24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 15387

Dicomblangi Joki Pacuan Kuda

Pangeran William dan Kate Middleton

Pernikahan Kate Middleton dan Pangeran William dipertemukan kembali oleh joki pacuan kuda, Sam Waley-Cohen pada 2007 silam. Walaupun keduanya sudah saling mengenali, atas jasa joki itulah William dan Kate Middleton bertemu kembali.

Memang, bukanlah Sam orang yang pertama kali memperkenalkan Kate pada William. Tapi, joki pacuan kuda itu adalah orang yang mengundang pasangan ini ke sebuah pesta yang digelarnya di rumah mewah keluarganya di Oxfordshire, tahun 2007. Itulah masa ketika hubungan Kate dan William terputus selama beberapa bulan.
Sebelumnya, Kate dan William mengira mereka akan putus hubungan selamanya. Bahkan, mereka tidak saling bertemu setelah putus. Namun, mereka masih saling berkomunikasi untuk mengenang masa-masa mereka masih bersama. Beberapa minggu kemudian, paparazi memergoki keduanya tengah berdua di atas sebuah yacht dalam liburan ke Seychelles. Tak lama kemudian, pasangan ini diketahui sudah jadian lagi.

“Ah, saya sih enggak yakin kalau sayalah yang menyebabkan mereka berhubungan lagi,” tutur Sam. Disebutkannya, keduanya merupakan teman lamanya dan mereka memang pasangan yang hebat. “Apa pun yang terjadi, saya ingin mereka kembali bersama karena keinginan mereka sendiri. Sekarang, kita semua senang karena mereka balik lagi,” sebutnya.

Meskipun Sam tidak mengakui campur tangannya ini, sebuah sumber dari kerajaan mengungkapkan bahwa peran pria 28 tahun itu sangat berarti bagi hubungan Kate dan William. Ia yang membangun fondasi untuk reuni tersebut, demikian menurut sumber tersebut.

Baik Kate maupun William mengakui bahwa putusnya hubungan mereka sangat menyakitkan. Tapi ketika itu hanya intropeksi diri. “Saya tidak bahagia mengenai hal itu,” tutur Kate saat pengumuman pertunangannya. (bbs/jpnn)

NATO Bunuh 11 Pasukan Oposisi

MISRATA- Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sepertinya tak lagi menjadi mitra yang cocok dalam baku tembak. Seperti dilansir AP dan AFP, Kamis (28/4), pasukan NATO justru membuat blunder dengan serangan yang membunuh 11 anggota kelompok oposisi Libya.

Tindakan tersebut terjadi terkait serangan di Pelabuhan Misrata. Seorang saksi mata yang kebetulan adalah komandan kelompok oposisi mengatakan sebuah pesawat tempur NATO melakukan pengeboman pada Rabu. “NATO menolak membenarkan atau menyangkal,” demikian kata saksi mata tersebut.

Seorang dokter mengatakan tujuh anggota oposisi tewas akibat tembakan pasukan pemerintah Libya. Pertempuran sengit terjadi untuk memperebutkan pelabuhan Misrata yang sangat strategis.

Para kelompok oposisi yang didukung serangan udara NATO, mengklaim memukul mundur pasukan yang setia kepada pemimpin Libya, Kolonel Muammar Kadhafi.

Diserangnya pasukan Kadhafi di wilayah pelabuhan itu, pasalnya sangat vital untuk memungkinkan pengiriman bantuan dan evakuasi pengungsi, tetapi upaya ini mendapat gangguan akibat pertempuran itu. Warga setempat memperingatkan bahwa persediaan makanan dan air minum semakin menipis. (bbs/jpnn)

Rela Suntik Impoten Demi Jihad

GUANTANAMO- Seorang anggota senior organisasi teroris Al-Qaidah, Abd al-Rahim Hussein Muhammad Abdah al-Nashiri rela disuntuk agar impoten demi mementingkan jihad agar tidak tergoda oleh perempuan.  Abdah al-Nashiri mengungkapkan hal tersebut saat diinterogasi di Guantanamo. Orang yang menginterogasinya melaporkan, Tahanan tersebut hidup untuk jihad dan rela disuntik agar impoten, bahkan dia merekomendasikan hal tersebut kepada rekan-rekannya.

Seperti dikutip dari laman Telegraph, Selasa (26/4), Al-Nashiri adalah salah satu anggota Al-Qaidah yang merancang serangan ke kapal Amerika Serikat USS Cole pada Oktober 2000. Akibat serangan bunuh diri tersebut, sebanyak 17 pelaut Amerika tewas, sedangkan belasan lainnya luka.

Al-Nashiri digambarkan sebagai sosok anggota Al-Qaidah yang memiliki kemampuan teroris tingkat tinggi. Dia seorang koordinator lapangan yang andal. Warga Arab Saudi ini juga yang merancang serangan kapal tanker Prancis, MV Limburg, tahun 2002. (bbs/jpnn)

Sumut Pos Gagas Seminar Pemekaran Medan Utara

MEDAN-Polemik pemekaran Medan Utara terus bergulir dalam dua tahun terakhir. Puncaknya adalah penyerahan kajian ilmiah oleh tim 17 Pemekaran Medan Utara kepada tim riset dari FISIP USU, apakah daerah pesisir ini layak dimekarkan sebagai pemerintah adminstratif  yang baru atau tidak. Wacana ini pula yang menjadi perbincangan dalam seminar sehari Sumut Pos bertajuk ‘’Pemekaran Medan Utara di Ambang Mata’’ di Hotel Asean International, Sabtu (30/1) besok.

Ketua Pelaksana, Darwin Purba mengatakan, seminar yang dihelat oleh Event Organizer dan Litbang Sumut Pos ini  menampilkan empat pembicara, yakni Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, Dosen FISIP USU, Drs Ridwan Rangkuti MA, Wakil Ketua DPRD Medan, Ikrimah Hamidy, dan anggota Tim 17 Pemekaran Medan Utara Ibeng S Rani. Dia mengingatkan acara yang mendapatkan dukungan dari PLN Wilayah Medan ini merupakan bagian dari komitmen Sumut Pos urun rembug dalam isu-isu strategis di pemerintahan dan masyarakat.

“Kami mengangkat topik ini agar wacana pemekaran ini bisa disampaikan kepada publik dalam forum terbuka. Sebagian ada yang menganggap isu ini sensitif, tapi bagaimanapun harus disampaikan secara santun sehingga tidak muncul saling curiga antar kelompok,’’ ujar Wakil Ketua Pelaksana, Valdesz J Nainggolan.

Sementara, anggota tim 17 Pemekaran Medan Utara Safruddin menilai pembentukan kota baru yang mandiri secara administratif di wilayah utara merupakan solusi tepat untuk menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat Medan utara terhadap pemerataan dan percepatan pembangunan. ‘’Kami butuh realisasi, bukan janji-janji. Jadi bagi kami solusinya adalah pemekaran,’’ katanya.

Hanya, di lain pihak, tak sedikit yang menentang pembentukan kota administratif tersebut. Aspirasi itu dianggap ‘’kebablasan’’ karena yang dibutuhkan masyarakat Medan Utara adalah percepatan pembangunan dan keadilan pembangunan.

‘’Tak perlu sampai pemekaran segala. Yang dibutuhkan saat ini adalah program pembangunan yang lebih terkonsentrasi ke wilayah Medan Utara,’’ tukas Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ikrimah Hamidy. (*/fal)

Bos Gayus Segera Disidangkan

JAKARTA- Atasan terdakwa makelar pajak Gayus Halomoan Tambunan, Bambang Heru Ismiarso, segera berhadapan dengan majelis hakim. Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara tersangka kasus pajak PT Surya Alam Tunggal (SAT) itu telah lengkap alias P21.

“Sudah P21 atas nama tersangka Bambang Heru,” kata Kapusenkum Kejaksaan Agung Noor Rachmad di Jakarta kemarin (28/4). Bambang merupakan Direktur Keberatan dan Banding di Direktorat Jenderal Pajak. Dia adalah atasan Gayus langsung yang ikut terlibat dalam kasus Gayus.

Sementara itu, kemarin (28/4), Gayus Tambunan tiba di Kejari Tangerang, Jalan TMP Taruna, Tangerang, pukul 13.00 WIB. Dia datang dengan mobil KIA Travello berplat nomor polisi. Tentu Gayus tidak sendirian, dia didampingi 6 polisi. Gayus yang berkaus abu-abu ini tetap tampil dengan rambut pendeknya. Tidak ada kata-kata yang dia sampaikan, melainkan langsung masuk ke ruang Kasi Intel Kejari Tangerang.

Menurut Kajari Tangerang, Chaerul Amir, rupanya Gayus datang terkait proses penyerahan berkas dalam kasus paspor palsu atas nama Sony Laksono yang dipakainya untuk ‘jalan-jalan’.(aga/jpnn)

Pesawat Latih Jatuh, 2 Prajurit TNI AU Tewas

SLEMAN-Diduga karena tali pengait yang menarik glider terlepas sebelum waktunya, pesawat latih capung Glider milik TNI AU terjatuh di areal perkebunan tebu di Dusun Wotgaleh, Sendangtirto, Berbah, Sleman, kemarin (28/4). Kejadian yang mengakibatkan jatuhnya dua korban tewas itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.45.
Dua korban tewas adalah Sertu Ninang Siwiono, 40, warga Kalongan, Maguwoharjo, Depok dan Sersan Karbol Habibun Rahman, taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) Jogjakarta.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Pangkalan Landasan Udara (Lanud) Adisutjipto Mayor Yuto Nugroho mengatakan, penyebab jatuhnya pesawat tersebut masih diselidiki. “Pesawat jatuh saat latihan rutin. Belum diketahui penyebabnya,” terangnya. Jasad kedua korban langsung dilarikan ke RS AU Harjo Lukito. Rencananya, jenazah disemayamkan di Lanud AU kemarin malam hingga menunggu pihak keluarga.

Salah satu saksi mata, Sawal, 40, yang rumahnya berada di luar areal bandara itu menuturkan, sore itu dirinya sedang menyapu rumahnya mendengar suara seperti benda terjatuh dari atas. Tidak lama kemudian terdengar benturan sangat keras. “Bersama warga lainnya dia kemudian melihat di lokasi kejadian berupa pesawat tanpa mesin sudah terjungkal di semak-semak tebu,” katanya. “Saya hanya melihat sayap pesawat dengan posisi miring karena terhalang rimbunan tebu,” imbuhnya.

Sawal menambahkan dirinya sudah terbiasa menyaksikan setiap sore pesawat latih jenis Glider tanpa mesin itu ditarik pesawat jenis Cessna terbang. Dia melihat kedua pesawat itu mulai terbang sekitar pukul 15.30. “Biasanya pesawat terbang dengan ketinggian lebih dari 200 meter baru dilepaskan pengaitnya untuk terbang bebas,” lanjut dia.

Namun, pada saat kejadian nahas kemarin angin kurang kuat berhembus, sebagaimana biasanya. “Pesawat Glider tanpa mesin kan terbang butuh angin, namun kemarin tidak ada angin,” paparnya.

Sesaat sebelum jatuh, Sawal melihat pesawat Glider itu ditarik pesawat jenis Cessna dari arah barat menuju ke timur. Dia memperkirakan sesaat sebelum jatuh ketinggian tidak seperti biasanya. “Rendah, sekitar seratusan meter. Biasanya 200 meter baru di dilepas,” terangnya.

Dari kesaksian Sawal, kawat baja yang digunakan menarik pesawat Glider itu terlepas di bagian depan. “Biasanya pesawat penarik (Cessna) melepaskan tali baja dari Glider. Tapi kemarin kabel tali baja malah lepas dari  depan (Cessna) masih mengikat Glider,” terangnya. Selanjutnya karena angin berhembus kurang kencang hingga Glider menukik ke tanah hingga terdengar suara benturan sangat keras.

Meski suara benturan cukup keras, namun tidak terlihat ledakan api atau muncul asap. (ron/jpnn/agm)

Tak Nyambung Karena Ngantuk Nonton Bola

10 Karyawan CIMB Jadi Saksi

MEDAN- Sepuluh karyawan CIMB Niaga Aksara menjadi saksi sidang lanjutan terdakwa perampokan Bank CIMB dan penyerangan Mapolsekta Hamparan Perak, Marwan alias Nano alias Wak Geng, di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (28/4).

Ke-10 karyawan Bank CIMB tersebut yakni, Zulfa Husna, Hendrika Yosefin, Hendra Gunawan, Evi Kurnia Nduru, Edward Saragih, Agus Heriadi, Vonni Berliana Hutauruk, Muhammad Sasli Pahmi, Pipit Harianti, dan Murdiantoro.
Dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim diketuai Erwin Mangatas Malau dan Jaksa Penuntut Umum, Iwan Ginting, saksi Zulfa Husna, karyawan bagian Customer Service menjelaskan, dirinya mendengar letusan sebanyak tiga kali yang semula dikiranya letusan petasan.

Namun, setelah peristiwa perampokan tersebut, saksi mengetahui anggota Brimob dan dua sekuriti bank terluka. Saksi juga mengetahui uang sebanyak Rp363 juta hilang dari bank. Akan tetapi, saksi mengaku tidak mengenali para pelaku karena mereka memakai helm dan penutup wajah. Hendra Gunawan bagian mesanger (pengantar surat antar bank cabang) mengaku mendengar dua kali letusan.

Saksi juga mengaku ditendang di bagian tangan dan pinggangnya. Dia juga melihat petugas sekuriti Fahmi dalam keadaan terluka di bagian bahu sebelah kiri terbaring disebelahnya dekat meja kasir a.

Hakim Ketua sempat kesal dengan  saksi Hendra karena beberapa kali jawaban saksi tidak berkaitan dengan pertanyaan hakim. Hakim ketua pun menanyakan apakah saksi mengerti Bahasa Indonesia atau tidak. Ditanya seperti itu, saksi jujur mengaku ngantuk karena menonton pertandingan sepakbola dinihari tadi.

“Ngantuk saya pak tadi malam nonton bola,”akunya. Pada persidangan terdakwa Abdul Gani Siregar dan Pautan alias Robi, empat karyawan CIMB masing-masing Agus Heriadi, Edward Saragih, Vonni Berliana Hutauruk dan Hendrika Yosefin  didengar keterangannya secara bersama-sama. Keempat saksi mengaku mengalami trauma sampai sekarang dan telah menjalani konseling untuk pemulihan dari rasa takut. (rud)

Istri Pepi Diduga Terlibat Terorisme

JAKARTA- Nasib Deni Carmelita, istri tersangka teroris Pepi Fernando sebagai pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) masih belum diputuskan. Sebab, hingga kini lembaga antinarkotika yang dipimpin Gories Mere masih terus membahas nasibnya setelah ditetapkan penyidik Mabes Polri sebagai tersangka.

“Kami memang masih berkoordinasi dengan badan kepegawaian. Hingga hari ini (kemarin) belum diputuskan bagaimana statusnya,”  Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN Sumirat Dwiyanto saat dihubungi koran ini kemarin (28/4).

Hubungan Deni dengan wartawan adalah ketika BNN hendak melakukan konfrensi pers terkait penangkapan bandar narkoba pada Kamis (21/4) silam. Dia yang menghubungi semua wartawan. “Ternyata kan waktu itu ada penemuan bom di gereja (Gereja Christ Cathedral) BSD) yang dibuat suaminya,” kata Sumirat. Namun saat itu Deni tidak menunjukkan sikap yang aneh. Bahkan seperti biasa bersenda gurau dengan para wartawan. Jadi Sumirat mengaku tidak tahu menahu jika anak buahnya itu ternyata menyembunyikan aksi suaminya yang ternyata teroris. (kuh/aga/jpnn)

Hambali Wajah Baru

Jakarta – Wikileaks merilis sejumlah data sejumlah tahanan Guantanamo. Kawat yang dikeluarkan pada 30 Oktober 2008 itu salah satunya memuat identitas Hambali, teroris kakap asal Indonesia.

Dalam data yang dirilis detikcom dari Wikileaks, Kamis (28/4/2011) itu juga dilampirkan foto terbaru Hambali. Pria kelahiran Cianjur itu terlihat berjenggot lebat. Wajahnya sudah terlihat lebih tua dibanding foto lama yang beredar. Wajah Hambali pun tampak lebih tirus.

Dalam kawat itu disebutkan, Hambali mesti tetap mendapatkan penahanan. Nomor tahanan Hambali tercatat ISN US9ID-010019DP. Dalam kawat itu disebutkan sejumlah keterangan mengenai Hambali.
Hambali memiliki nama asli Riduan Isomuddin lahir pada 4 April 1964. Namun Hambali memiliki sejumlah banyak nama alias yakni Encep Nurjaman, Hambali al-Malaysi, Mizi, Azman, Alejandro Davidson Gonzalez, Hendrawan, Kahar, Muzabkar, Halim Osmann, Samsuri, dan Daniel Suarez Naveira.

Hambali disebutkan dalam dokumen itu sebagai anggota senior Al Qaeda, dia dituding bertanggung jawab atas peristiwa bom Bali 12 Oktober 2002 yang menewaskan 200 orang. (net/jpnn)

Tak Mesti Pakai Uang

Asti Ananta

ASTI Ananta tak pernah mengenal kata lelah dalam komitmennya untuk membantu anak-anak penderita kanker. Melalui Community for Children with Cancer (C3), presenter kelahiran Semarang itu terus mengetuk hati semua orang agar berdonasi, baik dalam bentuk materi maupun nonmateri.

“Saya sudah lama ada di C3 yang bertempat di bangsal anak-anak RS Kanker Dharmais. Jadi, di situ banyak anak-anak yang belum berusia satu tahun sudah mengidap kanker,? tuturnya.

Tugas utama Asti di C3 adalah menyebarkan informasi bantuan dana. Baik untuk pengobatan, operasi, maupun fasilitas lain yang sangat berguna bagi anak-anak penderita kanker karena mereka memang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Tetapi, jika tidak punya dana, bisa menyisihkan waktu mengunjungi mereka untuk sekadar bermain bersama atau dengerin mereka curhat. Itu saja sudah sangat membantu penyembuhan. Bukannya lebih cepat sembuh, tetapi lebih cepat daripada mereka merasa sendirian,” papar nya(mug/jpnn/c6/ttg)