Home Blog Page 15431

Pecandu Narkoba Bakar 4 Bangunan

KISARAN- Warga Desa Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Asahan mengamankan M Sueb (30), pelaku pembakaran empat bangunan termasuk kantor Kelurahan, Kamis (13/4) dini hari.

Syukurlah, aksi Sueb cepat terendus warga dan memadamkan api, sehingga tak satupun bangunan yang dibakar rusak berat.

Informasi dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, M Sueb warga Dusun V, Kelurahan Aek Loba diamankan petugas kepolisian dibantu warga sekitar ketika hendak membakar Pos Pam Swakarsa di Desa Aek Loba, Rabu (13/4) dini hari sekira pukul 01.30 WIB.

Sebelumnya, pada malam itu juga, Sueb membakar empat bangunan yang letaknya tak berjauhan, yakni rumah kosong milik Timbul Manurung (52), bengkel milik Suroto (28), kantin SMPN 1 Aek Kuasan, dan kantor Kepala Desa (Kades) Aek Loba.

Untunglah, aksi pemuda lajang tersebut cepat terendus warga, sehingga dari empat bangunan yang dibakarnya, tidak satupun yang rusak berat atau musnah.  “Jadi, yang pertama dibakar itu adalah rumah milik Pak Manurung (Timbul), tepatnya bagian dapurnya. Kemudian bengkel milik Pak Suroto, lalu ruang kerja Sekdes di Kantor Kelurahan Aek Loba, serta tirai kantin SMPN 1. Dan terakhir, pelaku berencana membakar Pos Pam Swakarsa,” kata Agus Budi Setiawan.
M Sueb menuturkan, dia pernah berkeja sebagai TKI di Malaysia. Namun, alih-alih meraih keberhasilan, dia malah terjerumus dalam pergaulan bebas, yang membuatnya menjadi pecandu narkoba, khususnya jenis sabu-sabu.  Katanya, karena warga kurang menerima kebiasaannya menenggak miras dan mengonsumsi narkoba, Sueb sempat mengurung diri selama kurang lebih empat bulan. (ing/mag-02)

Polmed Terima Buku Kewirausahaan

MEDAN- Politeknik Negeri Medan (Polmed) mendapatkan bantuan buku-buku tentang kewirausahaan dari PT Bank Mandiri Kanwil I Medan. Penyerahan buku-buku itu dilakukan Deputy Regional Manager Kanwil I Medan, Bejamin L Luntungan kepada Direktur Polmed, Ir Zulkifli Lubis MIKomp di kampus Polmed, Kampus USU Medan, beberapa waktu lalu.

Zulkifli Lubis menuturkan, Polmed merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) yang beruntung mendapatkan bantuan tersebut. Soalnya tidak semua PTN yang bisa mendapatkan bantuan dari program CRS PT Bank Mandiri tersebut. “Ya, mudah-mudahan program ini tidak hanya sampai di situ saja. Kedepan maunya berlanjut. Dan kalau ada lagi dana-dana CRS PT Bank Mandiri, kita siap menerimanya,” ungkap Zulkifli Lubis.

Diterimanya bantuan buku-buku tentang kewirausahaan ini sejalan dengan program yang diasuh Polmed. Soalnya, saat ini Polmed mengelola mahasiswa dan alumni yang  konsen dan bergerak di bidang kewirausahaan, semisal ada usaha penggemukan sapi, warung nasi, doorsmeer dan jenis usaha lainnya.

Hadir juga dalam penerimaan bantuan tersebut, Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Cipta Dharma SE, MSI, Ketua Program Mahasiswa Wirausaha Polmed Safaruddin SE, MSi dan sejumlah utusan dari PT Bank Mandiri Wilayah I Medan.

Sementara itu,  Bejamin L Luntungan menyebutkan, pemberian buku-buku tentang kewirausahaan ini dananya bersumber dari dana CRS Bank Mandiri dan harapannya buku-buku itu menjadi koleksi perpustakaan Polmed dan bisa dibaca mahasiswa Polmed. (dra)

Uji Kemampuan Siswa Lewat Try Out Akbar

UNTUK menguji tingkat kwalitas akademis siswa, Yayasan Perguruan Muhammadiyah Lubuk Pakam menggelar try out yang diikuti siswa SD dan SMP.  Hal ini bertujuan agar siswa sekolahnya mampu  bersaing dengan siswa sekolah lain.
Irwandi, pengurus Yayasan mengatakan, sesuai jadwal try out ini akan berlangsung, Senin 17 Apil mendatang.
Disebutkannya, peserta try out diperkirakan mencapai 500 orang yang terdiri dari 300 murid SD dan 200 murid SMP. Peserta try out terbuka bagi pelajar di luar kalangan Yayasan Perguruan Muhammadiyah.

Irwandi menuturkan, tujuan digelarnya try out akbar ini, untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan serta kwalitas siswa Yayasan Perguruan Muhammadiyah. Pasalnya, dalam kurun waktu enam bulan terakhir ini, pihak perguruan memberikan les tambahan.

Bahkan, dalam kegiatan les tambahan itu, tiga Minggu sekali digelar try out secara internal. “Nah, untuk mengetahui daya saing siswa, maka digelar try out akbar lagi,” katanya.
Kemudian bagi peserta try out akbar ini tidak dikenakan kutipan. Peserta hanya cukup mendaftarkan diri ke Yayasan Perguruan Muhammadiyah, kemudian pada hari H pelaksanaan, peserta diminta membawa peralatan ujian.(btr)

Hukum Jangan Tebang Pilih

SERGAI- Dalam menegakkan hukum jangan bertindak ‘tebang pilih’ serta melihat siapa orangnya. Sebab, jika prosesnya seperti itu akan merusak tatanan proses hukum yang telah ada.

Demikian dikatakan Kapoldasu Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro SH dalam acara peningkatan pengetahuan kesadaran hukum di lingkungan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Serdang Bedagai, di halaman Diknas Sergai, Rabu (13/4).
Kapoldasu di hadapan unsur Muspida Kabupaten Serdang Bedagai, Kepala SKPD, kepala sekolah, guru, tokoh agama, masyarakat dan pemuda mengingatkan agar jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum. “Sejak menjabat Kapoldasu, saya berkomitmen dengan seluruh Kapolres untuk menegakkan hukum terutama pemberantasan judi, narkoba serta segala aktivitas illegal lainnya,” katanya.

Dalam pelayanan dengan masyarakat, Wisjnu juga menghimbau kepada jajarannya untuk melayani masyarakat yang membutuhkan. Kendati masyarakat yang membutuhkan, dan jangan dipandang rendah dari status sosialnya.
“Bantulah ia, meskipun status sosialnya rendah. Mudah mudahan kepercayaan dari masyarakat (trust building) akan membawa berkah bagi anggota yang melaksanakan tugasnya dengan rasa penuh tanggung jawab,” bilang Wisjnu.
Program yang telah dilakukan saat ini, kata Wisjnu, tidak muluk muluk, Kapolri yang baru hanya melanjutkan apa yang dinilai baik dan mengevaluasi yang kurang bermanfaat. “Program sekarang hanya revitalisasi. Jika ganti pimpinan, ganti program juga belum menjamin berhasil dalam praktek di tengah situasi dan kondisi sekarang yang sangat kompleks,” ujar Wisjnu yang mengaku jabatan Kapoldasu merupakan amanah dan garis tangan yang diberikan Allah SWT.

Ia kembali mengingatkan, komitmen seluruh kapolres yang ada untuk memberantas judi, narkoba  di jajaran Poldasu dilaksanakan dengan rasa penuh tanggung jawab. “Lupakan masa lalu, tatap masa depan. Jika selama ini ada menerima sesuatu dari bandar judi dan pelaku ilegal lainnya sudahlah,” katanya.(mag-15)

Bawaslu Akan Tempel KPU Tapteng

JAKARTA- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan ikut turun ke lapangan mengawal KPU Tapteng dalam melakukan verifikasi dan klarifikasi syarat dukungan partai empat pasangan calon di pemilukada Tapteng. Di mana saja KPU Tapteng bergerak, nantinya akan ditempel anggota Bawaslu.

“Ke mana KPU Tapteng pergi (melakukan verifikasi dan klarifikasi, red), maka akan kita tempel, akan kita buntuti. Kita harus turun langsung. Tak boleh KPU Tapteng kerja sendirian,” ujar Ketua Bawaslu, Bambang Cahya Eka Widada kepada koran ini di Jakarta, kemarin (13/4).

Agar Bawaslu bisa terus menempel langkah KPU Tapteng, kata Bambang, maka KPU Tapteng harus membuat jadwal melakukan verifikasi dan klarifikasi, secara jelas. “Nanti kita kawal bersama Panwas Tapteng dan KPU Sumut,” kata Bambang. Bambang menjelaskan, mekanisme pengawasan Bawaslu yang seperti ini baru akan dilakukan untuk kasus Tapteng. Sebelumnya, tidak pernah Bawaslu menerapkan pengawasan model seperti ini, yakni menempel kemana KPUD bergerak.

Saat ditanya apa payung hukum pengawasan model tempel ini, Bambang dengan tegas mengatakan, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) adalah dasar hukumnya.

Seperti diberitakan, MK mengeluarkan putusan sela terkait perkara sengketa pemilukada Tapteng yang dibacakan pada sidang Senin (11/4). MK memerintahkan KPU Tapteng untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi syarat dukungan partai pengusung empat pasangan  calon. Yakni pasangan Dina Riana Samosir -Drs. Hikmal Batubara, pasangan Albiner Sitompul-dr. Steven P.B. Simanungkalit, Ir. Muhammad Armand Effendy Pohan-Ir. Hotbaen Bonar Gultom, M.M.A, dan Raja Bonaran Situmeang, S.H., M.Hum.-H. Sukran Jamilan Tanjung, S.E.

KPU Tapteng diberi waktu 30 hari untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi. Hasilnya harus diserahkan ke MK. “Memerintahkan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Tapanuli Tengah, serta Badan Pengawas Pemilihan Umum untuk mengawasi verifikasi dan klarifikasi tersebut sesuai dengan kewenangannya,” ujar Ketua MK Mahfud MD saat membacakan putusan di gedung MK.
Bambang mengaku memang agak kerepotan untuk menjalankan perintah MK itu. “Kita mumet juga karena kita dalam waktu dekat ini banyak agenda. Tapi tetap harus kita kerjakan,” ujar Bambang.

Terkait dengan putusan MK sendiri, Bambang juga mengaku kaget. Ini terkait dengan putusan MK yang memerintahkan KPU Tapteng untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi syarat dukungan partai pengusung pasangan Ir. Muhammad Armand Effendy Pohan-Ir. Hotbaen Bonar. Padahal, pasangan tersebut tak ikut mengajukan gugatan.
Saat memberikan keterangan di persidangan sengketa pemilukada Tapteng di gedung MK, Rabu (30/3), Bambang Eka Cahya Widada merekomendasikan agar hak pencalonan pasangan Muhamad Armand Effendy Pohan- Hotben Bonar Gultom dikembalikan.

Bambang mengatakan, apa yang disampaikan saat memberikan keterangan ke MK kala itu, merupakan hasil kerja Bawaslu, berdasarkan laporan yang diterima. “Kalau rekomendasi Bawaslu akhirnya diterima MK, ya itu kewenangan MK..ha..ha…,” ujar Bambang sembari tertawa. (sam)

Putus Cinta, Tewas Gantung Diri

TEBING TINGGI- Julianto (41) warga Jalan SM Raja, Gang Satria, Lingkungan III, Kelurahan Bandarsono, Kota Tebing Tinggi ditemukan tewas gantung diri, Rabu (13/4). Julianto yang dikenal dengan waria ini, nekad menghabisi nyawanya karena diputuskan pacarnya.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh keponakannya yang tinggal serumah denganya, Muhammad Afrizal (16), diduga Afrizal adalah pacar korban. Menurut keterangan Muhammad Afrizal malam itu, sekitar pukul 23.00 WIB terjadi cek-cok dengan korban dan Afrizal diusir oleh korban. “Saya diusir olehnya malam itu, keluar rumahlah aku dan bermain warnet dekat dengan rumah. Berhubung waktu sudah malam sekira jam 01.00 WIB lalu aku pulang ke rumah, saat kubuka pintu tidak terkunci dan kulihat kedalam kamar korban sudah tergantung dengan seutas tali dan dihadapannya ada botol racun serangga (baygon),”kata Afrizal.

Kapolsek Padang Hulu, AKP, K Nadeak mengatakan korban memang  tewas bunuh diri. Hal tersebut diperkuat  dengan ditemukan racun serangga, keluar kotoran, keluar cairan sperma dan  lidah menjulur keluar dan setelah diperiksa di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebing Tinggi tidak ditemukan bekas-bekas kekerasan atau penganiayaan.(mag-3)

Jalan Masih Terjal

MEDAN-Kemenangan atas Persiraja membuka asa lolos ke babak delapan besar. Kini PSMS berhasil duduk di peringkat tiga dengan raihan 39 poin. Namun begitu jalan masih cukup terjal hingga PSMS benar-benar berhasil sapu bersih semua laga sisa.

Soal sapu bersih, PSMS diprediksi berhasil mengamankan angka penuh di kandang ketika melawan PSAP (17/4). Di atas kertas, PSMS besar kemungkinan akan menang. Artinya poin PSMS menjadi 42. Di dua laga tandang, manajemen ingin PSMS mengamankan empat angka. Kalau tercapai, maka PSMS akan menutup musim dengan 46 poin, jumlah yang cukup untuk meloloskan PSMS ke babak delapan besar.

Tapi secara head to head pertemuan antara PSMS kontra Persitara dan Persikabo di ajang Divisi Utama, belum tercatat ada kemenangan bagi PSMS. Khusus melawan Persitara, PSMS memang pernah menang telak 3-0 tapi di kompetisi ISL dan saat itu kedua tim sama-sama tak bisa bermain di kandang, jadi laga digelar di tempat netral. Sedangkan di kompetisi Divisi Utama, Persitara bahkan pernah mengalahkan PSMS di kandang pada 15 Maret 2006.
Namun berkaca dengan kondisi Persitara saat ini, tak ada yang tak mungkin. Tiga angka semoga bisa diamankan meski harus dengan kerja ekstra keras.

Sedangkan head to head melawan Persikabo lebih parah lagi. Musim lalu, PSMS tak bisa menang. Di Teladan, PSMS kalah 1-0 begitu juga di kandang Persikabo kalah 1-0.

Tapi pada Divisi Utama 2007, PSMS berhasil raih empat angka dari dua pertemuan, sekali menang di kandang 3-1 dan 1-1 di kandang lawan.
(ful)

Pulangkan HP Curian Malah Ditangkap

Berniat mengembalikan handphone (HP) yang baru dicurinya, Pendi alias Lotot (22), malah ditangkap polisi. Pasalnya, pemilik HP telah lebih dulu melaporkan kehilangan HP nya ke polisi.

Ceritanya, pada Selasa (12/4) pagi pukul 05.30 WIB, korban Riana Agus Sembiring (21) yang kos di sebelah rumah Pendi kehilangan HP. Kemudian, Riana memberitahukan kejadian tersebut kepada ibu kosnya, Tuminah (45). “Saya letak HP di sebalah bantal, namun saat bangun tidur sudah tidak ada,’’ ujar Riana. Tuminah langsung mencurigai Pendi sebagai pelakunya.

Benar saja, hari itu juga sekitar pukul 09.00 WIB, pendi datang ke rumah Tuminah untuk mengembalikan HP yang dicurinya. Namun sial, setelah mengembalikan HP tersebut, dia malah ditangkap polisi Belawan yang sebelumnya sudah dihubungi korban. ‘’Saya padahal berniat baik untuk mengembalikan HP nya, namun saya malah ditangkap polisi,’’ ujar Pendi.

Menurut Pendi, dia mau mengembalikan HP Riana karena dinasehati temannya, Apek. “Baiknya dia (Riana, Red) itu, setelah kau kembalikan minta maaf saja,” ujar Apek. Atas saran Apek itulah Pendi mengembalikan HP tersebut.
“Baru kali ini saya mencuri, ini pun untuk makan anak saya,” tambahnya.(mag-11)

Kinerja Dishub Disorot Masyarakat

MEDAN- Sebanyak 21 aduan masyarakat Medan disampaikan ke Pemko Medan melalui Short Message Service (SMS) Center Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Medan, terkait kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan. SMS-SMS berisi keluhan masyarakat tersebut, secara keseluruhan menyoroti kinerja dari Dinas Perhubungan Kota Medan. Terutama mengenai parkir, kutipan liar, dan yang paling tidak bias dihindarkan adalah persoalan kemacetan.

Bahkan, ada SMS dari warga yang mengeluh karena adanya oknum Dishub Medan berinisial FP yang disinyalir telah menyalahgunakan kekuasaan dan wewenang untuk kepentingan pribadi. Seperti yang disampaikan warga pemilik nomor 085761371xxx ke nomor SMS Center Diskominfo Medan 08196001234 tanggal 29 Maret 2011 pukul 19:42:21 WIB. SMS Lainnya mengeluhkan adanya kutipan liar yang dilakukan pihak Dishub Medan yakni, dari warga pemilik nomor 08126550xxx yang mengirim SMS pada 3 Maret 2011 pukul 22:29:56 WIB. Isi SMS tersebut berbunyi “Ada kutipan parkir liar di Jalan Tuasan. Di depan Rumah Makan Padang dekat Simpang Tuasan menuju Jalan Pancing. Tolong ditertibkan. Tukang parkir arogan”.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Syarif Armansyah Lubis atau yang biasa disapa Bob saat dikonfirmasi via telepon tidak bersedia menjawabnya. Padahal, nomor handphonenya aktif. Saat di SMS pun Bob juga tidak bersedia membalasnya.

Menyangkut hal itu, anggota Komisi D DPRD Medan Juliandi kepada Sumut Pos, Rabu (13/4) mengatakan, apa yang menjadi keluhan warga tersebut membuat pandangan terhadap ketidakmaksimalan kinerja dari Dishub Medan khususnya Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Syarif Armansyah.

“Ini mempertegas, Dishub belum mampu mengatasi persoalan perhubungan, yang notabene cukup meresahkan seperti adanya parkir berlapis, kutipan dan kemacetan. Karena semua aduan masyarakat tersebut adalah pelayanan publik. Dan persoalan ini telah disorot Komisi D DPRD Medan. Harusnya ini menjadi masukkan bagi wali kota,” tegas Juliandi.

Lebih lanjut Juliandi menyatakan, dengan melihat kenyataan itu, Wali Kota Medan Rahudman Harahap seharusnya memberi perhatian khusus dengan melakukan monitoring dan evaluasi.

“Kita ketahui beberapa hari lalu, Wali Kota melakukan evaluasi. Seharusnya evaluasi tersebut dipublish ke masyarakat. Biar masyarakat tahu. Nah dalam hal ini juga semestinya, ada sikap atau evaluasi yang benar-benar dilakukan kepada SKPD khususnya Dishub Medan. Apalagi wali kota juga pernah menyatakan, akan melakukan evaluasi kepada SKPD nya yang tidak maksimal,” tambahnya.(ari)

Buruh Pabrik PT Kedaung Dianiaya

LUBUK PAKAM- Tindakan kekerasan dialami Hendara (31) karyawan PT Kedaung, saat jam kerja berlangsung. Hendara ditendang Wakil Kepala Seksi Bengkel MOL, Tajuddin Harahap (50), Rabu (13/4) sekitar pukul 10.00 WIB. Akibatnya, kaki sebelah kanannya terkilir, dan tidak bisa melanjutkan pekerjaan.

Tidak ada penjelasan secara resmi, apa sebab Tajuddin melakukan tindakan main tendang tersebut. Dengan mengunakan sepatu diberi besi pada ujungnya, Tajuddin menendang korban. Akibatnya kaki kanan korban terkilir.
Karena tidak tahan sakit. Akhirnya Hendra minta izin permisi kepada perusahan, agar berobat. Tetapi upayanya itu ditolak. Kemudian, korban menghubungi saudaranya yang bertugas di DPRD Deli Serdang. Lalu sudaranya itu menjemput korban dengan terlebih dahulu minta izin dari petugas Security PT Kedaung. Tajuddin Harahap saat dikonfirmasi tidak banyak bicara. Kepala HRD PT Kedaung, Khairuddin menyatakan pihaknya akan memberikan tindakan tegas terhadap Tajuddin.(btr)