23 C
Medan
Sunday, January 11, 2026
Home Blog Page 15360

Ekspansi Triliunan Rupiah ke Indonesia

Daihatsu dan Suzuki

Dua perusahaan otomotif asal Jepang yakni Daihatsu dan Suzuki terus mengembangkan usaha di Indonesia.
Bahkan akan menjadikan Indonesia sebagai basis industrinya di kawasan Asia.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, di 20 Mei 2011 ini Daihatsu akan meresmikan pabrik barunya yang berlokasi di Karawang. “Nilai investasinya mencapai Rp2,1 triliun. Sebenarnya Daihatsu itu dari dulu sudah ada. Tapi dia tambah lagi sekarang Rp 2,1 triliun,” tutur Hidayat di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, kemarin. Sebelumnya, Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor Sudirman MR pernah mengatakan pabrik barunya di Karawang akan memiliki kapasitas produksi 100 ribu per tahun. Sehingga total produksi mobil Daihatsu bakal mencapai 430 ribu unit per tahun. Sebanyak 15 persen dari hasil produksi mobil Daihatsu itu akan diekspor.

Selain Daihatsu, Hidayat mengatakan, produsen otomotif Suzuki juga akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya di Asia. “Mereka (Suzuki) punya komitmen sekitar 800 juta dolar AS. Dia mau datang ke Indonesia,” Hidayat.

Selain dua perusahaan otomotif, Hidayat mengatakan investor asal Cina juga ada yang sedang menjajaki investasi di dalam negeri pada sektor industri semen. Lokasinya di Grobogan, Jawa Tengah. “Mereka ingin investasi pabrik semen di Jawa Tengah. Saya belum berani ngomong karena saya belum tahu apa boleh diumumkan,” kata Hidayat. Namun dari informasi yang dihimpun, pabrik semen tersebut rencanaya bakal memerlukan investasi 260 juta dolar AS. (net/jpnn)

Dishub Medan tak Punya Komitmen Atasi Kemacetan

MEDAN-Persoalan kemacetan di Kota Medan menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Hal ini menunjukkan Dinas Perhubungan (Dishub) Medan belum memiliki komitmen dalam menyelesaikan kemacetan tersebut.

Hal ini terungkap dalam rapat gabungan komisi-komisi DPRD Medan dengan Dishub Medan di Gedung Dewan, Rabu (4/5). Menurut para anggota DPRD Medan, banyak faktor yang menyebabkan kemacetan hingga kini belum bisa diatasi oleh Dishub Kota Medan. Beberapa faktor tersebut antara lain, kondisi jalan yang rusak, penertiban pasar yang masih kurang, hingga lokasi berjualan pedagang kali lima yang semrawut.

“Penyebab lain terjadinya kemacetan di kota Medan karena banyaknya traffic light yang rusak sehingga berekses pada kelancaran, kenyamanan, serta keamanan berlalu lintas. Dan itu adalah hak pengguna jalan untuk mendapatkannya,” ujar Ilhamsyah dari Fraksi Golkar yang juga Ketua Komisi A DPRD Medan.

Sementara anggota Komisi D Juliandi Siregar menilai, Dishub belum punya komitmen untuk menyelesaikan kemacetan tersebut. “Harusnya ada komitmen dari Dishub Medan untuk segera menyelesaikan persoalan kemacetan di Kota Medan. Karena persoalan transportasi ini merupakan persoalan yang harus diatasi. Dishub harus berkoordinasi dengan Polantas demi mengatasi kemacetan yang kerap kali terjadi,” tegas Juliandi.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi D, Daniel Pinem mengatakan, upaya-upaya yang telah dilakukan Pemko Medan untuk mengatasi kemacetan lalulintas, sampai saat ini masih terkesan percuma dan belum membuahkan hasil yang maksimal. Bahkan, terlihat tingkat kemacetan di Kota Medan kian hari semakin meningkat, dan hal ini dikhawatirkan dapat membahayakan siklus berkendara di kota ke-tiga terbesar di Indonesia ini, terutama bila ditinjau dari perkembangan kendaraan bermotor di Kota Medan.

Menyikapi itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Armansyah Lubis alias Bob menjawab, Dinas Perhubungan pada tahun 2012 akan memaksimalkan fungsi Auto Traffic Control System (ATCS). Selain itu, Dishub juga berjanji, akan memasang traffic light di tiap persimpangan. “Dari 219 persimpangan yang ada di Kota Medan kami telah pasang traffic light di 153 titik persimpangan,” tambahnya.

Dijelaskannya, ATCS memiliki fungsi memantau arus lalulintas dan mengontrol traffic light. ATCS juga digunakan untuk mengatur durasi waktu beroperasinya traffic light.

Pada kesempatan itu, Bob juga berjanji akan menambah traffic light di kawasan Medan Utara akan dimasukkan dalam P-APBD 2011. “Saat ini kita sedang lakukan pengkajian di mana-mana saja yang akan dibangun traffic light,” ucapnya.(ari)

Bayi Tanpa Anus Dioperasi

MEDAN-Bayi tanpa anus (Atresiani) telah menjalani operasi pertama, Selasa (3/5) pukul 20.00 WIB. Proses operasi berjalan lancar, namun orangtua bayi mengaku resah dengan biaya yang ditanggung.
Arwan Nasution (44), ayah bayi mengatakan, tim medis yang melakukan operasi meminta saya untuk membeli benang bedah. “Saya bingung, karena saya benar-benar tidak punya uang. Lalu tim medis yang sedang melakukan operasi itu mengatakan. Cepat beli benangnya, karena anakmu sedang terbelah di ruang operasi,” ungkapnya.

Arwan mengaku sangat panik saat itu. “Padahal, saya tidak pegang. Untuk makan saja saya tidak ada uang malam itu. Karena saya datang ke sini hanya bermodalkan surat-surat rujukan anak saya dan baju yang badan. Lalu saya langsung menghubungi ipar saya, dan meminjam uangnya, sehingga saya dapat membeli benang tersebut. Ada empat benang bedah yang saya beli, harga per benang Rp56 ribu, dan hanya tiga benang yang digunakan,” ungkapnya.(mag-7)

Yamaha XJ6 Edisi Terbatas, Warna Pink

Yamaha XJ6 merupakan tipe motor sport yang tentunya ditujukan bagi bikers sejati. Namun bagi lady bikers yang berminat dengan motor jenis ini ada kabar gembira. Produsen asal Jepang ini memperkenalkan edisi spesial yang mereka juluki Yamaha XJ6 Rosa Italia.

Pabrikan berlambang garpu tala ini membalur beberapa bagian seperti spakbor, cover headlamp hingga tangki dengan warna pink. Warna pink merupakan warna yang identik dengan kaum hawa, meski begitu tidak mengurangi kesan gahar pada motor yang yang beraliran streetfighter ini.

Versi edisi terbatas ini akan dilengkapi indikator LED Carbon Look Series. Yamaha XJ6 dibekali mesin 4 silinder segaris berkapasitas 600cc dan mampu menghasilkan tenaga 78 hp. Yamaha memberikan sesuatu yang berbeda dengan menyembunyikan silincer knalpotnya.

Untuk harga, Yamaha Italia membanderolnya 6690 Euro atau sekitar Rp85,1 jutaan. Sekedar info, motor ini akan melakukan debut awal pada 7 Mei mendatang dalam gelaran Tour d’italy. (net/jpnn)

Siswa SMP Dipungut Rp200 Ribu

081376273xxx
Pungutan dana dari siswa kelas IX SMPN III Tanjung Morawa sebesar Rp200.000 per siswa untuk biaya perpisahan dan cendramata untuk guru mohon kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Deli Serdang agar menertibkannya.

Kami Teruskan

Terimakasih informasinya, kami akan teruskan persoalan ini ke instansi yang bersangkutan, selanjutnya kami ingatkan kepada para guru hendaknya jangan membuat pungutan di luar yang dibolehkan aturan. Kemudian, bagi para orang tua siswa diimbau  agar berkonsultasi dengan komite sekolah.

Umar Sitorus
Kabag Humas Pemkab Deli Serdang

Jangan Ada Pemaksaan

Pertama kali perlu diketahui bersama, bila pungutan dilakukan di luar kesepakatan dan diminta dengan cara paksa, tentunya sangat tidak dibenarkan. Hal itu sama dengan pungutan liar (pungli) bisa dilakukan tindakan. Selanjutnya, apabila pungutan dan acara yang akan dibuat atas kesepakatan para siswa. Tentunya, hal ini sulit untuk diberikan tindakan. Apalagi panitia perayaannya juga berasal dari siswa. Sebaiknya, persoalan ini bisa diselesaikan bersama antara orang tua siswa yang keberatan dengan para panitia pelaksanaannya.
Tapi, ketika ditemui ada pemaksaan dengan cara ancaman tidak meluluskan. Hal ini tak boleh dibiarkan, harus segera ditindak segera mungkin.

Ricky Prandana Nasution SE, Anggota DPRD Deli Serdang dari Fraksi Golkar

Cara Ganti Paket XL

087769540xxx

Kepada customer XL saya pelanggan XL mau nanya bagaimana cara memberhentikan paket XL (Paket sampek puas)? terima kasih

Hubungi *123#

Yang Terhormat Pelanggan XL, pertama kami ucapkan terimakasih kepada pelanggan yang telah mempercayakan kartu XL, menanggapi laporan SMS untuk beralih atau pindah paket dari paket sampe puas, bisa melalui *123# pilih 2 untuk paket nelpon, di dalam paket telpon ada empat pilihan untuk digunakan pelanggan, jadi tergantung kebutuhannya. Bila masih kurang jelas, pelanggan bisa langsung datang ke Xl Center terdekat di Jalan Diponegoro No. 5 atau di Plaza Milenium, atau bisa menghubungi 817, dan mengunjungi website kami : www.xl.co.id

Rizaldi Gultom, Humas XL

Lebih Mudah

Machester United vs Schalke 04

MANCHESTER-Manchester United hanya selangkah lagi menuju final Liga Champions di Wembley, London, 28 Mei nanti. Berbekal kemenangan 2-0 atas Schalke 04 di Jerman (26/4), United di atas angin dalam bentrok kedua di Old Trafford dini hari nanti (siaran langsung RCTI, kickoff 01.45 WIB).

Asalkan tidak kalah tiga gol atau lebih, United bakal melenggang ke final Liga Champions ketiganya dalam empat musim terakhir. Setan Merah, sebutan United, bisa tenang karena belum pernah ada tim tamu yang pulang dengan kemenangan dari Old Trafford sepanjang musim ini.

Tapi, bukan berarti Schalke hanya akan tampil formalitas di Old Trafford. Tim tamu tetap berpeluang menorehkan kejutan dengan cara mengekploitasi psikis tuan rumah yang terbelah konsentrasinya di ajang domestik alias Premier League.

Ya, misi United memenangi gelar ke-19 Premier League mendapat ancaman serius dari Chelsea menyusul kekalahan 0-1 dari Arsenal (1/5). United bakal kehilangan puncak klasemen apabila kalah dari Chelsea di Old Trafford akhir pekan nanti (8/5).

“Kami menghadapi dua laga masif (Schalke dan Chelsea) dan kami yakin bakal baik-baik saja karena kami sama-sama dalam posisi bagus,” ungkap pelatih United Sir Alex Ferguson kepada The Sun.

Berhubung dua laga itu dimainkan hanya dalam rentang empat hari, Ferguson tentu harus melakukan rotasi. Dan, Fergie, sapaan akrab Ferguson, pun memberi sinyal apabila dia memprioritaskan lawan Chelsea. Beberapa pemain yang kelelahan seusai melawan Arsenal akan diistirahatkan.

“Kami akan menurunkan Paul Scholes (melawan Schalke). Dimitar Berbatov dan Michael Owen juga main. Saya hanya mempertahankan lini belakang dengan pemain yang berpengalaman,” tutur Ferguson.

Ferguson sepertinya ingin bermain aman. Targetnya adalah tidak kebobolan dan mencuri setidaknya satu gol agar lebih safety. Apapun strategi maupun komposisi pemain pilihan Ferguson, bek kiri United Patrice Evra menyebut timnya memang harus tampil beda dibandingkan saat dikalahkan Arsenal.

“Kami tidak bermain dengan gaya Manchester United (saat dikalahkan Arsenal, Red. Kami tampil terlalu lembek,” ujar Evra kepada Sky Sports.

Evra pun kembali mengingatkan United agar tidak menganggap remeh Schalke. “Orang mengira kami menghadapi laga mudah hanya karena melawan Schalke. Padahal, kami menang karena kami mempersiapkan diri dengan baik,” tambah pemain yang baru saja diperpanjang kontraknya sampai Juni 2014 itu.

Dari kubu tamu, kiper sekaligus kapten Schalke Manuel Neuer siap menerima tantangan lebih berat untuk mengamankan gawangnya. Di pertemuan pertama, sekalipun melakukan delapan penyelamatan gemilang, Neuer masih kebobolan dua gol.

“Saya tidak peduli siapapun pemain yang diturunkan United atau apakah mereka masih tampil serius atau tidak. Yag saya yakini, pertemuan kedua di kandang United bakal lebih berat,” tutur kiper yang notabene dibidik United itu dalam wawancara dengan Kicker.

Neuer berharap defender Benedikt Hoewedes yang absen di pertemuan pertama bisa main untuk mengurangi risiko kebobolan. Hoewedes masih menunggu hasil tes kebugaran sebelum kickoff terkait masalah di otot paha. Jika tidak, der trainer Schalke Ralf Rangnick terpaksa memundurkan lagi gelandang Joel Matip sebagai tandem Christoph Metzelder.

“Benni (sapaan akrab Hoewedes, Red) merupakan pemain penting di pertahanan kami dan saya akan lebih senang apabila dia ada di depan saya,” jelas Neuer. (dns/jpnn)

Saksi Kunci DS ‘Kabur’ ke Malaysia

LPSK Siap Lindungi Masfar

MEDAN-Perjalanan kasus peng aniayaan yang dialami Ir Masfar Sikumbang, PNS di Pemvrovsu, masih terus berlangsung. Penyelidikan polisi sudah memeriksa empat orang saksi, dua diantaranya istri pelapor Sri Listrikaningsih dan korban Masfar yang masih dirawat di RS Columbia Asia. Penyidik juga sudah memeriksa SS, pemilik rumah makan dan DS saksi yang mengantarkan Ir Masfar ke RS Columbia Asia.

Namun, saat penyidik kembali memanggil DS untuk dimintai keterangan kedua kalinya, yang bersangkutan sudah berangkat ke Malaysia. “Yang bersangkutan sudah berangkat ke Malaysia untuk berobat. Padahal keterangannya sangat dibutuhkan untuk mengungkap pelaku penyiraman soda api terhadap Ir Masfar,” ujar Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso, Selasa (3/5) siang.

Dikatakan Heru, polisi sudah menyerahkan sisa soda api yang disiramkan ke tubuh Masfar ke Labfor Poldasu untuk diperiksa. “Sisa dari soda api yang kita amankan di TKP sudah kita serahkan ke Labfor,” ucapnya.

Menurut informasi, DS diduga sengaja disuruh menghilang agar proses penyelidikan mengungkap pelaku penganiayaan dan orang-orang yang terlibat di dalamnya semakin sulit diungkap. “Kurasa sengaja si DS disuruh menghilang agar polisi sulit mengungkap pelaku penyiraman soda api tersebut,” cetus sumber di kepolisian.
Sebgaimana diketahui, keterangan DS sebagai salah satu saksi kunci pengungkapan kasus sangat dibutuhkan penyidik
Dari informasi DS diharapkan pelaku penyiraman soda api bisa diketahui dan kasus penganiayaan ini bisa segera diungkap.

Koordinator Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mendesak Polda Sumut mengambil alih perkara penganiayaan yang diduga melibatkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap.

“Kapolda harus cepat turun tangan, ambil alih saja. Kalau sekian lama Polresta Medan tak jelas proses pengusutannya, masyarakat akan bertanya-tanya,” ujar Neta S Pane kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin.
Neta yakin, jika Kapoldasu turun tangan, pengusutan perkara yang diduga melibatkan orang kuat ini bisa tuntas. “Saya tahu Kapolda Sumut yang sekarang ini tegas. Beliau orang serius, tidak mau main-main. Saya tahu betul kinerja beliau sejak menjadi Kapolres Jakarta Utara. Jika beliau turun tangan, pasti beres,” terang Neta.

Neta yakin, jika ada intervensi politik dari Jakarta terkait penanganan kasus ini, Kapolda Sumut juga tidak mempan diintervensi. “Kapolda jangan takut jika ada intervensi dan saya yakin, beliau tidak takut. Jika ada intervensi politik, elemen masyarakat akan membantu, LSM-LSM akan membantu,” ujar Neta.

Jika benar pelaku penganiayaan adalah Rahudman, Neta sangat menyayangkan hal itu. Seberapa besar kesalahan Masfar dan seberapa besar Rahudman sakit hati, sebagai pejabat Rahudman harus bisa menahan diri. “Tak boleh dia main hakim sendiri. Jika merasa dirugikan oleh kelakuan Masfar, tetap dia harus lapor polisi. Biar polisi yang menangani,” ujar Neta.

Desakan agar polisi bekerja cepat juga disuarakan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Abdul Haris Semendawai. “Polisi harus mengambil langkah cepat untuk menentukan kasus Masfar ini termasuk jenis pidana atau tidak. Selain untuk kepentingan si korban, juga untuk menunjukkan polisi tidak pandang bulu dalam menangani kasus hukum,” harapnya.

Status perkara pidana atau perdata penting bagi LPSK untuk melindungi Masfar. Hanya saja, perlindungan baru akan dilakukan jika ada permintaan resmi dari korban atau pihak keluarganya. Jika sudah ada permintaan, maka tahapan-tahapan mekanisme perlindungan saksi akan dilakukan.

“Langkah pertama, kita akan tanya ke pihak kepolisian setempat mengenai duduk perkara sesungguhnya dan bagaimana kondisi si korban,” terang Abdul Haris kepada Sumut Pos, kemarin.

Penjelasan dari kepolisian dianggap penting, lanjutnya, sekaligus untuk mengetahui jenis perkara. “Karena LPSK hanya melindungi korban tindak pidana,” terangnya.

Jika sudah dipastikan jenis perkaranya adalah pidana, maka LPSK menggelar rapat pleno untuk menentukan layak-tidaknya si korban mendapat perlindungan. “Termasuk jenis perlindungannya seperti apa,” ujarnya.
Tetap hingga kemarin siang LPSK belum menerima permintaan dimaksud.

Terpisah, Dirjen Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan mengatakan, kemendagri tetap berpeluang mengirimkan tim klarifikasi ke Medan. Hasil klarifikasi itu akan dijadikan dasar untuk menentukan langkah apa yang bisa diambil kemendagri.

Jika hasil klarifikasi menemukan indikasi Rahudman memang terbukti melakukan tindak kekerasan, maka kemendagri akan memanggil Rahudman untuk dibina.

Djohermansyah menyesalkan jika benar Rahudman terlibat perkara ini. “Kalau kepala daerah sampai bertengkar, apalagi melakukan kekerasan, kan itu mengganggu jalannya pemerintahan. Harusnya kepala daerah bijak,” cetus mantan Deputi Setwapres Bidang Politik ini. (tim)

JW Marriott Medan Diteror Kotak Berisi Bom

Terduga Pelaku Sebut Nama Ketua DPRD Langkat

MEDAN-Teror bom terus berlanjut. Kemarin (3/5) petang sekitar pukul 17.00 WIB, giliran Hotel JW Marriott di Jalan Putri Hijau Medan yang diteror bom. Teror di JW Marriott diawali dengan penemuan kotak berisi rangkaian listrik dibungkus kertas kado dan dimasukkan ke plastik keresek warna merah yang diduga bom. Kotak itu diletakkan di pelataran parkir hotel. Penemuan bingkisan itu sontak menghebohkan tamu yang datang ke hotel tersebut.

Puluhan petugas Jihandak Brimob Polda Sumut kemudian menyisir areal parkir hotel dan mengamankan paket tersebut. Bungkusan mencurigakan itu kemudian diboyong ke Markas Brimoda Polda Sumut di Jalan KH Wahid Hasyim.

Tak berselang lama, polisi mengamankan terduga pelaku yang meletakkan bungkusan yang diduga berisi bom tersebut. Pria itu diketahui bernama Rahmad Agustian (34), warga Jalan Pembangunan Pelawi Barat, Pangkalan Brandan.

Saat diinterogasi polisi, terduga pelaku mengaku sebagai Ketua Remaja Masjid Raya Pangkalan Brandan. Ayah dua anak itu mengaku sebagai tim sukses Ketua DPRD Langkat, Rudi Bangun saat pemilihan legislatif tahun 2009 lalu. Rudi Bangun adalah anak Ketua DPRD Sumut, Saleh Bangun.

“Pelaku mengaku mengenal Ketua DPRD Langkat, Rudi Bangun. Saat ditanya, katanya dia (pelaku, Red) adalah tim sukses Rudi saat Pemilukada 2009 lalu,” kata Kapolsekta Medan Barat, Kompol Arke F Ambat ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/5) malam.

Saat ditemui di ruang juru periksa (Juper) Mapolsek Medan Barat, Rahmad menceritakan kalau ia berniat menemui Rudi yang diketahuinya memiliki rumah di Jalan Kapten Muslim, Medan. Dari Langkat Rahmad menumpang bus turun dan di Terminal Kampung Lalang, pukul 14.20 WIB. Saat sedang menunggu angkutan kota, kemudian disambangi empat orang tak dikenal mengenakan helm full face dan mengendarai dua sepeda motor dengan merek yang sama yakni, Yamaha Mio warna hitam.

Kemudian, keempat orang tak dikenal itu menitipkan barang yang terbungkus plastik kresek warna merah. Dengan iming-iming diberi uang Rp20 ribu, Rahmad diminta mengantarkan titipan itu ke Hotel JW Marriott, tanpa memberitahukan kepada siapa titipan itu ditujukan. Rahmad lalu naik angkutan umum.

Sampai di Lapangan Merdeka, Rahmad sadar, ternyata ia diikuti empat orang tersebut. Seorang dari mereka menghampiri Ridwan dan meminta, setibanya di Hotel JW Marriott, Rahmad langsung memberikan bungkusan itu kepada petugas keamanan hotel.

“Kalau nanti bungkusan udah nyampai di JW Marriot dan menjadi heboh, kamu akan terkenal dan nanti kita ketemu di pangkalan Brandan akan dikasih uang lagi,” kata Rahmad menirukan ucapan orang tak dikenal itu.

Kemudian Rahmad berjalan ke Hotel JW Marriott, sementara keempat orang itu mengikuti dengan sepeda motor. Saat Rahmad sudah berada di depan hotel, keempat pria tersebut berhenti di dekat Lampu Merah di Jalan Putri Hijau. Salah seorang dari keempat orang itu memberi kode untuk segera masuk. Nah, saat Rahmad masuk dan meletakkan kotak bungkusan itu di jalan arah basemant hotel, keempat pengendara sepeda motor tersebut langsung pergi. Sementara petugas pengamanan hotel yang melihat Rahmad langsung mengambil inisiatif melapor ke petugas kepolisian di Polsek Medan Barat.

Mendengar informasi itu, petugas Polsek Medan Barat langsung menginformasikan ke Tim Gegana Brimob Poldasu. Setelah itu, bungkusan tersebut dibawa ke Markas Brimob Poldasu.

“Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan pencarian terhadap keempat orang tersebut, yang menitipkan barang ke Rahmad. Rahmad sendiri akan diperiksa selama 1×24 jam, jika tidak terbukti maka akan dilepaskan,” ungkapnya.
Menurut Arke, kotak yang dibungkus oleh kertas kado tersebut berisi sabun batangan, paku, jam weker serta baterai kering langsung dibawa ke Brimob dan selanjutnya akan diperiksa dan diteliti di Markas Brimob.

“Kotak itu bukan bom, tapi sebuah rangkaian listrik yang sedikit mencurigakan. Tapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kita serahkan saja sama Brimob Poldasu,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumut, Saleh Bangun yang dikonfirmasi Sumut Pos mengenai namanya dilibat-libatkan tersangka mengaku, tidak mengenal Rahmad. “Saya tidak mengenal dia. Dia bisa saja mengaku-ngaku mengenal saya, tapi saya tidak mengenalnya,” jawabnya. (ari/mag7/mag-8)

 

Cirus Sinaga Segera Diadili di PN Tipikor

LUBUK PAKAM-Kejaksaan Agung mengumumkan bahwa berkas penyidikan kasus korupsi yang melibatkan jaksa Cirus Sinaga dinyatakan lengkap atau P-21 pada Selasa (3/5), hari ini. Selanjutnya, kejaksaan menunggu pelimpahan berkas dan tersangka dari penyidik Bareskrim Mabes Polri ke penuntut umum pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus.

“Kita tunggu tahap dua (pelimpahan) dari penyidik,” kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Noor Rachmad.

Dijelaskan Noor Rachmad, berkas perkara yang dinyatakan lengkap adalah untuk sangkaan terlibat mafia hukum dalam penanganan perkara penggelapan dengan terdakwa Gayus Tambunan. Jika telah dilimpahkan penyidik dan dibuat surat dakwaan, sambung Noor, Cirus yang saat ini masih tercatat sebagai jaksa fungsional pada Jaksa Agung Muda Intelijen itu, akan disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Cirus jadi tersangka menyusul terbitnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor B/319/2011/Bareskrim tanggal 31 Januari 2011. Jaksa karier yang resmi ditahan di Rutan Bareskrim sejak Sabtu (16/4) ini disangka telah melakukan pemerasan, menghalangi pemberantasan korupsi, dan mencoba melakukan pemerasan. Atau telah melanggar Pasal 12 huruf e, Pasal 21, dan Pasal 23 UU 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi. Atas tuduhan ini, mantan Ketua Tim Jaksa perkara pembunuhan yang didakwakan kepada mantan Ketua KPK, Antasari Azhar ini, terancam hukuman penjara selama 20 tahun atau seumur hidup.

Noor Rachmad juga menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu penuntasan berkas Cirus lain, yakni pemalsuan rencana tuntutan (rentut) yang juga atas nama terdakwa Gayus Tambunan.

Diduga Kuasai Ratusan Ha Lahan Eks HGU

Cirus Sinaga tidak hanya sedang menghadapi masalah hukum ditingkat nasional. Di Lubuk Pakam, mantan Kajari Lubuk Pakam itu tengah ‘pecah kongsi’ dengan Melson Sinaga (49), yang mengaku orang dekat Cirus Sinaga di Deli Serdang. Warga Jalan Masjid I, Desa Sekip, Lubuk Pakam itu lantas membeber sejumlah harta yang dikuasai Cirus hingga membuatnya digelari Tuan Takur, merujuk tokoh kaya raya di film-film Bollywood.

Menurut Melson, selain lihai membuat gugatan terhadap terdakwa, Cirus juga lihai mengarap lahan eks HGU PTPN 2 dan PTPN 3. Melson Sinaga yang gerah dituding mengambil uang milik Cirus Rp6 miliar dari hasil penjualan kebun sawit Cirus Sinaga di daerah Rantauprapat itu lantas buka-bukaan.

Menurut Melson yang mengaku sering diteror mengungkapkan, semua lahan di lokasi tanah garapan Cirus Sinaga diperoleh secara ganti rugi serta hanya membuat surat ganti rugi tetapi tidak pernah terjadi ganti rugi. Biasanya Cirus Sinaga memperoleh lahan garapan itu karena membackingi penggarapan. Biasanya dengan dalih menolong petani, Cirus Sinaga telah mendalangi aksi penggarapan lahan di areal PTPN 2.

Lanjut pria memiliki kulit warna sawo matang itu, hampir semua lahan garapan yang dikuasainya, diatasnamakan istrinnya Lindia Sitanggang (46) dan beberapa nama atas keluarga dari pihak istrinya.

Semisal, untuk lahan seluas 1.008 meter yang berada di Desa Sidourip Kecamatan Beringin. Lahan eks HGU PTPN 2 itu atas nama Lindia Sitanggang dengan mengunakan KTP Jakarta No KTP 0953106301657006 dengan alamat Jalan Sabar No 15 Keluarahan Petukangan Jakarta Selatan. Lidia Sitanggang memiliki surat keterangan tanah dari kepala Desa Sidourip Kecamatan Beringin dengan Kepala Desa Legimin, pada 2003.

“Hampir semua lahan garapan yang dikausainya itu berdiri bangunan rumah permanen, untuk mengelabui petugas. Di rumah itu ditempatkan orang untuk menjaga tanahnya,” ujar Melson. (pra/jpnn/btr)