25 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 15337

Gelapkan APBD Rp80 M, 2 Petinggi Batubara Ditahan

JAKARTA- Dua orang petinggi Pemkab Batubara, resmi menjadi tahanan Kejakasaan Agung RI hingga 20 hari ke depan. Keduanya terlibat kasus dugaan tindak penggelapan uang kas daerah yang nilainya mencapai Rp80 miliar.
“Tim jaksa penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus telah melakukan penahanan terhadap tersangka Yos Rauke selama 20 hari sejak tanggal 6 Mei 2011 di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung dan terhadap Tersangka Fadil Kurniawan selama 20 hari sejak 6 Mei 2011 di Rumah Tahanan Negara Cabang Salemba Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Noor Rachmad, dalam rilisnya seperti dilansir kejaksaan.go.id, Sabtu (7/5).

Diketahui, Yos Rauke merupakan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Batubara, sedangkan Fadil Kurniawan merupakan Bendahara Umum Daerah. Keduanya ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor Print-14/F.2/Fd.1/05/2011 tanggal 6 Mei 2011 atas nama Yos Rauke dan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor Print-15/F.2/Fd.1/05/2011 tanggal 6 Mei 2011 atas nama Fadil Kurniawan.
Menurut Noor, kedua tersangka ditangkap Kamis (5/5) di Sumut, kemudian dibawa ke Jakarta Jumat (6/5) dan tiba Jumat tengah malam. “Keduanya langsung diperiksa dari pukul 01.00 WIB dinihari hingga pukul 05.00 WIB,” terangnya.

Dalam kasus ini, kedua tersangka diduga menilep dana kas daerah Kabupaten Batubara Rp80 miliar, dengan cara memindahkannya ke rekening lain secara bertahap. Keduanya dijerat pasal 2 ayat (1), pasal 3 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Berdasarkan informasi dari PPATK, dugaan korupsi ini terkait dengan pencairan dana kas daerah Batubara dengan cara memindahkan dari Bank Sumut ke dalam rekening deposito pada Bank Mega cabang Jababeka, Bekasi, sebesar Rp80 miliar,” jelas Noor.

Dalam penyidikan, kedua tersangka dibawa ke Bank Mega untuk mengecek keberadaan sejumlah uang yang diduga berasal dari hasil korupsi tersebut.

Kasus ini berawal September 2010, saat kedua tersangka memindahkan dana kas daerah tersebut dari Bank Sumut ke dalam rekening deposito Bank Mega cabang Jababeka, Bekasi. Mereka memindahkannya dengan cara menyetorkan beberapa kali, yaitu 15 September 2010  Rp20 miliar, 15 Oktober 2010 Rp10 miliar, 9 November 2010 Rp5 miliar, 14 Januari 2011 Rp 15 miliar, dan 11 April 2011 Rp30 miliar. Selanjutnya, dana deposito tersebut dicairkan oleh keduanya untuk disetorkan ke dua perusahaan sekuritas, melalui Bank BCA dan Bank CIMB, untuk diinvestasikan.
Usut punya usut ternyata pemindahan dana ke dalam bentuk deposito pada Bank Mega Cabang Jababeka, Bekasi tersebut diawali oleh tawaran Itman Hari Basuki selaku Kepala Cabang Bank Mega Jababeka, Bekasi. Itman pada awalnya menawarkan jasa perbankan dari Bank Mega berupa bunga yang lebih tinggi dari bank yang lain sebesar 7 persen per tiga bulan dalam bentuk Deposito On Call.

Terhadap tawaran tersebut, tersangka Yos Rauke dan tersangka Fadil Kurniawan menyetujuinya dan mereka pun menandatangani aplikasi pembukaan rekening di Bank Mega. Setelah itu, kedua tersangka melakukan pemindahan dana kas daerah tersebut dalam 5 tahap dengan total Rp80 miliar. Dengan melakukan penempatan dana deposito pada Bank Mega Cabang Jababeka Bekasi tersebut, kedua tersangka memperoleh keuntungan dengan menerima cash back setidak-tidaknya Rp405 juta.(net/jpnn)

Skoring Nilai Pekan Depan

Pengumuman Kelulusan UN SMA 16 Mei

JAKARTA- Meskipun meleset dari jadwal yang sudah ditetapkan, Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) tidak menemukan kendala berarti di tahap pemindaian lembar jawaban komputer (LJK) Ujian Nasional (UN) 2011 tingkat SMA dan sederajat. LJK dari 33 provinsi sudah masuk dan siap diskoring.

Dalam jadwal pelaksanaan teknis UN 2011, BSNP menetapkan beberapa jadwal kegiatan penting pasca hari-H UN.
Yaitu, pengiriman hasil pemindaian LJK UN tingkat SMA dan sederajat dari perguruan tinggi di tiap-tiap provinsi ke BSNP yang ditetapkan mulai 3 Mei lalu. Selanjutnya, skoring atau penghitungan hasil ujian siswa dilakukan pada 3 hingga 9 Mei. Lalu, hasil kelulusan UN tingkat SMA dan sederajat diumumkan 16 Mei mendatang.

Namun, dalam perjalanannya, jadwal yang sudah disusun tersebut meleset. Hingga hari ini, BSNP masih belum melakukan skoring hasil UN. Penyebabnya, terjadi keterlambatan dalam pengiriman pemindaian dari tingkat perguruan tinggi ke BSNP.

Ketua BSNP Jemari Mardapi kemarin (7/5) mengatakan, jika pengiriman hasil pemindaian bertahap dan memakan waktu. “Pekan ini waktunya habis untuk mengumpulkan kiriman hasil pemindaian,” tandasnya. Bagaimanan dengan proses skoring? Dia mengatakan, proses skoring dipastikan baru bisa dimulai pekan depan.

Dengan kejadian ini, waktu yang dimiliki oleh BSNP untuk melakukan skoring hasil UN tingkat SMA terpangkas. Tahap skoring yang dijadwalkan bisa dimulai pada 3 Mei lalu, baru bisa dijalankan paling cepat 9 Mei depan. Meskipun begitu, Jemari menegaskan terpangkasnya waktu untuk melakukan skoring ini tidak akan mengganggu ketetapan hari pengumuman UN. “Pengumuman UN (tingkat SMA dan sederajat, red) tetap sesuai jadwal,” tandasnya.

Jemari lantas membuat perkirakan masa skoring LJU UN tingkat SMA dan sederajat. Dengan waktu yang tersisa ini, tim skoring dari BSNP bakal kerja lebih keras. Jemari menargetkan, proses skoring ini bakal rampung pada kisaran 13-14 Mei. Selanjutnya, pada 15 Mei hasil skoring kelulusan tersebut dikirim ke provinsi. Kemudian, Senin 16 Mei kelulusan UN tingkat SMA dan sederajat diumumkan serentak di tingkat sekolahan.

Kepala Badan Penilitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas Mansyur Ramly mengatakan jika panitia pusat tidak sekadar menerima hasil pemindaian dari tingkat provinsi. Tetapi, panitia pusat dan BSNP juga memeriksa manual hasil pemindaian tersebut. “Tetap tidak bisa seratus persen menggunakan komputer,” jelasnya.
Mansyur mengatakan, pengecekan manual tersebut dilakukan untuk menghindari terjadi kesalahan. Dia mencontohkan, bisa jadi ada peserta UN yang salah mengisi nomor ujian atau nama serta kode ujian.  Kemungkinan tersebut cukup mudah diketahui panitia pusat. Caranya adalah dengan memantau berkas acara pelaksanaan ujian.(wan/jpnn)

 

Thailand-Kamboja Belum Capai Kesepakatan

JAKARTA- Upaya Indonesia untuk membantu penyelesaian konflik perbatasan Thailand-Kamboja,tampaknya menemui jalan buntu. Meski menyatakan sepakat atas upaya perdamaian yang dilakukan Indonesia, kedua negara tersebut masih setengah hati dalam menindaklanjuti penyelesaian konflik tersebut.

Baik Kamboja maupun Thailand bersikukuh mempertahankan prinsip masing-masing. Pemerintah Kamboja menuntut Thailand segera menyerahkan nota formal terkait kesepakatan adanya Tim Peninjau Indonesia. Sementara pemerintah Thailand belum menunjukkan tanda-tanda akan menyetujui permintaan tersebut.

“Mereka (Thailand) harus menyetujui keberadaan tim peninjau Indonesia lebih dahulu, dengan persetujuan dari tim peninjau militer Thailand,” ujar Menlu Kamboja Hor Namhong dalam Bahasa Inggris, ketika ditemui di sela-sela pelaksanaan KTT ASEAN ke-18 di Gedung Jakarta Convention Center (JCC), kemarin (7/5).

Namhong melanjutkan, setelah pemerintah Thailand menyerahkan nota persetujuan tersebut, pihaknya baru bersedia melakukan pertemuan bilateral terkait masalah perbatasan tersebut dengan Thailand. Pertemuan bilateral tersebut bisa dilakukan di Thailand atau Kamboja.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya berharap, kedua negara berhenti untuk saling mengklaim, negara mana yang lebih dulu menduduki kawasan Candi Preah Vihear yang disengketakan. “Saya sudah mengatakan pada menlu Thailand Kasit Piromya dan Menlu RI Marty Natalegawa, kita seharusnya tidak lagi bermain permainan ayam dan telur,” tegasnya.

Sementara itu, pemerintah Thailand secara implisit,juga masih belum bersedia memberikan persetujuan penuh atas keberadaan tim peninjau Indonesia tersebut. Bahkan PM Thailand Abhisit Vejjajiva mengaku kecewa dengan pernyataan PM Kamboja Hun Sen yang terkesan menyudutkan pihaknya.

Dia menegaskan, Thailand tidak berniat berkonflik dengan Kamboja. Abhisit justru menuding Kamboja telah berupaya membawa konflik perbatasan tersebut ke kancah internasional.”Saya kecewa dengan pernyataan PM Kamboja Hun Sen terkait niat Thailand terhadap konflik perbatasan. Thailand sama sekali tidak memiliki niat untuk berkonflik dengan Kamboja.

Tapi kami memperhatikan bahwa ada upaya nyata dari Kamboja untuk membawa konflik ini ke kancah internasional,”tegasnya dalam pernyataan resminya di sela-sela KTT ASEAN ke-18, di JCC, kemarin (7/5).(ken/jpnn)

Dia pun membantah, jika proses bilateral kedua negara, tidak berjalan baik. Abhisit menegaskan, Komisi Perbatasan Bilateral antara Thailand-Kamboja Thai-Cambodian Joint Commision on Demarcation for Land Boundary (JBC) masih tetap melakukan sejumlah pertemuan dan pembahasan. Orang nomor satu di negeri Gajah Putih tersebut pun menyatakan, pemerintah Thailand sangat terbuka untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Kamboja. “Saya harap para kolega saya di ASEAN menyadari bahwa kami membuka pintu untuk pertemuan bilateral dengan Kamboja. Undangan pertemuan juga telah dikirim ke pihak Kamboja, kami menunggu mereka menerimanya,”tegasnya.

Selain itu, Abhisit juga menyambut baik upaya ASEAN untuk menyelesaikan konflik perbatasan tersebut. Pemerintah Thailand pun menyambut baik tawaran Indonesia, untuk mempertemukan pihaknya dengan pemerintah Kamboja.”Saya sangat terbuka dengan tawaran Indonesia sebagai tuan rumah KTT ASEAN ke-18 untuk memfasilitasi pertemuan Kamboja dan Thailand. Saya siap mendiskusikan masalah perbatasan ini dengan PM Hun Sen,”kata dia.
Terkait persetujuan keberadaan tim peninjau Indonesia, Abhisit menyatakan pihaknya menyepakati keberadaan tim tersebut. Namun, pemerintah Thailand belum sepenuhnya memberikan persetujuan, jika pihak Kamboja belum juga menarik pasukkannya dari kawasan sengketa tersebut. “Kami sudah menyetujui adanya tim peninjau Indonesia, tapi kami juga memiliki beberapa persyaratan. Jika tim dikirim, harus ada niat baik yang ditunjukkan Kamboja dengan menarik pasukannya dan warga negaranya dari area tersebut, sesuai yang tertera dalam nota kesepahaman tahun 2000 lalu. Di situ disebutkan, tidak diperbolehkan adanya pergerakan militer di kawasan tersebut,”tegasnya.

Seperti diketahui, Indonesia telah berupaya mendamaikan kedua negara. Salah satunya pembahasan Term of Reference (ToR) terkait dengan rencana pengiriman tim peninjau dari Indonesia” dengan adanya tim peninjau di perbatasan masing-masing negara.Baik Thailand maupun Kamboja telah menyepakati rencana tersebut. Kamboja telah merespon dengan mengirimkan nota formal, sementara Thailand masih menunda pemberian nota tersebut dengan persyaratan Kamboja harus menarik pasukkany dari area sengketa.Seperti diberitakan sebelumnya, edua negara tetangga ini terlibat baku tembak di wilayah perbatasan sejak 22 April lalu. Hingga sebelum KTT ASEAN ke-18 berlangsung,dikabarkan 18 orang dari kedua belah pihak tewas.(ken/jpnn)

Banjir Bandang, 9 Tewas

GARUT- Banjir bandang yang terjadi di 3 Kecamatan di Garut Selatan (Garsel), membuat ratusan rumah terendam air luapan dari 3 sungai di masing-masing kecamatan. Tak hanya itu, banjir ini juga menyebabkan 9 orang meninggal dunia.
Kapolres Garut, AKBP Yayat Ruhiat Hidayat mengatakan, berdasarkan laporan sementara, tercatat 9 orang korban meninggal dunia. Masing-masing di Kecamatan Cikelet 8 orang serta seorang warga Kecamatan Pameungpeuk yang dikabarkan hilang.

“Kami masih melakukan upaya pencarian korban hilang, sementara 5 korban tewas di Kecamatan Cikelet, akibat tertimbun tanah longsor akibat hujan turun dengan curah tinggi,” ungkap Yayat.

Hingga saat ini, data korban rumah yang rusak baru tercatat dari Kecamatan Cikelet. 5 buah rumah dikabarkan hanyut terbawa arus sungai, 10 buah rumah rusak berat dan 20 rumah lainnya rusak ringan.”Itu masih sementara, kami masih terus melakukan pendataan,” tambah Yayat.

Sementara itu dari Kecamatan Pameungpeuk diperoleh informasi 1 orang korban hilang masih dilakukan pencarian, sementara 2 buah rumah mengalami kerusakan cukup parah. “Data lainnya masih kita susun, namun sebanyak 4 buah jembatan yang menghubungkan perkampungan satu sama lainnya hancur,” kata Kapolsek Pameungpeuk, Kompol Khaswen.(net/jpnn)

Bukan Hanya Milik Kaum Adam

Kebiasaan minum kopi memang agak sulit dihindari. Rasanya bangun tidur ketemu tidur lagi, tidak lengkap kalau melewati hari tanpa segelas kopi. Biasanya kopi lebih digemari oleh kaum adam, namun saat ini banyak juga wanita yang menggemari kopi.

Lihat saja di beberapa kafe di plaza di Kota Medan yang menawarkan kopi impor maupun kopi lokal. Para penikmat kopinya tak hanya dari kaum Adam saja, tapi kaum Hawa, meskipun kaum hawa yang menikmati kopi banyak dari kalangan bisnis atau eksekutif. Tapi ada juga beberapa remaja wanita yang suka juga menyerumput kopi.
Memang, bersantai sambil menyerumput kopi mampu menghilangkan penat setelah bekerja. Dengan kegiatan minum kopi dapat meningkatkan kembali energi tubuh dan konsentrasi. Cita rasa yang dimiliki oleh kopi juga menjadi sebuah daya tarik bagi para peminat kopinya. Ini jugalah yang membuat banyak muncul varian kopi yang akhirnya diminati semua lapisan masyarakat.

Makanya tak heran kalau saat ini banyak bermunculan Coffe Shop yang menawarkan berbagai macam rasa kopi yang diminati oleh masyarakat. Mulai dari Cappucino, Coffe Latte, kopi Tubruk maupun  Kopi Luwak asli Indonesia yang sangat mahal dan fenomenal.

Salah satu wanita penikmat kopi, Ara, salah satu pegawai di perusahaan BUMN ini mengaku kalau minum kopi dapat meningkatkan semangat dan mampu memunculkan ide kreatif. Bahkan tidak jarang Ara dan temannya bersantai di di kafe sambil menikmati minum kopi. “Minum kopi banyak manfaatnya, selain dapat mengurangi resiko beberapa penyakit berbahaya, juga bisa bikin kita semangat. Soal harga sesuai kok dengan kenikmatan yang tak terbilang,” ujar pecandu kopi ini.

Salah satu ibu rumah tangga, Sondang juga mengaku sering menikmati kopi meski bukan pecandu kopi. “Aku bukan pecandu minum kopi. Tapi aku selalu hunting tempat yang menyediakan menu minuman kopi. Hanya sekadar ingin tahu rasa kopi yang banyak macamnya,” kata wanita yang tinggal di Setia Budi Medan ini.

Tentunya dalam proses pembuatan kopi dibutuhkan seni tinggi dan kreasi, mulai dari pemanggangan, penggilingan, seni perebusan dan dekafeinasi sehingga cita rasa kopi tetap terjaga. Hal inilah yang membuat harga secangkir kopi cukup mahal karena mengandung seni tingkat tinggi yang tidak semua individu dapat melakukannya.
Untuk secangkirnya harus menguras uang hingga puluhan ribu. Tetapi bagi pecinta atau pecandu kopi hal ini tidak menjadi masalah karena sesuai dengan kepuasan yang diberikannya. Terkadang tak penting mahalnya tapi kepuasannya.

Bahkan akhir-akhir ini, minum kopi bagi kaum wanita menjadi trend dan gaya hidup para kalangan wanita eksekutif muda kita. Biasanya, mereka berkumpul di hari weekend bersama teman sambil ngobrol. Ini juga bisa dibuktikan kalau kita melongok di kafe-kafe yang ada di Plaza.

Tak hanya sebagai gaya hidup, berkumpul di Coffe Shop bagi kalangan eksekutif muda maupun remaja wanita dapat meningkatkan citra diri merekakarena harga kopi yang ditawarkan bukan harga murah.

Nah, kopi awalnya berasal dari Ethiopia, tetapi diperkenalkan oleh bangsa Arab (1000 SM). Bangsa Arab menggangap jenis minuman ini sebagai makanan energi karena minuman ini tidak membuat cepat kantuk. Kata kopi sendiri, berasal dari Bahasa Arab (Qahwah), sedangkan di Turki menjadi Kahveh, dan masuk ke Belanda menjadi Koffe, dan inilah yang menjadi populer dikalanagn dunia.

Energi yang dihasilkan oleh kopi, karena minuman ini mengandung kafein yang dapat meningkatkan kerja, karena kafein dapat menggerakkan psikomotor sehingga tubuh dpat bergerak sesuai dengan perintah. Kafein juga dapat mengahncurkan glukosa (cadangan gula dalam tubuh), alasan inilah yang membuat para atlet menyukai minuman ini sebelum memulai olah raga.

Dahulunya di Brazil, minuman ini dikenal sebagai minuman untuk kalanagan elite. Karena itu, pemerintah Brazil memutuskan untuk membudidayakan kopi secara besar-besarn agar dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masayrakat.

Ketenaran kopi juga mengalahkan ketenaran minuman bir pada bangsa Jerman. Karena pada dasarnya bangsa Jerman dikenal sebagai peminum bir, bahkan bir merupakan minuman wajib untuk semua masyarakat Jerman. Hingga saat ini, Kopi memiliki 2 jenis biji kopi, yaitu Arabica (jenis terbaik) dan Robusta (jenis nomor 2). (mag-9)

1.000 Rumah Terbakar

PALEMBANG- Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Sungai Lumpur, Ogan Komering Ilir (OKI), Palembang. Belum diketahui adanya korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 siang, Sabtu (7/5). Menurut warga, api berawal dari suara ledakan yang keras di sebuah rumah warga dan dengan cepat merambat ke rumah-rumah semi permanen di sekitarnya yang terbuat dari kayu.

“Ya, kebakaran itu sekitar 1.000 rumah. Kerugian miliaran rupiah. Letak desanya di muara Sungai Lumpur. Penduduk desa di sana lebih banyak ke Bangka, sebab jarak Selat Bangka lebih gampang ditempuh dibandingkan ke Palembang,” kata Ahmad Kusmiran, warga OKI, Sumsel, kepada detikcom.

Sungai Lumpur terletak di tepi laut. Desa ini adalah yang terjauh dari darat di Kecamatan Tulung Selapan. Selain menghasilkan terasi, di daerah juga banyak terdapat petani sarang walet.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Ogan Komering Ilir (OKI) mengirimkan berbagai logistik bagi warga Sungai Lumpur yang menjadi korban kebakaran. Logistik bantuan terdiri dari bahan makanan, tenda, dan obat-obatan. “Kita telah mengirim tenaga medis, makanan, minuman, dan tenda,” kata Bupati OKI, Ishak Mekki. Menurut Ishak rumah yang terbakar itu berada di tepian pantai. Jumlahnya yang untuk sementa diperkirakan berjumlah 500 buah, adalah rumah-rumah model panggung yang terbuat dari kayu.

(e“Rumah-rumah itu letaknya berjajar. Berdempetan, sehingga api begitu cepat menjalar,” kata Ishak. Dijelaskan Ishak, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, sementara nilai kerugian saat ini tengah didata.
“Saat ini kita selamatkan warga, agar dapat makan dan menginap. Nanti, mungkin kita akan bantu pembuatan rumah baru, tapi mungkin letaknya tidak seperti sebelumnya yang berdempetan,” kata Ishak. Jarak Desa Sungai Lumur ke Palembang sekitar 15 jam perjalanan, melalui jalan darat dan sungai. Jarak waktu yang lama itu dikarenakan kondisi jalan darat yang jelek.(net/jpnn)

Foto Briptu Norman

Roy Suryo: Itu Asli

JAKARTA- Pakar Telematika yang juga anggota Komisi Pertahanan DPR Roy Suryo memastikan bahwa foto heboh mirip Anggota Brimob Polda Gorontalo, Briptu Norman Kamaru merupakan foto asli dan bukan rekayasa.

“Sebenarnya hal ini tidak perlu didokumentasikan dan saya harus katakan memang foto itu betul dia,” kata Roy usai diskusi Polemik Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5).

Politisi Demokrat ini mengaku tidak mengetahui kapan foto tersebut diambil, namun dia memperkirakan foto diambil tidak lebih dari 3 tahun lalu. Dia juga mengatakan ada dua foto Norman sedang bersama dengan perempuan yang sempat ditelitinya.

“Yang saya lihat itu sudah hilang datanya tapi saya kira tidak lebih dari 3 tahun lalu. Jadi bisa setahun atau sebulan yang lalu,” paparnya. Dia menambahkan untuk meneliti keaslian dan kapan sebuah foto diambil tidak harus dengan melihat data foto tapi juga bisa dilihat dari wajah objek foto. Ada dua foto yang sempat dilihat oleh Roy. “Satu yang mukanya keliatan benar dengan seorang perempuan dan satu lagi sedang berciuman tapi bukan dengan pacarnya, yang ngambil ceweknya dengan tangan kanan,” tegasnya. Sebagai Wakil Rakyat, Roy mengaku sangat menyesalkan kelakuan Briptu Norman, terlebih dia merupakan anggota Polisi. Bagi Roy, Norman sudah bisa dikatakan tokoh institusi Bhayangkara.(net/jpnn)

Penerus Osama Lolos dari Maut

SANAA- Tak puas hanya membunuh Osama bin Laden, Amerika Serikat juga terus memburu sosok yang diduga bakal menjadi suksesor pemimpin Al Qaeda itu, Anwar Al-Awlaki. Kamis lalu (5/5), Negeri Paman Sam tersebut merudal sebuah mobil di Provinsi Shabwa, Yaman, yang diduga dinaiki tokoh Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) .

Sebagaimana dilansir Daily Mail kemarin (7/5), dua orang dalam mobil itu pun tewas. Tapi, ternyata AS salah sasaran, tak seorang pun di antara dua korban itu adalah Awlaki. Kementerian Pertahanan Yaman kemarin mengidentifikasi mereka sebagai kakak-adik, Musa’id dan Abdullah Mubarak Al-Daghari.

Pentagon alias Kementerian Pertahanan AS menolak mengomentari insiden tersebut. Namun, sebuah sumber di Washington kepada CBS News menegaskan bahwa AS tetap yakin salah seorang korban itu adalah Awlaki. “Kami sangat berharap itu dia (Awlaki),” katanya sebagaimana dikutip BBC.

Musa’id dan Abdullah disebut Kementerian Pertahanan Yaman sebagai petinggi kelas menengah bagian operasi di struktur AQAP. AQAP merupakan cabang  Al Qaeda yang berbasis di Yaman dan saat ini diperkirakan beranggota aktif 300 orang. Mereka bersembunyi di wilayah pegunungan di bagian selatan negeri tandus tersebut.
Serangan di Shabwa itu merupakan yang pertama dilakukan AS terhadap Awlaki sejak Mei 2010 di wilayah Yaman. Ketika itu rudal AS juga salah sasaran, malah membunuh salah seorang lingkar dalam Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh yang selama beberapa bulan ini terus digoyang demonstrasi prodemokrasi.

Menurut Wall Street Journal, tim yang diterjunkan AS, tampaknya, tak sadar Awlaki telah bertukar mobil dengan dua bersaudara tersebut. Sebelumnya, pada hari yang sama, pria kelahiran AS yang diyakini mengotaki berbagai serangan atau percobaan terorisme itu lebih dulu lolos dari terjangan tiga roket AS. Dari situlah kemudian dia bertukar kendaraan dengan Musa”id dan Abdullah.(c5/ttg/jpnn)

Mengenang 45 Tahun Pelayanan

Napak Tilas Senior GMKI-Moderamen GBKP di Tanah Karo

Belasan tahun setelah Indonesia merdeka, penyebaran berita keselamatan secara luas di Tanah Karo diwarnai berbagai tantangan. Kala itu aliran pemena dan perbegu masih mewarnai kehidupan masyarakat Karo. Tapi itu tidak menyurutkan langkah para penginjil untuk terus mengabarkan injil keselamatan. Adalah dr Abdallah Lengkong dan Ngentem Sinulingga sekitar tahun 1966- 1972 mengabarkan injil keselamatan bersama teman-temannya dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia ke 37 desa yang berada di wilayah Tanah Karo, Dairi, Langkat dan Deli Serdang di Sumatera Utara.

Menurut kesaksian Pdt Pestanta Surbakti (60), dr Lengkong bersama teman-temannya merupakan penginjil mahasiswa yang berani dalam menegakkan kebenaran. Kala itu dr Lengkong dan teman-temannya berani membakar jimat masyarakat yang masih menganut okultisme. Puji Tuhan, sejak itu semakin banyak masyarakat Karo menjadi pengikut Kristus. Pengabaran injil tersebut bekerjasama dengan pelayanan Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) di Kabanjahe, papar Pendeta GBKP yang juga merupakan Senior GMKI ini.

Keinginan dr Lengkong bersama Senior GMKI lainnya untuk bertemu kembali dengan keluarga yang pernah menjadi sasaran penginjilan di Karo yang diwujudkan dalam rangka Napak Tilas pada hari Jumat-Sabtu, 20-21 Mei mendatang.

“Kami mohon dukungan semua pihak dalam kegiatan untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus,” jelas Pdt Pestanta Surbakti di kantor Moderamen GBKP Jalan Pala Bangun, Kabanjahe, Karo, pekan lalu.

Kala itu, Pdt Pestanta didampingi Ketua Panitia Napak Tilas Senior GMKI Kerjasama Moderamen GBKP Pdt Kongsi Kaban MTh dan Sekretaris Jupianus Sitepu. Dalam napak tilas ini nantinya akan diikuti pengurus dan anggota GMKI Cabang Medan dan GMKI Karo Cabang Kabanjahe beserta puluhan Senior GMKI yang datang dari Jakarta, Sulawesi, Medan dan Kabanjahe. Acara ini diwarnai pula dengan pengobatan gratis dan kebaktian yang dipusatkan di Desa Seberaya dan Desa Guru Kinayan pada hari Jumat (20/5).

Setelah itu Sarasehan yang bertema “Pengabaran Injil” bagi orang Karo, dulu, kini dan mendatang di Zentrum, PPWG, Kabanjahe, Sabtu (21/5). Turut sebagai pembicara dr Lengkong dari GMKI, Pdt Kongsi Kaban, MTh dari GBKP dan Pdt DR Paul Munthe dari GKPS. (rahel sukatendel)

Mengasihi Melalui Perbuatan

1 Yohanes 3:18
“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”

Apa sih yang Allah lihat dalam dunia ini sehingga Ia mempertaruhkan Putra-Nya yang sangat dikasihi-Nya itu? Coba kita renungkan, kira-kira apa yang pantas dari kita yang sedemikian berharganya sehingga Bapa sampai mengorbankan Anak-Nya itu? Apakah karena kita cukup baik? Saya kira tidak. Sesungguhnya tidak ada yang pantas kita banggakan dalam hidup ini sehingga berkata, wajar Yesus dikorbankan untuk manusia. Sungguh sangat tidak sebanding harganya.

Lalu apa alasannya? “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” KASIH.

Pada umumnya, manusia mau berkorban bagi sesuatu adalah jika sesuatu itu menguntungkan baginya. Tetapi Kasih, tidak mempesoalkan itu. Tindakan kasih, tidak mempersoalkan apakah si pemberi kasih akan diuntungkan atau dirugikan. Itulah yang Tuhan kita lakukan.

Setelah kita menerima kasih itu, maka apa yang harus kita lakukan? Kristus menghendaki dan mengharapkan anak-anak-Nya itu pun berlaku sama. Yesus berpesan: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Yohanes 13:34-35 Karakteristik Kristus adalah Kasih, dan dunia akan mengenal Kristus melalui kita. Mahatma Ghandi, begitu kagum kepada Kristus karena kasih-Nya, tetapi kecewa kepada pengikut-Nya pada waktu itu karena tidak melihat kesamaan karakteristik itu. Bagaimana sekarang, apakah dunia dapat melihat kasih itu mewarnai hidup kristiani kita? Inilah yang Tuhan harapkan.

Sebenarnya kasih sayang harus dinyatakan setiap saat bukan hanya pada satu saat tertentu saja. Sebagai orang Kristen, kita harus menjalani hidup ini dengan kasih, mengasihi Tuhan dengan segenap hati, kekuatan, akal budi dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Itu artinya senantiasa, selamanya kita perlu kasih sayang dan kesempatan bagi kita untuk menyatakan kasih sayang.

Hari Valentine belakangan hari diperingati sebagai hari Kasih Sayang. Momentum ini dimanfaatkan oleh banyak orang untuk menyatakan cinta atau kasih sayang kepada orang yang dikasihinya. Itu baik, setidak-tidaknya kita diingatkan kembali apakah kita sudah melakukan apa yang difirmankan Tuhan yaitu mengasihi sesama. Bukankah kita harus menunjukkan kasih kita kepada semua orang? Itulah ajaran Kristus yang telah memberi teladan bagi kita. Tetapi bukan hanya sekadar mengasihi dengan kata-kata belaka, melainkan harus membuktikan kasih itu sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

Jauh sebelum peristiwa Valentine, sebuah tindakan kasih telah dinyatakan di bumi ini. Kasih yang begitu besar telah diberikan kepada manusia, Kasih yang Tuhan nyatakan dengan memberikan Anak-Nya yang tunggal agar setiap orang yang mau menerima-Nya diselamatkan. Kasih yang bukan hanya dirasakan sesaat saja melainkan kasih yang menyelamatkan dan membawa kehidupan kekal. Kalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. Mengasihi sesama seperti Yesus mengasihi kita. Ada buktinya, bukan sekadar kata-kata.
“Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” (1Yohanes 3:16-18)

Kepekaan terhadap penderitaan orang lain akan mendorong kita untuk berbuat kasih. Yesus Kristus, selama pelayanan-Nya di bumi ini selalu memperhatikan dan peka terhadap kebutuhan orang-orang. Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan ketika Ia menelusuri kota dan desa dalam menyampaikan Kabar Sukacita, Injil Kerajaan Sorga. Kasih-Nya tidak berhenti sampai di situ, bahkan sebagai klimaks dari pelayanan-Nya Ia berikan hidup-Nya sebagai korban persembahan di kayu salib Golgota yang menjadi bukti kasih-Nya akan dunia ini.
Kasih adalah memberi. Kala kita memberi berarti ada sesuatu yang berkurang dari diri kita, bukan bertambah. Hidup yang demikianlah yang akan memperlihatkan kepada dunia ini bahwa Allah ada di dalam kita yaitu jika kita mau memberi sesuatu kepada Tuhan maupun kepada sesama manusia. Selama kita hidup menjadi kesempatan bagi kita berbagi kasih, berbagi hidup seperti yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (*)