Home Blog Page 15327

Terinspirasi Foke

Rano Karno

Pemilukada DKI sudah di depan mata. Partai politik sudah menyiapkan ancang-ancang untuk bertarung.  Salah satunya, adalah Rano Karno. Aktor yang kini menjadi Wakil Wali Kota Tangerang itu dinilai sebagian kalangan mampu bertarung dalam Pemilukada DKI dan tentunya memenangkan pertarungan.

Rano ternyata sudah mengantongi program dan materi kampanye untuk menarik perhatian publik.
Lalu, apa programnya andai ia dicalonkan oleh PDIP untuk menggantikan Fauzi Bowo, gubernur yang biasa disapa Foke dan populer dengan klaimnya sebagai ahli Jakarta itu? Rano ternyata tak segan menirunya atau dalam bahasa lain, melanjutkan programnya yang belum tuntas. Ia berniat mengikuti jejak Foke yang menjadikan kemacetan dan banjir sebagai jualan untuk berkampanye, untuk mendulang suara dari warga Jakarta.(net/jpnn)

Avanza Hantam Truk, Tiga Polisi Tewas

Palembang- Tiga anggota Polresta Palembang dan dua warga sipil tewas dalam tabrakan di ruas Jalan Tanjung Api-api Km 15 menuju Palembang. Mobil Avanza yang mereka kendarai menabrak truk batubara. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (3/5) subuh, sekitar pukul 05.00 WIB. Avanza ini bernopol BG 1231 NI dan truk batubara bernopol E 9127 E.
Kelima korban yang tewas adalah Brigpol Toni Bahar, Brigpol Agus Widodo, Brigpol Marwin Adiansyah, Ari Akbar supir Avanza, dan Inah warga sipil. Dua korban lain dalam kondisi kritis adalah Gerah dan Manda.

“Semua korban sudah dibawa ke RS Myria, sementara penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan,” kata Kasat Lantas, AKP Hardiman kepada wartawan di Palembang, Selasa (3/5). Sementara, supir truk saat ini masih dicari. (net/jpnn)

Aceh Ingin Lepas dari Bayang-bayang Sumut

JAKARTA- Kebijakan nasional yang ingin memacu Sumut sebagai pusat perekonomian wilayah Sumatera, dipersoalkan Aceh.  Selama ini, master plan pengembangan ekonomi Aceh selalu disatukan dengan Sumut. Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ingin mengakhiri pola pengembangan ekonomi wilayah yang seperti ini.
Wakil Gubernur Aceh, Mohammad Nazar mengungkapkan, pada rakor gubernur yang dihadiri presiden dan sejumlah menteri di Bogor beberapa waktu lalu, pihaknya meminta agar dalam master plan pengembangan ekonomi wilayah Sumatera, Aceh dipisahkan saja dari Sumut.

“Dalam master plan ini, kita minta dipisahkan dari Sumut,” ujar Nazar, saat berbincang dengan wartawan di pressroom kemendagri, Selasa (3/5).

Dia mengatakan, jika Aceh terus berada di bawah bayang-bayang perekonomian Sumut, maka akan sulit maju.  Dia memberi contoh, getah karet yang berasal dari Aceh dibawa ke Medan untuk diolah, lantas balik lagi ke Aceh dengan harga tinggi.  Jika ini terus dilanjutkan, iklim bisnis di Aceh sulit berkembang. Sejumlah bahan pangan asal Aceh juga diolah di Medan dan dijual lagi di Aceh.(sam)

Indonesia Operasi Militer di Somalia

Jakarta – Ada tiga instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait nasib 20 ABK di Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia. Salah satunya adalah operasi militer agar dunia tahu Indonesia tidak pernah memberikan toleransi terhadap aksi biadab tersebut. Dua instruksi SBY lainnya adalah menyelamatkan dan membebaskan seluruh WNI yang disandera. Lalu membawa pulang kapal ke Indonesia lengkap dengan muatannya.
“Dan yang ketiga lakukan operasi militer untuk menunjukkan pada dunia bahwa kita tidak akan mentolerir penyanderaan atau mentolerir perompakan. Ketiga-tiganya telah dilakukan saya kira,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha saat ditemui di kantornya, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (3/5).

Julian mengklaim, SBY sudah terlibat dalam upaya pembebasan sandera sejak awal. SBY juga sudah memerintahkan TNI agar melakukan langkah-langkah penyelamatan.

Sementara, kabar pembebasan 20 anak buah kapal (ANK) KM MV Sinar Kudus yang disandera kawanan perompok bersenjata api di Somalia disambut gembira oleh Hj Farida, ibunda Irwan, salah seorang ABK yang menjadi mualim di kapal tersebut.

Meski belum mengetahui kapan Irwan dan kawan-kawanya kembali ke tanah air, Hj Farida mengaku sudah tidak sabar bertemu dengan putranya itu. Hj Farida mengatakan, dia merencanakan jika sudah mengetahui kapan Irwan akan pulang ke Indonesia, dia akan meminta putranya itu untuk pulang ke Batubara, untuk diupa-upa. (ing/smg)

Tuntut Jadi PNS, Guru Honorer Demo di Istana

JAKARTA- Nasib menjadi tenaga pengajar honorer dinilai tidak memberi kepastian. Kemarin (3/5), sekitar 500 orang pengajar honorer melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka meminta pemerintah segera mengangkat pekerja tidak tetap menjadi pegawai negeri sipil.

Massa yang unjuk rasa tersebut berasal dari Forum Honorer Indonesia (FHI) yang membawahkan 33 organisasi pengajar honorer seluruh Indonesia. Mereka di antaranya berasal dari Tegal, Karawang, Subang, Kendal, Purworejo, Kutai Kartanegara, dan Lampung.

Dalam tuntutannya, massa meminta pemerintah segera mengeluarkan jaminan tertulis bagi seluruh tenaga honorer akan segera diangkat menjadi PNS tanpa tes dan tanpa biaya. “Aksi akan terus dilakukan sampai bertemu dengan presiden,” kata Sekjen FHI Heri Sumarli.

Saat ini, sekitar sekitar 600 ribu pegawai honorer di Indonesia mengalami ketidakjelasan status dan ketidakjelasan gaji selama bertahun-tahun. “Bertahun-tahun status kami digantung,” kata Ketua FHI Nur Aini. Dia menyebut, rata-rata gaji yang diterima hanya Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu perbulan.

Dalam aksinya, massa membentangkan beberapa poster. Antara lain bertuliskan, Honorer Diangkat Pendidikan Meningkat. Aksi unjuk rasa itu mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Meski tidak parah, aksi tersebut sempat membuat lalu lintas di sekitar Jalan Merdeka Utara dan Merdeka Barat sedikit tersendat. (fal/jpnn)

Amrun Dicegat Imigrasi Mau Pelesiran ke India

JAKARTA- Anggota Komisi II DPR dari FPD, Amrun Daulay, ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan dicekal Imigrasi selama setahun per 1 April 2011. Namun, Amrun sempat mencoba ikut rombongan kunjungan kerja ke India, meski kemudian dicegat Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta.

“Pak Amrun tidak bisa ikut ke India karena dicekal Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar salah seorang anggota Komisi II DPR yang melakukan kunjungan kerja ke India, Selasa (2/5).

Komisi II DPR berkunjung ke Cina dan India untuk melengkapi ilmu terkait UU Kependudukan. Rencananya mereka akan pulang ke Tanah Air Jumat pekan ini. Hal tersebut dibenarkan anggota Komisi II DPR yang ikut ke India, Nurul Arifin. Politisi Golkar ini tidak melihat Amrun berada di India. “Pak Amrun tidak ikut rombongan,” tutur Nurul.
Imigrasi sudah mengeluarkan surat pencegahan ke luar negeri bagi politisi Demokrat Amrun Daulay. Hal tersebut dilakukan menyusul keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan Amrun sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di Departemen Sosial.

“Berlaku satu tahun,” kata Plt Kabag Humas Imigrasi, Bambang Catur dalam pesan singkat, Selasa (3/5). Menurut Bambang, pencegahan dilakukan sesuai dengan surat permintaan KPK bernomor 148/01/III/2011. Imigrasi kemudian mengeluarkan surat siar bernomor IMI.5.GR.02.06-3.20279. Pencegahan mulai dilakukan sejak tanggal 1 April 2011 dan berlaku hingga 30 Maret 2012.

Awal April lalu, KPK telah menetapkan anggota DPR dari Partai Demokrat, Amrun Daulay sebagai tersangka. Amrun diduga telah merugikan negara sekitar Rp25 miliar. (net/bbs/jpnn)

Pejabat Kemenpora Bantah Ada Fee di Tiap Proyek Sea Games

Jakarta – Kabiro Perencanaan Kemenpora Dedi Kusdinar menjalani pemeriksaan di KPK terkait kasus suap pembangunan Wisma Atlet di Palembang.

Usai diperiksa, Dedi menepis terdapat fee yang harus dibayarkan tiap pemenang proyek tender Sea Games kepada pejabat Kemenpora.

“Tidak ada itu, tidak ada fee,” tutur Dedi usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Selasa (4/5) malam. Dedi hari ini diperiksa di depan penyidik KPK sebagai saksi untuk Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam. Diperiksa sekitar tujuh jam, dia masuk dan meninggalkan kantor KPK didampingi oleh kuasa hukumnya, Firman wijaya.
Deddy juga mengatakan, Kemenpora memang biasa memerlukan dana talangan untuk menunjang kebutuhan operasional.

“Saya kira setiap lembaga perlu dana talangan itu. Cuma berapa banyak kita tidak tahu,” imbuhnya.
Berdasarkan penelusuran, Wafid melalui Rosa meminta fee kepada PT Duta Graha Indah (DGI) atas proyek Wisma Atlet. Wafid juga menyatakan sedang membutuhkan uang sebesar Rp5 miliar.

Wafid lantas memberikan deadline sampai 20 April 2011. Mohammad El Idris, Manajer Marketing PT DGI menyatakan hanya bisa memberikan 2 persen. Lantas, diserahkanlah uang senilai Rp3,2 miliar yang berujung pada penangkapan dirinya oleh penyidik KPK pada 21 April silam. (net/jpnn)

Ari Muladi Dituntut 5 Tahun

JAKARTA- Sepertinya tak lama lagi Ari Muladi terdakwa kasus percobaan penyuapan dan menghalangi-halangi penyidikan KPK akan masuk bui. Sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kemarin (3/5), sudah masuk dalam tahap penuntutuan. Jaksa penuntut umum  (JPU) meminta hakim agar menghukum Ari  lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara.

“Meminta agar terdakwa tetap ditahan,” kata JPU Anang Supriyatna saat membacakan tuntutannya. Menurut Anang, dalam persidangan yang digelar selama ini, Ari telah terbukti bersalah.

Dia melanjutkan, selama persidangan berlangsung, terdakwa tidak bisa membuktikan alasan pembenaran yang bisa meringankan dirinya. Karenanya, JPU menganggap pria yang mengaku menggubungkan Anggodo Widjojo dengan petinggi KPK melalui Yulianto ini terbukti bersalah dalam dakwaan pertama dan kedua.

Seperti yang diketahui, Ari dijerat dengan dua dakwaan oleh tim JPU. Dalam dakwaaan pertama, pria asli Surabaya itu diduga melakukan pemufakatan jahat dengan Anggodo untuk membantu Anggoro, kakak Anggodo yang terlibat kasus di KPK. Dia pun diancam dengan pasal 15 jo pasal 5 ayat (1) huruf a UU No 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu dalam dakwaan kedua Ari juga dituduh merintangi penyidikan, menghambat dan mencegah dilakukannya pengembangan penyidikan. Yakni dalam kasus yang melibatkan Anggoro Widjojo dan PT Masaro Radiokom. Perkara tersebut merupakan kasus pengadaan sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) tahun 2007 dengan tersangka Yusuf Erwin Faisal. Karena ulahnya itu, Ari dijerat dengan pasal Ia didakwa melanggar pasal 21 UU No 31/1999 sebagaimana diubah UU 20/2001 junto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Nah, ternyata dalam proses persidangan JPU menganggap bahwa semua dakwaan yang dikenakan kepada Ari bisa dibuktikan. Jadi tim JPU yang terdiri dari Suwarji, Anang Supriyatna, I Kadek Wiradana, dan Edi Hartoyo bersikukuh menyatakan Ari bersalah.

Dalam persidangan kemarin, JPU juga menjelaskan pertimbangan-pertimbangan yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Hal-hal yang memberatkan Ari adalah, dia dianggap telah membuat citra buruk penegekan hukum Indonesia karena telah melakukan tindak pidana korupsi.
Selain itu terdakwa juga tidak mendukung perogram pemerintah untuk memberantas tindak pidana korupsi. (kuh/jpnn)

Saya Masih Merasa Ketakutan Pak Hakim…

Tahanan dan Karyawan Saksi Sidang Perampokan CIMB Niaga

MEDAN-Sidang lanjutan kasus perampokan Bank CIMB Niaga Medan dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak dengan terdakwa Pamriyanto alias Suryo Putro, kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (3/05).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Sugiyanto SH, dan hakim anggota masing-masing Leliwaty SH, MH, dan Suhartanto SH MH, Jaksa Penuntut Umum, Pardomuan SH menghadirkan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan di antaranya dua istri korban penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, yakni Hj Rosmawati (istri almarhum Deto Sutejo, Red) dan Suryanawati (istri almahrum Riswandi, Red).

Dihadapan majelis hakim, Rosmawati, istri almarhum Aipda Deto Sutejo yang tewas diterjang peluru kawanan bersenjata api saat bertugas di Mapolsek Hamparan Perak, tampak tak kuasa menahan air matanya ketika memberikan keterangan.

Alhasil, ia pun sempat diminta oleh majelis hakim untuk menenangkan dirinya agar dapat memberikan keterangan. Usai menenangkan dirinya, ia pun bersaksi bahwa dirinya masih dihantui rasa ketakutan.

“Saya masih merasa ketakutan, Pak Hakim,” ujarnya. Kepada majelis hakim, ia menjelaskan kabar peristiwa berdarah yang merenggut nyawa suaminya itu diperoleh dari Kapolsekta Hamparan Perak, Kompol Murdani.
“Kabar suami saya tewas saya peroleh dari Pak Kapolsek. Bapak itu (Kapolsek, Red) menelepon ke rumah dan mengatakan Polsek diserang dan suami saya turut tewas dalam peristiwa itu,” ujarnya.

Disebutkan Rosmawati, akibat peristiwa penyerangan yang menewaskan suaminya itu, dirinya harus menopang kebutuhan keluarga dan anak-anaknya seorang diri. Sementara itu, tak jauh berbeda dengan Rosmawati. Suryanawati juga mengakui mendapat kabar suaminya tewas dari kapolsekta.

Saat memberikan kesaksian, ia tampak terus meneteskan air matanya tiada henti. Beberapa kali air matanya jatuh ke lantai. Diakuinya, malam itu ia mendapat kabar suaminya ditembak kelompok bersenjata api ketika berjaga di Mapolsek. “ Iwan ditembak, Polsek diserang,” ujar Suryanawati mengulang informasi yang diperolehnya ketika itu. Begitu mendapat kabar suaminya tewas, dirinya hanya menunggu di rumah saja.
Sementara itu, jasad suaminya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. “Saya cuma melihat dadanya seperti dijahit yang lain sudah ditutup kain kafan,” kenangnya sedih. (rud)

Tobasa Club, Surganya Para Clubbers

MEDAN – Bagi sebahagian besar warga Medan penikmat alunan musik progressive tentunya cukup mengenal Tobasa Club. Ya, Tobasa Club, merupakan sebuah nama tempat hiburan malam yang terletak di Hotel Danau Toba Indonesia, Medan. Di tempat ini beberapa Dj kenamaan Ibukota kerap unjuk kebolehan memainkan jemarinya di meja discjokey Club ini. Sebut saja DJ Donald yang merupakan Dj residence Tobasa Club yang hampir setiap malam, massanya selalu setia menunggu untuk menikmati alunan musik garapannya.

Seperti halnya event yang baru-baru ini digelar. Bekerjasama dengan PT. NTI Indonesia Tobasa Club, Clasmild menggelar suatu event dengan tema “ discoland progressive “ dengan menghadirkan FDJ Freaky yang telah memulai karirnya sejak 2004 silam di dunia DJ. Tidak kalah serunya, para DJ Residence juga mengiringi DJ rupawan ini untuk memeriahkan malam tanggal 30 April 2011 hingga menghipnotis para clubbers untuk turun dan menikmati alunan music progressive.

Branch Manager Clasmild, Tommy Suryadi didampingi  Bambang Sulianto mengatakan pihaknya tidak akan berhenti  menghentak tempat-tempat hiburan malam yang ada di Kota Medan. Seperti halnya saat menggelar “discoland progressive” Tobasa Club, dengan brandnya Clasmild – Talk Less Do More, para pencinta dunia gemerlap ( dimanjakan lewat suguhan para DJ di Tobasa Club.

“Kita tidak henti-hentinya menggelar event seperti ini untuk memanjakan para cluber yang digelar di beberapa venue di Kota Medan. Salah satunya Tobasa Club yang juga merupakan salah satu “Surganya” para cluber penikmat musik progresive. Diharapkan  ini   bisa meramaikan aksi para DJ di beberapa venue di kota Medan,” ujarnya kemarin (3/5).

Dikatakannya, Clasmild – Talk Less Do More saat ini belum sanggup untuk memenuhi semua keinginan para clubers dan venue untuk berpartisipasi di semua tempat.  Namun pihaknya akan terus berusaha  dapat senantiasa memenuhi keinginan tersebut. (*/adl)