Home Blog Page 15326

Kapolsek Medan Baru Bungkam

Perampokan Bersenpi

MEDAN– Sikap antipati terus ditunjukkan Polsekta Medan Baru terhadap wartawan. Kapolsekta Medan Baru Kompol Dony Alexander dan Kanit Reskrim Iptu Andik Eko Siswanto bungkam saat ditanya soal perampokan bersenjata api di Jalan Hang Tuah No.5 B, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia yang terjadi Minggu (1/5) lalu.

Dony Alexander yang dikonfirmasi beberapa kali melalui telepon selulernya tak bersedia menjawab. Sedangkan, Andik Eko terus menghindari kejaran wartawan. Padahal sebelumnya, Andik dengan menyakinkan menegaskan, pelaku perampokan akan segera ditangkap tidak sampai satu hari. Namun, hal itu tak terealisasi. Sementara, informasi yang berhasil dihimpun dari kepolisian, identitas para pelaku perampokan sudah diketahui. Untuk mengejar para pelaku, polisi membentuk Tim Khusus (Timsus) Polresta Medan yang dipimpin AKP Yorris Marzuki. “Semalam (pasca kejadian), setelah melakukan olah TKP dan keterangan saksi-saksi, langsung dilakukan pengejaran,” ucap sumber tersebut. Namun, hasil pengejaran tersebut belum membuahkan hasil apa-apa.

Disebutkannya, tim yang melakukan pengejaran sudah sam pai ke Sidakalang. “Berdasarkan informasi dan kita mempunyai data dari seluruh pelaku curas (pencurian dengan kekerasan, Red), sudah melakukan pengejaran ke Sidikalang. Namun, tidak juga membuahkan hasil. Kita akan tetap berupaya mengungkapnya,” bebernya.

Seperti diketahui, kawanan perampok bersenjata api (senpi) beraksi di rumah Haris Sukanto (33) Warga Jalan Hang Tuah Nomor 5B, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, tepatnya di depan sekolah Yayasan Pendidikan Gereja Methodist Indonesia, Minggu (1/5) pagi pukul 06.00 WIB. Pelaku yang diketahui berjumlah lima orang, salah satunya memakai sebo dan membawa dua pucuk senpi dan golok, berhasil membawa kabur emas, uang dolar kontan dan empat unit hp dengan total kerugian diperkirakan Rp1 miliar. Keterangan yang diperoleh di lapangan, Martini (43) yang baru sebulan bekerja sebagai pembantu di rumah tersebut, keluar rumah pukul 06.00 WIB untuk membuang sampah.

Setelah menggasak harta korban, pelaku meninggalkan rumah itu. Seorang korban mampu melepaskan tangan dari ikatan dan bergegas melapor ke Polsek Medan Baru. (adl)

Rusak Warung Tetangga, Perwira Poldasu Dipolisikan

POLRESTA MEDAN- Oknum perwira berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) pejabat Identifikasi Poldasu terpaksa berurusan dengan Sat Reskrim Polresta Medan. Pasalnya, oknum polisi tersebut dilaporkan tetangganya sendiri karena melakukan pengancaman dengan senjata tajam (kelewang) serta merusak warung milik tetangganya tersebut.

Dari informasi yang dihimpun di Mapolresta Medan, Senin (2/5), oknum polisi berinisial AKP JP tersebut mengancam Brinawati Br Manurung (41), warga Jalan Menteng 7, Medan Denai dengan klewang hingga korban trauma berat. Brinawati mengatakan, saat itu dia didatangi pelanggannya bernama Mak Horas Br Sinaga di warungnya. Mak Horas menanyakan keberadaan Debora Aritonang istri perwira Poldasu itu. Pasalnya, Mak Horas hendak menagih utang. Lantas, Brinawati memberitahukan keberadaan Debora.

Ternyata, hal itu memicu kemarahan AKP JP dan mendatangi warung korban dengan membawa sebilah kelewang. Dia mengancam dan merusak warung korban.

“Saat itu aku takut sekali melihatnya wajahnya yang sangat garang saat membawa kelewang dan mengacungkanya sama saya. Dia juga merusak warungku hingga berantakan begini,” kata wanita separuh baya ini. Atas perlakuan pelaku itu, akhirnya korban mengadukan kejadian itu ke Sat Reskrim Polresta Medan dengn Nomor STPL/1078/IV/SU/Resta Medan tertanggal 30 april 2011.

Wakasat Reskrim Polresta Medan AKP Ruruh Wicaksono Saat dikonfirmasi mengaku belum mendapat lapora dari anggotanya. (mag-8)

Lakalantas di Jalan Tol Menurun

Jasa Marga Terapkan sistem 3E

BELAWAN- Sejak diberlakukannya system 3E (Enginering, Education dan Enforcement) oleh PT Jasa Marga, jumlah kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di jalan tol Balmera (Belawan-Medan-Tanjung Morawa) mulai berkurang.

Menurut data yang diterima wartawan koran ini, Senin (2/5), jumlah kecelakaan lalulintas yang terjadi di jalan tol Balmera mulai dari Januari hingga awal Mei 2011, terjadi tujuh kali lakalantas atau 1,12 persen. Sementara itu, pada 2010 lalu, terjadi 20 kali kecelakaan lalu lintas.

Kepala Sub Bagian Manajemen Lalu Lintas PT Jasa Marga Persero Cabang Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) Nurmawan mengatakan, menurunnya tingkat lakalantas di jalan tol Balmera karena pihaknya sudah memberlakukan sistem Enginering, Education dan Enforcement (3E).

“Pemberlakuan Enginering seperti membangun jembatan penyebrangan di jalan tol,” ujarnya.
Sementara itu, Education, memberikan imbauan berupa pemasangan spanduk-spanduk di pintu-pintu gerbang tol dengan tulisan seperti “pergunakan sabuk pengaman bagi pengemudi”.

Sedangkan Enforcement, pelaksanaan berupa tindakan. “Dengan upaya pemberlakuan 3E tersebut, maka tingkat kecelakaan yang terjadi pada tahun ini bisa berkurang, dan kedepannya akan kami tingkatkan kembali,” katanya.
Selain itu, upaya yang dilakukan pihaknya untuk mengurangi angka lakalantas di jalan tol Balmera dengan melakukan bina lingkungan kepada masyarakat, seperti memberikan bantuan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan. Pihaknya juga memberikan sosialisasi berupa penyuluhan tentang larangan-larangan yang ada di jalan tol.

Lebih lanjut, Nurmawan menambahkan, fasilitas lain yang akan dibangun guna memperlancar arus lalu lintas di jalan tol, maka akan didirikan tempat istirahat yang rencananya akan terealisasi pada tahun 2011 atau 2012.
“Pendirian tempat istirahat sangat penting, mengingat hal tersebut bisa mengurangi tingkat kecelakaan yang faktor dominannya disebabkan supir yang mengantuk,” tambahnya.

Penanganan lakalantas secara cepat dan tepat terhadap korban merupakan langkah dan tindakan yang sangat di dambakan bagi masyarakat khususnya para pengguna transportasi jalan tol sehingga korban lakalantas bisa mendapatkan penanganan secara dini dan mengurangi tingkat cedera yang lebih parah.(mag-11)

Istimewa dengan Panel Surya

Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP)

Medan-Berdiri sejak 1961, Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP), tak mau tertitnggal dalam upaya mencerdaskan bangsa. Sekian usaha pengembangan telah dilakukan oleh institusi yang sebelum 1987 bernama Akademi Tekstil Pardede tersebut. Satu diantaranya adalah memiliki fasilitas yang lengkap.

“Mendiang TD Pardede ingin mendirikan ITB di Medan, lalu idenya muncul untuk mendirikan ISTP ini,” buka Rektor ISTP, Ir Rudolf Sitorus MLA, Kamis (28/4) siang lalu di rektorat.

Fasilitas unik, menarik dan menjadi satu-satunya di Medan yang dimiliki ISTP adalah panel surya. “ISTP mempunyai panel surya. Tenaga listrik yang dihasilkan panel surya ini sudah kita pergunakan di ruangan Tata Usaha dan Biro Administrasi. Tidak hanya itu, di Medan, perguruan tinggi yang mempunyai panel surya baru ISTP,” tambah Rudolf yang didampingi Wakil Rektor III, Ir PHP Siabarani Msi.

Dijelaskan alumni ITB ini, panel surya merupakan pemberian dari negara Jerman. “Panel surya yang kita miliki ada 16 uit, satu unit Rp4 juta. Arus yang dihasilkan panel surya ini 800 s.d 900 watt,” jelasnya.
Pihak ISTP juga selalu mengundang pihak tertentu untuk berbagi ilmu. Misalnya, mengundang pelajar SLTP sederajat dan SMU sederajat termasuk STM. “Kita juga membuat Kelas Kreatif Desain yang tercipta berdasarkan ide-ide kecil namun kreatif,” ucapnya.

Soal akademis, ISTP kini memiliki 7 program studi S1 dan 2 program studi D3. ISTP memiliki program untuk mencetak tenaga siap pakai. “Setiap program studi dilengkapi dengan laboratorium standar fisika, matematika dan kimia. 9 program studi itu diantaranya S1 Informatika, S1 Teknik Elektro, S1 Teknik Perencanaan Wilayah Kota & Kota, S1 Teknik Pertambangan, S1 Teknik Geologi, D3 Desain Interior dan D3 Manajemen Informatika,” katanya.
Rudolf Sitorus mengatakan, di Medan sendiri baru ITM dan ISTP yang mempunyai program studi Teknik Geologi. “ISTP ini mempunyai program studi yang bisa diandalkan yaitu Teknik Geologi. Tidak hanya itu, jurusan ini hanya ada dua perguruan tinggia swasta yang memilikinya,” ujarnya.

Untuk menjadikan tenaga siap pakai, pihak ISTP sadar tak sekadar memberikan teori di kelas.

Selain praktik, ISTP juga memberikan studi banding bagi mahasiswanya seperti ke Puket Thailand dan Malaysia untuk mata kuliah Apresiasi Arsitektur. “Studi banding ini didampingi 2 dosen dan merupakan mata kuliah tiap tahunnya. Ketika melakukan studi banding ke luar negeri, kita juga melakukan penelitian dan melakukan desain rumah. Tidak hanya itu, studi banding ini bertujuan pembelajaran yang lebih mendalam,” tuturnya.

Dijelaskan ayah 4 anak ini, mahasiswa ISTP juga pernah melakukan penelitian di Samosir terhadap rumah ibadah dengan gaya bangunan rumah adat. “Ya, mahasiswa mempunyai ide menggabungkan desain modern dan klasik. Dari situ bisa dilihat bahwa mahasiswa kita yang belum wisuda sudah bisa pakai,” ungkapnya. (jon)

Tuntutan tak Pernah Disahuti Pemerintah

Peringatan Hari Buruh

Sejak lima tahun lalu tuntutan ratusan buruh mengenai penghapusan out sourching belum juga terwujud hingga kini, tapi kini tuntutan itu muncul lagi, namun pihak pemerintah belum juga mengabulkannya.

Seperti aksi unjuk rasa peringatan hari buruh, Senin (2/5) di Kota Medan, ratusan buruh yang tergabung dalam Dewan Buruh Sumatera Utara (DBSU) berunjuk rasa di Gedung DPRD Sumut. Dalam aksinya, massa buruh yang berasal dari Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 Sumut, Perserikatan Pemberdayaan Organisasi Lokal (TEP-LOK), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, LP2SU, LBH Medan, Kontras Sumut dan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) Sumut menuntut, penghapusan sistim outsourching, menjadikan 1 Mei menjadi hari libur nasional dan menolak kekerasan dan kriminalisasi terhadap buruh dan jurnalis.

Tak hanya itu, buruh juga menuntut agar pemerintah menghentikan praktek-praktek mafia anggaran dan mafia tender yang semakin sistematis dan korup. Selain itu, massa aksi meminta dihentikannya penggusuran terhadap pedagang kaki lima (PKL), alasannya berdagang di kaki lima adalah pilihan terakhir masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Hari ini kesejahteraan buruh masih jauh dari harapan, karena itu kami mendesak agar hak-hak buruh diberikan,” kata Ketua SBSI 1992 Sumut, Pahala Napitulu.

Aktivisi buruh sejak belasan tahun lalu ini menegaskan, apa yang menjadi tuntutan buruh sejak lima tahun lalu tak akan pernah berubah, sampai adanya itikad pemerintah membela kaum buruh di negara ini. “Memang tuntutan kami dari tahun ke tahu tidak berubah, karena apa yang kami perjuangkan selama ini belum direspon pemerintah,” tegasnya.

Dia menyampaikan, Gubsu hendaknya segera menginstruksikan kepada Disnakertrans Sumut untuk segera menyelesaikan pengaduan buruh yang sudah berlarut-larut di instansi tersebut. Sebab, semakin lama penyelesaian kasus-kasus buruh akan berdampak kepada semakin tidak jelasnya keberadaan buruh dan terus diintimidasi pihak perusahaan.

Para pengunjukrasa di DPRD Sumut diterima dua orang anggota DPRD Sumut, Sopar Siburian dan Salomo Tabah Ronal Pardede. Pada kesempatan itu, Sopar dan Salomo menyatakan, akan menindaklanjuti aspirasi para buruh.
Puas dengan jawaban wakil rakyat, massa kembali menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Jalan Diponegoro Medan dengan tuntutan yang sama.

Di Kantor Gubsu, massa diterima Kabag Tenaga Kerja Biro Bina Sosial Pemprovsu, Ibnu Saud. Dihadapan massa itu, dia menyampaikan, aspirasi massa ini akan disampaikan pimpinan. “Hal ini akan kami sampaikan kepada pimpinan  untuk disikapi,” katanya menjawab tuntutan massa.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Heru Prakoso menyatarakan, unjukrasa memperingati hari buruh sedunia di sejumlah titik, seperti Kantor Gubernur, DPRD dan lainnya berlangsung aman tanpa gangguan berarti. Polisi tetap berjaga melakukan pengamanan. (ari/adl)

‘Asia Don King’ Maju Jadi Ketua HIPMI

MEDAN- Pengusaha Muda sekaligus Chairman Mahkota Promotion, Raja Sapta Oktohari ‘Asia Don King’ didukung 18 BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) se-Indonesia untuk maju menjadi Ketua Umum HIPMI.
Demikian terungkap sasaat menghadiri khitanan anak Ketua BPD HIPMI Sumut, Said Al Idrus, Minggu (1/5) di Medan. Pada kesempatan tersebut diakuinya bahwa apa yang telah dijalankan Ketua Umum BPP HIPMI saat ini sudah berjalan baik dan ini harus ditingkatkan agar lebih baik lagi. Karena HIPMI merupakan sebuah organisasi yang estabilitas di Indonesia sudah sangat kuat sebagai perhimpunan pengusaha-pengusaha muda.

“Sekarang ini saya sudah bertemu dengan 18 BPD HIPMI se-Indonesia, mudah-mudahan Oktober mendatang bisa bersama-sama untuk merengkuh masa depan HIPMI yang lebih baik,” ucap promotor tinju itu.

Okto yang dikenal sebagai pengusaha yang mampu menggabungkan entrepreneurship, sport dan entertainment atau lebih dikenal Entre Sportaiment menjadi sebuah industri bisnis yang memiliki peluang menjanjikan.
Menurutnya, entrepreneurship, tak bisa dilepaskan dari kreatif, inovasi dan mentalitas. Sehingga seorang pengusaha harus dituntut untuk melakukan berbagai terobosan, kreativitas dan inovasi agar dapat menghasilkan uang. Sama halnya dengan sport, Okto pada dua hari lalu di panggil Presiden RI untuk diminta lebih dapat menggeliatkan olahraga tinju di tanah air. Bahkan dalam pertemuan itu, kata Okto, yang diharapkan di Indonesia dapat melahirkan atlet tinju dunia sekaliber Pacman Pacquiao. (ril)

Akademisi Malaysia Puji SDIT Al Hijrah

MEDAN- Sistem pendidikan di Sumut dipuji sejumlah dosen dari Fakulti Pendidikan Universiti Malaya (UM) Kuala Lumpur, pujian itu dilayangkan lantaran sistem pendidikan yang dibuat tak hanya terfokus pada kecerdasan intelektual, tapi diimbangi dengan pembinaan moral dan kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

Demikian disampaikan Ketua Rombongan Dosen FP UM Kuala Lumpur, Dr Zawawi Ismail, saat bersilaturahim dengan Plt Gubernur Sumut, H Gatot Pujo Nugroho ST, Senin (25/4) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan.
Dia memaparkan, sekolah-sekolah di Sumut sangat mengagumkan , mulai banyaknya slogan yang membina terpampang di seluruh lingkungan sekolah. Seperti “Buku adalah teman yang tidak pernah marah” atau  “Orang tua temanku, orang tuaku juga.”  “Kalau di Malayasia sikapnya lebih individualis, sehingga kesannya Anakku ya anakku. Anak engkau ya anak engkau. Tapi di sini, setiap murid diajari hormat pada orang tua kawannya,” tutur Pakar Pendidikan negeri jiran tersebut didampingi anggota rombongan lainnya dan berencana akan membuat penelitian pendidikan di Sumut.

Sementara itu, Plt Gubernur Sumatera Utara, H Gatot Pujo Nugroho ST menyambut baik rencana penelitian yang ingin dilakukan kalangan akademisi Malaysia tersebut. Namun Plt Gubsu berharap, agar  kesempatan yang sama juga dapat dilakukan oleh kalangan akademisi Sumatera Utara di Kuala Lumpur. (ril)

Aksi Berlanjut Hari ini

Peringatan Hari Buruh Internasional di Medan

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Sumatera Utara, khususnya Medan, berjalan aman dan lancar. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sangat kondusif.  Meski demikian, status Siaga Satu masih tetap berlaku.

Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Sumut AKBP Raden Heru Prakoso. “ Situasi aman dan lancar. Massa menggelar aksi unjuk rasa damai,” ujarnya, Minggu (1/5).

Heru menambahkan, peringatan  Hari Buruh Internasional tersebut, terkonsentrasi di Lapangan Merdeka. Diperkirakan massa mencapai 750 orang. Meski demikian, aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional akan berlanjut, Senin (2/5), hari ini. Massa tersebut, lanjutnya, akan tersebar di beberapa titik antara lain, Kantor Gubernur Sumut, Kantor DPRD Sumut dan Medan, Pemko Medan dan lainnya. Heru mempersilahkan para menyampaikan aspirasi merupakan hak tiap warga negara dan hal tersebut telah diatur dalam undang-undang. Meski demikian, lanjutnya, imbauan untuk menyampaikan aspirasi tanpa bertindak anarkis.

Ketika disinggung Status Siaga Satu, Heru mengatakan kalau hal itu masih berlaku. Dalam hal ini, 725 personel Polda Sumut dan Polresta Medan berjumlah 900 personel, masih disiagakan. “Status Siaga Satu masih berlaku, sampai waktu yang tidak ditentukan,” tegasnya.

Sementara puluhan massa yang tergabung dari sejumlah aliansi buruh seperti Buruh PT WRP Buana Multicorpora, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Medan dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fisip USU menggelar aksi damai di kawasan Bundaran Majestik yang berada di Jalan Gatot Subroto Medan, Minggu (1/5).

Aksi juga membawa atribut dalam bentuk poster, spanduk, dan brosur yang dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas. Dalam aksi ini massa buruh menutut hapuskan sistem kerja kontrak atau outsourching, hapuskan Upah Minimum dan layak bagi pekerja, tolak revisi UU No 13 tentang ketenagakerjaan, tolak UU No 39 tahun 2009 tentang kawasan ekonomi khusus Indonesia, hentikan intimidasi dan kekerasan terhadap guru, stop penggusuran terhadap PKL dan selesaikan persoal WRP Buana Multicorpora secepatnya.

“Aksi kali ini dilakukan sebagai wujud memperingati Hari Buruh Internasional serta meminta pemerintahan untuk memikirkan kesejahteraan buruh,” ungkap koordinator aksi Ronald.
Aksi sejumlah aliansi buruh ini mendapatkan pengawalan ketat dari pihak Mapolresta Medan untuk menjaga ketertiban lalulintas pengguna jalan.(adl/mag-7)

 

Rampok Bersenpi Gasak Rp1 Miliar

Pembantu Dicurigai, HP Berkonten Porno Disita

MEDAN-Perampok bersenjata api (senpi) beraksi lagi dan polisi kembali kecolongan. Peristiwa ini terulang di wilayah hukum Polsekta Medan Baru saat kasus perampokan terdahulu belum juga tuntas.

Peristiwa terbaru terjadi di hari pertama bulan Mei, kemarin sekira pukul 06.00 WIB. Korbannya, Haris Sukanto (33) Warga Jalan Hang Tuah Nomor 5B, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, tepatnya di depan sekolah Yayasan Pendidikan Gereja Methodist Indonesia.

Pelaku yang diketahui berjumlah lima orang, salah satunya memakai sebo dan membawa dua pucuk senpi dan golok, berhasil membawa kabur emas, perhiasan lain, uang dolar kontan dan empat unit hp dengan total kerugian diperkirakan Rp1 miliar. Usai menyekap dengan mengikat lima orang penghuni di rumah menggunakan tali plastik.
Keterangan yang diperoleh di lapangan, Martini (43) yang baru sebulan bekerja sebagai pembantu di rumah tersebut, keluar rumah pukul 06.00 WIB untuk membuang sampah. Seorang pelaku turun dari mobil, langsung mendatanginya dan  membawanya masuk kedalam rumah dibawah todongan senpi.

Setelah itu, pelaku lain memakai topi turun dari mobil dan masuk ke rumah dan langsung menyekap penghuni. “Bapak dan nyonya disekap di dalam kamar atas lantai II. A aku dan dua anaknya disekap di dalam kamar lantai,” ujar Martini sambil berlalu karena dibawa polisi ke Polsek Medan Baru untuk diperiksa.

Setelah berhasil menggasak harta korban, pelaku meninggalkan rumah itu. Seorang dari korban akhirnya mampu melepaskan tangan dari ikatan tali plastik, melepas ikatan korban lain dan bergegas melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Medan Baru.

Berdasarkan olah TKP yang dilakukan Polsek Medan Baru bersama Polresta Medan, diketahui seluruh pelaku berlogat Tapanuli dan menggunakan topi. Seorang pelaku dengan ciri-ciri pendek, berkumis dan gemuk yang membawa senpi. “Berdasarkan keterangan sementara, senpi yang digunakan jenis Red Cobra dan FN. Kita juga mencari CCTV milik tetangga untuk dapat mengungkap pelaku,” kata petugas tersebut.

Dari hasil penyelidikan sementara polisi, pemilik rumah menaruh curiga terhadap pembantunya. Dimana, kebiasaan pembantu membuang sampah sekitar pukul 08.00 WIB. “Selain itu dari hasil pemeriksaan terhadap pembantunya memiliki lima KTP (Kartu Tanda Penduduk), didalam handphone miliknya yang sudah kita sita juga ditemukan gambar porno,” kata petugas Reskrim saat di lokasi.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Andik Eko tidak mau memberi keterangan peristiwa perampokan tersebut. “Apa sih, saya lagi sibuk,” ujarnya sambil berlalu. Ketika wartawan ini mencoba untuk konfirmasi lagi di Polsek Medan Baru. Andik juga tidak mau memberi keterangan siapa nama korban dan kronoligisnya. “Ada apa lagi, saya masih sibuk,” ucapnya lagi dengan gemulai. Padahal terlihat, Andik sedang duduk rileks di ruangannya sambil menelepon. “Kalau mau cari informasi jangan dari saya, cari lah sana. Kita masih pengembangan, ni pelakunya akan ditangkap,” bebernya mengakhiri meninggalkan wartawan koran ini.

Kabid Humas Poldasu, AKBP Raden Heru Prakoso yang dikonfirmasi mengatakan masih memintai keterangan korban. “Kita masih lidik, saksi-saksi masih kita periksa,” kata Heru.

Sebelumnya aksi perampokan bersenpi juga terjadi di wilayah hukum Polsekta Medan Baru dan Polresta Medan. Kamis, 10 Maret 2011, perampok bersenpi dan sajam menyamar sebagai pasien dan merampok serta menganiaya dokter Purnama Br Marpaung (52) di tempat praktik merangkap rumah tinggalnya di Jalan Abdullah Lubis No 26 B, Kecamatan Medan Baru. Selain menggasak tiga unit telepon genggam (HP) dan uang Rp5,5 juta, perampok memborgol memukul kepala dr Purnama dengan gagang pistol. Akibatnya, dokter umum itu mengalami luka dan terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Elisabeth, Jalan H Misbah Medan. Hingga kini kelanjutan kasusnya tidak diketahui.

Minggu, 23 Januari 2011, sekira pukul 07.00 WIB, pembantu rumah tangga Anik yang sedang menyapu halaman rumah di Jalan Timor Baru, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, didatangi beberapa pria memakai topeng dan langsung menodongkan senjata api mirip jenis FN ke tubuhnya, serta membekap mulut korban agar tidak berteriak.

Kemudian, perampok menyekap penghuni rumah, yakni Glen Yansen Tuareh, Fanny, Lala, dan Nico. Akibat perampokan tersebut, pemilik rumah Johana (40) mengalami kerugian sekitar Rp300 juta dengan kehilangan barang berharga berupa satu set berlian, lima unit HP, satu unit laptop, jam tangan, dan barang lainnya.

Minggu, 5 Desember 2010, empat perampok bersenpi dan memakai golok menyatroni rumah mewah milik Edi Salim (43) di Komplek Perumahan Permata Hijau yang terletak di belakang Hotel Emerald Garden, Jalan Yos Sudarso. Akibat peristiwa ini, pemilik rumah mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Pelaku melarikan diri dengan membawa barang mewah dan uang yang diperkirakan mencapai Rp 500 juta. (adl)

Polisi Cari Bukti Keterlibatan Rahudman

Dua Saksi Diperiksa, Pelaku Sedang Diburu

MEDAN-Kasus penyiraman soda api sudah dilaporkan istri korban Ir Masfar, Sri Listrikaningsih (41), dengan Nomor STPL/1033/IV/2011/SU/Resta Medan Senin, 25 April 2011 terus diusut pihak kepolisian. Sejauh ini pihak Polresta sudah mengamankan barang bukti berupa botol yang diduga digunakan pelaku untuk menyiram air soda api kepada Masfar.

Menurut Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga, pihaknya sebagai penyidik berjanji akan terus mengusut kasus penganiayaan Ir Masfar.  Namun Tagam belum bisa memastikan kebenaran informasi Wali Kota Medan Rahudman Harahap sebagai otak pelaku penganiayaan Masfar. “Kita harus mengusut dulu dua pelaku penyiram air keras ke wajah Masfar, dari situ kita bisa mengembangkan kasusnya,” kata Tagam di sela-sela acara peringatan Hari Buruh di Lapangan Merdeka, Minggu (1/5).

Andainya Rahudman benar-benar terlibat, Tagam mengaku pihaknya tidak bisa melakukan pemeriksaan langsung. Pasalnya, pemeriksaan kepala daerah mesti melalui mekanisme yang berlaku, memperoleh izin dari presiden. “Kasus ini sebenarnya biasa-biasa aja. Karena diduga melibatkan keluarga pejabat pemerintah makanya heboh,” ujar Tagam.
Ketika Sri K Ningsih membuat laporan pengaduan ke Polresta Medan, penyidik tidak bisa langsung melakukan pemeriksaan kepada Sri mengingat yang bersangkutan bergegas ke Rumah Sakit Columbia Asia di Jalan Listrik Medan untuk melihat Masfar yang dalam kondisi kritis dan dirawat intensif.

Namun Jumat, (29/4) Polresta Medan memerintahkan tiga personel Jahtanras mendatangi korban ke rumah sakit Columbia Asia dan meminta keterangan lebih konkret dari Sri.

Hingga kemarin, satu saksi lain berinisial DF sudah diperiksa. DP berperan membawa Masfar ke rumah sakit dan mendampingi Sri K Ningsih membuat pengaduan ke Polresta.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Fadillah Zulkarnaen, juga membenarkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi. “Untuk perkembangan lebih lanjut, langsung saja ke Wakasat Reskrim. Saya lagi di Jakarta,” ucapnya, kemarin.

AKP Ruruh yang dihubungi melalui ponselnya sebanyak tiga kali tidak mengangkat. Dikirimi pesan singkat (SMS) pun, Ruruh tidak membalas.

Sementara itu, Kabid Humas Poldasu, AKBP Raden Heru Prakoso membenarkan penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi. “Setelah kita check kepada (penyidik) sersenya, kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi. Keduanya, istrinya korban sebagai terlapor, Sri Listrikaningsih (41) dan saksi di TKP (Tempat Kejadian Perkara) berinisial D,” ucap Heru.

Kemendagri Kirim Tim

Kasus penganiayaan Masfar yang diduga dilakukan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, mendapat tanggapan dari kementrian dalam negeri (kemendagri). Kementrian yang dipimpin Gamawan Fauzi ini akan mengirimkan tim guna menelisik kasus yang sudah menjadi perbincangan hangat ini.

Kapuspen/Jubir Kemendagri, Reydonnyzar Moenek menjelaskan, kemendagri akan mengirim tim gabungan dari inspektorat jenderal (itjen), direktorat jenderal otonomi daerah (dirjen otda), dan Biro Kepegawaian. “Tim ini untuk meneliti benar tidaknya kasus ini,” terang Reydonnyzar Moenek kepada Sumut Pos, kemarin. Tim diturunkan lantaran ada dugaan pelakunya adalah pejabat dan korbannya adalah PNS.

Doni, panggilan Reydonnyzar, mengaku prihatin jika benar pelakunya adalah petinggi di Pemko Medan. “Sebagai seorang pejebat, mestinya bisa menahan diri, tidak emosional. Itu ranah hukum, kenapa harus emosi,” cetus Doni.
Karena perkara ini terkait dugaan penganiayaan sehingga masuk ranah pidana, maka pihak kepolisian harus mengusut secara cepat. “Dari delik aduan, karena ada dugaan penganiayaan, ya jadi ranah pidana. Biar jelas siapa pelaku dan siapa korbannya, maka harus cepat diproses dan biar pengadilan yang membuktikan, agar tidak jadi pergunjingan terus-menerus,” harap Doni.

Usut Tuntas

Sejumlah pihak mengaku kecewa penganiayaan terhadap Ir Masfar, staf di Pemprovsu. Karenanya, penegak hukum diharapkan segera mengusut persoalan ini dengan tuntas, dengan melakukan pemeriksaan kepada pelaku. “Kita harapkan korban atau minimal istri korban membuat laporan ke Komisi A DPRD Sumut, kita akan memperjuangkan persoalan ini hingga selesai, sampai ada yang ditetapkan sebagai tersangka dan terdakwa,” tegas anggota Komisi A DPRD Sumut ini kemarin.

Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Medan Muhammad Nasir Johan juga meminta Polresta Medan mengusut dan menempatkan kasus ini seperti kasus-kasus lainnya, diproses tanpa memandang siapa yang menjadi terperiksa. “Kita berharap kapolresta melakukan penyelidikan sesuai aturan dan transparansi kepada masyarakat dan perlu dipublikasikan,” tegas anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS ini.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Nuriyono SH menegaskan, kasus tersebut murni tindakan kriminal yang bisa dijerat dengan pasal-pasal pidana. Antara lain, Pasal 55, Pasal 170 dan Pasal 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Dalam Pasal 55 ditegaskan, orang yang melakukan dan menyuruh melakukan bisa dikenakan sanksi. Sementara di Pasal 170 menitikberatkan pada tindakan kriminal yang dilakukan secara bersama-sama. Lain hal nya dengan Pasal 351 tentang perbuatan yang mengakibatkan tidak bergerak, sehingga korban tidak bisa melakukan aktivitas. Dari ketiga pasal tersebut, pelaku bisa diancam hukuman maksimal empat tahun.

“Dalam proses penyidikan, pelaku bisa ditahan untuk dimintai keterangan,” jelas Nuriyono.
Sedangkan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban tindak Kekerasan (Kontras) Sumut menilai peristiwa ini merupakan kasus dengan motif lama.

Kordinator Kontras Sumut, Muchrijal Syahputra, berharap kasus ini secepatnya diambil alih Poldasu dari Polresta Medan. “Kalau kasus ini ditangani Poldasu mungkin cepat terungkap siapa dalang intelektualnya,” katanya di sekretariat Kontras Sumut di Jalan Brigjen Katamso Medan.

Kontras Sumut menegaskan, siap membela korban. Kemarin, perwakilan Kontras Sumut sedang menjengguk Ir Masfar serta menanyakan keseluruhan kasus ini dari keluarga korban di RS Colombia Asia Medan.

Kasus ini juga mendapat perhatian dari Kordinator Wilayah (Korwil) I Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 Sumut, Pahala Napitupulu.. “Semua orang sudah tahu kasus ini, jadi tidak ada lagi yang perlu ditutup-tutupi,” seru Pahala.

Pahala mengaku sebagai mantan PNS yang menjadi korban kezaliman atasan sehingga ia memilih keluar dari lingkungan PNS di jajaran Dinas Kehutan Sumatera Utara. “Di hari buruh ini, saya sangat prihatin dengan apa yang dialami Masfar, dia itu juga buruh sama dengan buruh lainnya. Hanya saja Masfar buruh yang bekerja sebagai PNS di jajaran Pemrovsu,” terangnya.

Jadi Isu Nasional

Kabar kasus di Medan ini sudah menyebar ke tingkat nasional. Buktinya, aktivis LSM yang sudah lama berkiprah di Jakarta, Ray Rangkuti, mengaku sudah mendengar kabar itu saat dimintai komentar kemarin. “Baru saja saya mendapat SMS dari kawan mengenai kasus ini. Katanya, kawan saya itu baru saja melihat pemberitaan di MetroTV,” ujar Ray.

Pimpinan Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) itu mengatakan, apa pun sumber masalahnya dan apa pun kelakuan Masfar, pelaku penganiayaan tidak boleh main hakim sendiri. “Mestinya jika Masfar dianggap merugikan, lapor saja ke polisi, bukan main kekerasan. Ini mesti diusut tuntas hingga ke pengadilan,” ujar Ray.
Menurutnya, saat ini yang perlu dilakukan publik di Medan adalah mendorong aparat kepolisian agar berani mengusut tuntas perkara ini. “Kita dorong polisi tidak takut sekalipun misalnya melibatkan orang penting,” cetusnya. (tim)