25 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 15336

Debora Dapat Honda Beat

Penarikan Undiah Gebyar Pembaca Harian Sumut Pos Berhadiah

Harian Sumut Pos menggelar ‘Penarikan Undian Gebyar Pembaca Berhadiah’ bagi para pembaca setia Sumut Pos di halaman gedung Graha Pena, Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (7/5).

Acara penarikan undian dihadiri oleh Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Zulkifli, Manajer Pemasaran, Adenan Cadonis Nainggolan, Manajer Iklan, Jhon Firma Purba, Even Organizer, Darwin Purba serta pembaca Sumut Pos.
Menurut Even Organizer Sumut Pos, Darwin Purba acara tersebut selain untuk memberikan apresiasi kepada para pembaca setia Sumut Pos acara tersebut juga sebagai komitmen Harian Sumut Pos untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pembaca Sumut Pos.

Dalam acara itu para undangan diberi kesempatan untuk menarik kupon yang telah dikirim oleh pembaca sejak Februari lalu. Hadiah yang diberikan untuk para pembaca mulai dari payung, kaos, jam dinding, dispenser, Blackberry hingga sepeda motor. Acara tersebut masih akan berlanjut untuk priode kedua dan akan diundi Juli mendatang. Bagi pembaca Sumut Pos yang mengirimkan kupon Gebyar Pertama, tetapi belum mendapatkan hadiah akan tetap diikutsertakan pada priode selanjutnya.

Untuk priode pertama jumlah kupon yang masuk mencapai ratusan ribu. Hal ini membuktikan bahwa Sumut Pos tetap menjadi koran pilihan masyarakat untuk resensi berita Medan dan Sumatera Utara. Untuk hadiah utama sepeda motor Honda Beat penarikan kupon dilakukan oleh Puteri. Bocah  warga Jalan Sei Kera Medan itu memberikan keberuntungan kepada  seorang mahasiswa bernama Debora Siringoringo. Warga Jalan HM Jhoni Medan Nomor 70B Medan ini berhasil mendapatkan hadiah satu unit sepeda motor Honda Beat.

Kecerian mendapatkan hadiah juga dirasakan Loisa Simanjuntak, warga Jalan Darussalam Gang Turi II Nomor 2 B Medan. Ia tercatat sebagai pemenang yang pertama kali mengambil hadiah di Sumut Pos. Kebetulan nama Loisa berhasil terpilih mendapatkan satu buah payung.”Saya hadiri langsung melihat pengundian di sini. Ternyata saya dapat hadiah. Senang saya mendapat hadiah. Terima kasih Sumut Pos,” kata Loisa yang juga sempat bernyanyi saat penarikan hadiah, kemarin.

Meski tak dapat hadiah, keceriaan juga dialami Beny Safri, warga Stabat yang datang ke Graha Pena menyaksikan pengundian. ‘’Saya ada firasat dapat hadiah semalam, Jadinya saya sempatkan datang ke Sumut Pos untuk lihat pengundian. Kalau belum sekarang dapat hadiah, kan masih ada periode berikutnya,” kata Beny.

Untuk nama pemenang yang mendapatkan hadian secara lengkap akan diumumkna pada Harian Sumut Pos edisi Senin 9 Mei 2011, sedangkan untuk pengambilan hadiah dapat dilakukan mulai tanggal 9-23 Mei dengan membawa kartu tanda pengenal sesuai dengan yang dicatumkan dikupun undian, baik yang asli maupun fotocopy. Apabila hingga tanggal 23 Mei hadiah tidak diambil maka hadiah akan menjadi milik Sumut Pos. (mag-9/eo)

Pencopotan Syamsul Biar Tenang Jalani Proses Hukum

MEDAN-Pencopotan Syamsul Arifin, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Utara, yang dilakukan DPP Partai Golkar untuk mempermudah proses peradilan yang saat ini sedang dijalani oleh Gubernur Sumatera Utara nonaktif tersebut.

“Keputusan yang diambil DPP (Partai Golkar), untuk menggantikan Syamsul Arifin, sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut, sudah pasti sesuai mekanisme dan ketentuan yang diambil oleh DPP,” kata Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar, Ir Akbar Tanjung pada Sumut Pos Sekretariat Partai Golkar Sumut Jalan Wahid Hasyim Medan, kemarin (7/5).

Dikatakan Akbar, reaksi dan tanggapan dari kader soal pencopotan Syamsul Arifin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut dianggap biasa saja. “Itu bentuk dari dinamikan dan demokrasi yang ada di partai politik. Tapi reaksi atas pencopotan itu baik dari kader pendukung ataupun yang bersangkutan harus tetap mendukung mekanisme yang telah berjalan,” tegas Akbar Tanjung.

Akbar juga mengatakan reaksi pencopotan Syamsul Arifin akan disampaikan kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ir Abu Rizal Bakrie.

“Pencopotan Syamsul Arifin ini dilakukan untuk menjamin berjalananya proses peradilan yang saat ini sedang dihadapinya. Masalah pencopotan itu mekanisme perputaran roda organisasi harus tetap berjalan. Jadi bagaimana roda organisasi berjalan dengan baik sementara pimpinan tidak ada,” tegas Akbar Tanjung.

Menurutnya, pencopotan Syamsul Arifin itu hanya sebagai ketua bukan sebagai kader Partai Golkar. Ketika disinggung dengan dicopotnya Syamsul Arifin sebagai ketua DPD Partai Golkar Sumut, bagaimana bentuk komitmen dan dukungan Partai Golkar dalam pemberantasan korupsi, Akbar Tanjung mengaminkan.
“Dari dahulu kita (Partai Golkar) tetap komitmen mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Masalah kader partai Golkar yang terindikasi korupsi tidak akan kita lindungi, biarkan saja mekanisme hukum yang berlaku yang akan menanganinya,” tegas Akbar.

Akbar mengatakan, bahwa kader partai Golkar yang terindikasi terlibat korupsi akan diserahkan sepenuhnya pada mekanisme hukum. “Saya juga pernah disangkakan korupsi. Nah semua itu saya jalani untuk penegakan hukum di Indonesia ini. Namun ketika dipersidangan putusan peradilan saya dinyatakan bebas. Jadi biarkan saya kader Partai Golkar terlibat tindak pidana korupsi menjalani proses hukum itu, Partai Golkar tidak akan intervensi,” tegas Akbar Tanjung.(rud)

AKP Teddy Effendy Tewas Bersama Anak dan Istri

Di antara penumpang tewas tersebut adalah Kepala Bagian (Kabag) Operasi Polres Kaimana, AKP Teddy Effendi beserta istri Irma Efendi dan anaknya Abi Efendi. Kabag Ops Kaimana AKP Teddy Effendi sebelumnya mantan Kasat Intel Polres Sorong dan baru seminggu menjabat di Kaimana.  Hingga pukul 21.00 WIT tadi malam, 17 penumpang telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kaimana untuk diidentifikasi.

Menurut salah satum tim evakuasi, penumpang yang dievakuasi terakhir adalah jasad Kabag Ops Kaimana AKP Teddy Effendi yang dievakuasi sekitar pukul 21.00 WIT. Kapolres Sorong, AKBP Parlindungan Silitonga SIk kepada wartawan yang menemuinya di Alun-alun Aimas kemairn mengatakan, setelah berkoordinasi dengan Kapolres Kaimana, dan pihak Bandara Kaimana membenarkan kalau diantara penumpang tewas adalah AKP. Tedy Effendy SIk yang sebelumnya mantan Kasat Intel Polres Sorong. AKP Tedy  Effendy dimutasikan ke Polres Kaimana sebagai Kabag Ops sekitar satu minggu lalu. Saat akan pindah tugas ke Kaimana, AKP Tedy sempat dilepas oleh jajaran Polres Sorong yang dipimpin Kapolres AKBP Parlindungan Silitonga SIk.

Setelah mendapat kabar tewasnya AKP Tedy Effendy SIk, Kapolres pun sangat terpukul. Upaya yang bisa dilakukannya hanyalah bisa membangun koordinasi serta apa yang bisa di kerjakannya untuk proses pemulangan jasatnya ke keluarga di Jakarta.

“Rumahnya di Bandung, jasat akan di kembalika ke keluarga, dan akan di kirim ke Jakarta,”ujar Kapolres yang tampak begitu sedih mendengar kabar tewasnya mantan anak buahnya itu.

Dikatakan Kapolres,  AKP Teddy memang sudah dilepas  dan resmi menjadi Kabag Ops Polres Kaimana. Namun karena istri dan anaknya masih berada di Sorong, maka AKP Teddy pun kembali ke Sorong untuk membawa istri dan anaknya ke Kaimana. Namun kehendak Tuhan berkata lain, sebelum sampai ke Kaimana, pesawat yang ditumpanginya jatuh di Laut Kaimana.

Kapolres kemudian mengatakan pihaknya sangat berduka atas kejadian tersebut karena karena telah kehilangan salah satu perwira terbaik. “Selama  satu tahun bertugas di Polres, pengabdian dan loyalitasnya membuat almarhum bekerja dengan sangat berprestasi. Sebagai apresiasi kepada almarhum itulah kami melepasnya dengan baik ke tempat tugasnya yang baru,”tukas Kapolres Sorong AKBP Parlindungan, SIk. (nic/ref/ris/jpnn)

Adu Kecepatan

Manny Pacquiao v Shane Mosley

Las Vegas- Manny Pacquiao akan menghadapi Shane Mosley dalam peRtarungan yang akan digelar di MGM Grand Las Vegas Minggu (8/5) pagi WIB. Meski lebih diunggulkan Manny Pacquaio bertekad bertarung habis-habisan menghadapi Shane Mosley untuk perebutan gelar welter WBO. Pacman tidak punya alasan untuk memandang remeh Mosley, hanya karena dia lebih difavoritkan.

“Saya tidak underestimate memandang Mosley. Dia petarung hebat. Dia kuat, dia rajin melayangkan pukulan dan bergerak cepat. Saya harus berlatih keras untuk pertarungan ini,” ujar Pacquaio, seperti dikutip BBC.
Pacquaio memiliki rekor 52-3-22 dengan 38 knockout, mengoleksi kemenangan terakhir pada November saat mengalahkan Antonio Margarito dalam perebutan gelar kelas menengah ringan WBC.
Sang pelatih, Freddie Roach mengaku sudah menyiapkan Pac Man untuk mengantisipasi gerakan lawannya. Pertarungan petinju asal Filipina itu selalu menghibur dengan serangan yang agresif. Namun sang pelatih meminta petinjunya untuk berhati-hati menghadapi Mosley. Roach menilai petinju veteran tersebut masih punya kekuatan dan kecepatan yang cukup membahayakan.
“Jika Manny melakukan kesalahan dengan menyerang Shane tanpa persiapan, dia (Shane) akan melakukan pukulan counter,” ujar Roach, seperti dilansir sportinglife.com. “Itu kekhawatiran utama terbesar saya,” sambungnya.

“Tetapi saat Shane berada di tali dan mencoba melancarkan pukulan counter, Manny tahu gerakan apa yang harus ia lakukan. Ia menunjukkan itu kepada saya setiap hari,” lanjutnya. “Dia tahu apa yang harus dilakukan saat orang ini (Mosley) berusaha menghujaninya dengan pukulan balik, dan itulah yang akan dilakukan Shane. Itu adalah bagian dari rencananya. Dia punya menghujani Anda dengan pukulan counter yang kuat,” katanya. Roach menilai, Peluang Pacquiao akan lebih besar jika berhasil bertahan melewati ronde kelima. “Lima ronde pertama pertarungan ini adalah saat yang paling krusial. Kami harus menyiapkan banyak rencana sebelum menyerang Shane. Jika Anda maju begitu saja menyerangnya, sama saja Anda berjalan ke arah api,” tuntasnya.

Sementara Shane Mosley harus menerima fakta bahwa Manny Pacquaio lebih diunggulkan banyak kalangan. Akibatnya, Mosley bersemangat memutarbalikkan prediksi publik. Dia yakin bisa mengalahkan Pac Man, julukan Pacquaio.

“Saya bisa mengumpulkan energi yang saya dapatkan saat melawan Antonio Margarito,” yakin Mosley seperti dikutip Boxingnews24.

Mosley pernah bertarung penuh percaya diri saat menghadapi Margarito. Kombinasi pukulan dan pertahanannya yang kokoh memaksa Margarito mencium kanvas. Rekor ini menjadi bekal kepercayaan diri Mosley karena Pacquaio hanya menang angka saat menghadapi Margarito dalam pertarungan 12 ronde November tahun lalu.

Mosley memberi sinyal, bahwa Pacman tidak boleh besar kepala mendapat lebih banyak sanjungan. Paquaio harus ingat, dia bertarung mati-matian menghadapi Margarito, sedangkan Mosley memperoleh KO dengan mudah. Mosley terakhir bertarung September lalu ketika draw dengan petinju Meksiko, Sergio Mora. “Ini akan menjadi pertarungan hebat. Kami berdua petarung, kami cinta berjuang dan kami adalah juara. Sebab itu saya tertantang. Saya siap. Ini akan menjadi sejarah besar. Dan saya senang menjadi bagian dari itu,” kata Mosley.

Pelatih Mosle, Naazim Richardson juga sangat yakin dengan peuang anak asuhnya di pertandingan nanti. Richardson melambungkan kans Mosley yang akan mengenggam sabuk kelas welter versi WBO. Disebutkannya, Mosley memiliki pukulan membunuh, kecepatan dan kombinasi pukulan yang baik.

“Dia punya kesempatan untuk menghadapi Pacquiao. Dan dia harus ambil keuntungan ini. Siapapun atau apapun yang bisa dipukul Shane, pasti akan kesakitan,” ujar Richardson seperti dilansir fighthype.com. (net/bbs/jpnn)

Poldasu Rangkul Interpol

Antisipasi Pengedar Narkotika Internasional

MEDAN-Meski telah berhasil membekuk seorang Warga Negara Nigeria, Samuel Mamudu alias Mamaru Smith (38) di Kawasan Lipo Karawaci, Tanggerang, Jumat (6/5) kemarin, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP R Heru P, Sabtu (7/5) siang mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran hingga ke Jakarta karena 2 tersangka lagi masih DPO (daftar pencarian orang).

“Anggota sedang di Jakarta sekitarnya untuk melakukan pengejaran terhadap 2 tersangka lagi di mana satu tersangka WN Nigeria berinisial Oii dan KR warga Negara Indonesia. Untuk Simth sendiri masih dilakukan pemeriksaan intesif saat ini,” katanya.

Ditegaskan AKBP R Heru P, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan pihak BNN Pusat dan Mabes Polri untuk membatasi ruang gerak peredaran narkotika dan obat-obat terlarang. “Kita sudah koordinasi dengan pihak BNN Pusat dan Mabes Polri dan barang itu semua masuknya dari Malaysia,” tukasnya.

Ditanya tentang kerja sama denga pihak Interpol, R Heru P mengaku mengatakan akan secepatnya melakukan kerja sama untuk mengantisipasi aksi para pelaku di Indonesia. “Kita akan melakukan koordinasi dengan Interpol untuk mengantisipasi para pelaku main di Indonesia. Kita akan sering melakukan operasi terhadap orang-orang yang dicurigai di Sumut dan di Bandara guna mengantisipasi mereka (para pelaku, red),” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UISU Dr Dra Hj Laily Washliati SH M.Hum mengatakan, kinerja polisi sejauh ini sudah mulai efektif dalam mempersempit ruang gerak para pelaku atau para pengedar narkotika International ini.
“Kalau saya mengamatinya, kinerja dari pihak yang berwajib sudah mulai efektif. Kalau bisa lebih sering lagi sampai ke akar-akarnya. Jangan diberi ampun kepada para pelaku karena mereka merusak generasi penerus bangsa,” ucap Hj Laily Washliati yang sering disapa dengan sebutan Umi. (jon)

Lahan Masjid Al-Ikhlas Tidak Wakaf

MEDAN-Perubuhan Masjid Al-Ikhlas di Jalan Timor, masih menuai protes dan kritik dari berbagai ormas Islam. Selain menuding Pangdam I/BB tidak bijak, sejumlah ormas Islam juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berjuang agar masjid tersebut bisa dibangun lagi.

Ketua Forum Umat Islam (FUI) Heriansyah mengatakan, Kodam I/BB mestinya berupaya menjaga persatuan umat Islam di Sumut. Selain itu, pihaknya akan tetap melanjutkan perjuangan. “Yah, akan tetap berjuang sampai masjid itu dibangun lagi,” katanya.

Pantauan Sumut Pos, lokasi perubuhan masjid itu tampak sepi dari aktifitas baik dari pihak Kodam maupun pihak jamaah Islam. Sebelumnya, sekitar 1.000-an jamaah melakukan salat di lokasi itu.

Sementara, Ketua Fraksi PPP DPR RI Hasrul Azwar didampingi Asisten Intel Kasdam I/BB Kolonel ARH Andi Sumangerukka dan Was Intel Letkol Kav Hendrawan dalam konferensi pers, Sabtu (7/5) di Hotel Polonia Medan, meminta agar perubuhan masjid Al Ikhlas tidak lagi dipermasalahkan. Pasalnya, pendirian masjid tersebut bukan di tanah wakaf. Hasrul mengatakan, setelah melihat surat keputusan Ketua Tim Wakaf Kota Medan dan telah dipertimbangkan intansi lain seperti Pemko Medan, kepolisian, pihak kecamatan, kelurahan dan kepala lingkungan serta masyarakat, ternyata sifat lahan masjid tidak wakaf.

“Karena tidak wakaf, maka perubuhan masjid dengan menggantikan kepada aset lainnya tidak mesti seizin menteri agama. Umat Islam jangan terprovokasi,” katanya.

Dia mengharapkan, sebaiknya persoalan ini tak lagi dikaitkan dengan pihak Kodam dan jajarannya. Hasrul juga meminta agar pemerintah melakukan pendataan seluruh masjid-masjid untuk diketahui alas haknya. Ini perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terjadi ke depan.

“Sebenarnya uang pengganti untuk pembangunan masjid tersebut sudah diserahkan Rp700 juta disaksikan Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan diterima oleh Ustadz Zulfikar Hajar di  hadapan ormas dan sejumlah umat muslim di masjid Al Amin,” ucapnya.

Asisten Intel Kasdam I/BB Kolonel Arhanud Andi Sumangerukka menegaskan, TNI pada prinsipnya tak memiliki tanah. Adapun tanah yang diduduki itu tercatat dalam dokumen Departemen Keuangan (Depkeu). “Karena tanah ini punya Negara, masuk dalam daftar IKN (inventarisasi kekayaan negara). Kodam hanya sebagai pengguna saja,” ujarnya. (mag-8/ril)

Dua IRT Gelapkan Tiga Unit Mobil

LUBUK PAKAM-Dengan modus meminjam (rental), dua ibu rumah tangga (IRT) nekat gelapkan 3 unit mobil Kijang milik pengusaha rental mobil Buha Paskalis Hutasoit (32), warga Jalan Pematangsiantar, Kelurahan Cemara, Kota Lubuk Pakam.

Ketiga mobil itu digadaikan kepada orang lain, sedang KTP saat hendak merental digunakan KTP palsu. Seorang dari tersangka sudah diringkus tim buser Polsek Lubuk Pakam, sedang seorang lagi masih diburon.

Dari 3 mobil yang sudah digadaikan kepada orang lain, 2 unit diamankan tim buser Polsek Lubuk Pakam, Jumat (6/5) pukul 20.00 WIB saat parkir di Ramayana Plaza Teladan Medan. Sedang 1 mobil lagi diamankan dari Gabion Belawan. Ketiga mobil tersebut masing-masing 2 Kijang Inova BK 1919 MV dan BK 1722 MI serta Kijang LGX BK 1919 ME .
Tersangka yang diamankan adalah RTS (51), warga Jalan Sersan Sani, Sekip Ujung Kota Palembang dan alamat sementaranya berada di Jalan Hamparan Perak Desa Pagar Merbau III Lubuk Pakam. RTS diringkus Minggu (10/4) lalu. Sedang tersangka buron, Nur (48), warga Jalan Aluminium I Gang H Mansyur Kelurahan Tanjung Mulia Medan.
Berdasarkan informasi, sekira 3 bulan lalu kedua tersangka mendatangi korban Buha Paskalis Hutasoit untuk merental ketiga mobil tersebut untuk bisnis properti yang dibayar setiap bulan.  Bulan pertama, rental 3 mobil tersebut dibayar, namun bulan kedua, rental mobil tidak bayar lagi.

Buha Paskalis curiga, lalu mengecek alamat tersangka dan ternyata alamatnya palsu. Korban kemudian membuat pengaduan ke Polsek Lubuk Pakam.

Berdasarkan pengakuan tersangka, 1 mobil tersebut digadaikan kepada seorang ibu rumah tangga di Gabion Belawan senilai Rp 20 Juta, sedang 2 mobil lagi digadaikan kepada PPS (36), warga Helvetia Medan, seorang pegawai Kantor Pos senilai Rp 80 Juta. Setelah tersangka diamankan, kedua tersangka juga merupakan DPO (Daftar Pencarian Orang) Polresta Medan terkait penggelapan 2 unit mobil dan penggelapan kalung berlian seharga Rp10 Juta.

Kapolsek Lubuk Pakam AKP Ikhwan didampingi Kanit Reskrim Ipda Dimun Hutauruk membenarkan telah mengamankan 3 unit mobil yang digelapkan 2 tersangka ibu rumah tangga. Tersangka RTS diamankan dari Belawan, kini menjalani pemeriksaan yang dijerat dengan pasal 378 jo 372 KUHPidana, sedang tersangka Nur kini masih diburon. (btr)

7 Saksi Diperiksa

Soal Pembunuhan A Hok

BELAWAN-Pengusutan pembunuhan A Hok (30), warga Karya Dame, Kecamatan Medan Barat, masih terus berlangsung. Pihak Kepolisian Polres Pelabuhan Belawan sudah memeriksa tujuh orang saksi terkait kejadian tersebut.
Hal tersebut dikatakan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Hamam, Sabtu (7/6). ‘’Kami sudah memeriksa tujuh orang saksi termasuk istrinya,’’ ujarnya.

Namun, katanya, pihaknya belum bisa memberitahukan kepada media nama-nama saksi yang diperiksa. ‘’Masih kami rahasiakan nama-nama saksinya karena pelakunya belum tertangkap,’’ jelasnya.

Lebih lanjut Hamam menambahkan, saat ini polisi sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. ‘’Kami sedang mengejar pelaku menurut pemeriksaan dari beberapa orang saksi tersebut,’’ tambahnya. (mag-11).

Operasi Pekat 8 Orang Diamankan

BELAWAN-Operasi rutin yang dilakukan Polsek Belawan untuk meningkatkan keamanan, kembali dilakukan. Dalam operasi Sabtu (7/5) kemarin, kepolisian Polsek Belawan mengamankan delapan orang tersangka pelaku pungutan liar kepada supir-supir truk di Sicanang Belawan.

Delapan orang itu adalah Doharman Harianja (30) warga Blok 17 Lingkungan XII, Samiono (33) warga Blok X Lingkungan 6, Edward Sihite (30) warga Blok 16 Lingkungan X, Torang Simangunsong (32) warga Blok 23 Lingkungan 16, Jalil (50) warga Blok 27, Zulkifli (47) warga Blok 23, Tulus Sinaga (27) warga Blok 21 Lingkungan 15, dan Irfan Sanjaya (17) warga Bambuan Stabat.

Modus yang dilakukan mereka adalah menyetop truk dan berpura-pura menjual minuman dengan mendirikan tenda di pinggir jalan, lalu meminta uang dengan alasan untuk SPSI/SPTI.

Delapan orang itu kini ditahan dan barang bukti berupa 2 kursi plastik, 2 buah skop, 3 buah plastik, 5 buah plastik plangki, 3 buah sapu lidi dan juga 1 galon aqua.

“Kami terus meningkatkan pengamanan di wilayah kami dengan cara melakukan operasi rutin. Hasilnya dalam operasi tersebut diamankan delapan orang yang melakukan pungutan liar,” ujarnya (mag-11)

Dua Rumah Terbakar

MEDAN-Dua unit rumah di Jalan Pertanahan Gang Mustika, Kecamatan Patumbak, milik M Barus dan J Tarigan, Sabtu (7/5) sore, hangus dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Dugaan sementara, kebakaran diduga karena arus pendek.

Menurut salah seorang warga, F Barus (45), kebakaran diduga bermula akibat hubungan arus pendek di rumah milik J Tarigan, lalu menyebar ke rumah di sebelahnya. Saat kejadian, pemilik rumah sedang tidak ada di rumah. Tak lama kemudian, pemadam kebakaran datang sehingga api tidak merambat ke rumah penduduk lain.

Kapolsekta Patumbak Kompol SW Siregar mengaku, kebakaran diduga terjadi karena hubungan arus pendek. “Kebakaran diduga karena hubungan arus pendek. Korban jiwa tidak ada. Kerugian ratusan juta. Saksi-saki juga sedang kita mintai keterangan,” ungkapnya. (jon)