24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 15325

Tevez Buruan Nomor Satu Madrid

MADRID – Bukan Florentino Perez, presiden Real Madrid, namanya bila cepat puas dengan bintang yang sudah dimiliki klubnya. Setelah mendapat Nuri Sahin dari Borussia Dortmund, Real langsung melakukan perburuan lanjutan.

Nah, untuk persiapan musim depan, menurut kabar yang dilansir El Mundo Deportivo, yang menjadi buruan utama klub berjuluk Los Blancos tersebut adalah striker Manchester City Carlos Tevez. Kebetulan, dia tidak betah di City.
Lagipula, entrenador Real Jose Mourinho juga sepakat yang menjadi target adalah Tevez. Setelah itu, disusul beberapa nama lainnya sebagai alternatif, seperti striker Athletic Bilbao Fernando Llorente dan penyerang Atletico Madrid Sergio Aguero.

Namun, Real harus bersaing dengan raksasa Italia Inter Milan dalam upaya menggaet Tevez. Demi mantan striker Manchester United tersebut Real menyiapkan 35 juta pounds atau setara Rp 490 miliar. Pendekatan Real juga cukup gencar.

Berdasarkan kabar yang dilansir Daily Mirror, manajer umum Real Jorge Valdano sudah melakukan pendekatan dengan Kia Joorabchian yang merupakan agen Tevez. Saat musim kompetisi berakhir, Real berencana melayangkan tawaran resmi ke City.

Kontrak Tevez sejatinya masih tersisa hingga 2013, tapi hubungannya yang buruk dengan manajer City Roberto Mancini membuat peluang Tevez hengkang sangat terbuka. Apalagi, pada Januari lalu dia sempat meminta agar dimasukkan dalam daftar jual.

Ketika Tevez masuk dalam daftar buruan utama, striker Real asal Prancis Karim Benzema dirumorkan akan dilepas. Begitu juga dengan striker pinjaman dari City Emmanuel Adebayor yang akan kembali ke klub asalnya.
Benzema sempat bersinar pada tengah musim ini ketika Gonzalo Higuain absen. Tapi, begitu Higuain kembali, dia harus duduk lagi di bangku cadangan. Apalagi dengan keberadaan Adebayor yang terkadang menjadi pemecah kebuntuan.

Musim depan, bila Tevez didatangkan, semakin sulit bagi Benzema untuk mendapatkan tempat. Namun, striker timnas Prancis itu tidak perlu khawatir. Marca mengklaim, Arsenal terpikat untuk mendatangkan Benzema untuk menjadi tandem bagi Robin van Persie.
The Gunners, julukan Arsenal, menyiapkan dana sebesar 22 juta pounds atau setara Rp 308 miliar untuk menggaet Benzema. Namun, segalanya masih bergantung kepada sukses atau tidaknya pembelian Tevez di bursa transfer musim panas nanti. (ham/jpnn)

Perebutan Terakhir

Inter Milan vs AS Roma

MILAN – Kepastian AC Milan merengkuh scudetto pada pekan ke-36 Serie A Liga Italia (7/5), membuat Coppa Italia menjadi satu-satunya gelar tersisa di ajang domestik Italia. Ini adalah kesempatan terakhir bagi Inter Milan dan AS Roma berjaya di akhir musim.Bagi Inter, setidaknya mereka sudah merebut Piala Dunia Antarklub 2010 lalu dan Piala Super Italia di awal musim. Namun, bagi Roma, inilah satu-satunya hadiah yang pantas dipersembahkan untuk pemilik anyar asal Amerika Serikat Thomas Di Benedetto.

Bicara peluang, Inter punya kans lebih besar untuk melaju ke partai puncak. Setidaknya, dini hari nanti, ketika menjamu Roma di Giuseppe Meazza, mereka hanya butuh seri. Sebab, mereka menang 1-0 pada first leg semifinal di Olimpico, Roma (19/4).

Sedangkan bagi Roma, kemenangan adalah harga mati. Untunglah, tim berjuluk Giallorossi itu mendapat suntikan tenaga dengan kembalinya Simone Perrotta dan Daniele De Rossi ke lapangan hijau. Keduanya tidak bisa bermain di Serie A karena skorsing tiga laga.

Sayang, sang kapten Francesco Totti masih belum bisa turun lapangan karena skorsing empat pertandingan di Coppa Italia. Sanksi itu dijatuhkan karena pelanggaran keras yang dilakukannya kepada striker bengal Mario Balotelli saat masih membela Inter.

Tanpa Totti, lini depan Roma akan dihuni Marco Borriello. Striker pinjaman dari AC Milan itu akan ditopang oleh Mirko Vucinic, Simone Perrotta, dan Fabio Simplicio. “Saya yakin Roma bisa memenangkannya,” kata John Arne Riise, bek Roma, seperti dikutip Goal.

Seiring dengan sulitnya Roma mengakhiri musim ini di empat besar, maka penebusan yang paling tepat adalah dengan memenangkan gelar. Saat ini di Serie A, Roma berada di posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 60 poin.

Mereka tertinggal dua angka di belakang Udinese yang berada di posisi keempat. “Tampil di Liga Champions musim depan adalah tujuan kami. Juga kami ingin mencapai final Coppa Italia dan memenangkan sesuatu,” lanjut Riise.
Tugas lebih ringan diemban Inter. Cukup seri saja mereka sudah melaju ke final Coppa Italia. Inilah kesempatan bagi Leonardo untuk mengakhiri musim ini dengan gelar. Pembuktian bahwa keputusan Massimo Moratti, presiden Inter, memilihnya adalah tepat.

“Lupakan scudetto, itu sudah menjadi milik Milan. Kami harus berjuang lagi pada musim mendatang. Namun, kami masih punya peluang lain untuk berprestasi. Kami ingin memenangkan Coppa Italia,” kata Esteban Cambiasso, gelandang Inter, seperti dikutip Soccernet.

Sayang, menjamu Roma, Leonardo terpaksa harus mengubah pakem 4-3-1-2 ke 4-4-2. Penyebabnya, daftar panjang pemain yang cedera. Dejan Stankovic tidak berada dalam kondisi fit serta Weslet Sneijder dan Thiago Motta .
Sementara bek Yuto Nagatomo sudah kembali dari flu yang dideritanya. Tapi  Leonardo tampaknya akan memberikan kepercayaan kepada Christian Chivu untuk mengisi posisi bek kiri. (ham/jpnn)

Juve Melepas Zona Impian

TURIN – Juventus tampaknya harus kembali absen di pentas Liga Champions musim depan.  Peluang itu makin tipis setelah kemarin dini hari anak asuh Luigi Del Neri tersebut gagal meraih hasil maksimal.  I Bianconeri-julukan Juventus yang menjamu Chievo Verona di Olimpico, Turin, dipaksa bermain imbang 2-2.  Hasil seri ini sangat disesali pendukung Nyonya Tua-julukan lain Juventus.  Pasalnya, tuan rumah sempat memimpin 2-0.  Gol pertama lahir lewat eksekusi penalti Alessandro Del Piero pada menit ke-13.  Penalti diberikan wasit setelah terjadi pelanggaran pemain belakang Chievo terhadap Simone Pepe. Alessandro Matri menggandakan keunggulan pada menit ke-55.  Tapi, hanya dalam rentang waktu satu menit, Chievo mampu menceploskan dua gol.  Masing-masing lewat Fernando Uribe dan Gennari Sardo pada menit ke-68 dan 69.

“Ini pertandingan yang gila.  Dalam satu menit kami mengubur penampilan menawan yang telah kami lakukan. Tapi, saya pikir kami kurang beruntung,” keluh Del Neri kepada Football Italia.

“Kami tidak memiliki kedewasaan atau ketenangan untuk memenangkan pertandingan. Tendangan pemain kami juga mengenai tiang sebanyak dua kali, dan kemudian kami dihukum dalam satu menit,” lanjutnya. Del Piero pun melontarkan kecaman terhadap kinerja timnya. Menurutnya, hasil seri kemarin merupakan gambaran penampilan Juve sepanjang musim ini. “Ada sesuatu yang hilang, tapi jika kami tahu apa yang hilang,  pasti sudah kami perbaiki,” ujarnya.

Juve kini mengoleksi 57 poin.  Mereka masih tertinggal lima poin dari tim penghuni peringkat keempat klasemen (Udinese), yang merupakan batas akhir zona Liga Champions.  Dengan dua laga yang masih tersisa, sangat tipis harapan Juve mengganti posisi Udinese. (bas/jpnn)

Timnas Dilatih Legenda NBA

JAKARTA-Dukungan kepada Indonesia Development Camp (IDC) 2011 terus mengalir. Pada hari perdana Senin (9/5), dua tim yang berbasis di Jakarta Pelita Jaya (PJ) Esia dan Satria Muda (SM) Britama datang untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekannya yang mengikuti camp. Begitu juga pada hari kedua kemarin (10/5), beberapa pelatih tim NBL Indonesia juga datang ke Basketball Hall Senayan Trade Center (STC) Jakarta.

Pelatih Garuda Flexi Bandung W. Amran sengaja datang untuk menonton perkembangan pemain anggota pemusatan pelatihan nasional (pelatnas) SEA Games XXVI. Begitu juga dengan asisten Garuda yang juga bekas pemain timnas A.F Rinaldo.

Amran mengatakan bahwa IDC 2011 sangat bagus untuk perkembangan timnas. Kelemahan-kelemahan, terutama segi defense, bisa diperbaiki pada program latihan intensif selama empat hari ini. ‘Secara materi saya lihat kualitasnya sangat bagus. Saya, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, memang memberikan dukungan penuh kepada timnas,’ kata mantan pelatih CLS Knights Surabaya itu.

Sehari sebelumnya, dukungan juga muncul dari pemain PJ dan SM. Mereka datang ke STC untuk menonton timnas dari tribun pinggir lapangan. Kehadiran para pemain itu memberikan suasana meriah. Sebab mereka kerap menyoraki penampilan kawan-kawannya di lapangan.

Kebetulan, komposisi timnas sangat kental diwarnai dua tim tersebut. Dari PJ ada enam pemain timnas seperti Ary Chandra, Dimas Aryo Dewanto, Andy ‘Batam’ Poedjakesuma, Fidyan Dini, Ponsianus ‘Koming’ Nyoman Indrawan, dan Romy C. Chandra.

Di bagian lain, juga terdapat enam pemain SM di timnas. Mereka adalah Faisal Julius Achmad, Amin Prihantono, Wellyanson Situmorang, Rony Gunawan, dan Christian Ronaldo Sitepu. Satu lagi adalah Mario Wuysang yang bermain untuk SM di kompetisi ASEAN Basketball League (ABL).

Pada hari yang sama, owner Dell Aspac Jakarta Irawan Haryono juga hadir. Dia sengaja datang untuk meminta tanda tangan Legenda NBA Ron Harper yang juga masuk jajaran staff pelatih. Kim Hong (begitu Irawan Haryono) dipanggil sengaja menyiapkan spidol, meminta tanda tangan di kaos dan topi.
‘Siapa sih yang tidak tahu Ron Harper. Ada legenda NBA di sini merupakan hal luar biasa. Saya yakin Ron bisa meningkatkan mentalitas beratanding anak-anak,” ujarnya.
Selain melihat Ron, Kim Hong juga memantau perkembangan anak buahnya di timnas. Kebetulan ada tiga pemain Aspac yang dipanggil pelatnas. Mereka adalah Pringgo Regowo, Xaverius Prawiro, dan Muhammad Isman Thoyib. (nur/diq/jpnn)

Paket Hemat Unlimited BlackBerry Roaming Telkomsel Rp 50.000 di Seluruh Dunia

Telkomsel bermitra dengan 54 operator di 38 negara menyediakan Paket Unlimited BlackBerry Roaming dengan tarif harian yang sama. Kini pelanggan kartuHALO dapat menikmati unlimited layanan pushmail, chatting, browsing, dan social networking menggunakan BlackBerry hanya dengan Rp 50.000 perhari, berlaku hingga 31 Mei 2011.

Paket hemat Unlimited BlackBerry Roaming di 5 benua ini merupakan wujud apresiasi bagi pelanggan kartuHALO yang setia menggunakan layanan BlackBerry Telkomsel ketika berada di luar negeri.

VP Area Sumatera, Mirza Budiwan mengatakan, “Kami selalu berupaya menghadirkan solusi layanan dengan tarif yang semakin terjangkau untuk menunjang aktivitas mobile lifestyle pelanggan, bahkan saat pelanggan berada di luar negeri. Dengan tarif tetap serta cakupan jangkauan layanan yang merata di seluruh dunia, di mana layanan ini tersedia di 38 negara, kenyamanan saat memanfaatkan fitur-fitur BlackBerry di luar negeri tetap terjaga.”

Sebelum perjalanan atau setelah tiba di negara tujuan, pelanggan dapat menghubungi *266#, lalu pilih “HOT Promo Unlimited BB Roam” untuk mengaktifkan paket hemat BlackBerry di luar negeri ini. Jenis layanan BlackBerry yang berlaku sesuai dengan layanan BlackBerry yang sudah pelanggan nikmati ketika di Indonesia. Sebagai contoh, pelanggan yang sudah berlangganan paket BlackBerry Business di Indonesia tetap menikmati unlimited pushmail dan chatting selama berada di luar negeri. Pastikan APN yang digunakan adalah APN Blackberry. Pastikan juga fitur international roaming di nomor kartuHALO telah aktif dengan mengunjungi kantor pelayanan GraPARI terdekat.

Menu akses *266# merupakan menu akses tunggal untuk seluruh layanan internasional Telkomsel. Di samping paket hemat Unlimited BlackBerry Roaming, pada menu ini pelanggan juga dapat menikmati paket unlimited data roaming (Bridge Unlimited DataRoam)  di 10 negara dengan paket harian seharga Rp 100.000, paket 3 hari (Rp 270.000), dan paket 5 hari (Rp 400.000). Pelanggan juga dapat memilih beragam paket data roaming lainnya di berbagai negara di 5 benua sesuai kebutuhan.

Komitmen Terus Mingkatkan Pelayanan Kepada Pelanggan

Telkomsel Menambah Kantor Layanan

Telkomsel terus berupaya meningkatkan kenyamanan bagi pelanggannya dengan menghadirkan kantor pelayanan yang mudah dikunjungi serta didukung jaringan yang terluas. Dimanapun pelanggan berada selalu mendapatkan layanan Telkomsel dengan mudah dan terjangkau. Hari ini secara bersamaan Telkomsel meresmikan GeraiHALO di tiga lokasi, Tanjung Morawa, Sei Rampah dan Kota Pinang sebagai kantorperpanjangan tangan pelayanan bagi pelanggan Telkomsel.

Peresmian kantor layanan di  tiga kota, GeraiHALOTj Morawa   Jl Medan Tg Morawa KM 17.5 Kompleks Suzuya Blok A-6, Tanjung Morawa, Kab Deli Serdang, GeraiHALO Sei Rampah  Jl Jend Sudirman, Ruko ABC No. 88 ED, Sei Rampah, kab Serdang Badage dan GeraiHALO Kota Pinang Jl Bukit, Kota Pinang, Kab Labuhan Batu ini  merupakan bagian dari lebih 110.000 titik pelayanan Telkomsel di Regional Sumbagut dalam bentuk GraPARI, GeraiHALO, Outlet mitra dealer Telkomsel dan M-Kios. Dengan ribuan titik pelayanan Telkomsel yang menjangkau hingga pelosok tentunya akan memudahkan lebih dari 11 juta pelanggan Telkomsel di Sumbagut yang merupakan bagian dari 100 juta pelanggan Telkomsel secara nasional, untuk mendapatkan solusi layanan selular berkualitas berstandar kelas dunia.

GM Sales & Customer Service Regional Sumbagut – Filin Yulia mengatakan, “Hadirnya geraiHALO/kantor layanan di 3 kota, Tanjung Morawa, Sei rampah dan Kota Pnang ini merupakan komitmen Telkomsel sebagai Best and Leading Mobile Lifestyle and Solution Povider In The Region untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaiknya kepada pelanggan serta  upaya untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat luas agar dapat menikmati layanan selular yang berkualitas. Telkomsel memandang bahwa pada dasarnya jaringan yang luas dengan dukungan pusat layanan  pelanggan yang memadai dan mudah terjangkau merupakan hal utama dalam melayani masyarakat selular Indonesia”.

Sebagai operator selular yang mendapat amanat mengimplementasikan Lisensi Nasional dari pemerintah, Telkomsel terus konsisten dengan komitmennya untuk menghadirkan layanan selular terbaik yang memberikan kenyamanan berkomunikasi bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan terus menggelar jaringan hingga pelosok wilayah Indonesia dan terus meningkatkan nilai tambah kemanfaatan layanan selularnya dengan didukung teknologi HSPA+ yang mampu menghadirkan kecepatan akses data hingga 21 Mbps.

“Penggelaran jaringan Telkomsel yang cepat tentunya wajib didukung banyaknya titik pelayanan. Dengan begitu kami bisa lebih dekat dengan masyarakat guna memberikan pelayanan,” ujar Filin Yulia.

Seiring semakin luasnya penggelaran jaringan Telkomsel hingga ke pelosok, pengembangan kantor layanan berupa GeraiHALO dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan yang diharapkan dapat membuat pelanggan merasa semakin dekat dengan Telkomsel, sehingga dalam pelayanan kepada pelanggan maupun stakeholder lainnya baik kepada mitra, pemerintah, regulator, hingga institusi terkait semakin mudah dan nyaman.

Empat Kali Disakiti, Saya Tetap Golkar

Wawancara Eksklusif dengan Syamsul Arifin

JAKARTA-Syamsul Arifin benar-benar kecewa atas keputusan Ketum DPP Partai Golkar yang memberhentikan sementara dirinya sebagai ketua DPD Golkar Sumut. Terang-terangan, Syamsul mengatakan dia kecewa.
”Saya nggak ada masalah. Kalau kecewa, saya kira itu manusiawi,” ujar Syamsul Arifin kepada wartawan usai menjalani persidangan di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor), Jakarta, Senin (9/5).

Meski kecewa dengan keputusan DPP Golkar, Syamsul mengaku tetap sebagai kader Golkar. ”Lihat saja baju saya,” ujar Syamsul, yang kemarin mengenakan baju warna kuning.

Syamsul mengatakan, bukan kali ini saja dia dikecewakan Golkar.

Terus saya mau apa? Saya sebagai manusia, kecewa, ya. Kepemimpinan saya itu dibentuk dan dikader Golkar. Jadi ini peristiwa sudah empat kali. Biasa-biasa saja.”

Syamsul Arifin
Mantan Ketua DPD 1 Partai Golkar

Dia menyebut, setidaknya sudah empat kali diperlakukan seenaknya oleh Golkar.  Selain kasus penonaktifannya sebagai ketua DPD Golkar Sumut, Syamsul menyebutkan ada tiga kasus lagi yang serupa.

Pertama, saat pemilihan ketua KNPI Sumut. “Golkar tak memilih saya,” ujarnya. Kedua, saat pencalonan pertama sebagai bupati Langkat. “Golkar juga tidak mendukung saya, padahal saya waktu itu wakil sekretaris Golkar Sumut,” ujarnya.

Ketiga, saat maju sebagai calon gubernur Sumut, Syamsul juga tidak didukung Golkar. Partai beringin malah mendukung Ali Umri yang akhirnya kalah.

“Terus saya mau apa? Saya sebagai manusia, kecewa, ya. Kepemimpinan saya itu dibentuk dan dikader Golkar. Jadi ini peristiwa sudah empat kali. Biasa-biasa saja,” ujarnya.

Lantas, Syamsul mengatakan, perjalanan nasib dan karirnya sepenuhnya sudah diatur Tuhan. “Dan saya syukuri yang sudah saya dapat. Jangan munafik, jangan berbohong jika berkata, jangan berjanji tidak ditepati. Yang mengaku pemimpin, jangan munafik,” beber Syamsul, tanpa menyebutkan siapa orang yang disindirnya itu.
Sebelumnya, ketua tim kuasa hukum Syamsul Arifin, Rudy Alfonso sudah mengatakan bahwa kliennya itu kecewa berat.

Syamsul kecewa, kata Rudy, lantaran merasa belum saatnya diberhentikan sementara dari jabatan politik itu. Pasalnya, saat ini proses persidangan perkara dugaan korupsi APBD Langkat masih berlangsung. “Mestinya dijunjung azas praduga tidak bersalah. Toh tidak lama lagi persidangan selesai,” ujar Rudy, yang juga anggota Badan Hukum dan HAM DPP Partai Golkar itu.

Sebagai ‘orang dalam’ Golkar yang ditugasi mendampingi Syamsul, Rudy mengaku akan segera menemui Ketum DPP Golkar, Aburizal Bakrie alias Ical untuk membicarakan nasib kliennya itu.

Sebelumnya, sidang lanjutan perkara dugaan korupsi APBD Langkat dengan terdakwa Syamsul Arifin, tertunda. Pasalnya, jaksa penuntut umum (JPU) tidak bisa menghadirkan saksi ahli yang sudah dijadwalkan untuk dimintai keterangan di pengadilan tipikor, kemarin.

Saksi ahli yang tidak hadir itu adalah Alwian Situmorang, auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).  Menurut keterangan ketua JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chaterina Girsang, Alwian tidak bisa hadir lantaran sedang tugas di luar kota. “Lagi tugas di luar kota sehingga tak bisa hadir,” ujar Chaterina.

Menanggapi hal itu, ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara Syamsul ini, Tjokorda Rae Suamba, memperingatkan JPU agar pada persidangan 23 Mei mendatang, bisa menghadirkan saksi ahli. “Kalau tetap tak bisa menghadirkan, dianggap tidak menghadirkan ahli di persidangan,” ujar Tjokorda, sebelum menutup persidangan.
Untuk 16 Mei mendatang tidak ada sidang lantaran ada hakim yang berhalangan untuk mengikuti perayaan Waisak. Sidang dilanjutkan lagi 23 Mei 2011.

Kemarin, sesuai agenda, selain mendengarkan keterangan saksi ahli dari JPU, juga mendengarkan saksi ahli dari pihak Syamsul.  Anggota tim kuasa hukum Syamsul, Abdul Hakim Siagian, menjelaskan, sebenarnya dua saksi yang akan dia hadirkan sudah siap memberikan keterangan.

Yakni ahli administrasi keuangan dari Universitas Padjajaran Bandung Prof Gde Astaman dan pakar pemerintahan yang juga pensiunan pejabat kemendagri, Syahriar Mahmud.

Hanya saja, lantaran saksi ahli yang diajukan JPU tidak bisa hadir, dua saksi ahli yang diajukan Syamsul urung dimintai keterangan. (sam)

Syamsul Dizalimi Golkar?
Sebagai kader Golkar, berkali-kali Syamsul tidak mendapat dukungan partainya. Diantaranya:26 April 2011, DICOPOT

  1. Dicopot dari Ketua DPD Golkar Sumut, sesuai Surat Keputusan (SK) DPP Nomor : Kep/115/DPP/Golkar/IV/2011 tanggal 26 April 2011 yang ditandatangi Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Sekjen Idrus Marham. Selanjutnya, Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut dipegang Andi Acmad Dara
  2. 16 April 2008, PILGUBSU
  3. Golkar memberikan dukungan kepada Ali Umri dan mengabaikan Syamsul Arifin. Meski nyaris dipecat sebagai kader, Syamsul akhirnya terpilih sebagai Gubernur Sumut.
  4. 1999, PILBUP LANGKAT
  5. Sebagai wakil sekretaris Golkar Sumut, Syamsul tidak mendapat dukungan dari Golkar dalam pencalonan pertama sebagai bupati Langkat. Akhirnya menang dan menjabat hingga dua periode
  6. 1991, SUKSESI KNPI SUMUT
  7. Tidak didukung dalam Pemilihan ketua KNPI Sumut.

Sumber: Data olahan Sumut Pos

Soal Sekda, Gatot Disindir

Dalam wawancara eksklusif Sumut Pos dengan Syamsul Arifin, gubernur Sumut nonaktif itu sudah mengetahui mengenai belum ditetapkannya nama sekretaris daerah Provinsi Sumut (sekdaprovsu) oleh pemerintah pusatn
Syamsul juga sudah mendengar kabar mengenai langkah Plt Gubernur Sumut Gatot Pudjonugroho yang mengajukan tiga calon sekdaprovsu, di luar yang sudah diajukan dirinya.

Meski tidak langsung menyebut nama Gatot, Syamsul menyayangkan langkah Gatot itu. Dia mengatakan, pengisian jabatan sekda tidak boleh hanya berdasarkan suka atau tidak suka terhadap para calon. Kata Syamsul, sekda merupakan jabatan yang dikendalikan oleh sistem.

“Sekda itu kan sistem. Jangan bicara orang. Bukan ‘man’, tapi system. Kriterianya bukan karena cocok atau tidak cocok. Jangan orang (calon) yang dipersoalkan. Bukan pemimpin itu,” ujar Syamsul.

Syamsul mengaku, langkah yang sudah dia lakukan dengan mengajukan nama-nama calon sekda sudah sesuai ketentuan perundang-undangan. Semula, dia menghendaki agar masa jabatan RE Nainggolan diperpanjang sebagai sekda. Alasannya, RE Nainggolan sudah senior dan berpengalaman. “Orangnya juga bersahaja. Tapi pemerintah tak berkenan memperpanjang,” terang Syamsul.

Karena usulan perpanjangan jabatan RE Nainggolan ditolak, lanjut Syamsul, dirinya lantas mengajukan lima nama calon sekdaprovsu. “Tapi hanya boleh tiga nama, lantas saya ajukan tiga nama itu. Jadi, jangan bicara suka atau tidak suka, tapi benar atau tidak sesuai ketentuan perundang-undangan,” beber Syamsul lagi.

Berdasarkan informasi yang digali koran ini, Tim Penilai Akhir (TPA) pada pekan lalu untk kedua kalinya membahas calon sekdaprovsu. Hanya saja, seperti sidang TPA yang pertama pada 8 April 2011, sidang ini juga belum berhasil menetapkan nama sekdaprovsu.

Mendagri Gamawan Fauzi pernah menjelaskan, penundaan penetapan nama sekdaprovsu ini lantaran ada perbedaan-perbedaan dan masukan terkait pencalonan.  “Kalau ada perbedaan-perbedaan dan ada masukan, ya kita pending,” cetusnya, tanpa menjelaskan maksud ‘perbedaan’ itu.

Saat ditanya apa benar Gatot mengajukan tiga nama calon sekdaprovsu di luar tiga nama yang diusulkan Gatot, Gamawan hanya menjawab dengan senyuman.

Ketiga calon sekda Sumut yang diusulkan Syamsul saat belum dinonaktifkan sebagai gubernur adalah Kadis Pendapatan Daerah Pemprovsu Syafaruddin, Kadis Pendidikan Pemprovsu Saeful Safri, dan Penjabat Bupati Madina, Aspan Sofyan Batubara.

Informasi yang didapat koran ini, Gatot juga telah mengajukan tiga kandidat sekdaprovsu, dua diantaranya adalah adalah Hasiholan Silaen dan Nurdin Lubis. (sam)

Gatot Menangis Teken Rekomendasi 3 Provinsi Baru

DPRD Sumut Setujui Pemekaran Provinsi Tapanuli,Sumatera Tenggara dan Kep Nias

MEDAN-Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho mengaku sedih mengetahui rapat peripurna DPRD Sumut menyetujui pembentukan tiga provinsi. Meski secara pribadi tidak setuju, Gatot akan meneken dan meneruskan rekomendasi pemekaran Provinsi Tapanuli (Protap) Sumatera Tenggara (Sumtra) dan Kepulauan Nias (Kepni) untuk diteruskan ke pemerintah pusat.

“Saya menyatakan bahwa, karena ini aspirasi politik, maka saya akan dengan berat hati dan sambil menangis akan meneruskan rekomendasi ini ke pemerintah pusat. Sekali lagi saya katakan, saya atas nama Pemprovsu karena ini aspirasi politik, dengan berat hati dan sambil menangis saya akan teruskan ini ke pusat,” katanya usai rapat paripurna pemekaran tersebut.

Dia menuturkan, keberatan dan keterpaksaan itu, karena keinginan dia bahwa Sumut tetap satu. “Mimpi saya Sumut tetap satu. Tapi karena ini aspirasi politik saya akan teruskan ke pusat, mudah-mudahan ini benar-benar aspirasi masyarakat,” imbuhnya.

Ucapan ini disampaikan Gatot setelah DPRD Sumut menyetujui dan merekomendasi pemekaran tiga calon provinsi baru di Sumatera Utara.

Rapat Paripurna Pemekaran DPRD Sumut ini langsung dipimpim lima pimpinan DPRD Sumut antara lain, Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun yang didampingi empat Wakil Ketua diantaranya Chaidir Ritonga, HM Affan, Sigit Pramono Asri serta Kamaluddin Harahap.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho juga hadir pada kesempatan itu. Beberapa tokoh nasional asal Sumut juga tampak hadir antara lai, Adnan Buyung Nasution, Ketua Komisi II DPR RI, Anggota DPR RI Amrun Daulay, Brigjend Ali Imran Siregar, HM Yusuf Siregar, S Juhdi Siregar, Ir Muslimin Siregar, Fauzi Lubis, serta beberapa tokoh lainnya seperti Bupati Tapanuli Tengah Tuani Lumban Tobing dan Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu.

Rapat paripurna DPRD Sumut dalam agenda penyampaian pandangan fraksi kemarin, diwarnai perbedaan pendapat. Tujuh dari 10 fraksi menyatakan mendukung pembentukan Protap, Sumtra dan Kepni, Dua fraksi menyatakan menolak memberikan pendapat dan satu fraksi menyatakan tidak keberatan.

Tujuh fraksi yang mendukung adalah Fraksi Partai Demokrat, PDI Perjuangan, PAN, PDS, Hanura, PPRN, dan Gerindra. Sedangkan dua fraksi yang menolak memberikan pendapat adalah PKS dan PPP, sementara yang menyatakan tidak keberatan adalah Partai Golkar.

PKS dan PPP beralasan, usulan pembentukan ketiga provinsi baru tersebut, belum memenuhi persyaratan sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 207 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Daerah.

“Persoalannya di tahapan. Untuk Protap dan Nias, kami pikir belum bisa dibahas di Paripurna. Sementara untuk Sumtra, kami nilai layak untuk dilakukan kajian daerah dan direkomendasikan ke Paripurna. Kemudian untuk meminta persetujuan dari Pemprovsu dan diajukan ke Pemerintah pusat,” kata juru bicara Fraksi PKS DPRD Sumut kepada Sumut Pos seusai Paripurna Pemekaran tersebut.

Sementara itu, juru bicara Fraksi PPP pada pembacaan pandangan fraksinya menyatakan, pada prinsipnya harus diakui pemekaran untuk mempercepat pembangunan. Namun, itu semua dilabrak oleh nafsu politik segelintir orang di daerah. Karena itu lah, pada akhirnya pemekaran tidak bisa ditolak.

“Dengan keadaan ini membuat daerah pemekaran menjadi daerah yang tak terkontrol,” tegasnya.

Dikatakannya lagi, karena hal itu pula pada akhirnya menyebabkan daerah pemekaran hanya menjadi parasit. “Waktu Pansus pemekaran belum tercukupi, sehingga belum bisa membuat kesimpulan. Laporan pansus terkesan dipaksakan, sehingga membuat sangat sulit untuk mengambil sikap. PPP mengembalikan sepenuhnya kepada PP 78 Tahun 2007. Dan patut digarisbawahi, sejauh ini belum ada permintaan Gubsu,” tandas Hosen Hutagalung.
Sebelumnya, Fraksi Demokrat melalui juru bicaranya Guntur Manurung SE yang menjadi pembuka dalam pemberian pendapat fraksi tersebut. Dengan lantang meskipun mikrofon yang ada dihadapannya mati dan tak kunjung hidup menyatakan, Demokrat menyetujui dan mendukung pemekaran.

Penegasan itu juga diungkapkan wakil ketua komisi B DPRD Sumut ini, kepada Sumut Pos seusai paripurna. “Demokrat menilai, dari hasil Pansus Pemekaran terhadap tiga daerah tersebut bisa dan layak untuk direkomendasikan menjadi provinsi pemekaran ke pemerintah pusat,” tukasnya.

Akhirnya, kesimpulan bahwa DPRD Sumut menyetujui dan merekomendasikan ketiga provinsi pemekaran tersebut yakni, Protap, Sumtra dan Kepulauan Nias tersebut dibacakan oleh juru bicara Tim Perumus Pemekaran Provinsi DPRD Sumut Richard Eddy M Lingga, sesaat sebelum Rapat Paripurna Pemekaran tersebut berakhir.

“Keputusan DPRD Sumut tentang rekomendasi pembentukan provinsi, memberikan rekomendasi pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara yang terdiri dari Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Sidimpuan, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara dengan ibukota Padang Sidimpuan. DPRD Sumut merekomendasikan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias yang terdiri dari Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, dan Gunung Sitoli. DPRD Sumut memberi rekomendasi pembentukan Provinsi Tapanuli yang terdiri dari Kabupaten Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Tengah,  Humbang Hasundutan, dan Sibolga,” ujar pria yang juga anggota Komisi E DPRD Sumut tersebut.

Sebelum diambil kesimpulan, sempat ada yang mengusulkan guna dilakukannya voting. Namun, solusi itu langsung tidak disetujui oleh Ketua Fraksi PKS Hidayatullah dan Ketua Fraksi PPP Fadly Nurzal.

Kedua Ketua Fraksi tersebut menyatakan, tidak akan mengikuti meskanisme voting. Hal itu mengingat, ada hal-hal yang bertentangan dengan konstitusi yang berlaku dan tidak dapat divoting.

Menurut Hidayatullah, pihaknya tidak dapat melakukan voting untuk hal-hal yang bertentangan dengan UU dan peraturan yang ada. “Kalau voting dipaksakan, kami dari Fraksi PKS tidak akan ikut,” katanya dalam forum itu.
Sementara itu, Ketua Fraksi PPP Fadly Nurzal mengatakan, mekanisme sebagaimana diatur PP No 78 Tahun 2007 sama sekali belum dipenuhi dalam pengusulan pemekaran provinsi tersebut.

Ada yang unik dalam Rapat Paripurna Pemekaran DPRD Sumut tersebut. Kelucuan tersebut adalah mikrofon di mimbar yang dipergunakan bagi juru bicara untuk membacakan pandangan fraksinya sempat mati beberapa saat.
Tepatnya saat juru bicara Fraksi Demokrat DPRD Sumut Guntur Manurung membacakan pandangan fraksinya. Anehnya, meskipun demikian Guntur melalui layar lebar yang sengaja disediakan terlihat semangat membacakan pandangan fraksinya. Mikrofon yang mati saat Guntur membacakan pandangan Fraksi Demokrat tercatat sejak pukul 10.20 WIB sampai pukul 10.38 WIB.

Dalam rentang waktu itu, sejumlah staf Pegawai Negeri Sipil (PNS) di DPRD Sumut terlihat kesibukan. Ada yang sibuk berupaya untuk mencari alat atau mikrofon pengganti, namun ada juga yang saling berbincang satu sama lainnya.
Karena matinya mikrofon tersebut, muncul juga umpatan-umpatan dari para tamu yang mengikuti paripurna tersebut. Salah seorang yang tepat di belakang kursi Sumut Pos menyatakan, dengan kondisi seperti itu menandakan Gedung DPRD Sumut miskin.

Tidak sampai disitu saja, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumut Randiman Tarigan bahkan sempat keluar dari ruang paripurna dengan merepet, memarahi staf PNS yang ada di bagian luar ruang rapat. Tak lama, Randiman kembali memasuki ruang paripurna.

Matinya mikrofon di Rapat Paripurna tersebut juga terjadi ketika juru bicara Fraksi PPP DPRD Sumut Ahmad Hosen Hutagalung hendak membacakan pandangan umum fraksinya tepatnya, pukul 11.29 WIB.(ari)

Rekaman Rapat Paripurna DPRD

Kesimpulan Paripurna

  1. Merekomendasi pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara yang terdiri dari Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Sidimpuan, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara dengan ibukota Padang Sidimpuan.
  2. Merekomendasikan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias yang terdiri dari Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, dan Gunung Sitoli.
  3. Merekomendasi pembentukan Provinsi Tapanuli yang terdiri dari Kabupaten Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Tengah,  Humbang Hasundutan, dan Sibolga.

Tujuh Fraksi Setuju Pemekaran

  1. Fraksi Partai Demokrat
  2. PDI Perjuangan
  3. PAN
  4. PDS
  5. Hanura
  6. PPRN
  7. Gerindra

Dua Fraksi Menolak memberikan pendapat

  1. PKS
  2. PPP

Pandangan Fraksi PKS
Belum sesuai UU No 32 Tahun 2004 dan PP No 78 Tahun 207. Protap dan Nias belum bisa dibahas di Paripurna. Sumtra layak dikaji dan direkomendasikan ke Pemerintah pusat

Pandangan Fraksi PPP
Pemekaran untuk mempercepat pembangunan dilabrak nafsu politik segelintir orang di daerah. Ini membuat daerah pemekaran tak terkontrol dan hanya menjadi parasit. Waktu pemekaran singkat, laporan pansus terkesan dipaksakan dan belum ada permintaan Gubsu.

Tidak Keberatan

  1. Partai Golkar.

 

Kejagung Kirim Tim ke Batubara

Dugaan ‘Perampasan’ Kas Pemkab Rp80 M

JAKARTA-Kejaksaan Agung tengah membidik keterlibatan pejabat di Pemkab Batubara, Sumatera Utara maupun pejabat Bank Mega Cabang Jababeka, menyusul terkuaknya kasus raibnya dana kas Pemkab Batubara Rp80 miliar yang dipindahbukukan Bank Sumut ke Bank Mega. Dana yang dipindahbukukan itu ternyata tidak bisa ditarik kembali.

Untuk pengembangan kasus ini, penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus)
pada Senin (9/5) telah memeriksa Kacab Bank Mega Itman Harri Basuki yang kini ditahan di Polda Metro Jaya.
“Kita juga sudah menyita sertifikat deposito dari Bank Mega. Intinya siapapun yang terlibat kasus penempatan dana Pemkab Batubara di Bank Mega akan kita perkarakan,” kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Noor Rachmad, Senin (9/5).

Sementara, pihak Kementrian Dalam Negeri (kemendagri) sedang mengumpulkan data-data terkait kasus pemindahbukuan dana Pemkab Batubara senilai Rp80 miliar dari Bank Sumut ke Bank Mega Cabang Bekasi-Jababeka, yang ternyata tidak bisa ditarik kembali.

Kapuspen/Jubir Kemendagri Roydonnyzar Moenek belum berani menyimpulkan lenyapnya dana Rp80 miliar itu bakal mengganggu roda pemerintahan di Pemkab Batubara.

“Tunggu saja, kami masih sedang mengklarifikasi dan mengkonfirmasi masalah ini ke Pemprov Sumut, Bank Sumut, dan Pemkab Batubara,” terang Reydonnyzar kepada koran ini di Jakarta, Senin (9/5).
Yang akan diklarifikasi menyangkut siapa yang melakukan, bagaimana modusnya, dan mengapa sampai terjadi pemindahbukuan.

Berdasarkan informasi yang berkembang, modus raibnya uang Pemkab Batubara Rp 80 miliar ini mirip dengan jebolnya dana Elnusa di Bank Mega, yakni uang dialirkan ke perusahaan investasi, ke PT Noble Mandiri Invesment dan PT Pacific Fortune Management.

Kuasa hukum Kepala Cabang Bank Mega Jababeka, Itman Harry Basuki, yakni Dwi Heri Sulistiawan kepada wartawan mengklaim, kliennya tidak menyalahi prosedur perbankan saat mengurus dana yang didepositokan oleh dua pejabat Pemkab Batubara itu.

Kapuspenkum Kejagung Noor Rachmad, dalam rilisnya seperti dilansir kejaksaan.go.id, Sabtu (7/5) sudah menjelaskan, pemindahan dana ke dalam bentuk deposito pada Bank Mega Cabang Jababeka, Bekasi tersebut diawali oleh tawaran Itman Hari Basuki selaku Kepala Cabang Bank Mega Jababeka, Bekasi.

Itman pada awalnya menawarkan jasa perbankan dari Bank Mega berupa bunga yang lebih tinggi dari bank yang lain sebesar 7% per tiga bulan dalam bentuk Deposito On Call.

Atas, pada September 2010-April 2011, Kepala Pengelola Keuangan Daerah Yos Rauke dan Bendahara Umum Fadil Kurniawan memindahkan dana Pemkab Batubara dari Bank Sumut ke deposito di Bank Mega Jababeka senilai Rp 80 miliar.

Pemindahan tersebut diduga di luar prosedur. Atas penempatan deposito tersebut, keduanya mendapatkan cash back senilai Rp 405 juta. “Jadi, karena sudah menempatkan uang di Bank Mega, mereka dapat tuh Rp 405 juta. Masuknya ke kantong pribadi. Rinciannya berapa, masih harus ditelusuri,” ujar Noor Rachmad.
Kedua pejabat di Pemkab Langkat itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan secara terpisah di Jakarta.

Kemendagri Tunggu Klarifikasi

Pihak Kementrian Dalam Negeri (kemendagri) sedang mengumpulkan data-data terkait kasus pemindahbukuan dana Pemkab Batubara senilai Rp80 miliar dari Bank Sumut ke Bank Mega Cabang Bekasi-Jababeka, yang ternyata tidak bisa ditarik kembali.

Kapuspen/Jubir Kemendagri Roydonnyzar Moenek belum berani menyimpulkan lenyapnya dana Rp80 miliar itu bakal mengganggu roda pemerintahan di Pemkab Batubara atau tidak.

“Tunggu saja, kami masih sedang mengklarifikasi dan mengkonfirmasi masalah ini ke Pemprov Sumut, Bank Sumut, dan Pemkab Batubara,” terang Reydonnyzar kepada koran ini di Jakarta, Senin (9/5).
Yang akan diklarifikasi menyangkut siapa yang melakukan, bagaimana modusnya, dan mengapa sampai terjadi pemindahbukuan.

Sementara, Kapuspenkum Kejagung Noor Rachmad saat dihubungi koran ini kemarin sore, belum memberikan penjelasan perkembangan kasus ini. “Ini saya sedang mengupdate data terbaru. Satu jam lagi telepon saya,” ujarnya. Hanya saja, selang sejam lebih, saat dihubungi Noor tidak mengangkat ponselnya.

Berdasarkan informasi yang berkembang, modus raibnya uang Pemkab Batubara Rp 80 miliar ini mirip dengan jebolnya dana Elnusa di Bank Mega, yakni uang dialirkan ke perusahaan investasi, ke PT Noble Mandiri Invesment dan PT Pacific Fortune Management.

Kepala Cabang Bank Mega Jababeka, Itman Harry Basuki kemarin juga menjalani pemeriksaan di Kejagung.  Kuasa hukum Itman, Dwi Heri Sulistiawan kepada wartawan menjelaskan, kliennya diperiksa sebagai saksi.
Dwi mengklaim, kliennya tidak menyalahi prosedur perbankan saat mengurus dana yang didepositokan oleh dua pejabat Pemkab Batubara itu.

Kapuspenkum Kejagung Noor Rachmad, dalam rilisnya seperti dilansir kejaksaan.go.id, Sabtu (7/5) sudah menjelaskan, pemindahan dana ke dalam bentuk deposito pada Bank Mega Cabang Jababeka, Bekasi tersebut diawali oleh tawaran Itman Hari Basuki selaku Kepala Cabang Bank Mega Jababeka, Bekasi.

Itman pada awalnya menawarkan jasa perbankan dari Bank Mega berupa bunga yang lebih tinggi dari bank yang lain sebesar 7 persen per tiga bulan dalam bentuk Deposito On Call.

Atas, pada September 2010-April 2011, Kepala Pengelola Keuangan Daerah Yos Rauke dan Bendahara Umum Fadil Kurniawan memindahkan dana Pemkab Batubara dari Bank Sumut ke deposito di Bank Mega Jababeka senilai Rp80 miliar.

Pemindahan tersebut diduga di luar prosedur. Atas penempatan deposito tersebut, keduanya mendapatkan cash back senilai Rp405 juta. “Jadi, karena sudah menempatkan uang di Bank Mega, mereka dapat tuh Rp405 juta. Masuknya ke kantong pribadi. Rinciannya berapa, masih harus ditelusuri,” ujar Noor Rachmad.
Kedua pejabat di Pemkab Langkat itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan secara terpisah di Jakarta. (sam)