Home Blog Page 15430

Laga Bintang Medan-Tangerang Wolves Maju Sehari

MEDAN – Pertandingan Bintang Medan versus Tangerang Wolves dimajukan sehari menjadi Sabtu (16/4) di Stadion Teladan. Hal itu disebabkan jadwal semua berbenturan dengan pelaksanaan partai kandang PSMS di Divisi Utama.
Dari jadwal Liga Primer Indonesia (LPI) yang dirilis sebelumnya, pertandingan ke 12 Bintang Medan dan ke 13 bagi Serigala Benteng-julukan Tangerang Wolves-ini awalnya akan digelar Minggu (17/4), namun, hari yang sama, pertandingan kompetisi Divisi Utama antara PSMS menghadapi PSAP Sigli digelar. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan yang telah berkoordinasi dengan Chief Executive Officer (CEO) Bintang Medan Dityo Pramono, memutuskan memajukan jadwal.

“Pertandingan dimajukan menjadi tanggal 16 karena berbentrokan dengan PSMS,” kata Ketua Panpel Bintang Medan Agus Suriyono kemarin. Menurutnya, dari awal kompetisi LPI, pihaknya telah memprediksi adanya bentrok jadwal dengan kompetisi Divisi Utama sehingga pihak LPI mencari jalan keluar mengatasi hal itu. Ada kabar baik bagi penonton pertandingan menghadapi wakil Tangerang di LPI itu, terutama bagi pemegang potongan tiket pertandingan kontra Batavia Union FC yang batal digelar, karena akan digratiskan. “Kepada penonton yang memegang tiket Binttang Medan lawan Batavia diberikan kompensasi untuk gratis menonton pertandingan melawan Tangerang dengan menunjukkan potongan tiket,” kata Agus.

Selain itu, potongan tiket itu harus disimpan dan akan ditunjukkan kembali ketika pertandingan Bintang Medan kontra Batavia FC  mendatang. (ful)

Chonburi Puji Boas Solossa

JAYAPURA- Persipura berhasil menang telak melawan tim asal Thailand Chonburi FC di ajang AFC Cup Rabu (13/4) dengan skor 3-0. Gol kemenangan Persipura dicetak Tinus Pae di menit kedelapan, Titus Bonay tiga menit menjelang turun minum, dan Lukas Mandowen di menit 82.

Tak ayal, pujian pun turun dari pelatih Chonburi FC, Withaya Laohakul yang menganggap Boas dan kiper Yoo Jae Hoon sebagai bintang pada pertandingan di sore hari tadi.

“Bintang hari ini adalah penjaga gawang Persipura. Kehebatannya kami akui dalam menghalau seluruh tendangan yang diarahkan oleh pemain kami,” kata Withaya dalam konferensi pers, usai pertandingan.
Withaya juga memuji penampilan striker Boaz Solossa yang membuat beberapa gerakan berbahaya serta peluang yang seharusnya bisa menjadi sebuah gol. “Boaz juga bermain sangat baik, walau tidak mencetak gol, dia (Boaz) main cukup baik karena punya beberapa peluang,” aku dia.

Sementara mengomentari permainan anak asuhnya, Withaya mengakui timnya kehilangan konsentrasi di babak pertama, karena cuaca yang panas.

Namun di babak kedua, timnya sudah mulai menekan menyesuaikan dengan cuaca di Jayapura, namun keberuntungan masih belum berpihak kepada tim Chonburi. “Memang harus diakui bahwa Persipura Jayapura memainkan sepak bola dengan baik,” akunya.

Di ajang serupa, Sriwijaya FC yang menjamu tim asal Vietnam Song Lam di Stadion Jakabaring, Palembang, Rabu (14/4) juga menang meyakinkan dengan skor 3-1. Gol masing-masing dikemas Keith Kayamba Gumbs di awal laga.  Song Lam berhasil menyamakan lewat Nguyen Ngoc . Sriwijaya menambah dua gol  dari Thierry Gathuessi dan Budi Sudarsono. (bbs/jpnn)

Chris John-Chino Saling Serang

JAKARTA-Suhu pertarungan antara Chris John dan Daud Yordan yang akan digelar pada 17 April mendatang di Jakarta Internatinal Expo, Kemayoran, Jakarta, semakin memanas. Keduanya mulai saling menebar psywar jelang duel perebutan gelar juara tinju kelas bulu WBA dalam acara public training di Atrium Pondok Indah Mal tadi malam (13/4).

“Daud bagi saya adalah petinju yang menakutkan. Saya tidak bisa menganggap dia petinju biasa. Namun, saya akan buktikan kalau saya lebih menakutkan dan akan mengalahkannya. Berapa ronde? Kita lihat nanti,” kata pemegang gelar Super champions kelas bulu WBA tersebut.

Chris John cukup optimistis karena sudah menyiapkan strategi tersendiri untuk menaklukkan Daud. Salah satunya yang dia pertontonkan dihadapan publik yang menyaksikan acara tersebut adalah dengan menunjukkan kecepatan dan kekuatan pukulan tangan kirinya.

Selama ini, petinju berusia 31 tahun tersebut memang tidak dikenal sebagai petinju tangan kiri. Pasalnya, pukulan mematikan Chris John terletak pada tangan kanannya. Itu pula yang membuat dia tidak pernah kalah selama naik ring.

“Saya sudah sudah disiapkan untuk kuat di dua tangan ini. Jadi pertarungan ini akan berbeda dari pertarungan terakhir saya,” ujar Chris Jhon.

Sementara itu, psywar di atas ring public training yang ditunjukkan oleh Daud juga membuat penontn berdecak kagum. Dia banyak mempertontnkan kecepatannya saat melepaskan pukulan dan kelincahannya menghindar dari pukulan-pukulan variatif pelatih yang mendampinginya.

Bukan hanya itu, seakan tak mau kalah dari Chris John, petinju berusia 24 tahun itu juga menunjukkan power dan speed tangan kirinya. Berulangkali variasi pukulan kiri dan kanan yang memang terlihat sekilas lebih cepat dari lawannya.

“Saya tentu juga punya persiapan khusus. Yang saya tantang ini adalah juara dunia, sedangkan saya hanya seorang penantang yang masih muda. Tapi, saya sudah kerahkan semua kemampuan konsentrasi saya untuk mengalahkannya,” sumbar Daud.

“Daud menjelaskan bahwa tak penting menjatuhkan Chris John dengan KO ataupun dengan menang angka.” Bagi dia, yang utama adalah mendapatkana kemenangan dan mengalahkan petinju yang pernah diidolakannya. (aam/jpnn)

Batal ke Serbia, Pilih Latihan ke Jepang

JAKARTA- Training camp (TC.pemusatan latihan ) tim pelatnas Karate Indonesia di Beograd, Serbia, yang rencananaya mulai dilakukan pertengahan April ini sudah pasti batal. Alasannya, mereka terkendala dengan padatnya program Prima.

“Akhirnya, TC kami batalkan, karena harus mengikuti program yang dicanangkan Prima (Program Indonesia Emas) untuk character building ke Batujajar, Jawa Barat,  (28 Maret -13 April),” kata Manajer Tim Karate Indonesia Zulkarnain Purba.

Untuk itu, mereka berencana memindah lokasi TC ke Jepang pada Juni mendatang agar persiapan menuju SEA Games semakin matang. Namun, bukan berarti pilihan itu sudah harga mati. Seandainya, kondisi Jepang masih belum memungkinkan, pihaknya bakal mengalihkan TC kembali ke Beograd.

“Kalau tidak jadi ke Jepang, plan B-nya  kami akan melakukan pemusatan seperti rencanan awal. Kami berharap kondisi di Jepang tidak ada masalah,” terang Zulkarnain.

Sebelumnya, PB Forki berencana melakukan TC dua kali yakni di Serbia dan Jepang. Karena batal akhirnya, sesuai kebutuhan, program yang TC yang akan dilakoni oleh para karatedo Indonesia di Jepang akan berlangsung selama dua bulan.

Tujuannya, agar peningkatan kemampuan didapat untuk Donny Darmawan dkk. Selain itu, anggota pelatnas yang berjumlah 30 orang itu juga akan mendapatkan jatah bertanding pada kejuaraan karate di luar negeri yang padat.
Pada Mei mendatang, Tim Karate Indonesia akan berangkat ke Eropa untuk mengikuti kejuaraan Luksemburg Terbuka pada 14-15 Mei. Setelah itu, mereka akan kembali ke Indonesia untuk persiapan Indonesia Terbuka pada 1-2 Juni.

Nah, mulai besok (15/4), para karateka bakal melakoni latihan kembali seperti biasa. Mereka akan dikembalikan dahulu kondisinya seperti saat masih belum berangkat ke Batujajar.

“Sebelum ke Luksemburg, mereka akan dipersiapkan dulu, kondisinya saat ini pasti turun setelah dua mingguan ke batu jajar,” ucapnya.

Di sisi lain, untuk meningkatkan penampilan atlet, pelatnas bakal menggunakan dua pelatih asing asal Jepang. Mereka tel;ah menerima kontrak untuk melatih secara bergantian. Mulai Jumat (15/4) hingga Mei, karateka Indonesia ditangani oleh Dezo Kanazawa. Selanjutnya, mulai Juni sampai November mereka akan dilatih oleh Murakami.
“Jadi kita ada dua kontrak. Pertama dengan Dezo dan kemudan dengan Murakami. Tidak bisa langsung Murakami karena dia melatih di Australia dan Eropa, jadi asistennya dulu yang dilatih,” terang Zulkarnain. (aam/diq/jpnn)

Kendaraan Dinas Dicek

TEBING TINGGI- Anggota Kepolisian Mapolres Tebing Tinggi yang menggunakan kendaraan dinas kalang kabut.Pasalnya Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Robert Haryanto Watratan SH SSos didampingi Waka Polres, Kombes Safwan Khayat MHum,tiba-tiba menyuruh bawahannya untuk menghadirkan kendaraan dinas untuk dicek sampai dimana perawatan terhadap kendaraan tersebut,Rabu (13/3) sekira pukul 14.00 WIB di halaman Mapolres.
Puluhan kendaraan dinas dari Satuan Lantas dan sepeda motor petugas polsek tidak luput dari pemeriksaanya. Dalam pemeriksaan rutin masih banyak ditemukan kendaraan dinas yang kurang perawatan. Tiga Minggu kedepan Kapolres akan menindak tegas anggota yang tidak menjaga dan merawat kendaraan dinas tersebut dan bakal ditarik Kapolres dan diberikan kepada anggota lain yang masih membutuhkannya.

“Tolong anggap ini sebagai kendaraan sendiri, karena ini sebagai penunjang kerja polisi. Jadi dirawat kebersihan dan mesin kendaraan, kalau ada rusak tidak sanggup membetuli sendiri,datang ke Kapolres beri laporan,kita akan beri biayanya,” ungkap Robert dihadapan satuan polisi.

Dikatakannya,kendaraan dinas yang diberikan negera ini adalah uang rakyat,jadi polisi harus bisa merawat,menjaga dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Ini semua untuk memperlancar tugas-tugas polisi di lapangan dan sesuai atensi Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro tentang pengecekan rutin kendaraan dinas anggota,”ucap Robert.(mag-3)

Sumut Siapkan Enam Pecatur

MEDAN- Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sumatera Utara menyiapkan enam atletnya untuk persiapan Pra PON yang berlangsung di Batam pada 20-26 Juni 2011 nanti.

Ke enam atlet Percasi Sumut itu adalah MN Pitra Andika (Medan), MN Sukarnaidi (Medan), MN Hamdani Rudin (Medan),MN Binsar Siahaan ( Medan), MN Marihot Simanjuntak (Medan), dan MN Bakori Nasution (Padangsidempuan).
Demi mematangkan teknik permainan para pecaturnya, Percasi Sumut juga menyertakan para pecaturnya untuk mengikuti berbagai turnamen. Sebagai contoh adalah apa yang kini dijalani Hamdani dan Pitra Andika, yang mana kedua pecatur tersebut sedang berlaga pada kejuaraan catur Telkom Internasional di Jakarta.

“Setelah itu Hamdani akan mengikuti seleksi nasional (Seleknas),” bilang Sekretaris Percasi Sumut Perry Iskandar kepada Sumut Pos, kemarin (13/4).

Sebelumnya para pecatur digenjot dan berlatih di Jalan Sena Medan. “Kami berharap lewat latihan yang serius para pecatur dapat meningkatkan kemampuannya,” bilang Perry. (omi)

Perbaiki Jalan Kami

081260753xxx

Kepada Yth Bapak Bupati Deli Serdang tolong perbaiki (aspal) jalan Benteng Hilir Titi sewa Tembung yang sudah hancur berat selama ini kalau bolong hanya di tambal saja dalam hitungan minggu sudah rusak lagi. Jalan ini merupakan jalan alternatif untuk menghindari macet di jalan Letda Sujono Medan atas perhatian dan kebijakan dari bapak diucapkan terima kasih.

Laporan Diteruskan

Terimakasih, kami teruskan laporan ini ke Dinas Pekerjaan Umum, semoga pada tahun ini ada alokasi anggarannya dan bisa dilaksanakan segera pembangunan di wilayah tersebut. Tapi, apabila belum ada masuk dalam APBD diupayakan bisa segera mungkin dimasukkan dalam APBD atas usulan dari pihak Kecamatan.

Neken Ketaren
Kabag Humas Pemkab Deli Serdang

Rahudman Damprat Pejabat TRTB

Wali Kota Minta Stop Penutupan Parit oleh Hermes Palace

Wali Kota Medan Rahudman Harahap meminta developer dan kontraktor pelaksana pembangunan gedung
Hermes Palace Jalan Mongonsidi menghentikan penutupan parit (drainase).

Permintaan itu disampaikannya saat mengunjungi langsung bangunan tersebut, Rabu (13/4) bersama dengan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga, Gunawan Surya Lubis, Kepala Dinas TRTB,  Syampurno Pohan, Kadissosnaker, HT Irwansyah, Kasatpol PP, Kriswan, Kadishub Medan, Armansyah Lubis, Camat Medan Polonia, Ali Hanafiah dan Kabag Humas, Khairul Buchari.

Dalam peninjuaan itu, Rahudman mendamprat dan melontarkan kembali skema rancangan bangunan Hermes Palace ke Kabid Pengendalian dan Pemanfaatan Tata Ruang Dinas TRTB, Ahmad Basaruddin. “Nach, kau tinjau lagi ini. Rapatkan itu segera,” ungkapnya sembari memberikan skema ke Basaruddin.

Sembari berjalan, Rahudman meminta kepada kontraktor untuk menghentikan penutupan parit yang dilakukan pengembang. “Saya minta penutupan parit segera dihentikan terhitung mulai hari ini,” tegasnya “Kita segera melakukan rapat dengan instansi terkait untuk membahas persoalan ini,” tambahnya.

Luapan amarah Rahudman tak sampai ke Kabid di TRTB tersebut saja, melainkan sinyal kemarahan juga disampaikan ke Kadis TRTB Kota Medan, Syampurno Pohan. Rahudman dengan tegas kepada Syampurno Pohan untuk meninjau ulang mengenai keberadaan parit tersebut.

Saat melihat gambar bangunan dari skema tersebut Wali Kota memastikan, bangunan yang sedang dibangun itu apakah telah sesuai dengan gambar atau tidak. Dari pengamatan yang dilakukannya, Rahudman langsung memerintahkan Kasat Pol PP untuk mengecek gorong-gorong yang lokasinya persis berada di halaman depan bangunan tersebut. Kriswan langsung masuk ke dalam gorong-gorong dengan kedalaman sekitar 5 meter lebih itu.
Kriswan diminta untuk melihat kondisi gorong-gorong dan kedalamanannya apakah memang sudah benar 4 meter sesuai pengakuan pihak developer. “Sekarang turun, lihat dulu kondisi gorong-gorong ini. Apakah kedalamannya benar 4 meter,” cetusnya pada Kriswan.

Setelah itu, Kriswan naik kembali dan melaporkan melaporkan kondisi gorong-gorong kondisinya baik dan kedalamannya benar sekitar 4 meter.

Usai mendapat penjelasan itu, Rahudman bersama Kadis TRTB berjalan menuju depan bangunan guna melihat apakah air buangan dari gorong-gorong tersebut benar keluar menuju parit buangan yang berada di pinggir Jalan Monginsidi.

“Yang terpenting gorong-gorong pembuangan air ini akan kita tinjau kembali. Dalam minggu ini akan kita rapatkan. Sebelum ada hasil rekomendasi dari rapat ini, saya minta penutupan parit dihentikan terhitung mulai hari ini,” tegasnya.

Dihentikannya penutupan parit tersebut, jelasnya akan dilakukan evaluasi apakah penutupan parit itu menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir yang melanda kawasan Jalan Monginsidi. Karena sebelumnya, jalan tersebut dikenal bebas banjir. (ari)

Dibantu Jampersal, Pasien Miskin Pulang

MEDAN- Pasien miskin yang melahirkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan, Sri Rezeki (38), warga Jalan Datuk Kabu, Pasar III, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, akhirnya bisa pulang ke rumahnya, Rabu (13/4). Pasien itu pulang setelah biaya persalinan anak keenamnya seberat 2,5 Kg secara cesar ditanggung program Jaminan Persalinan (Jampersal).

Ibu enam anak itu sebelumnya sempat tertahan di RSU Pirngadi lantaran tidak memiliki biaya persalinan dan Jamkesmas, sehingga pihak RSU Pirngadi menahan kepulanganya. Tapi, setelah dilengkapinya data seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP, istri dari  Yasril Tanjung (45) akhirnya bisa ditanggung program Jampersal.
Setelah menjalani rawat inap selama 7 hari, Sri akhirnya kembali ke rumahnya dengan ditemani anak sulungnya, Iqbal (11). Ia kembali ke rumah kontrakannya di Jalan Datuk Kabu, Percut Sei Tuan.

“Syukurlah hari ini saya bisa pulang ke rumah karena saya mengharapkan secepatnya. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu saya dalam biaya persalinan saya sampai saat ini saya dirawat di Rumah sakit ini,” ucapnya saat keluar dari ruang V RSU Pirngadi.

Saat wartawan koran ini melihat kediamannya di atas atas tanah garapan dengan bangunan berdinding tepas, berlantai tanah dan beratapkan jerami tanpa dilengkapi peralatan rumah tangga. Di rumah berukuran 6×3 meter tersebut Sri dan suaminya membesarkan ke enam anaknya.

Kondisi rumah yang tidak tertata, terlihat baju berserakan. Kini, harta paling berharga milikinyasebuah tempat tidur pernikahannya yang dibeli 11 tahun silam. Rumah Sri hanya berdinding tepas bolong, atap jerami bocor dan tak ada penerangan Listrik.

Selanjutnya, suaminya yang bekerja sebagai pedagang rokok asongan itu hanya memiliki penghasilan Rp25 ribu per harinya. Potret kemiskinan yang tergambar dari keluarga itu, ternyata tak dapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Jamkesmas.

Di RSU Pirngadi, Sri disambangi sejumlah dermawan dan ada yang berniat membantunya. Seperti ingin merawat anak keenamnya, tapi Sri menolak. (mag-7)

Cekcok, Ibu Rumah Tangga Bakar Diri

KECAMATAN SIANTAR- Zuriah (35) warga Dusun V Manik Rejo Nagori Silampuyang Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun diduga membakar dirinya dengan menyiramkan sebotol minyak tanah kebadannya, Rabu (13/4) sekitar pukul 08.00 WIB di dalam rumahnya. Diduga tindakan nekat ini terjadi karena bertengkar dengan suaminya Suwandi (38).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum aksi nekat ini dilakukan Zuriah, dia terlebih dahulu bertengkar dengan suaminya.  Saat bertengkar itu suaminya sempat mengeluarkan kata-kata ‘Aku tidak sayang lagi kamu samaku’. Sesudah  suami istri ini bertengkar, Suwandi pun hendak berangkat mengantarkan dua anak mereka  ke sekolah.

Diduga saat suaminya berangkat ini, Zuriah langsung memegang botol minyak tanah serta menumpahkannya kebadannya sendiri, selanjutnya korban membakar dirinya dengan menggunakan mancis yang dipegangnya.
Sementara itu Nita Widia (13) anak tertua pasangan suami istri ini ditemui di RS Harapan tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB, dia menuturkan tidak mengetahui penyebab badan ibunya terbakar. Namun akibat kejadian ini badan ibunya luka parah, mulai dari atas perut, muka, hingga rambut.

“Saya enggak tahu kenapa ibu terbakar, pagi pukul 06.00 WIB saya udah berangkat dari rumah. Katanya ibu terbakar pukul 08.00 WIB. Saya diberitahu saat di sekolah, guru memanggil saya ke kelas dan menyuruh saya pulang,” jelas siswa Kelas II MTs Khoirotul Islamiyah ini.

Disebutkannya, selama ini ibunya berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa, sementara ayahnya berprofesi sebagai supir angkutan kota. Dan selama ini dia tidak mengetahui apakah hubungan antara ibu dan ayahnya baik-baik saja atau sering bertengkar. Nita sendiri merupakan anak paling besar, dan dia masih memiliki dua adik lagi yang masih kecil.

“Saya jarang tidur di rumah om, biasanya saya tidur di rumah nenek. Tadi pagi saya memang berangkat dari rumah, tapi tak ada kudengar ayah dan ibu bertengkar,” katanya.

Sementara itu menurut keterangan Zuriah kepada polisi, penyebab luka bakar yang ada di tubuhnya ini disebabkan ibu rumah tangga ini sedang mengisi minyak ke dalam kompor yang sedang dalam keadaan hidup. Tiba-tiba api menyambar tubuhnya, karena terkejut botol yang berisi minyak yang dipegang tumpah kebadannya  sehingga api langsung membakar tubuhnya sendiri.

Sementara itu beberapa keluarga Zuriah yang ditemui di RS Harapan, enggan memberikan komentar terkait penyebab kebakaran tubuh Zuriah. Mereka menutup diri dan mengatakan tidak tahu penyebab tubuh Zuriah terbakar.

“Kami pun baru datang dari Batu Bara, tak tahu kami kenapa dia terbakar. Saya keluarga dari pihak perempuan,” ungkap salah seorang keluarganya yang diperkirakan berusia diatas 60 tahun.
Kondisi Zuriah masih terbaring lemas di salah satu ruangan di RS Harapan. Namun dia sudah sadarkan diri dan dijaga beberapa anggota keluarganya yang lain. (ral/smg)