24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 15324

Yonmarhanlan I Belawan Sertijab

BELAWAN- Keberadaan Yonmarhanlan I Belawan sangat strategis, berada di lingkungan perekonomia, sehingga tak memberi efek negatif dengan munculnya berbagai pelanggaran aturan kedinasan oleh pengawak organisasi.

Kondisi itulah yang menjadi tantangan dan harus disikapi Komandan Yonmarhanlan I yang baru dalam memimpin.
Pernyataan tersebut disampaikan Komandan Pasmar 2, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Sturman Panjaitan dalam upacara Sertijab Danyonmarhanlan I Belawan dari Mayor Marinir Rinto Benny Sarana kepada Mayor Marinir Amir Kasman di Mako Lantamal I Belawan, Selasa (10/5).

Sturman mengatakan, sertijab merupakan peluang dan tantangan untuk membangun reputasi serta prestasi di mana kepemimpinan dan kreativitas serta kemampuan konseptual dapat dikembangkan.

Hal itu sebagai bagian untuk membawa manfaat dalam menyikapi fenomena perkembangan situasi saat ini.
Dia juga mengingatkan, Yonmarhanlan I Belawan merupakan satuan pelaksana Pasmar 2 yang bertugas pokok menyelenggarakan pertahanan Pangkalan TNI AL, kemudian melaksanakan tugas lain dalam rangka mendukung tugas pokok dan bertanggungjawab penuh kepada Lantamal I di Belawan.

Dalam acara sertijab tersebut, sejumlah prajurit Korps Marinir memperagakan kemampun bela diri di hadapan para undangan yang hadir. Pada saat itu, hadir dalam sejumlah unsur pimpinan Polri, TNI AD, TNI AU serta kalangan mitra kerja. (ril/smg)

Biaya Pengobatan Talasemia Mahal

MEDAN- Mahalnya biaya pengobatan penyakit Talasemia atau kelainan kromosom belum ada alternatifnya, hingga kini biayanya kian melejit diangka Rp100 juta per bulannya. Pasalnya, pengobatannya sampai saat ini masih dengan transfusi darah.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung ahli talasemia, Prof dr Bidasari Lubis Sp A (K) saat menjadi pembicara dalam acara seminar Talasemia yang diadakan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Medan, Selasa (10/5).   Bidasari menerangkan, talasemia adalah penyakit keturunan dengan gejala utama pucat, perut tampak membesar karena pembengkakan limpa dan hati, apabila tidak diobati dengan baik akan terjadi perubahan bentuk tulang muka dan warna kulit jadi hitam. Penyebabnya akibat kekurangan zat pembentuk hemoglobin (Hb) sehingga produksi Hb berkurang.
“Bagi para penderita Talasemia, hingga kini pengobatannya adalah transfusi darah yang memakan biaya sekitar Rp100 juta per bulan,” katanya.

Dia menuturkan, persentasi terjadinya talasemia semakin meningkat bila penderita talasemia minor menikah dengan talasemia minor juga, yakni kemungkinan sebesar 25 persen akan menurun pada anaknya. “Untuk itu diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk melakukan konseling pra nikah bagi para remaja yang ingin menikah,” ingatkannya.
Pengurus FSG (Family Support Group), Atika Rahmi AW S Psi mengatakan, pendampingan penderita talasemia sangat sulit, tapi saat ini penderita sudah lebih pintar  dalam pengaturan jadwal transfusi per bulan. (mag-7).

Gesit Bersama Mie Pansit

Chandra ‘Asiong’ Djohan

Chandra Djohan (28) memang hanya tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun bukan berarti pria ini tak mampu berbuat banyak untuk diri dan keluarga. Buktinya, usaha mie pansit ‘AWAI’ yang ditanganinya terus berkembang.

Ya, dengan semangat tanpa menyerah untuk belajar dan mencoba hal-hal baru,  Chandra Djohan berhasil menunaikan tanggung jawab besar di keluarga. Keberhasilan yang diraih menjawab pandangan sebelah mata yang ditujukan kepadanya.

Ditemui di salah satu outlet Pansit A WAI Jalan S Parman Medan, Kamis (5/5) Chandra yang mengenakan kaos oblong hitam, celana jeans pendek terlihat sibuk dengan aktivitasnya di bagian dapur. Beberapa buah coba dieksperimenkan untuk membuat ramuan minuman segar (juice). “Coba-coba buat juice,” ucap Chandra sambil tertawa.

Seperti yang disampaikan Chandra, sebagai pelaku usaha di bidang kuliner, berbagai terobosan diperlukan untuk kelangsungan usaha. Baik itu dalam hal menu yang dapat memuaskan konsumen begitu juga di bidang managemen. Seperti menu Soto Surabaya yang baru diluncurkan, Kamis (5/5) itu. Dengan keunikan yaitu tanpa santan membuat konsumen yang datang mimiliki banyak pilihan untuk dinikmati.

Terobosan lain yang dilakukan Chandra adalah di bidang manajemen. Terobosan yang membuktikan kemampuannya untuk melanjutkan usaha warisan keluarga selama tiga generasi. Setelah mengantar ekspansi ke Kota Medan 2002 silam, kini Chandra mengembangkan usaha tersebut dengan caranya sendiri. Yaitu sistem waralaba, cara mengembangan usaha melalui sistem bagi hasil dengan penanam saham yang dimulai pada Mie Pansit A WAI di Simpang Perumnas Simalingkar Medan Januari 2011.

“Sudah tidak saatnya lagi pemilik usaha itu terlihat menerima dan mengembalikan uang pembelian dari konsumen. Kalau terus curiga kapan mau berkembang. Pencurian itu dapat diantisipasi dengan memberi kepercayaan kepada pegawai juga dari manajemen yang baik. Bahwa untuk membuka usaha juga tidak selamanya harus dengan uang pribadi,” tutur pria yang akrab disapa Asiong ini.

Begitu pun, budaya yang melekat sempat menjadi hambatan bagi ide sulung dari dua bersaudara ini. Terlebih lagi latar pendidikan yang hanya sebatas SMP. Ide-ide segarnya pun kerap berbenturan dengan pemikiran sang ayah yang masih konvensional. Namun dari pertemanan yang dijalin, Asiong pun belajar mengenai manajemen. Hingga, perlahan semua itu dibuktikan dari kerja yang diperlihatkannya.

Pengenalan terhadap masakan Tionghoa ini dimulai sejak duduk di bangku SMP. Namun seperti remaja pada umumnya, tugas mencuci piring menimbulkan rasa malu bagi Chandra. Hal itu menjadikannya ogah-ogahan untuk menjalankan tugas-tugas dari sang ayah meskipun di belakang hari semua itu merupakan proses penempaan yang harus dijalani.

Meskipun harus memakan waktu lama, ayah dari empat anak ini akhirnya menyadari besarnya tanggung jawab yang dipikul sebagai anak sulung. Apalagi usaha yang dirintis sang kakek sejak 1948 silam membutuhkan sentuhan untuk dapat berkembang. Tepatnya 2002 Asiong kembali untuk mengelola usaha di Pematang Siantar. Tidak hanya mempertahankan, dirinya mencoba mengembangkan usaha tersebut dengan penerapan manajemen yang baik.
Setelah sistem berjalan dengan baik, pada 2009 Asiong melakukan terobosan baru dengan membuka cafe di lantai II ruang usahanya. Sebagai hiburan, setiap Sabtu malam digelar live musik dengan konsep akustik. Di tangannya pula banyak artis dan tokoh yang sudah singgah di Pansit A WAI Pematang Siantar itu. Seperti Delon Idol, Tika Panggabean, Jack Marpaung, Rinto Harahap, Joy Tobing, Vicky Sianipar, dan sebagainya.

Hal itu juga yang siap dilakukan di Mie Pansit A WAI cabang S Parman. “Dalam bulan ini cafe di atas sudah bisa jalan. Ya, cuma kecil tapi bisa memberi suasana lain bagi konsumen. Jadi A WAI tidak lagi hanya sebatas mie pansit juga bisa jadi ajang bersantai,” bebernya.

Sistem yang terbukti efektif itu pun perlahan coba diterapkan di keempat cabang Mie Pansit A WAI yaitu di Jalan S Parman Medan, Jalan Wahidin Medan, Kompleks Cemara Asri, dan Simpang Perumnas Simalingkar Medan. Semua itu merupakan persiapan untuk obsesi yang siap diwujudkan yaitu membuka cabang di Bali. (jul)

Putus Sekolah karena Narkoba
Seperti manusia kebanyakan, Chandra Johan pun tak lepas dari kisah buram. Keterlibatan dengan narkoba bahkan membuatnya harus putus di tingkat SMP dan nyaris kehilangan banyak hal.

Bagaimana tidak, sejumlah besar uang sudah dikeluarkan untuk pengobatan yang nyatanya hanya penyembuhan sesaat di Malaysia hingga Australia. Begitu juga ketertarikannya di bidang musik khususnya rock membuat Asiong memiliki rambut panjang. “Saya delapan tahun gondrong dan sempat gimbal sampai sepinggang,” kenangnya.
Hingga dirinya memutuskan untuk berhenti berkenalan dengan narkotik10 tahun silam, Asiong benar-benar lahir baru. Demi kelangsungan usaha, Asiong pun memangkas rambut gimbal sebagai hadiah untuk sang ibu pada perayaan Imlek. Begitu juga dengan hasil jerih payah selama ini, Asiong membelikan anting berlian untuk sang ibu.(jul)

Tersangka Pencuri Sepeda Motor Dilepas

087768090xxx

Pak Polda bagaimana ini mengenai kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di depan indomaret di Jalan dr Mansyur Medan pada hari Sabtu 23 April 2011 dengan tersangka Herdison Piliang. Kasus ini ditangani Polsek Sunggal, kenapa hari Selasa 3 Mei 2011 tersangka bebas ada apa dengan kasus ini Pak Polda?

Kami Cek

Terimakasih informasinya, kami akan dicek ke Polsek Sunggal atau siapa yang menangani kasus tersebut apakah yang disampaikan benar mengenai tersangkanya dilepas. Kemudian, kami mengimbau kepada masyarakat apabila merasa tidak puas terhadap penanganan Polri, masyarakat bisa melaporkan via SMS atau laporan tertulis ke Poldasu, tetapi jangan sifatnya memfitnah.

AKBP Raden Heru Prakoso, Kabid Humas Poldasu

Tolak Rujuk, Adik Ipar Dipukul

BELAWAN- Tak terima atas perlakuan abang ipar, Delima Ayu (23) warga Jalan Yos Sudarso, Lingkungan VIII Gang Pulau Tarakan, Medan Labuhan melaporkan abang iparnya, Nadin (30) ke Polsek Medan Labuhan.

Keterangan yang dihimpun POSMETRO MEDAN (Grup Sumut Pos) menyebutkan, Nadin yang telah pisah ranjang selama setahun dengan Ida (28) mendatangi kembali Ida untuk meminta rujuk, tapi permintaan itu ditolak keluarga Ida.

Penolakan itu disampaikan langsung Delima untuk membela kakak kandungnya. Saat menyampaikan itulah, emosi Nadin berada dipuncaknya, akibatnya langsung menghajar Delima dengan menumbuk dan memukuli wanita itu.  “Kami keluarga memang sudah nggak suka dengan Nadin itu, karena itu kerjanya nggak jelas, tak bertanggung jawab dengan kakak aku, makanya kami tak mau dia rujukan dengan kakak kami,” kata Delima di kantor polisi. (ril/smg)

Ciptakan Alumni Mandiri

Poltekkes Fisioterapi YRSU Dr Rusdi

MEDAN- Di usianya ke-23 tahun, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Yayasan Rumah Sakit Umum (YRSU) Dr Rusdi Medan Jurusan Fisioterapi telah menamatkan 20 angkatan. Dari seluruh angkatan itu, 95 persen lebih telah terserap dunia kerja baik di institusi pemerintah, swasta maupun membuka praktek sendiri yang tersebar di seluruh provinsi di tanah air.

Hal ini disampaikan Ketua Jurusan Fisioterapi, Poltekkes Dr Rusdi Medan, Harryjun K Siregar,Sst FT SPd, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa siang (10/5).

“Mengingat Jurusan Fisioterapi masih jarang dan hanya tersedia 20 institusi di Indonesia. Sehingga  membuka kesemptan  yang cukup besar bagi peserta didik untuk dapat bekerja di institusi pemerintah maupun swasta yang sangat membutuhkan tenaga SDM Physio terampil bagi program DIII, dan Physio Ahli, bagi program DIV, yang jarang tersedia. Bahkan tak jarang tamatan kita juga mampu mandiri dengan membuka praktek sendiri sesuai izin menteri kesehatan,” sebutnya.Dengan demikian, setiap alumni kita bisa juga hidup mandiri dengan membuka praktik, tanpa menjadi PNS.

Sesuai dengan kompetensinya, Poltekkes Dr Rusdi Medan masih terus konsen dalam menghasilkan lulusan fisioterapi yang handal dan siap bekerja.

Diantaranya yaitu dengan terus menjalin kerjasama dengan beberapa instansi pendidikan, rumah sakit, baik  di dalam maupun luar daerah Medan.

“Beberapa instansi yang masih menjalin kerja sama dengan kita, diantaranya Poltekkes Surakarta dan Fakultas Kesehtan Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam melakukan kegiatan praktek belajar,” sebutnya. Sehingga   dengan bentuk kerja sama itu, lanjut Harryjun, dapat menambah keterampilan mahasiswa sekaligus menyiapkan SDM yang handal professional.

Setidaknya hingga kini kampus yang berada di kawasan Jalan H Adam malik Medan, No 140-142 ini akan terus berusaha meningkatkan kegiatan belajar mengajar, produktifitas, dan kualitas lulusannya.
Sehingga ke depannya setiap lulusan Poltekkes Dr Rusdi Medan akan mampu menerapkan ilmu yang telah didapatnya sesuai dengan kapasitas ilmu yang telah didapatnya.(uma)

Selayang Pandang Tentang Alat Peraga

Telah sama kita maklumi bahwa minat peserta didik dalam belajar akan semakin besar apabila penyajiannya dilakukan dengan metoda-metoda yang menarik. Dewasa ini lazim disebut dengan istilah PAIKEM GEMBROT (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan serta Gembira dan Berbobot).

Satu diantaranya ialah melalui penggunaan alat-alat peraga. Dengan kata lain, di samping dapat mengkondisikan suasana KBM yang menyenangkan, maka alat-alat peraga juga akan berdampak ‘mendongkrak’ minat belajar dan daya nalar para siswa sehingga mereka pun memiliki kemampuan dalam melihat dan memahami hubungan antara ilmu yamg sedang dipelajari dengan lingkungan sekitarnya.

Maka sudah sepatutnya-lah kita selaku guru  menyadari sepenuhnya bahwa alat-alat peraga tersebut memang diperlukan dalam KBM yang akan kita lakukan, terutama untuk topik-topik (Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar) tertentu.

Menyikapi hal dimaksud tentunya kita harus pula berusaha mencari, membuat atau bahkan sedikit berkorban dengan ‘merogoh kocek sendiri’ guna memperoleh bahan-bahan ataupun benda-benda yang akan dijadikan alat-alat peraga.  Terlebih lagi para guru yang lokasi sekolahnya berada di pelosok desa dan pemerintah atau pihak sekolah belum menyediakannya.

Maka segala sesuatu yang kita gunakan untuk lebih meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang dibicarakan adalah berfungsi sebagai alat peraga. Malah jika situasi dan kondisinya memungkinkan maka sebenarnya alat peraga yang terbaik ialah benda aslinya.

Rabindranath Tagore (seorang tokoh terkenal dari India) pernah menulis sebagai berikut:  “Kita dipaksa melepaskan dunia dan menerima sebagai gantinya sebuah tas tempat buku penuh dengan petunjuk-petunjuk. Bumi kita rampas dari tangan anak-anak untuk mengajarkan Ilmu Bumi

Bahasanya kita rebut untuk mengajarkan Tata Bahasa. Mereka haus akan penghayatan tetapi yang diberikan hanyalah deretan kejadian dengan tahun-tahun yang tidak sedikit jumlahnya”.
Tentu kita mengerti apa yang tersirat pada puisi di atas. Namun, juga tentunya akan sangat berat dan ada kalanya mustahil untuk menghadirkan sesuatu yang asli di depan mata.

Oleh karena itu, kata kuncinya adalah kemauan yang tulus. Mau meluangkan waktu dan menyumbangkan tenaga untuk berkreatifitas serta ikhlas dan rela menyisihkan dana yang sebetulnya tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan banyaknya fungsi dan manfaat yang bisa didapat, baik untuk kita sendiri sebagai guru maupun bagi anak-anak didik kita.

Sehelai kertas atau karton bekas, misalnya. Gambar-gambar yang kita gunting dari majalah atau surat- kabar. Juga benda-benda lain yang mungkin sekilas nampak tak berharaga dan terbuang percuma, sesungguhnya bisa kita pergunakan langsung atau dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi sebentuk ataupun berbagai macam alat peraga. Dan kalau kita ‘telaten’ menyimpannya (dikeluarkan dan dipakai pada saat memang diperlukan saja) tentu barang-barang tersebut akan awet dan tahan lama. Singkat kata, sekali atau satu macan alat yang dibuat maka akan terus bermanfaat sampai kita pensiun nanti.  Sekadar demikianlah serba sedikit yang dapat penulis paparkan tentang alat peraga. Seperti tertera pada judul tulisan:” Selayang Pandang” saja.(*)

Oleh: Drs Halim Mansyur Siregar
Guru SMP Negeri-2 Pegajahan, Serdang Bedagai

Pep Temui Keluarga Fabregas

AMBISI membawa pulang Cesc Fabregas ke Nou Camp, tak pernah lekang dari benak Barcelona. Setelah gagal dalam dua musim terakhir, klub kebanggaan Catalan itu kembali menyiapkan langkah baru menggaet kapten Arsenal tersebut.
Tidak tanggung-tanggung, demi memuluskan langkah Barca merekrut Fabregas, pelatih Barca Josep Guardiola turun langsung.

Surat kabar terbitan Catalan GOL mengklaim, Guardiola sudah bertemu dengan keluarga pemain timnas Spanyol itu.
Langkah itu diambil Guardiola karena dalam beberapa pekan terakhir Fabregas mulai dikaitkan dengan beberapa klub lain seperti Real Madrid dan Chelsea.

Barca tidak ingin ketinggalan start dalam berburu Fabregas kendati mereka dianggap berada di urutan terdepan.
Tidak diungkap apa saja yang dibicarakan Guardiola dengan keluarga Fabregas. Namun, tersiar kabar bahwa mereka merencanakan pertemuan dengan Fabregas saat Barca bertanding di final Liga Champions melawan Manchester United di Wembley, 28 Mei nanti.

Fabregas sendiri sudah mulai frustasi dengan Arsenal. Sebab, bersama klub berjuluk The Gunners tersebut, mereka gagal meraih gelar selama enam tahun terakhir. Yang menyakitkan, pada  final Piala Carling,  Arsenal kalah atas Birmingham. (ham/jpnn)

Siapkan Pesta

Levante vs Barcelona

BARCELONA-Gelar juara La Liga Primera tampaknya tak berpindah ke klub lain. Juara bertahan Barcelona hanya menunggu waktu saja. Dan waktu yang paling tepat untuk itu adalah dinihari nanti saat bertandang ke markas Levante di Stadion  Ciutat de Valencia.

Saat ini Los Blaugranas (julukan Barcelona) mengungguli Madrid dengan selisih delapan angka dengan tiga laga tersisa. Barcelona menempati posisi teratas dengan nilai 91 dari 35 pertandingan.
Pesaing terdekatnya adalah Real Madrid yang mengoleksi 83 poin juga dari 35 laga. Artinya, satu angka saja sudah memastikan Lionel Messi dkk dimahkotai gelar.

Satu angka ini sepertinya bukan hal yang sulit untuk diraih tim arahan Pep Guardiola. Apalagi, di atas kertas Levante bukanlah lawan yang setara.

“Saya tidak peduli bagaimana cara kami memenangi (gelar), tetapi lebih cepat lebih baik,” kata Valdes dalam wawancara dengan situs klub.

Ambisi Blaugranas untuk meraih kemenangan atas Levante juga semakin tersulut karena tim ini berniat menyamakan rekor meraih 99  poin dalam semusim yang mereka petik tahun lalu.

Dengan tiga laga tersisa dan sembilan poin untuk dimenangi, maka Barca bisa melewati rekor tersebut dan maksimal merengkuh 100 poin. Sebagai catatan, usai menghadapi Levante, Los Cules akan menjamu Deportivo La Coruna dan tandang ke Malaga.

Untungnya, ketika ambisi kia membubung, di saat itu pula Barcelona bakal tampil komplet pasca pulihnya cedera yang dialami Bojan Krkick dan Maxwell.

Bojan Krkic menderita cedera lutut pada akhir bulan lalu ketika klubnya bersua Almeria. Sementara itu Maxwell menderita pergelangan  kunci paha sejak dua minggu yang lalu.

Seperti disitat dari Goal, Selasa (10/5) kubu Blaugrana  tampaknya siap untuk menurunkan dua pilarnya ketika bersua Levante,  Rabu (11/5).

Keberadaan mereka di tim tentu memicu semangat para pemain lain untuk meraih kemenangan.
Kini tim racikan Pep Guardioala ini tinggal menunggu kesembuhan Charles Puyol dan Adriano.
Sang Kapten sedang berjuang untuk dapat pulih lebih cepat agar dapat berlaga di partai final Liga Champions melawan Manchester United.

Terpisah striker Levante, Cristian Stuani mengatakan bahwa timnya takkan gentar menghadapi Barcelona.
“Pertandingan melawan Barcelona jelas laga yang sulit. Selain karena mereka calon juara La Liga Primera, tim ini pun finalis Liga Champions. Ini cukup untuk membuktikan kapasitas tim ini,” bilang Stuani.
Sementara itu pelatih Levante Luis garcia menuturkan bahwa timnya tidak dapat menurunkan Juanlu dan Asier del Horno akibat cedera.

“Del Horno segera menjalani operasi pada hari Selasa (17/5) guna memulihkan cedera achilles tendon,” ungkap Luis Garcia.

Absennya dua pemain senior ini tentunya mempermudah kerja pemain Barcelona yang menginginkan kemenangan, sehingga  gelar yang mereka raih musim ini terasa semakin sempurna, dan pesta pun menjadi lebih berkesan. (jun/bbs)

Lewati Target

PAMPLONA-Usai takluk 0-2 atas Barcelona pada 23 April lalu, Osasuna sukses meraih dua kemenangan beruntun, masing-masing atas Valencia (1-0) dan Real Zaragoza (3-1).

Menurut pelatih Osasuna Jose Luis Mendilibar, kemenangan atas Zaragoza merupakan sebuah bukti jika anak asuhnya mampu bersaing dengan tim manapun.

“Sebelum mengalahkan mereka (Osasuna, Red) kami juga mengalahkan tim papan atas Valencia. Saat itu banyak yang mengatakan bahwa kemenangan itu sebuah kebetulan, Tapi ketika sepekan kemudian kami meraih kemenangan di kandang Zaragoza, maka semua tudingan tadi pun sirna,” bilang Mendilibar.

Meski tim-tim lain mulai mewaspadai kekuatan Osasuna, namun Mendilibar menampik jika hal itu membuat timnya besar kepala. “Kami masih berpijak di bumi. Kami akan mengalahkan semua lawan, termasuk  Sevilla,” tambah Mendilibar.

Jika Mendilibar mampu membawa timnya meraih kemenangan atas Sevilla, maka dirinya telah melewati target yang diembankan manajemen, yakni meraih poin maksimal 41.

“Kami masih punya tiga pertandingan lagi ketika kami telah mencapai target yang dibebankan kepada kami” bilangnya.

Dari kutipan pelatih Osasuna tadi terbetik jika Osasuna pun mengincar kemenangan saat menjamu Sevilla di Stadion Reyno de Navarra, dinihari nanti. Pertanyaannya, akankah kubu Sevilla takut dengan gertakan kubu Osasuna?
“Tak sepantasnya kami absen di kompetisi Eropa, sebab sebelumnya kami merasakan persaingan di ajang Liga Champions. Kami harus meraih kemenangan atas tim mana pun sehingga kami bisa berlaga di kompetisi Eropa,” bilang pelatih Sevilla Gregorio Monzano.

Sayangnya, ketika Monzano mengapungkan tekadnya, di saat itu pula Sevilla kehilangan sejumlah pemain kunci akibat cedera. sebut saja nama-nama seperti Fernando Navarro yang menderita sobek tendon adduktor.
Cederanya Navarro menambah panjang daftar pemain yang cedera karena sebelumnya Sevilla telah kehilangan Jesus Navas, Ivan Rakitic, Alexis Ruano dan Martin Caceres.
“Akan kami maksimalkan skuad yang ada,” bilang Monzano. (jun)