Home Blog Page 15370

Kepala Inspektorat Diperiksa Kejari

Kasus Hanas Terus Berlanjut

MEDAN- Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, terus melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan mantan Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Medan 2010, Hanas Hasibuan. Pendalaman kasus tersebut yakni, dengan cara memintai keterangan pihak Pemko Medan dalam hal ini bagian Inspektorat Kota Medan.

Pengakuan itu dikemukakan Kepala Inspektorat Pemko Medan Farid Wajedi saat ditemui Sumut Pos di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, usai acara pemaparan mendadak Walin Kota Medan Rahudman Harahap kepada para lurah dan camat serta semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Medan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman Medan, Kamis malam (21/4).

Meskipun awalnya, Kepala Inspektorat Pemko Medan Farid Wajedi membantah hal tersebut. Namun, setelah didesak akhirnya Farid Wajedi pun mengakui, pihak Inspektorat Pemko Medan memang telah dipanggil Kejari Medan guna memberikan keterangan mengenai persoalan yang membelenggu Hanas Hasibuan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Medan.

“Kalau pun saya tutupi, pasti kalian (wartawan, red) juga tahu dari Kejari. Tapi, kita cek dulu lagi ya. Takutnya saya salah-salah ngomong. Kalau persoalan ini kan sewaktu Kepala Inspektoratnya Pak Syahminan,” ungkapnya.

Farid Wajedi juga mengaku, akan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya ketika nanti memberikan keterangan kepada pihak Kejari Medan.
“Kita tanya lagi nanti Pak Syahminan mengenai hal itu, jadi nanti biar jelas dalam pemberian keterangannya,” tuturnya.

Sementara itu, Hanas Hasibuan yang berusaha dikonfirmasi Sumut Pos pada acara yang sama terlihat terus menghindar dari kejaran wartawan Sumut Pos.
Ketika hendak ditanya, Hanas langsung pasang aksi menelpon atau menerima telepon. Dan itu terlihat beberapa kali.

Diketahui, kasus dugaan korupsi di Bagian Humas Setdako Medan adalah pada tahun anggaran 2010 lalu sebesar Rp2,049 miliar lebih. Total anggaran tersebut berasal dari APBD dan PAPBD 2010. Antara lain, anggaran penyediaan bahan-bahan bacaan dan perundang-undangan sebesar Rp910 juta, anggaran penyediaan bacaan buku kliping dari surat kabar, majalah dan tabloid sebesar Rp100 juta dan dinaikkan menjadi Rp 135 juta pada Perubahan APBD 2010.

Lalu anggaran penerbitan buku petunjuk telepon sebesar Rp104.280.000, anggaran peliputan penyelenggaraan kegiatan kepala daerah pada hari kerja dan hari libur sebesar Rp350 juta dan jumlahnya naik menjadi Rp450 juta pada PABPD 2010.(ari)

Masak HP di Microwave, Samsung Bayar Rp40 Juta

SEOUL – Seorang warga Korea Selatan (Korsel) memasak telepon selulernya di dalam microwave, setelah dimasak pria tersebut langsung lalu mengajukan klaim ganti rugi. Anehnya, ganti rugi didapat sekitar 5 juta won setara dengan Rp40 juta.

Uang ganti rugi tersebut didapatkannya ternyata tak bertahan lama, pria itu akhirnya dipenjara lantaran melakukan pemerasan. Seorang pria yang diketahui memiliki nama keluarga Lee harus mendekam di penjara selama satu tahun akibat menipu perusahaan pembuat telepon seluler.

Lee (28), menerima ganti rugi itu dari perusahaan pembuat telepon seluler, Samsung Electronics, setelah mengklaim telepon selulernya meledak ketika tengah diisi baterainya.

“Lee telah menipu Samsung agar memberi ganti rugi dengan memanfaatkan klaim perusahaan enggan melayani keluhan konsumen,” demikian putusan pengadilan seperti dilansir AFP, Jumat (22/4).

Setelah media memberitakan mengenai klaimnya, Lee melancarkan aksi unjuk rasa seorang diri di depan kantor pusat Samsung dan di Bandara Internasional Incheon sebelum kompensasi diberikan padanya. (bbs/jpnn)

Jatuh dari Lantai 4, Bayi 16 Bulan Selamat

ORLANDO- Seorang bayi perempuan berusia 16 bulan terhindar dari maut setelah jatuh dari lantai empat sebuah balkon hotel. Bayi itu terhindar dari maut karena ada turis asal Inggris yang menangkapnya di lantai dasar.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (22/4), kejadian ini berlangsung di sebuah hotel di Orlando, Amerika Serikat (AS) sekitar pukul 23.00 waktu setempat Rabu (20/4) lalu. Sang bayi jatuh dari balkon hotel mengarah ke area kolam renang.

Helen Beard (44), turis asal Inggris yang menangkap bayi tersebut bercerita, saat itu dia sedang berada di kolam renang. Lalu dia melihat seorang bayi bergelantungan di balkon.

Saat itu, Beard langsung berlari ke lokasi kemungkinan jatuhnya si bayi. Meski berbeda tiga lantai, Beard terus memperhatikan arah jatuh bayi tersebut.Untungnya, bayi bernama Jah-Nea Myles itu berhasil ditangkap meski sempat terselip dari lengannya.

“Saya fikir Tuhan bersama saya karena bayi saya selamat. Saya juga berterima kasih pada wanita yang menolongnya karena dia adalah malaikat yang dikirim dari surga,” ucap Ibunda bayi tersebut, Helena Myles.

Saat ditanya alasan jatuhnya bayi, Myles mengaku teledor. Dia menitipkan anaknya itu kepada temannya yang tidak menyadari kalau Jah-Nea sudah jatuh ke balkon. (bbs/jpnn)

6 Militer Tewas, Belasan Luka-luka

Kamboja-Thailand Saling Serang

BANGKOK- Hubungan Militer Thailand dan Kamboja kembali terlibat aksi baku tembak. Hal tersebut lantaran sengketa batas wilayah di dekat kuil Hindu Preah Vihear. Akibatnya, 6 orang tewas dan 12 lainnya terluka, termasuk 3 tentara Thailand yang dilaporkan dalam kondisi kritis.

Korban tewas terdiri dari 3 tentara Thailand dan 3 tentara Kamboja. Ribuan penduduk desa juga terpaksa dievakuasi. Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (22/4).

Berdasarkan catatan yang disampaikan, kejadian paling serius sejak pertempuran pada Februari 2011 lalu. Pertempuran di dekat kuil Preah Vihear yang telah berumur 900 tahun itu menyebabkan 10 orang tewas.

“Tentara Kamboja yang menembak pertama kali dengan senapan di Thailand dan kami hanya melakukan pembalasan yang sesuai. Saya pikir Kamboja ingin mengambil alih kuil di perbatasan,” kata Menteri Pertahanan Thailand, Jenderal Prawit Wongsuwon.
Sebaliknya, Kamboja menuduh tentara Thailand memasuki 0,4 kilometer (0,25 mil) ke wilayahnya.

“Pasukan Thailand berbaris langsung menuju posisi pasukan Kamboja yang ditempatkan di kuil Krabei Ta dan meluncurkan serangan tak beralasan. Ini adazlah satu lagi invasi Thailand di Kamboja dan kita tidak bisa menerima hal ini,” kata Juru Bicara Pemerintah Kamboja, Phay Siphan.

Perbatasan Thailand-Kamboja tak sepenuhnya dibatasi, sebagiannya dipenuhi dengan ranjau darat sisa dari perang di Kamboja. Konflik memanas ketika UNESCO memberikan status kuil Hindu Preah Vihear sebagai warisan dunia.

Pengadilan Dunia pada tahun 1962 memutuskan bahwa kuil itu milik Kamboja, namun kedua negara mengajukan klaim kepemilikan seluas 4,6 kilometer persegi (1,8 mil persegi) dari daerah yang berdekatan.

Menyikapi ini, Pemerintah Indonesia selaku Ketua ASEAN meminta Kamboja dan Thailand segera berhenti saling tembak Sebaiknya diselesaikan kembali dengan mengutamakan perundingan untuk mengatasi sengketa perbatasan.

“Indonesia, selaku Ketua ASEAN, menyerukan agar Kamboja dan Thailand segera menghentikan pertikaian insiden militer di antara keduanya, yang terjadi hari ini tanggal 22 April 2011,” demikian pernyataan Kementrian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia. (bbs/jpnn)

AS Kerahkan Predator ke Libya

WASHINGTON – Berlarutnya penyelesaian krisis Libya membuat Negeri Paman Sam tak sabar. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Kamis (22/4) menyetujui pengiriman pesawat pembom canggih predator untuk segera mematahkan perlawanan pasukan loyalis Muammar Kadhafi.

Menteri Pertahanan AS, Robert Gates membenarkan, pesawat pembom bersenjata akan dilibatkan dalam misi di Libya. Dia menambahkan bahwa pesawat tanpa awak tersebut disetujui sang pemimpin. “Presiden Obama telah menyatakan pesawat tersebut memiliki kemampuan unik dan memutuskan untuk menggunakannya,” terang Gates dalam jumpa pers.

Menhan menambahkan, predator akan disiagakan sesuai kebutuhan NATO. Keputusan tersebut sekaligus menjawab kebutuhan NATO akan tambahan pesawat canggih dengan akurasi tembakan mumpuni.

Jenderal James Cartwright, wakil kepala staf gabungan AS menuturkan, pesawat pertama telah dikirim Kamis (21/4). Namun terpaksa kembali karena cuaca buruk.

Cartwright menjelaskan, pesawat pembom tanpa awak tersebut mampu terbang lebih rendah dari pesawat tempur konvensional. Cocok untuk perang di wilayah perkotaan karena dilengkapi perangkat mendeteksi secara akurat keberadaan tank dan target potensial lainnya.

Seperti dilansir Agence France Presse, Pentagon menambahkan, Predator mampu mengenali lokasi pasukan Kadhafi meski mereka bersembunyi di kendaraan sipil ataupun rumah penduduk. Predator telah lama digunakan untuk menarget militan Taliban di perbatasan Pakistan-Afghanistan.
Sebagian pihak berpendapat bahwa keputusan mengirimkan Predator menunjukkan bahwa AS semakin dalam terlibat dalam konflik Libya.

Sebulan setelah intervensi militer barat dilakukan, misi pasukan koalisi seperti menemui jalan buntu. Seperti yang diprediksi banyak kalangan, serangan udara tidak akan cukup bagi NATO untuk membantu pemberontak “yang melawan pasukan Kadhafi sejak Februari lalu?demi memenangkan pertempuran kota melawan pasukan Libya.

Dari Libya dilaporkan, Senator ternama John McCain, dari komisi pertahanan, berkunjung ke Benghazi kemarin (22/4). Dalam pertemuannya dengan pihak pemberontak McCain memberikan penghargaannya kepada para pejuang oposisi dengan menyebutnyasebagai pahlawan. (cak/ami/jpnn)

Syamsul Arifin hingga Doyok Kagumi Pagaruyung

Mengunjungi Ikon Kuliner Kota Medan (2)

Setelah Rujak Simpang Jodoh dan Rujak Kolam, perjalanan sejarah kuliner Kota Medan berlanjut ke Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Pagaruyung. Pusat wisata kuliner malam hari yang terletak di sepanjang Jalan Pagaruyung ini tetap memiliki daya tarik.

INDRA JULI, Medan

Setiap  ba’da Ashar, kita akan menyaksikan geliat aktivitasn
di ruas jalan yang ada di kawasan Kampung Madras ini. Para pedagang mulai menyiapkan lapaknya. Bangku dan meja pun ditata sedemikian rupa untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin menikmati masakan tradisional.

Saat malam menyelimuti Kota Medan, Pagaruyung justru memancarkan cahayanya. Sebagai pusat jajanan malam hari, Pagaruyung memiliki menu-menu yang mengundang selera untuk dicicipi. Seperti mie rebusnya yang terkenal, martabak mesir, es buah, kerang rebus, nasi goreng, maupun aneka minuman seperti bandrek dan aneka jus. Dengan harga yang terjangkau, Pagaruyung pun menjadi tempat yang tepat untuk kongkow-kongkow.

Belum lagi keberadaannya yang berdekatan dengan icon Kota Medan lainnya yaitu Kuil Shri Marimman, pusat belanja SUN Plaza, maupun Masjid Ghaudiyah sebagai peninggalan sejarah yang memberi nilai lebih terhadap Pagaruyung. Tak heran pengunjungnya datang dari berbagai lapisan masyarakat. Baik bersama keluarga, rekan dan relasi, hingga muda-mudi yang merajut benang asmara.

“Ya saya suka dengan mie rebus yang memang khas juga dengan martabak indianya. Harganya pun cukup terjangkau jadi sekalipun bawa keluarga tidak sampai menguras isi kantong lah. Kita juga bisa mengenalkan anak-anak dengan situs-situs sejarah. Semacam pendidikan juga lah,” ucap Ritonga (45), yang datang dengan istri dan ketiga buah hatinya.

Namun di balik menu dengan harga terjangkau juga bangunan-bangunan tua dan unik tadi, Pagaruyung juga menyimpan cerita yang tak kalah menarik untuk diulas. Seperti yang dituturkan Koordinator Pagaruyung Pak Jack, aktivitas pedagang dimulai pada 1986 oleh beberapa warga Kampung Kubur. Mengambil lokasi dari simpang Jalan Cik Ditiro menghadap Jalan Zainal Arifin tepatnya di depan Bioskop Rencong/Metro.

“Dulu cuma mie rebus dua steling, teng-teng atau es buah, kerang rebus dan warung kopi Nyanyuk. Masih pakai lampu petromak untuk penerangan. Mungkin karena dilihat tidak rapi, Pemko Medan mengarahkan para pedagang ke Jalan Pagaruyung. Itu pun tidak lama, karena banyak yang tidak tahu, omset jadi turun. Mereka (pedagang, Red) pun balik lagi berjualan di tempat yang lama,” kenang Pak Jack, Rabu (20/4) malam.

Digagasi oleh Yayasan Yasika yang didirikan tokoh masyarakat Kamaluddin, Amri Amdani, dan Kepling II Ane Wecen, Pagaruyung lalu diresmikan Wali Kota Medan Baktiar Djafar sebagai pusat jajanan malam 1990-an silam.

Dengan peresmian tadi yang dibarengi dengan publikasi di media-media lokal, Pagaruyung pun menjadi satu-satunya pusat jajanan malam di Kota Medan mulai diramaikan masyarakat. Dibenarkan lagi dengan aktivitas malam hari saat itu.

Keramaian tadi secara tak langsung menambah jumlah pedagang yang ada meskipun masih berada di lingkungan yang sama yaitu Kampung Kubur tadi. Beberapa bahkan memanfaatkan pekarangan rumahnya sebagai lapak yang dibangun dengan dana pribadi. Tak heran meja-meja yang ada masih sangat sederhana dan terbuat dari kayu. Untuk kursi juga dari plastik yang tidak begitu banyak.

Karena datang dari satu lingkungan, komunikasi antar pedagang pun cukup baik dan secara bersama-sama mereka membangun fasilitas lainnya. Seperti atap yang dibuat dari tenda biru begitu juga toilet yang dibangun dengan gotong royong. Suasana kekeluargaan tadi pun terbawa saat meladeni pengunjung. Hal itu pun memudahkan saat membuat kesepakatan untuk tidak menjual minuman keras.

“Waktu itu betul-betul ramailah. Pokoknya kaya raya pedagangnya. Dari jam empat sore sudah buka dan baru tutup pukul lima pagi. Setiap hari begitu. Bahkan sayang rasanya tutup pukul empat pagi saking ramainya pengunjung. Dengan kurs rupiah waktu itu pendapatan Rp700 ribu sudah cukup lumayan,” papar pedagang martabak mesir,  Saleh yang juga keluarga dari pedagang terlama di Pagaruyung Medan.

Melihat kesuksesan yang diraih para pedagang ini, Dinas Kesehatan Kota Medan pun menyumbangkan celemek untuk pedagang dan tong sampah di seputaran Pagaruyung. Kerjasama itu sedikit banyak merubah penampilan Pagaruyung menjadi lebih bersih.

Tidak hanya masyarakat awam, kalangan pejabat seperti Syamsul Arifin, Gatot Pujo Nugroho, hingga kalangan artis ibu kota seperti Jeng Kellin, Titi DJ, Doyok, Samson, Yus Yunus pun sudah mengagumi semangat para pedagang dalam menghadapi persaingan untuk bertahan hidup.

Masa keemasan itu pun membuat Pagaruyung diangkat menjadi salah satu icon Kota Medan dan oleh Departemen Pariwisata, Pagaruyung disebar dalam brosur baik di biro travel hingga pesawat komersil. Masa itu pun diabadikan menjadi sebuah plank di Departemen Pariwisata Kota Medan.

Namun, seiring pesatnya pertumbuhan dan pembangunan, Pagaruyung mulai kesulitan. Pertumbuhan pusat jajanan malam dengan fasilitas modern yang tak terbendung sedikit banyak berhasil mencuri pengunjung dari kalangan generasi muda. Perlahan kalangan lainnya mulai memalingkan wajah hingga Pagaruyung benar-benar membutuhkan perubahan.

Rencana Pemerintah Kota Medan untuk mengelola Pagaruyung pun ibarat nafas kehidupan baru bagi para pedagang. Bahkan mereka pun rela beberapa hari melepas rezeki tidak berjualan agar ‘pembenahan’ yang dijanjikan berlangsung lancar. Begitu juga kamar mandi yang mereka bangun dengan gotong-royong namun cukup baik.

Sekian lama berlalu, harapan tinggal harapan. Pembongkaran bertopeng pembenahan malah menyisakan puing dari pengerjaan drainase yang tidak tuntas. Design atap yang mengacu pada model di ibukota justru menjadi teratak seng dengan cicilan yang masih harus dibayarkan para pedagang.

Sekalipun telah terbukti mampu bangkit dan bertahan, kini para pedagang Pagaruyung menghadapi dilema. Keinginan untuk berbuat masih terbelenggu rencana gagal pemerintah. “Kami hanya butuh selembar surat kalau Pemko Medan menyerahkan sepenuhnya pembenahan kepada para pedagang. Seperti dulu kita bangkit dari nol, kita juga bisa bangkit lagi kok,” yakin Saleh. (*)

Kami Diikat, Mulut Dilakban

Aksi Perompak di Perairan Singapura

Hingga kini nasib 20 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera di Teluk Aden, Somalia oleh perompak belum juga bebas. Tapi, ada hal yang mirip terjadi di laut Indonesia. Kapal bermuatan bahan bakar minyak (BBM) dirompak dan minyaknya di sedot di Singapura.

Demikian pengakuan Kapten MT Namse Bangdzod, Abdul Yusuf (35) yang dirompak di perairan Masalembo-laut Jawa, Jumat (15/4) lalu, sehari setelah berlayar dari Surabaya menuju Samarinda mengatakan, ia dan 13 ABK diikat dan mulut dilakban, saat perompak berhasil menguasai kapal mereka.

“Kami tak bisa berbuat apa-apa karena kami ditodong senjata api dan senjata tajam lainnya,” kata Yusuf di markas Ditpolair Polda Kepri, Sekupang, Jumat (22/4).

Ia membenarkan, kalau kapal yang dibawanya dirompak dua kapal yakni MT Tere dan MT 3 Dolphin. “Mereka memepet kami, dan langsung naik ke kapal dan menguasai kapal kami,” katanya.

Kapal bermuatan 1.800 ton milik PT United Shipping Indonesia itu kemudian dibawa ke perairan Singapura. Setelah tiba di perairan Singapura, kedua kapal perompak ini menyedot BBM yang mereka bawa.

Setelah barang berharga milik Yusuf dan 13 ABK serta BBM dirampas dan disedot ke kedua kapal perompak itu, perompak yang berjumlah delapan orang ini langsung melarikan diri. Saat itulah, Yusuf dan 13 anak buahnya berusaha melepaskan ikatan dan lakban di mulut mereka.

Yusuf mengaku, untuk mendapatkan pertolongan dirinya menembakkan Parasut Emergency itu, ternyata tembakan itu direspon patroli Coast Guard Singapura. Mereka mendekat dan  memberikan pertolongan.

Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono, membenarkan kejadian itu. Namun sedikit berbeda dengan keterangan sang Kapten. (gas/jpnn)

Usia 40 Tahun Rentan Kolesterol

MEDAN- Memasuki usia 40 tahun, Anda harus waspada. Pasalnya, kolesterol sangat rentan manusia yang usianya mencapai 40 tahun, terutama laki-laki. Namun, bukan berarti usia di bawah 40 tidak berpotensi terserang.

“Kurang olahraga rentan kolesterol. Ini tanpa gejala, namun dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Tergantung, mana yang diserang,” kata pemerhati kesehatan, Dr Umar Zein dalam pemeriksaan lemak dan kolestrol gratis serta seminar awam tentang kolestrol, Jumat (22/4).
Menurutnya, jika kolesterol menyerang bagian kepala, dapat menyebabkan seseorang menjadi strok. Selanjutnya, jika kolesterol menyerang jantung, seseorang bisa terkena serangan jantung.

Sementara upaya pencegahan dapat dilakukan dengan pola hidup sehat dan diet. “Hiduplah dengan pola hidup sehat serta banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Masih banyak masyarakat belum sadar dan belum tahu tentang kolestrol ini. Jika tidak segera dicegah, akan menyebabkan ateroclorosis atau penyempitan pembuluh darah,” terangnya lagi.

Sejauh ini, sambungnya, untuk mendeteksi seseorang terserang kolesterol belum dapat dilakukan secara manual, kecuali melakukan pemeriksaan di laboratorium kesehatan.

Umar Zein juga menyebutkan, untuk menghindari gejala kelebihan kolesterol ini yakni dengan mengurangi konsumsi daging, telur, santan, jeroan, kuning telor, terutama penderita diabetes dan hipertensi.

Namun, sambungnya, penderita kolestrol ini tidak perlu khawatir. Karena, dengan pola hidup sehat dan olah raga, serta dibantu dengan obat-obatan yang diberikan dokter masih bisa disembuhkan. “Makanya penderita kolesterol ini dianjurkan makan buah dan sayuran,” kata Umar Zein.(mag-7)

Habis Jual Tanah, Jukir Mau Jual Rumah

Divonis Bebas di PN Medan, Dihukum 12 Tahun di MA

MEDAN-Sudah hampir sepekan juru parkir (jukir), Zainal Abidin Nasution dan istrinya, Lilis tak kembali ke rumahnya di Jalan Bhayangkara, Gang Garuda, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung.

Pantauan wartawan koran ini, Jumat (22/4) sore, kondisi rumah semi permanen itu dalam keadaan terkunci dari luar. Sedangkan lampu  jalan yang dipasang di samping rumahnya terus menyala.

Rumah berdinding batu itu ternyata akan dijual. Buktinya, di depan rumah dipasang triplek bertuliskan rumah ini dijual dilengkapi dengan nomor handphone milik istrinya.

“Rumahnya mau dijual dengan harga Rp350 juta, bisa nego kok,” kata Yana, pemilik warung gorengan di depan rumah Zainal.

Warga sekitar tempat tinggal Zainal tertutup ketika ditanyai keberadaan Zainal. “Nggak tahu kali kami bang, aku tinggal di Jalan Mandala. Di sini cuma numpang dengan orangtua untuk jualan saja,” kata Yana.

Kepala Lingkungan XIII, tempat Zainal tinggal, Halimah mengatakan, kalau dirinya tidak mengetahui kalau Zainal sudah tidak berada di rumah tersebut selama sepekan.

Ketika ditanya apakah Zainal sudah pindah dari lingkungan tersebut, Halimah mengatakan belum.  Halimah mengaku, seminggu yang lalu dirinya pernah bertemu dengan Zainal yang kebetulan melintas di Gang Nirwana dan sempat menegurnya.

Halimah juga merasa kasihan terhadap Zainal dan istrinya yang sudah tidak bekerja lagi. Selama tinggal di lingkungannya Zainal masih berobat jalan untuk menyembuhkan luka bekas tembak di kakinya yang masih meninggalkan satu butir peluru. “Yang aku tahu, Zainal itu pendiam, selama ini dia kan masih berobat jalan untuk mengobati kakinya,” katanya.

Menurut Halimah, Zainal juga sudah menjual tanah miliknya yang berada di samping rumahnya untuk membantu biaya di persidangan.

Seperti diberitakan, juru parkir (jukir) yang dituduh menjadi pembunuhan Komisaris PT Sewangi Sejati Luhur, Kesuma Wijaya, divonis tidak bersalah dan dibebaskan dari hukuman di PN Medan, 8 Juni 2010 lalu. Majelis menganggap, tidak cukup bukti menghukum Zainal atas tuduhan membunuh Kesuma, 24 Mei 2010. Akibat dugaan salah tangkap ini, Zainal mengadu ke Kompolnas dan komnas HAM, 25 Juni 2010 lalu. Sejumlah perwira dan bintara di Polsekta Medan Kota terkena sanksi disiplin internal kepolisian.

Proses hukum terus berjalan. Di tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA), majelis hakim menetapkan Zainal Abidin terbukti melakukan pembunuhan Kesuma Wijaya dan memvonisnya 12 tahun penjara. Uniknya, putusan ini diterbitkan tertanggal 16 Desember 2010 lalu. (adl)

Terbukti, Kadishubsu Harus Dicopot

Soal Pungli Jembatan Timbang

MEDAN- Karena diduga menerima hasil pungutan liar (pungli) di jembatan timbang sebesar Rp300 juta per bulan, Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Razali, Kamis (21/4) lalu diperiksa penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Pidsus Kejatisu). Dari pemeriksaan tersebut, bukan tidak mungkin Razali bisa menjadi tersangka dalam perkara pungli di jembatan timbang tersebut.

Jika ternyata dari hasil penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejatisu tersebut benar, sikap dan tindakan apa yang semestinya diambil oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho?

Menjawab hal ini, salah seorang anggota Komisi D DPRD Medan Muhammad Nasir menyatakan dengan tegas, jika hal tersebut terbukti benar disertai dengan data dan bukti hukum yang jelas, mau tidak mau Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho untuk mengganti atau mencopot jabatan kepala dinas dari Razali.

“Yang pertama, ini harus menjadi perhatian serius bagi Plt Gubsu, yang kemudian dijadikan bahan masukan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Seandainya dalam penyelidikan tersebut, akhirnya memberikan sebuah kebenaran maka langkah yang tepat adalah mengganti atau mencopot jabatan kepala dinas dari yang bersangkutan,” tegasnya.

Dijelaskannya, hal seperti itu juga harus diberlakukan terhadap kepada semua jajaran SKPD lainnya, agar sikap dan tindakan seperti itu tidak terulang lagi. Karena secara otomatis, sikap dan tindakan seperti itu juga membuat nama baik kepala daerah juga tercoreng. “Secara otomatis seperti itu. Maka hal seperti ini jangan terulang lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Sumut Maratua Siregar mengatakan, persoalan hukum yang terjadi itu tidak serta merta bisa menjerat Kadishub Sumut. “Itu prilaku petugas di lapangan, wajar kalau dimintai keterangan,” katanya. (ari)