Home Blog Page 15400

Wah, Ada Pemalsuan Lembar Jawaban UN

  • Wali Kota pun Dilarang Masuk Ruang Ujian
  • Di Medan, 531 Peserta Absen

MEDAN-Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMU, SMK dan Madrasah Aliyah tahun ajaran 2010/2011 secara umum berjalan lancar dan terkendali. Meski demikian, masih ditemui beberapa dugaan kecurangan. “Menurut informasi ada beberapa tempat yang diwarnai kecurangan dengan diterimanya laporan atas lembar jawaban palsu,” ujar Pjs Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Heri Subiansauri, Senin (18/4).

Polda Sumut langsung mengerahkan intel yang bertugas membantu pengamanan UN di Sumut untuk mengejar penyebar isu terkait kebocoran jawaban Ujian Nasional (UN) yang beredar di sejumlah daerah. “Tadi pagi (Senin, 18 April, Red) sekira pukul 06.00 WIB, Polisi menerima informasi ada isu jawaban UN telah tersebar di beberapa daerah,” ucapnya.

Saat ditanya daerah lokasi yang beredar isu peredaran jawaban UN palsu tersebut, Hery belum bersedia menyebutkan, Hery meminta waktu sebab kepolisian masih mendalami informasi tersebut. “Sabar, kita sedang mendalami isu itu apakah benar atau tidak. Jadi kita masih mencari buktinya,” pintanya.

Sampai kemarin, pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dugaan kebocoran atau kecurangan saat UN berlangsung. Jika ada, Hery memastikan polisi akan langsung ditindaklanjuti dan memproses sesuai hukum berlaku. Ancaman hukuman bagi pembocor soal yang merupakan rahasia negara itu adalah pidana dengan ancaman minimal lima tahun penjara. Siswa yang menerima bocoran jawaban juga bisa dikenakan sanksi.

Untuk meminimalisir kecurangan UN kali ini, temuan tahun lalu menjadi acuan untuk melakukan deteksi sekecil apapun. “Tiga lokasi menjadi titik perhatian yakni di tempat penyimpanan naskah, perjalanan dan di lokasi UN berlangsung,” bebernya.

Gangguan-gangguan kecil di hari pertama pelaksanaan UN di Medan juga mengusik kepedulian anggota dewan. Misalnya seperti pelaksanaan UAN di SMAN 10 dan SMAN 6 Medan. Jumlah naskah soal peserta UAN di SMAN 10 Medan kurang, yang seharusnya dalam satu lokal ada lima paket mata pelajaran. Sedangkan di SMAN 6 Medan ditemukan naskah soal yang kabur. Keadaan tersebut terungkap saat Sekretris komisi B DPRD kota Medan Khairuddin Salim bersama anggota Salman Alfarisi, Ainal Mardiah dan Paulus Sinulingga meninjau pelaksanaan UAN di dua sekolah itu.

“Naskah soal kurang. Satu paket yang dikemas dalam amplop isinya kurang. Karena pola yang sekarang, satu kelas ada lima paket mata pelajaran,” ungkap Kepala SMAN 10 Medan Drs H Sufrizal Tanjung.

Mengatasi itu, pihaknya memperbanyak naskah dengan memfotokopinya. Sementara masalah lain tidak ada masalah. Malah menurut dia, untuk tahun ini, pihaknya berharap semua anak didiknya bias lulus seluruhnya.
Sementara, kasus UAN di SMAN 6 Medan, ada beberapa materi soal yang buram. Untuk mengatasinya, pihak SMAN 6 Medan menggantikannya dengan naskah soal cadangan.

“Kami pakai soal cadangan, meski materi soal berbeda dengan soal yang asli,” ujar Kepala SMAN 6 Medan Dra Hj Erlinda dihadapan empat anggota komisi B DPRD Medan itu.

Menanggpi kekurangan naskah UN kurang dan soal yang tidak jelas tulisannya, Sekretaris komisi B DPRD Medan, Khairuddin Salim berpendapat, kebijakan dinas terkait perihal meperbanyak naskah soal dengan memfotokopinya, kurang tepat. “Harusnya diganti dengan naskah soal yang cadangan. Kan ini juga untuk menghemat waktu agar efisien, tak perlu harus memfotokopinya,” ucap Khairuddin.

Apalagi, sambung Khairuddin, cadangan dan yang utama, seharusnya materi soalnya sama. Sebab jika berbeda, justeru dapat memicu stres para peserta UAN. “Itu kita yang gak sependapat dengan yang di SMAN 10,” tandas Khairuddin.

Sementara itu, dari 39.844 peserta yang mengikuti UN di Medan, ada 531 siswa yang absen.
Panitia penyelenggara UN Diknas Medan, Abdul Haris, merinci siswa SMA sebanyak 22.750 yang hadir 14.870 dan absen 171 siswa. Siswa MA, jumlah peserta 1.870  hadir, 1.859, absen 11. SMK peserta 15.224 hadir 14.870 tidak hadir 349 siswa.

Pantauan lain, UN umumnya berjalan lancar. Seperti SMA Swasta Eria Jalan Sisingamangaraja Medan, SMAN 2 Medan, SMKN 5 Medan. Pelaksanaan UN yang ditinjau langsung para pejabat daerah, hanya sebatas melihat posisi ruang kelas dan memastikan jumlah peserta dengan bertanya kepada pihak sekolah.

Seperti yang dilakukan Wali Kota Medan Drs H Rahudman MM bersama Kadis Pendidikan Kota Medan yang meninjau SMAN 2 di dekat Asrama Haji, usai apel bendera di Lapangan Merdeka Medan. “Saya tidak pilih kasih datang ke sini, kebetulan saya ada waktu sebentar sebelum membuka kegiatan di Asrama Haji Medan pada waktu bersamaan,” katanya.

Rahudman berharap pelaksanaan UN berjalan lancar dan didukung semua unsur masyarakat. Dia meminta kepolisian menindaklanjuti setiap laporan kecurangan pelaksanaan UN.

“Saya ingin pihak berwajib menindaklanjuti setiap isu atau dugaan kebocoran jawaban UN yang beberapa hari ini menjadi pemberitaan di media cetak. Jangan sampai kerja keras semua komponen untuk suksesnya ujian ini jadi tercoreng karena ungkapan pihak tertentu yang hanya bicara tanpa data yang kongkrit,” ucapnya.
Kepala SMAN 2 Drs M Abduh Siregar menyebutkan, seluruh peserta ujian yang jumlahnya mencapai 435 siswa termasuk yang bergabung sebanyak 15 orang. “Sampai saat ini semua berjaan lancar, termasuk soal-soal untuk siswa tidak ada masalah karena jumlahnya sesuai,” ucapnya singkat.

Wali Kota Dilarang Masuk

Ada kejadian unik dalam kunjungan wali kota kemarin. Kadisdik Medan Hasan Basri melarang Rahudman masuk ke ruang ujian. “Tidak boleh masuk Pak,” kata Hasan Basri saat Rahudman melangkah ke ruang Ruang 1 di Kelas XII IPA 6 di SMA N 2 Medan. Rahudman pun mematuhi larangan tersebut. “Oo, tidak boleh masuk ya,” tanya Rahudman.
Hasan Basri menjawan, UN tengah berlangsung. “Iya pak, karena mereka (siswa, Red) sedang ujian,” kata Hasan Basri.

Rahudman akhirnya hanya melihat-lihat para peserta ujian tersebut dari pintu kelas saja. Selang beberapa saat, Rahudman kembali menuju ke ruang lainnya. Nah, di Ruang IPA 3, Rahudman memberanikan diri untuk masuk ruang ujian beberapa meter saja.

Saat di Asrama Haji Medan, Hasan Basri menegaskan kembali sikapnya terkait pelarangan wali kota masuk ruang ujian. “Iya, wali kota tidak boleh masuk,” jawabnya sambil mengangkat jari jempolnya.

Sebelumnya, saat apel pagi di Lapangan Merdeka Medan, Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengeluarkan surat perintah kepada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Medan, untuk menjadi koordinator pengawas di setiap sekolah, sesuai dengan surat perintah wali kota No 800/7512.

Anehnya, seusai apel tersebut para kepala SKPD tersebut bukannya menjalankan perintah tersebut. Mereka malah mengikuti acara wali kota di Aula Madinatul Hujjaz Asrama Haji Medan dalam rangka pemaparan Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro tentang Kamtibmas.

Kadispora Hanas Hasibuan yang kebagian menjadi koordinator di SMK 7 yang ditanyai perintah wali kota tersebut berkilah, tugasnya telah selesai dikerjakannya. “Kan sampai pukul 10.00 WIB saja selama empat hari ini. Berarti sudah selesai. Besok lagi,” kilahnya.

UN di Kecamatan Medan Sunggal juga berlangsung tertib dengan pengawalan dari aparat kepolisian Polsekta Medan Sunggal. “Yah, masih baik-baik sajalah belum ada terlihat kecurangan-kecurangan ujian ataupun tindakan-tindakan anarkis baik dari siswa itu sendiri maupun para pengawasnya semuanya aman-aman saja,” ujar Kanit Shabara Polsekta Medan Sunggal AKP P Bangun.

Di Kabupaten Deliserdang, 17.054 siswa terdaftar mengikuti UN Tahun 2011,. Jumlah tersebut untuk SMA sebanyak 7.792 siswa, SMK 8.295 siswa, dan MA 967 siswa. “Saya harap tingkat kelulusan UN sekitar 100 persen, soalnya sektor pendidikan di Kabupaten Deliserdang menjadi unggulan,” bilangnya Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars, di sela-sela peninjauan pelaksanaan UN di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam.
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Lubuk Pakam Kiniken MPd menjelaskan, pihaknya menyediakan 1 kelas untuk 26 siswa peserta ujian. Sehingga, hanya terdapat 4 siswa yang memiliki soal yang jenisnya sama. Sehingga, cukup efektif memberlakukan sistem ujian murni tanpa kecurangan.

Sedangkan di Tebing Tinggi, 50 pelajar tidak mengikuti UN hari pertama.”Ada yang mengirimkan surat sakit ke kepala sekolah dan ada yang tidak hadir karena alasan tidak jelas,” ujar Kabid Dikmen Disdik Kota Tebing Tinggi, Joner Sitinjak.
Pelaksanaan UN di hari pertama berjalan dengan baik dan lancar tanpa kendala berarti.”Yah,mudah-mudahan dihari kedua berjalan lancar dan baik,tidak ada kebocoran soal ujian,” ungkap Joner.

Di Kabupaten Karo, 44 siswa SMA sederajat, dipastikan tidak lulus  ujian utama UN. Pasalnya, dari 26 orang siswa SMA/MA serta 18 peserta UN asal SMK tidak hadir mengikuti UN hari pertama, kemarin.
Kadis Diknas Kabupaten Karo, Drs Seruan Sembiring didampingi Kabid Dikmen Drs Sugianta Ginting menegaskan, tidak ada kendala berarti di UN hari pertama kemarin. “Semuanya berjalan lancar,” ujar Sugianta.

Sedangkan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), peserta UN tercatat 5.777 siswa dari 79 sekolah. Untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar, Bupati Sergai HT Erry Nuradi didampingi Kadis Pendidikan Drs H Rifai Bakri Tanjung MAP, Kabid Dikmenjur Drs Janter Siregar MM, Sekretaris Dinas Pendidikan Eddy Syahputra SPd, dan Kabag Humas Dra Indah Dwi Kumala mengunjungi SMA Negeri 1 Sei Rampah Desa. Hingga kemarin, pelaksanaan UN di daerah itu berjalan tertib dan aman. (mag-7/adl/ari/mag-8/btr/mag-15/wan/mag-3)

Serba Terbatas, Rekaman di Bilik 1×1 M

Ariel Peterpan, Launching Album Single Terbaru di Tahanan

Dalam suasana serba terbatas di dalam tahanan, Nazril Irham alias Ariel Peterpan tetap bisa berkarya. Kemarin terpidana kasus video porno yang diganjar 3,5 tahun itu merilis album single barunya di Rutan Kebon Waru, Bandung, dalam suasana sangat sederhana.

Suasana ramai terlihat di pintu masuk Rutan Kebon Waru, Bandung, Jawa Barat, sekitar pukul 09.00, Senin (18/4), kemarin. Bukan saja ramai karena banyak orang yang akan mengunjungi para tahanan, tapi juga ramai oleh wartawan. Sebab, berdasar info dari Musica’s Studio, satu jam lagi digelar acara peluncuran single terbaru Arieln
di dalam rutan. Ya, meski sekarang sebagai pesakitan, kekasih Luna Maya itu masih saja menjadi incaran pemburu berita.

Jarum jam sudah menunjukkan lebih dari pukul 10.00. Namun, belum ada tanda-tanda acara tersebut berlangsung. Yang ada justru petugas rutan memanggil calon pengunjung yang akan besuk tahanan, sesuai dengan urutan nomor antrean. Tidak ada pihak manajemen Peterpan ataupun Musica?s Studio yang memberikan informasi mengenai kepastian berlangsungnya acara tersebut. Sampai akhirnya Ezra, road manager Peterpan, keluar dari dalam rutan sambil terburu-buru. Dari mulut Ezra diperoleh informasi bahwa mereka tengah menyiapkan acara tersebut.

Rupanya, pihak manajemen maupun label yang menaungi Peterpan sudah berada di dalam rutan. Kepastian mengenai bisa atau tidaknya menggelar acara launching di dalam rutan ternyata memang didapatkan secara mendadak. Karena itu, mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika wartawan menunggu izin untuk masuk rutan, salah seorang petugas mengatakan bahwa acara diundur hingga pukul 13.00, menanti jam besuk tahanan selesai.

Benar saja, ketika waktu yang ditentukan tiba, pihak rutan mempersilakan para wartawan masuk. Setelah melewati dua pintu, terlihat bagian dalam rutan yang masih berarsitektur kuno itu. Di bagian kanan, tepat di lorong yang digunakan sebagai tempat berlalu lalang, sudah ditata kursi yang menghadap taman. Itu adalah kursi yang dipersiapkan pihak rutan untuk melakukan konferensi pers. Di taman, ditata banyak kursi yang digunakan para wartawan. Sound system berada tepat di samping kiri panggung. Sound system-nya sangat sederhana. Hanya terdiri atas pengeras suara dan pemutar musik.

Tak berapa lama Ariel datang dengan dikawal petugas. Dia mengenakan t-shirt putih dipadu kemeja kotak biru. Rambutnya agak cepak. Ariel pun terlihat lebih segar jika dibandingkan dengan terakhir kali saat divonis. Dia mengumbar senyum kepada pewarta yang datang.

Personel Peterpan yang lain juga hadir. Ada Reza, Uki, serta Lukman. Sayangnya, Luna Maya tak hadir. Informasi yang diterima Jawa Pos, Luna tidak hadir karena ada acara mendadak.

Dipandu oleh Bens Leo, bintang film sang Pemimpi itu pun menceritakan apa yang telah dia hasilkan selama di tahanan. “Terima kasih semuanya. Saya berterima kasih karena telah bisa menciptakan suasana yang enak. Di sini saya masih bisa berkreasi. Dalam menjalani proses yang akan lama di sini, ternyata muncul banyak ide di pikiran saya. Ide membuat lagu tentunya. Namun, saya memutuskan untuk memperdengarkan satu lagu,” kata pria 29 tahun itu.

Lebih lanjut duda satu anak itu mengungkapkan bahwa banyak penghuni rutan yang berminat pada musik, seperti dirinya. Namun, untuk bisa menciptakan dan mengeluarkan lagu seperti yang dia lakukan, jalannya susah. Mungkin itu karena yang lain tidak memiliki latar belakang figur publik seperti dia. “Makanya, dengan kesempatan ini mudah-mudahan saya bisa membuka pintu untuk yang lain. Dan semoga tidak cuma di sini. Di rutan lain penghuninya juga bisa berkarya,” lanjutnya. Rutan Kebon Waru sendiri pernah melahirkan sebuah band bernama Waru Band. Anggotanya adalah warga binaan. Waru Band ada sebelum Ariel masuk.

Lagu yang diciptakan Ariel untuk sementara berjudul Dara. “Judulnya sementara ini masih Dara. Tapi, nanti bisa saja berubah karena masih dalam proses pematangan,” jelasnya.

Lagu Dara diperdengarkan. Setelah itu Ariel juga menyanyikannya secara langsung. Jangan dibayangkan bahwa lagu tersebut memiliki instrumen musik yang lengkap dan matang. Jauh dari itu. Lagu tersebut sangat sederhana. Sesederhana cara pembuatannya.

“Beda kan dengan yang biasanya dibuat. Ini karena memang tidak pakai instrumen asli. Musiknya pakai musik komputer. Vokalnya juga di-take di sini,” ungkapnya.

Memang tidak mungkin Ariel melakukan rekaman di studio besar. Segala sesuatunya harus dilakukan di lingkungan rutan. Nah, rutan Kebon Waru memiliki banyak fasilitas untuk membina warganya. Salah satunya studio rekaman.
Studio tersebut berada di salah satu ruang binaan. Ruang itu berukuran 12 meter x 5 meter. Di dalamnya diisi meja kerja petugas dan tiga unit mesin jahit untuk berlatih. Lalu di bagian pojok terdapat sebuah meja berisi komputer dan satu buah keyboard berukuran mini. Nah, di sebelah kiri meja ada bilik berukuran 1 meter x 1 meter yang terbuat dari papan. Bagian dalam bilik dilapisi semacam busa supaya kedap suara. Di bilik itulah Ariel merekam suaranya.
Karena begitu sempit, bilik studio rekaman itu hanya bisa diisi satu orang. Kalau orang itu memegang gitar, tidak ada ruang lagi di dalamnya. Sesak. “Memang alatnya seadanya dan sederhana. Tapi, saya tetap bisa berkarya, kan?” ucap Ariel.

Proses pembuatan satu lagu itu pun cukup lama, yakni empat bulan. Ariel dibantu salah seorang warga binaan bernama Faisal. Dia yang membuat aransemen musiknya.

Faisal menceritakan, begitu Ariel masuk ke Kebon Waru, mereka bertemu dan sering ngobrol. “Sering gitaran bareng juga. Ariel bilang kalau dia nyiptain lagu. Akhirnya kami bikin dan rekam,” tutur Faisal.

Sekali lagi, karena tengah menjalani masa hukuman, untuk berkreasi pun mereka harus mengikuti peraturan yang ada. Tidak bisa dalam sehari penuh mereka mengerjakan lagu tersebut. “Karena itu, proses sampai lagu ini jadi seperti sekarang cukup lama, empat bulan. Waktu yang kami punya kan terbatas,” tambah Ariel.

Lagu Dara menceritakan kondisi Ariel ketika di dalam tahanan. Dia bercerita tentang kerinduan. “Iya, ini tentang kerinduan. Tentang orang yang berada di dalam sini (di tahanan, Red) dan orang yang berada di luar (tahanan). Meski terpisah, mereka saling menguatkan. Walaupun tertimpa masalah,” ungkapnya.
Berikut penggalan liriknya: Dan jangan kau bersedih, ku tahu kalau lelah. Tepiskan keruh dunia. Biarkan mereka, biarkan mereka. Tenangkan hati di sana. Tertidur kau lelah, mimpi yang menenangkan. Biarkan semua, biarkan semua.

Kalau membaca liriknya, tersirat bahwa Ariel tengah mengalami kerinduan mendalam. Apakah kepada Luna dia merindu” Apakah lirik tersebut untuk menguatkan hati kekasihnya yang harus terpisah darinya”
Ariel memang tidak menjawab. Dia hanya tersenyum. Sebelum bernyanyi, pria kelahiran Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, itu sempat mengucapkan banyak kata maaf. Maaf untuk masyarakat Indonesia dan maaf untuk sahabat Peterpan.

“Sebelum nyanyi, saya ingin menyampaikan sesuatu. Untuk sahabat Peterpan di mana pun berada. Maaf, harus menunggu lama karena album kami tertunda. Mudah-mudahan lagu ini bisa mengobati kerinduan kalian. Saya berharap lagu ini bisa diterima masyarakat Indonesia. Saya juga ingin memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas semua keresahan yang telah terjadi selama ini,” katanya.

Lagu Dara, menurut manajer Peterpan Budi Soeratman, adalah single atas nama Ariel pribadi. Bukan Peterpan. “Kalau album Peterpan, sekarang ini masih dipersiapkan. Tapi, untuk rilisnya kami menunggu hingga permasalahan selesai. Ini adalah karya Ariel pribadi yang dia ciptakan di dalam tahanan. Jadi, tidak akan masuk dalam album Peterpan,” jelasnya.

Ariel juga mengatakan, meski dia ditahan, para personel Peterpan lainnya sering mengunjungi untuk membahas masalah album. “Mereka sering ke sini. Mendengarkan lagu-lagu yang tengah diproses. Lalu kami membahas apa yang kurang,” tutur Ariel.

Seusai memberikan sedikit keterangan dan menyanyi di depan wartawan, dia lantas dikawal petugas rutan untuk kembali masuk ke selnya. (c2/kum/jpnn)

Satu Hati Peduli Pendidikan

Tak banyak penyanyi yang punya perhatian terhadap dunia pendidikan. Salah seorang di antara yang sedikit itu adalah Sherina Munaf.

Dara kelahiran Bandung, 11 Juni 1990, yang ditunjuk sebagai Duta Satu Hati Cerdaskan Bangsa (SHCB) oleh salah satu produsen minuman isotonik itu menyumbangkan suara emasnya untuk program kampanye peduli pendidikan.
Lewat lagu berjudul Satu Hati, penyanyi remaja yang Sabtu lalu (16/4) hadir di Gramedia Expo Surabaya tersebut mengajak masyarakat Indonesia untuk menyumbangkan sebagian hartanya demi mencerdaskan generasi penerus bangsa.

“Menurutku, pendidikan adalah hal yang sangat mutlak. Semuanya harus mendapatkan kesempatann
menimba ilmu. Tidak peduli latar belakangnya apa,” jelas Sherina yang baru saja diundang Jackie Chan untuk mengisi acara amal bagi korban gempa dan tsunami di Jepang baru-baru ini.

Sherina menambahkan, dengan menjadi duta SHCB, dirinya dapat mewujudkan misinya, yaitu menularkan semangat membaca bagi pelajar-pelajar di bumi pertiwi.

“Karena nantinya, sumbangan dari masyarakat itu digunakan untuk membangun perpustakaan dan membeli buku. Jadi, pasti temen-temen akan bertambah pintar,” tuturnya. (nji/c10/ib/jpnn)

Disambar Petir, Satu Tewas, Tiga Kritis

MEDAN-Jangan anggap remeh dengan bahaya petir yang kerap muncul akhir-akhir ini. Kemarin saja, Senin (18/4), tiga orang disambar petir di dua tempat berbeda. Dampaknya, maut. Satu orang akhirnya tewas, sementara nyawa tiga orang lainnya masih dapat diselamatkan meski sempat dalam kondisi kritis.

Korban tewas adalah Tri Suno (50), pegawai PT Garuda Indonesia yang baru pulang dari tugas luar kota di Padang. Dia dan Merlin Ramayana (35) serta Darwin (22) disambar petir saat berteduh dari hujan di bawah pohon di Jalan Adi Sucipto, pukul 16.00 WIB. Merlin dan Darwin akhirya diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan di UGD Rumah Sakit TNI AU, Polonia.

Sementara kejadian lainnya terjadi di terminal bus Lubuk Pakam pukul 13.00 WIB. Nyawa Evan Tampubolon (23) dan Rio Sihombing (31) terselamatkan setelah keduanya dikubur di lumpur di sawah warga..

Peristiwa di sekitar Bandara Polonia terjadi saat hujan mengguyur wilayah itu sekitar pukul 16.00 WIB. Lima pengendara sepeda motor berteduh di bawah pohon di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia, tepatnya di depan Mess Cendrawasih Pangkalan TNI AU Lanud Medan. Suasana tiba-tiba mencekam saat suara guntur diikuti kilatan menyambar tiga orang di lokasi. Terdengar jeritan histeris. Ketiga orang tersebut, satu diantaranya tewas dilokasi dan dua lainnya kritis.

Ketiga Warga yang tersambar petir, Tri Suno (50) Warga Komplek Perumahan Johor Indah Permai I, Blok IV, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor meninggal ditempat. Sedangkan, seorang wanita bernama Merlin Ramayana (35) Warga Jalan Sei Mencirim, Kampung Lalang dan Darwin (22) Warga Jalan Makhamah, Gang Keluarga, dalam keadaan kritis.

Jeritan minta tolong tersebut didengar petugas TNI AU, Letkol Jonathan. Dengan sigap, Jonathan mendatangi asal suara jeritan meminta tolong. “Ketiga korban langsung diboyongnya satu persatu ke RS naik mobilnya,” ujar perawat piket yang namanya tidak mau disebutkan di ruang UGD Rumah Sakit TNI AU, Polonia.

Setelah mendapat mendapat tindakan pertama, Merlin yang mengalami keram dari perut sampai kaki meminta dirujuk ke RS Advent di Jalan Gatot Subroto. “Merlin tidak mengalami luka bakar. Dia cuma syok,” kata dr Dwi Rahayu yang sempat merawat para korban.

Sementara, Darwin yang mengalami luka bakar di leher sebelah kiri, dada sebelah kanan, punggung sebelah kanan dan paha sebelah kiri sudah diizinkan pulang usai mendapat perawatan medis. “Sudah kita izinkan pulang karena, pasien yang meminta,” ucap dr Dwi lagi.

Tri Suno yang merupakan pegawai PT Garuda Indonesia tewas dilokasi mengalami luka bakar di leher dan dada hingga merah kehitaman. “Nyawa sudah tidak bisa ditolong, dia tewas di TKP. Jasadnya sudah kita antar ke rumah duka,” katanya lagi.

Pantauan wartawan koran ini di rumah duka, keluarga korban terus berdatangan untuk melayat. Menurut Agung (17), anak sulung Tri Suno, ayahnya baru saja pulang tugas luar dari Padang. Dia yang menjemput ayahnya naik sepeda motor. Di tengah jalan, mereka berteduh di bawah pohon karena hujan.

“Ada lima orang yang berteduh, tiba-tiba petir menyambar. Rasanya seperti tersengat listrik saat petir menyambar. Saya lihat 1 cewek dan 1 cowok jatuh ke tanah (tersambar petir). Saya langsung menjerit minta tolong melihat ayah saya juga jatuh dan nyawanya tidak bisa ditolong lagi,” beber Agung sedih.

Sementara sambara petir di terminal Lubuk Pakam terjadi saat tenaga kerja sukarela (TKS) Dinas Perhubungan Pemkab Deli Serdang, Evan Tampubolon (23) bersama Rio Sihombing (31) mandor KPUM duduk bertolak belakang di gapura pintu masuk terminal, pukul 13.00 WIB.

Diperkirakan petir menyambar gapura, dan mengenai keduanya. Akibatnya kedua korban pingsan ditempat dengan luka bakar di tubuh.

Untuk memberikan pertolongan pertama, warga setempat merendam keduanya ke Lumpur di sawah milik warga di belakang terminal. Setelah beberapa jam direndam, keduanya diboyong ke RSU Sarimutiara Lubuk Pakam, untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Menurut Rio warga Dusun IV Desa Pagar Jati Kecamatan Lubuk Pakam itu, saat kejadian dirinya sedang menunggu angkutan koperasi pengangkutan umum Medan (KPUM) yang melintas, sebari menghitung uang setoran.

“Saya tidak sadar kena sambar petir. Tiba-tiba badan bergetar seperti kena setrum dan kaki sebelah kiri langsung lemas,” bebernya saat ditemui kolam milik warga. Sementara di dekatnya, Evan Tampubolon, warga jalan Wage Rudolf Supratman, Kecamatan Lubuk Pakam, terlihat dalam kondisi lemah.

Mendung, Segera Berlindung

Kepala Bidang Data dan Informasi (Kabid Datin) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Sumut Hendra Suwarta mengimbau warga mengenali tanda-tanda alam sebelum petir menyambar. Bila sudah mengetahuinya, warga diimbau mencari jalan aman.

Diterangkannya, petir yang menyambar saat mengiringi turunnya hujan biasanya terjadi di ruang terbuka. Karenanya, sebaiknya warga menjauhi ruang terbuka saat hujan turun.

“Petir suka menghantam lokasi-lokasi yang luas. Contohnya di lapangan bola dan sebagainya. Maka dari itu, ketika hujan turun dengan ditandai awan gelap, potensi petir sangat tinggi, sebaiknya cepat mencari tempat berlindung,” terangnya.

Petir terjadi umumnya saat datangnya hujan yang dibawa awan Comulunimbus (Cb). Jenis awan ini adalah awan yang gelap. Ketika tumpukan-tumpukan awan bermuatan listrik itu saling berbenturan, akan menimbulkan percikan-percikan api dan itulah yang dinamakan petir.

Sayangnya, sampai saat ini petir tersebut tidak bisa tertangkap dengan teknologi secanggih apapun. Andai petir dari awan Cb tersebut bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik, maka tidak akan terjadi lagi defisit listrik.

“Itulah kedahsyatan petir dari awan Cb ini. Kalau bisa dimanfaatkan, maka bisa mengatasi defisit listrik yang terjadi. Maka dari itu, ketika petir ini muncul dan mengenai manusia, maka tidak mustahil manusia atau orang tersebut akan gosong dan meninggal. Kata kasarnya, kena cipratan petir saja kita bisa gosong,” terangnya.

Menyangkut curah hujan, Hendra megungkapkan, potensi hujan ekstrim dengan diawali kemunculan awan Cb diprediksi akan terjadi hingga awal Juni mendatang. “Curah hujan memang tinggi dan ekstrim. Ini kemungkinan akan berlangsung hingga awal Juni mendatang,” katanya. Khusus untuk minggu-minggu ini, Hendra menyatakan, peluang hujan akan terjadi sejak sore hingga malam hari.(adl/btr/ari)

Inalum Cuatkan Pro-Kontra

MEDAN- Pro dan kontra keterlibatan pemerintah daerah dalam pengelolaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus bergulir. Upaya Pemerintahan Provinsi Sumut (Pemprovsu) memperjuangkan kepemilikan 60 persen didukung penuh Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga. Ditegaskannya, permohonan share saham yang diajukan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho adalah penawaran yang relevan dan proporsional.

Soal kebutuhan dana Rp3 triliun untuk menebus 60 persen saham PT Inalum, Chaidir yakin pihak perbankan akan mau menalanginya. “Perbankan akan membaca proyek ini memiliki prospek cerah. Misalnya Bank Sumut, bisa jadi leader bank. Maka dari itu, saya pikir pernyataan John Tahbu yang menyatakan Sumut tak mampu kelola Inalum, itu tidak memiliki data,” tegasnya.

Dari pandangan Chaidir, ada beberapa hal yang membuat masyarakat berpendapat, Sumut tidak akan mampu mengelola Inalum. Penyebabnya dua hal, persekongkolan jahat pihak pengelola salah satunya dengan adanya kenaikan kurs mata uang. Kedua ada rekayasa sehingga selama 30 tahun Inalum tidak menangguk untung.

Menurutnya, Inalum adalah asset yang bisa digunakan untuk pengembalian investasi konsorsium Jepang. “Ini tergantung rekayasa keuangan pihak Indonesia,” katanya.

Terkait hal itu, pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU) John Tahbu Ritonga menganggap pandangan Chaidir Ritonga sebagai sebuah kewajaran.

“Ya wajar, wakil rakyat bicaranya kan politik. Saya bicara rasional. Hitung-hitungan ekonominya kan jelas. Kalau ambil saham, ya bayar. Dari mana duitnya. Kalau tiga tahun lagi bayarnya, berapa setahun nabungnya. Kalau jual obligasi daerah, laporan keuangan kita masih Wajar Dengan Pengecualian (WDP), jadi belum bisa jual obligasi daerah. Kalau hibah dari pusat, apa pusat mau kasih uangnya. Lalu, berapa dividen yang akan diterima Pemda setahun. Itu lah contoh kali-kalinya,” terangnya.(ari)

Ibu Mencuci, Dua Bocah Hanyut di Sungai Denai

MEDAN-Dua bocah kakak beradik, Mahyaruddin Salim Rangkuti (2) dan Erwina Rangkuti (4), hanyut terbawa arus sungai di Jalan Seksama, saat bermain ditepi sungai bersama ibunya Roslina Parinduri (30), kemarin (18/4). Mahyaruddin Salim Rangkuti berhasil ditemukan warga tersangkut di jembatan Jalan Seksama sekitar pukul 18.30 WIB dengan kondisi tidak bernyawa. Sementara kakaknya Erwina masih hilang. Hingga dinihari tadi warga masih mencari Erwina Rangkutidi dengan peralatan seadanya.

Roslina Parinduri mengatakan, saat kejadian dia sedang mencuci pakaian sementara kedua anaknya bermain didekatnya. Karena fokus mencuci, Roslina lupa dengan anaknya. Sekitar pukul 17.30 WIB, Rosdiana tak mendengar suara anaknya. Rosdiana pun panik dan langsung mencarinya serta memberitahukan kepada tetangganya. Tetangganya bersama warga sekitar kemudian melakukan upaya pencarian.

Sementara itu, jenazah sepasang remaja yang hanyut di sungai Asahan, Jumat (15/4) lalu, ditemukan warga Desa Bandar Pulau Pekan pukul 22.30 WIB tersangkut di tumpukan kayu. Korban yang bernama Dika Rahayu ini masih duduk di kelas 2 SMP. Sedangkan pacarnya yang bernama Tomi yang ikut hanyut sudah ditemukan Minggu(17/4).

Pada saat kejadian, orangtua Dika mengetahui putrinya berpamitan untuk berangkat ke sekolah. Namun mereka tidak tahu kalau ternyata putrinya diajak bermain bersama 10 rekan lainnya dari kampung mereka di Kecamatan Padang Mohondang ke lokasi rekreasi alam di sungai Asahan.

Menjelang salat Jumat, rekan sekolah Dika memberi kabar kalau putrinya hanyut di sungai yang terkenal sebagai lokasi arung jeram internasional itu.

“Siang itulah kami baru mengetahui anak kami tidak sekolah tapi malah bermain bersama teman-temannya,” kata Ibu Dika, Ngatini.

Seperti diketahui, pada saat kejadian sekitar pukul 08.00 WIB Dika bersama teman-temannya bermain di lokasi Taman Rekreasi di Kampung Bedeng. Awalnya mereka hanya duduk di pinggir sungai. Ketika cuaca mendung dan mulai gerimis, mereka mencoba kembali ke sekolah. Namun baju mereka sudah terlanjur basah dan mereka akhirnya kembali ke pinggir sungai untuk mandi.

Awalnya korban yang bernama Dika hanyut terlebih dahulu sementara kekasihnya, Tomi, mencoba untuk memberi pertolongan tapi malah ikut terhanyut. Warga yang mengetahui hal itu tidak bisa memberi pertolongan karena lokasinya rawan dan penuh bebatuan.

Hingga malam tadi, ratusan warga masih mencoba mengevakuasi jasad korban yang tersangkut kayu. Jarak lokasi kejadian hanyut dan lokasi ditemukannya jasad berjarak sekitar 6 km. (mag-8)

Tebusan Rp27 M Harus Dibayar Seminggu

Penyanderaan ABK di Somalia

JAKARTA- Setelah TNI mengirimkan 401 orang Kopasus dan Marinir ke Colombo dalam agenda pembebasan Anak Buah Kapal (ABK) di Teluk Aden, Somalia, ternyata pasukan itu belum bertindak. Kali ini, perompak dengan pemilik kapal NV Sinar Kudus milik Indonesia telah sepakat membayar tebusan dolar US 3 juta (sekitar Rp27 miliar).
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto mengatakan proses negosiasi antara pemilik kapal KM Sinar Kudus dan perompak Somalia sudah sepakat mengenai jumlah uang tebusan.

“Kelihatannya sudah ke tahap itu, kan sudah disepakati, tinggal mekanismenya,” kata Djoko menjelang rapat kerja pemerintah dengan dunia usaha dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, Senin (18/4).
Menurutnya,mekanisme penyerahan uang tebusan masih belum mengarah ke titik temu, sehingga masih harus dirundingkan secara mendalam. “Ini bukan kayak ngirim barang ke Jawa Timur,”kata Djoko. “Ke Somalia kita berhubungan dengan siapa, mekanismenya bagaimana, Semua itu diatur pemilik kapal,” paparnya.

Djoko enggan menyebut jumlah uang tebusan yang dikeluarkan untuk menyelamatkan 20 anak buah kapal (ABK) KM Sinar Kudus. Menurutnya jumlah tersebut tak perlu diketahui publik, karena akan mengundang kontroversi.  “Yang penting semua kru selamat, kapal bisa dibawa pulang dengan baik.”

Sementara itu, dalam wawancara di satu stasiun Televisi dengan seorang perompak yang menyandera 20 WNI menyampaikan, pemilik kapal harus membayar tebusan dolar US 3 juta dalam waktu seminggu ini.
Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq saat dimintai komentarnya soal aksi penyanderaan atas 20 ABK di Somalia. Mahfudz menyampaikan, pilihan paling aman bagi ABK adalah bayar tebusan karena operasi pembebasan secara militer punya tingkat kesulitan tinggi.

Mahfudz berharap pembebasan sandera melalui pembayaran tebusan itu tidak akan memakan korban mengingat upaya negosiasi dengan pihak Indonesia sudah berjalan. Selain itu, pemerintah juga telah berkomunikasi dengan keluarga ABK terkait langkah yang akan dilakukan.

Menurut dia, penyelamatan terhadap WNI merupakan kewajiban negara dengan mensinergikan semua kekuatan untuk membebaskan sandera. Berbagai opsi yang ada harus diperhitungkan secara matang agar tidak ada WNI yang menjadi korban.

Seperti diketahui, kapal Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia dibajak perompak Somalia pada 16 Maret lalu. Perompak meminta tebusan sebesar US$3,5 juta untuk membebaskan kapal yang mengangkut muatan nikel senilai Rp1,4 triliun tersebut. (bbs/jpnn)

17 Pasukan Oposisi Tewas

Kadhafi Mengamuk

AJDABIYA- Di bawah hujan bom dan serangan serbuan penembak jitu, tentara pemberontak Libya terus melawan pasukan loyalis Muammar Kadhafi di pusat Kota Misrata. Aktifis oposisi dan anggota LSM menyatakan 17 orang tewas dalam peperangan sengit tersebut.

Misrata adalah wilayah kekuasaan terbesar terakhir pasukan pemberontak di Libya Barat. Pasukan pemerintah melancarkan serangan ke kota di pesisir Mediterrania tersebut, beberapa pekan terakhir. Gempuran tanpa henti terhadap oposisi tersebut menuai peringatan dari dunia internasional kemungkinan terjadinya krisis kemanusiaan. Selain itu, desakan juga ditujukan kepada pasukan NATO untuk mengintensifkan serangan udara terhadap tentara Kadhafi.

Minggu (17/4), pasukan pemerintah berhasil merangsek ke pusat kota dalam peperangan beberapa hari terakhir, menghujani Misrata dengan mortir dan roket peluncur granad. “Penduduk di sini sudah mulai terbiasa dengan suara mortir dan rudal,” ujar seorang penduduk yang memberikan nama panggilannya saja Abdel-Salam. “Para penembak jitu masih bersiaga di atas atap gedung-gedung tinggi dan menembak apapun yang bergerak di tengah kota,” tanfasnya.

Aktifis lokal Rida al-Montasser, yang dihubungi melalui Skype,  pemberontak melawan pasukan pemerintah dari sebuah daerah di sekitar pasar induk di Misrata dan berhasil memperluas sedikit wilayah kekuasaan mereka.
Dia menambahkan, sebuah laporan rumah sakit yang didapat dari dokter jaga menyatakan, 17 orang, termasuk pasukan pem berontak tewas dan 74 lainnya terluka. Dia menuturkan, pasukan Kadhafi telah menembaki rumah sakit tersebut, Minggu (17/4).

Seorang anggota LSM asing yang mengunjungi rumah sakit tersebut juga membenarkan data korban tewas tersebut. Bahkan menurutnya, salah satu korban adalah gadis kecil yang tertembak di kepala. Beberapa korban anak-anak lainnya termasuk dalam daftar nama yang terluka.
Al Montasser menambahkan, suara ledakan terus terdengar larut malam. Pasukan NATO yang diberi wewenang PBB melancarkan serangan udara untuk melindungi warga sipil dan mengawasi pemberlakukan zona larangan terbang dinilai gagal menghentikan gempuran tentara Kadhafi.

Dari Paris, Menteri Pertahanan Gerard Longuet membantah pernyataan dari pejabat tinggi NATO yang menyebut pasukan aliansi kekurangan pesawat tempur. Longuest menambahkan bahwa misi pasukan NATO di Libya terkendala kurang informasi di lapangan. (cak/jpnn)

Incumbent Unggul, Nigeria Rusuh

ABUJA – Hasil perhitungan suara pemilu presiden (pilpres) berakhir ricuh di Benua Afrika. Kerusuhan tidak hanya terjadi di Pantai Gading. Kerusuhan meletus di Nigeria, Senin (18/4) menyusul perhitungan suara dalam pilpres yang memenangkan calon incumbent, Presiden Goodluck Johathan.

Massa yang tidak puas terhadap perhitungan suara terlibat bentrok dengan tentara di Kano, kota terbesar di Negara Bagian Kano, utara Nigeria. Bahkan, aksi kerusuhan akhirnya meluas ke seluruh negara bagian tersebut.
Insiden itu dipicu tuduhan kecurangan dalam pemilu pada Sabtu (16/4) lalu. Massa yang tidak puas turun ke jalan dan bertindak anarkis. Kerusuhan meluas ke beberapa negara bagian di utara. Pasalnya, ada perbedaan yang tajam dalam perhitungan suara di wilayah utara yang warganya mayoritas Muslim dengan di selatan yang jumlah penduduknya lebih besar dan didominasi pemeluk Kristiani.

Kaum muda menantang tentara yang dikerahkan ke jalan di Kano, kota terbesar kedua di Nigeria setelah Lagos. Koresponden AFP melaporkan tentara berupaya membubarkan aksi massa. (afp/rtr/dwi/jpnn)

Terjebak Hujan Es, Umar Patek Ditangkap

ABBOTTABAD – Teroris kakap yang dibanderol USD 1 juta atau Rp 8,9 miliar oleh Amerika Serikat (AS), Umar Patek diringkus intelijen Pakistan. Pelaku bom Bali II itu diringkus bersama istrinya.

Namun, Senin (18/4) kantor berita AFP merilis detik-detik penangkapan tersangka kasus bom Bali II itu. Seorang pria asal Pakistan, Abdul Hameed, menyatakan pernah menampung Patek dan istrinya di rumahnya di Kota Abbottabad saat hujan es turun di kota perbukitan itu.

Dia melihat sepasang orang asing sedang kedinginan dan menggigil di jalanan. Menurut pensiunan akuntan tersebut, istrinya meminta pasangan itu ditampung sementara. Kebetulan, kata Hameed, dia mempunyai kamar kosong di lantai dua.

Namun, kata dia, gerak-gerik dua orang tersebut sangat misterius. Mereka tidak pernah meninggalkan kamar, bahkan tidak tertarik ke halaman belakang rumah yang dikelilingi tembok.Makanan yang disediakan tiga kali sehari oleh anak perempuan bungsu Hameed nyaris tak disentuh.

Setelah sembilan hari ditampung, pasukan bersenjata dan intelijen Pakistan menyerbu rumah Hameed, 25 Februari lalu.

“Tutup mulut dan angkat tangan!” perintah tentara sebagaimana diceritakan Hameed kepada keluarganya. “Lalu, mereka (aparat) menggeledah kamar demi kamar,” jelasnya.
Kemudian, Hameed mengaku mendengar dua kali suara tembakan. Beberapa menit kemudian, para tentara menyeret Patek dalam kondisi terluka dan berdarah.

Hameed menyatakan, putranya, Kashif, juga ditangkap aparat. (*/c5/iro/jpnn)