31 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 15452

Gempa Goyang Cilacap, Seorang Pengungsi Tewas

CILACAP- Gempa yang terjadi pada Senin pagi menimbulkan korban jiwa. Seorang warga Cilacap, Jawa Tengah, meninggal dunia di salah satu pos pengungsian di Kecamatan Jeruklegi. Korban teridentifikasi bernama Trisyuni, warga Perumahan Tegal Asri, Kelurahan Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan. Pria 52 tahun itu diketahui meninggal sekira pukul 09.00 WIB saat pulang dari pengungsian Bandara Tunggul Wulung, Senin (4/4).

Jenazah dibawa ke RSUD Cilacap untuk diperiksa. Dugaan awal, korban meninggal karena syok pascagempa. Jeruklegi menjadi loksi pengungsian warga Cilacap saat gempa 7,1 Skala Richter mengguncang pada pukul 03.06 WIB. Warga panik dan menuju ke Jeruklegi karena lokasi ini lebih tinggi ketimbang daerah lain di Cilacap.

Apalagi, Badang Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan potensi tsunami. Vice Corporate Communication PT Pertamina Mochamad Harun menuturkan gempa tidak berpengaruh terhadap peralatan yang berada di kilang.(net/bbs/jpnn)

Dipamerkan, Malinda Lemas

JAKARTA-Dua pekan menginap di tahanan Bareskrim Polri, Inong Malinda tersangka penggelapan dana nasabah Citibank dimunculkan. Dengan diapit oleh dua penyidik, dua tangan wanita  47 tahun itu tertangkup di depan dada yang berbalut kerudung hitam.  Senyumnya tampak ditahan  ketika puluhan juru foto membidik gambarnya di depan gedung Bareskrim Polri, kemarin (4/4).

Malinda dibawa keluar rumah tahanan Bareskrim sekitar pukul 11.45 WIB usai penyidik menyampaikan perkembangan kasus bersama perwakilan Citibank dan Bank Indonesia. Rencananya, Malinda akan dibawa ke Citibank di gedung Landmark , jalan Sudirman.

Saat dikerubuti wartawan, Malinda tidak banyak berkomentar. “Saya minta dukungannya ya, minta berimbang,” kata perempuan yang kemarin memulas bibirnya dengan warna merah muda itu.

Dia tampak menggamit erat tangan penyidik wanita yang mengawalnya menuju mobil Innova milik polisi.
Apakah menyesal ? Malinda tidak menjawab. “Soal hukum ke lawyer ya,” katanya. Mobil lantas melaju keluar komplek Mabes Polri. Disusul, tiga mobil mewahnya yang dibawa penyidik ke Rumah Penitipan Barang Sitaan di Jakarta Utara.

Namun, rencana penyidik membawa Malinda ke bekas kantornya batal. Di tengah jalan, ibu tiga anak ini mengaku pusing. “Saya lemas , kita tunda saja ya,” kata sumber Jawa Pos (grup Sumut Pos) menirukan perkataan Malinda di mobil  Innova B 119 BAL.

“Ibu (Malinda) memang mengeluh sakit. Adi setelah bertemu teman-teman, mendadak pusing,” kata pengacaranya Hallapancas Simajuntak pada Jawa Pos di Bareskrim Polri.

Penyidik, kata dia, memeriksa Malinda secara intensif. “Mungkin , ibu kurang istirahat,” katanya.
Saat gelar perkara, Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Arief Soelistantyo menjelaskan, saat ini penyidik sudah memblokir 30 rekening yang digunakan Malinda melancarkan aksinya. Jadi, dengan delapan rekening sebelumnya, ada 38 rekening.  (rdl/jpnn)

Jadikan Siswa Mandiri

SMK BM Panca Budi 2 Medan

SMK Bisnis Manajemen (BM) Panca Budi 2 Medan yang memiliki 2 program keahlian yakni Akuntansi (AK) dan Administrasi Perkantoran (AP), kini sedang jor-joran memfasilitasi para siswanya untuk memasarkan hasil dari unit produksi yang dibentuk.

Seperti khusus program keahlian AK, pihak sekolah telah membentuk biro jasa pengisian SPT Tahunan. “Jadi saat ini, jika ada perusahaan yang tak memiliki banyak waktu untuk mengisi SPT Tahunan, sudah bisa memakai jasa siswa AK kami. Dan saat ini siswa kami sedang mengerjakan 120 SPT Tahunan dari beberapa perusahaan,” terang Kepala SMK BM Panca Budi 2 Medan Daruri Khairuddin SE, Senin (4/4).

Lebih lanjut Daruri menyampaikan, pihak sekolah juga membentuk unit produksi Juman Bakery. Unit produksi yang satu ini dapat dikelola oleh siswa dari kedua program keahlian yang ada di SMK BM Panca Budi 2 Medan. “Kami juga telah meresmikan Toko Juman Bakery yang berada tepat di ujung kiri gerbang masuk Panca Budi. Dengan telah adanya toko ini, diharapkan siswa semakin mandiri mengelola unit produksi tersebut dari sisi administrasi hingga keuangannya. Namun, tetap diawasi dan dibimbing oleh guru untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” katanya.
Dalam memberikan pengetahuan yang lebih mendalam dari unit-unit produksi. SMK BM Panca Budi 2 Medan juga membuka program keahlian pilihan, seperti Tata Boga dan Tata Kecantikan. “Jadi siswa masing-masing program keahlian dapat menambah kemampuan life skill melalui program keahlian pilihan ini. Seperti Juman Bakery, unit produksi yang menghasilkan roti-rotian ini dikelola oleh siswa yang memilih program keahlian pilihan Tata Boga. Kami juga berencana akan membentuk tempat untuk memasarkan hasil dari unit produksi program keahlian pilihan Tata Kecantikan. Jadi, semua siswa difasilitasi secara maksimal,” tutur Daruri.

Lebih jauh lagi, Daruri menjelaskan, fasilitas yang disediakan tersebut tak hanya terbatas pada siswa, tapi juga para alumni. “Kita juga akan memfasilitasi alumni yang ingin mengembangkan usaha di luar dengan memasarkan unit produksi yang ada di sekolah,” jelasnya seraya menambahkan, hingga saat ini terdapat sekitar 2000-an alumni yang telah dihasilkan sejak meluluskan alumni pada 2002 lalu.

Daruri juga menegaskan, program ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan dan melatih jiwa kewirausahaan civitas akademika di SMK BM Panca Budi 2 Medan. “Tak hanya itu, program ini juga dimaksudkan untuk mensejahterakan seluruh civitas akademika yang ada di sini, termasuk para alumni. Karena, siswa yang memasarkan hasil unit produksi akan mendapatkan keuntungan hingga 15 persen. Sedangkan untuk alumni kita dapat menyesuaikannya dengan kesepakatan bersama,” jelasnya.

SMK BM Panca Budi 2 Medan saat ini memiliki jumlah 387 siswa yang diasuh 20 orang guru yang telah sarjana. Dan seorang diantaranya telah S-2 dan seorang diantaranya pula sedang menjalani studi S-2. (saz)

Jadi Tersangka di Kejari, Adik Ali Umri Menghilang

BINJAI- Setelah ditetapkan sebagai tersangka di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) atas dugaan korupsi pembangunan jalan di Binjai tahun 2009 lalu, kini mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Binjai Masniarni, kembali ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi swakelola tahun 2010 dengan anggaran sebesar Rp4,5 miliar.
“Kita menetapkan Masniarni sebagai tersangka berdasarkan keterangan sejumlah saksi. Dimana, saksi-saksi yang kita periksa bermuara ke Masniarni,” ujar Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai FKJ Sembiring. Disebutkannya, Masniarni ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat (1/4) lalu.

Namun sejauh ini, kata FKJ Sembiring, keberadaan Masniarni yang juga adik kandung mantan Wali Kota Binjai Ali Umri belum diketahui, sehingga penyidik Kejari Binjai sulit melakukan penggilan terhadapnya guna menjalani pemeriksaan. “Sejauh ini, kita masih melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali. Untuk surat panggilan yang ketiga, belum dapat kita lakukan. Sebab, keberadaan Masniarni belum dapat kita ketahui,” ucapnya.

FKJ Sembiring juga mengatakan, jika keberadaan Masniarni sudah diketahui, penyidik Kejari Binjai akan memanggilnya secara paksa. “Iya, tidak tertutup kemungkinan akan kita panggil paksa dia, dan hal itu kita lakukan jika keberadaannya sudah diketahui,” kata FKJ Sembiring.

Selain itu, FKJ Sembiring juga mengungkapkan, dua orang tersangka yang sudah ditetapkan sebelum Masniarni, juga sudah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. “Kita baru saja melakukan pemeriksaan terhadap Alfan Batubara dan Zulfansyah. Keduanya ini, bekerja sebagai bendahara proyek di PU Binjai,” ungkapnya, seraya menambahkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, kedua tersangka selalu mengarah kepada Masniarni.

Sebelumnya, Masniarni yang juga adik kandung mantan Wali Kota Binjai HM Ali Umri SH Mkn dikabarkan sudah pergi ke Jambi. Hal itu diketahui dari Selamat (58), yang tak lain Kepala Dusun IV, tempat Masniarni tinggal. Selamat mengaku pernah bertanya kepada pekerja Masniarni, terkait keberadannya. “Kalau kata pekerjanya, Masniarni sudah berada di Jambi,” ujar Selamat.(dan)

Petinju yang Lembut

Petinju, kesan pertama jika kita mendengar jenis profesi olahraga yang satu ini tentunya merupakan seorang yang memiliki pribadi kasar dan keras. Namun, berbeda dengan yang ditunjukkan Novizar Maulina.
Siswa kelas XI Administrasi Perkantoran (AP) 1 SMK Bisnis Manajemen (BM) Panca Budi 2 Medan ini memperlihatkan sikap yang sangat lembut dari prilaku juga bahasa tubuhnya.

Remaja kelahiran Medan 15 November 1994 ini juga diakui sebagian besar temannya sebagai seorang yang berpribadi ramah, mudah bergaul dan lembut. Si sulung dari 3 bersaudara pasangan Sulaiman dan Fatmawati ini mengaku telah bergelut dalam dunia tinju ini sejak duduk di kelas 2 SMP. “Awalnya saya masih bergelut di karate. Namun, sekian lama ditunggu, tak ada even yang bisa saya ikuti untuk meraih prestasi. Akhirnya Om (adik kandung ibu, Red) mengajak saya untuk bergabung di dunia tinju,” terangnya, Senin (4/4).

Novi, panggilan akrabnya, menerangkan, omnya juga memiliki latarbelakang tinju. “Jadi dia menilai fisik saya memenuhi kriteria untuk bergabung dalam olahraga ini. Akhirnya saya juga sangat menikmatinya, dan alhamdulillah saya bisa meraih prestasi walau belum begitu membanggakan,” ujarnya merendah.

Pasalnya, Novi merupakan Petinju yang berbakat di kelasnya. Tak pelak, Ia sempat meraih juara pertama kelas layang 48 kg Kejurnas Wilayah Timur yang digelar di Binjai pada Desember 2010. Saat ini, Novi sedang mempersiapkan diri untuk bertanding di Kejurda Siantar pada 16 April 2011 mendatang. “Kalau bisa meraih juara pertama,” ujarnya. (saz)
Novi juga menceritakan, sang adik Mutiara Putri Sulifa juga mengikuti jejaknya sebagai seorang petinju. Saat ini Novi intens berlatih di Sasana Ksatria Boxing dan Sasana Putra Putri Sergai. (saz)

Perbaikan Jalan di Bangun Purba Bermasalah

LUBUKPAKAM- Perbaikan jalan penghubung antara Kabupaten Deli Serdang dengan Kabupaten Simalungun senilai Rp 48 miliar diduga bermasalah. Hal itu terungkap saat anggota DPRD Deli Serdang Derah Pemilihan (Dapil) V, Mikael TP Purba SH, Moh Ramli, Darbani Dalimunte dan Mbaru Ginting mengelar reses, akhir pekan lalu ke Desa Damak Gelugur, Kecamatan Bangun Purba.

Tim reses menemukan kondisi jalan yang dikerjakan PT SMJ tidak sesuai dengan bestek. Pasalnya, kondisi apsal hotmix mudah terkelupas. Bahkan anggota tim reses mencoba mencongkel aspal dengan mengunakan sepatu langsung terkelupas.

“Saya khawatir belum sampai enam bulan jalan ini sudah rusak. Soalnya kualitasnya jauh dari harapan,” ungkap Mikael TP Purba.

Penuturan warga setempat, terkadang kontraktor melakukan pengaspalan saat hujan turun. Sehingga material aspal hotmix yang dibuat tidak melekat dengan pondasi jalan. Akibatnya proyek perbaikan jalan dengan nomor kontrak 2612/KPA.UPRPJJ-MDN/2009 yang sumber dananya dari APBD Provinsi Sumatera Utara TA 2009,2010 dan 2011 rawan penyimpangan.

Selain itu, tim reses menemukan retak-retak kecil pada badan jalan. Sehingga dipastikan usia jalan tersebut bakal tidak lama. Untuk itu, meski pekerjan proyek yang membutuhkan waktu sekira 540 hari, bukan tanggungjawab Pemkab DeliSerdang. Tetapi tim reses Dapem V akan melaporkannya saat paripurna reses.
“Temuan ini akan kami sampaikan pada rapat paripurna laporan tim reses, pada 18 April mendatang,” tegas Darbani Dalimunte.

Dengan dilaporkanya hasil temuan itu dalam dirapat paripurna mendatang, Pemkab Deli Serdang mau membuat laporan ke pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Pasalnya, bila jalan yang diperbaikan tidak sejak sekarang diawasi nantinya yang rugi warga Deli Serdang. (btr)

Tertibkan PKL

085361413xxx

Kepada Kelurahan Aur Yunasri Nasution, Camat Medan Maimun, Kasatpol PP Medan,  Kasatlantas MS, Kepala Dinas Perhubungan dan Pak Wali Kota Medan, Rahudman Harahap tolong pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Jalan Pemuda terutama di depan Hotel Hermes Palace ditertibkan. Di sini sering terjadi kemacetan dan keadaannya sangat rawan pada kecelakaan. Sebab kehadiran PKL tersebut buat pengguna jalan khususnya pejalan kaki jadi terganggu saat melintas.
Setelah di surati, teguran keras, peringatan tapi tidak ada tindakan instansi yang terkait. Tolonglah jangan hanya makan gaji uang rakyat saja, lihat dulu di lapangannya dan segera bertindak? Terimakasih Sumut Pos

Kami Tertibkan Segera

Terimakasih laporannya, kami dari Sat Pol PP Kota Medan berupaya menertibkannya dengan secara tertib. Besok (hari ini, Red) kami akan kirimkan surat teguran kepada pedagang tersebut, selanjutnya kami lakukan penertiban sesuai aturan yang ada pada kami.

Kami jelaskan, sesuai dalam Perda yang ada dan SK Wali Kota Medan, berdagang di atas trotoar tidak dibenarkan. Apalagi sampai memakai bagian jalan untuk menjajakan dagangannya.
Makanya, untuk PKL yang ada di Jalan Pemuda ini, kami segera tertibkan.

Kriswan
Kepala Sat Pol PP Kota Medan

Sekda Labuhanbatu Diperiksa Kejari

Dugaan Korupsi Bansos Rp3 Miliar

RANTAU- Diduga ikut terlibat dalam dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) senilai Rp3 Miliar, Sekdakab Labuhanbatu H Hasban Ritonga diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat, Senin (4/4). Pemeriksaan secara maraton itu terkait pengusutan adanya temuan BPK tahun 2009 dalam penyelewengan dana Bansos melalui APBD Labuhanbatu.
Pantauan Metro (grup Sumut Pos, Red) di Kejari Rantauprapat, Sekda diperiksa secara tertutup di ruang Kepala Seksi Pidana Khusus sejak siang hingga sore hari. Bahkan, wartawan kesulitan  mendapat informasi mengenai jalannya pemeriksaan tersebut.

Informasi yang diperoleh di lingkungan Kejari, dalam melakukan pengusutan dugaan penyelewenagan dana Bansos tersebut, Kejari Rantauprapat telah membentuk tim khusus untuk menguak kasus tersebut. Disebut-sebut, Hasban terlibat dugaan korupsi mencapai Rp3 miliar karena adanya temuan dalam penggunaan anggaran Bansos yang tidak sesuai peruntukanya.

Sebelumnya, pada Maret lalu, Kepala Bagian Sosial Pemkab Labuhanbatu Abdul Malik juga diperiksa di Kejari terkait kasus yang sama. Kepala Seksi Intelijen Kejari Rantauprapat Paniel Silalahi ketika dikonfirmasi melalui telepon selular di hari yang sama membenarkan pemeriksaan itu.(riz/smg)

Mogok Belajar hingga Kepsek Dicopot

SIANTAR- Ratusan siswa kelas I dan II SMKN 3 Kota Siantar menggelar aksi mogok belajar di sekolah mereka di Jalan Medan, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Senin (4/4). Mereka mengancam akan melakukan mogok belajar hingga Wali Kota Siantar Hulman Sitorus mengganti kepala sekolah mereka, Dra Kartini Batubara.

“Kita akan mogok belajar hingga ibu kepala sekolah dicopot dari jabatannya, setuju kawan-kawan,” ungkap seorang siswa melalui pengeras suara. Diselingi lagu pelesetan “Andai Aku Gayus Tambunan”, para siswa terus melakukan orasi.
“Andai aku Ibu Kartini, yang bisa sesuka hati meminta kutipan…”, begitu lirik lagu pelsetan yang mereka nyanyikan secara bersama-sama di halaman sekolah mereka.

Usai bernyayi menyindir Kartini, sebagian siswa kembali berorasi menyebutkan Kartini selama menjabat kepala sekolah banyak melakukan kutipan yang memberatkan siswa. “Kami memang orang miskin Bu, tapi kami tidak mau ditindas di sekolah ini. Apakah Ibu Kartini masih pantas Kepsek di sekolah ini?” ujar seorang siswa yang berorasi.
Hingga pukul 12.00 WIB, Kartini Batubara tetap tak muncul menemui siswa. Padahal, dia terlihat berada di ruangannya. Setelah para siswa membubarkan diri, barulah Kartini keluar dari ruangannya. Saat dikonfirmasi, dia enggan memberikan komentar. “No Comment saya,” katanya. (ral/smg)

Lima Orang Ditarget Polisi

Pasca Bentrok Antar Pemuda di Binjai

BINJAI- Pasca bentrok antar angota Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang terjadi di Kota Binjai, lima orang pelaku penyerangan menjadi target polisi. Bahkan, Polres Binjai sudah melakukan penggerebakan. Namun sayangnya, target tak berada di rumah. Hal tersebut dikatakan Kasat reskrim Polres Binjai, AKP Ronni Bonic, Senin (4/4).

“Sejauh ini kita baru periksa 4 orang saksi. Dimana, dari keterangan saksi-saksi ini, tadi malam kita melakukan penggerebekan di sejumlah rumah orang yang dimaksud. Tapi, orang yang kita cari tidak berada di rumah,” ungkap Ronni.

Ronni juga mengatakan, saat terjadi bentrok, kedua kubu OKP menggunakan seragam yang sama. Namun, OKP yang melakukan serangan merupakan OKP berbeda. “Kemungkinan besar seperti itu, OKP yang menyerang adalah kubu lain atau penyusup dengan menggunakan seragam yang sama,” kata Ronni.

Meski belum mendapatkan orang yang dicari, petugas Polres Binjai sudah mengantongi nama kelimanya. “Yang jelas, kita sudah kantongi nama kelima orang yang kita cari. Namun, belum bisa kita sebutkan siapa saja kelima orang tersebut,” ujar Ronni.

Sementara itu, pasca terjadinya bentork antar OKP ini, situasi di Kota Binjai sudah terlihat tenang. Pasalnya, petugas Brimob yang sebelumnya disiagakan sudah tidak terlihat.

Meski situasi sudah mulai kondusif, tetapi warga Pasar III, Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, masih trauma atas bentrok yang terjadi. “Ngeri kali lah, sampai sekarang kami masih trauma,”kata salah seorang warga yang meminta namnya dirahasiakan.

Di sisi lain, tiga orang korban kritis akibat bentrok dua kubu OKP yang sama, sejauh ini dikabarkan masih menjalani perawatan intensif di RS Adam Malik Medan. Ketiga korban itu yakni, Joni, Martin, dan Syahrijal. (dan)