Home Blog Page 15417

Kabiro: Saya Siap Dipanggil KPK

Dugaan Korupsi Binsos Rp215 M

MEDAN- Penanganan lanjutan kasus dugaan penyelewengan dana sosial di Biro Bina Sosial (Binsos) Pemprovsu senilai Rp215,17 miliar, sepertinya akan kembali dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Biro Binsos Pemprovsu Hasbullah Lubis mengakui sudah berulang kali diperiksa KPK terkait kasus tersebut. Pemeriksaan dilakukan saat penyidik KPK datang ke Medan pada Maret lalu. Saat itu Hasbullah turut diperiksa di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Wilayah Sumut. “Iya, memang waktu itu saya dipanggil oleh KPK di Gedung BPK. Pertanyaannya seputar dana itu juga,” akunya.
Maka dari itu, dirinya menduga kasus ini akan segera diambil alih KPK dari Kejaksaan Tingi Sumatera Utara (Kejatisu).

Bila kasus ini benar-benar akan diambil alih KPK dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Hasbullah mengaku siap. “Memang akan diambil KPK. Jadi, kalau ditanya siap ya saya siap. Kan Cuma memberikan keterangan,” jawabnya usai mengikuti acara audiensi di Lantai 9 Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Jumat (13/5).

Hasbullah membantah ada penyelewengan dana Rp215,17 miliar tersebut. Menurutnya, seluruh dana tersebut sudah digunakan sebagaimana mestinya. “Jumlahnya memang segitu, dan udah kita alokasikan semuanya,” jawabnya.

Terkait dugaan korupsi ini, Kepala Biro Keuangan dan mantan Assisten IV Pemprovsu Asrin Naim sudah dipanggil dan diperiksa piha Kejatisu. Sedangkan Hasbullah mengaku belum menerima surat panggilan sejenis.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho yang dikonfirmasi mengenai kasus ini, enggan memberikan jawaban. Begitu mendengar pertanyaan wartawan Sumut Pos Gatot langsung masuk ke dalam lift menuju ruang kerjanya di Lantai 9 Kantor Gubsu.

Sementara itu, keraguan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Dinas Pendidikan Kota Medan, dianggap sejumlah anggota DPRD Medan adalah sikap yang tidak sepatutnya. Diantaranya, dari anggota Komisi B DPRD Medan Salman Al Farisi, yang ditemui Sumut Pos usai Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Medan terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan Tahun 2011-2015, Jumat (13/5), di ruang Fraksi PKS DPRD Medan.

“Kalau hasil temuan itu benar adanya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan tidak semestinya meragukan keakuratan data itu. Kita ketahui BPK itu adalah badan atau institusi resmi negara yang memiliki kewenangan untuk melakukan pendauditan,” ungkapnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Medan ini juga meminta, kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan maupun Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) untuk menindaklanjuti temuan-temuan tersebut.

“Jika temuan itu benar, Kejari atau Kejatisu harus menindaklanjuti persoalan ini hingga tuntas,” tegasnya.
Diketahui, item temuan BPK RI terhadap Dinas Pendidikan Kota Medan lainnya yakni, Dana BOS di Kota Medan minimal sebesar Rp1.406.441.025 digunakan tidak sesuai buku panduan BOS.

Dinas Pendidikan Kota Medan mengelola penyaluran dan BOS pada Tahun Anggaran (TA) 2007 sebesar Rp98.677.196.500. Dan Tahun Anggaran 2008 sebesar Rp100.284.338.000. Penyaluran dilakukan oleh Tim Manajemen BOS melalui Bank Sumut. Alokasi dana BOS Tahun Anggaran 2007 per siswa per tahun, siswa SD sebesar Rp254.000 dan siswa SMP sebesar Rp354.000. Penyaluran dana BOS dilakukan langsung ke rekening sekolah agar dapat dengan segera dimanfaatkan. (ari)

Jaga Asa

(1)PSMS Vs PSAP(1)

MEDAN- PSMS menahan imbang PSAP Sigli di laga pembuka Grup B Babak Delapan Besar Divisi Utama Liga Indonesia, di Stadion Madya Tenggarong Kalimantan Timur, tadi malam (13/5). Hasil tersebut membuat jalan ke semifinal masih terbuka lebar.

Apalagi di pertandingan Grup A sebelumnya antara tuan rumah Mitra Kukar kontra Persiba Bantul juga berakhir seri tanpa gol Pada laga itu, PSMS sebenarnya unggul dalam penguasaan bola. Sejumlah serangan juga berhasil diperagakan. Meski sempat linglung bermain di lapangan yang lebih luas dari lapangan Stadion Teladan, tapi Affan Lubis dkk akhirnya mampu beradaptasi dengan baik.

Sayangnya, PSAP yang lebih dulu unggul di menit 14. Lewat sebuah tendangan bebas, Ferri Komul melancarkan tendangan deras ke arah kiri gawang PSMS yang dikawal Andy Setiawan. Bola meluncur tanpa bisa diantisipasi oleh Andy. Gol itu sebuah keteledoran barisan pertahanan PSMS mengawal tendangan bebas. Hanya ada dua pemain yang membentuk pagar untuk menghadang tendangan bebas itu, yang akhirnya mampu dimaksimalkan dengan jeli oleh Ferry Komul.

Setelah gol itu PSMS tak putus asa. Dominasi serangan masih dikuasai klub berjuluk Ayam Kinantan itu. Beberapa kali peluang datang dari sisi kiri pertahanan PSAP. Faisal Azmi kerap menggiring bola dan mengumpan ke kotak penalti lawan. PSMS akhirnya mampu menyamakan kedudukan. Faisal yang lolos dari jebakan offside berlari menyusur sisi kiri pertahanan PSAP.

Ada tiga bek PSAP yang harusnya bisa menghentikan laju Faisal. Namun ketiga bek itu tampak tak berdaya karena kekelahan. Akibatnya, Faisal masuk ke kotak penalti PSAP dan menghujamkan sebuah tendangan keras. Gol penyeimbang PSMS itu terjadi di menit 40. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, dominasi serangan masih dikuasai PSMS. Bertubi-tubi serangan berbahaya dilancarkan. Sayang tak satupun berbuah gol. Padahal di menit 55, Ferry Komul diusir wasit lantaran menerima kartu kuning kedua. Anehnya, kondisi unggul pemain tak membuat PSMS menekan lebih hebat. Bola lebih sering dikuasai di lini tengah. Hanya sesekali diarahkan ke kotak penalti PSAP namun tak berbuah gol.

Dengan hasil seri, PSMS harus kehilangan bek tangguh di laga selanjutnya, Vagner Luis karena kartu merah. Wasit menilai Vagner memukul striker PSAP, Osas Saha. Padahal dari tayangan ulang siaran televisi, Saha terkesan diving. Wasit tak peduli dan menganggap hal itu pelanggaran. Kartu merah langsung dilayangkannya. Ini sangat merugikan PSMS karena di laga selanjutnya akan berhadapan dengan tim kuat, Mitra Kukar. Hasil imbang 1-1 itu bertahan hingga usai laga.

Menanggapi hasil itu, arsitek PSMS Suharto tampak kecewa namun bisa menerima. “Inilah hasilnya dan harus kita terima. Tapi kami sayangkan kartu merah kepada Vagner Luis. Ini merugikan tim,” katanya.

Asisten Manajer PSMS Medan, Benny Tomasoa menyatakan tidak puas dengan hasil yang didapat timnya. “Bagi kami, wasit bersikap kurang kompoten pada pertandingan tadi. Banyak keputusan yang justru merugikan tim kami. Misi awal kami ingin menang, tetapi hasilnya seperti ini. Itulah sepak bola. Anak-anak sudah tampil lepas, Cuma dewi fortuna tidak berpihak,” ujar Benny saat jumpa pers.

Pelatih PSAP, Anwar mengaku, hasil imbang tersebut cukup baik. “Berbagi angka sudah cukup baik. Tinggal melihat peluang di laga selanjutnya,” bebernya. Menurutnya hasil seri akan dijadikan sebagai bahan evaluasi jelang laga berikutnya.

“Semua tim dalam grup ini bertekad ingin menang. Semua punya peluang yang sama. Laga ini akan dijadikan pelajaran, ini agar kesalahan yang kami lakukan tidak terulang kembali. Pemain kami bermain cukup baik, tinggal diberi sedikit motivasi untuk tampil lebih baik,” tutur Anwar. (ful/adc/er/obi/jpnn)

Honda Kembali Berkuasa

Free Practice II MotoGP

MANS – Pembalap Casey Stoner membuat persiapan yang menjanjikan untuk bisa meraih prestasi tinggi di sirkuit yang belum pernah ia taklukkan, Le Mans. Ia menjadi yang terbaik di dua sesi latihan hari pertama MotoGP Prancis yang berlangsung Jumat (13/5/) malam WIB. Pembalap tim Repsol Honda itu mencatat waktu tercepat dengan satu menit 33,782 detik. Ia mengulang sukses di sesi latihan pertama.

Di bawahnya ada pembalap Italia dari tim San Carlo Gresini Honda, Marco Simoncelli. Rekan setim Stoner, Dani Pedrosa, menyusul di tempat ketiga, setelah sebelumnya berada di peringkat dua.
Nicky Hayden menjadi pembalap non-Honda terbaik di free practice II dengan menduduki posisi keempat, diikuti juara bertahan dari Yamaha, Jorge Lorenzo. Valentino Rossi masih berjuang di atas Ducati-nya, hanya menempati peringkat kesembilan.

Pada free practice pertama Stoner tak tergoyahkan. Hasilnya, pembalap Australia ini mencatat waktu tersingkat,dengan 1:34.133 detik.
Posisi kedua ditempati rekan satu timnya di Repsol Honda, Dani Pedrosa yang terpaut 0.298 detik. Pedrosa berada 0.377 detik di depan Dovizioso, yang juga merupakan pembalap HRC.

Marco Simoncelli dan Randy de Puniet pada awalnya menempel ketat Stoner, namun para pembalap Honda berangsur-angsur memperbaiki posisi.
Dovizioso sempat menduduki peringkat dua dengan mengkudeta Simoncelli, sementara pembalap Ducati, Valentino Rossi yang semula di posisi tujuh naik peringkat di belakang Stoner, Dovizioso dan Simoncelli. Di lap selanjutnya giliran Pedrosa menempel Stoner, dan mengungguli Dovizioso. Sementara Rossi kembali melorot ke posisi enam, di belakang mantan rekan satu timnya Lorenzo yang berhasil menyodok ke posisi lima.

Di menit-menit akhir trio Honda tak tergoyahkan. Stoner tetap di posisi puncak, dikuntit Pedrosa dan Dovizioso. Pembalap Yamaha, George Lorenzo menyelesaikan latihan bebas pertama di peringkat lima, di depan Valentino Rossi. Latihan bebas ini berlangsung tiga sesi yang akan berlangsung Sabtu (14/5). (net/jpnn)

Rekomendasi 3 Provinsi Tertahan di DPRDSU

MEDAN-Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Gatot Pujo Nugroho belum bisa merekomendasikan rencana pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap), Sumatera Tenggara (Sumtra) dan Kepulauan Nias (Kepni). Pasalnya, hingga Jumat (13/5) petang, Gatot belum menerima hasil rekomendasi dari DPRD Sumut yang diputuskan dalam sidang paripurna, Senin (9/5) lalu.

“Mekanismenya, dewan menyerahkan (rekomendasi) kepada kita. Sampai sekarang belum diserahkan secara formal,” jawab Gatot saat ditanya Sumut Pos di Lantai 1 Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan.

Gatot menegaskan, sebagai Plt ia hanya sebatas meneruskan hasil rekomendasi pemekaran DPRD Sumut ke pemerintah pusat. Ia tidak memiliki kewenangan memberi persetujuan pemekaran. “Posisi saya, jika (rekomendasi dewan) sudah diserahkan secara formal, maka kita akan mengantarkan saja (ke pemerintah pusat) dilengkapi dengan surat pengantar dari Pemprovsu,” lanjutnya.

Gatot kembali menyatakan, dirinya akan menyerah rekomendasi pembentukan tiga provinsi baru itu dengan berat hati dan menangis. “Bukan persetujuan, tapi hanya meneruskan rekomendasi pemekaran. Seperti yang saya bilang, dengan berat hati dan menangis saya akan meneruskan ini,” tegasnya.

Apakah perlu ada kajian ulang terkait pemekaran tersebut? Gatot menyatakan dengan tegas, tidak diperlukan kajian lagi. Meski pada kenyataannya, ada wilayah cakupan provinsi pemekaran yang menarik dukungan seperti Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) untuk Provinsi Tapanuli (Protap). “Tidak perlu kajian lagi. Biarlah pemerintah pusat yang menjawabnya,” tutupnya.

Sementara itu, Koordinator Panitia Khusus (Pansus) Pemekaran DPRD Sumut Chaidir Ritonga membenarkan, pihaknya belum menyerahkan hasil rekomendasi pembentukan Protap, Sumtra dan Kepni ke Pj Gubernur Sumut. Alasannya, saat ini segenap anggota DPRD Sumut tengah mengikuti masa reses.

Seperti telah diberitakan Sumut Pos, Selasa, 10 Mei lalu, kesimpulan rapat paripurna DPRD Sumut menyetujui dan merekomendasikan ketiga provinsi pemekaran yakni, Protap, Sumtra dan Keni. Keputusan tersebut dibacakan juru bicara Tim Perumus Pemekaran Provinsi DPRD Sumut Richard Eddy M Lingga, sesaat sebelum Rapat Paripurna Pemekaran tersebut berakhir.

“Keputusan DPRD Sumut tentang rekomendasi pembentukan provinsi, memberikan rekomendasi pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara yang terdiri dari Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Sidimpuan, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara dengan ibukota Padang Sidimpuan. DPRD Sumut merekomendasikan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias yang terdiri dari Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, dan Gunung Sitoli.

DPRD Sumut memberi rekomendasi pembentukan Provinsi Tapanuli yang terdiri dari Kabupaten Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Tengah,  Humbang Hasundutan, dan Sibolga,” ujar pria yang juga anggota Komisi E DPRD Sumut tersebut.

Agenda penyampaian pandangan fraksi itu sempat diwarnai perbedaan pendapat. Tujuh dari 10 fraksi menyatakan mendukung pembentukan Protap, Sumtra dan Kepni, Dua fraksi menyatakan menolak memberikan pendapat dan satu fraksi menyatakan tidak keberatan.

Tujuh fraksi yang mendukung adalah Fraksi Partai Demokrat, PDI Perjuangan, PAN, PDS, Hanura, PPRN, dan Gerindra. Sedangkan dua fraksi yang menolak memberikan pendapat adalah PKS dan PPP, sementara yang menyatakan tidak keberatan adalah Partai Golkar.(ari/ril)

Empat Pelaku Ditahan

Kasus Penyiraman Soda Api ke Tubuh Ir Masfar

MEDAN-Penyelidikan yang dilakukan polisi untuk mengungkap pelaku penyiraman soda api ke tubuh dan wajah Ir Masfar Sikumbang, mulai menemukan titik terang. Polisi  berhasil mengindikasi lima pelaku. Empat sudah ditahan masing-masing dua tersangka ditangkap, sementara dua pelaku lain menyerahkan diri ke polisi.

Dua tersangka yang diamankan adalah oknum polisi berpangkat Brigadir berinisial HM dan AH. HM diciduk di kediamannya di Kecamatan Sei Mencirim, Binjai Timur, Rabu (11/5) pukul 06.00 WIB. Sedangkan AH, warga Jalan Abdul Majid, Marelan, menyerahkan diri ke Mapolresta Medan, Kamis (12/5) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dua tersangka lainnya, HP (31) diamankan dari kediamannya di Jalan Padang, Rambutan Dalam, Binjai Timur, Rabu (11/5) sekitar pukul 03.00 WIB, dan AZH (59), menyerahkan diri pada Jumat (13/5) sekitar pukul 14.30 WIB.

”Seorang lagi yang menyiram soda api ke wajah korban, berinisial MPS, masih diburu. Statusnya sudah buronan,” ujar Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga didampingi Kabid Humas Poldasu, AKBP Raden Heru Prakoso di Aula Polresta Medan, Jumat (13/5).

Dari keempat pelaku yang berhasil diamankan diketahui peran dan tugas masing-masing. AZH berperan sebagai otak pelaku penyiraman dan bertindak atas inisiatif sendiri. “AZH melakukannya atas inisiatif sendiri,” tegas Tagam.
AZH merencanakan penyiraman soda api terhadap Ir Masfar pada tanggal 18 April di kediaman AZH. “Penyiraman itu direncanakan AZH 18 April lalu di rumahnya bersama dengan tersangka lain,” jelasnya.

AZH kemudian memberi perintah kepada HM untuk mengatur penyiraman dan mengatur strategi di lapangan. Eksekutornya MPS yang saat ini masih berstatus buronan. ”Sementara AH disuruh berkoordinasi dengan HM untuk menunjukkan target (korban, Red),” ungkap Kapolresta.

Sedangkan HP membuntuti Masfar dari tempat kerjanya di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan RS Pirngadi Medan. Kemudian membonceng pelaku utama, MPS untuk melaksanakan eksekusi di TKP.

“Dalam melakukan perannya, HM mendapatkan HP (ponsel) baru tipe E63 warna hitam,” tungkas Tagam.
Sedangkan AH yang bertugas menunujukkan target hanya mendapat imbalan uang tunai Rp500 ribu.

“Tersangka HP dan MPS menunggu di seberang Jalan Perintis Kemerdekaan, depan RS Pirngadi sejak pagi. Kemudian sekitar pukul 14.00 WIB, saat korban keluar kantor, kedua tersangka mengikuti dari belakang mobilnya menaiki sepeda motor jenis bebek. Di Jalan H Adam Malik, MPS turun untuk menyiram soda api ke wajah Masfar, ” kata Tagam yang mengaku lelah sejak tanggal 28 April sudah mulai bekerja untuk memburu pelaku.

Dari para tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa, pakaian, sisa cairan soda api, sepeda motor yang digunakan pelaku, HP dan sandal. “Tersangka kita jerat dengan pasal 170,351 dan pasal 55, 56 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara,” tegas Tagam.

Dalam kasus ini, polisi sudah memeriksa 12 saksi. Polisi belum bisa memastikan motif penganiayaan itu, karena pemeriksaan terhadap AJH, yang diduga memberikan instruksi penganiayaan itu masih dalam tahap penyidikan. (adl/mag-8)

Ngeseks Dulu Sebelum Membalap

Felipe Massa

FELIPE Massa mengungkapkan sebuah “ritual” yang biasa dia lakukan menjelang turun ke trek balapan Formula 1. Bahkan di malam sebelum berlomba ia masih melakukan hubungan seks dengan istrinya. “Sabtu malam sebelum balapan aku selalu melakukan seks,” ungkap pria Brasil berusia 30 tahun itu dalam wawancaranya dengan harian Italia Corriere dello Sport.

Ditanya apakah hal itu tidak berdampak sesuatu pada performanya saat balapan, Massa mengatakan malah menikmatinya, meskipun “Tahu bahwa itu tidak membuatnya lebih kencang!” Entah ada hubungannya atau tidak, faktanya Massa belum pernah memenangi balapan lagi dalam dua musim terakhir. Kali terakhir ia naik podium teratas adalah di Brasil pada 2 November 2008.

Sejauh musim ini ia bahkan belum bisa mendekati podium. Dari empat seri tergelar, berturut-turut ia baru finish nomor tujuh, lima, enam, dan sebelas. Massa menikah dengan Rafaela (33) di tahun 2007 dan telah memiliki satu anak laki-laki bernama Felipe Bassi Massa, yang lahir pada akhir November 2009.

Massa saat ini bertekad ingin memperbaiki penampilannya musim ini. “Saya yakin, bila ingin tampil bagus kami harus lebih baik lagi pada babak penyisihan, karena hal itu akan membantu dalam berlomba,” kata Massa dalam catatannya pada laman Ferrari. “Kami selalu belajar segala sesuatunya pada masa awal balapan seperti sekarang dan kami melakukan analisis dengan hati-hati,” kata Massa. (net/jpnn)

Spesies Baru, Kadal Buta tanpa Kaki

PHNOMPENH – Spesies baru ditemukan di Kamboja. Lembaga konservasi Fauna and Flora International (FFI) menemukan spesies reptil baru di Kamboja, Kamis (12/5). Kelompok konservasi alam itu mengumumkan penemuan dibamus dalaiensis. Yakni, spesies sejenis kadal buta tanpa kaki yang lebih banyak melakukan aktivitas di dalam tanah.  “Saat pertama kali melihatnya, saya mengira hewan itu sebagai ular buta,” kata pakar binatang pada Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja, Neang Thy.

Dia menjumpai ular buta semacam itu dalam jumlah lebih besar. Setelah melakukan penelitian lebih mendalam, disaradinya hewan yang ditemukan di Bukit Dalai, barat daya Kamboja adalah kadal jenis baru. Thy butuh sekitar setahun untuk memastikan penemuan barunya tersebut. Sebelumnya, kadal buta tanpa kaki yang dia jumpai itu banyak ditemukan di Asia. Tetapi, tak satu pun ditemukan di Kamboja. “Ini spesies baru,” katanya menunjukkan kadal yang mirip ular tersebut. (afp/hep/dwi/jpnn)

Rebut Kejayaan, Bangun Indonesia dari Desa

Training of Trainers (ToT) Partai Golkar Sumut

Merebut kejayaan Partai Golkar pada Pemilu 2014 dan membangun Indonesia dari desa, menjadi tekad para peserta Training of Trainers (ToT) Partai Golkar Sumut di Hotel ASEAN Jalan H Adam Malik Medan pada 13-15 Mei 2011.

Untuk mengusung harapan ini, ratusan kader partai se-Sumut memantapkan diri melalui pelatihan kaderisasi yang dibuka Ketua Umum DPP Partai Golkar H Aburizal Bakrie diwakili Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Leo Nababan dan Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut Andi Achmad Dara.

Pelatihan kaderisasi dilaksanakan sejalan dengan program Tahun 2011 sebagai Tahun Kaderisasi dihadiri para petinggi DPP Partai Golkar, DPD Partai Golkar Sumut, dewan pertimbangan dan pengurus Partai Golkar se-Sumut pada pimpinan organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar. Pelatihan kali ini dihadiri juga sejumlah pengurus Partai Golkar Sumut antara lain Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu, mantan Bupati Madina H Amru Daulay, mantan Sekdaprovsu H Muhyan Tambuse dan Wakil Ketua DPRD Sumut Dr H Chaidir Ritonga MM.

Aburizal Bakrie dalam sambutan tertulis dibacakan Leo Nababan pelatihan kaderisasi dilaksanakan serentak se-Indonesia dalam waktu bersamaan sebagai bagian dari catur sukses Partai Golkar yang diamanahkan Munas VIII Partai Golkar tahun 2009 untuk sukses kaderisasi dan regenerasi. ‘’Sukses kaderisasi sangat penting dan mendasar karena menjadi pemicu dan pemacu keberhasilan catur sukses. Puncaknya sukses kemenangan Pemilu legislatif dan Pilpres 2014,’’ katanya.
Ia mengingatkan, pencanangan Tahun 2011 sebagai Tahun Kaderisasi dengan melaksanakan pendidikan, pelatihan, penguatan ideologi dan perluasan basis kader secara terukur dan intensif. Kegiatan ini, lanjut dia, bertujuan mencetak instruktur bahkan narasumber Kader Penggerak Teritorial Pedesaan (Karakterdes) yang diselenggarakan serentak di Indonesia pada 4 Juni 2011. ‘’Kaderisasi sebuah proses menanam bibit-bibit kader agar tumbuh secara kuat, fungsional dan produktif di tengah dinamika kehidupan masyarakat, bangsa dan negara,’’ ucapnya.

‘’Partai Golkar adalah partai kader dimana gerak langkahnya, maju mundurnya dan hidup matinya sangat ditentukan kader,’’ tambah Aburizal.
Aburizal juga mengungkapkan motto ‘Suara Golkar Suara Rakyat’ diimplementasikan dalam berbagai aspek kebijakan antara lain paradigma membangun Indonesia dari desa. ‘’Secara pribadi, saya dan keluarga besar Bakrie telah mengupayakan bantuan modal untuk usaha mikro melalui Bakrie Mikro Finance,’’ jelas Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut Andi Achmad Dara berpesan pengurus dan kader Partai Golkar dapat mengikuti pelatihan pertama ToT dengan seksama dan lancar. ‘’Pentingnya kaderisasi untuk regenerasi. Peserta pelatihan dapat meninggalkan asal organisasi massa, organisasi sayap maupun daerah dan serius mengikuti kaderisasi,’’ katanya.  Ungkapan senada juga diutarakan Wakil Ketua DPRD Sumut Dr H Chaidir Ritonga MM kepada Sumut Pos.

Ia menyebutkan, melalui kaderisasi Partai Golkar dapat meraih kesuksesan partai meraih 30 persen suara pada Pemilu 2014. ‘’Kita memahami tuntutan saat ini dengan persaingan yang semakin ketat. Kita ingin melakukan kaderisasi dengan jumlah besar mencapai 10 juta kader juga harus berkualitas, cerdas, pekerja keras, taktis dan mampu bekerja tuntas,’’ tegasnya. (*)

Istri Mubarak Ditangkap

KAIRO – Pemerintah transisi Mesir terus menyelidiki dugaan korupsi yang dilakukan mantan Presiden Hosni Mubarak. Diduga kuat terlibat dalam aksi ilegal sang suami, Suzanne Saleh Thabet alias Suzanne Mubarak akhirnya ditangkap, Jumat (13/5). Bersamaan dengan itu, pemerintah memperpanjang masa tahanan Mubarak.

Mengutip keterangan jaksa pemerintah, Kantor Berita MENA melaporkan bahwa perempuan 70 tahun akan ditahan selama 15 hari. Tapi, penyelidikan tetap berjalan sementara masa tahanan Suzanne berakhir, pemerintah transisi bisa memperpanjangnya selama 15 hari lagi. Masa penahanan suaminya diperpanjang selama 15 hari.

“Keputusan menahan Suzanne Mubarak diambil setelah kepolisian menginterogasinya Kamis lalu (12/5),” kata seorang sumber pemerintah. Kini, penyidik fokus investigas pada rekening yang menyimpan dana senilai Rp28 miliar.  (ap/afp/bbc/hep/jpnn)

Stand Sumut Pos Dapat Perhatian

Job for Career Expo 2011 di Tiara Conventional Hall

MEDAN – STAND Sumut Pos di arena Job for Career Expo 2011 di Tiara Conventional Hall pada 10-11 Mei 2011 mendapat perhatian luas calon pelamar yang datang dari sejumlah daerah di Sumut tersebut. Para pelamar meminati pekerjaan di bidang iklan, pemasaran dan redaksi di Harian Sumut Pos.  Bahkan diantara pelamar ada yang langsung menyerahkan lamaran ke stan Sumut Pos dengan harapan dapat bergabung pada media massa yang berkantor di Graha Pena Medan tersebut.

Selain Sumut Pos, pameran yang diikuti 35 perusahaan financial, otomotif, distribusi makanan, industri pulp, radio, penerbitan pers, operator telepon selular dan perusahaan lain. Kegiatan selama dua hari ini juga diisi dengan acara games, rekruitmet pegawai dan aneka acara lain.

‘’Kehadiran Sumut Pos di Job for Career Expo 2011 mendapat respon yang besar dari para pelamar. Banyak lamaran yang kita terima di arena pameran. Ada juga yang berencana mengantar lamaran usai lamaran,’’ kata koordinator Event Organizer Sumut Pos Deddi Mulia Purba bersama Koordinator Iklan Sumut Pos Bambang di Medan, kemarin.

Ia menyebut kegiatan Job for Career Expo 2011 yang juga akan melaksanakan pameran serupa di Jogjakarta Expo pada 21-22 Juni 2011, Surabaya Spectacular Job Fair 27-28 Juni 2011 dan Bandung Job Fair 2011 pada 5-6 Juli 2011 tersebut mampu menyedot perhatian ribuan pelamar. (*/sih)