28 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 15455

MUI: Hentikan Pungutan di Jalan

DEPOK– Maraknya pungutan pungutan pembangunan masjid, mulai mendapat reaksi. Pasalnya, tidak jarang pungutan tersebut kerap menjadi pemicu kemacetan lalu lintas. Terutama pada ruas lalu lintas yang padat.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Depok, KH Dimyati mengeluhkan maraknya pungutan sumbangan pembangunan masjid yang dilakukan di pinggir-pinggir jalan tersebut. Menurutnya, aktivitas itu sangatlah tidak etis dan kurang sehat.
Dimiyati mengajak para pengelola masjid dapat lebih mengkreasikan pola permohonan bantuan itu. Tidak selalu menggunakan badan jalan sebagai aktivitas tersebut. Akibatnya banyak cibiran dan sindiran sosial yang tak pantas didengar.

’’Apalagi jalan itu kan ruang publik. Rasanya kurang pas kalau diganggu dengan kegiatan pungutan masjid,” ujarnya, kemarin.

Tak itu saja, dia pun menilai pungutan pembanguan masjid di jalan raya sangatlah berbahaya. Berpeluang panitia yang mengumpulkan bantuan tersebut menjadi korban kecelakaan. Terutama pada jalur lalu lintas yang padat. Meskipun dirinya belum pernah mendengar adanya korban kecelakaan lalu lintas dari panitia punguntan itu, tetapi perlu sekali dihindari.  Karena secara teknis pun pungutan sumbangan di jalan sangat berbahaya. ’’Kan tak bisa diketahui kapan musibah itu datang. Niatnya baik, tapi malah jadi persoalan baru. Hanya karena diseruduk kendaraan saat mungut uang sumbangan,” ucapnya. (rko/jpnn)

Polisi Digebuk Jukir

MEDAN-Ada-ada saja masalah yang terjadi di Kota Medan. Seperti yang terjadi pada seorang polisi, Sahat Nainggolan (51) yang bertugas di Polsekta Helvetia. Gara-gara telat membayar uang parkir Sahat digebuki juru parkir (jukir) di depan Toko Roti Majestik di Jalan KL Yos Sudarso, Minggu (3/4) sekira pukul 13.00 wib.

Kejadian itu berawal saat Sahat usai membeli roti bersama istrinya di Toko Roti Majestik. Saat warga Asrama Polisi Jalan Putri Hijau itu beranjak dari lokasi mengendarai mobil Kijang datang seorang jukir meminta uang parkir.
Jukir merasa Sahat tak menggubrisnya, langsung melayangkan pukulan ke wajah Sahat. Tak pelak lagi, darah segar keluar dari bibir korban.

Ketika itu juga sang polisi keluar dari mobil dan mengejar jukir itu, tapi tak berhasil menangkapnya. Sampai sendal korban putus, jempol dan telapak kaki korban juga pecah dan berdarah.

“Memang kasar kali tukang parkirnya itu, sudah dibilang sabar dulu tak juga mau tahu. Kami saja belum keluar dari areal parkir. Aku saja baru mau duduk di dalam mobil, dan suamiku saja masih panaskan mobil,” kata istri Sahat saat menemani suaminya buat visum di RSU Pirngadi Medan.

Sahat melaporkan kasus penganiayaannya tersebut ke Polsekta Medan Barat. Dengan nomor pengaduan polisi LP/238/IV/2011/SU/Polresta Mdn. (yeni/smg)

Recycle Lagu demi Keanu

ANGELINA Patricia Pingkan Sondakh kian aktif membukukan kenangannya bersama almarhum suami, Adjie Massaid, yang meninggal 5 Februari lalu. Setelah merilis Langkah Tegap Adjie Massaid ketika peringatan 40 hari meninggalnya sang suami, kemarin (3/4) perempuan 33 tahun tersebut merilis buku dan CD Bernyanyi Bersama Keanu yang dulu dirancang bersama sang suami.

“Sebenarnya buku ini yang dulu saya dan Mas Adjie persiapkan untuk hadiah ulang tahun pertama Keanu. Mungkin konsepnya menarik sehingga percetakan meminta buku ini dijual untuk seluruh Indonesia,” kata Angie, begitu dia disapa, di Matraman, Jakarta Pusat. Keanu Jabaar Massaid yang lahir 9 September 2009 adalah putra pertama Angie dari pernikahannya dengan Adjie.

Buku tersebut berisi lirik 22 lagu anak-anak dan lagu daerah yang di-recycle. Untuk aransemen, Angie dibantu Ermi Kulit. Salah satu lagu yang diaransemen ulang tersebut adalah Kartini dan Sio Mama. “Keanu request aku seorang kapiten karena eyangnya Mas Adjie kan seorang pelaut, kapten. Jadi, dia minta lagu aku seorang kapiten,” ujar perempuan yang juga anggota DPR itu.

Angie mengungkapkan, ide recycle itu muncul saat almarhum suaminya sulit mencari beberapa lagu yang didengarkan untuk anaknya. Dulu, ketika Keanu baru lahir, Angie dan Adjie terpaksa menyanyikan lagu anak-anak dalam bahasa Inggris. “Mas Adjie itu kan nasionalismenya tinggi banget. Meski dia ada darah Belanda, nasionalismenya kental,” tuturnya. (c4/jpnn)

Zulkarnaen Bos Teroris

Jika Benar Umar Patek Tertangkap di Pakistan

JAKARTA-Pemerintah belum berani mengkonfirmasi secara resmi tertankapnya Umar Patek di Pakistan. Jika benar Umar tertangkap, maka struktur organisasi klandestin di Asia Tenggara pasti berubah. Zulkarnaen, diduga akan menggantikan peran Umar Patek  dalam operasi “operasi di Asia Tenggara.

“Tidak ada nama lain kecuali Zulkarnaen,” ujar sumber Jawa Pos (Grup Sumut Pos) di lingkungan anti teror tadi malam. Zulkarnaen alias Arif Sunarso ini juga ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang) kasus Bom Bali 1 2002.

Pria asal Gebang, Sragen ini juga pernah mengaji ilmu perang di kamp Sadda Pachinar, Afghanistan. Dia juga terdeteksi menjadi gumil alias guru militer di kamp Abu Sayyaf, Mindanao Filipina Selatan. Tiga sekondan Dulmatin Umar Patek dan Zulkarnaen masuk dalam daftar buruan FBI dalam situs mereka rewardforjustice.net.

“Kita belum bisa memastikan apakah Zulkarnaen masih di Mindanao atau tidak ,” tambahnya. Umar yang tertangkap di Pakistan diduga sedang menguatkan koneksi antar kombatan dengan akses langsung ke syekh Osama bin Laden.
Secara terpisah, pengamat terorisme Al Chaidar menilai sistem kaderisasi di sel-sel teroris tidak bisa dengan mudah ditebak. “Perlu ada riset secara partisipatif  (masuk ke dalam kelompok) untuk tahu soal itu . Kalau dari luar sifatnya hanya mengira-ira,” katanya. Peneliti gerakan Darul Islam ini meyakini jejak Zulkanaen di dunia teror semakin susah ditelusuri. “Kalau ada koneksi dengan mujahidin Indonesia saya duga sudah tidak langsung dilakukan oleh Daud (nama lain Zulkarnaen), pasti oleh kurir atau penghubung,” katanya.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar menjelaskan, hingga tadi malam, belum ada laporan dari tim di Pakistan soal kepastian Umar Patek. “Tapi, tim sudah diberi akses,” kata Boy kemarin.  Perkembangan identifikasi ini, kata Boy, akan dilaporkan berjenjang dari tim pada Kapolri. “Kita semua menunggu,” katanya. (rdl/jpnn)

Aset Malinda di Luar Negeri Aman

JAKARTA-Inong Malinda alias Malinda Dee bisa bernafas lebih lega. Sebab, polisi hanya bisa menyita hartanya di Indonesia. Sedangkan, aset dan kekayaan sosialita 47 tahun itu di luar negeri dipastikan akan aman.

Penyidik memang sedang menelusuri jejak kekayaan Malinda di Australia dan London. Namun, menurut Ketua Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) Dr Yunus Husein, harta itu tidak bisa diapa-apakan. “Jelas tidak bisa (disita),” ujarnya pada Jawa Pos (Grup Sumut Pos) di Jakarta kemarin (03/04).

Malinda Dee disidik dengan dugaan pencucian uang dan penggelapan. Polisi menjeratnya dengan pasal 6 UU Nomor 8 Tahun 2010 dan pasal 149 UU Nomor 10 Tahun 1998 dengan ancaman minimal 15 tahun kurungan.  Belum diketahui secara pasti nominal kekayaan Malinda di luar negeri. Namun, dilihatr dari rekam jejaknya selama puluhan tahun di Citibank, diduga harta di negara asing bisa mencapai miliaran rupiah.

Saat ini, penyidik sudah berhasil menyita empat buah mobil mewahnya. Yakni, Hummer H-3, dua buah Ferrari, dan satu Mercedes Benz  E -350.  Bila ditotal, harga keempat mobil wanita 47 tahun ini mencapai belasan miliar rupiah.Untuk memasukkan sebuah mobil mewah dari luar negeri, para pemilik sudah dibebani bea masuk yang mencapai 40 persen. Angka tidak berdiri sendiri sebab kemudian masih ditambah dengan PPN 10 persen. Belum lagi Pajak Pertambahan nilai Barang Mewah (PPnBM) yang mencapai angka 75 persen dari harga dasar kendaraan. Tidak habis sampai disitu, para pembeli juga dikenakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang besarannya tergantung dari provinsi masing-masing. Untuk wilayah DKI Jakarta besaran PKB mencapai 10 persen.

Contohnya,  bila harga sebuah mobil mewah di luar negeri sebesar Rp 1 miliar, ketika masuk ke Jakarta harga mobil itu akan merangkak naik ke angka sekitar Rp 2,35 miliar atau 135 persen lebih tinggi dari harga aslinya. Ibu tiga anak  yang dipecat Citibank bulan lalu ini memiliki sebuah Ferrari F430 Scuderia. Di pasar Eropa mobil ini harganya sekitar 171.494 poundsterling atau sekitar 2,4 miliar. Namun bila masuk Indonesia harga tersebut tentu melonjak.
Diperkirakan bila dibeli dalam keadaan baru berarti si pemilik harus membayar uang masuk yang bisa mencapai Rp 3,24 miliar. Dan bila dijumlah dari harga dasar tadi maka harga sebuah Ferrari F430 Scuderia baru harganya sekitar Rp 5,64 miliar.  Itu baru Ferrari F430 Scuderia. Lain halnya dengan Ferrari California. (rdl/jpnn)

Kapolresta: Lihat Mata Saya, Capek Rasanya…

Pembunuh Toke Ikan  Dikabarkan Tertangkap

MEDAN-Pengungkapan kasus pembunuhan pasangan suami istri Kho Wie To alias Awie alias alias Suwio alias Wito (40) dan Dora Halim (28) di garasi rumahnya Jalan Akasia Nomor 50, Medan Timur sangat menyita enegri penyidik polisi. Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga bahkan mengakui sangat lelah. “Letih saya, lihatlah hari Minggu saja saya harus masuk,” ujar Tagam yang ditemui saat akan masuk ke dalam Ruangan Sat Reskrim Polresta Medan.

Dengan turun dari mobilnya yang diparkir di depan Sat Reskrim Polresta Medan bersama ajudannya, wartawan koran ini langsung ’mengahadang’ Tagam untuk dikonfirmasi soal tertangkapnya para pelaku. Tagam enggan membeberkannya. Namun, ia tidak menampik kabar tersebut. “Sabar ya, kita masih terus bekerja,” ucapnya.

Lanjut Tagam, ia berjanji, jika enam tim gabungan yang terdiri dari Polda Sumut, Polresta Medan dan Polsekta Medan Timur berhasil menangkap pelaku penembakan tersebut akan dipublikasikan melalui media. “Kalau dapat, akan kita ekspos. Tapi sabarlah, lihatlah mata saya ini cekung (ujarnya sambil menujuk matanya yang terlihat kurang tidur, Red). Capek rasanya,” cetusnya sambil menunjukkan matanya yang sudah sayu saat berada di depan Pintu masuk Sat Reskrim Polresta Medan.

Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan, pelaku yang terkait dengan penembakan tersebut sudah dibekuk tim gabungan. Disebut-sebut, pelakunya tiga orang. Sumber di kepolisian juga menyebutkan, penangkapan awal dilakukan di Asahan. Awalnya, polisi menangkap seseorang yang diduga berprofesi sebagai supir mobil rental. Kemudian, pengembangan dilakukan dengan menangkap dua orang lainnya di Medan. Salah satunya disebut-sebut keturunan Tionghoa.

Pantauan wartawan koran ini, usai Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga mendatangi ruang penyidik Reskrim, tidak berapa lama, terlihat seorang keturunan Tionghoa yang diperkirakan berumur 40 an keluar dari ruang penyidik dengan kawalan dua orang berpakaian sipil digiring masuk ke dalam mobil Kijang Innova warna hitam dengan nomor polisi BK 6060, sekitar pukul 12.00 WIB, Didalam mobil terlihat tiga orang, supir didepan dan dua orang bersama warga keturunan Tiongha duduk ditengah menuju keluar dari Polresta Medan.

Direktur Reskrim Polda Sumut Kombes Pol Agus Andrianto menuturkan, tim gabungan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan. Dirinya enggan membeberkan perkembangan penyelidikan kasus tersebut.  “Tim yang dibentuk terus mengejar tersangka penembakan, “ tandasnya.

Agus juga berharap bantuan doa agar kasus tersebut terungkap oleh tim gabungan.
“Tolong doakan ya,” bebernya singkat. Keengganan juga ditunjukkan Kapolsekta Medan Timur Kompol Patar Silalahi.
Ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Patar enggan memberikan keterangan terkait pengungkapan penembakan tersebut. Dirinya meminta agar konfirmasi terkait hal tersebut langsung ke Kapolresta Medan. “Langsung saja ke Polresta, “ katanya singkat yang dikonfirmasi melalui telepon. (adl/mag-8)

Sebenarnya Saya Normal Mas, Tapi…

Polisi Dalami Kasus Perempuan Jadi-jadian

Aparat kepolisian di Polsek Jatiasih Bekasi, hingga kemarin masih dipusingkan dengan kasus yang tergolong langka. Yakni, terkait laporan dari Muhammad Umar (32) yang merasa tertipu oleh ulah isterinya, Anastasya Octaviany alias Icha (20) yang ternyata seorang pria.

Besok (4/4), Icha yang bernama asli Rahmat Sulistyo itu akan dibawa ke psikiater untuk diperiksakan kejiwannya, “Tes kejiwaan bagi Icha sangat penting untuk mengetahui apakah dia mengalami gangguan kejiwaan atau tidak,” kata Kapolsek Jatiasih AKP Darmawan Karosekali kemarin (2/4).

Kasus perempuan jadi-jadian ini memang cukup menyita perhatian polisi dan membuat heran beberapa anggota di Polsek Jatiasih. Sebab, setelah enam bulan menikah, Umar yang tinggal di Kampung Bojongsari, Kelurahan Jatiasih Kota Bekasi itu baru sadar kalau isterinya itu ternyata seorang pria. “Sangat sulit diterima dengan akal sehat, seorang laki-laki bertindak nekat menyamar sebagai perempuan dan menikah dengan laki-laki, lalu hidup bersama selama enam bulan,” ujar Darmawan.

Kepada polisi, lanjut Darmawan, Icha mengaku perbuatannya itu berawal dari keisengannya untuk menjadi perempuan. Dalam facebook-nya, Rahmat mengaku bernama Icha dan bekerja sebagai pramugari dan lulusan Universitas Penerbangan Nasional. Umar pun kepincut.

Beberapa pekan sebelum Idul Fitri 2010, mereka berkenalan, lalu kopi darat (bertemu langsung). Tak butuh waktu lama, sepekan setelah lebaran, Icha dan Umar langsung menikah.

Menurut Darmawan, dalam proses pernikahan, Icha membujuk temannya untuk mengaku sebagai orangtua kandungnya. Setelah menikah, Icha terus berupaya menyembunyikan jatidirinya yang asli. Setiap hari dia selalu mengenakan jilbab dan berpakaian lengkap. Bahkan saat tidur, dia tidak melepas pakaian yang menutupi wajahnya. Jadi, Umar sama sekali tidak pernah melihat lekuk tubuh istrinya.

Saat menjalankan “tugasnya” di tempat tidur, Icha punya trik-trik khusus. Selain mengenakan pakaian lengkap, sebelum memulainya, Icha meminta lampu kamar harus dimatikan. Icha mengharuskan Umar berhubungan intim dari belakang, “Kalau saya raba-raba dada istri saya, tangan saya selalu disingkirkan,” ucap Umar.

Kasus tersebut akhirnya terbongkar setelah warga sekitar menaruh curiga, karena Icha kerap bersikap kasar terhadap suaminya. Kecurigaan warga semakin menjadi-jadi saat Icha terlambat mencukur jenggot di dagunya.
Dari situ, pelaku diminta oleh warga untuk memeriksakan jenis kelaminnya ke sebuah klinik Maharani Medika di Griya Permata Blok A5 Bojong Kulur, Kabupaten Bogor. Lagi-lagi Icha berhasil mengelak dengan membuat surat keterangan dokter palsu. Hingga akhirnya warga yang geram nekat membuka paksa jilbab Icha. Dia tak bisa mengelak. Rambut pendek dan jenggotnya menjadi salah satu bukti bahwa Icha laki-laki.

Umar pun langsung melaporkan istrinya ke Polsek Jatiasih. Di depan polisi Icha mengaku bernama asli Rahmat Sulistiyo warga Jalan Kenanga RT 12/2 Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. “Sebenarnya saya normal mas, tetapi karena terbawa suasana akhirnya saya menikmatinya,” kata Icha kepada wartawan.

Kapolsek Darmawan menerangkan meski tidak ada harta yang dirugikan, pelaku bisa terancam dengan pasal 266 atau 378 tentang penipuan. “Pelaku terancam kuruangan penjara maksimal tujuh tahun penjara,” tandasnya. (kuh/dny/kum/jpnn)

Bentrok, Anggota OKP Kena Tikam

8 Luka-luka, 3 Kritis

BINJAI- Bentrok dua kubu Organisasi Kepemudaan (OKP) yang sama terjadi di Kota Binjai, Minggu (3/4) sekitar pukul 10.30 WIB.

Akibat kejadian ini, delapan orang luka-luka dan tiga diantaranya kritis. Dari delapan orang yang luka-luka, lima diantaranya kelompok OKP yang diserang yakni, Usman, Syamsul, Joni, Martin Bangun, dan Syahrijal.
Sementara, tiga orang luka-luka dari kelompok lainnya yang juga menggunakan seragam OKP diantaranya Julianta.
Keterangan yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, kejadian itu berawal saat, salah satu kelompok yang saat itu mengadakan Musyawarah Cabang yang ke IX, di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Binjai Kota , ingin menjemput teman-temannya yang ada di Jalan Samanhudi, Kecamatan Binjai Selatan.

Dengan menggunakan mobil pick up warna hitam BK 8005 PH, sepeda motor mio warna hitam BK 6307 SY dan becak bermotor (betor), rombongan ini pun tiba di lokasi tempat dimana menjemput teman-temannya. Sehingga, dari angkutan yang dibawa, mereka seluruhnya berjumlah  15 orang.

Selanjutnya mereka bergegas kembali ke Pendopo Umar Baki, guna mengikuti jalannya Muscab yang ke IX. Namun, di tengah perjalanan, rombongan pemuda ini bertemu dengan sekelompok pemuda yang menggunakan dua angkot dan satu mobil Taf.

Sebelum terjadi keributan, rombongan yang ingin menuju ke Pendopo Umar Baki tadi, mengira sekelompok pemuda yang menggunakan dua unit angkot dan satu unit mobil Taf t itu adalah teman mereka.

Sebab, mereka juga menggunakan seragam yang sama. Bahkan, lengkap sampai ke sepatunya. Namun, secara tiba-tiba, dua unit mobil angkot tersebut menabrak salah seorang anggota mereka yang menggunakan sepeda motor.
Setelah adanya tabrakan itu, romobongan yang berjumlah 15 orang ini akhirnya bentrok dengan rombongan pemuda yang juga menggunakan seragam yang sama dengan jumlah sekitar 70-an orang. Sehingga, lima orang dari kubu yang diserang terluka dan tiga dari kubu lainnya juga dikabarkan terluka.

Setelah bentrok usai, korban luka-luka langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit dan klinik yang ada di Kota Binjai. Seperti Joni (37) sempat dirawat di RSU dr Djoelham Binjai. Namun, karena luka di bagian tangan kanan dan kepalanya cukup parah dan ia sempat kritis, akhirnya ia dilarikan ke RSU Adam Malik Medan.

Selain Joni, dua korban kritis lainnya yakni, Martin Bangun (41), sebelumnya dirawat di RS Artha Medica, dan akhirnya dilarikan ke RS Adam Malik, disebabkan luka tikam di bagian belakangnya, dan Syahrijal (23), mengalami luka tikaman di bagian perut, dan kaki.

Sementara, dua korban lagi Usman dan Syamsul, kondisinya tidak terlihat begitu mengkhawatirkan. Bahkan, Syamsul dan Usman, sempat dimintai keterangan di Polres Binjai.

Hanya saja, Syamsul dan Usman, selalu merintih kesakitan. Sebab, Syamsul juga mengalami luka di bagian kepala dan kuping, serta sakit didadanya.

Menurut keterangan Syamsul di Polres Binjai, mereka memang bertemu dengan sejumlah kelompok pemuda yang juga menggunakan seragam sama. “Kami kira mereka itu teman-teman yang lain, ternyata teman kami yang menggunakan sepeda motor mio langsung ditabrak mereka sampai terjatuh. Sehingga, tejadi bentrok. Waktu bentrok, saya sudah kenak lempar pakai batu bata dan mengenai kening saya. Sehingga, saya pening dan tidak dapat mengenali mereka lagi,” katanya seraya menambahkan, mereka juga menggunakan sebo.

Kapolres Binjai, AKBP Dra Rina Sari Ginting membenarkan, bentrok tersebut. “Iya, menurut keterangan saksi-saksi yang kita periksa, orang yang melakukan penyerangan juga menggunakan seragam sama. Untuk sementara ini, kita belum dapat menerangkan apa motf dari penyerangan, sebab kita belum mendapatkan pelakunya,”ujar Dra Rina.
Terpisah, Hj Erni Yanti, salah seorang panitia pelaksanaan Muscab OKP tersebut yang ke IX, kepada wartawan koran ini mengatakan, bahwa Muscab ditunda sampai satu bulan ke depan. “Muscab ditunda bukan karena kisruh yang terjadi. Melainkan, kurangnya korum dari Binjai Timur, Selatan dan Kota. Untuk kandidat Muscab ini, ada tiga orang yakni, Busrikal, Heri dan Bagus,” ujar Erni.(dan)

Longsor, Akses Jalan ke Batu Nagodang Putus

HUMBAHAS- Longsoran tanah dari perbukitan mengakibatkan akses jalan menuju Desa Batu Nagodang, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) terputus. Selain terputusnya akses jalan, jaringan listrik ke desa tersebut juga padam akibat tumbangnya satu tiang milik PLN.

Informasi yang dihimpun, Sabtu (2/4) dari salah seorang warga, B Simanullang (57) di lokasi kejadian menyebutkan, longsor tersebut terjadi, Kamis (30/3) dini hari.

“Longsornya terjadi Kamis kemarin, waktu itu hujan terus datang seharian hingga malam hari. Warga desa kami baru tahu terjadi longsor setelah ada pemberitahuan dari sejumlah anak sekolah di desa kami yang sekolah ke Onan Ganjang,” ungkap B Simanullang.

Akibat longsor tersebut, tutur Simanullang, arus transportasi warga Desa Batu Nagodang terhalang. “Akibat longsor ini, terputuslah jalan ke desa kami. Terpaksa kalau mau ke pasar untuk belanja atau menjual hasil pertanian terbengkalai,” tuturnya.

Ia berharap, agar pihak Pemkab Humbahas, dapat secepat mungkin memperbaiki longsoran tanah pada badan jalan desa tersebut. “Kami sangat berharap supaya pemerintah dapat secepatnya memperbaiki jalan ini, supaya kami dapat menjual hasil pertanian kami ke pasar,” harap Simanullang.Sementara itu, Pimpinan Ranting PT PLN Doloksanggul,  R Tambunan kepada sejumlah wartawan dilokasi kejadian mengatakan, bahwa akibat terjadinya longsor itu, arus listrik ke Desa Batu Nagodang putus akibat satu tiang listrik milik PLN tumbang.

“Satu tiang listrik kita tumbang akibat longsor ini. Sehingga arus listrik menuju desa yang berpenduduk sekitar 70 KK ini putus,” tukas R Tambunan.(hsl/smg)

Tanggul Bocor, Pemukiman Tergenang

LANGKAT- Bocornya tanggul parit cucukan di areal PTPN 2 Kecamatan Padang Tualang, membuat pemukiman warga Dusun Karang Sari Desa Tanjung Putus serta bangunan sekolah terendam. Kendati tidak ada warga yang mengungsi, namun kondisinya mengkhawatirkan, jika tidak diperbaiki.

Diperkirakan, penyebab bocornya tanggul parit, akhir pekan (Sabtu, 2/4) kemarin. Ketinggian air di wilayah tersebut sangat bervariasi, mengingat pemukiman warga dari lokasi bocornya tanggul hanya berjarak  300 meter . “Jika saja tanggul parit itu tidak segera diperbaiki , 700-an pemukiman warga di sekitar lokasi tergenang,” kata Kepala Desa Tanjung Putus, Ernianto.

Sementara itu di Kecamatan Percut Seituan dan Batang Kuis Deli Serdang beberapa rumah warga terendam. Air mencapai ketinggian 50 centi meter. Tidak ada korban jiwa dalam persitiwa bencana alam itu. Di Kecamatan Percut Seituan 500 unit rumah warga di Desa Sei Rotan dan Desa Sambirejo Timur tergenang air. Banjir disebabkan tingginya curah hujan, serta tidak mampunya drainase menampung air .(ndi/btr)