Home Blog Page 15408

Arab Saudi Bebaskan 316 WNI dari Hukuman

RIYADH – Pemerintah Arab Saudi membebaskan 316 warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat masalah  hukum. Sejumlah WNI yang dibebaskan itu merupakan orang yang bermasalah hukum dengan ancaman hukuman lima sampai enam tahun, di Arab Saudi.

Upaya pembebasan itu merupakan hasil kunjungan pemerintah, khususnya Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar ke Arab Saudi sejak pekan lalu. Patrialis meminta pengampunan hukum terhadap kasus yang mendera WNI dan mendapat perhatian dari pemerintah Arab Saudi, serta memberikan respons positif.

“Terbukti dengan dibebaskannya 78 terpidana WNI yang dihukum dengan ta’zier (hak umum) dengan pidana hukuman lima sampai enam tahun, dan ratusan WNI terpidana ringan. Jumlah keseluruhan menjadi 316 orang dari berbagai penjara di Arab Saudi,” sebutnya didampingi Duta Besar RI, Dirjen Imigrasi dan Dirjen AHU dalam pertemuan bilateralh Pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi. (wid/jpnn)

 

Bebaskan Tahanan Politik Palestina

GAZA CITY – Tuntutan pembebasan tahanan politik Palestina diserukan melalui unjuk rasa di wilayah Palestina dan berbagai belahan dunia lain, kemarin (17/4). Aksi tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Tawanan Palestina (Palestinian Prisoners Day). Demo itu mendesak agar Israel membebaskan semua tahanan politik asal Palestina, khususnya anak-anak.

Menurut Addameer (LSM yang memperjuangkan hak para tahanan Palestina), saat ini lebih dari 5.770 warga Palestina ditahan Israel karena menentang penindasan dan pendudukan negeri zionis tersebut. Dari jumlah itu, 216 di antaranya anak-anak. Bahkan, 45 anak berusia di bawah 16 tahun ditahan di penjara Israel. Israel juga menahan 37 perempuan, 12 wakil parlemen Palestina, dan lebih 200 tahanan administratif asal Palestina. (afp/dwi/jpnn)

400 Pohon untuk Pengguna Jalan

Jelang Hari Bumi 22 April

MEDAN-Menyambut hari Bumi pada tanggal 22 April mendatang, Himpunan Mahasiswa Islam, Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (HMI FE USU), tak mau diam. Mereka membagikan pohon kepada para pengguna jalan, baik yang beroda dua ataupun yang beroda empat pada Sabtu (16/4) lalu.

Sebanyak 400 pohon dibagikan untuk para pengguna jalan, dengan harapan agar para pengguna jalan dan masyarakat dapat peduli lingkungan, terutama masih ada generasi yang masih membutuhkan alam ini. Hal ini dilaksanakan mengingat menurut laporan PBB dan beberpa lembaga penelitian menunjukkan terjadi peningkatan suhu bumi pada tiap tahunnya. Pada periode 1990-2005 telah terjadi kenaikan suhu bumi berkisar 0,13-0,15 derajat celsius. Bayangkan kenaikan suhu pada tahun 2070-an mendatang? Maka, kemungkinan suhu akan naik sekitar 4,2 derajat celsius. Padahal, kenaikan 2 derajat saja dapat mengakibatkan sebagian makhluk hidup musnah.

Karena itu, di persimpangan Jalan Suprapto dan Sudirman, para mahasiswa FE USU membagikan pohon kepada para pengguna jalan. Pemilihan jalan kota sebagai tempat untuk pembagian pohon ini, dikarenakan gas emisi yang meracuni udara bersumber dari daerah perkotaan, dan gas tersebut dapat difilter dengan penanaman pohon di pekarang rumah.
Lani, anggota HMI FE USU mengatakan, harapan kegiatan ini tidak hanya sebatas seremoni. “Ya, menumbuhkan kesadaran kepedulian lingkungan secara terus menerus,” katanya. (mag-9)

Ingin Kantor Bupati Tetap Asri

LANGKAT-Keasrian Kantor Bupati Langkat harus dijaga. Karena itu, penanaman puluhan batang bibit pohon pun dilaksanakan di sejumlah lokasi halaman Kantor Bupati Langkat oleh Pemkab Langkat bersama anggota DPRD Langkat, Jumat (15/4).

Penanaman pohon ini, diharapkan mampu menjadikan pusat kantor pemerintahan Langkat itu menjadi contoh sekaligus menjadikan suasana kantor lebih sejuk dan indah, agar setiap orang yang berada didalamnya menjadi betah.
“Upaya untuk terus menghadirkan suasana kenyamanan akan menjadi perhatian utama Pemkab Langkat dan hal tersebut melibatkan segenap jajaran PNS Sekretariat agar menjadikan Kantor Bupati Langkat sebagai salah satu barometer kebersihan dan keindahan sebagai bukti Langkat Berseri (Bersih, Sehat, Rapi dan Indah),” kata Wabup Langkat Budiono saat melakukan penanaman pohon bersama anggota DPRD Langkat Khairuddin dan sejumlah pegawai Setdakab Langkat.

Beberapa tanaman buah yang menghiasi komplek perkantoran Bupati Langkat diantaranya pohon mangga, pepaya, klengkeng, jambu air dan rambutan. Kepada PNS diharapkan nantinya juga dapat mencontoh bagaimana upaya memanfaatkan lahan kosong dengan tanaman penghijauan yang hasilnya dapat dinikmati.
“Tanam dan pelihara pohon jangan hanya slogan, akan tetapi harus ditindaklanjuti dalam kehidupan yang melekat pada diri kita, kalau kita hanya menyuruh tanpa ada tindakan dari kita sendiri, bagaiman pula orang lain menuruti,”tegas Budiono. (ndi)

Kampanye ke Sekolah

SERGAI-Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) tampaknya tak mau ketinggalan momen Hari Bumi. Ya, dalam rangka menyambut Hari Bumi 22 April mendatang Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sergai menggelar road show menanam berbagai pohon.

Acara yang ditujukan untuk pelajar di  empat sekolah lanjutan atas (SLTA) Negeri di Sergai selama dua hari, Kamis (14/14) hingga Jumat (15/4) lalu. “Kegiatan ini memotivasi khususnya para pelajar dan masyarakat umum tentang betapa pentingnya menjaga bumi,” kata Kadis Hutbun Sergai, Ir H M Taufik Batubara, Kamis (14/4), di sela-sela penanaman pohon di halaman SMA Negeri I Tebing Tinggi Desa Paya Bagas Kecamatan Tebing Tinggi.

Taufik Batubara yang didampingi Kabid Rehabilitasi Lahan ,M Said, dan Kepala Sekolah SMA Negeri I Tebing Tinggi, Moch.Nur Iman SPd, mengatakan acara tersebut sejatinya sangat penting. “Tentunya dengan gerakan menanam pohon bermanfaat menyerap karbondioksida (CO2) dan menghasilkan oksigen  (O2)  yang sangat dibutuhkan mahkluk hidup di bumi ini,” terangnya.

Untuk itu, sambung Taufik, diharapkan sekolah yang ada di Sergai turut berpartisipasi dalam penanaman pohon di lingkungan sekolah sebagai wujud kecintaan terhadap   lingkungan. Sehingga, warga sekitar juga turut  ambil bagian.
Menurut Taufik, berkaitan dengan One Billion Tree (Obit) pihaknya selain telah melaksanakan penanam pohon juga melaksanakan sosialisasi dan imbauan melalui spanduk di berbagai kecamatan. Hal itu dengan harapan agar masyarakat yang berkeinginan atau mau menanam pohon segera menyampaikan permohonan ke Pemkab Sergai melalui Dishutbun. “Kita telah menyiapkan pohonnya,” aku Taufik.

Road show ini dilaksanakan di halaman SMA Negeri I Tebing Tinggi, SMA Negeri I Tebing Syahbandar, SMA Negeri I Sei Rampah, dan SMA Negeri I Sei Bamban dengan jumlah 280 batang pohon. Jenis pohon yang ditanam adalah mahoni, sengon, matoa, dan jengkol dari hasil Kebun Bibit Rakyat (KBR) di Kecamatan Sei Rampah.  (mag-15)

Prihatin dengan Air

Atiqah Hasiholan

ATIQAH Hasiholan begitu lancar jika dipancing berbicara soal lingkungan. Bagaimana beberapa waktu ke belakang, aktris kelahiran Jakarta, 3 Januari 1982, itu terlibat dalam Kampanye Air sebagai Hak Asasi Manusia yang digagas Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air (KRuHA).

Dengan lancar dia menjelaskan tentang krisis air di sejumlah daerah di Indonesia.
Bintang film Jamila dan Sang Presiden itu mengaku pernah merasakan sulitnya mendapatkan air bersih saat berkunjung ke Gunung Kidul, Yogyakarta dan Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
“Di Wakatobi air bersih sangat mahal dan jauh untuk mengambilnya, aksesnya sangat susah,” imbuhnya.
Sebuah data terkait dampak minimnya air bersih, membuatnya menyesal karena baru sekarang terlibat dalam kampanye tersebut.

Data World Bank 2010 menyebutkan, sekitar 136 anak meninggal setiap harinya karena pengelolaan sumber daya air yang kurang maksimal.

“Itu membuat saya terkejut. Kenapa ya saya baru sadar sekarang,” katanya dengan nada menyesal. (eos/jpnn)

Modal Berharga

PSMS vs PSAP

MEDAN- PSMS menang cukup meyakinkan atas pemuncak klasemen sementara Divisi Utama Wilayah I, PSAP Sigli. PSMS menang 2-0 berkat gol Ari Yuganda menit 55 dan Rinaldo menit 68. Laga itu merupakan laga kandang terakhir PSMS musim ini.

Kemenangan itu tentu saja akan menjadi modal berharga bagi PSMS untuk melakoni dua laga sisa musim ini, kontra Persitara dan Persikabo. Laga itu berstatus away, tapi PSMS yakin bisa membawa empat poin untuk memaksimalkan peluang lolos ke babak delapan besar. Saat ini PSMS berada di peringkat tiga dengan 42 poin.

“Kami akui PSAP sangat menyulitkan PSMS. Wajar jika mereka berada di papan atas. Kami bersyukur bisa menang pada pertandingan ini,” ujar Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa usai laga.

Benny mewakili segenap manajemen dan pengurus mengucapkan terimakasih kepada pendukung setia. “Jujur kami merinding melihat antusias ribuan pendukung setia PSMS. Kami harapkan dukungan itu terus diberi hingga kita bisa lolos ke babak delapan besar. Kalau lolos, maka kita berpeluang besar jadi tuan rumah,” sambung Benny.
Laga tadi malam berlangsung ketat. Meski berstatus tim tamu, PSAP pantang bertahan. Moussa Traore dkk tak sungkan menyerang. Bahkan beberapa kali merepotkan barisan belakang PSMS.

Serangan tim tamu lebih sering terjadi via serangan balik. PSMS yang tampil ngotot menyerang membuat serangan balik tim tamu terkadang jadi maksimal.

Beruntung Vagner dkk di lini belakang masih antisipatip terhadap serangan balik cepat. Hingga babak pertama usai, PSAP berhasil tahan imbang PSMS 0-0.

Memasuki babak kedua, serangan PSMS langsung kencang. Berkali-kali ulah Gaston Castano merepotkan barisan pertahanan lawan. Apalagi kekasih Gaston, Julia Perez menonton langsung laga itu. Meski akhirnya Gaston gagal mencetak gol malam itu.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan berkat aksi Ari Yuganda yang bekerjasama dengan Faisal Azmi dan Donny Fernando Siregar. Umpan 1-2 ketiga pemain ini di sisi kanan gawang lawan berhasil dimaksimalkan Ari Yuganda dengan tendangan keras ke sudut kiri gawang. Skor 1-0.
Tak lama setelah gol itu, PSMS menambah golnya. Kali ini yang jadi aktor adalah Rinaldo yang masuk di babak kedua menggantikan Mahadi Rais. Rinaldo dengan leluasa menceploskan bola ke gawang lawan setelah terbebas dari perangkap offside, dan berhasil melewati penjaga gawang. Skor 2-0 bertahan hingga usai laga. (ful)

Solo FC Takluk

Solo FC takluk dengan skor tipis ketika melawat ke markas Medan Chief di Stadion Baharoeddin Siregar, dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI) Minggu (17/4). Solo FC kalah skor 2-1.

Syahril Ishak dari tim tuan rumah membuka keunggulan di menit 15. Selebihnya banyak peluang yang tercipta tapi tuan rumah terlalu lemah dalam penyelesaian. Hingga berakhirnya babak pertama, skor 1-0 bertahan untuk keunggulan sementara tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Solo FC yang tidak diperkuat dua pemain  intinya Stevan dan Pitono mencoba mengimbangi permainan cepat yang diperagakan tim tuan rumah.

Memanfaatkan serangan balik yang cepat, tim tamu akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit 48 melalui David Micevski. Mendapatkan umpan terukur dari Dian Fachruddin, David yang tidak terkawal langsung melesakkan si kulit bundar ke arah gawang yang tidak mampu diantisipasi penjaga gawang Medan Chiefs, Yudha.

Gol tuan rumah baru tercipta pada menit 80 melalui kaki Luis Eduardo, yang memanfatkan bola liar dari tendangan bebas Laakkad yang membentur tiang gawang. Keunggulan 2-1 bagi tuan rumah bertahan hingga wasit meniup pluit tanda berakhirnya pertandingan.

Kekalahan Solo FC, menurut Pelatih kepala Branko Babic, tak lain disebabkan buruknya disiplin para pemain belakangnya.

“Selain tidak diperkuat  dua pemain inti yang absen akibat cedera dan akumulasi kartu. Buruknya koordinasi dan disiplin pemain belakang menjadi peneyabab kekalahan tim kami,” sebut Branko usai laga. (uma)

Tren Positif Pupuk Organik

MEDAN-Tren penggunaan pupuk organik di Sumut semakin meningkat setiap tahunnya, peningkatan itu mencapai 20 persen. Tapi, jumlah tersebut bisa semakin membaik apabila setiap kelompuk tani menyiapkan plasma-plasma untuk pengolahan pupuk organik.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Sumut, Mohamamd Roem ketika membuka Reksa Fine Compost di Mabar Hilir, Sabtu (16/4) lalu.

Roem menyebutkan, alokasi pupuk organik bersubsidi di Sumut berkisar 58.644 ton pada 2010, kini sudah meningkat menjadi 70.000 ton pada 2011. Peningkatan permintaan pupuk organik tersebut otomatis masyarakat tidak lagi ketergantungan dengan pupuk kimia.

Dia menerangkan, akibat banyak penggunaan pupuk kimia mulai pelita 1 hingga pelita IV, unsur har tanah rusak. Akibatnya tingkat keseburan tanah juga mulai menghilang dan dampak lainnya terhadap produksi menurun tajam. Untuk memulihkannya perlu kembali disiram dengan pupuk organik yang berasal dari tumbuhan, kotoran ternak, dan lainnya sehingga hal ini mengembalikan kesuburan tanah.

“Memang sampai saat ini posisi tertinggi permintaan masih pupuk kimia yaitu Urea kemudian NPK akan tetapi pupuk organik telah menduduki posisi ketiga setelah itu ZA dan SP-36 didalam pupuk bersubsidi,” sebutnya. “Sebagai petani dan kelompok tani mampu membuat pupuk organik setidaknya untuk kebutuhan produksinya sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Brilian Muktar menyatakan sebaiknya petani membentuk kelompok ataupun plasma agar penyaluran pupuk-pupuk bersubsidi dari pemerintah menjadi jelas dan tepat sasaran, hal ini juga untuk menghindari pemanfaatan individu yang mementingkan dirinya sendiri.

Sementara, ketua Pupuk Organik Reksa Fine Compost, Supriyanto menyatakan pembentukan usaha ini dimulai dari sebuah kelompok usahatani dan kini berkembang membentuk kelompok-kelompok kecil di setiap daerah seperti Langkat, Binjai, Deli Serdang, dan beberapa daerah lainnya.  “Pemasarannya telah merambah ke seluruh wilayah Sumut, Aceh, Riau, Sumatera Barat” sebutnya. (ril)

Mou Protes Alves

MADRID- Sebelum laga El Clasico, entrenador Real Madrid Jose Mourinho menyatakan bahwa mereka menyiapkan latihan dengan sepuluh pemain. Ternyata, keputusan Mourinho itu tepat, bek Raul Albiol diusir dari lapangan di menit ke-52.

Albiol dikartu merah langsung plus hadiah penalti untuk Barcelona diberikan wasit Muniz Fernandez setelah dianggap melanggar David Villa di area terlarang. Namun, bukan insiden itu yang membuat kubu Real kesal, melainkan pelanggaran Dani Alves di menit ke-82.

Ketika itu, Alves melanggar Marcelo di area penalti dan kemudian wasit memberikan penalti buat Real, tapi Alves sama sekali tidak dijatuhi kartu, hanya peringatan. Padahal, bila kartu kuning saja, maka dia harus keluar lapangan, karena sudah mengoleksi satu kartu kuning.

“Alves seharusnya dikeluarkan dari lapangan ketika penalti itu diberikan. Saya memang tidak melihat insiden Albiol, tapi sangat mengesalkan dia tidak bisa bermain di final (Copa del Rey),” kata Alvaro Arbeloa, bek Real, seperti dikutip Goal.

Protes yang sama juga diungkapkan bek Real Sergio Ramos. “Kami menunjukkan sikap yang bagus setelah kartu merah Albiol. Kami tampil bagus dan pantas meraih imbang. Hanya, seharusnya Alves juga diusir dari lapangan,” ketus Ramos kepada AS.

“Saya heran, wasit tidak mengusir Alves dari lapangan karena pelanggaran terhadap Marcelo. Tapi, dia tidak ragu mengusir Raul Albiol dari lapangan. Keputusan yang sulit kami pahami,” bilang bek timnas Spanyol itu.
Selain dua pemain Real itu, Mourinho juga angka bicara soal kebijakan wasit yang dinilainya tidak konsisten. “Kami hanya ingin keputusan yang sama untuk kedua tim. Aturan harus sama karena saya lelah bermain dengan sepuluh orang,” ketus Mourinho.

Menurut Mourinho, sulit untuk bertandingan sepuluh melawan 11 orang di lapangan, apalagi lawannya Barca.
“Pendekatan wasit berbeda ketika tidak mengusir Alves. Sekali saja saya ingin melihat Barca main dengan sepuluh orang,” lanjut Mourinho.

“Ketika saya tanyakan kepada ofisial keempat, alasannya mengapa tidak kartu kuning kedua, dia menjawabnya karena dia (Alves) adalah fullback. Seandainya selama sepuluh menit itu, kami bermain sepuluh lawan sepuluh, situasinya akan berbeda,” jelas Mourinho.

Berikutnya Mourinho mempersiapkan pasukannya untuk final Copa del Rey.
Dia menyakini, pasukannya akan menang. Asalkan aturannya yang ditegakkan sama untuk kedua tim. “Harus berhadapan 11 melawan 11, bukan sepuluh,” lanjut pelatih berusia 48 tahun itu. (ham/jpnn)