29 C
Medan
Saturday, January 10, 2026
Home Blog Page 15361

Judul Headline Koran pun Gunakan Kata ‘Bangsat’

Euforia Warga AS Menyambut Kematian Osama bin Laden

Kabar tewasnya buron nomor satu Amerika Serikat (AS), Osama bin Laden, disambut suka cita warga negeri Paman Sam itu. Media massa di sana pun ikut gegap gempita menyambut kematian tersebut. Berikut laporan kontributor koran ini, HARIATNI NOVITASARI dari Missouri.

MINGGU malam (1/5) wilayah Municipal Normandy, St Louis, Midwest di negara bagian Missouri, diguyur hujan. Malam itu, sekitar pukul 23.10 waktu setempat, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Husein Obama memberikan pidato kenegaraan di Gedung Putih, Washington DC. Pada kesempatan itu Obama menyatakan bahwa buron nomor satu FBI, Osama bin Laden, tewas di tangan militer AS.

Pidato berdurasi kurang dari 10 menit itu sontak membuat suhu dingin musim semi menghangat. Penulis menyaksikan, ratusan warga yang belum tidur spontan berkumpul di titik-titik keramaian dan berpesta merayakan “kemenangan” AS dalam perang melawan terorisme global.

Di sejumlah pusat keramaian seperti alun-alun, bar, dan tem pat kongko yang buka hingga larut malam, warga AS berpesta. Sebagian tampak puas karena penantian mereka yang berlangsung sejak 10 tahun silam akhirnya tercapai. Yel-yel dukungan kepada pemerintahan Obama bergema di jalan-jalan, terutama di ibu kota Washington DC. Reporter televisi pun banyak yang menyiarkan secara live pesta warga yang berlangsung hingga dini hari itu.

Semua saluran televisi di AS memang mengekspose kabar kematian Osama dengan vulgar. Beberapa channel TV nasional di AS seperti NBC ABC News, dan CBS mengulang-ulang scene pidato Obama yang menegaskan kabar sukses operasi perburuan Osama di Pakistan. Scene runtuhnya gedung World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001 dan review aksi-aksi teror yang digawangi Osama juga mengisi headline news saluran televisi lokal AS.
Indikasi berakhirnya perang terhadap terorisme global sebenarnya terendus sejak sepekan terakhir. Yang paling mencolok adalah keputusan Department of Homeland Security (DHS) atau Departemen Keamanan Dalam Negeri menghapus ketatnya izin masuk bagi warga negara Timur Tengah dan negara-negara Islam.

AS mencabut aturan National Security Entry-Exit Registration System (NSEERS) atau pendataan izin imigrasi khusus bagi pengunjung nonimigran dari negara Islam. Mereka yang terkena aturan itu, antara lain, warga negara Iran, Iraq, Libya, Sudan, Syria, Pakistan, Arab Saudi, dan Yaman. Saat aturan itu dicabut, publik sempat bertanya-tanya ada apa gerangan. Tapi, dengan kematian Osama, agaknya pertanyaan itu sudah terjawab.

Kesaksian sejumlah teman penulis yang baru saja melakukan perjalanan dengan moda pesawat terbang di AS juga menyebutkan, pemeriksaan di bandara mulai longgar. Dalam arti, security check yang dulu sangat ketat dan pilih-pilih terhadap pemegang paspor asing bernama nuansa Islam sudah berkurang.

Bagi pelajar RI yang berada di AS, ini merupakan hal yang positif. Sebab, kebanyakan mereka terlahir dengan nama Islam dan kerap menjadi subjek pemeriksaan berlapis di bandara. Bahkan, bagi perempuan, ada juga yang sampai melepas jilbab demi menghindari pemeriksaan yang sangat ketat itu.

Dengan kematian Osama, apakah publik AS sudah tak lagi dicekam ketakutan oleh aksi terorisme? Apakah ini berarti tak ada lagi pemeriksaan superketat di bandara-bandara, baik domestik maupun internasional di sana? Yang jelas, kabar tewasnya Osama disambut dengan suka cita, termasuk oleh media massa.

Hampir semua koran di AS menjadikan berita tewasnya Osama sebagai headline, dengan judul provokatif. Kebanyakan menggunakan kata bastard, yang berarti bedebah sebagai kata ganti untuk Osama. Harian Index Journal yang terbit di Greenwood, misalnya, memajang foto Osama hampir penuh di halaman depan. Judul ditulis dengan font besar menyebutkan: Bastard Dead, yang artinya Si Bangsat Telah Tewas.

Philadelphia Daily News juga menggunakan kata sarkasme dalam berita sukses AS menumpas Osama. Yakni, We Got The Bastard, yang artinya Kita Telah Menangkap Si Bangsat. Judul yang tak kalah provokatif digunakan salah satu koran rujukan pembaca di New York, yakni Daily News. Koran itu memasang judul Rot in Hell yang berarti Membusuk di Neraka. Foto Osama dengan jenggot panjangnya dijajar dengan tulisan superbesar.

Bahasa yang lugas juga dikutip New York Post untuk menggambarkan kepuasan warga AS terhadap pembantaian sang mastermind terorisme global. Mereka menggunakan kalimat Got Him: Vengeange at Last! US Nails The Bastard. Judul ini berarti, Tertangkap Sudah: Akhirnya Dendam Terbayar! AS Menangkap si Bangsat.

Menurut artikel dalam salah satu harian terbesar di New York itu, yang terjadi sekarang adalah kemenangan besar publik AS. “Kematian Osama melunasi utang nyawa ribuan warga tidak bersalah pada teror 9/11,” kutip salah satu kalimat dalam artikelnya.

Euforia juga tercatat hingga ke situs jejaring sosial. Selama Presiden Obama membacakan pidatonya, tak kurang ada 4 ribu twit per detik yang merespons baik kabar tersebut dan memberikan tanggapan. Council on American-Islamic Relations (CAIR) atau Dewan Hubungan Amerika Islam juga memberikan pernyataan resmi di Washington untuk mengapresiasi capaian Obama tersebut.

Dendam warga AS memang bersumber pada kejadian pada 11 September 2001 ketika Al Qaeda menabrakkan dua pesawat komersial hingga meruntuhkan World Trade Center (WTC) dan menewaskan lebih dari tiga ribu orang. Peringatan kematian Osama juga dirayakan ribuan warga AS yang menggelar doa bersama di Ground Zero (titik nol) bekas lokasi gedung WTC.

Namun, dari pengamatan penulis, tidak hanya optimisme yang digambarkan warga AS kebanyakan. Ada juga yang cenderung skeptis dan menanti fakta agar dibeberkan di media daripada memercayai pidato sang Presiden. Seorang warga Missouri bernama Don de Guire, misalnya. Dia memberikan komentar secara online dalam berita yang dirilis situs berita setempat.

Warga itu meminta pemerintah mengekspose video yang menampilkan jasad Osama disertai fakta tes DNA. “Saya mengapresiasinya, tapi lebih baik melihat langsung jasadnya untuk memuaskan diri saya dan para korban serangan WTC,” tulis pria itu.

Reuters mengutip forum kelompok Islam militan justru memberikan pernyataan sebaliknya seputar berita kematian Osama bin Laden. Menurut dia, tidak mungkin AS bisa menembak mati Osama di Pakistan.

Dalam pernyataan online yang ditulis dalam bahasa Arab itu, mereka menebar ancaman bahwa jika berita itu benar adanya, akan ada balasan yang setimpal bagi AS. “Ya Allah, jadikan berita itu tak benar… terkutuklah Obama. Wahai warga Amerika… masih sah bagi kami untuk memenggal lehermu,” tulis pernyataan itu. (zulham mubarak/c2/kum)

Berharap Dipercaya Lagi

Laura Basuki

Ajang tahunan Indonesian Movie Awards (IMA) 2011 akan dihelat sepekan lagi, tepatnya 10 Mei. Pasangan aktor dan aktris terbaik versi Festival Film Indonesia, Reza Rahadian dan Laura Basuki, kembali masuk nomine kategori tersebut lewat film 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta. Mereka pun berharap dipercaya lagi untuk menyandang gelar aktor dan aktris terbaik versi IMA.

Ditemui setelah konferensi pers IMA di Hotel Sultan kemarin (3/5) baik Laura maupun Reza mengatakan senang karena kembali dinominasikan untuk kategori yang sama. Menyandang gelar aktor dan aktris terbaik tentu sangat prestisius bagi pemain film seperti mereka.

Hanya, mereka tidak terlalu berambisi untuk memenangkan penghargaan tersebut. Mereka lebih memilih untuk memercayakan semua kepada penilaian juri.

Apalagi, di IMA 2011 ada beberapa film yang ketika penyelenggaraan FFI dinyatakan tidak lolos seleksi, tetapi di IMA masuk bursa nominasi. Film tersebut, antara lain, Darah Garuda dan Sang Pencerah.

Seperti yang diketahui, dua film tersebut termasuk box office di tanah air. “Saya dan Laura mencoba melakukan yang terbaik saja. Ketika berperan di film 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta, sebisanya berperan dengan jujur. Itu yang menjadi kekuatan kami,” tutur Reza.

Jika melihat ke belakang, Reza mengatakan cukup sulit memerankan tokoh Rosid di film itu. Sebab, meski diceritakan sebagai pasangan, tidak ada adegan dia dan Laura yang bersentuhan. “Itu kan sulit. Tetapi, Laura membantu dengan kepiawaiannya bermain dan pendekatan yang baik,” ungkapnya.

Laura menambahkan, semua itu terjadi karena dirinya dan Reza melewati proses dengan baik. Tetapi, melihat bursa nominasi kali ini dengan adanya nama-nama besar, seperti Lukman Sardi, Vino G. Bastian, Titi Sjuman, Alexandra Gottardo, dan Jajang C. Noer, Reza dan Laura memilih untuk menunggu hasil saat malam penganugerahan nanti.
Reza bilang, masing-masing bintang yang dinominasikan memiliki kekuatan. Reza menambahkan, dirinya pengagum Lukman Sardi. Lukman adalah sosok yang menginspirasinya dalam berakting.

Sementara itu, Laura mengatakan bahwa perhelatan itu bukanlah ajang persaingan. “Bukan lahan saingan saya lah. Ini tempat buat saya mengenal artis lain. Buat saya pribadi, saya tidak harus menang,” ucap perempuan yang akan menikah pertengahan tahun ini tersebut. (jan/c6/ib/jpnn)

Harian Orbit Diserang OTK, 6 Karyawan Luka-luka

MEDAN-Sekelompok orang tak dikenal (OTK) menyerang kantor Harian Orbit di Jalan T Amir Hamzah No 46 Medan, Selasa (3/5) pukul 22.30 WIB. Akibat penyerangan tersebut sejumlah  karyawan terluka yakni Ramli, Een, Mauli, Matuli Agus Salim, Ansari serta Rasyid. Hingga menjelang dinihari tadi, dua unit mobil polisi Polsek Medan Barat masih berjaga di lokasi kejadian. Sementara, warga sekitar terus berdatangan melihat kejadian itu. Menjelang dinihari polisi berhasil menangkap 20 pelakunya dan masih menjalani pemeriksaan di Mapolsekta Helvetia.

Seorang karyawan, Mauli Pardamaian Siregar menceritakan, penyerangan tersebut secara tiba-tiba. Sekolompok orang tak dikenal masuk ke kantor dan langsung mengancam para karyawan agar menghentikan pekerjaannya. “Pada saat itu kami sedang menulis berita untuk diterbitkan besok (hari ini, Red), namun tiba-tiba saja datang sekelompok orang tidak dikenal mengancam agar kami berhenti bekerja,” ujarnya.

Dia menjelaskan, yang melakukan penyerangan ada sekitar 20 orang tak dikenal berbadan tegap dengan mengendarai mobil dan sepeda motor.

“Yang saya lihat ada sekitar dua mobil serta sekitar 10 sepeda motor berboncengan. Kira-kira ada sekitar 20 orang yang melakukan penyerangan.

Namun, pertama sekelompok orang tersebut masuk ke dalam ruang kerja kami sekitar 3 orang dan mengatakan mana pimpinan redaksinya dan mengatakan siapa yang membuat pemberitaan di halaman 3 berjudul PT WDM Terindikasi Judi, Polisi Harus Usut,” ujarnya. Kapolsek Medan Barat, Kompol Arke F Ambat mengatakan hal ini masih dalam penyelidikan.

Dinihari tadi, kantor Harian Sumut Pos juga dikabarkan bakal diserang OTK tersebut. Petugas dari Serse Poltabes Medan dan Brimobdasu pun turun melakukan penjagaan. Namun hingga berita ini naik cetak, kabar tersebut tak terbukti. (mag-7/ari/mag-11)

Terinspirasi Foke

Rano Karno

Pemilukada DKI sudah di depan mata. Partai politik sudah menyiapkan ancang-ancang untuk bertarung.  Salah satunya, adalah Rano Karno. Aktor yang kini menjadi Wakil Wali Kota Tangerang itu dinilai sebagian kalangan mampu bertarung dalam Pemilukada DKI dan tentunya memenangkan pertarungan.

Rano ternyata sudah mengantongi program dan materi kampanye untuk menarik perhatian publik.
Lalu, apa programnya andai ia dicalonkan oleh PDIP untuk menggantikan Fauzi Bowo, gubernur yang biasa disapa Foke dan populer dengan klaimnya sebagai ahli Jakarta itu? Rano ternyata tak segan menirunya atau dalam bahasa lain, melanjutkan programnya yang belum tuntas. Ia berniat mengikuti jejak Foke yang menjadikan kemacetan dan banjir sebagai jualan untuk berkampanye, untuk mendulang suara dari warga Jakarta.(net/jpnn)

Avanza Hantam Truk, Tiga Polisi Tewas

Palembang- Tiga anggota Polresta Palembang dan dua warga sipil tewas dalam tabrakan di ruas Jalan Tanjung Api-api Km 15 menuju Palembang. Mobil Avanza yang mereka kendarai menabrak truk batubara. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (3/5) subuh, sekitar pukul 05.00 WIB. Avanza ini bernopol BG 1231 NI dan truk batubara bernopol E 9127 E.
Kelima korban yang tewas adalah Brigpol Toni Bahar, Brigpol Agus Widodo, Brigpol Marwin Adiansyah, Ari Akbar supir Avanza, dan Inah warga sipil. Dua korban lain dalam kondisi kritis adalah Gerah dan Manda.

“Semua korban sudah dibawa ke RS Myria, sementara penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan,” kata Kasat Lantas, AKP Hardiman kepada wartawan di Palembang, Selasa (3/5). Sementara, supir truk saat ini masih dicari. (net/jpnn)

Aceh Ingin Lepas dari Bayang-bayang Sumut

JAKARTA- Kebijakan nasional yang ingin memacu Sumut sebagai pusat perekonomian wilayah Sumatera, dipersoalkan Aceh.  Selama ini, master plan pengembangan ekonomi Aceh selalu disatukan dengan Sumut. Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ingin mengakhiri pola pengembangan ekonomi wilayah yang seperti ini.
Wakil Gubernur Aceh, Mohammad Nazar mengungkapkan, pada rakor gubernur yang dihadiri presiden dan sejumlah menteri di Bogor beberapa waktu lalu, pihaknya meminta agar dalam master plan pengembangan ekonomi wilayah Sumatera, Aceh dipisahkan saja dari Sumut.

“Dalam master plan ini, kita minta dipisahkan dari Sumut,” ujar Nazar, saat berbincang dengan wartawan di pressroom kemendagri, Selasa (3/5).

Dia mengatakan, jika Aceh terus berada di bawah bayang-bayang perekonomian Sumut, maka akan sulit maju.  Dia memberi contoh, getah karet yang berasal dari Aceh dibawa ke Medan untuk diolah, lantas balik lagi ke Aceh dengan harga tinggi.  Jika ini terus dilanjutkan, iklim bisnis di Aceh sulit berkembang. Sejumlah bahan pangan asal Aceh juga diolah di Medan dan dijual lagi di Aceh.(sam)

Indonesia Operasi Militer di Somalia

Jakarta – Ada tiga instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait nasib 20 ABK di Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia. Salah satunya adalah operasi militer agar dunia tahu Indonesia tidak pernah memberikan toleransi terhadap aksi biadab tersebut. Dua instruksi SBY lainnya adalah menyelamatkan dan membebaskan seluruh WNI yang disandera. Lalu membawa pulang kapal ke Indonesia lengkap dengan muatannya.
“Dan yang ketiga lakukan operasi militer untuk menunjukkan pada dunia bahwa kita tidak akan mentolerir penyanderaan atau mentolerir perompakan. Ketiga-tiganya telah dilakukan saya kira,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha saat ditemui di kantornya, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (3/5).

Julian mengklaim, SBY sudah terlibat dalam upaya pembebasan sandera sejak awal. SBY juga sudah memerintahkan TNI agar melakukan langkah-langkah penyelamatan.

Sementara, kabar pembebasan 20 anak buah kapal (ANK) KM MV Sinar Kudus yang disandera kawanan perompok bersenjata api di Somalia disambut gembira oleh Hj Farida, ibunda Irwan, salah seorang ABK yang menjadi mualim di kapal tersebut.

Meski belum mengetahui kapan Irwan dan kawan-kawanya kembali ke tanah air, Hj Farida mengaku sudah tidak sabar bertemu dengan putranya itu. Hj Farida mengatakan, dia merencanakan jika sudah mengetahui kapan Irwan akan pulang ke Indonesia, dia akan meminta putranya itu untuk pulang ke Batubara, untuk diupa-upa. (ing/smg)

Tuntut Jadi PNS, Guru Honorer Demo di Istana

JAKARTA- Nasib menjadi tenaga pengajar honorer dinilai tidak memberi kepastian. Kemarin (3/5), sekitar 500 orang pengajar honorer melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka meminta pemerintah segera mengangkat pekerja tidak tetap menjadi pegawai negeri sipil.

Massa yang unjuk rasa tersebut berasal dari Forum Honorer Indonesia (FHI) yang membawahkan 33 organisasi pengajar honorer seluruh Indonesia. Mereka di antaranya berasal dari Tegal, Karawang, Subang, Kendal, Purworejo, Kutai Kartanegara, dan Lampung.

Dalam tuntutannya, massa meminta pemerintah segera mengeluarkan jaminan tertulis bagi seluruh tenaga honorer akan segera diangkat menjadi PNS tanpa tes dan tanpa biaya. “Aksi akan terus dilakukan sampai bertemu dengan presiden,” kata Sekjen FHI Heri Sumarli.

Saat ini, sekitar sekitar 600 ribu pegawai honorer di Indonesia mengalami ketidakjelasan status dan ketidakjelasan gaji selama bertahun-tahun. “Bertahun-tahun status kami digantung,” kata Ketua FHI Nur Aini. Dia menyebut, rata-rata gaji yang diterima hanya Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu perbulan.

Dalam aksinya, massa membentangkan beberapa poster. Antara lain bertuliskan, Honorer Diangkat Pendidikan Meningkat. Aksi unjuk rasa itu mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Meski tidak parah, aksi tersebut sempat membuat lalu lintas di sekitar Jalan Merdeka Utara dan Merdeka Barat sedikit tersendat. (fal/jpnn)

Amrun Dicegat Imigrasi Mau Pelesiran ke India

JAKARTA- Anggota Komisi II DPR dari FPD, Amrun Daulay, ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan dicekal Imigrasi selama setahun per 1 April 2011. Namun, Amrun sempat mencoba ikut rombongan kunjungan kerja ke India, meski kemudian dicegat Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta.

“Pak Amrun tidak bisa ikut ke India karena dicekal Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar salah seorang anggota Komisi II DPR yang melakukan kunjungan kerja ke India, Selasa (2/5).

Komisi II DPR berkunjung ke Cina dan India untuk melengkapi ilmu terkait UU Kependudukan. Rencananya mereka akan pulang ke Tanah Air Jumat pekan ini. Hal tersebut dibenarkan anggota Komisi II DPR yang ikut ke India, Nurul Arifin. Politisi Golkar ini tidak melihat Amrun berada di India. “Pak Amrun tidak ikut rombongan,” tutur Nurul.
Imigrasi sudah mengeluarkan surat pencegahan ke luar negeri bagi politisi Demokrat Amrun Daulay. Hal tersebut dilakukan menyusul keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan Amrun sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di Departemen Sosial.

“Berlaku satu tahun,” kata Plt Kabag Humas Imigrasi, Bambang Catur dalam pesan singkat, Selasa (3/5). Menurut Bambang, pencegahan dilakukan sesuai dengan surat permintaan KPK bernomor 148/01/III/2011. Imigrasi kemudian mengeluarkan surat siar bernomor IMI.5.GR.02.06-3.20279. Pencegahan mulai dilakukan sejak tanggal 1 April 2011 dan berlaku hingga 30 Maret 2012.

Awal April lalu, KPK telah menetapkan anggota DPR dari Partai Demokrat, Amrun Daulay sebagai tersangka. Amrun diduga telah merugikan negara sekitar Rp25 miliar. (net/bbs/jpnn)

Pejabat Kemenpora Bantah Ada Fee di Tiap Proyek Sea Games

Jakarta – Kabiro Perencanaan Kemenpora Dedi Kusdinar menjalani pemeriksaan di KPK terkait kasus suap pembangunan Wisma Atlet di Palembang.

Usai diperiksa, Dedi menepis terdapat fee yang harus dibayarkan tiap pemenang proyek tender Sea Games kepada pejabat Kemenpora.

“Tidak ada itu, tidak ada fee,” tutur Dedi usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Selasa (4/5) malam. Dedi hari ini diperiksa di depan penyidik KPK sebagai saksi untuk Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam. Diperiksa sekitar tujuh jam, dia masuk dan meninggalkan kantor KPK didampingi oleh kuasa hukumnya, Firman wijaya.
Deddy juga mengatakan, Kemenpora memang biasa memerlukan dana talangan untuk menunjang kebutuhan operasional.

“Saya kira setiap lembaga perlu dana talangan itu. Cuma berapa banyak kita tidak tahu,” imbuhnya.
Berdasarkan penelusuran, Wafid melalui Rosa meminta fee kepada PT Duta Graha Indah (DGI) atas proyek Wisma Atlet. Wafid juga menyatakan sedang membutuhkan uang sebesar Rp5 miliar.

Wafid lantas memberikan deadline sampai 20 April 2011. Mohammad El Idris, Manajer Marketing PT DGI menyatakan hanya bisa memberikan 2 persen. Lantas, diserahkanlah uang senilai Rp3,2 miliar yang berujung pada penangkapan dirinya oleh penyidik KPK pada 21 April silam. (net/jpnn)