28 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 15346

Indonesia Tunggu Singapura

Pembebasan ABK Kapal Gemini

JAKARTA – Pemerintah Indonesia menegaskan kesiapannya ikut dalam operasi penyelamatan awak kapal MT Gemini yang dibajak di perairan Somalia. Tapi, menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, langkah tersebut harus menunggu kerjasama dengan pemerintah Singapura sebagai pemilik kapal.

“Jadi sifatnya lebih multinasional karena dibandingkan kapal Sinar Kudus yang 100 persen WNI. Ini ada warga negara lain yang terkait, terutama Singapura sebagai negara bendera kapal,” kata Marty di sela Asean-Uni Eropa Business Summit di Jakarta Convention Center, Kamis (5/5).

“Seperti diketahui, kapal Gemini yang dibajak itu, terdapat 13 orang WNI yang menjadi awak kapal. Marty membantah jika pemerintah tidak memberi perhatian dalam kasus pembajakan itu. Justru pemerintah Indonesia mendorong agar awak kapal Gemini segera dibebaskan. “Tapi kita ini harus kerjasama dengan negara lain,” ujarnya.
Marty tidak menjawab saat ditanya tentang kemungkinan melakukan operasi militer untuk membebaskan kapal Gemini dari para perompak. Sama seperti saat membebaskan kapal MV Sinar Kudus. Pemerintah sangat mengutamakan keselamatan dalam membebaskan awak kapal tersebut.

“Apakah Indonesia akan menawarkan bantuan dalam operasi pembebasan kapal Gemini, menawarkan atau diminta, faktanya kita bekerja sama,” jawab mantan dubes RI untuk PBB itu.

Saat ini, lanjut Marty, pihak Singapura sudah melakukan komunikasi dengan pihak kapal. “Dikonfirmasi bahwa ABK semua dalam kondisi selamat dan baik,” kata mantan juru bicara Kemenlu itu.

Kapal Gemini berisi muatan 28.000 ton minyak sawit mentah dari Indonesia. ABK kapal berjumlah 25 orang yang terdiri atas 13 WNI, 5 warga Tiongkok, 4 warga Korea Selatan, dan 3 dari Myanmar. Insiden pembajakan kapal Gemini itu hanya beberapa hari setelah kapal MV Sinar Kudus berhasil dibebaskan, juga dari perompak Somalia. (fal/ken/jpnn)

Mantan Mendagri Mesir Dihukum 12 Tahun

KAIRO- Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Habib al-Adly dihukum 12 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang. Keputusan itu adalah yang pertama terkait kasus korupsi yang melibatkan mantan pejabat negara Mesir.

Selain kasus pencucian uang, Al-Adly menghadapi tuntutan soal keputusannya memerintahkan pasukan militer untuk menembaki pengunjuk rasa.

Putusan pengadilan yang menghukum mantan Mandagri di zaman kekuasan Hosni Mubarak itu tetap diawasi warga Mesir, sekaligus hendak mengetahui keterlibatannya terkait tindakan aparat keamanan kepada warga sipil saat aksi unjuk rasa.

Al-Adly, yang juga bekas kepala badan keamanan negara yang ditakuti, karena sekutu penting mantan Presiden Hosni Mubarak. Seperti diketahui, Mubarak digulingkan Februari lalu lewat gerakan aksi massa. (bbc/bbs/jpnn)
Setidaknya 846 orang tewas dalam aksi unjuk rasa selama 18 hari. Sebagian besar mereka tewas dengan luka tembak di kepala dan dada. Sekitar 20 orang menteri dan pengusaha yang terkait dengan Mubarak ditahan. (bbc/ril/bbs)

SBY Dukung Presiden Myanmar

JAKARTA – Presiden Myanmar,  U Thein Sein melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Indonesia sejak dilantik, 30 Maret 2011. Pada pertemuan itu, Indonesia bersediamenyodorkan sejumlah pengalaman.
Demikian terungkap saat diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Kamis (5/5), U Thein bercerita tentang perkembangan di dalam negeri Myanmar. “Khusus dalam beberapa tahun terakhir, penyelenggaraan pemilu dan pembentukan pemerintahan baru Myanmar,” tutur Menteri Luar Negeri,  Marty Natalegawa di Kantor Presiden.

Penjelasan itu, lanjut Marty, sangat rinci dan menggambarkan berbagai permasalahan. Bagaimana respon SBY? Marty mengungkapkan, dalam  pertemuan bilateral itu SBY menyampaikan dukungan dan apresiasi atas perkembangan di Myanmar.  (fal/jpnn)

Konflik Thailand-Kamboja Dibahas

JAKARTA- Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)  Asean akan membahas konflik perbatasan Thailand-Kamboja. Konflik kedua negara itu sendiri, masih berlangsung hingga kini. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa usai pembukaan konferensi bisnis, Asean-Uni Eropa, di JCC, Kamis (5/5).

Hanya saja, pembahasan yang dibuat belum bisa disampaikan, karena dia mengaku belum bisa mendahului apa yang akan dibahas kepala negara itu. Menurut Marty, konflik Thailand dan Kamboja layak dibahas dalam forum ini, karena memang menjadi perhatian masyarakat Asean. Tapi, perseteruan kedua negara tak  mengganggu berlangsungnya KTT Asean di Jakarta. “Saya rasa tidak, lihat sendiri tanggapan dari kalangan bisnis Eropa sangat baik,” kata Marty. Lebih lanjut, dia menambahkan, KTT Asean  tidak hanya membicarakan masalah bidang politik, keamanan, sosial budaya, dan ekonomi.

Pada pelaksanaan KTT Asean, Sementara itu,  polisi sempat mengamankan 3 warga negara  Malaysia terkait unjuk rasa KTT ASEAN di depan kantor Sekretariat ASEAN. Namun, polisi akhirnya melepaskan 3 orang tersebut karena tidak terkait demonstrasi. (bbs/jpnn)

Batik untuk Anak Muda

Ardina Rasti

Ardina Rasti punya kesibukan baru di luar dunia tarik suara dan seni peran. Dia ternyata tengah mempromosikan kain batik, khususnya untuk anak muda. “Model batik kan unik-unik. Aku merasa cocok banget untuk anak muda,” ujar nya.
Selain didaulat menjadi model kebaya perancang Radith Sirait, Rasti dipercaya menjadi ikon batik.

Sebelum menjadi ikon, Rasti memang sudah lama mengenal kain batik. Keluarganya yang berdarah Jawa adalah pencinta kain batik. “Sejak batik bergaya modern mulai booming dan dapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya, jumlah pakaian batikku makin banyak,” katanya. (mug/c6/agm/jpnn)

Bupati Nias Disidang di Medan

MEDAN-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipimpin Direktur Penindakan KPK, Ade Raharja bertemu dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), AK Basuni. Kedatangan KPK ke Kejatisu untuk melakukan kordinasi dan memberitahukan segera menyidangkan perkara dugaan korupsi dengan terdakwa Bupati Nias, Bina Haiti Baeha, di gedung Tipikor yang berada di Pengadilan Negeri Medan, yang beberapa hari lalu sudah diresmikan.
“Kordinasi yang dimaksud meminta agar pihak kejaksaan meminjam tempat dan membantu memanggil saksi selama proses persidangan berlangsung nantinya termasuk menyediakan mobil tahanan kejaksaan untuk menjemput terdakwa dari rutan menuju pengadilan,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumatera Utara, Erbindo Saragih pada wartawan di Kejatisu, Kamis (5/5).

Kemungkinan tempat yang bakal disediakan selama proses persidangan tipikor berlangsung yakni gedung kejatisu yang lama yang sekarang jadi Gedung Sentral Diklat Kejatisu. Lebih lanjut, Erbindo mengatakan bisa saja nantinya penuntut umum dari KPK ini menyewa hotel selama proses persidangan korupsi dengan terdakwa Bupati Nias.  “Pada Senin, 2 Mei 2011 tim ke sana mengecek persiapan peradilan tipikor di Medan. Kasus pertamannya yang menyangkut Bupati Nias,” kata Jubir KPK, Johan Budi SP ketika dihubungi, Rabu (4/5). Johan mengatakan, tim yang melakukan pengecekan di Medan, dipimpin langsung oleh Deputi Penindakan Ade Raharja. Persidangannya sendiri nantinya akan dilakukan oleh majelis hakim dari Medan, tetapi jaksa penuntutnya tetap berasal dari KPK. “Jaksanya tetap jaksa kita. Nanti kita yang ke sana,” terangnya.

Johan menambahkan karena perkara ini akan disidangkan di Medan, maka Binahati yang saat ini masih menjadi tahanan KPK juga akan dipindahkan ke Medan. Binahati yang ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 November 2010 ini disangkakan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU No 31 tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ia diduga terlibat dalam penggelembungan harga pengadaan barang untuk rekonstruksi Nias, seperti pengadaan sarana penangkapan ikan dan pengadaan mesin jahit. Pengadaan barang itu pun dilakukan tanpa melalui proses tender, padahal keadaan saat itu sudah melewati masa tanggap darurat alias tidak mendesak. Johan Budi mengaku, kemungkinan pada pekan depan sidang sudah dimulai.

Sementara itu, KPK juga menyoroti kasus-kasus korupsi yang terjadi di Sumut. KPK memberikan supervisi atau petunjuk kepada kejaksaan. Di antaranya, dugaan korupsi pelaksanaan MTQ dan Double penghasilan ganda yang melibatkan mantan Wali Kota Tanjungbalai, SH serta dugaan korupsi yang melibatkan mantan Sekda Sergai, OK AZ. (rud)

Polisi Selidiki Undian Berkedok Judi yang Dikelola PT WDM

MEDAN-Polisi berjanji akan serius menyelidiki praktik perjudian berkedok undian yang dikelola PT Wahana Dewata Mandiri (WDM). Sejumlah saksi yang dianggap mengetahui praktik itu sudah menjalani pemeriksaan di Polresta Medan.

“Perjudian itu pasti kita usut, kita tak pandang bulu dalam urusan judi,” kata Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga kepada wartawan saat menggelar aksi solidaritas di Mapolresta Medan, Kamis (5/5). Tagam menegaskan, polisi sudah menggeledah kantor PT WDM untuk menguatkan dugaan praktik perjudian itu. Polisi juga sudah mengamankan barang bukti dari kantor PT WDM. Tagam menyebutkan, terkait pengrusakan kantor Harian Orbit, polisi sudah menetapkan 7 tersangka. “Pemeriksaan dikembangkan untuk memburu pelaku lainnya, sekaligus mengusut perjudiannya,” tegasnya.

Direktur Umum PT WDM, Ir Lamsar Saragih meminta maaf kepada semua media baik cetak dan elektronik khususnya Harian Orbit. “Saya atas nama PT WDM meminta maaf kepada semua media atas insiden ini, khususnya kepada pihak Harian Orbit. Sebab, insiden ini tidak kita harapkan, sehingga saya akan bertanggung jawab penuh untuk berbagai kerugian,” ujarnya sesaat diperiksa di Mapolsek Medan Barat. (adl/mag-8)

Densus Sita Enam Bom di Cirebon

Diduga Milik Jaringan Syarif untuk Aksi Susulan

JAKARTA – Pengungkapan jaringan M. Syarif, pelaku bom bunuh diri di Masjid Adzikra kompleks Mapolresta Cirebon terus berjalan. Polisi menemukan enam bom pipa PVC yang dibuang di Kali Soka, Cirebon, yang diduga milik anggota jaringan Syarif. Polisi juga menangkap empat orang yang diduga masuk komplotan Syarif.

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, enam bom tersebut identik dengan bom yang ditemukan di rumah mertua Syarif di Dusun Senen, Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumber Jaya, Majalengka, Jawa Barat.

Dia menerangkan, penemuan bom pipa di Kali Soka berawal dari penangkapan Mushola alias Musha, Rabu lalu (4/5). Dia ditangkap saat menjalankan rutinitasnya sebagai penjual sandal dan pakaian di sebuah pasar malam di kawasan Slawi, Jawa Tengah. Saat ditangkap, polisi menyita beberapa barang bukti diantaranya adalah granat yang dimasukkan di dalam sebuah tas. Granat tersebut dikabarkan dibeli dari seseorang di kawasan Depok.(wan/jpnn/agm)

KPK Didesak Usut Bupati Gayo Lues

JAKARTA- Tuduhan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertindak tebang pilih, makin menguat. Kamis (5/5), sekelompok massa yang menamakan dirinya Forum Komunikasi Masyarakat Leuser (FKML) menggelar aksi unjuk rasa persis di depan pintu masuk gedung KPK.

Massa yang dipimpin Ketum FKML, Burhan Alpin dan Sekum-nya, Usman Effendi Selian ini mengusung sejumlah pamflet yang mendesak agar lembaga yang dipimpin Busyro Muqoddas itu bertindak fair mengusut perkara korupsi APBD Kabupaten Aceh Tenggara tahun 2004-2006. FKML mendesak KPK juga menindak mantan Kabag Keuangan, H Ibnu Hasyim, yang saat ini menjabat sebagai bupati Gayo Lues. Aksi yang berlangsung di tengah cuaca mendung di Ibukota ini berlangsung damai dan dijaga puluhan polisi berseragam yang berderet berdiri di pintu masuk gedung KPK. (sam)

Saksi tak Hadir, Sidang CIMB Niaga Ditunda

MEDAN- Sidang lanjutan kasus perampokan CIMB Niaga dan penyerangan Mapolsekta Hamparan Perak dengan terdakwa Pautan alias Robi dan Abdul alias Regar, kembali ditunda hingga pekan mendatang. Pasalnya, saksi dari penyidik Polri yang memeriksa dan menangani terdakwa tak hadir.

Majelis hakim yang diketuai, Ahmad Guntur SH menunda persidangan setelah jaksa penuntut umum, Rudolf Valentino Latumeten SH mengatakan bahwa saksi tidak hadir. Karena saksi tak hadir, maka majelis hakim langsung memerintahkan agar penuntut umum bisa menghadirkan saksi sehingga proses persidangan tidak terganggu sembari memukul palu tanda berakhirnya persidangan. (rud)