peluang Pacquiao akan lebih besar jika berhasil bertahan melewati ronde kelima. “Lima ronde pertama pertarungan ini adalah saat yang paling krusial. Kami harus menyiapkan banyak rencana sebelum menyerang Shane. Jika Anda maju begitu saja menyerangnya, sama saja Anda berjalan ke arah api,” tuntasnya.

Sementara Shane Mosley harus menerima fakta bahwa Manny Pacquaio lebih diunggulkan banyak kalangan. Akibatnya, Mosley bersemangat memutarbalikkan prediksi publik. Dia yakin bisa mengalahkan Pac Man, julukan Pacquaio.

“Saya bisa mengumpulkan energi yang saya dapatkan saat melawan Antonio Margarito,” yakin Mosley seperti dikutip Boxingnews24.

Mosley pernah bertarung penuh percaya diri saat menghadapi Margarito. Kombinasi pukulan dan pertahanannya yang kokoh memaksa Margarito mencium kanvas. Rekor ini menjadi bekal kepercayaan diri Mosley karena Pacquaio hanya menang angka saat menghadapi Margarito dalam pertarungan 12 ronde November tahun lalu.

Mosley memberi sinyal, bahwa Pacman tidak boleh besar kepala mendapat lebih banyak sanjungan. Paquaio harus ingat, dia bertarung mati-matian menghadapi Margarito, sedangkan Mosley memperoleh KO dengan mudah. Mosley terakhir bertarung September lalu ketika draw dengan petinju Meksiko, Sergio Mora. “Ini akan menjadi pertarungan hebat. Kami berdua petarung, kami cinta berjuang dan kami adalah juara. Sebab itu saya tertantang. Saya siap. Ini akan menjadi sejarah besar. Dan saya senang menjadi bagian dari itu,” kata Mosley.

Pelatih Mosle, Naazim Richardson juga sangat yakin dengan peuang anak asuhnya di pertandingan nanti. Richardson melambungkan kans Mosley yang akan mengenggam sabuk kelas welter versi WBO. Disebutkannya, Mosley memiliki pukulan membunuh, kecepatan dan kombinasi pukulan yang baik.

“Dia punya kesempatan untuk menghadapi Pacquiao. Dan dia harus ambil keuntungan ini. Siapapun atau apapun yang bisa dipukul Shane, pasti akan kesakitan,” ujar Richardson seperti dilansir fighthype.com. (net/bbs/jpnn)

Poldasu Rangkul Interpol

Antisipasi Pengedar Narkotika Internasional

MEDAN-Meski telah berhasil membekuk seorang Warga Negara Nigeria, Samuel Mamudu alias Mamaru Smith (38) di Kawasan Lipo Karawaci, Tanggerang, Jumat (6/5) kemarin, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP R Heru P, Sabtu (7/5) siang mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran hingga ke Jakarta karena 2 tersangka lagi masih DPO (daftar pencarian orang).

“Anggota sedang di Jakarta sekitarnya untuk melakukan pengejaran terhadap 2 tersangka lagi di mana satu tersangka WN Nigeria berinisial Oii dan KR warga Negara Indonesia. Untuk Simth sendiri masih dilakukan pemeriksaan intesif saat ini,” katanya.

Ditegaskan AKBP R Heru P, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan pihak BNN Pusat dan Mabes Polri untuk membatasi ruang gerak peredaran narkotika dan obat-obat terlarang. “Kita sudah koordinasi dengan pihak BNN Pusat dan Mabes Polri dan barang itu semua masuknya dari Malaysia,” tukasnya.

Ditanya tentang kerja sama denga pihak Interpol, R Heru P mengaku mengatakan akan secepatnya melakukan kerja sama untuk mengantisipasi aksi para pelaku di Indonesia. “Kita akan melakukan koordinasi dengan Interpol untuk mengantisipasi para pelaku main di Indonesia. Kita akan sering melakukan operasi terhadap orang-orang yang dicurigai di Sumut dan di Bandara guna mengantisipasi mereka (para pelaku, red),” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UISU Dr Dra Hj Laily Washliati SH M.Hum mengatakan, kinerja polisi sejauh ini sudah mulai efektif dalam mempersempit ruang gerak para pelaku atau para pengedar narkotika International ini.
“Kalau saya mengamatinya, kinerja dari pihak yang berwajib sudah mulai efektif. Kalau bisa lebih sering lagi sampai ke akar-akarnya. Jangan diberi ampun kepada para pelaku karena mereka merusak generasi penerus bangsa,” ucap Hj Laily Washliati yang sering disapa dengan sebutan Umi. (jon)

Lahan Masjid Al-Ikhlas Tidak Wakaf

MEDAN-Perubuhan Masjid Al-Ikhlas di Jalan Timor, masih menuai protes dan kritik dari berbagai ormas Islam. Selain menuding Pangdam I/BB tidak bijak, sejumlah ormas Islam juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berjuang agar masjid tersebut bisa dibangun lagi.

Ketua Forum Umat Islam (FUI) Heriansyah mengatakan, Kodam I/BB mestinya berupaya menjaga persatuan umat Islam di Sumut. Selain itu, pihaknya akan tetap melanjutkan perjuangan. “Yah, akan tetap berjuang sampai masjid itu dibangun lagi,” katanya.

Pantauan Sumut Pos, lokasi perubuhan masjid itu tampak sepi dari aktifitas baik dari pihak Kodam maupun pihak jamaah Islam. Sebelumnya, sekitar 1.000-an jamaah melakukan salat di lokasi itu.

Sementara, Ketua Fraksi PPP DPR RI Hasrul Azwar didampingi Asisten Intel Kasdam I/BB Kolonel ARH Andi Sumangerukka dan Was Intel Letkol Kav Hendrawan dalam konferensi pers, Sabtu (7/5) di Hotel Polonia Medan, meminta agar perubuhan masjid Al Ikhlas tidak lagi dipermasalahkan. Pasalnya, pendirian masjid tersebut bukan di tanah wakaf. Hasrul mengatakan, setelah melihat surat keputusan Ketua Tim Wakaf Kota Medan dan telah dipertimbangkan intansi lain seperti Pemko Medan, kepolisian, pihak kecamatan, kelurahan dan kepala lingkungan serta masyarakat, ternyata sifat lahan masjid tidak wakaf.

“Karena tidak wakaf, maka perubuhan masjid dengan menggantikan kepada aset lainnya tidak mesti seizin menteri agama. Umat Islam jangan terprovokasi,” katanya.

Dia mengharapkan, sebaiknya persoalan ini tak lagi dikaitkan dengan pihak Kodam dan jajarannya. Hasrul juga meminta agar pemerintah melakukan pendataan seluruh masjid-masjid untuk diketahui alas haknya. Ini perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terjadi ke depan.

“Sebenarnya uang pengganti untuk pembangunan masjid tersebut sudah diserahkan Rp700 juta disaksikan Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan diterima oleh Ustadz Zulfikar Hajar di  hadapan ormas dan sejumlah umat muslim di masjid Al Amin,” ucapnya.

Asisten Intel Kasdam I/BB Kolonel Arhanud Andi Sumangerukka menegaskan, TNI pada prinsipnya tak memiliki tanah. Adapun tanah yang diduduki itu tercatat dalam dokumen Departemen Keuangan (Depkeu). “Karena tanah ini punya Negara, masuk dalam daftar IKN (inventarisasi kekayaan negara). Kodam hanya sebagai pengguna saja,” ujarnya. (mag-8/ril)