Home Blog Page 15439

3 Pos Terminal Dibakar, Rumah Ketua KPU Dimolotov

Rapat Pleno Penetapan Suara Pemilukada Kabupaten Kuansing Ricuh

TELUK KUANTAN-Masyarakat Kabupaten Kuansing khususnya yang tinggal di Teluk Kuantan Kecamatan Kuantan Tengah saat ini dalam suasana yang tegang dan mencekam. Suasana ini disebabkan atas kericuhan saat berlangsungnya pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi pereolehan suara pasangan calon dalam Pemilukada di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), di kantor KPU Kabupaten Kuansing, Senin (11/4) siang.

Saat berlangsungnya rapat pleno KPU yang di buka langsung Ketua KPU Kabupaten Kuansing, Firdaus Oemar SH, bersama empat orang anggota KPU Kabupaten Kuansing lainnya, yakni Dedi Erianto SSos, Drs H Syahrudin, Ir H Afriyon Munaf MT, Hanum Masnah, yang dimulai sekitar pukul 09.35 WIB.

Bahkan di ruang rapat tersebut, hadir Kapolres Kuansing AKBP Ristiawan Bulkaini SH, ketua DPRD Kuansing Muslim SSos, Ketua Panwaslukada Kuansing Ahdanan Saleh SAg Mpd bersama anggota serta ketua dan anggota PPK dari 12 kecamatan serta saksi pasangan calon urut satu Sukarmis-Zulkifli (Suzuki) Masdar. Sementara pasangan calon urut 2, Mursini-Gumpita tidak mengirimkan utusan saksinya mengikuti rapat pleno.

Namun sekitar satu jam setengah kemudian, sekitar pukul 11.25 WIB, massa yang datang entah dari mana, lama kelamaan semakin banyak berkumpul. Massa meneriaki KPU yang tengah melaksanakan rapat pleno. Suasana antara massa yang terus berdatangan samkin panas. Mereka berbatah-bantah dengan aparat kepolisian yang bertugas mengamankan.

Riau Pos (grup Sumut Pos) yang berada di dalam aula kantor KPU yang tengah melaksanakan rapat pleno, tak lama kemudian, melihat lemparan batu besar dan kecil bahkan ada yang sebesar kepalan tangan orang dewasa, di layangkan ke kantor KPU Kabupaten Kuansing. Lemparan batu tersebut mengenai dinding dan atap kantor KPU yang terdengar lantang.

Kondisi ini membuat suasana menjadi tegang dalam pelaksanaan rapat pleno KPU. Namun Kapolres Kuansing dan anggota Brimob tetap meminta pleno terus dilaksanakan. Kapolres pun tak lama kemudin keluar ruang melihat situasi. Tak lama setelah itu, terdengar suara dentuman sejanta gas air mata dan tembakan ke kerumuman massa yang mulai panas.

Massa pun kocar kacir berhamburan menyelamatkan diri. Tak lama kemudian, dari luar halaman kantor KPU terlihat kepulan asap. Asap tersebut berasal dari tiga posko pos Dinas Perhubungan Kuansing di terminal Teluk Kuantan yang di bakar massa sambil meninggalkan lokasi.

Massa langsung berpencar meninggalkan lokasi terminal. Tetapi dari informasi pihak kepolisian, rumah Ketua KPU Kabupaten Kuansing, Firdaus Oemar SH dimolotov. Untungnya aparat kepolisian Polres dan Brimob Polda Riau cepat melakukan antisipasi. Sehingga rumah Ketua KPU Kabupaten Kuansing di ruas jalan simpang empat PLN-Rumah Dinas Jabatan tidak sempat hangus terbakar seluruhnya.
Kapolres Kuansing, AKBP Ristiawan Bulkaini SH menepis adanya korban dari tembakan yang dilakukan aparat kepolisian mengusir kerumunan massa. ‘’Tidak ada korban, karena kita hanya menggunakan peluru karet saja,’’ bebernya. (tim/rpg)

Wow, Bayi Kembar 3 Lahir

Semarang- Seorang ibu, warga Krapyak, Semarang, Jateng melahirkan bayi kembar tiga. Saat ini, ketiga bayi berjenis kelamin perempuan itu dalam kondisi sehat tapi harus menjalani perawatan intensif.

Dian (30), ibu ketiga bayi itu, melahirkan secara sesar saat kandungannya berusia 8,5 bulan di RS Tlogorejo, Jalan KH Ahmad Dahlan, Semarang, Kamis (7/4) lalu. Kelahiran antara bayi pertama dan kedua berselang satu menit, sedangkan antara bayi kedua dengan ketiga berselang 3 menit. Proses operasi berjalan lancar. Bayi pertama berbobot 1,7 kg dengan panjang 43 cm, bayi kedua beratnya 2,2 kg dan panjang 46 cm, dan bayi ketiga beratnya 1,75 kg dan panjang 44 cm. “Syukurlah, lancar. Tidak ada masalah apa-apa. Ini anak pertama kami, langsung tiga,” kata sang bapak, Heru (30), Senin (11/4). Heru mengungkapkan, bayi kembar tiga itu sudah diketahui sejak kandungan istrinya berusia tiga bulan. Sebab itu, ia meminta istrinya hati-hati. Beruntung, selama kandungan hingga kelahirannya, tidak ada kendala berarti. Heru mengaku tidak mendapat firasat apa-apa soal kelahiran ketiga anaknya itu. “Kami baru tahu ya setelah cek USG saat kandungan berusia tiga bulan itu. Lalu kami sering cek agar semua baik-baik saja,” katanya.(net/jpnn)

Mundur, Nugraha Besoes Urus Cucu

JAKARTA- Masa edar Nugraha Besoes selama tiga decade terakhir bersama PSSI berakhir kemarin. Nugraha kemarin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai  Sekjen PSSI.  Pengunduran diri pria asal Bandung itu disampaikan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar dalam press conference di kantor PSSI kemarin sore. “Hari ini saya menandatagani satu keputusan untuk menonaktifkan saudara Nugraha Besoes,” kata Agum. “Itu berdasarkan surat pengunduran  diri dari  beliau sendiri,” sambungnya.

Setelah Nugraha Besoes dinonaktifkan, KN menunjuk CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono sebagai acting Sekjen. Pria asal Ngawi itu akan mengendalikan kesekretariatan PSSI dan perangkat kesekjenan akan berjalan seperti sebelumnya. Untuk membantu Joko Driyono dalam menjalankan tugasnya  KN juga mengangkat Johar Arifin sebagai wakil acting Sekjen. “INi supaya tugas-tugas kesekjenan berjalan lancar,” jelas Agum Gumelar.

Ketum PSSI periode 1999-2003  itu menyatakan, terlepas apapun pemberitaan mengenai Nugraha Besoes selama ini, dia tetap harus dihargai. “Beliau sudah bekerja keras. Dan sekarang mundur ya kita harus menghargai. Tidak ada istilah pemecatan dalam hal ini. KN tidak berwenang memecat orang,” beber Agum.       Nugraha Besoes mengatakan bahwa pengunduran dirinya adalah demi demi kepentingan nasional. “Ini saya lakukan demi kepentingan nasional. Bukan semata untuk kepentingan diri sendiri,” kata Nugraha sambil agak lunglai. Setelah pensiun dari PSSI pria 70 tahun itu mengaku bakal banyak di rumah ngurus keluarga dan  cucu.  (ali/jpnn)

Minimalkan Memarahi Anak

ASTRIE Feizaty Ivo atau yang dikenal dengan Astri Ivo memiliki kegiatan baru. Yaitu mengisi acara keagamaan yang disiarkan sebuah stasiun televisi swasta nasional. “Nonton ya,” ungkapnya di sela seminar pendidikan yang bertema Cara Cerdas Atasi Kecanduan Games pada Anak di Surabaya (10/4).

Astri mengakui, dengan mengisi acara dakwah dirinya bisa banyak belajar tentang cara mendidik anak. “Anak-anak saya ajari membaca Alquran tiap hari,” tuturnya. Pemahaman terhadap isi Alquran tersebut dijadikan dasar untuk mengawasi perilaku anak-anaknya. Dengan demikian, dia juga bisa meminimalkan memarahi anak-anak.
“Kalau anak-anak melakukan kesalahan, biasanya saya tunjukkan sebuah ayat dan artinya,” tutur Astri. Ibu tiga anak tersebut menuturkan, sejak memiliki anak, dirinya cukup intensif mendalami dunia anak. (upi/c13/nw/jpnn)

Pasangan H Sukarmis-H Zulkifli Unggul Sementara

Dalam suasana tegang tersebut, KPU Kabaten Kuansing tetap melaksanakan pleno perolehan suara pasangan calon di 11 kecamatan minus Kecamatan Kuantan Mudik. Dari hasil rapat pleno KPU Kabupaten Kuansing, pasangan calon H Sukarmis-H Zulkifli (Suzuki) sementara meraih perolehan suara keseluruhan 75.084 suara dan pasangan Drs H Mursini Msi-Gumpita SP Msi meraih 60.557 suara, dengan total suara yang masuk dan sah sebanyak 136.914 suara. Sementara suara tidak sah 1.273 suara.

Di kecamatan Hulu Kuantan  pasangan Suzuki meraih suara 2.426 suara. Kecamatan Gunung Toar 1.412 suara, kecamatan Singingi Hilir 10.942 suara, Kecamatan Singingi 10.099 suara, kecamatan Kuantan Tengah 14.463 suara, kecamatan Benai 9.746 suara, Kecamatan Pangean 4.534 suara, Kecamatan Kuantan Hilir 6.749 suara, kecamatan Logas Tanah Darat 7.477 suara, Kecamatan Inuman 3.161 suara, Kecamatan Cerenti 4.075 suara.

Sementara pasangan Drs H Mursini Msi-Gumpita SP Msi di Kecamatan Hulu Kuantan mendapatkan 1.989 suara, Kecamatan Gunung Toar 6.212 suara, Kecamatan Singingi Hilir 4.111 suara, Kecamatan Singingi 3.517 suara, Kecamatan Kuantan Tengah 13.509 suara, kecamatan Benai 9.136 suara, kecamatan Pangean 5.111 suara, kecamatan Kuantan Hilir 7.465 suara, kecamatan Logas Tanah Darat 2.530 suara, Kecamatan Inuman 3.720 suara, kecamatan Cerenti 3.257 suara.

Sekretaris Pemenangan pasangan Su-Zuki Masdar yang hadir menjadi saksi merasa puas dengan hasil rekapitulasi pasangan calon di 11 kecamatan tersebut. ‘’Jumlahnya sesuai dan kita puas dengan hasil ini,’’ ujarnya. Tim Suzuki akan tetap menghadiri rapat pleno khusus Kecamatan Kuantan Mudik susulan. Pihaknya akan tetap menunggu undangan dari KPU Kabupaten Kuansing. Mereka yakin hasil itu tidak akan berpengaruh banyak perolehan suara pasangan calonnya. (tim/rpg)

Saksi Ahli Sebut Ada Unsur Terorisme

JAKARTA- Sidang latihan bersenjata dengan terdakwa Abu Bakar Baasyir (ABB) kembali digelar kemarin (1/4), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendatangkan psikolog Sarlito Wirawan sebagai saksi ahli.

Dalam kesaksiannya, Sarlito menyebut, ada unsur terorisme pada latihan bersenjata di hutan pegunungan Jantho, Aceh Besar, tersebut. Sebab, terorisme adalah upaya untuk memunculkan perasaan takut pada masyarakat luas.
Nah, rasa takut ituah yang kemudian dirasakan sebagian warga di sekitar pegunungan tempat latihan bersenjata tersebut dihelat. Tepatnya adalah beberapa orang yang berniat berburut yang sempat ditangkap, meski akhirnya dilepaskan.

Indikator dari rasa takut tersebut, alumnus Universitas Indonesia itu, warga yang sempat ditangkap tadi melapor ke polisi. Kondisi itu berbeda ketika warga melihat latihan serupa yang dilakukan oleh personel TNI atau tentanga Gerakan Aceh Merdeka (GAM), meskipun sama-sama bersenjata.
Warga takut karena yang dilihat saat itu dalah warga asing. “Munculnya ketakutan ini adalah unsur dari terorisme,” tandasnya.

Unsur terorisme lainnya, lanjut Sarlito, adalah adanya motivasi tertentu yang ingin dicapai oleh pembuat teror. Unsur terorisme lainnya, tiap kali beraksi para teroris selalu ingin menyampaikan pesan.
“Para teroris juga tidak menghiraukan korban. Sering jatuh korban di luar sasaran yang dituju,” papar Sarlito.
Meski demikian, Sarlito menerangkan kalau kejadian di Aceh sejatinya belum masuk dalam fase pelaksanaan aksi teror. Dia menjelaskan, para peserta latihan bersenjata tersebut terpaksa melakukan aksi terorisme karena dalam posisi terjepit. (wan/ttg/jpnn)

Masih Linglung, Tiga Saksi Diperiksa Polisi

Jakarta – Lian Febriani (26) yang dicuci otak setelah hilang 4 hari ini sudah berkumpul dengan keluarganya. Keluarga berharap penculik Lian tetap diproses hukum.

“Kita akan tetap koordinasi dengan kepolisian dan berharap pelakunya ketemu,” kata
adik ipar Lian, Agus, di kediaman orangtua Lian, di Jalan Kran 5, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/4). Menurut dia, keluarga juga akan ke Polda Metro Jaya. “Hari ini atau besok ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan Lian sudah ketemu,” ujar Agus.

Agus mengatakan, kondisi Lian semakin membaik. Namun demikian, kata Agung, keluarga belum berani menanyakan kepada Lian seputar hilangnya ibu satu anak ini selama 4 hari. Polisi pun akan memeriksa Lian setelah kondisinya stabil. “Harus diperiksa. Dia sekarang dalam kondisi belum stabil ya. Kita lihat psikologinya, dia stabil dulu. Setelah stabil baru kita tanya bagaimana kronologi pergi sampai ditemukan di Cisarua,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Baharudin Djafar.

Polisi pun masih menelusuri siapa sebenarnya yang ditemui Lian saat dia menghilang. 3 Saksi pun diperiksa. “Ada 3 saksi yang diberikan untuk diperiksa. Itu yang harus kita dapatkan dari saksi-saksi yang ada (orang yang ditemui Lian),” ujar Baharudin Djafar.

3 Saksi yang diperiksa yaitu 2 orang berinisial F dan satu orang berinisial B. Karena Lian ditemukan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Polda Metro pun tengah berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat untuk menelusuri kasus ini.(net/jpnn)

Kapolres Labuhan Batu Dicopot

Tak Mampu Berantas Judi

MEDAN- Kapolres Labuhan Batu AKBP Robert Kennedy dicopot dari jabatannya dan digantikan AKBP Hirbak Wahyu Setiawan. Diduga pencopotan ini buntut dari penggrebekan rumah pribadi Ketua DPRD Labuhan Batu Ellya Rossa Siregar.

Senin (11/4) sore, Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro yang langsung memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) tersebut berlangsung di Aula Kamtibmas Polda Sumut Jalan SM Raja Km 10,5 dengan dihadiri seluruh Kapolres jajaran Poldasu dan Pamen Poldasu.

Dimana, Sertijab tersebut berdasarkan Surat Perintah Kapolda Sumut Nomor : 459/IV/2011 tertanggal 11 April 2011. Kapolres Labuhan Batu AKBP Robert Kennedy dimutasi ke Polda Sumut sebagai perwira menengah. Jabatannya digantikan Kapolres Mandailing Natal (Madina) AKBP Hirbak Wahyu Setiawan. Untuk selanjutnya, Kapolres Madina dijabat AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe yang sebelumnya menjabat Kabag Personalia Poldasu.
Dalam amanatnya, Wisjnu mengatakan, sertijab ini merupakan hal biasa dalam tubuh organisasi Polri. Namun, Wisjnu mengakui jika sertijab kali ini berbeda dari lainnya. “Ini di luar kebiasaan yang ada,” ujarnya dalam pidatonya.

Ditambahkannya, saat acara pisah sambut dengan Kapolda Sumut sebelumnya, dia memprioritaskan kasus-kasus ilegal. Ia sangat menyayangkan jika ada Kapolres yang tidak menindaklanjuti instruksinya tersebut.  Disinggung Wisjnu, dengan dicopotnya Robert Kennnedy dari jabatannya, diharapkannya menjadi contoh bagi Kapolres lainnya. Namun, ia mempersilakan jika Kapolres lainnya terkesan membiarkan praktik perjudian di wilayah hukum masing-masing. “Silahkan bermain mata. Saya tidak banyak bicara lagi, ini suatu bukti komitmen saya, bagi yang tidak menjalankan tugas dengan baik akan saya ‘redisposisi’. Dengan itu, mari kita buat Sumut terkendali, aman dan tenteram,” bebernya.

Sementara itu, Kapolres Labuhan Batu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan enggan memberikan komentar terkait jabatan baru yang dipercayakan kepadanya. Begitu juga, ketika wartawan menanyakan, langkah kedepan terkait penggrebekan rumah pribadi Ketua DPRD Lab Batu Ellya Rossa Siregar di Jalan H Iwan Maksum Desa Ujung Bandar, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhan Batu. “Saya belum tahu, karena baru dipercayakan. Nanti di sana saya lihat dulu apa yang harus diselesaikan,” ujarnya singkat. (adl)

Honorer Satpol PP Dirumahkan, PKL Menjamur

BINJAI- Setelah dirumahkannya 310 honorer Satpol PP Kota Binjai, membuat para pedagang kaki lima semakin menjamur di Kota Rambutan ini. Pasalnya, petugas Satpol PP sudah jarang melakukan razia.

Pentawan wartawan koran ini di Jalan Wahid Hasyim, Senin (11/4), terlihat sejumlah PKL dapat berdagang bebas sampai pukul 08.00 WIB, dan sampai menjelang siang hari. Akibatnya, angkutan umum yang melintas di jalan tersebut selalu terjebak macat karena badan jalan menyempit akibat digunakan para PKL.

Selain itu, di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, banyak rumah toko (Ruko) yang memakan tempat para pejalan kaki, dengan meletakan barang yang dijualnya sampai keluar. Sehingga, suasana di Jalan Jenderal Sudriman, terkesan semrawut.

Untuk mencegah kemacatan agar tak bertambah parah, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Binjai, terpaksa turun ke lapangan guna menertibkan lalulintas. Bahkan, petugas Dishub turun sejak pukul 06.45 WIB sampai pukul 16.00 WIB.

Meski petugas Dishub sudah turun, tapi arus lalulintas tetap saja terlihat macat. Pasalnya, jalan yang kecil dilintasi angkutan umum yang jumlahnya mencapai ratusan unit.
Macatnya lalulintas di Jalan Wahid Hasyim  dan Jalan sudirman tersebut, dibenarkan Syahri, selaku Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Darat di Dishub Kota Binjai. “Iya, memang jalan di sini selalu macat. Kemacatan ini, juga disebabkan banyaknya PKL,” ujar Syahri.

Sementara, Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kota Binjai, Hartono kepada wartawan koran ini mengatakan, pihaknya akan melakukan penertiban kembali terhadap para PKL. “Dengan bertambahnya jumlah persinil PNS kita, ke depannya akan kita tertibkan, dan tentunya melalui wadah Bakortib,” ujar Hartono.
Selain itu, Hartono juga mengungkapkan, bahwa setelah di rumahkannya 310 honorer Sat Pol PP, jumlah personil Sat Pol PP saat ini hanya tingal 74 orang. “Sampai sekarang, personil PNS kita sudah berjumlah 74 orang,” ungkapnya.(dan)

Tolak Eksekusi, Juru Sita Dipukul

KARO- Bersikukuh tetap melaksanakan eksekusi sebidang tanah di Desa Barus Jahe, massa termohon datangi Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe, Senin (11/4) pagi. Tidak puas dengan pihak PN, keluarga termohon mengejar dan memukul juru sita.

Peristiwa yang sempat menghebohkan PN Kabanjahe ini, berawal ketika juru sita, berencana akan melaksanakan perintah eksekusi atas tanah seluas 4000 m3 di Desa Barusjahe, Kecamatan Barusjahe. Hal itu memicu termohon, Tigan br Tarigan bersama putrinya Suryati br Barus serta empat ibu-ibu lain masuk ke PN Kabanjahe.

Termohon yang sebelumnya mengepung seluruh pintu keluar PN Kabanjahe mendapati juru sita, Pardamen Purba, ke luar dari ruang tunggu Ketua PN Kabanjahe, dalam hitungan detik, termohon eksekusi Tigan br Tarigan bersama putrinya Suryati br Barus mempertanyakan mengapa tanah dan ladang mereka tetap dieksekusi.

“Agar Anda tahu, hari Jumat lalu kami sudah koordinasi ke Pengadilan Tinggi Sumut di Medan, saudara (Perdamen Purba, Red) berjanji menunda pelaksanaan eksekusi. Tetapi mengapa tetap dieksekusi,” tanya Tigan br Tarigan.

Akhirnya adu mulut tidak terhindarkan, bahkan keluarga termohon kemudian menarik  baju dan memukul Perdamen Purba. Mendapat serangan mendadak itu, Perdamen pun memilih kabur meninggalkan areal. Massa yang emosi, tidak tinggal diam dan terus mengejar hingga seberang jalan. Rekan sejawat Perdamen yang mengetahui kejadian itu berusaha menyelamatkan Perdamen Purba dan melerai dari amukan massa.
Dibantu aparat keamanan, penyerangan ini dapat diredam.(wan)