24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 15339

Juara I Kompetisi Dance Progam Kartu As, TourHeart with SMASH

Group D’Best Master

Hari ini Telkomsel menyerahkan hadiah kepada Group D’ Best Master Juara I kompetisi dance yang diadakan  pada tanggal 12 Maret 2011 di  Medan, yang dikemas dalam event “TourHeart with SMASH”, yang dilakukan di 4 kota di Indonesia Medan, Bekasi, Makasar dan Surabaya.

Kompetisi Dance ini dimulai tanggal 5 Maret 2011 sd 20 April 2011, yang diikuti 64 group. Dimana untuk mengikuti ini peserta harus mengupload video dance mereka ke youtube dan facebook kartu As. Kriteria penilain adalah peserta yang paling banya mendapat  tanda “like” di facebook, jumlah view di youtube dan SMS vote ke ADN 8088.

Manager Branch Telkomsel Medan – Heribertus Budi Ariyanto mengatakan,”Kami berterimakasih atas partisipasi  peserta yang mengikuti dance competition ini, dimana ajang kreasi ini dapat menggali talenta kawula muda khususnya yang memiliki bakat dance. Dan kamin sangat bangga bahwa yang menjadi pemenang kompetisi ini berasal dari kota Medan”.

Event ini merupakan rangkaian dari TourHeart with SMASH sekaligus melengkapi manfaat lain bagi pelanggan yang menggunakan kartu AS Paling Murah dengan tarif nelpon Rp. 0 setiap kali nelpon ke sesama pelanggan Telkomsel untuk 30 detik pertama,  gratis SMS seharian  serta gratis facebook & Chatting.

Cara menikmati gratis Facebook & Chatting selama satu minggu adalah cukup menekan *363*363#lalu OK, pelanggan akan mendapatkan notifikasi GRATIS Facebook dan Cahtting selama 7 hari. Pada hari ke 7 pulsa pelanggan akan dipotong  Rp. 5000 sebagai biaya proses perpanjangan otomatis untuk berlanggan 7 hari berikutnya (SMS notifikasi akan diberikan setelah proses registrasi berhasil), atau dapat juga melalui SMS dengan mengetik SC<spasi> Minggu kirim ke 3636, dan ikuti petunjuk selanjutnya. Untuk akses Facebook menggunakan m.facebook.com melalui handphone sedangkan Chatting gratis menggunakan Nimbuzz, eBuddy dan Mig33 dengan akses melalui handphone.

 

DPRD Medan Lupa Undang 8 SKPD

Pembahasan LKPj APBD 2010

Sebanyak delapan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) luput dari undangan untuk mempertanggung jawabkan hasil kerjanya di DPRD Medan. Akibatnya sejumlah anggota DPRD Medan menyesalkannya.

Delapan SKPD yang tak dihadirkan dalam agenda rapat gabungan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) atas penggunaan APBD 2010 yakni,  Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora), Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla), Badan Ketahanan Pangan (BKP), Badan Penanaman Modal (BPM), Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta tiga Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan, Perusahaan Daerah (PD) Pasar dan PD Pembangunan.

Demikian terungkap pada pertemuan rapat gabungan komisi, Jumat (6/5) di ruang rapat paripurna DPRD Medan. Pada pertemuan tersebut, delapan komisi yang tak hadir itu diketahui tak diundang dalam rapat gabungan komisi dimulai, Senin (2/5) hingga (6/5).

Akibat tak dipanggilnya delapan SKPD tersebut, anggota DPRD Medan dari Fraksi Parta Damai Sejahtera (PDS), Budiman Panjaitan menyampaikan protesnya kepada pimpinan DPRD Medan.

“Rapat gabungan komisi-komisi ini menunjukkan pimpinan dewan tidak fair, karena terkesan memilah-milah,” katanya kepada pimpinan rapat yang ketika itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Medan, A Napitupulu. Menanggapi itu,  Napitupulu berjanji mempertanyakan hal tersebut kepada setiap komisi.

Sebab, pihak yang mengundang SKPD itu ada di setiap komisi. “Ini sangat disayangkan, saya akan pertanyakan ke setiap komisi. Ada apa ini? Karena apapun ceritanya, SKPD yang tidak mengikuti rapat gabungan itu juga pengguna anggaran. Kinerja SKPD yang tak hadir harus dipertanyakan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Medan, CP Nainggolan berkilah ketika dipertanyakan hal tersebut disengaja, melainkan tak diundangnya SKPD murni diakibatkan kelupaan komisi saja. “Ini kealpaan kami,” sebutnya.

Sekretaris Eksekutif FITRA Sumut, Elfenda Ananda menegaskan, persoalan pertanggungjawaban anggaran harus dibuat secara transparan. Apabila ada kelupaan  tak boleh diabaikan, delapan instansi harus dipanggil untuk mempertanggung jawabkan kerjanya. (ari/ril)

KNPI Medan akan Gelar Youth & Bikers Expo

MEDAN-DPD Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Kota Medan mengajak kaula muda untuk bergabung dalam kegiatan “Youth & Bikers Expo” yang akan dilaksanakan di Tapian Daya Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa (17/5) mendatang.

Kegiatan berupa ajang pameran dan kompetisi pecinta sepeda motor (bikers), talkshow, bikers modeling, sexy dancer, lomba mewarnai siswa TK, free style, modifikasi kontes, lucky draw dan donor darah.

Ketua Pelaksana Drs Nasrullah mengatakan digelarnya acara Youth & Bikers Expo mengingat pertumbuhan dunia otomotif khususnya sepeda motor kian melejit. Seiring itu kumpulan bikers yang tergabung dalam klub sepeda motor lintas merek terus bertambah.

Dominasi bikers tersebut digandrungi kaula muda dengan melakukan kegiatan ekselerasi seperti touring, kompitis, free style clu dan modeling. Tak heran, jumlah bikers di klub sepeda motor kian bertambah, baik di kota besar maupun kota kecil.

“Jadi komunitas bikers ini bukan sekadar hobi, tetapi lebih dari pada memberikan kegiatan positif yang bermanfaat bagi sekitarnya.Selain menjalankan rutinitas hobi seperti touring kami juga akan melakukan kegiatan sosial seperti donor, penanaman pohon, peduli lingkungan, peduli umat, peduli pendidikan, kampanye tertib lalu lintas, safety ridding, kontes bikers dan lainnya. Menariknya lagi dalam dunia bikers sekarang ini tidak hanya digandrungi para kaula muda saja berbagai usia pun turut serta dalam acara ini,” papar pria yang disapa Inas ini.

Selain itu kata Inas peserta kegiatan ini tentunya akan melibatkan seluruh bikers yang tergabung dalam klub sepeda motor se kota Medan dan masyarakat umum pengguna sepeda motor. Diperkirakan peserta yang ikut dalam bikers nanti berkisar 700 bikers. “Perlu saya ingatkan diluar dari jumlah itu, para klub sepeda motor dari luar kota Medan tidak tertutup untuk mengikuti kegiatan ini,” serunya.

Bagi peserta tentunya akan disediakan hadiah menarik berupa uang jutaan rupiah disetiap perlombaan. Selain itu panitia akan memberi peserta yang menang berupa, piagam,  baju kaos dan konsumsi.

“Untuk mematang acara ini, kami sudah beraudensi dengan Wali Kota Medan Rahudman dan Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga,” aku Inas yang juga menjabat Wakil Ketua KNPI Medan ini. (azw)

Polisi Harus Tangkap Pelaku

MEDAN- Lima tahun menelantarkan dua anak kelainan gen dan istrinya, kepala SMA Negeri 1 Muara Bulian, Jambi, Nuriwan Bakti duduk sebagai posisi terlapor di Poldasu. Kini, pihak pelapor berharap polisi membawa terlapor agar bertanggung jawab.

Demikian disampaikan istri Nuriwan Bakti, Suwarni Aries  ketika menghadiri panggilan ketiga kalinya dihadapan penyidik Poldasu, Jumat (6/5) siang. Suwarni hadir ke hadapan penyidik didampingi dua anaknya
Yudha Pramana (23) dan Ray Adrian Alfarizi (16) serta kakeknya Tawar (72) warga Asrama Brigif, Jalan Letkol Martinus Lubis, Kelurahan Harjo Sari II, Kecamatan Medan Amplas.

Seusai memberikan keterangan, Suwarni berharap pihak laporannya segera diproses dan terlapor diminta untuk bertanggung jawab terhadap istri dan kedua anaknya.

Kepada wartawan, Tawar menyebutkan terlapor, Nuriwan Bakti yang berprofesi sebagai kepala sekolah dan guru SMA Negeri di Jambi menelantarkan dirinya dan dua anaknya dari tahun 2005-2010. Kemudian, terlapor tidak membiayai kehidupan  Suwarni dan dua anaknya.
Dia menerangkan, sebelum dilaporkan ke Poldasu sejak bulan Februari.

Kedua cucunya mempunyai sakit kelainan gen, dengan kulit mengelupas serta jari tangan yang tidak lengkap dan menyatu. Bahkan, dua cucunya itu pernah dirawat di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Red) Jakarta. Tim medis rumah sakit tersebut menyebutkan, belum ada obat untuk penyakit cucunya itu.

Sebelumnya, Nuriwan Bhakti kepada para wartawan di kantor kuasa hukumnya Mahmoud Isryad Lubis mengaku, dirinya merasa difitnah mantan istrinya yang telah diceraikan lima tahun lalu atas pengaduan menelantarkan kedua anaknya di Medan. Untuk itu, diharapkan  penyidik Poldasu  menghentikan penyidikan atas dirinya, sebab permasalahan dengan dirinya dengan Suwarni sudah tidak ada lagi sejak lima tahun lalu.
“Semua tuduhan yang dilaporkan Suwarni itu tidak benar adanya,” katanya. (adl)

Mengurangi Pemakaian Pendingin Ruang

Panas terik matahari pada siang hari yang Anda rasakan terkadang masih terasa saat malam hari. Alhasil, badan menjadi gerah dan berkeringat, dan ini adalah kondisi yang tak nyaman saat hendak tidur.

Cara mudah mengatasi panas memang dengan menghidupkan air conditioner (AC) atau pendingin. Namun, Anda tahu, penggunaan AC berlebihan merupakan tindakan pemborosan energi. Adakah cara untuk menghemat?
Menurut arsitek Heru Wicaksono, ada beberapa cara mengurangi ketergantungan penggunaan pendingin ruangan.

Cara pertama dengan menanam rumput di atas atap. “Dulu orang menggunakan AC dengan kekuatan 3/4 PK, ruangan sudah dingin. Sekarang dibutuhkan kekuatan lebih untuk mendinginkan ruang. Bisakah dikembalikan? Bisa,” kata Heru.

Heru mengatakan, menanam rumput di atas atap bisa mengurangi panas sampai 40 persen. Di atas atap rumah, Anda dapat memberi tambahan tanah sedalam 30 sentimeter dan tanaman rumput jenis gajah mini 15 sentimeter.

Ketika sinar matahari menyengat, maka panasnya akan jatuh dan diserap rumput sehingga pelat beton tidak akan panas lagi. Cara kedua, dengan menaruh tanaman di dinding atau disebut wall garden. Anda bisa menaruh tanaman-tanaman merambat yang dimediasi kawat menjulur ke atas.

Tanaman merambat akan tumbuh dan menutupi dinding rumah Anda. Lantas, masih bolehkah memakai pendingin di dalam ruang? Heru mengatakan bahwa penggunaan pendingin ruang atau AC dalam gaya hidup modern memang tak bisa dihindari. Namun, konsumen tetap diminta jeli memilih AC yang tidak menggunakan material perusak, seperti freon. Selamat mencoba. (net/jpnn)

Ke Iran setelah 30 Tahun Diembargo Amerika (2)

Di Antara Sepuluh Wanita, Sebelas Yang Cantik

KAMI mendarat di Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, menjelang waktu salat Jumat. Maka, saya pun ingin segera ke masjid: sembahyang Jumat. Saya tahu tidak ada kampung di sekitar bandara itu. Dari atas terlihat bandara tersebut seperti benda jatuh di tengah gurun tandus yang mahaluas. Tapi, setidaknya pasti ada masjid di bandara itu.

Memang ada masjid di bandara itu, tapi tidak dipakai sembahyang Jumat. Saya pun minta diantarkan ke desa atau kota kecil terdekat. Ternyata saya kecele. Di Iran tidak banyak tempat yang menyelenggarakan sembahyang Jumat. Bahkan, di kota sebesar Teheran, ibu kota negara dengan penduduk 16 juta orang itu, hanya ada satu tempat sembahyang Jumat.

Itu pun bukan di masjid, tapi di Universitas Teheran. Dari bandara memerlukan waktu perjalanan 1 jam. Atau bisa juga ke kota suci Qum. Tapi, jaraknya lebih jauh lagi. Di negara Islam Iran, Jumatan hanya diselenggarakan di satu tempat di setiap kota besar.

“Jadi, tidak ada tempat Jumatan di bandara ini?” tanya saya.

“Tidak ada. Kalau kita mau Jumatan, harus ke Teheran (40 km) atau ke Qum (70 km). Sampai di sana waktunya sudah lewat,” katanya.

Salat Jumat ternyata memang tidak wajib di negara Islam Iran yang menganut aliran Syiah itu. Juga tidak menggantikan salat Duhur. Jadi, siapa pun yang salat Jumat tetap harus salat duhur.

Karena Jumat adalah hari libur, saya tidak dijadwalkan rapat atau meninjau proyek. Maka, waktu setengah hari itu saya manfaatkan untuk ke kota suci Qum. Jalan tolnya tidak terlalu mulus, tapi sangat OK: enam jalur dan tarifnya hanya Rp 4.000. Tarif itu kelihatannya memang hanya dimaksudkan untuk biaya pemeliharaan.

Sepanjang perjalanan ke Qum tidak terlihat apa pun. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya  gurun, gunung tandus, dan jaringan listrik. Saya bayangkan alangkah enaknya membangun SUTET (saluran udara tegangan ekstratinggi) di Iran. Tidak ada urusan dengan penduduk. Alangkah kecilnya gangguan listrik karena tidak ada jaringan yang terkena pohon. Pohon begitu langka di sini.

Begitu juga letak kota suci Qum. Kota ini seperti berada di tengah-tengah padang yang tandus. Karena itu, bangunan masjidnya yang amat besar, yang berada dalam satu kompleks dengan madrasah yang juga besar, kelihatan sekali menonjol sejak dari jauh.

Tujuan utama kami tentu ke masjid itu. Inilah masjid yang luar biasa terkenalnya di kalangan umat Islam Syiah. Kalau pemerintahan Iran dikontrol ketat oleh para mullah, di Qum inilah pusat mullah. Demokrasi di Iran memang demokrasi yang dikontrol oleh ulama. Presidennya dipilih secara demokratis untuk masa jabatan paling lama dua kali. Tapi, sang presiden harus taat kepada pemimpin tertinggi agama yang sekarang dipegang Imam Khamenei. Siapa pun bisa mencalonkan diri sebagai presiden (tidak harus dari partai), tapi harus lolos seleksi oleh dewan ulama.

Tapi, sang imam bukan seorang diktator mutlak. Dia dipilih secara demokratis oleh sebuah lembaga yang beranggota 85 mullah. Setiap mullah itu pun dipilih langsung secara demokratis oleh rakyat.

Dalam praktik sehari-hari, ternyata tidak seseram yang kita bayangkan. Amat jarang lembaga keagamaan itu mengintervensi pemerintah. “Dalam lima tahun terakhir, kami belum pernah mendengar campur tangan mullah ke pemerintah,” ujar seorang CEO perusahaan besar di Teheran.

Saya memang kaget melihat kehidupan sehari-hari di Iran, termasuk di kota suci Qum. Banyak sekali wanita yang mengendarai mobil. Tidak seperti di negara-negara di jazirah Arab yang wanitanya dilarang mengendarai mobil. Bahkan, orang Iran  menilai negara yang melarang wanita mengendarai mobil dan melarang wanita memilih dalam pemilu bukanlah negara yang bisa menyebut dirinya negara Islam.

Dan lihatlah cara wanita Iran berpakaian. Termasuk di kota suci Qum. Memang, semua wanita diwajibkan mengenakan kerudung (termasuk wanita asing), tapi ya tidak lebih dari kerudung itu. Bukan jilbab, apalagi burqa. Kerudung itu menutup rapi kepala, tapi boleh menyisakan bagian depan rambut mereka. Maka, siapa pun bisa melihat mode bagian depan rambut wanita Iran. Ada yang dibuat modis sedikit keriting dan sedikit dijuntaikan keluar dari kerudung. Ada pula yang terlihat dibuat modis dengan cara mewarnai rambut mereka. Ada yang blonde, ada pula yang kemerah-merahan.

Bagaimana baju mereka? Pakaian atas wanita Iran umumnya juga sangat modis. Baju panjang sebatas lutut atau sampai ke mata kaki. Pakaian bawahnya hampir 100 persen celana panjang yang cukup ketat. Ada yang terbuat dari kain biasa, tapi banyak juga yang celana jins. Dengan tampilan pakaian seperti itu, ditambah dengan tubuh mereka yang umumnya langsing, wanita Iran terlihat sangat modis.

Apalagi, seperti kata orang Iran, di antara sepuluh wanita Iran, yang cantik ada sebelas! Sedikit sekali saya melihat wanita Iran yang memakai burqa, itu pun tidak ada yang sampai menutup wajah.

Sampai di kota Qum, sembahyang Jumatnya memang sudah selesai. Ribuan orang bubaran keluar dari masjid. Saya pun melawan arus masuk ke masjid melalui pintu  15. Setelah salat Duhur, saya ikut ziarah ke makam Fatimah yang dikunjungi ribuan jamaah itu. Makam itu berada di dalam masjid sehingga suasananya mengesankan seperti ziarah ke makan Rasulullah di Masjid Nabawi. Apalagi, banyak juga orang yang kemudian salat dan membaca Alquran di dekat situ yang mengesankan orang seperti berada di Raudlah.

Yang juga menarik adalah strata sosialnya. Kota Metropolitan Teheran berpenduduk 16 juta dan dengan ukuran 50 km garis tengah adalah kota yang sangat besar. Sebanding dengan Jakarta dengan Jabotabek-nya. Tetapi, tidak terlihat ada  keruwetan lalu lintas di Teheran. Memang, Teheran tidak memiliki kawasan yang cantik seperti Jalan Thamrin-Sudirman, namun sama sekali tidak terlihat ada kawasan kumuh seperti Pejompongan dan Bendungan Hilir. Memang, tidak banyak gedung pencakar langit yang cantik, tapi juga tidak terlihat gubuk dan bangunan kumuh.

Kota Teheran tidak memiliki bagian kota yang terlihat mewah, tetapi juga tidak terlihat ada bagian kota yang miskin. Teheran bukan kota yang sangat bersih, tapi juga tidak terasa kotor. Di jalan-jalan yang penuh dengan mobil itu saya tidak melihat ada Mercy mewah, apalagi Ferrari, tapi juga tidak ada bajaj, motor, atau mobil kelas 600 hingga 1.000 cc.

Lebih dari 90 persen mobil yang memenuhi jalan adalah sedan kelas 1.500 hingga 2.000 cc. Saya tidak melihat ada mal-mal yang besar di Teheran. Tapi, saya juga sama sekali tidak melihat ada pedagang kaki lima, apalagi pengemis. Wanitanya juga tidak ada yang sampai pakai burqa, tapi juga tidak ada yang berpakaian merangsang. Orangnya rata-rata juga ramah dan sopan. Baik dalam sikap maupun kata-kata.

Pemerataan pembangunan terasa sekali berhasil diwujudkan di Iran. Semua rumah bisa masak dengan gas yang dialirkan melalui pipa tersentral. Demikian juga, 99 persen rumah di Iran menikmati listrik “untuk tidak menyebutkan 100 persen.

Melihat Iran seperti itu saya jadi teringat makna kata yang ditempatkan di bagian tengah-tengah Alquran: Wal Yatalaththaf! (bersambung)

 

DPW PPP se-Sumbagut Mantap Dukung SDA

Jelang Muktamar VII pada Juli 2011 di Bandung

Menjelang pelaksanaan Muktamar VII PPP yang akan berlangsung pada Juli 2011 di Bandung, Ketua umum DPP PPP Drs H Suryadharma Ali MSi (SDA) melakukan silaturahmi dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Dalam acara yang digelar di Hotel Polonia Medan, Jumat (6/5) tersebut, SDA mendapat dukungan penuh untuk kembali menjabat Ketua Umum PPP.
Dukungan tersebut dituangkan dalam deklarasi pernyataan yang dibubuhi  tanda tangan  ketua serta sekretaris DPW-DPW  dan DPC-DPC, antara lain  DPW PPP NAD, DPW PPP Sumut, DPW Sumbar, DPW Riau, dan DPW PPP Kepri.

Satu per satu deklarasi tersebut dibacakan masing-masing Ketua DPW menyusul foto bersama dengan Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali yang akrab dipanggil SDA.  Hadir dalam pertemuan tersebut tim sukses SDA Lukman Hakim Syaefuddin, Romahurmuzy, Emron Pangkapy, Drs H Hasrul Azwar, Drs H Surya Dharma Ali, dan Irgan Chairul Mahfidz. Selain itu, hadir juga Ketua DPW PPP NAD Faisal Amin, Ketua DPW Sumbar Fauzi, Ketua DPW Riau Aziz Zainal, dan Ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal beserta DPC masing masing.

Pada acara tersebut, DPW se-Sumbagut menyatakan kebulatan tekad untuk mendukung sepenuhnya SDA dalam Muktamar VII tesebut. Setidaknya hal ini diungkapkan Ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal. Bersama dengan DPC se-Sumut, DPW dan dirinya pribadi telah siap mendukung Drs H Suryadharma Ali MSi untuk menang dan memimpin kembali PPP. Dukungan itu tersebut telah dilakukan dengan kesiapan para DPC yang telah melakukan verifikasi hampir 100 persen. Hal senada juga dikatakan Ketua DPW Provinsi Riau, Aziz Zainal.

Terkait dengan dukungan yang diberikan DPW se-Sumbagut, SDA yang juga menjabat sebagai Menteri Agama RI mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada seluruh pengurus PPP di Sumbagut. SDA juga mengungkapkan selain Sumut, Aceh, Riau, Kepri, dan Sumbar pada Mukernas April lalu terungkap bahwa 28 DPW PPP yang lain juga telah menyatakan dukungan penuh pencalonannya untuk menjadi Ketua Umum PPP kembali pada Muktamar PPP yang akan digelar Juli mendatang.  “Mari kita sama berdoa agar Muktamar nantinya dapat berjalan lancar,” katanya yang langsung diamini oleh seluruh pengurus PPP se-Sumbagut.

SDA juga menambahkan PPP sebagai partai Islam harus didukung semua pihak agar menjadi partai pemenang pada Pemilu 2014 supaya partai ini dapat berdiri kokoh untuk menyatukan umat Islam.

Pasalnya, komitmen  PPP tetap sebagai partai Islam adalah satu tujuan yang harus dilaksanakan sebagai pembuktian bahwa partai ini mampu tampil sebagai pemenang karena memang diterima oleh rakyat berkat komitmennya yang jelas. (omi)

Sang Kapten Kagumi Lawan

KAPTEN Everton Phil Neville mengakui bahwa dirinya adalah fans dari striker kontroversial asal Italia, Mario Balotelli.

Mantan pemain timnas Inggris tersebut percaya bahwa apa yang dilakukan oleh Balotelli selama ini adalah hal yang wajar karena dirinya masih muda, dan Neville membandingkannya dengan dua pemain muda yang dimiliki Everton yaitu Jack Rodwell dan Seamus Coleman.

“Dia adalah mimpi buruk apabila harus melawannya karena dia memiliki kemampuan yang tidak diragukan lagi. Dan ketika seseorang mempunyai kualitas seperti itu, anda harus menghargai apa yang mereka miliki,” ujar Neville kepada Evertontv.

“Semua orang lupa bahwa dia adalah pemain muda, dan ketika anda muda anda melakukan hal yang salah layaknya hal tersebut benar, itu adalah sifat pemain muda,” tambah Phil
Menurut Phil, saat ini Everton memiliki dua pemain muda yakni Jack Rodwell dan Seamus Coleman. Namun kedua pemain ini tidak sehebat Balotelli, utamanya jika dilihat dari konsistensi permainan.

“Bahkan saya melihat dalam dua pekan terakhir penampilan Balotelli sungguh luar biasa. Dia adalah pemain yang sangat berkualitas. Kami harus mewaspadainya,” bilang Phil. (bbs/jpnn)

Gatot Serahkan ke DPRD, Mendagri Melunak

Pemekaran 3 Provinsi Baru

MEDAN- Jelang paripurna pembahasan pemekaran provinsi dan kabupaten/kota di Sumatera Utara, Senin (9/5) pelaksana tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho dan anggota DPRD Sumut jadi lebih hati-hati berkomentar.

Ditemui di kantornya, kemarin (6/5), Gatot menegaskan memberikan kewenangan penuh kepada Panitia Khusus (Pansus) Pemekaran DPRD Sumut serta segenap wakil rakyat di Sumut terkait untuk mengambil sikap terkait rencana pembentukan provinsi baru yakni Provinsi Tapanuli (Protap), Sumatera Tenggara (Sumatra) dan Kepulauan Nias (Kepni).

Gatot sendiri enggan menyatakan sikapnya terhadap perkembangan pemekaran di Sumut, apakah akan menyetujui rekomendasi pemekaran provinsi dari anggota DPRD Sumut itu atau tidak. “Sekali lagi, berilah kesempatan Pansus untuk bekerja (mengkaji kelayakan) dengan dalam dan dengan baik. Dan pada saatnya nanti, akan dimasukkan ke provinsi,” katanya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Lantai 9 Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Jumat (6/5).

Sementara itu, anggota Pansus DPRD Sumut Isma Fadly Ardhya Pulungan, menyatakan rencana dan rekomendasi pemekaran provinsi ini merupakan bola panas yang telah mengkristal. Maka dari itu, akan lebih baik jika semua pihak bertindak arif dan bijaksana dalam mengeluarkan keputusan.
“Ini permintaan rakyat yang telah mengkristal. Diharapkan, semua tidak terlalu mudah mengeluarkan keputusan untuk menolak atau menerima,” tegasnya.

Ditegaskannya, saat ini DPRD Sumut khususnya Pansus pemekaran, telah bekerja dan akan mengeluarkan rekomendasi yang nantinya akan dibahas di paripurna DPRD Sumut. Setelah itu, akan diserahkan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu. “Keputusan setuju atau tidaknya, itu wewenang Plt Gubsu. Nantinya, itu akan diserahkan kepada pemerintah pusat. Jadi, keputusannya nanti di tangan pemerintah pusat,” tegasnya.

Sedangkan dari Jakarta dilaporkan, sikap Mendagri Gamawan Fauzi terkait aspirasi pemekaran, melunak. Jika sebelumnya selalu mengatakan saat ini masih moratorium pemekaran, kemarin (6/5) Gamawan mengatakan bahwa ide moratorium tidak bisa mengalahkan UU Nomor 32 Tahun 2004 dan PP Nomor 78 Tahun 2007, yang didalamnya mengatur tentang pemekaran.
Terkait dengan aspirasi pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap), Sumatera Tenggara (Sumtra) dan Kepulauan Nias (Kepni), yang akan dibahas di rapat paripurna DPRD Sumut pada Senin (9/5) mendatang, Gamawan juga mempersilakan.

“Kalau usul-usul semacam itu ya biarin saaja, prosesnya di sini (Kemendagri, Red). Di DPR dan di sini,” ujar Gamawan kepada Sumut Pos di kantornya, kemarin (6/5).

Gamawan mengatakan, selama usulan pembentukan tiga provinsi itu dan beberapa kabupaten di Sumut memenuhi persyaratan seperti diatur di PP 78 Tahun 2007, maka akan tetap diproses. “Sepanjang itu terpenuhi, akan ada prosesnya. Kita juga jujur saja tidak bisa melarang, dasar hukumnya (usulan pemekaran) sudah jelas. Jadi sebenarnya tidak bisa melarang. Kita hanya berharap saja moratorium. Kalau pun diproses, kita tak bisa apa-apa,” kata Gamawan.

Jadi, jika diajak DPR untuk membahas pemekaran, apa mau? “Tentu kita hadir. Kita siap,” jawab mantan gubernur Sumbar itu.

Dikatakan Gamawan, aturan di UU 32 Tahun 2004 dan PP 78 Tahun 2007 memang masih berlaku. Hanya saja, meski aturan membolehkan, Gamawan terang-terangan mengaku lebih senang jika tidak ada usulan pemekaran. “Kalau ada, kita lihat persyaratannya, kita ukur terpenuhi atau tidak. Kalau daerah tidak mengusulkan, ya alhamdulillah,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap mengakui, usulan pembentukan Protap dan Provinsi Sumtra, dan juga pemekaran Simalungun (Simalungun Hataran), Langkat (Kabupaten Aru dan Kabupaten Langkat Hulu), dan Karo (Kota Berastagi), sudah pernah dibahas dan tinggal melanjutkan.

“Sudah tercatat dan tinggal perlu rekomendasi dari DPRD Sumut dan gubernur Sumut,” terang Chairuman Harahap kepada Sumut Pos di Jakarta, 27 April 2011.

Mantan Deputy Kantor Menkopolhukam Bidang Hukum itu memastikan, DPR akan punya sikap tersendiri, yang bisa saja berbeda dengan sikap pemerintah. “Ini semua (usulan pemekaran dari Sumut, Red), pasti kita bahas. Kita akan lihat persyaratan-persyaratannya,” ujarnya. (ari/sam)

Dream, Believe, Make It Happen

Agnes Monica

Agnes Monica boleh berbangga. Keberhasilannya dalam mewujudkan mimpi sebagai penyanyi internasional mendapatkan apresiasi banyak pihak.

Filosofi hidup yang dianutnya, yakni dream, believe, make it happen, dianggap sukses untuk melecutnya hingga perempuan 24 tahun tersebut berada di posisi sekarang Karena itu, artis yang baru saja pulang dari Amerika tersebut diminta untuk menularkan filosofi serta semangatnya kepada generasi muda lainnya.

Kemarin (6/5), di hadapan 300 siswa program beasiswa mikro bahasa Inggris Access milik Departemen Luar Negeri AS, Agnes diminta untuk berbagi pengalaman tentang perjalanannya meraih mimpi. Penyanyi yang baru saja meraih tujuh penghargaan di JPop International Music Awards itu didapuk untuk menularkan semangat dream, believe, make it happen. Acara di @America, Pacific Place, Jakarta, itu juga dihadiri Duta Besar AS untuk Republik Indonesia Scot Marciel.

“Mimpi itu hal yang sangat natural. Setiap orang bisa bermimpi. Itu bermula dari hal yang sangat sederhana. Ada di sini letaknya, dalam pikiranmu,” katanya sambil menyentuh kening.

Perempuan kelahiran Jakarta, 1 Juli 1986, itu menegaskan, memiliki mimpi sama sekali tidak salah. Dia lalu mencontohkan Presiden AS Barack Obama yang menjadi keturunan Afrika-Amerika pertama yang menjabat presiden AS. “Dia saja memiliki mimpi dan akhirnya bisa mewujudkannya,” lanjutnya.

Salah satu contohnya, yang dialami Agens sendiri. Ketika Agnes masih berumur 19 tahun dan mengatakan bahwa mimpinya adalah go international, banyak pihak yang menganggapnya arogan dan aneh. “Tidak apa-apa kalau orang menganggap saya arogan. Tapi, buat saya, itu mimpi,” kisahnya.

Memiliki mimpi memang terkadang membuat Agnes dianggap aneh, berlebihan, dan diragukan. Namun, sepanjang yang diketahuinya, sukses memang datang dari sesuatu yang tidak biasa. “Perjuangan yang luar biasa, keyakinan yang luar biasa, dan semangat yang luar biasa,” tegasnya.

Begitu juga ketika Agnes dinominasikan dalam penghargaan JPop International Music Awards. Sampai akhirnya masuk nominasi dan menang, Agnes menyatakan tidak tahu dan tidak menyangka. “Awalnya saya tahu bahwa nama saya masuk lima nominasi.

Tapi, sekitar Maret panitia tahu bahwa saya bukan warga negara Jepang, Korea, ataupun Tiongkok. Akhirnya nama saya dihapus dari nominasi,” terangnya. Penghargaan itu biasanya memang ditujukan kepada penyanyi dari tiga negara tersebut.

Pada akhirnya, menjelang penutupan polling, panitia memutuskan untuk mengabaikan itu. Sebab, penghargaan tersebut adalah penghargaan internasional. “Kalau internasional, berarti kan bisa dari negara mana saja.

Bukan hanya tiga negara tersebut. Itu yang diputuskan panitianya,” tuturnya. Agnes pun senang karena akhirnya bisa memenangi tujuh nominasi. Namun, untuk acara pemberian penghargaannya, Agnes belum tahu kapan dilangsungkan. (jan/c13/any/jpnn)