Home Blog Page 15340

Pengurus dan Manajemen Gagal

PSMS akan memasuki musim ketiga di Divisi Utama yang merupakan kompetisi kasta kedua Liga Indonesia. Artinya PSMS terus didera kegagalan melangkah ke Indonesian Super League (ISL) yang merupakan kasta tertinggi sepak bola nasional.

Siapakah yang gagal? Pertanyaan klasik yang jawabannya mudah ditebak, utamanya bagi para fans setia PSMS. Rata-rata menjawab pasti: pengurus dan manajemen gagal total.

Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan salah satunya. Barisan kelompok pecinta PSMS yang memiliki jumlah anggota terbesar ini (7866), berharap ada revolusi besar di kepengurusan PSMS musim depan.
“Siapa lagi yang patut disalahkan? Tentu saja pengurus dan manajemen. Kalau memang tidak bisa mengurus lagi, harusnya sadar diri dan mundur. Beri kesempatan kepada orang lain yang memang bisa mengurus tim dengan baik,” koar Nata Simangunsong Ketua SMeCK kemarin.

Bukti kegagalan sudah terlihat jelas. Tiga musim main di kasta kedua kompetisi tentu saja jadi alasan utama yang tak terbantahkan. Kalau ingin melihat kegagalan lain, SMeCK juga punya jawaban. Salah satunya adalah tak berkembangnya markas PSMS: Stadion Teladan.

“Lihatlah ada waktu dua tahun untuk membenahi Stadion Teladan karena PSMS sedang tidak bermain di ISL. Kalaupun musim depan lolos ISL, tetap saja tak bisa main di hadapan pendukung sendiri karena kondisi Stadion Teladan sangat memprihatinkan. Harusnya ada desakan dari pengurus PSMS agar Stadion Teladan direnovasi,” tambah Nata.
Dosa lain adalah tak adanya sponsor yang bisa digandeng pengurus. Kalau orientasi pengurus masih menyusu APBD, maka tempatnya tak lagi cocok di PSMS. Ini karena musim depan seluruh klub di Indonesia haram pakai APBD. (ful)

Apakah Tuhan Menonton Pertandingan Sepak Bola?

Kalau pertanyaan ini Anda tanyakan kepada pelatih Timnas Italia di Piala Dunia 2002, Giovanni Trappatoni, maka ia akan menjawab mantab: tentu saja!

Catatan: SYAIFULLAH

Menarik benar membedah pernyataannya itu. Ketika diwawancarai Reuters atas keberhasilannya membawa Timnas Italia lolos ke babak 16 besar, Trappatoni menjawab dengan unik. Tak seperti pelatih kebanyakan yang kerap menjawab pertanyaan wartawan dengan apologi sebab akibat dan sangat taktis sekali bagaikan sebuah rumus resmi, Trappatoni saat itu menjawab bahwa Tuhan pasti menonton setiap pertandingan sepak bola. Termasuk ketika timnya mampu lolos dari lubang jarum ke babak 16 besar Piala Dunia 2002. Saat itu Italia yang tergabung dalam Grup G memang hanya butuh hasil imbang karena di saat bersamaan pesaing utama Kroasia kalah dari Ekuador.

Meski sempat tertinggal lebih dulu lewat gol striker Meksiko, Jared Borgetti di menit 34, Italia mampu membalas lewat gol Alessandro Del Piero di menit 85. Hasil ini sangat disyukurinya. Maka ia tak lupa memuji Tuhannya. “Saya melafalkan doa saya yang biasa. Keadilan dan Tuhan itu ada. Saya percaya Tuhan menonton pertandingan dan Ia akan melakukan keadilan. Kami memiliki lima atau enam peluang bagus dan salah satunya pasti berhasil berdasar keadilan itu,” beber Trappatoni kepada media usai laga.

Sebagai umat beragama, tentu saja saya yakin Tuhan maha melihat. Ia melihat apa saja di atas bumi ini, termasuk menonton pertandingan sepak bola pastinya. Namun apakah Tuhan akan bersikap netral? Atau apakah Tuhan akan memenangkan satu tim yang didukungnya?

Pertanyaan itu tak layak diperdebatkan dan direnungkan. Karena jawabannya akan menuju ke hal-hal mistis di luar akal sehat manusia. Tuhan menciptakan takdir. Tapi bukan takdir itu yang hendak dibahas di sini. Yang akan dibahas adalah keterpautan antara sepak bola dan unsur misteri itu sendiri. Unsur mistis yang dikait-kaitkan Trappatoni dalam pesta sepak bola terbesar di bumi itu.

Membawa-bawa Tuhan ke arena sepak bola tampaknya kurang etis. Karena Tuhan dibutuhkan di setiap arena kehidupan. Maka itu, keterlibatan Tuhan akan menjadi sesuatu yang gaib bin mistis. Seperti sepak bola itu sendiri: penuh misteri-seperti yang kerap diutarakan pelatih kampung: Suimin Diharja.

Bicara misteri dalam sepak bola, saya sebenarnya tak ingin terlena dan percaya. Tapi media sekelas Reuters kadang terperangkap dalam ulasan-ulasan seperti itu. Reuters kerap mencari-cari sisi unik dari pergelaran sepak bola. Tujuan utama mereka merangkai hal-hal mistis acap kali berakhir di Benua Hitam Afrika. Saban digelar Piala Afrika, Reuters akan mengirim reporter terbaiknya untuk mencari-cari unsur mistis di ajang itu.

Dan Reuters memang berhasil melaporkan hal-hal ganjil yang kerap membuat bibir ini menyungging senyum. Salah satu yang ditemukan Reuters adalah kebiasaan vodoo para dukun pembela tiap negara yang bertarung. Laporan Reuters menyebutkan praktik spiritual bersifat mistis seperti mengorbankan binatang dan mengubur beberapa bagiannya di Gurun Sahara. Banyak bubuk dan cairan aneh berbau melingkari bagian tertentu di gurun itu.

Namun Konfederasi Sepak Bola Afrika melarang para tukang sihir itu masuk stadion saat berlangsung kompetisi tertinggi di benua itu. Bahkan di ajang Piala Dunia perdukunan dan unsur mistis kerap terjadi meski dalam skala minor. Trappatoni termasuk satu yang percaya hal-hal demikian. Buktinya di Piala Dunia 2002, Trappatoni kerap melakoni ritual menciprat-cipratkan air ke bangku pemain cadangan dengan tujuan yang sulit dijelaskan. Wah.
Itu semua sekelumit kisah di pentas sepak bola dunia. Apakah di negeri sendiri hal itu ada? Jawabannya tampaknya sama.

Baru-baru ini saya mendengar kalau PSMS Medan mengalami hal sama. Saat ditahan imbang 3-3 oleh Persiba Bantul yang sekaligus menggugurkan keinginan PSMS main di ISL musim depan itu, ada pengakuan unik bahwa para pemain seperti kena gendam. Unsur mistis mulai menggeliat sehari sebelum pertandingan itu. Salah satu yang kena adalah bek PSMS, Rahmat. Menurut pengakuan Asisten Manajer, Benny Tomosoa, Rahmat tidak bisa menggerakkan badannya dan tak bisa tidur sehari sebelum pertandingan. Menurut Benny, Rahmat kerap diikuti makhluk tak berwujud dan kondisi itu mengganggu kondisi psikis dan fisiknya. Alhasil, Rahmat tak turun di partai penentuan itu.
Tapi dugaan mistis itu sempat sirna ketika akhirnya PSMS berhasil unggul 3-0 di babak pertama. Semua lena dan yakin benar bahwa ISL sudah di depan mata. Tapi apa cerita? ternyata di babak kedua unsur mistis datang lagi.

Dibilang Benny pemain semua mengaku kalau di babak kedua itu mereka seperti tertekan benar dan sulit berkonsentrasi. Bahkan ada yang mengaku mereka seperti sulit sekali menggerakkan tubuhnya. “Saya tak pernah percaya yang begini. Tapi kami mengalaminya. Tidak akan ada yang percaya seperti saya juga tak akan percaya dengan kondisi mistis seperti ini. Tapi bagi yang mengalami barulah mereka percaya bahwa unsur mistis itu sendiri sebenarnya ada dalam sepak bola,” kata Benny tak bermaksud cuci tangan atas kegagalan PSMS ke ISL musim depan. (*)

Mimpi Bawa Petaka

Merasa mimpinya akan membawa rezeki, Tengku Danny (44), warga Jalan Brigjend Zein Hamid, pun memasang nomor togel di sebuah warung kopi tak jauh dari rumahnya. Ternyata, mimpi itu malah mengantarkannya ke tahanan Polresta Medan. Pasalnya, saat dia memasang nomor togel sesuai dengan mimpinya itu, polisi langsung meringkusnya bersama juru tulis (Jurtul) Togel, Suryadi (35) warga Jalan Stasiun Gang Saudara, Kamis (26/5) sore.

Tengku Danny menuturkan, dia baru sekali membeli nomor togel dan itu pun hanya kebetulan dapat mimpi. “Pas saya beli togel, saya tidak tahu kalau polisi sudah ada di warung itu duduk. Saya beli togel karena tadi saya ada mimpi nomor dan baru sekali saya beli nomor togel,” tuturnya.

Sementara Suryadi mengaku, dia menjual togel baru dua bulan dan mendapatkan keuntungan 20 persen dari setiap satu putaran.

Kanit Judisila Polresta Medan, AKP Hartono mengaku, keduanya dibekuk sedang bertransaksi jual beli togel. Tambah Hartono, barang bukti yang diamankan dari keduanya uang Rp90.000, 1 lembar kertas rekapan togel dan pulpen. “Tersangka dijerat dengan 303 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. Tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif guna membekuk bandar besarnya,” ungkap Hartono.(jon)

Meminimalisir Penyimpangan Seks Tahanan

Satu kemajuan untuk masalah kemanusiaan bagi tahanan dilakukan aparat kepolisian, khususnya Polresta Medann
Di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Mapolresta Medan, disediakan kamar khusus bagi tahanan untuk memenuhi kebutuhan biologis tahanan, tentunya dengan pasangan resmi.

Kamar itu bernama Kamar Biologis dan diresmikan Kapolda Sumatera Utara Irjend Pol Wisnju Amat Sastro didampingi Kapolresta Kombes Pol Tagam Sinaga, Wali Kota Medan Rahudman Harahap serta unsur muspida lainnya dan para pemuka agama se-Kota Medan, Sabtu (21/5) lalu.

Lantas, seberapa pentingkah kamar biologis ini bagi para tahanan? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Nesten Fransiskus Marbun dengan Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga, Kamis (26/5) lalu.

Apa kira-kira latar belakang Polresta Medan mendirikan kamar biologis ini?
Latar belakang dibangunya kamar biologis itu tidak terlepas dari hasil penelitian kita di beberapa sel tahanan. Seperti yang dikatakan Bapak Kapolda kemarin, saat peresmian kamar biologis itu. Namun begitu, tidak sembarang tahanan yang bisa memakai kamar itu. Mereka harus menunjukkan kartu keluarga dan kartu nikahnya yang resmi, di luar itu tidak diperbolehkan.

Lalu, seberapa penting kamar bilogis bagi para tahanan Polresta Medan?
Ya, sangat pentinglah bagi tahanan. Ibarat kebutuhan makan sehari-hari. Perut ini kan perlu diisi. Di samping itu, supaya mereka tidak frustasi di dalam sel, mereka bisa menyalurkan hasrat seksual dengan pasangan yang resmi di ruang biologis ini.

Selain mengurangi rasa frustasi para tahanan, apa kira-kira korelasi dari kamar biologis ini bagi masyarakat?
Jadi, di samping untuk mengurangi rasa frustasi para tahanan, kamar biologis ini juga bermanfaat untuk mengurangi adanya penyelewengan seksual para tahanan di dalam sel. Tidak hanya itu, pembangunan kamar biologis itu juga dilakukan sebagai upaya memaksimalkan pelayanan yang baik kepada masyarakat dengan memperhatikan norma-norma hak azasi manusia bagi tiap-tiap tahanan.

Adakah jaminan, dengan diberikannya pelayanan kamar biologis ini, tahanan itu tidak frustasi atau hubungan seksualnya tidak menyimpang?
Hah, kita tidak bisa menjaminnya. Namun, kita berupaya untuk menguranginya dan ini kan baru permulaan saja dan kalau memang hasilnya nanti maksimal, kemungkinan para rumah-rumah tahanan lainnya juga akan melakukan hal yang sama dengan kita.

Jadi, apa kira-kira harapan kedepan terkait kamar biologis ini?
Saya berharap segala fasilitas yang diberikan dan disediakan sebaiknya dipergunakanlah, karena itu menyangkut keperluan dan kebutuhan para tahanan.(*)

Sajikan Suguhan Special

Surya Pro Mild Menghadirkan Festival Musik Terbesar

Mengambil konsep “Pump up your music taste”, Surya Pro Mild menghadirkan festival musik terbesar di 52 kota di tanah air. Dengan membawa nama besar perusahaan rokok terkenal di Indonesia, konser tersebut menjadi even musik pertama yang secara langsung menampilkan dua band nasional dan satu band lokal ternama dalam satu pertunjukkan.

Hal ini disampaikan, Iqbar Purnama selaku pihak Gudang Garam, saat melakukan temu pers di Hotel Aryaduta, Jumat (27/5). Untuk Kota Medan sendiri, lanjut Iqbar, Nada Promotama yang dipercayakan sebagai event organizer akan melangsungkan festival musik yang tidak hanya ditujukan kepada para kawula muda, melainkan juga suguhan untuk keluarga.

Acara yang dipandu MC Astrid Tiar ini, rencananya akan dimeriahkan dua bintang tamu yang memiliki nama besar yakni The Virgin dan ST 12 sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat Medan khususnya.

“Ini merupakan even yang kedua kali dilangsungkan Pro Mild di kota Medan. Berbeda dengan sebelumnya, untuk tahun ini kita akan memberikan suguhan dancer, sebagai pembeda pada konser-konser sebelumnya,” ungkap Iqbar.
Dalam kesempatan yang sama, Reza mewakili Nada Promotama mengatakan, panitia telah menyiapkan 12 ribu tiket bagi para pengunjung yang akan menyaksikan secara langsung konser yang akan berlangsung di Lapangan Benteng pada Sabtu (28/5) sore ini.

“Ini kita lakukan sntuk mensiasati tingginya animo masyarakat Medan yang akan menyaksikan konser ini secara langsung. Sehingga konser ini akan berlangsung damai dan tanpa masalah sesuai harapan kita semua,” ungkapnya.
Sementara itu, personel The Virgin, Mita berjanji akan memberikan suguhan yang spesial untuk menghibur para Virginity sebutan bagi fans The Virgin, sekaligus masyarakat Medan yang hadir.

“Kita akan coba membawakan single baru kita, sebagai bentuk apresiasi yang tinggi buat anak-anak Medan. Semoga nantinya bisa dinikmati dan menghibur,” ujar Mita yang mengaku telah tiga kali mengunjungi Kota Medan dalam even yang berbeda.

Hal senada juga disampaikan, penggebuk drum ST 12, Ilham Febry alias Pepep.
Meskipun tanpa kehadiran sang vokalis Charly dalam temu pers, Pepep berjanji ST 12 akan menyuguhkan yang spesial terutama bagi anak-anak Medan. “Dalam kesempatan manggung nanti, kita rencananya akan membawakan 12 lagu yang merupakan gabungan single baru dan single yang diminati masyarakat,” tuturnya. (uma)

Polisi Terus Dalami Kasus Drainase

Dugaan Korupsi di Dinas Bina Marga

MEDAN- Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumut terus mendalami kasus dugaan korupsi proyek drainase Dinas Bina Marga Medan, dengan melakukan pengumpulan bukti-bukti dan keterangan (Pulbaket). Penyidik mengaku kesulitan melakukan penelitian di 498 titik di 21 kecamatan se-Kota Medan yang dikerjakan pada proyek pekerjaan program normalisasi/pemeliharaan saluran draninase/gorong-gorong yang anggarannya bersumber dari P-APBD Kota Medan TA 2009 sebesar Rp38.810.760.150.

“Kita memang kesulitan dengan banyaknya titik yang dikerjakan mencapai 498 titik. Namun, kita tidak akan diam, penyelidikannya tetap kita dalami dengan mengumpulkan bukti-bukti lain dan keterangan sebagai pendukung,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Raden Heru Prakoso, Jumat (27/5).

Dijelaskannya, seluruh berkas untuk satu perkara saja sangat tebal, jadi untuk mempelajari seluruh dokumen tersebut kita membutuhkan waktu yang sangat lama. “Sementara, untuk drainase kita masih lidik, tetapi kasus tersebut akan tetap kita dalami penyelidikannya,” ucapnya.

Sementara, lanjut Heru, untuk pengadaan alat berat, tim penyidik akan berangkat ke Jakarta untuk menyelidiki ketiga saksi yang akan diperiksa tersebut, di antaranya dua merupakan saksi ahli dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP) Jakarta dan satu lagi yang merupakan seorang pengusaha dari PT Cahaya Buana Baru yang berada di Jakarta. “Itu dilakukan untuk menguatkan bukti-bukti terhadap tersangkanya, “ cetusnya.
Sebelumnya, Penyidik Tipikor Direktorat Reskrimsus Polda Sumut telah menetapkan tiga tersangka dugaan korupsi pengadaan alat-alat berat pada Dinas Bina Marga Kota Medan TA 2009 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,6 miliar.

“Untuk proyek pengadaan alat-alat berat di Dinas Bina Marga Kota Medan, penyidik Tipikor telah menetapkan tiga orang tersangka. Sampai saat ini, kasusnya masih dalam penyidikan, sehingga tidak tertutup kemungkinan tersangkanya bisa bertambah,” jelas Raden Heru Prakoso.

Diterangkan Heru, ketiga tersangka berinisial Ir S, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), SS selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan EZS sebagai Panitia Pengadaan. Sebanyak 19 orang saksi pegawai dinas Bina Marga Kota Medan, tiga rekanan dan lima agen/pabrikan telah dimintai keterangan.

Dalam praktik korupsi ini, penyidik menjerat para tersangka dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal (3) jo Pasal (9) UU RI No 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke satu E jo pasal 56 KUHP.

Untuk mengungkap kasus dugaan korupsi Dinas Bina Marga Medan tersebut, Polda Sumut terpaksa menyita barang bukti berupa dokumen dari sembilan perusahaan (rekanan) terkait pelaksanaan proyek. Sebab diketahui, proyek tersebut dibagi menjadi 495 paket yang terletak di 21 kecamatan dengan pagu sebesar Rp38.810.760.150. Penyidik juga telah mengumpulkan sejumlah dokumen seperti foto copy surat perjanjian kontrak, surat pengangkatan KPA, PPTK, dan Panitia Pengadaan Barang dan Jasa.

Dalam pengerjaan proyek yang dilakukan secara penunjukan langsung (PL), penyidik menemukan adanya keterlibatan sembilan perusahaan dalam pengerjaan proyek tersebut. Kesembilannya adalah, CV Rahmat Abadi, CV Mustika Cemerlang, CV Rifki Faldo Abadi, CV Surya Gemilang, CV Mitra Anugrah, CV Rahmat, CV Wiraspati Kencana, CV Sumber Rezeki dan UD Perdana.

Tujuh subjek yang telah diwawancara secara tertulis oleh penyidik adalah Dr Ir Gindo Maraganti Hasibuan, MM selaku (mantan) Kadis Bina Marga, Ahmad Buhari Siregar, ST selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Ir Utuh Januar Sitompul, Mardian Habibi Gultom, ST, Suwito, Gindo Purba, ketiganya selaku pejabat Teknis Kegiatan (PPTK), dan Eddy Zalman Saputra ST MT selaku Ketua Panitia Pemilihan Langsung (PL).(adl)

Ajang Penyaluran Bakat dari Kita untuk Kita

Etnomusikologi Guitar Session

Dengan kerjasama dan kebersamaan, bukan mustahil mewujudkan apa yang menjadi keinginan. Terlebih di tengah minimnya perhatian terhadap perkembangan seni.

Indra Juli, Medan

Hal itu yang kembali dibuktikan mahasiswa Departemen Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara yang bernaung dalam Ikatan Mahasiswa Etnomusikologi (IME) dalam “Etnomusikologi Guitar Session” di Alun-Alun Etnomusikologi Jalan Perpustakaan Kampus USU, Jumat (27/5). Dengan semangat gotong-royong, mereka menciptakan wadah penyaluran minat dan bakat khususnya instrumen gitar, baik akustik maupun elektrik.

“Kegiatan ini bisa digelar karena dukungan dari kawan-kawan karena kita pengisi acara dikutip Rp120 ribu per orang. Meskipun tidak semua yang bayar penuh dan memang tidak kita paksakan. Kekurangannya kita tutupi dari list sumbangan dari mahasiswa dan dosen. Jadi istilahnya dari kita untuk kita. Karena untuk wadah penyaluran minat dan bakat, tidak perlu mengajukan proposal lah,” ucap Ketua IME, Winka di sela-sela kegiatan.

Dengan sejumlah dana yang dikumpulkan, mereka pun menghadirkan pentas di Alun-Alun Etnomusikologi yang memang mendukung untuk pegelaran musik mini seperti sore itu. Termasuk satu unit alat band didukung sound system yang memadai sumbangan dari El Condor Pasa, kelompok musik bentukan alumnus. Sementara kain hitam polos dipasang di sisi lorong sebagai latar. Cukup memberikan visual yang baik bagi penonton yang duduk lesehan beralaskan tikar dan di bangku berjejer.

Namun kesederhanaan tadi tidak mengurangi penampilan 10 gitaris yang ada. Mengusung berbagai aliran bahkan beberapa memberanikan diri untuk menampilkan karya ciptaan, mereka tidak hanya mendapat aplaus juga menarik perhatian masyarakat. Tidak sedikit yang sampai menghentikan kendaraannya hanya untuk menyaksikan penampilan gitaris-gitaris muda ini. Untuk memaksimalkan penampilannya, masing-masing gitaris membawa audiensi sebagai pendamping.

Diawali oleh Giat, angkatan 2009 yang membawakan irama rock dengan Surrander Under dan lagu ciptaan. Dilanjutkan Ronny dari angkatan 2010 dengan satu hits dari album Joe Satriani. Kembali irama rock dibawakan Matias juga angkatan 2010 dengan judul Canon dan First Love berlanjut Martin yang angkatan 2009 dengan judul Sweet Well dan satu lagu ciptaan. Masih dari angkatan 2009 Septian membawakan Eratomania dari Home Teater dengan baik.

Herman dari angkatan 2009 memberi warna berbeda yaitu blues style saat membawakan hits dari album BB King. Dilanjutkan dengan Kris Randi Mastio Siregar angkatan 2009 yang membawakan hits-hits KLA Project dengan gitar akustik. Sebagai satu-satunya pemain gitar akustik, Randi pun mendapat aplaus yang lebih. Kembali Hosea mencuri perhatian pengunjung lewat irama blues yang dibawakannya. Kegiatan pun ditutup dengan penampilan Hendra angkatan 2010 dan Winka angkatan 2007.

“Kita persiapan juga cuma satu bulan jadi masih banyak kekurangan. Salah satunya pemain gitar akustik yang sebenarnya ingin ditampilkan di sini. Mungkin juga ketiadaan alat membuat mereka tidak bisa berpartisipasi. Ini juga alat kita saling tukar. Ke depan kiranya kegiatan ini dapat berlanjut dan lebih baik lagi,” harap Winka yang mengagumi Jhon Petrucci ini.

Seperti yang disampaikan Winka, ke depan kegiatan akan dipadu dengan instrumen tradisional. Hal itu dilakukan untuk mendekatkan generasi muda dengan seni tradisional yang merupakan jati diri sebuah bangsa. Sebelumnya IME juga menggelar Saxophon Mini Konser yang menjadi cikal Komunitas Musik Tiup Medan. Ada juga “Musik Dadakan” yang menjadi ajang berekspresi musisi Kota Medan seperti Morbit, Sunset, dan banyak lagi. (*)

Ekspresif dan Berkelas

Sound Nation Bersama Rio Febrian

MEDAN- Untuk pertama kalinya, gelaran musik bertajuk Sound Nations digelar di dalam ruangan (indoor). Padahal sebelumnya, Sound Nations selalu digelar di luar ruangan (outdoor). Hal ini dikarenakan Sampoerna selaku penyelenggara telah memiliki wadah sebagai tempat digelarnya acara ini.

Demikian disampaikan Regional Marketing Sumatera I Sampoerna, Hari Wibisono pada temu pers pelaksanaan Sound Nations di Entrance The Music Temple di Aston City Hotel. Selama setahun ke depan, bekerja sama dengan Entrance, Sound Nations akan melakukan 16 even, dan untuk pembukanya menghadirkan Rio Febrian.

Rio Febrian sebagai bintang tamu sangat bersemangat dalam menyambut perannya tersebut. “Menyenangkan bernyanyi di Medan, penonton musiknya di Medan sangat expresive, antusias dan berkelas,” ujar Rio dalam jumpa pers. Dalam pertunjukkan itu, sekitar 10 lagu akan dinyanyikan Rio, mulai dari album pertama hingga album terakhir. (mag-9)

Jaksa Kembalikan BAP Master Plan

MEDAN- Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dugaan tindak pidana korupsi dana APBD Kota Medan tahun 2006 atas pekerjaan penyusunan master plan Kota Medan 2016, dikembalikan Kejatisu ke Polda Sumut. Pasalnya, Kejatisu menilai masih ada kekurangan dalam BAP tersebut yang harus dilengkapi.

“Memang ada penyidik Poldasu mengirimkan BAP master plan itu. Tapi sudah dikembalikan lagi ke penyidik Poldasu. Karena masih ada kekurangan di dalam BAP tersebut,” ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu Edi Irsan Kurniawan Tarigan SH kepada wartawan, Jumat (27/5). Namun, Edi mengaku belum mengetahui apa-apa saja yang kurang dalam BAP tersebut. “Kita belum tahu apa petunjuknya. Karena itu wewenang jaksa yang tidak bisa di ekspos. Paling untuk mengetahui kekurangan bukti petunjuk dalam BAP tersebut, penyidik jaksa dan penyidik kepolisian harus koordinasi,” tegas Edi.(rud)

Kadis TRTB tak Paham Soal Fly Over Jamin Ginting

MEDAN- Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, Syampurno Pohan tidak mengetahui dan tidak paham atas persoalan ganti rugi lahan Jembatan Layang (fly over) Jamin Ginting. Itu terungkap saat wartawan Sumut Pos mengkonfirmasikan persoalan tersebut kepada Syampurno Pohan di Balai Kota Medan, Rabu (25/5) lalu.
Saat itu, pria berbadan tambun ini hanya mengalihkan pertanyaan kepada bawahannya yakni, Thomas Sinuhadji. “Ke Thomas saja ya. Dia yang paham soal itu,” jawabnya. Terkait hal itu, beberapa waktu lalu Kepala Tim Pembebasan Lahan Fly Over Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan Thomas Sinuhaji kepada Sumut Pos menjelaskan, pembebasan lahan Fly Over Jamin Ginting masih terkendala biaya.

Di mana, dana sebesar Rp15 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk pembayaran ganti rugi lahan tahap III belum cair hingga kini. Padahal seharusnya, pembayaran ganti rugi lahan tahap III tersebut mestinya dilaksanakan pada Februari 2011 lalu.

“Persoalannya diperlambat di Dinas Bina Marga Sumut. Tim Bina Marga Sumut berdalih, persyaratan-persyaratannya belum lengkap. Padahal, kami pikir semuanya sudah lengkap,” ujarnya.

Thomas sempat berdalih, timnya akan mengupayakan agar dana Rp15 miliar itu bisa dicairkan pada pekan depan. Sehingga pembayaran terhadap 73 persil lahan warga bisa segera terselesaikan.
“Saat ini sudah 57 persil, tinggal 73 persil lagi. Kita upayakan minggu depan sudah cair dan langsung kita bayarkan kepada warga yang berhak menerima ganti rugi itu,” ungkapnya. Lebih lanjut Thomas menjelaskan, tahap I dan II yang telah dilakukan di 2010 lalu, dana yang telah disalurkan sebesar Rp10 miliar. (ari)