Home Blog Page 15337

Tahanan Tewas, Ipda Oscar Diawasi Propam

KARO- Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Wisjnu Amat Sastro tidak akan mentolerir tindakan oknum polisi dibawah pimpinan Kanit Opsnal Ipda Oscar, terkait tewasnya tahanan curanmor Bangun Ginting alias Preman (27) beberapa waktu lalu.

“Serentetan kasus yang menyangkut Ipda Oscar telah ditangani dan diproses. Dia telah menjalani pemeriksaan di Propam Poldasu. Oscar telah disidang  dan dihukum tindakan disiplin keras secara tertulis. Itu akan tercatat meski dia sampai jenderal nantinya. Selama enam bulan, bersangkutan tetap diawasi selama melaksanakan tugas,” ujar Kapoldasu Irjen Pol Drs. Wisjnu Amat Sastro saat melakukan kunjungan kerja ke Tanah Karo, Jumat (27/5). (wan)

Dibentak Dokter, Pasien Kabur dari RS

BINJAI- Sakit perut atau diare selama empat hari, membuat M Husen (60) warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, dilarikan keluarganya ke RSU dr Djoelham Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota, Jumat dini hari (27/5) sekira pukl 01.00 WIB, untuk mendapatakan perawatan.
Harapan Husen mendapatkan perawatan, malah dibentak oleh dokter piket.

Alhasil,  Husen  pun langsung marah dan lari dari IGD RSU dr Djoelham. Ada apa ini?, hari gini kau baru datang, kok malam kali,” bentak Handoko ditirukan Husen kepada wartawan koran ini. etibanya di RSU dr Djoelham Binjai, M Husen langsung di bawa ke rungan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Terbaring lemas di atas ranjang IGD didampingi sejumah keluarganya,  Husen hanya dapat menunggu dokter jaga malam di rumah sakit tersebut.

Tak lama berada di IGD, Husen mendengar seorang dokter diketahui bernama dr Handoko Pamoko akan tiba di ruangannya. Mendengar dokter akan datang, Husen dan keluarga mulai tenang, sebab dapat segara menjalani pemeriksaan.

Namun, harapan mendapatkan perawatan, malah dibentak oleh dokter piket.  Husen l pun angsung marah dan lari dari IGD RSU dr Djoelham menuju RS Artha Medica Binjai berjarak 2 Km dari rumah sakit pemerintah tersebut.

Wakil Direktur (Wadir) I RSU dr Djoelham Binjai Drg Efendi, saat dikonfirmasi terkait persoalan ini mengatakan, dia sudah memanggil dr Handoko untuk diminta penjelasan atas kejadian malam itu.

“Iya, saya sudah tahu masalahnya, dan dr Handoko sudah saya panggil. Bahkan, dr handoko juga siap untuk meminta maaf kepada pasien,”ujar Efendi.

Drg Efendi juga meminta Husen kembali ke RSU dr Djoelham Binjai untuk menjalani perawatan. “Yang jelas dr Handoko sudah berkenan meminta maaf, dan paisen akan kita bawa lagi ke rumah sakit ini,” ujarnya.(dan)

Tak Apalah Operasi, Asal Aku Jangan Mati…

Delapan Bulan Tulang Sangkut di Tenggorokan

Selama delapan bulan, Safaruddin (34), warga Pulau Buaya, Kota Tanjung Balai, harus merasakan sakit di tenggorokannya. Pasalnya, tulang ikan cincaru tersangkut di tenggorokannya saat ia makan malam.

Bagus Syahputra, Medan

Sudah berbagai cara dilakukan Safaruddin untuk mengeluarkan tulang ikan cincaru tersebut. Hingga akhirnya, dia harus dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Pirngadi Medan, Jumat (27/5).

Saat ditemui di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Dr Pirngadi Medan, Safaruddin mengatakan, kejadian berawal sekitar 8 bulan yang lalu.

Saat itu dia memakan ikan cincaru sebagai lauk makan malam di rumahnya. Namun, sangkin lahapnya dia menyantap makan malam, tak disangka tulang ikan cincaru tersebut nyangkut di tenggorokannya.

Segala macam cara telah dicoba agar tulang ikan tersebut dapat dikeluarkan. Namun tulang ikan tersebut tak kunjung dapat dikeluarkan. Bahkan, dia sudah berobat jalan di sebuah rumah sakit di Tanjung Balai, namun usahanya untuk mengeluarkan tulang ikan yang menyangkut di kerongkongannya tak kunjung berhasil.

Karena tulang ikan tersebut belum juga bisa dikeluarkan, tenggorokannya pun mulai terasa sakit hingga dia susah menelan makanan. Bukan itu saja, akibat ketulangan yang dialaminya tersebut, Safaruddin merasakan pusing akibat sakit yang tidak tertahankan.

“Sudah saya coba mengambil tulang ikan yang nyangkut ditenggorokan itu dengan menggunakan alat seadanya, tapi tetap tak bisa. Lalu, saya pikir tulangnya nanti akan tertelan sendiri, jadi saya biarkan saja. Ternyata, tenggorokan saja makin sakit, sampai saya susah menelan makanan dan kepala saya pusing,” jelasnya.

Lantas, Safaruddin pun mencoba berobat secara tradisional dengan cara mendatangi dukun kampung. Lalu, dukun tersebut memberinya kapur sirih untuk diminum. Tapi tidak ada pengaruh atas ramuan sang dukun tersebut. Dia tetap merasakan sakit. Kemudian, Safaruddin pergi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik. Namun saat diperiksa, dia lupa menyampaikan kalau sakit di tenggorokannya akibat tulang ikan yang tersangkut.

“Saya berobat ke dukun, tapi tidak ada kurangnya. Sakit kali tenggorokan ku. Setelah itu, saya ke RSUP H Adam Malik. Entah kenapa, saya lupa bilang kalau saya tertelan tulang ikan. Jadi dokter di sana bilang, saya sakit amandel. Saya tidak yakin sakit amandel, karena minum obat pun nggak sembuh juga. Ku periksakanlah lagi ke RSU Tanjungbalai, di sana disuruh pulak saya ke Pirngadi,” ungkapnya.

Saat di RSU Pirngadi Medan, Safaruddin langsung masuk ruang IGD untuk mendapatkan perawatan medis. Safaruddin berharap, tulang ikan cincaru tersebut dapat dikeluarkan meskipun dirinya harus menjalani operasi. “
Aih mak jang, sakit kali kurasa tenggorokan ku. Tak apalah operasi, asalkan aku jangan mati,” ujarnya dengan logat Tanjungbalai yang kental. (*)

Rahudman: Cocok Kau Rasa?

Tiga Hari Lagi Pelantikkan SKPD

Denyut jantung para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, dipastikan akan semakin berdegup kencang. Sebab, pekan depan, Wali Kota Medan Rahudman Harahap sudah memastikan akan mencopot beberapa SKPD dan akan melaksanakan pelantikan.

Menariknya, Rahudman seakan tak mau lagi menunda rencana itu untuk lebih lama lagi. “Akan kita lakukan secepatnya. Menurutmu, bagusnya hari apa pelantikkannya? “ kata Rahudman kepada wartawan Sumut Pos, sembari berjalan menaiki anak tangga ke Lantai II Balai Kota Medan, Jumat (27/5).

Selang beberapa saat, Rahudman memastikan bahwa pelantikkan akan dilakukan tiga hari lagi, tepatnya pada Selasa (31/5) pekan depan. “Kalau Selasa, Minggu (pekan,Red) depan cocok kau rasa? Ya sudah, Selasa pekan depan kita buat,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Rahudman kembali menegaskan, pergantian atau pencopotan kepala SKPD di Pemko Medan itu didasari penilaian kinerja dari SKPD tersebut. Tidak ada tendensi apa pun, atau berdasarkan hal lainnya.
“Itu semua karena penilaian kinerja, dan dilakukan secara objektif. Ini untuk pencapaian visi dan misi ke depan,” tegasnya.

Sebelumnya, Rahudman juga menegaskan kalau pencopotan dan penggantian SKPD tersebut murni pada kinerja. Jadi, sama sekali tidak ada unsur pribadi. “Nggak ada. Jangan kau politik-politikan. Sekali lagi, tidak menunjukkan kinerja yang baik,” tegasnya, Rabu (25/5) lalu.

Isu soal masalah pribadi ini sempat mengemukan setelah SKPD yang tertangkap basah atau dilaporkan telah menggunjingkan kehidupan pribadi dan keluarga wali kota. “Makanya, kalau menggunjingkan wali kota jangan di depan orang-orangnya, kalau sampai terdengar atau dilaporkan, pasti kayak Bu Dewi (Purnama Dewi, Red),” ujar seorang pejabat Pemko.

Sumber itu mengatakan, Purnama Dewi menggunjingkan persoalan rumah tangga wali kota kepada orang dekat istri Rahudman. Pejabat lainnya mengatakan, pencopotan Sulaiman sebagai Asisten Umum juga karena persoalan yang sama.

Pengamat politik asal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Rafdinal SSos menyesalkan sikap para SKPD tersebut. Menurutnya, seharusnya para SKPD itu tidak perlu menggunjingkan persoalan orang lain terutama lagi atasannya. “Meskipun itu sudah menjadi konsumsi publik, tapi secara etika memang tidak baik. Kalau memang berani, ya laporkan ke penegak hukum agar penegak hukum yang memproses itu” terangnya.

Terlepas dari itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan Parluhutan Hasibuan yang dikonfirmasi mengenai pergantian SKPD usai pengambilan sumpah dan janji PNS Pemko Medan, dengan mimik wajah seolah serba salah, tidak bersedia menjelaskan secara rinci. “Ya atau tidak kita lihat nanti. Itu wewenang pimpinan,” katanya.
Saat Sumut Pos menyebutkan pencopotan dan pelantikkan SKPD akan dilakukan pekan depan, Parluhutan tidak berani memastikan. “Kita lihat nanti,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, informasi yang berkembang akhir-akhir ini, ada lima kepala SKPD yang akan dicopot, yakni Plt Humas  Khairul Buhori, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Eka Rezeki YD serta Kepala Dinas Perhubungan Medan Syarif Armansyah Lubis alias Bob. Kemudian muncul lagi dua nama lain yakni, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Qamarul Fattah serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Hanas Hasibuan, juga masuk nominasi akan dicopot. (ari)

130 PNS Pemko Diambil Janji dan Sumpah

Setidaknya 130 PNS di lingkungan Pemko Medan diambil sumpahnya oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemko Medan Arief S Trinugraha. Acara yang digelar Jumat (27/5) di Ruang Rapat III Lantai IV Balai Kota Medan tersebut untuk PNS angkatan 2009 lalu.

Pada kesempatan itu, Arief yang juga Assisten Ekonomi Pembangunan Pemko Medan mewakili Wali Kota Medan menyampaikan, pengambilan janji dan sumpah seharusnya bukanlah menjadi acara seremoni saja. Tapi secara hakiki, para PNS harus mampu dan benar-benar memahami dan menjalankan tanggung jawab sesuai tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi).

“PNS itu adalah abdi negara dan abdi masyarakat. Dengan diambilnya sumpah PNS ini, harusnya menjadi motivasi bagi PNS untuk memberikan peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat,” kata pria berkacamata ini.
Bagaimana dengan para CPNS yang baru lulus? Terkait hal itu, BKD Kota Medan Parluhutan Hasibuan yang dikonfirmasi di tempat yang sama menjelaskan, formasi tersebut akan dilantik manakala statusnya sudah PNS penuh. “Formasi yang 324 tahun 2010, nanti juga akan dilantik. Tapi nanti, kalau sudah PNS penuh,” terangnya.

Dijelaskannya lagi, PNS Tahun 2009 dan 2010 atau tahun-tahun sebelumnya telah secara keseluruhan diambil sumpah dan janjinya. Jadi, tidak ada lagi yang tertinggal dan belum diambil sumpah serta janji PNS. “Semuanya sudah, tinggal yang formasi 2011 saja,” katanya. (ari)

Idris Pasaribu Indah Bersastra

Wesel berisi honor penulisan cerita pendek (cerpen) di salah satu media yang diumumkan di lapangan sekolah menjadi kenangan terindah bagi Idris Pasaribu SH (58). Kepuasan yang hanya ditemuinya di dunia sastra itu pun tak mau ia lepaskan.

“Waktu kelas satu SMA cerpen saya “Daun Cemara Pada Gugur” terbit di majalah Mutiara (terbitan Jakarta, Red), pada 1962 lalu dan saya dapat honor yang saat itu masih menggunakan wesel. Karena saya pakai alamat sekolah, wesel tadi pun diumumkan di sekolah. Jumlahnya waktu itu honor empat bulan uang sekolah langsung saya beli celana ‘saddle king’, baju ‘rider’, dan sepatu MBC yang kala itu terbilang keren,” kenang Idris yang ditemui Sumut Pos, Selasa (24/5) lalu.

Begitulah sejak mengenal sastra di usia 16 tahun, dirinya seolah tak lepas dari kegiatan tulis-menulis. Di bawah asuhan guru-guru yang menginspirasi, di antaranya Simatupang dan Simon Simanulang satu per satu karya pun dilahirkan. Dari mengisi majalah dinding di sekolahnya hingga mengisi beberapa rubrik di media massa. “Mereka selalu bilang sastra dan bahasa adalah disiplin ilmu yang harus dipelajari. Mereka juga selalu menekankan bahwa bukan penyair yang menulis syair melainkan syair lah yang menjadikan seorang penyair. Jadi tulis saja karya sastra sebaik-baiknya,” tambahnya.

Melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) tak mengurangi ketertarikan dengan menulis. Dengan cara-cara yang kreatif dan nakal referensi dikumpulkan untuk kemudian melahirkan cerpen-cerpen bernuansa lokal yang kental. Bagi Idris, dengan keberagaman yang ada Sumut menyimpan kekayaan akan sebuah kekuatan karya sastra.

Penggalian kearifan lokal tadi pun akan memenuhi panggilan sebagai seorang sastrawan yaitu sebagai saksi zaman. Yaitu, fatwa pujangga yang tidak bicara benar dan salah, hanya untuk direnungkan. Semua kenikmatan tadi membulatkan bapak dari tiga anak ini menolak profesi yang lebih menjanjikan di bidang lain.

Terlebih keterlibatan di organisasi beraliran nasionalis memancing rasa ingin tahu yang lebih besar. Kritik pun disalurkan dengan cara yang etis pada novel perdananya “Acek Botak” yang diterbitkan di Jakarta 2009 lalu. Bagaimana Idris menggambarkan keberadaan warga Tionghoa di Indonesia dari riset empat tahun yang dilakukan.
Begitu juga novel kedua “Bincalang” yang rencananya diterbitkan pada Juni 2011 ini. Mengangkat aktivitas masyarakat Bincalang yang dilakukan di atas perahu. Berikut istilah-istilah keseharian pada masyarakat yang kian hilang digerus modernisasi. “Jakarta adalah perusak bahasa Indonesia, ayo kita lawan dengan mengangkat kembali istilah-istilah yang ada di tengah-tengah masyarakat kita karena setiap daerah memiliki kearifan lokal sendiri-sendiri,” tegasnya.

Menatap tema-tema sastra yang muncul belakangan, pentolan Komunitas Sastra Indonesia cabang Medan ini mengaku prihatin. Meskipun dirinya melihat hal itu dampak dari mati surinya organisasi dan komunitas sastra yang ada dalam pembinaan anggotanya. Diskusi-diskusi sastra juga kian jarang dilakukan. Belum lagi kebutuhan hidup yang cenderung dijadikan pembenaran untuk tidak melahirkan karya yang berkualitas.

Dalam perjalanannya sebagai penulis, kakek dari tiga cucu ini pun mengalami banyak liku. Dari pembredelan Patriot Jaya yang mengancam kehidupannya, berjalan kaki dari Taman Budaya sampai Istana Maimun untuk mendapatkan angkutan ke Deli Tua karena kemalaman, sampai menjual petak tanah untuk menerbitkan novel perdananya.
“Jadi sebenarnya sekarang lebih mudah. Untuk referensi bisa dilihat di Titi Gantung, mau ke mana juga banyak angkutan dan dekat. Asal ada minat, tantangan itu akan indah,” pungkas sastrawan yang juga  redaktur budaya di Harian Analisa itu. (jul)

Belajar dari Kesalahan

Barcelona vs Man United

LONDON-Pengalaman adalah guru yang terbaik.  Skuad Manchester United rupanya sangat mencermati kalimat bijak tersebut.  Buktinya, jelang final Liga Champions di Wembley besok,  Sir Alex Ferguson dan pasukannya menyempatkan diri untuk melihat kembali rekaman video final Liga Champions 2009.  Pada final yang berlangsung di Olimpico, Roma itu, United dipaksa menyerah 0-2.

Raut penyesalan terlihat di wajah Nemanja Vidic dkk selama melihat rekaman final dua tahun silam itu.  Ferguson sendiri, sengaja memutar kembali memori pahit di Olimpico, dengan tujuan agar pemainnya tak mengulangi kesalahan yang sama pada final tahun ini. Selama menyaksikan tayangan di Carrington, Ferguson dan dua asistennya, Mike Phelan serta Rene Meulensteen terus mengingatkan, bahwa saat itu Vidic dkk melupakan filosofi bermain United.

“Pemain hanya tampil sesuai karakter United pada sepuluh menit awal.  Selanjutnya, ganti Barcelona yang mengendalikan permainan,” kata sumber di markas United kepada Daily Mail.

Di skuad United, nyaris tak banyak perubahan pada skuad final tahun ini dengan final dua tahun lalu.
United hanya kehilangan Cristiano Ronaldo dan Carlos Tevez .  Sementara, dua tahun lalu Barcelona masih diperkuat Thierry Henry, Yaya Toure, Sylvinho, dan Samuel Eto’o.

Dengan kondisi yang tak lagi sama,  tactician Manchester United  Sir Alex Ferguson tetap berani mempersiapkan formasi 3-4-3 sebagai alternatif bila pola baku 4-4-2 tidak berjalan.

Dalam sesi latihan sejumlah pemain memainkan peran selayaknya para pemain Barca. Nani menjadi Lionel Messi, Michael Owen menjadi David Villa, dan Paul Scholes menjadi Andres Iniesta.
Jurnalis Telegraph Mark Ogden dalam analisisnya menuliskan bahwa Ferguson tetap menjadikan 4-4-2 sebagai formasi utama.

Dalam skema ini Fabio akan menghuni posisi bek kanan. Sementara di tengah diisi Michael Carrick dan Ryan Giggs yang didampingi oleh Park Ji-sung dan Antonio Valencia di kedua sayap. Duet penyerang dipercayakan kepada Wayne Rooney-Javier Hernandez.

Namun bila pola baku itu tak berjalan, maka Fergie siap menerapkan formasi ofensif yakni 3-4-3 sebagai gantinya. Antonio Valencia didorong ke depan guna menemani Wazza-Chicharito. Dengan begini maka posisi di sayap kanan akan diisi oleh Fabio.
Park Ji-sung akan menjadi “korban” karena Fergie diprediksi memasang Patrice Evra yang lebih bertenaga untuk menggebrak dari sayap kiri.

Sementara itu perubahan di posisi tiga bek adalah masuknya Chris Smalling yang akan bermitra dengan Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand.
Pertanyaannya, akankah strategi yang diterapkan Sir Alex Ferguson tadi membuahkan hasil maksimal? Sama-sama kita tunggu dinihari nanti. (dns/bas/jpnn)

UEFA Peringatkan Fans

UEFA mengimbau fans sepakbola untuk tidak nekat ke stadion Wembley jika tidak memiliki tiket resmi menonton langsung final Liga Champions antara Barcelona dan Manchester United akhir minggu ini.
Dalam pernyataan bersama dengan komite penyelenggara lokal, Jumat (27/5), UEFA meminta fans untuk tetap berada di rumah masing-masing bila tak memiliki tiket.

Pasalnya, pihak penyelenggara lokal tidak akan menggelar layar besar di sekitar stadion, untuk laga final Liga Champions musim ini.

Hal ini dilakukan untuk meminimalkan konsentrasi massa yang bisa berujung pada hal yang tidak diinginkan sebelum, selama dan setelah laga final Liga Champions di Wembley.
Namun orang yang tinggal di London bisa tetap amil bagian di gegap gempita final Liga Champions di sejumlah tempat yang ditentukan. (net/jpnn)

Lebih Baik dari The Dream Team

LONDON-Julukan The Dream Team di pentas sepak bola sejagat pertama kali terdengar saat AC Milan berani memborong semua pemain terbaik dunia ke  Stadion San Siro Milan, pada era 80 dan awal 90 an.

Namun ternyata, saat ini ada pendapat lain yang mengatakan bahwa anak asuh Pep Guardiola lebih baik dibanding Rossoneri kala itu. “Tim Barcelona merupakan tim terbaik yang pernah saya lihat,” ungkap Graeme Souness.
Barcelona, lanjut Souness, sudah mengubah seni dalam memberikan tekanan kepada lawan. “Saya tak pernah lagi melihat tim lain melakukan tekanan dengan sikap yang mereka tunjukkan,” jelas Souness.

Nah, di bawah Barcelona, Souness baru menjagokan The Dream Team miliki Rossoneri. “Tim terbaik berikutnya setelah Barcelona adalah Milan di era Franco Baresi, di mana beberapa tahun lalu juga ada Marco Van Basten, Gullit dan Rijkaard di dalamnya,” bilang Souness.

Souness menilai Barcelona yang sekarang ini menunjukkan kerja yang luar biasa dalam mengamankan, mendapatkan dan mengejar ke mana larinya bola.

“Tim ini bisa berada di kotak penalti Anda, kehilangan bola namun segera kembali memberikan tekanan,” terang Souness.

Meski Souness secara terang-terangan memuji penampilan Los Blaugranas, bukan berarti tim ini tak memiliki kelemahan sama sekali. Yang pasti, Pep bukanlah seorang pelatih yang gampang menaruh kepercayaan kepada pemain muda, sehingga jarang melakukan rotasi. Andai menurunkan tim kedua, itu hanya dalam laga-laga yang tak menentukan lagi.

Statistik dari Soccernet menunjukkan bahwa ada delapan pemain yang mencatat total penampilan sebagai starter 40 kali atau lebih di musim ini.

Mereka adalah Dani Alves (47), David Villa (47), Gerard Pique (46), Lionel Messi (46), Andres Iniesta (45), Xavi (45), Victor Valdes (42) dan Sergio Busquets (40).

“Hal yang luar biasa adalah mereka sangat jarang mengganti susunan pemain. Ini jelas fantastis bila kita mempertimbangkan banyaknya pertandingan yang dimainkan saat ini. Tapi itulah yang akan jadi kelemahan mereka. Kekuatan menjadi tak merata,” kata Sir Alex Ferguson, tactician Manchester United. (bbs/jpnn)

Dukung Chicharito, Jagokan Barcelona

JIKA ada pemain yang galau menatap partai final Liga Champions, dinihari nanti, tentu saja Rafael Marquez.
Pasalnya, selaku mantan pemain Barcelona, dirinya berharap agar Los Blaugranas mengalahkan Manchester United.
Tapi di sisi lain, sebagai seorang warga negara Maksiko, Marquez juga berharap agar rising star Manchester United Javier Hernandez tampil impresif untuk mengoyak gawang Barcelona.

Marquez pernah membela Blaugrana selama tujuh musim sebelum dilepas ke New York Red Bulls. Bek tengah berusia 32 tahun itu telah meraih 12 gelar termasuk dua trofi Liga Champions dan empat juara La Liga.
“Sebagai seorang Meksiko, semoga Chicharito bisa mencetak dua gol. Tetapi kemenangan akan menjadi milik Barcelona, klub yang pernah ku bela selama tujuh tahun,” harap Marquez seperti diwartakan Sports.es.
Marquez lantas memberikan nasihatnya buat Chicharito. Juniornya itu diminta untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya di final nanti.

“Ini adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan yang akan membuat anda tumbuh profesional, seperti yang mereka katakan dalam bahasa sepakbola, anda butuh bidang yang lebih,” pungkasnya. (net/jpnn)