Home Blog Page 15362

Pembunuhnya Honorer Satpol PP Tobasa

Mayat Mahasiswi Medicom Ditemukan di Sipittu-pittu

TAPUT-Siapa pembunuh Laila Nasly Napitupulu (19) warga Porsea, yang mayatnya ditemukan di dasar jurang Sipittu-pittu pada Kamis (28/4) lalu akhirnya terungkap. Pelakunya pacarnya sendiri Candra Agus Nainggolan (21) warga Desa Narumonda Kecamatan Siantar Narumonda Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Tersangka yang bekerja sebagai pegawai honorer Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Tobasa ini, nekad  menghabisi nyawa korban yang sedang hamil 3 bulan dengan cara mencekiknya hingga tewas. Candra ditangkap personel Polres Taput tanpa perlawanan ketika sedang memancing di Danau Toba, Sabtu (21/5) siang.
Kapolres Taput, AKBP I Ketut Gde Wijatmika di Polres Taput kepada wartawan, Senin (23/5) mengatakan, terungkapnya kasus ini berkat kerjasama dengan Polresta Medan dan Reskrim Polda Sumut. Berdasarkan keterangan beberapa saksi dan teman kuliah korban, keduanya terlihat bersama-sama pada 7 April 2011.

Dari hasil pemeriksaan polisi, korban berangkat dari Medan menuju Porsea untuk menjumpai kekasihnya itu. Mahasiswi Medicom Medan ini ingin memperjelas hubungan mereka karena korban telah hamil 3 bulan. Sebelum dibunuh, korban dan tersangka sebelumnya terlibat pertengkaran di Porsea. Kemudian, tersangka membawa korban ke tempat wisata Huta Ginjang Kecamatan Muara, dengan menggunakan mobil Zenia yang dirental terangka. Di tempat itu, mereka kembali bertengkar, tersangka mengaku kalap dan mencekik korban selama 15 menit hingga tewas.

“Si korban meminta agar janin yang dikandungannya itu dibuang. Sementara si pelaku rela mempertanggungjawabkan dan mengajak korban untuk menikah. Namun korban bersikeras agar digugurkan, makanya pelaku   membunuhnya,” kata Wijatmika.

Usai dicekik hingga tewas, tersangka mengangkat tubuh korban kemudian meletekakkannya didalam bagasi mobil. Sebelumnya, tersangka mengawasi situasi agar aksinya tidak ketahuan. Selanjutnya tersangka menuju ke perbatasan Taput-Tobasa tepatnya di jurang Sipintu pintu. Setelah dirasa aman, tubuh korban digotong kemudian dibuang ke dasar jurang. Lalu, tersangka bergegas meninggalkan lokasi dan pulang ke rumahnya.

“Modusnya gara-gara korban sudah hamil tiga bulan. Si tersangka mau bertanggung jawab dengan menikahi korban. Akan tetapi korban tidak mau dan lebih memilih agar digugurkan saja. Si korban tidak mau dinikahi karena masih pingin kuliah. Karena dirinya hamil, korban merasa malu terhadap orangtuanya,” terang Kapolres.

Informasi penting lainnya yang diperoleh polisi adalah melalui situs pertemanan Facebook. Dari Facebook korban, korban sering curhat kepada teman-temannya, terutama pacar korban berinisial “M”. Tersangka tetap mengaktifkan nomor HP-nya dengan tujuan mengecoh polisi.  “Tersangka ingin mengecoh polisi dengan cara tetap mengaktifkan nomor HP-nya. Seolah-olah kematian korban agar tidak disangkut pautkan dengan dirinya. Tersangka mengetahui mayat korban sudah ditemukan dari berita Koran. Sejak itu, dia mulai merasa tidak tenang dan selalu dihantui bayang-bayang korban,” kata Wijatmika.

Tersangka Mengakui Perbuatannya

Tersangka Candra mengakui perbuatannya telah membunuh Laila, yang sudah dipacarinya sejak SMA. Karena bercinta jarak jauh, akhirnya keduanya telah memiliki pacar masing-masing. Meski demikian, jika Laila pulang kampung, keduanya tetap saling bertemu. “Kami sering bertemu kalau dia pulang kampung. Dia sudah punya pacar di Medan, begitu juga dengan saya, sudah punya pacar, tapi kami tetap berhubungan,” kata Candra.

Selama mereka pacaran, keduanya telah melakukan hubungan intim layaknya suami istri hingga korban hamil. Meski mengaku bertanggung jawab atas hilangnya nyawa Laila, bukan begitu dengan kehamilan Laila. Candra mengaku masih ragu kalau Laila hamil atas perbuatannya.

“Saya mengaku salah dan mau mempertanggungjawabkan karena telah membunuhnya. Tapi soal kehamilannya, saya masih ragu apakah akibat perbuatan saya atau tidak. Karena dia juga sudah punya pacar di Medan. Saya ingat-ingat, kami melakukan hubungan intim sebanyak 15 kali,” kata Candra saat dimintai keterangan terkait kehamilan korban.
Namun demikian, saat itu Candra siap menikahi korban. Namun korban menolak ajakan tersebut dan meminta mencarikan seseorang untuk menggugurkan kandungannya. “Alasannya dia merasa malu dan orang tuanya sudah mengetahui kehamilannya. Katanya dia masih ingin melanjutkan kuliahnya dulu,” terangnya.

Candra menambahkan, dirinya dan tersangka cekcok karena perbedaan pendapat soal kehamilan tersebut. Karena menolak diajak nikah, tersangka mengeluarkan kata-kata makian terhadap korban.  “Kemudian saya ditampar oleh korban. Saya emosi dan mencekiknya,” ungkap Candra.

Karena telah membunuh Laila, tersangka dijerat pasal 338 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (mag-2/muh)

Dihadang Massa, Eksekusi Lahan Gagal

KARO- Ekskusi lahan di Juma Uruk Ganjang, Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Naman Teran, Senin (23/5) yang dimenangkan pemohon Aja Sitepu dan Raskita Br Bangun gagal dilaksanakan. Soalnya, pihak termohon Gancih Br Ginting menghadang jalannya ekskusi dengan menggunakan bambu.

Gagalnya eksekusi lahan, diduga tidak seimbangnya jumlah massa termohon dengan petugas kemananan. Padahal, sebelum turun ke lokasi, para ekskutor mengaku siap mengambil alih lahan, tapi hadangan massa begitu besar, membuat ekskutor balik kanan.

Bahkan, upaya membacakan putusan ekskusi yang coba dilakukan seorang petugas, Christian juga tak dapat berlangsung, karena surat itu sempat dirampas pihak termohon. Untungnya, surat itu dapat diambil kembali dan ekskusi pun batal dilakukan.

Sementara, pihak pemohon Aja Sitepu (73) warga Desa Kuta Rayat, Kecamatan Naman Teran mengaku kesal atas gagalnya eksekusi lahan perladangan Juma Uruk Ganjang tersebut. Ekskusi ini dilakukan atas dasar surat keputusan MA RI No 1850 K / PDT /2006 ditanda tangani oleh Muh Daming Sanusi SH, MA.(wan)

Pergantian SKPD Menuai Protes

KARO- Dua bulan dilantik sebagai Bupati Karo, kinerja DR HC Kena Ukur Karo Jambi Surbakti mulai menuai kritik. Sejumlah kebijakan yang diambil orang nomor satu di Kabupaten Karo itu dinilai tidak tepat sasaran.

Seperti disampaikan wakil ketua DPRD Kabupaten Karo Ferianta Purba SE, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/5). Menurut politisi Partai Golkar ini, sejak dilantik 25 Maret 2011 lalu, belum ada kebijakan kongkrit ditempuh Kena Ukur untuk memajukan Kabupaten Karo. Tapi justru sebaliknya, kebijakan yang diambil malah menimbulkan kesan negatif.
Misalnya, kata dia, pergantian pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilakukan pada awal masa jabatannya, meski orang nomor satu di Pemkab Karo ini berjanji untuk tidak melakukan pergantian hingga enam bulan masa jabatannya.

“Sangat kita sayangkan pegangkatan pimpinan SKPD yang baru itu, tidak dilakukan secara defenitif, semuanya diangkat sebagai pelaksana tugas (Plt), sehingga  kinerja pimpinan SKPD tersebut diragukan kemaksimalannya dalam menjalankan tugas, karena kewenangan mereka terbatas,” ujar Ferianta.(wan)

Jalinsum Paling Rawan Lakalantas

TEBING TINGGI- Kenaikan angka kasus lakalantas selama Januari-Mei 2011 meningkat menjadi 57 kasus di wilayah hukum Sat Lantas Polres Tebing Tinggi. Hal tersebut disampaikan Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Juliani Prihatini Sik, Senin (23/5).

AKP Juliani Prihatini Sik dalam acara tanggung jawab istansi pemerintah Kota Tebing Tinggi terhadap lakalantas menjelaskan, jumlah korban lakalantas kebanyakan usia produktif 16-21 tahun. Lokasi kejadian paling rawan di Kota Tebing Tinggi dan wilayah Polsek di jalan lintas Tebing Tinggi-Pematang Siantar, jalan Tebing Tinggi-Kisaran serta jalan inti Kota Tebing Tinggi.

Sementara itu, Waka Polres Tebing Tinggi Kompol Safwan Khayat MHum dalam penjelasannya mengatakan, upaya tindakan akan dilakukan Polres Tebing Tinggi dalam menekan jumlah angka lakalantas dengan cara prefentif (pencegahan) dan refrensif (penindakan).

“Upaya maksimal akan dilakukan dalam mengurangi lakalantas dengan cara koordinasi dan kerjasama pemerintah setempat, mengingat permasalahan tersebut merupakan hal serius yang perlu penanganan terpadu,” jelasnya.
Lanjut Safwan, dengan Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang adanya tanggung jawab istansi pemerintah, maka beban tersebut bukan polisi saja yang menanggung. (mag-3)

Struktur Jabatan tak Sesuai DUK

BINJAI- Setiap jabatan yang dimiliki Pegawai Negeri Sipil (PNS), tentunya sudah sesuai dengan pangkat dimilikinya. Namun di Kota Binjai, ditemui jabatan pimpinan lebih rendah dari jabatan bawahan.

Keteragan dihimpun wartawan koran ini, Selasa (23/5), jabatan Kabag Perumahan di Dinas Tata Ruang Pemukiman (Tarukim) Kota Binjai masih golongan III C, sementara bawahanya bergolongan III D.
Kepala Bidang Pangkat dan Jabatan Afrizal, menuturkan, jabatan dan pangkat setiap PNS, sudah diatur dalam PP 100 tahun 2000 diubah menjadi PP 13 tahun 2002, dimana pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian, adalah wewenang Wali Kota Binjai.

Lebih jauh dikatakan Afrizal, mengenai Daftar Urut Kepangkatan (DUK) memeng ada sangkut pautnya dengan hal ini. “Sebenarnya, setiap jabatan yang diberikan kepada PNS, sebelumnya sudah dipertimbangkan melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat (Baperjakat) yang nantinya disampaikan ke Wali Kota Binjai. Berarti, kalau ada masalah, tidak mungkin orang yang dimaksud ini dapat duduk di jabatannya,” kata Afrizal.(dan)

Medistra Kemalingan, Rp43,5 Juta Lewong

LUBUK PAKAM- Ruang Kabag Keuangan Kantor Yayasan Perguruan Tinggi Akbid, Akper dan StiKes Medistra di Jalan Sudirman Lubuk Pakam, dibobol maling, Minggu (22/5) dini hari. Dari laci meja Kabag Keuangan, uang Rp43,5 juta raib.

Informasi diperoleh, maling memasuki ruangan tanpa merusak pintu kantor. Setelah masuk ke dalam kantor, arus listrik dipadamkan, kemudian memasuki ruangan Kabag Keuangan, maling itu merusak pintu dengan mencongkel kunci. Begitu memasuki ruang bagian keuangan, maling ini dengan leluasa mengacak-acak laci meja dan berhasil menggondol uang Rp43,5 juta.

Di dalam laci meja, uang tunai yang disimpan Rp102 juta, namun hanya sebagian diambil maling. Aksi maling ini, sempat terekam CCTV di ruangan itu.

Sesuai rekaman CCTV, maling itu beraksi seorang diri sekira pukul 03.23 WIB hingga pukul 03.51 WIB. Pelaku mengenakan sebo saat memasuki ruangan kantor itu, perawakan pelaku agak gemuk, dengan postur badan tinggi. Diduga pelaku sudah memiliki kunci duplikat kantor, sehingga pintu ruangan kantor tidak dirusak.

Kapolsek Lubuk Pakam AKP M Ikhwan membenarkan peristiwa itu. Bahkan, pihaknya telah memeriksa empat petugas keamanan yayasan. Soal rekaman CCTV, pihaknya masih menyeldikinya. (btr)

Studi Singkat dan Padat

Three Sky Center

MEDAN-Banyak lembaga pendidikan dan pelatihan penerbangan yang ada di Kota Medan berpusat di Jakarta. Tapi, tidak dengan Three Sky Center. Lembaga pendidikan dan pelatihan penerbangan ini memiliki kantor pusat di Kota Medan yang beralamat di Jalan Tritura No 17-19 Medan.

Three Sky Center merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan yang mendidik alumni SMA sederajat, Akademik dan Universitas yang bertujuan mempersiapkan SDM yang terampil, siap kerja, bermental kuat, bertanggung jawab dan disertai dengan performance yang baik. “Sehingga nantinya para alumni Three Sky Center dapat menjadi pekerja yang andal di dunia penerbangan dan perhotelan,” ungkap Direktur Three Sky Center M Syafi’i didampingi Manager Diklat Suharni Efendi, Minggu (22/5).

Lebih lanjut Syafi’i menjelaskan, legalitas lembaga yang dipimpinnya tersebut telah mendapat persetujuan dari Ditjen Perhubungan Udara dengan Nomor AU/8366/DKP.844/XI/2010. “Tak hanya itu, Three Sky Center juga mengantongi izin dari Disnakertrans Medan dengan Nomor 37/LPK/III/2010. Sedangkan kelegalitasan lembaga ini berdasarkan Kepmen Hukum dan HAM Nomor AHU-04270.AH.01.01 Tahun 2010 dan kami juga telah memiliki SIUP dengan Nomor 0096/0091/0104/1.01804/0/2010,” paparnya.

Banyak keunggulan dan fasilitas yang bisa didapatkan para peserta diklat dengan menjalani diklat di Three Sky Center. Dengan masa studi yang singkat, peserta diklat tak perlu menghabiskan waktu dengan sia-sia. “Semua akomodasi peserta diklat hingga peralatan yang diperlukannya nanti saat menjalani praktik sudah ditanggung oleh Three Sky Center. Jadi peserta diklat datang ke sini hanya untuk belajar dan latihan, tak pusing lagi harus mengurus ini dan itu,” jelas Syafi’i.

Di antaranya yang didapatkan para peserta diklat adalah kelengkapan pakaian, modul dan administrasi pelatihan seperti pelatihan mengemudi dan SIM A, tiket pesawat udara, pass bandara, visit airport, visit hotel dan lainnya. “Kita juga menyediakan berbagai license untuk setiap jurusan, seperti Sertifikat Three Sky Center, Sertifikat Abacus, License GSE Operator, License Dangerous Goods dan masih banyak lagi,” tuturSyafi’i.

Jurusan yang bisa diambil di Three Sky Center untuk sementara yakni Airline’s Staff (AS) dengan masa diklat enam bulan (tiga bulan teori, tiga bulan praktik) dan Ground Support Equipment (GSE) dengan masa diklat empat bulan (dua bulan teori, dua bulan praktik).

Menurut Syafi’i, untuk kedua jurusan ini para calon peserta diklat yang hanya perlu memenuhi standar pendidikan minimal SMA sederajat. “Untuk jurusan AS, nantinya mereka akan mendapatkan tiga lisense, yakni License Dangerous Goods, Sertifikat Abacus dan Sertifikat Basic Cargo. Dengan lisense ini, mereka tak perlu diragukan lagi kemampuannya, walau di setiap maskapai tetap mengadakan tes,” katanya.
Sedangkan untuk jurusan GSE, lanjut Syafi’i, para peserta diklat nantinya juga akan mendapatkan tiga lisense. Yakni, License Baggage Towing Tractor, License Belt Conveyor Loader dan satu license lagi dikhususkan untuk lisense sesuai kebutuhan pasar. “Maksudnya, pada lisense ketiga tersebut kami akan menyesuaikan dengan keinginan peserta diklat untuk mendapatkan kemampuan yang mana. Karena terdapat puluhan license di GSE ini yang bisa dimiliki,” jelas Syafi’i.

Three Sky Center berdiri pada Desember 2009 lalu dan mulai menerima peserta diklat sejak Februari 2010. Hingga saat ini 90 persen alumni Three Sky Center sudah bekerja di bidangnya masing-masing. Untuk mitra kerja, pihak Three Sky Center bekerja sama dengan Gapura Angkasa Medan dan Nats Nusantara Medan.
Syafi’i juga menjelaskan, setiap ada lowongan pekerjaan, para peserta diklat langsung diberikan informasi sebanyak-banyaknya. “Bahkan banyak peserta diklat yang belum selesai masa diklatnya sudah ditarik beberapa maskapai nasional. Karena saat masa praktik, mereka menunjukkan kinerja yang baik, makanya pihak maskapai langsung mengajukan perekrutan karyawan,” katanya. (saz)

Dua Bulan, 900 Warga Sipil Tewas Unjuk Rasa di Syria

UE Bekukan Aset Assad

BRUSSELS – Tindakan represif yang dilakukan rezim Presiden Bashar al-Assad pada demonstran Syria kembali menuai sanksi. Setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) menerapkan sanksi personal kepada Assad dan enam pejabat yang langsung terlibat dengan represi kepada pengunjuk rasa, kini giliran  sanksi dari Uni Eropa (UE). Sanksi dikenakan kepada Assad, termasuk pembekuan aset dan larangan berkunjung atau bepergian (travel ban) ke Eropa.
Para menteri luar negeri dari 27 negara anggota UE telah sepakat memasukkan nama Assad dan sejumlah pejabat di Syria dalam daftar hitam. “Represi di Syria terus berlanjut. Sangat penting untuk memahami hak berunjuk rasa secara damai, pembebasan tahanan politik, dan reformasi. Bukan represi seperti yang kita lihat belakangan,” jelas Menlu Inggris, William Hague sebelum pertemuan UE di Brussels, Belgia, Senin (23/5).

Keputusan UE tersebut semakin memperkuat tekanan terhadap rezim Assad. Sebelumnya, awal bulan ini, UE menjatuhkan sanksi embargo senjata, larangan pemberian visa, serta pembekuan aset milik saudara laki-laki Assad, empat sepupu, dan sejumlah orang dekatnya.

Menlu Jerman, Guido Westerwelle menyatakan, Assad bisa saja terhindar dari sanksi tersebut jika mau mendengar tuntutan demonstran dan memilih melakukan reformasi. “Tetapi, dia tidak melakukan itu. Dia malah melanjutkan tindakan kekerasan untuk menekan para demonstran di Syria yang melakukan aksi damai. Untuk itulah kami harus memperluas sanksi, termasuk kepada Presiden Assad,” tutur dia. “Ketika rezim terus menekan rakyatnya sendiri, dengan kekerasan, Uni Eropa harus mengambil tindakan,” tegasnya.

Bentuk kekerasan itu mamsih berlangsung di Syria kabarnya telah menewaskan hingga 900 rakyat tak berdosa selama dua bulan belakangan ini. Dalam insiden terakhir, aparat keamanan Syria menembaki rakyat yang tengah mengadakan upacara pemakaman untuk pengunjuk rasa antipemerintah pada akhir pekan lalu. Jumlah rakyat tewas pun dikabarkan mencapai 900 orang.

Syria menjadi negara Arab bergolak yang paling banyak menelan korban jiwa. Rakyat meminta Presiden Bashar Assad segera mengakhiri rezimnya.

Sebelumnya, rekor negara bergolak yang paling mematikan dipegang oleh Mesir dengan 846 korban jiwa. Yakni saat rakyat mengadakan unjuk rasa besar-besaran di Tahrir Square untuk menggulingkan mantan Presiden Hosni Mubarak.

Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Catherine Ashton telah memperingatkan Assad awal bulan ini bahwa dirinya bakal menjadi target berikutnya dalam daftar hitam para pemimpin negara yang disanksi.

Selain menjatuhkan sanksi tersebut, para menlu UE juga mendesak rezim Assad menghentikan berbagai intimidasi, serta penangkapan dan penyiksaan masal. UE menyerukan agar tahanan politik dibebaskan, serta membuka akses bagi pekerja kemanusiaan, medis, dan pers.

Seorang diplomat UE menyatakan sanksi tersebut dijatuhkan untuk menghentikan kekerasan dan menekan Assad agar menyetujui proses reformasi. “Tetapi, bukan untuk mendesak dia mundur,” jelas sumber tersebut seperti dikutip Agence France-Presse.

Lebih lanjut, pada pertemuan di Brussels itu juga memutuskan memperkuat sanksi bagi Iran dan Libya. (afp/ap/cak/dwi/jpnn)

Tornado Kembali Sapu Wilayah AS

CHICAGO- Badai tornado kembali menerjang wilayah AS. Kali ini serangan badai terjadi di kawasan Midwest. Tornado yang berkecepatan tak kurang dari 80 kilometer per jam menyapu Kota Joplin, Jasper County, Negara Bagian Missouri, Minggu petang waktu setempat (22/5) atau kemarin pagi WIB (23/5).

Sedikitnya 89 orang tewas akibat terjangan badai paling hebat dalam kurun lima dekade terakhir di Negeri Paman Sam itu. Tetapi, jumlah korban tewas diperkirakan masih akan bertambah.   Hingga kemarin puing-puing terlihat berserakan di kota berpenduduk sekitar 50 ribu jiwa itu. Selain meratakan rumah-rumah warga, tornado merobohkan sebuah sekolah dan sebuah rumah sakit. Sekitar 25-30 persen kota tersebut luluh lantak.

Menurut Badan Cuaca Nasional AS (National Weather Service), tornado juga menyapu enam negara bagian lain di kawasan Midwest pada Minggu petang. Namun, tornado yang menerjang Missouri merupakan yang paling buruk.
“Kota ini tak ubahnya seperti medan perang sekarang,” kata Scott Meeker dari surat kabar Joplin Globe. Selain merenggut nyawa warga, tornado mengakibatkan ratusan orang terluka. Rumah Sakit Memorial Hall yang menjadi rujukan korban luka pun dibuat kewalahan. Korban yang hanya terluka ringan terpaksa diminta segera pulang setelah men dapat perawatan medis. Sebuah sekolah terletak di pusat kota akhirnya dialihfungsikan untuk klinik.(ap/afp/bbc/hep/dwi/jpnn)

Bom Bunuh Diri Incar Prajurit Irak

BAGHDAD- Serangkaian pemboman menewaskan sedikitnya 15 orang dan mencederai 74 lain di daerah Baghdad, Minggu (22/5). Serangan yang dilakukan gerilyawan termasuk serangan bunuh diri terhadap pasukan Irak di sebelah utara ibu kota tersebut, kata beberapa pejabat keamanan.

Kekerasan di Irak turun secara berarti sejak puncak konflik sektarian empat tahun lalu, namun pemboman, pembunuhan dan serangan lain dilancarkan setiap hari oleh gerilyawan Sunni yang melemah dan milisi Syiah.
Sedikitnya 11 prajurit Irak tewas ketika penyerang bunuh diri meledakkan bom mobilnya di antara kelompok prajurit yang menyelidiki bom mobil lain di luar sebuah pos pemeriksaan di jalan utama di Taji, 20 kilometer sebelah utara Baghdad, kata juru bicara keamanan kota itu, Mayor Jendral Qassim al-Moussawi.

“Dua kendaraan meledak di Taji. Yang pertama adalah bom mobil yang diparkir. Prajurit berusaha menjinakkan bom ketika seorang pengemudi mobil lain meledakkan dirinya,” katanya.

Al-Moussawi mengatakan, 23 orang cedera dalam pemboman di Taji. Pada Minggu, empat bom pinggir jalan dan sebuah bom mobil yang diparkir ditujukan pada kantor polisi federal di distrik Amil, Baghdad baratdaya, menewaskan dua warga sipil dan mencederai 15 orang, termasuk tiga polisi, kata seorang pejabat keamanan.
Dua orang lagi tewas dan tujuh lain cedera akibat ledakan bom yang dipasang di dekat sebuah rumah sakit di Kota Sadr di Baghdad timurlaut. Serta dibeberapa kota lainnya. (bbs/jpnn)