Home Blog Page 15313

Tenggelam di Sungai Bingai

BINJAI- Suguh tragis nasib Aswati (26) warga asal Desa Wawar Lorong RT 03/04, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pasalnya, ia menjadi korban ganasnya Sungai Bingai, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, hanya gara-gara untuk mencari uang operasi anaknya. Meski sudah empat hari berlalu, jenazah ibu malang itu belum juga berhasil ditemukan, Jumat (6/5).

Risky (6), anak korban mengidap penyakit tidak memiliki lubang anus sejak lahir. Kondisi ini membutuhkan biaya besar untuk menyembuhkannya. Untuk itu, ia terpaksa membuang air besar memakai selang yang dibuat di sebelah kanan perutnya.

“Risky seharusnya menjalani perawatan di rumah sakit untuk secepatnya dioperasi agar penyakitnya hilang. Karena saya juga masih kekurangan dana untuk membawanya ke rumah sakit. Maka untuk sementara Risky hanya dirawat di rumah dengan perawatan yang seadanya,” ujar Mashudi (32) suami korban, sembari menundukkan kepalanya.

Sementara itu, untuk mencari keberadaan jenazah korban, pihak keluarga sudah mencoba berbagai macam cara, mulai dari memanggil orang pintar (para normal-red) dan meminta bantuan kepada masyarakat setempat. Kini pihak keluarga hanya dapat menanti  jasad korban sembari berharap secepatnya ditemukan.(dan)

Nulis Togel Cari Uang Tambahan

MEDAN- Sunar harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, pria berusia 65 tahun warga Jalan Sederhana, Pasar VII, Dusun IX Seroja, Tembung itu dibekuk polisi di rumahnya saat menulis togel.

Pria yang sudah mempunyai cucu itu mengaku, nekad menjadi penulis togel untuk mencari uang tambahan. Pasalnya, hasil bertani tak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Diakuinya, dia tidak tahu kalau yang membekuknya adalah polisi yang menyamar sebagai pembeli.

“Saya menjadi penulis togel di sekitar rumah saya dan saya setor kepada agen besar di Tembung dengan upah 15 persen dari setiap putaran,” kata Sunar di dalam sel Mapolsekta Percut Seituan.

Kapolsekta Percut Seituan, Kompol Maringan Simanjuntak  SH mengatakan, saat dibekuk tersangka sempat berkilah dia bukan penulis togel.

Dituturkannya, pihaknya mengamankan barang bukti 1 lembar kertas rekapan togel, 1 unit handphone Nokia tipe 1616,  1 buah pulpen serta uang tunai Rp51.000.

“Tersangka dijerat pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. Tersangka masih diperiksa intensif guna meringkus bandar besarnya,” tukas Maringan. (jon)

Tewas Digilas Pick Up

LUBUK PAKAM– Amran Siregar (48) staf kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (PKD) Jalan Bandar Setia Gang Subur, Kecamatan Percut Sei Tuan, tewas digilas pick up L 300 warna hitam BK 8531 MM, di Jalan Medan–Lubuk Pakam, Dusun VI Desa Wonosari Kecamatan Tanjung Morawa, Jumat (6/5) sekira pukul 08.30 WIB.

Murpi Sitanggang (51) pengemudi truk pick up L 300 melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan, sementara itu Amran mengendarai sepeda motornya Yamaha Mio merah BK 2482 AAZ dari arah Kota Medan menuju Kota Lubuk Pakam. Namun, saat berada di tikungan depan hotel kelas melati Cibulan, tiba-tiba sepeda motor yang dikendarai Amran kontra dengan mobil pick up yang dikendarai Murpi. Akibatnya Amran tewas ditempat dengan kondisi mengenaskan dengan kepala remuk.

Dari Rantau Prapat, akibat pengemudi kehilangan kendali Truck Dyna BK 9411 DO menabrak Tronton Fuso BK 8170 XM di Dusun Mangga-mangga Desa Terang Bulan Kecamatan Aek Natas, Rabu (4/5) sekitar pukul 01.45 WIB. Akibatnya, Supir Truck Dyna tewas di tempat sedangkan tiga korban lainya mengalami kritis akibat luka yang diderita.(btr/riz)

Ban Mobil Dikempesi, Pencuri Diteriaki

TEBING TINGGI- Nasabah Bank Mandiri Kota Tebing Tinggi, James Othello alias Jimy (38) warga Jalan Deblod Sundoro, Kelurahan Bagelen, Kota Tebing Tinggi, Jumat (6/5) hampir dirampok.

Awalnya, Jimy pagi itu mengambil uang di Bank Mandiri Jalan Sutomo mengendarai Toyota Fortuner BK 800 YY sebanyak Rp250 juta.
Setelah selesai Jimy kembali masuk ke dalam mobil dan langsung menuju halaman BRI Jalan Sutomo yang ketepatan letaknya berdekatan dengan Bank Mandiri untuk mentransfer uang melalui BRI untuk pembayaran gaji karyawannya.

Setelah selesai menyetor uang ke BRI, Jimy melihat seseorang yang tak dikenal di samping mobil yang di parkir sedang menusuk ban mobilnya dengan mengunakan besi.

“Kita tahu dia Bang, langsung kita teriaki, spontan pelaku langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX. Nomor plat kendaraan tidak sempat kuingat,” jelas Jimy kepada wartawan koran ini.
“Memang masih ada uang tertinggal di dalam mobil itu, jumlahnya tidak begitu banyak. Kita bersyukur tindakan cepat yang dilakukan oleh anggota kepolisian Polres Tebing Tinggi untuk menangani kasus tersebut,” bilangnya.

Kasubag Humas Polres Tebing Tinggi, AKP Ngemat Surbakti menjelaskan kejadiaan percobaan perampokan terhadap nasabah bank hampir sempat terjadi. Dalam kejadian ini, korban mengalami kerugian atas kempesnya ban mobil miliknya, sementara uang korban belum sempat diambil pelaku karena keburu  ketahuan.(mag-3)

Kadis Kebersihan Diusir Dewan

Gedung Dewan

MEDAN-Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan, Pardamean Siregar, diusir anggota DPRD Medan dari ruang rapat, Jumat (6/5). Kejadian memalukan itu terjadi karena Pardamean tak mampu memberikan penjelasann tentang Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPj) tahun 2010 dalam rapat gabungan komisi di gedung dewan.

Pengusiran Pardamean kemarin bukan yang pertama. Dalam rapat gabungan komisi sebelumnya, Selasa lalu (3/5), Pardamean juga diusir dewan dari ruang rapat karena tidak mampu menjelaskan pertanggungjawaban penggunaan anggaran di dinasnya.

Amarah anggota dewan memuncak saat Pardamean mengaku tak menguasai untuk apa saja uang rakyat yang telah dipergunakan dinas yang dipimpinnya. Gawatnya, dalam rapat kemarin ada anggaran sebesar Rp1 M yang tak bisa dipertanggungjawabkannya.

Sekretaris Komisi D, Muslim Maksum dengan tegas menyatakan, Pardamean tak menguasai program-program di Dinas Kebersihan. Sehingga Muslim menyatakan, Kadis Kebersihan sebaiknya menjawab semua pertanyaan para anggota DPRD Medan dengan jawaban tertulis.

Pria yang juga penasehat Fraksi PKS DPRD Medan tersebut menyatakan, jawaban yang diberikan oleh Pardamean terhadap pertanyaan anggota dewan berbelit-belit dan membingungkan. Jawaban Pardamean bukannya memberikan pencerahan atau pemahaman, namun malah membuat anggota dewan pusing.

“Sebaiknya semua pertanyaan dari para anggota dewan ini dijawab melalui pernyataan terlulis saja. Kami bingung dengan jawaban dari Pak Kadis. Karena apa yang kami tanya dan anda jawab terlalu melebar dan tidak tahu mengarah kemana,” tuturnya.

Terkait hal itu, Kadis Kebersihan Kota Medan Pardamean Siregar berkilah. Dia menyatakan, dirinya merupakan kepala dinas baru, sehingga banyak yang belum diketahuinya. Tak ingin disalahkan sendirian, Pardamean pun membela diri.

Dia malah menyalahkan Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Medan yang melakukan penyusunan anggaran bagi Dinas Kebersihan Kota Medan. “Salahkanlah saja tim penyusun anggaran dari Bappeda karena saya juga tak mengetahui berapa sebenarnya anggaran yang ditetapkan. Saya kan masih baru menjabat sebagai kadis,” ucap Pardamean. (ari)

Maling Kambing Digebuki Warga

SERGAI-  Acap kehilangan kambing, akhirnya kekesalan warga dilampiaskan kepada Misrun (46) warga Dusun III Seberang, Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai. Pria tersebut  babak belur digebukin orang sekampung karena ketahuan mencuri kambing milik Sudarmin (55) warga Dusun Suka Makmur, Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai, Jumat(6/5) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kepada wartawan Koran ini, disela sela pemeriksaan di Polsek Teluk Mengkudu tersangka mengatakan nekat mencuri karena desakan kebutuhan ekonomi keluarga. “Aku nekat karena desakan kebutuhan ekonomi, tetapi sial saat mau membuka kandang kambing ketahuan,” bilangnya sembari meringis menahan sakit.

Disebutkannya lagi, karena ketahuan, temannya yang bernama Ucok Monyet langsung kabur dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio. Selanjutnya, warga yang kesal karena sering kehilangan ternak kambing langsung menghajarnya hingga babakbelur dan diserahkan ke Polsek Teluk Mengkudu.(mag-15)

Naikkan Gaji Biar Penegak Hukum Adil

Penegakan hukum di Indonesia khususnya di Sumut masih dinilai belum adil. Benarkah? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Jhonson Siahaan dengan Dekan Fakultas Hukum UISU, Dr Dra Hj Laily Washliati SH MHumn

Apa pendapat Anda tentang penegakan hukum di Indonesia terutama di Sumut?
Belum sepenuhnya adil dan berjalan dengan benar. Alasannya, karena para penegak hukum memandang hukum yang harus ditegakkan berdasarkan atas azas kepentingannya.

Bagaimana seharusnya?
Penegak hukum itu seharusnya harus menjalankan hukum itu dengan adil dan sesuai dengan berlaku seperti yang tertuang di dalam undang-undang. Tidak hanya itu, penegak hukum harus punya kesadaran yang tinggi dan harus mensosialisasikan hukum kepada masyarakat agar masyarakat lebih mengerti tentang hukum.

Bagaimana kinerja penegak hukum?
Kalau mengenai kinerja dari para penegak hukum, saya melihatnya belum maksimal melakukan kinerjanya atau dengan kata lain para penegak hukum dalam menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku karena ada unsur kepentingan tadi.

Apa langkah untuk mengatasinya?
Cara menaikkan gaji para penegak hukum itu sendiri, memberikan pendidikan tambahan, memberikan tunjangan kesejahteraan dan para penegak hukum itu harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar masyarakat bisa lebih paham hukum dengan cara mengadakan seminar sampai ke pelosok-pelosok.

Bagaimana dengan makelar kasus (markus)?
Markus itu tidak dibenarkan berada di kantor para penegak hukum karena kantornya tidak di situ. Tidak hanya itu, para penegak hukum jangan pernah main mata dengan markus. Di setiap kantor penegak hukum harus dibuat atau dipasang spanduk bahwa markus dilarang masuk.

Apa imbauan Anda kepada masyarakat?
Imbauan buat masyarakat diminta agar berhubungan langsung dengan para penegak hukum dan masyarakat sedikit banyaknya harus mempelajari hukum baik formal maupun non formal, agar tidak mudah terpancing dengan iming-iming yang tidak benar.

Apa imbauan Anda kepada penegak hukum?
Hendaklah memberi penjelasan yang dapat dimengerti kepada masyarakat pencari keadilan, para penegak hukum harus membuka diri dan memberikan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat tanpa pamrih, terutama masyarakat yang kurang mampu dan terutama kepada para penegak hukum yang berprofesi sebagai pengacara atau advokat senantiasa menyampaikan informasi jujur dan selalu konsultasi dengan kliennya yang mencari keadilan tadi. Tidak hanya itu, penegak hukum yang berfropesi sebagai pengacara atau advokat tadi harus senantiasa mengaktifkan handphonennya dan jangan pernah mati.(*)

Wenny Aditia Kurniawan SH, Pemenag Program TELKOMSELpoin

Nyamannya Pakai Telkomsel

Perlu upaya berkali  – kali untuk meyakinkan Wenny Aditia Kurniawan SH kalau dia adalah pemenang program TELKOMSELpoin dan mendapatkan satu unit mobil Suzuki Splash.  Wenny masih belum percaya, mobil cantik persembahan Tekomsel ini begitu saja jadi miliknya.  ‘’Tadinya tidak percaya.

Tidak menyangka sama sekali,”ujar Wenny pelanggan Telkomsel Medan saat acara penyerahan hadiah TELKOMSELpoin periode III ( Juli – Desember 2010) di graPARI Selecta belum lama ini.

Warga Kasuari Indah II Medan Sunggal ini menyampaikan, sangat bersyukur atas rejeki yang diperolehnya tersebut. ‘’Tentunya sangat senang dan bersyukur. Dan kepada Telkomsel terima kasih banget,”ujarnya.
Wenny adalah salah satu pemenang program TELKOMSELpoin yang digelar Telkomsel untuk memberikan apresiasi  kepada pelanggannya.

Para pelanggan yang memenangkan hadiah TELKOMSELpoin ini diperoleh berdasarkan undian yang dilakukan Selasa (01/02) di Wisma Mulia Jakarta, secara transparan di hadapan notaris, departemen sosial, dan pejabat pemerintah kota Jakarta.

Dimana cara mengikuti program ini melalui mekanisme pengumpulan poin yang didasarkan atas pemakaiannya (1 poin = Rp 5.000 berlaku kelipatannya) dan lamanya berlangganan. Wenny sendiri mengaku hanya tiga kali mengirimkan SMS untuk menukarkan poinnya dengan hadiah mobil. ‘’Hanya kirim SMS tiga kali, ternyata beruntung,”sebutnya.

Program loyalty ini sebagai ungkapan rasa terima kasih atas tingginya kepercayaan masyarakat yang memilih produk Telkomsel (kartuHALO, simPATI dan Kartu As), yang telah mencapai 100 juta atau lebih dari 50% pengguna selular di seluruh Indonesia.

“Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang sekaligus berterimakasih atas begitu tingginya antusias pelanggan Telkomsel yang telah berpartisipasi dalam program TELKOMSELpoin.

Program ini merupakan salah satu upaya Telkomsel untuk terus meningkatkan nilai tambah seluruh produk Telkomsel, sehingga pelanggan akan terus merasakan adanya kelebihan kompetitif dibanding produk selular lain di pasar,”ujar Manager Telkomsel Branch Medan – Heribertus Budi Ariyanto.

“Kami juga tetap menghimbau kepada seluruh pelanggan Telkomsel agar tetap berhati hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan pemenang undian dari Telkomsel, jika pelanggan menerima informasi sebagai pemenang sebaiknya melakukan konfirmasi ke Call Center resmi Telkomsel yaitu 111 dari kartu HALO, dan 116 dari kartu simPATI dan As, atau dapat mengunjungi kantor layanan Telkomsel terdekat, dan khusus pemenang Telkomsel poin bisa mengecek hanya dengan mengirim SMS ketik WIN kirim ke 777, dan seluruh undian yang diselenggarakan Telkomsel tidak dikenakan biaya dalam bentuk apapun”, lanjut Heribertus.

Wenny sendiri, tetap setia pada Telkomsel selama sebelas tahun tentunya bukan tanpa alasan. Merasa nyaman menjadi alasan utama. ‘’Sudah sebelas tahun saya pakai kartu HALO.  Sampai saat ini, tidak terpengaruh dengan promosi operator selular lain. Saya sudah merasa nyaman pakai Telkomsel. Apalagi semua keluarga juga pakai Telkomsel,”sebut ibu satu putra ini.

Sebagai  seorang  Notaris  PPAT yang  berkantor  di  Langkat  ini,  aktivitas  Wenny terbilang cukup padat.  Tuntutan pekerjaan mengharuskannya selalu turun ke daerah bertemu  klien dan sebagainya. ‘’Sejauh ini soal jaringan tidak bermasalah. Meskipun saya tengah berada di daerah mana saja, signal Telkomsel tetap ada,”kata istri dari Henry Wijanarko ini.

Menyahuti kebutuhan pelanggan seperti Wenny dan pelanggan lainnya, Telkomsel terus berupaya  menghadirkan  layanan komunikasi yang memenuhi parameter pokok kebutuhan pengguna selular. Yakni jaringan luas dan berkualitas, inovasi produk dan layanan, pelayanan pelanggan berstandar intrernasional ISO, serta tarif yang semakin terjangkau.

Dengan kekuatannya ini, Telkomsel saat ini masih menjadi operator yang paling dipercaya. Terbukti, belum lama ini Telkomsel berhasil mencatat jumlah pelanggan yang ke-100 juta. Dengan pencapaian ini, Telkomsel menjadi operator selular ke-7 di dunia yang dipercaya oleh 100 juta pelanggan di satu negara.

Telkomsel juga kembali berhasil meraih penghargaan ”Best Operator of The Year” yang mengukuhkan Telkomsel sebagai operator terbaik selama delapan tahun berturut-turut di ajang tahunan anugerah tertinggi kategori GSM dan CDMA bergengsi Selular Award 2011. (*/sih)

BNI Siapkan Rp25 Miliar Kredit Lunak untuk UMK

MEDAN – Sebanyak 12.500 orang pelaku usaha mikro kecil (UMK) di Sumut dipastikan akan mendapatkan kredit modal lunak untuk mengembangkan usahanya dari Bank Negara Indonesia (BNI).

Pinjaman modal usaha tersebut diperkirakan mencapai Rp 25 miliar yang akan diberikan secara bertahap kepada Koperasi Bantu Pengusaha Rakyat (BPR) atas kepedulian dan komitmen dari Koperasi BPR untuk mengembangkan usaha mikro kecil di Sumut.

Hal ini disampaikan Pengganti Sementara (Pgs) CEO BNI Kantor Regional Medan Imam Ansory didampingi Muhammad Isnanto Pimpinan Sentra Kredit Kecil BNI Polonia saat mengunjungi koperasi BPR di Kampung Lalang Medan (4/5).

“Kita melihat Koperasi BPR sangat komit untuk mengembangkan usaha mikro kecil di Sumut. Oleh sebab itu, kita dari BNI kembali memfasilitasi para pelaku usaha sebagai bentuk kepedulian kita dalam membantu masyarakat kecil,” katanya.

Dijelaskan, dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan BNI untuk masyarakat Sumut, ke depan, diharapkan ribuan pelaku usaha akan terbantu dan mampu mengangkat kesejahteraan keluarganya.

Disinggung mengenai kredit macet, Imam menyampaikan, pihaknya mempercayakan penuh masalah penyaluran KUR ini kepada masyarakat oleh pihak Koperasi BPR. Sebab, keyakinan dan proses seleksi yang dilakukan koperasi BPR terbukti berhasil hingga koperasi BPR sendiri telah mempunyai anggota sebanyak 4.000 orang.

“Kita melihat Koperasi BPR telah berhasil menseleksi para pelaku usaha mikro kecil di Sumut. Sehingga, kami sangat mempercayakan kredit usaha ini kepada Koperasi BPR untuk mengembangkannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Koperasi BPR Hasan Basri didampingi Direktur koperasi BPR Senjaya menyambut baik upaya BNI dalam memberikan fasilitas kredit lunak kepada para pelaku usaha di Sumut. “Kami ucapkan banyak terimakasih, sehingga kami lebih cepat membuka cabang baru di berbagai daerah di Sumut dalam upaya membantu para pelaku usaha khususnya masyarakat kecil,” katanya.

Dirinya juga mengaku bangga atas pemberian pinjaman dengan bunga yang sangat terjangkau dari BNI terhadap para pelaku usaha kecil ini. Sehingga koperasi BPR sangat bersemangat untuk terus menyalurkan pinjaman ke pelaku usaha di Sumut.

Salah seorang pelaku usaha Leni (45) asal Langkat yang menerima pinjaman modal usaha sebesar Rp 2 Juta dari koperasi BPR saat ditanya wartawan mengaku, terharu dan siap mengembangkan usaha penjualan gorengan di kampung halamannya. “Kami ucapkan terimakasih atas kepedulian koperasi BPR. Sebab, kami sangat jarang diperhatikan seperti ini. Sehingga,usaha saya akan terus saya kembangkan,” katanya. (*/mag-8)

18 Pejabat Eselon II Dilantik

SERGAI- Tour of Duty & Tour of Area sejumlah pejabat serta sebagai penghargaan dalam bentuk promosi bagi para pejabat tertentu guna melakukan penataan organisasi perangkat daerah yang efektif dan efisien sesuai kebutuhan daerah.

Demikian dikatakan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) saat melantik 18 Pejabat eselon II di jajaran Pemkab Sergai, bertempat di aula Sultan Serdang kompleks kantor Bupati di Sei Rampah, Jumat (6/5).

Turut hadir dalam pelantikan tersebut Sekdakab Sergai Drs H Haris Fadillah MSi, Ketua TP PKK Sergai Ny Hj Evi Diana Erry, Ketua GOPTKI Ny Hj Marliah Soekirman, Ketua DWP Ny Hj Imas Haris Fadillah, Para Staf Ahli Bupati, Asisten, para Kepala SKPD di jajaran Pemkab Sergai.

18 pejabat eselon II yang dilantik tersebut Rudy Sitorus, SH sebagai Asisten Pemerintahan Umum Setdakab Sergai,  Drs Amirullah Damanik sebagai Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Sosial, H Rapotan Siregar SH, MAP sebagai Asisten Administrasi Umum, Drs Indra Syahrin MSi sebagai Kadis Perindustrian, Perdagangan dan Pasar, Drs Herlan Panggabean sebagai Kadis Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga.

Ir Jalaluddin sebagai Kadis Pengelolaan Sumber Daya Air, Drs H OK Henry MSi sebagai Kadis Perhubungan, Ir Megahadi Kristanto sebagai Kadis Kehutanan dan Perkebunan, Setyarno, SP sebagai Kadis Pertanian dan Peternakan, H Herman Sitorus, SH sebagai Kadis Tarukim, Kebersihan dan Pertamanan, H Karno SH,MAP sebagai Kadis Tenaga Kerja dan Koperasi.

H Gustian SE, Ak,MM sebagai Pj Inspektur Kabupaten Sergai, Ir H Safaruddin sebagai Kaban Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Ir HM Taufik Batubara sebagai Kaban Perencanaan Pembangunan Daerah, Drs Joni Walker Manik sebagai Kaban Penanggulangan Bencana Daerah, Drs HM Aladin Berutu sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, Drs Mangadar Marpaung MAP sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM dan Drs H Djamal Agustar sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan. (mag-15)