24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 15386

PNS Pemprov Kritis Dianiaya

Diduga Terlibat Asmara dengan Istri Pejabat

MEDAN-Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprovsu yang bertugas di salah satu unit kerja di Pemprovsu, kritis dan harus menjalani pemeriksaan medis intensif di Rumah Sakit (RS) Columbia Asia di Jalan Listrik Medan. Oknum berinisial MF (45) tersebut mengalami luka kulit wajah melepuh hampir 100 persen karena disiram soda api.

Kabar yang berkembang, PNS yang diketahui bertugas sebagai supir ibu-ibu PKK itu dianiaya dan disiram soda api oleh dua pria yang diduga suruhan seorang pejabat teras di Pemko Medan, Rabu (27/4) lalu. Ditengarai, pejabat tersebut berang mengetahui perselingkuhan MF dengan istrinya YSR.

Pihak keluarga MF yang diduga sudah melaporkan penganiayaan ini ke Mapolresta Medan, sangat tertutup dan enggan dikonfirmasi.

Pihak rumah sakit juga sangat sulit dimintai keterangan terkait kebenaran kabar kalau MF dirawat di rumah sakit itu.
Ketatnya pengawalan dirasakan wartawan koran ini saat bolak-balik ke rumah sakit tersebut sejak siang hingga sore hari. Setelah berbagai upaya dilakukan untuk mendapat informasi terkait perawatan MF, seorang resepsionis rumah sakit akhirnya membocorkan informasinya. Petugas itu membenarkan MF dirawat di rumah sakit itu karena disiram soda api.

“Mas ini dari mana? Memang benar MF dirawat di sini. Tapi kami minta maaf karena polisi dan pihak keluarga tidak mengizinkan untuk diekspos,” ucapnya usai mengecek nama pasien MF di layar komputer di depannya.
Petugas resepsionis itu tak mau memberi informasi di mana ruangan MF dirawat. “Maaf Mas, sekali lagi kami minta maaf. Kita sudah diperintahkan polisi dan pihak keluarga pasien (MF, Red) untuk tidak memberitahukan keberadaan MF,” ujar petugas tersebut.

Informasi yang diperoleh kian berkembang. Korban MF disebut-sebut dirawat di ruang ICU lantai III. Menurut keterangan dari orang dalam di rumah sakit itu, saat ini kondisi MF masih kritis dan dalam penanganan intensif tim medis. “MF mengalami luka melepuh di wajah hampir seratus persen. Hanya mata kirinya yang bisa melihat. Keluarganya di ruangan Mas. Tidak boleh masuk, dijaga aparat,” katanya.

Petugas itu bilang, ada belasan aparat yang menjaga ruang perawatan MF, sebagian besar berpakaian preman.
Wartawan koran ini sempat mengaku sebagai keluarga korban yang tinggal di kampung, berniat menjenguk MF. Upaya itu belum berhasil, petugas rumah sakit tetap menolak kunjungan tersebut. “Tak ada nama MF yang dirawat di sini,” kata petugas itu.

Informasi dari sumber lain coba digali dari pihak Kepolisan Resort Kota Medan. Sama saja, petugas berseragam cokelat ini terkesan tertutup. “Data dari tadi malam sudah kita check, kita belum menerima laporan pengaduan (penganiayaan MF, Red) tersebut. Namun demikian, nanti saya cek lagi,” kata Wakasat Reskrim Polresta Medan, AKP Ruruh Wichaksono.

Ruruh mengakui bahwa dia banyak menerima telepon perihal kebenaran kasus dugaan penganiayaan yang disebut terjadi di kawasan Jalan Adam Malik Medan itu. “Benar, saya juga banyak menerima telepon. Namun sekali lagi, kami belum terima laporannya,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Deli Serdang itu.

Kantor Gubernur dan Kantor Walikota Gempar

Sementara itu, peristiwa penganiayaan itu menggemparkan kantor gubernur dan kantor wali kota Medan. Sejak Rabu pagi, kisah penganiayaan itu jadi pembicaraan hangat sejumlah pejabat dan PNS. Informasinya peristiwa itu terjadi Selasa petang (26/4). Dugaan motifnya, asmara segi tiga.

Kabarnya, pejabat di Pemko Medan marah besar melihat kemesraan YSR istrinya dengan MF, yang hanya seorang sopir di Pemprov. Pejabat tersebut kemudian memerintahkan personel Satpol PP menjemput MF dari rumahnya dan dibawa ke sebuah rumah di Jalan Sudirman.

MF pun kemudian diserahkan kepada pejabat tersebut dan jadi bulan-bulanan hingga babak belur. Setelah itu MF disuruh pergi. Keesokan harinya, Rabu siang (27/4), saat melintas di Jalan Adam Malik, dua pria yang diduga suruhan RH menyiramkan soda api kepada MF hingga kritis. “Yang bawa MF ke rumah sakit, ibu (YSR) juga. Setelah itu pihak keluarga membuat pengaduan ke Polresta,” ujar seorang PNS di Pemko Medan.

Kabar cinta kejadian ini dengan cepat menyebar, bahkan sudah sampai ke telinga para kepala dinas di Satuan Kerja Perangkat (SKPD) Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Seorang kepala dinas di Pemko Medan bahkan memberi informasi mengejutkan. Kepada wartawan koran ini ia mengatakan, cinta terlarang antara YSR dan MF sudah sangat ‘populer’ di kalangan pejabat Pemprovsu dan Pemko Medan.

“Awal 2010 lalu, sebenarnya pejabat itu pernah mengamuk karena mengetahui perselingkuhan itu. Pejabat itu menampari YSR yang kemudian pulang kampung ke Tapsel,” kata kepala dinas tersebut.
Wartawan koran ini kemarin juga berupaya menemui YSR untuk upaya konfirmasi. Namun upaya itu gagal. “YSR tadi siang berangkat umroh, tapi gak langsung, transit di KL (Kuala Lumpur, Red). Besok (hari ini, Red) baru terbang ke Makkah. YSR tadi siang berangkat bersama Sekda Medan dan seorang staf ahli,” ujar kepala dinas tersebut. (adl)

Tidak sampai di situ, anggota DPRD Medan juga telah mengetahuinya. “Iya, saya dapat informasi itu. Tapi, ini masalah pribadi nggak usahlah kita campuri. Biarlah orang itu sendiri yang menyelesaikannya. Nama saya juga jangan kau sebutkan di koran,” ungkap anggota dewan tersebut.

Sedangkan , Wakil Ketua DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu yang ditanyai hal itu mengaku, tidak tahu. “Belum tahu saya,” kilahnya.

Sementara itu, saat acara apel kebersihan Dinas Kebersihan Medan di Lapangan Merdeka Medan, sejumlah SKPD terlihat berbagi cerita. “Entah. Kalau benar, bodoh kali lah dia (pejabat, Red) itu,” ungkap pejabat SKPD lainnya.

Mengantisipasi peredaran kabar yang menghebohkan itu, seorang pejabat di Pemko Medan terlihat kasak kusuk. Ia berulang kali berkoordinasi dengan para SKPD maupun kepada wartawan dari sejumlah media. Dari hasil kasak-kusuk itu, akhirnya diambil kesepakatan, akan digelar konfrensi  pers untuk mengklarifikasi kebenaran kabar tersebut.
Dari siang hingga petang kemarin, pejabat itu 13 kali menelepon wartawan koran ini. Dia minta tolong agar berita penganiayaan dan cinta terlarang yang melibatkan rekannya tersebut tidak diterbitkan. Dia mengatakan, semua wartawan yang bertugas di Pemko Medan sudah setuju dengan kesepakatan itu. Sebagai imbalan, tiap wartawan dapat jatah Rp500 ribu.

Tawaran tersebut ditolak dengan halus. Upaya meminimalisir penyebaran kabar tersebut terus berlangsung. Pejabat yang kasak-kusuk tersebut tetap menelepon minta tolong. Dia kemudian menawarkan, khusus untuk wartawan koran ini Rp1 juta. “Sekarang saya di kantor. Bapak itu berpesan, kalau memang kita berkawan, tolong berita itu jangan dibuat,” ujar pejabat yang kasak-kusk tersebut.

Mengingat banyaknya upaya menutup informasi terkait penganiayaan dan dugaan perselingkuhan yang diduga melibatkan pejabat di Pemko Medan, hal itu langsung dikonfirmasi kepada Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. Ia menjawab, “Percaya kau, abang kau ini kayak gitu. Itu kerjaan orang-orang syirik, yang nggak senang dengan abangmu ini,” tegasnya sambil menuju mobil dinasnya.

Guna memastikan kejadian itu, sekira pukul 21.35 WIB, wartawan koran ini menyambangi kediaman MF di Komplek Taman Ubud Indah No 17 Jalan Raya Medan Tenggara, tepatnya di belakang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) 35 Medan.

Rumah tersebut tampak lengang. Lampu di teras mati tetapi di bagian dalam rumah bercat hijau ini terlihat terang. Beberapa kali, wartawan koran ini memanggil pemilik rumah dan menekan bel, namun tidak ada jawaban.
Wartawan koran ini kemudian menanyakan keberadaan MF kepada penjaga malam komplek tersebut. “Saya kurang tahu, kenapa nggak ada orang. Besok aja bang datang lagi,” katanya.

Pukul 22.15 WIB, wartawan koran ini mendapat pesan singkat (SMS) dari Nomor ponsel 082168906XXX. Isinya menguatkan dugaan pejabat Pemko Medan sebagai otak pelaku penyiraman soda api ke wajah MF. Menurut informasi itu, korban bahkan sempat diinjak-injak di sebuah rumah di Jala Sudirman Medan. “Mohon kasus ini diusut tuntas,” katanya.

Wartawan koran kembali mengetuk pagar rumah tersebut, tetapi tak ada yang keluar. Wartawan koran ini kemudian kembali ke kantor.(adl/ari)

Amri Tambunan dan Marapinta Didemo di Kejatisu

Dugaan Korupsi Ratusan Miliar di Pemkab Deli Serdang

MEDAN-Puluhan mahasiswa dan masyarakat yang mengatasnamakan Mahasiswa Pancasila (Mapancas) Kota Medan dan NGO Komando, mendatangi Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kamis (28/4) di Jalan AH Nasution Medan. Massa menuntut Kajatisu serius melakukan pemberantasan praktik korupsi, terutama di Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang hingga saat ini belum juga terselesaikan secara hukum.

Salah satu tuntutan massa tersebut adalah dugaan korupsi insfrastruktur di Deli Serdang pada 2007 senilai Rp10 miliar di Dinas Kimbangwil yang melibatkan Kadis PU Bina Marga Sumut, Ir Marapinta Harahap. Dugaan penyimpangan adendum perpanjangan waktu pekerja renovasi gedung kantor bupati senilai Rp2,4 miliar lebih.
“Kami juga menuntut agar pembangunan gedung workshop pencegahan penanggulangan kebakaran senilai Rp900 juta lebih yang melibatkan Kadis PU Bina Marga Sumut Ir Marapinta yang terindikasi proyek fiktif tahun 2008,” tegas kordinator aksi Iwan Kabaw.

Dugaan korupsi lain yang melibatkan Ir Marapinta Harahap adalah peningkatan jalan Kabanjahe-Kuta Rakyat Kabupaten Karo senilai Rp6,8 miliar. “Biaya pembayaran kagiatan lanjutan TA 2007 untuk pembebasan tanah akses jalan menuju Kualanamu sebesar Rp40,039 miliar lebih,” beber Iwan.

Selain itu, peningkatan jalan Simpang Suka Rame Kabupaten Pakpak Bharat senilai Rp6 miliar lebih. Peningkatan jalan Dolok Sanggul batas Tapteng Kabupaten Humbang Hasudutan Rp15,1 miliar lebih, dan jembatan Aek Hulu Kabupaten Tobasa Rp5,5 miliar.

Pengunjuk rasa juga meminta Kajatisu menindaklanjuti audit BPK RI tahun 2009 soal penghitungan volume pekerja aspa (AC-WC dan AC-BC) pada Dinas Jalan dan Jembatan yang tidak mengacu pada spesifikasi teknis kontrak dan merugikan keuangan daerah sebesar Rp4,8 miliar lebih.

Massa yang menuntut tersebut langsung diterima Kasi Penkum Kejatisu Edi Irsan Tarigan. Edi berjanji meneruskan laporan tersebut pada pimpinan Kejatisu. (rud)

Pernah Ubah Arah Kiblat dari Barat ke Timur

Ke Desa Purbayani di Garut Dihuni Ratusan Anggota NII

Nama Negara Islam Indonesia (NII) kembali muncul ke permukaan. Itu terjadi setelah ada sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang mengaku direkrut bahkan dicuci otak oleh aktivis organisasi itu. Di Garut, ada sebuah desa yang dihuni para pengikut NII. Adakah kaitannya?

M HILMI SETIAWAN, Garut

DESA itu bernama Purbayani, terletak di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Jarak desa tersebut dari pusat kota kabupaten sekitar 107 kilometer. Untuk sampai di desa itu, kita harus melewati jalan pegunungan yang meliuk-liuk yang lebarnya sekitar empat meter. Di beberapa titik jalan, tikungan cukup tajam dan menukik curam. Titik-titik lainnya sangat menanjak.

Ketika nama NII mencuat ke permukaan, Desa Purbayani sering dikait-kaitkan. “Di sini tinggal 30 KK (kepala keluarga) anggota komunitas NII,” kata Kepala Desa Purbayani Heryanto kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos).
Dengan jumlah anggota yang relatif besar itu, Purbayani disebut sebagai basis NII untuk wilayah Garut Selatan. Tokoh NII yang membawahkan wilayah Garut Selatan tersebut adalah H Iri. Yang bertindak sebagai wakil adalah Memed dan pelaksana harian adalah Wowo Wahyudin.

Ketika Jawa Pos berkunjung ke desa itu, tempat tinggal anggota komunitas NII berjarak sekitar lima kilometer di sisi utara kantor balai Desa Purbayani. Sekilas secara fisik rumah-rumah tersebut tidak berbeda jauh dari rumah warga lainnya. Bahkan rumah yang dihuni Iri, orang yang ditokohkan di kalangan komunitas NII, tampak sangat sederhana.
Meski disebut komunitas, pengikut NII di desa tersebut tidak tinggal dalam satu lokasi. Jika ada yang berkumpul, bisa dipastikan mereka masih sekeluarga.

Saat berkunjung ke rumah Iri, suasana terlihat sepi. Tidak tampak aktivitas apa pun. Hanya terdengar lirih sebuah alunan musik dengan lirik bahasa Sunda. “Mari masuk,” tutur Iri dalam bahasa Sunda.Pria kelahiran 1922 itu menyatakan menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari. Meski begitu, pria yang masih tekun menyambangi sawahnya tersebut bisa berbahasa Indonesia, walau sedikit.

Sosok Iri tidak berbeda dari orang-orang yang sudah renta lainnya. Rambutnya sudah memutih total. Dengan sebatang rokok yang terselip di antara jari telunjuk dan jari tengah, dia mulai bercerita tentang komunitas NII di Desa Purbayani.

Merasa kurang mantap, dia lalu memanggil Tasdik Thabrani, cucunya yang bisa berbahasa Indonesia, untuk mengobrol bersama sekaligus menjadi penerjemah. “Supaya nyambung dan tidak salah paham,” ujar bapak lima anak itu.

Iri menuturkan, pengikut NII di desanya ada sejak deklarasi NII pada 7 Agustus 1949. Tapi, saat itu jumlahnya masih belum begitu besar. Selanjutnya, dalam perkembangannya, sekitar 1980, jumlah pengikut NII di Desa Purbayani terus meningkat.

Saat itu persebaran pengikut NII masih sebatas pada masing-masing keluarga. Sesekali juga sempat mengajak tetangga kanan-kiri untuk bergabung menjadi pengikut NII. Iri menceritakan, saat itu masih belum ada pergolakan seperti saat ini terhadap organisasi NII. Jadi, dia dan beberapa rekan lainnya merasa lebih leluasa.

Sekarang jumlah pengikut NII di Desa Purbayani tercatat 30 KK dengan jumlah jiwa 120-an orang. Iri menegaskan, selama ini belum pernah terjadi pertentangan yang sangat keras antara anggota komuntias NII dan warga sekitar. “Kami rukun, tidak saling sikut,” tegasnya. Iri sangat tidak ingin dimusuhi atau mencari musuh.

Dalam perjalanannya, memang sempat tercatat ketegangan antara komunitas NII dan warga serta aparat pemerintahan desa. Tapi, tidak sampai terjadi bentrokan fisik. Pertentangan yang sempat terekam, antara lain, ketika mereka menolak untuk mencontreng dalam Pemilu Presiden 2009.

Penolakan tersebut tertuang dalam secarik surat pernyataan sikap. Dalam surat yang terdiri atas tiga poin pernyataan itu, ditegaskan bahwa mereka tinggal di Negara Islam Indonesia. Karena itu, mereka tidak mau ikut dalam pilpres. Mereka juga menyebut imam NII, yaitu Drs Sensen Komara Bakar Misbah. Sang imam bahkan menyerukan akan berperang jika tetap dipaksa untuk mencontreng dalam pilpres.

Sensen adalah ahli waris takhta imam NII dari ayahnya yang bernama Bakar Misbah. Sebelum Bakar Misbah, imam NII dijabat Jaja Sujadi. Jaja menerima gelar imam sepeninggal Sekarmadji Maridjan (S.M.) Kartosuwirjo, sang proklamator NII.

Menanggapi pengalaman getir tersebut, Iri menjelaskan, sebagai penganut, dia tidak bisa mengingkari setiap instruksi imam. Dia menuturkan, saat itu sang imam memang berpesan bahwa seluruh anggota NII dilarang ikut pilpres.

Bagaimana dengan Pilpres 2014 nanti? Iri belum bisa menentukan sikap. “Kami siap berpartisipasi jika ada instruksi dari imam,” ujarnya. Jika Sensen memperbolehkan pengikut NII untuk mencoblos atau mencontreng, Iri siap mengoordinasi seluruh anggota komuntias NII untuk berbondong-bondong ke TPS (tempat pemungutan suara).
Hubungan komunitas NII dengan warga setempat sempat kembali memanas ketika seluruh anggota komunitas NII itu pernah mengubah arah kiblat salat dari barat ke timur. Menurut Iri, perubahan arah kiblat tersebut dilakukan sekitar dua tahun. “Sekitar dua bulan lalu kembali lagi ke barat,” terangnya.

Menurut versi pengikut NII, perubahan arah kiblat tersebut merupakan instruksi Sensen. Perubahan arah itu disebut sebagai sunah Nabi Muhammad. Iri mengungkapkan, nabi pernah mengubah arah kiblat dari utara ke selatan dan kembali lagi ke utara. “Juga sama-sama dua tahun,” jelasnya.

Perubahan arah kiblat itu membuat warga sekitar merasa cemas. Kepala Desa Heryanto menyatakan, kala itu warga sempat resah. Tapi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena perilaku salat yang berbeda tersebut dilakukan hanya dalam komunitas NII. “Tidak disyiarkan. Jadi, kami tidak bisa menindak,” tutur Heryanto.

Iri menuturkan, aktivitas komunitasnya tidak berbeda jauh dari keseharian warga lain, yaitu berkebun, bertani, dan beternak ikan mas. Selain itu, kata dia, setiap ada instruksi kerja bakti dari desa, komunitasnya tidak pernah membelot. “Kerja bakti membersihkan jalan, kami juga ikut,” tegasnya.

Dia menuturkan, aktivitas NII sejatinya adalah penyelamatan umat. Tidak benar jika NII sering disebut bertindak anarkis atau merekrut orang-orang lalu menguras harta bendanya. Iri menegaskan, haram hukumnya bermusuhan dengan sesama makhluk ciptaan Allah.

Gerakan NII yang dulu identik dengan pemberontakan dan peperangan, sudah tidak bisa diterapkan untuk saat ini. Peperangan yang dilakukan tentara Kartosuwirjo dulu adalah upaya untuk menyelamatkan negara. “Sekarang bangsa ini sudah selamat. Jadi, tidak perlu berperang,” katanya.

Selain bekerja, anggota komunitas NII tidak melupakan rutinitas keagamaan. Sampai saat ini, anggota komunitas NII di Desa Purbayani masih melestarikan pengajian setiap Jumat malam.

Materi pengajian tersebut sebelumnya didapat dari pengajian di pusat NII di Universitas Babakan Cipari (UBC), Desa Cipare, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, yang diadakan setiap Kamis malam. Dalam pengajian di pusat NII itu, penceramahnya adalah Sensen.

Saat ini penyampai materi pengajian dari NII pusat ke komunitas NII di Desa Purbayani adalah Tasdik yang tidak lain merupakan cucu Iri. Pemuda 23 tahun tersebut menggantikan peran Wowo Wahyudin yang divonis penjara tiga tahun oleh PN Garut karena terbukti bersalah dalam kasus penistaan agama tahun lalu.

Sebagai penceramah muda, Tasdik mengaku sempat merasa tegang ketika harus memberikan siraman rohani kepada seluruh anggota komunitas NII. Namun, setelah dua bulanan menjalani peran sebagai penyampai pengajian, dia kini sudah lancar berceramah.

Lokasi yang dipilih untuk pengajian tersebut adalah kediaman Iri. Rumah seukuran hunian tipe 36 itu seluruhnya terbuat dari kayu. “Alhamdulillah cukup,” kata Tasdik. Dia mengungkapkan, anggota komunitas lebih suka menyebut mimbar pengajian itu sebagai ajang silaturahmi.

Menyikapi kasus perekrutan yang diduga dilakukan anggota NII di beberapa perguruan tinggi, Tasdik menegaskan bahwa itu tidak benar. Sebab, selama mengikuti ceramah imam Sensen, dia belum pernah mendengar instruksi untuk merekrut. Apalagi perekrutan dengan didasari motivasi menguras harta benda. “Hubungan kami dengan imam adalah sami’na wa atha’na (mendengar dan mengikuti, Red),” tegas Tasdik. (c5/kum)

Tinggalkan Medan Berkarir di Jakarta

Uma Tobing

Medan memang dikenal gudanya talenta di dunia tarik suara. Satu diantaranya adalah Uma Tobing, bintang di Indonesia Mencari Bakat (IMB) II. Usai mengikuti Ujian Nasional (UN), Uma akan menyusul seniornya dari SMA Negeri 1 Medan, Rini Idol, untuk berkarir di Jakarta.

Rencana itu diungkapkan wanita dengan nama lengkap Patricia Uma Keshia Tobing ini saat berkunjung ke dapur redaksi Sumut Pos, kemarin (28/4).

Penyanyi dengan sejumlah penghargaan di tingkat lokal dan nasional ini akan meninggalkan Medan usai pengumuman kelulusan UN, medio Mei mendatang.

Bagaimana dengan studi? Wanita kelahiran Jakarta 29 November 1993 ini akan berusaha keras menselaraskan karir dengan pendidikan. Lepas dari SMA, Uma berniat melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia (UI). “Pengennya ambil komunikasi, manajemen atau hukum,” tegas Uma.

Penyanyi serba bisa ini yakin mampu membagi waktu antara kuliah dan kesibukannya di dunia keartisan. Andai nanti kegiatan di dunia entertain berbenturan dengan studi, dia sudah punya kiat. “Kalau tidak memungkinkan, nanti aku ambil cuti kuliah aja,” katanya tersenyum.

Menjadi pemenang IMB II memang membuat Uma ‘harus’ tinggal di Jakarta. Pasalnya, dia sudah diikat kontrak oleh Trans Corp selama 1 tahun untuk acara-acara on air dan 2 tahun untuk off air.

Ibunda tercinta, Agustina Br Sitorus, yang kemarin mendampingi Uma memastikan akan selalu mendampingi putrinya. ”Iya, kami juga akan tinggal di Jakarta,” ungkap Agustina. Meski demikian, sang ayah, PL Tobing, masih akan tinggal di Sentani karena urusan pekerjaan.

Uma Tobing datang ke Graha Pena Medan di Jalan Sisingamangaraja Medan bersama ibunya, adik lelakinya serta pihak Kensington Production yang dipimpin Rius Suhendra. Dalam kesempatan itu, Uma dan ibunda serta Rius Suhendra berterimakasih kepada masyarakat Sumut dan harian Sumut Pos yang telah mendukung Uma selama ini.
Sebelumnya, Uma sudah menyambangi SMU Swasta Immanuel di Jalan Slamet Ryadi, Medan. Di sekolah ini, Uma disambut haru ratusan Siswa SMU Immanuel. Sekolah ini menyimpan banyak kenangan bagi Uma karena di sana dia pernah mengikuti rangkaian kontes menyanyi dan tampil sebagai juara umum. Seperti masyarakat Sumut lain, pihak sekolah Immanuel berjasa besar mengirim SMS dan membantu memenangkan Uma di kontes IMB II,” terang ibu Uma, Agustina Sitorus.

Selain beramah-tamah, di tempat ini uma sempat menyanyikan sebuah lagu rohani yang khusus dipersembahkannya buat para siswa yang hadir di Aula SMU Immanuel itu.

Teriakan-teriakan dan sambutan dari sejumlah siswa membuat suasana gedung menjadi haru. ”Lanjut… lanjut…” teriak para siswa saat Uma menyanyikan lagu, Kucinta Mau Yesus Selamanya.

Kepala sekolah SMU Immanuel Drs Juandi Sidabutar MSi, menganggap kehadiran Uma menjadi sebuah moment untuk memotivasi para siswa lainya agar lebih giat belajar, berkreasi dan berprestasi. (mag-8)

Senin, Pemekaran Dibahas

Protap dan Sumtra Masuk Paripurna DPRD Sumut

MEDAN-Persiapan rencana pemekaran provinsi dan kabupaten/kota di Sumatera Utara terus berkembang. Koordinator Panitia Khusus (Pansus) Pemekaran DPRD Sumut, Chaidir Ritonga, menjelaskan, seluruh persyaratan menjadi provinsi baru dilengkapi panitia daerah pemekaran Provinsi Tapanuli (Protap) dan Sumatera Tenggara (Sumtra).

Untuk membahas pemekaran, DPRD Sumut mengagendakan rapat paripurna di Aula Martabe, Senin (2/5) depan. Paripurna juga akan hadir 50 orang panitia pemekaran daerah dari Protap dan 50 orang panitia pemekaran daerah dari Sumtra.

“Setiap panitia pemekaran daerah harus hadir di diparipurna nanti,” bebernya.
Beberapa kriteria provinsi pemekaran berdasarkan PP NO 78 Tahun 2007, antara lain didukung daerah otonom atau daerah pendukung, jumlah penduduk, potensi Sumber Daya Alam (SDA), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Sarana dan Prasaran, Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pertahanan dan Keamanan (Hankam) dan kriteria lain. “Persoalan layak atau tidak layak, atau mana yang akan mendapat persetujuan presiden, melalui Kemendagri dan DPR RI,” terang Chaidir Ritonga lagi.

Di Tangan DPR

Lolos tidaknya usulan pembentukan Protap dan Provinsi Sumtra, termasuk pembentukan beberapa kabupaten/kota di Sumut, sepertinya sangat ditentukan DPR, dalam hal ini Komisi II DPR yang diketuai Chairuman Harahap.
Pasalnya, pihak Kemendagri sendiri mengakui tidak bisa memaksa DPR menyetop pembahasan usulan pemekaran hingga rampungnya revisi UU Nomor 32 Tahun 2004, yang di dalamnya akan menampung grand design penataan daerah tahun 2010-2025 yang disusun kemendagri dan menetapkan Sumut hanya layak tambah satu provinsi lagi.
“Seperti pernah dikatakan Pak menteri (mendagri), Pak Mendagri tetap bermohon kepada DPR untuk sama-sama menunggu desartada (desain besar penataan daerah),” ujar Reydonnyzar, kemarin (28/4).

Sementara, Dirjen Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan mengatakan, grand design penataan daerah sudah dimasukkan ke dalam draf revisi UU 32 Tahun 2004. Jika nanti dibahas dan DPR setuju, maka akan menjadi acuan pembahasan pemekaran.

“Ini akan berguna untuk pemekaran daerah baru ke depan. Kita tak mau lagi ada daerah otonom baru yang tidak mampu menjalankan tugas-tugasnya sebagai daerah otonom,” terangnya. (ari/sam)

Plt Ketua Golkar Sumut: Tak Ada Rancang Musdalub

JAKARTA-Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumut, Andi Achmad Dara menjanjikan tidak akan merancang pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) untuk merombak susunan kepengurusan, termasuk memilih ketua Golkar Sumut defenitif.

“Musdalub atau apa pun namannya, tidak ada itu. Saya hanya membantu memenej organisasi partai kita di Sumut,” ujar Andi Achmad Dara, kemarin (28/4).

Politisi asal Sumatera Selatan yang biasa dipanggil Adey itu menjelaskan, langkah yang akan segera dilakukan sebagai Plt ketua Golkar Sumut, dirinya akan secepatnya melakukan konsolidasi mengingat persiapan menghadapi pemilu 2014 harus dilakukan sejak sekarang.

“Targetnya menambah kekuatan Golkar di Sumut, minimal mempertahankan hasil pemilu 2009. Tidak ada pemikiran aneh-aneh seperti Musdalub” terangnya.

Adey yang merupakan koordinator pemenangan pemilu wilayah Sumatera DPP Golkar itu mengaku, hingga kemarin belum pernah datang ke Sumut untuk melakukan konsolidasi. Dia masih mencari waktu tepat untuk datang ke Medan.
Bahkan, dia pun mengaku belum melihat SK penunjukkannya sebagai Plt Ketua Gokar Sumut. Namun, sudah mendapatkan mandat secara lisan. “Tapi buat organisasi, langkah seperti ini sudah hal biasa ditempuh. Jangan ada konotasi negatif atas keputusan DPP ini,” ujar salah seorang ketua DPP ini.

Dijelaskan, keputusan DPP ini didasari pertimbangan bahwa Syamsul yang sedang berurusan dengan kasus hukumnya, tidak mungkin bisa mengendalikan Golkar Sumut dengan baik. Pengalihan pimpinan Golkar Sumut ini, lanjutnya, justru sekalian untuk memberikan waktu kepada Syamsul agar lebih konsentrasi memikirkan kasus hukumnya. “Kami berharap Pak Syamsul lancar mengatasi masalah hukumnya dan semoga bisa kembali (menjadi ketua Golkar Sumut),” terangnya.

Seperti diberitakan, pencopotan sementara Syamsul tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP Nomor : Kep/115/DPP/Golkar/IV/2011 tanggal 26 April 2011 yang ditandatangi Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Sekjen Idrus Marham.

Sementara itu, analis politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Rafdinal SSos, melihat pencopotan Syamsul Arifin dari jabatannya sebagai Ketua DPD 1 Golkar Sumut merupakan keputusan dilematis.
Di satu sisi, masuknya Syamsul dalam jerat hukum dan berhadapan dengan KPK yang nyaris mustahil untuk bisa bebas, di sisi lain, belum kader Golkar di daerah yang dianggap pantas menggantikan posisi yang ditinggalkan. “Namun keputusan harus diambil guna merubah imej partai,” ungkapnya.

Soal kandidat yang layak menjadi Ketua DPD 1 Golkar Sumut, Rafdinal menilai, sosok Chairuman Harahap adalah sosok yang layak.(sam/ari)

Tewas Ditikam Perampok Saat Bersama Pacar

MEDAN-Sepasang kekasih Leo Chandra (28), warga Jalan Rahayu Komplek Rahayu Mas nomor 65, Kelurahan Banten Timur, Medan Tembung bersama pacaranya Linda (25), warga Jalan Rahayu, Kecamatan Medan Tembung menjadi korban perampokan di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di Simpang Amoy, Bakaran Jagung, Pancur Batu, Kamis (28/4) sekitar pukul 22.00 WIB. Leo tewas ditikam perampok, sementara Linda selamat.

“Pacar aku melawan saat mereka (pelaku) ingin mengambil tas milik ku. Namun, pelaku mengeluarkan pisau belati yang disimpan dipinggangnya langsung menusuk lehernya,” ujar Linda yang masih syok atas kejadian tersebut.
Melihat Leo terkapar, pelaku langsung melarikan diri ke arah Berastagi dengan meninggalkan pisau belati yang digunakannya untuk menusuk leher korban. “Setelah menusuk lehernya, mereka langsung meninggalkan kami dan tancap gas,” ucap Linda.

Linda yang terus menjerit meminta pertolongan mengundang perhatian warga yang langsung mendatangi lokasi. Linda meminta kepada warga untuk membantu membawa pacarnya ke RS dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Pancur Batu.

“Aku nggak bisa berbuat banyak, aku hanya bisa menjerit. Warga yang menolong dan melaporkan peristiwa ini ke polisi, “ cetusnya.

Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu, AKP Faidir Caniago bersama anggotanya langsung melakukan olah TKP dibantu tim identifikasi Polresta Medan. “Dari hasil olah TKP kami menemukan satu tikaman di leher korban,” kata Faidir.
Dijelaskan Fhaidir, barang-barang berharga milik korban tidak ada yang hilang. Pelaku mungkin gugup langsung melarikan diri. “Barang berharga tidak ada yang hilang, hanya korban tewas ditempat dengan berlumuran darah. Sampai saat ini, kita masih melakukan penyelidikan terhadap,” beber Faidir.(adl)

Siap Gencatan Senjata

Thailand-Kamboja Sepekan Baku Tembak

PHNOM PENH – Ketegangan baku tembak di perbatasan Thailand dan Kamboja sepertinya tak akan berlarut-larut. Setelah sengketa perbatasan memasuki hari ke-7 kemarin (28/4), kedua pihak sepakat untuk mewujudkan gencatan senjata dan saling menghentikan serangan.

“Setelah dialog di antara militer kedua negara pagi ini (kemarin pagi, Red), kami sepakat melakukan gencatan senjata. Pos-pos pemeriksaan di perbatasan akan kembali dibuka dan warga setempat bisa mulai kembali ke rumah masing-masing,” ujar jubir pemerintah Thailand Panitan Wattanayagorn.

Beberapa jam sebelumnya, Menteri Pertahanan Kamboja Tea Banh juga mengatakan hal yang sama. “Kami sepakat untuk mengakhiri kontak senjata dan menyiagakan pasukan di wilayah masing-masing,” tuturnya. Untuk sementara, pasukan Kamboja dan Thailand masih akan bertahan di hutan perbatasan di mana berdiri kuil Preah Vihear, objek utama sengketa perbatasan.

Demi menjaga gencatan senjata yang bukan baru kali ini dideklarasikan di perbatasan dua negara, militer Thailand dan Kamboja menjadwalkan pertemuan rutin. Setiap hari  komandan pasukan akan melakukan evaluasi dan dialog untuk mencegah kembali pecahnya konflik. Selain itu,mencegah terjadinya salah paham di antaranya.
Menurut Panitan, kali ini kedua belah pihak yakin gencatan senjata akan bertahan. “Tetapi, gencatan senjata ini hanyalah langkah awal. Kami harus tetap memantau perkembangan yang terjadi di lapangan supaya bisa melangkah lebih lanjut menuju perdamaian,” katanya.

Gencatan itu terjadi hanya sehari setelah para petinggi (militer) dua negara tetangga itu saling bersitegang.  Sejak baku tembak pecah pada Jumat lalu (22/4), tak kurang dari 75.000 warga terpaksa mengungsi dari wilayah perbatasan kedua negara. Seorang warga sipil Thailand juga tewas dalam pertikaian itu.
Tetapi, kesepakatan soal gencatan senjata itu tetap saja rentan. Kedua pihak bersikukuh berhak atas kepemilikan kuil Ta Moan dan Ta Krabey.  (ap/afp/rtr/hep/dwi/jpnn)

179 Orang AS Tewas Akibat Tornado

ATLANTA – Tornado kembali menyapu wilayah selatan Amerika Serikat (AS), Kamis (28/4). Akibatnya sebanyak 179 orang tewas dan dua negara bagian, Alabama serta Arkansas, dinyatakan darurat.

Dari 179 korban jiwa tersebut, terbanyak berada di Alabama, yaitu 128 orang. Sebanyak 32 lainnya berada di Mississippi, 6 di Arkansas, 11 di Georgia, dan masing-masing 1 orang di Tennessee dan Virginia.

Tornado maut berkekuatan 135 mil per jam tersebut merupakan rangkaian tornado yang menyapu wilayah AS bagian selatan sejak awal pekan ini. Selain menimbulkan kerusakan dan korban jiwa masif, rangkaian tornado itu mengakibatkan hujan deras dan banjir mulai Texas hingga Georgia.

Dampak lainnya, aliran listrik ratusan ribu rumah di wilayah yang tersapu tornado tersebut terputus. Diperkirakan, tornado akan mulai bergerak meninggalkan wilayah selatan hari ini.  Di  Alabama saja, mulai dihajar Tornado sejak Rabu sekitar pukul 17.00 waktu setempat (Kamis pagi WIB), setidaknya ada 335 ribu rumah kehilangan aliran listrik. Diperkirakan, tornado merupakan yang terkuat. “Yang pasti, jumlahnya sudah melebihi ketika terjadi badai Dennis dan Frederick. Kami sudah minta bantuan aliran listrik dari Illinois,” lanjut Sznajderman.

Tornado itu juga mengakibatkan ribuan warga Alabama terperangkap di rumah masing-masing. Kantor, sekolah, dan toko juga tutup mulai Rabu lalu (27/4). (c9/ttg/jpnn)

Lutut Pangeran William Bergetar

LONDON – Ibu kota Inggris sudah bersiap-siap menyambut pernikahan Pangeran William dan tunangannya, Kate Middleton,  Jumat (29/4) pagi waktu setempat. Jalan, terutama yang dilalui arak-arakan pengantin, sudah berhias. Militer sudah menggelar geladi bersih akbar.

Ketika fajar belum menyingsing, ratusan orang berseragam militer sudah berbaris membentuk konfigurasi pasukan. Personel Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Inggris beratribut lengkap itu melakukan geladi bersih untuk prosesi Royal Wedding Pangeran William dan Kate Middleton.

Latihan tersebut sengaja digeber pagi-pagi . Anggota pasukan berkumpul dengan peleton masing-masing sejak pukul 02.00. Seribu anggota kavaleri (pasukan berkuda) akan memimpin di barisan terdepan, diikuti limusin Rolls-Royce yang membawa anggota kerajaan. Juga, satu limusin khusus yang membawa Middleton dan sang ayah. Kemudian, iring-iringan dikawal pasukan yang berjalan kaki.

“Semua lengkap, minus pasangan mempelai,” jelas Duncan Larcombe, editor The Sun khusus untuk urusan kerajaan. “Itu adalah latihan terakhir buat militer. So, mereka menjalankan prosedur seperti saat acara yang sesungguhnya Jumat besok,” imbuhnya.

Pukul 04.50 waktu setempat, pasukan meninggalkan Wellington Barrack menuju depan gedung parlemen. Tepat pukul 05.00, pasukan itu bergerak. Sesuai dengan prosesi, mereka bertolak dari halaman gedung parlemen ke Westminster Abbey, tempat upacara pemberkatan.

Rolls-Royce kerajaan dikawal langsung oleh pasukan Angkatan Darat. Di belakang pasukan tersebut, berbaris beberapa anggota Royal Navy (Angkatan Laut). Sementara itu, sebagian pasukan berjaga di Cenotaph, dekat Downing Street, kantor perdana menteri. Dari sana, giliran pasukan RAF (Angkatan Udara) yang berbaris di sepanjang lapangan Horse Guards Parade, yang akan dilewati iring-iringan mempelai.

Setelah resmi menikah, pasangan tersebut meninggalkan Westminster Abbey, dua kelompok personel akan mengawal mereka ke Buckingham Palace. Sesuai dengan tradisi , William dan Kate menuju istana dengan kereta kuda legendaris, 1902 State Landau berwarna merah.

Menyadari hari besar itu makin dekat, kegugupan dirasakan William. Kepada komandannya di RAF, Kevin Marsh, dia menyatakan bahwa lututnya sering bergetar jika mengingat pernikahan yang tinggal hitungan jam itu. “Saya yakin William akan sangat gugup,” terang Marsh seperti dilansir AFP.

“Seperti halnya dengan waktu dia terbang. Dia selalu nervous berat menjelang tes atau latihan. Tapi, dia punya refleks yang bagus dan belajar dengan cepat,” lanjut Marsh, yang mendampingi William selama menjalani pendidikan militer di RAF. (dos/na/c11/iro/jpnn)