Home Blog Page 15472

Cirus Sinaga Dituding Aktor Mafia Kejaksaan

Plin-plan saat Rapat Panja Mafia Pajak di Senayan

JAKARTA-Jaksa Cirus Sinaga benar-benar pintar berkelit. Meski dicerca seputar kasus mafia pajak oleh anggota Komisi III DPR RI, tersangka pidana Gayus Tambunan kemarin (4/4), tetap mengaku tidak bersalah. Dia ngotot menyebut tidak ada tindak pidana korupsi dalam perkara penggelapan dan pencucian uang Gayus.

Karena itu, sebagai Jaksa Peneliti, Cirus tidak menyertakan pasal korupsi dalam perkara mafia pajak yang disidangkan di PN Tangerang itu. “Kasus Gayus bukan perkara korupsi atau suap atau gratifikasi. Jadi, perkara nggak bisa diserahkan ke pidsus (Bidang Tindak Pidana Khusus),” kilah Cirus kepada Panitia Kerja Mafia Hukum dan Pajak di Gedung DPR, kemarin.

Dalam perkara tersebut, Gayus diduga telah menerima aliran dana senilai Rp370 juta dari PT Megah Citra Jaya Garmindo, untuk mengurus pajak perusahaan tersebut. Berdasarkan penelitian atas perkara tersebut, yang dilakukan Cirus dan timnya, mereka berpendapat Gayus tidak bisa dijerat dengan pasal korupsi. Alasannya, aliran dana tersebut oleh Gayus tidak digunakan untuk pengurusan pajak, melainkan dipakai untuk kepentingan pribadi.
Di samping itu, perusahaan milik Mr Son tersebut tidak termasuk dalam 149 perusahaan yang pernah ditangani oleh Gayus, sesuai dengan Surat Dirjen Pajak. “Karena tidak menyangkut jabatannya, Gayus tidak bisa dikenai Pasal 11 (UU No 31 Tahun 1999 tentang gratifikasi),” katanya.

Namun, pernyataan Jaksa senior berkacamata tersebut ditentang keras oleh anngota Komisi III.
Mereka keberatan dengan alasan Cirus untuk tidak mencantumkan pasal korupsi dalam berkas perkara Gayus.  Menurut Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman, posisi Gayus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Ditjen Pajak seharusnya menjadi pertimbangan bagi Cirus dan timnya, untuk mengenakan pasal korupsi. Unsur PNS atau penyelenggara negara yang menerima hadiah terkait tugas dan kewenangannya, lanjut Benny, seharusnya terpenuhi, sehingga bisa dikenakan pasal 11 UU No 31 Tahun 1999.

“Gayus itu PNS kan, dia pegawai pajak. Kalau dia bukan pegawai pajak kenapa perusahaan tersebut (PT Megah Citra Jaya Garmindo) memercayakan pengurusan pajak kepadanya,” cecarnya. Cirus makin terpojok ketika salah satu anggota timnya, Eka Kurnia Sukma Sari yang kemarin hadir di Senayan, mengakui bahwa Cirus sebagai pihak yang mengambil keputusan penanganan kasus tersebut. Dia menyebut Cirus, sebagai Ketua Tim Jaksa Peneliti.
Padahal, pada keterangan sebelumnya, Cirus berulang kali membantah dirinya adalah ketua. Dia menegaskan semua keputusan diambil secara musyawarah karena tidak ada yang disebut pemimpin. Mendengar keterangan Cirus yang berubah-ubah tersebut, Benny pun mulai meradang. Dia bahkan menyebut Cirus sebagai aktor mafia di Kejaksaan. “Anda ini kayaknya aktor mafia di Kejaksaan dilihat dari cara menjawab itu. Pantas rusak penegakan hukum di Kejaksaan ini. Lain yang saya tanya, lain Anda jawab,” ujar Benny. (ken/iro/jpnn)

Gempa Goyang Cilacap, Seorang Pengungsi Tewas

CILACAP- Gempa yang terjadi pada Senin pagi menimbulkan korban jiwa. Seorang warga Cilacap, Jawa Tengah, meninggal dunia di salah satu pos pengungsian di Kecamatan Jeruklegi. Korban teridentifikasi bernama Trisyuni, warga Perumahan Tegal Asri, Kelurahan Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan. Pria 52 tahun itu diketahui meninggal sekira pukul 09.00 WIB saat pulang dari pengungsian Bandara Tunggul Wulung, Senin (4/4).

Jenazah dibawa ke RSUD Cilacap untuk diperiksa. Dugaan awal, korban meninggal karena syok pascagempa. Jeruklegi menjadi loksi pengungsian warga Cilacap saat gempa 7,1 Skala Richter mengguncang pada pukul 03.06 WIB. Warga panik dan menuju ke Jeruklegi karena lokasi ini lebih tinggi ketimbang daerah lain di Cilacap.

Apalagi, Badang Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan potensi tsunami. Vice Corporate Communication PT Pertamina Mochamad Harun menuturkan gempa tidak berpengaruh terhadap peralatan yang berada di kilang.(net/bbs/jpnn)

Kajatisu Bakal Diganti

MEDAN-Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), Sution Usman Adji, segara ditarik ke Kejagung. Posisinya bakal digantikan seorang pejabat di bagian penuntut Kejagung. Di Kejagung, Sution bakal menempati jabatan baru di Bagian Pendidikan dan Latihan (Diklat). Tak cuma Sution, sejumlah pejabat di Kejatisu juga diganti.
“Pak Erbindo (Aspidsus, Red) digantikan Pak Mangihut Sinaga (mantan Kajari Medan, Red). Pak Andar Perdana (Asintel, Red) dan Pak Agus Sutoto (Aspidum, Red) kabarnya juga bakal ditarik ke Kejagung,” ujar sumber internal di Kejatisu.
Namun informasi itu ditepis oleh Kasi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Edi Irsan Tarigan. Dia mengaku tidak tahu soal mutasi pejabat di lingkungan Kejatisu.

“Saya belum tahu soal pergantian itu. Saya belum dapat informasi tersebut. Nanti kalau sudah tahu akan saya kabari,” tegas Edi Irsan Tarigan.

Direktur LBH Medan, Nuriyono mengatakan, hal itu merupakan kewenangan Kejaksaan Agung (Kejagung). Namun dia berharap, pengganti Sution harus lebih berani dan tegas dalam pemberantasan korupsi. (rud)

Empat Rumah Terbakar, Dua Luka Bakar

MEDAN-Empat rumah warga di Gang Keluarga, Jalan Medan Area Selatan,ludes terbakar, Senin (4/4) malam sekira pukul 22.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun dua warga menderita luka bakar dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Keterangan yang dihimpun, malam itu terjadi pemadaman listrik dan hujan deras. Seorang warga bernama Misna kemudian menghidupkan lilin di dalam rumahnya. Entah bagaimana lilin tersenggol anggota keluarga dan langsung menyambar kertas yang berada di dalam rumah. Api kemudian membesar dan melalap 4 rumah hingga ludes. Warga menyesalkan petugas pemadam kebakaran yang datang terlambat.  “Iya, tiga jam yang lalu listrik padam karena hujan deras kami menyalakan lilin dan kami letakkan di atas meja, tanpa kami sadari membakar  beberapa lembar kertas,” ujar Adi,  pemilik rumah yang terbakar.

“Aku tak menyangka akan seperti ini sudah jatuh ditimpa tangga,” ujarnya. Saksi mata, Ujang mengungkapkan, api berasal dari rumah Adi karena rumah itu berdempetan sehingga dengan mudah menyambar ke sebelahnya. “Ya rumah itu kan dempet jadi dengan mudah terbakar, walau tidak ada korban jiwa tetapi kerugiannya cukup banyak juga,”cetus Adi. Kanit Reskrim Polsekta Medan Area, AKP Jonser Marbun mengatakan api diduga berasal dari lilin dan hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan.(mag-8/saz)

Pecinta Warung Tegal

Meski sudah jadi anggota DPR RI, Bahruddin Nashori, tetap tak bisa melepaskan kebiasaannya makan di Warung Tegal (Warteg). Dalam berbagai kesempatan, ia tak sungkan-sungkan mampir ke Warteg menikmati makanan khas Tegal dan Brebes, Jawa Tengah.

“Makan di Warteg itu sudah menjadi kebiasaan saya sejak dari dulu sejak muda sampai sekarang setelah jadi anggota dewan,” tutur Bahruddin.

Ada banyak alasan politisi asal Tegal ini terbiasa makan di Warteg. Selain harganya murah dan terjangkau, Bahruddin merasa perlu merawat konstituennya yang berdomisili di Jakarta . Bahruddin terpilih sebagai anggota Dewan dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX yang meliputi Brebes dan Tegal.

“Manfaatnya makan di Warteg banyak. Harganya murah, juga bisa ketemu warga Tegal atau Brebes. Saya selaku wakil mereka harus pandai-pandai merawat konstituen. Makan di Warteg itu sambil check and recheck konstituen supaya terus nyambung silaturrahmi,” aku Bahruddin. (net/jpnn)

Ba’asyir Dikaitkan dengan Perampokan CIMB Niaga Medan

JAKARTA – Jaksa penuntut umum (JPU) berupaya mengaitkan terdakwa terorisme Abu Bakar Ba’asyir dengan perampokan Bank CIMB Niaga, Medan. Mereka menghadirkan enam saksi yang pernah ikut latihan militer di Janto, Aceh Besar, dan terlibat perampokan bank yang menewaskan polisi dan petugas keamanan tersebut.
Enam saksi itu Warsito, Beben Choirul Banin alias Beben Choirul Rizal, Pamriyanto, Anton Sujarwo alias Supriyadi, Hamdani bin Abdurrahman dan Tafrizie. Mereka merupakan enam dari 18 pelaku perampokan Bank CIMB Niaga di Medan, tahun lalu.

Kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin (4/4), Beben mengungkapkan bahwa aksi perampokan CIMB Niaga dibenarkan menurut syariat Islam. “Bank mempraktekkan riba. Uang itu halal untuk amaliyah,” katanya.
Beben tidak tahu berapa total hasil perampokan itu dan untuk apa hasilnya. Yang jelas, dia mendapat jatah Rp10 juta dari tindak kriminal itu. Namun, Beben menegaskan bahwa perampokan tersebut bukan perintah Ba’asyir. “Terdakwa tidak tahu, mungkin juga tidak sepakat dengan tindakan kami,” katanya. Dalam sidang kemarin, Ba’asyir kembali walk out bersama para tim pengacara. Dia menuding ada upaya menghubungkan dirinya dengan perampokan berdarah tersebut. (aga/jpnn)

Gempa Goyang Cilacap, Seorang Pengungsi Tewas

CILACAP- Gempa yang terjadi pada Senin pagi menimbulkan korban jiwa. Seorang warga Cilacap, Jawa Tengah, meninggal dunia di salah satu pos pengungsian di Kecamatan Jeruklegi. Korban teridentifikasi bernama Trisyuni, warga Perumahan Tegal Asri, Kelurahan Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan. Pria 52 tahun itu diketahui meninggal sekira pukul 09.00 WIB saat pulang dari pengungsian Bandara Tunggul Wulung, Senin (4/4).

Jenazah dibawa ke RSUD Cilacap untuk diperiksa. Dugaan awal, korban meninggal karena syok pascagempa. Jeruklegi menjadi loksi pengungsian warga Cilacap saat gempa 7,1 Skala Richter mengguncang pada pukul 03.06 WIB. Warga panik dan menuju ke Jeruklegi karena lokasi ini lebih tinggi ketimbang daerah lain di Cilacap.

Apalagi, Badang Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan potensi tsunami. Vice Corporate Communication PT Pertamina Mochamad Harun menuturkan gempa tidak berpengaruh terhadap peralatan yang berada di kilang.(net/bbs/jpnn)

Dipamerkan, Malinda Lemas

JAKARTA-Dua pekan menginap di tahanan Bareskrim Polri, Inong Malinda tersangka penggelapan dana nasabah Citibank dimunculkan. Dengan diapit oleh dua penyidik, dua tangan wanita  47 tahun itu tertangkup di depan dada yang berbalut kerudung hitam.  Senyumnya tampak ditahan  ketika puluhan juru foto membidik gambarnya di depan gedung Bareskrim Polri, kemarin (4/4).

Malinda dibawa keluar rumah tahanan Bareskrim sekitar pukul 11.45 WIB usai penyidik menyampaikan perkembangan kasus bersama perwakilan Citibank dan Bank Indonesia. Rencananya, Malinda akan dibawa ke Citibank di gedung Landmark , jalan Sudirman.

Saat dikerubuti wartawan, Malinda tidak banyak berkomentar. “Saya minta dukungannya ya, minta berimbang,” kata perempuan yang kemarin memulas bibirnya dengan warna merah muda itu.

Dia tampak menggamit erat tangan penyidik wanita yang mengawalnya menuju mobil Innova milik polisi.
Apakah menyesal ? Malinda tidak menjawab. “Soal hukum ke lawyer ya,” katanya. Mobil lantas melaju keluar komplek Mabes Polri. Disusul, tiga mobil mewahnya yang dibawa penyidik ke Rumah Penitipan Barang Sitaan di Jakarta Utara.

Namun, rencana penyidik membawa Malinda ke bekas kantornya batal. Di tengah jalan, ibu tiga anak ini mengaku pusing. “Saya lemas , kita tunda saja ya,” kata sumber Jawa Pos (grup Sumut Pos) menirukan perkataan Malinda di mobil  Innova B 119 BAL.

“Ibu (Malinda) memang mengeluh sakit. Adi setelah bertemu teman-teman, mendadak pusing,” kata pengacaranya Hallapancas Simajuntak pada Jawa Pos di Bareskrim Polri.

Penyidik, kata dia, memeriksa Malinda secara intensif. “Mungkin , ibu kurang istirahat,” katanya.
Saat gelar perkara, Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Arief Soelistantyo menjelaskan, saat ini penyidik sudah memblokir 30 rekening yang digunakan Malinda melancarkan aksinya. Jadi, dengan delapan rekening sebelumnya, ada 38 rekening.  (rdl/jpnn)

Jadikan Siswa Mandiri

SMK BM Panca Budi 2 Medan

SMK Bisnis Manajemen (BM) Panca Budi 2 Medan yang memiliki 2 program keahlian yakni Akuntansi (AK) dan Administrasi Perkantoran (AP), kini sedang jor-joran memfasilitasi para siswanya untuk memasarkan hasil dari unit produksi yang dibentuk.

Seperti khusus program keahlian AK, pihak sekolah telah membentuk biro jasa pengisian SPT Tahunan. “Jadi saat ini, jika ada perusahaan yang tak memiliki banyak waktu untuk mengisi SPT Tahunan, sudah bisa memakai jasa siswa AK kami. Dan saat ini siswa kami sedang mengerjakan 120 SPT Tahunan dari beberapa perusahaan,” terang Kepala SMK BM Panca Budi 2 Medan Daruri Khairuddin SE, Senin (4/4).

Lebih lanjut Daruri menyampaikan, pihak sekolah juga membentuk unit produksi Juman Bakery. Unit produksi yang satu ini dapat dikelola oleh siswa dari kedua program keahlian yang ada di SMK BM Panca Budi 2 Medan. “Kami juga telah meresmikan Toko Juman Bakery yang berada tepat di ujung kiri gerbang masuk Panca Budi. Dengan telah adanya toko ini, diharapkan siswa semakin mandiri mengelola unit produksi tersebut dari sisi administrasi hingga keuangannya. Namun, tetap diawasi dan dibimbing oleh guru untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” katanya.
Dalam memberikan pengetahuan yang lebih mendalam dari unit-unit produksi. SMK BM Panca Budi 2 Medan juga membuka program keahlian pilihan, seperti Tata Boga dan Tata Kecantikan. “Jadi siswa masing-masing program keahlian dapat menambah kemampuan life skill melalui program keahlian pilihan ini. Seperti Juman Bakery, unit produksi yang menghasilkan roti-rotian ini dikelola oleh siswa yang memilih program keahlian pilihan Tata Boga. Kami juga berencana akan membentuk tempat untuk memasarkan hasil dari unit produksi program keahlian pilihan Tata Kecantikan. Jadi, semua siswa difasilitasi secara maksimal,” tutur Daruri.

Lebih jauh lagi, Daruri menjelaskan, fasilitas yang disediakan tersebut tak hanya terbatas pada siswa, tapi juga para alumni. “Kita juga akan memfasilitasi alumni yang ingin mengembangkan usaha di luar dengan memasarkan unit produksi yang ada di sekolah,” jelasnya seraya menambahkan, hingga saat ini terdapat sekitar 2000-an alumni yang telah dihasilkan sejak meluluskan alumni pada 2002 lalu.

Daruri juga menegaskan, program ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan dan melatih jiwa kewirausahaan civitas akademika di SMK BM Panca Budi 2 Medan. “Tak hanya itu, program ini juga dimaksudkan untuk mensejahterakan seluruh civitas akademika yang ada di sini, termasuk para alumni. Karena, siswa yang memasarkan hasil unit produksi akan mendapatkan keuntungan hingga 15 persen. Sedangkan untuk alumni kita dapat menyesuaikannya dengan kesepakatan bersama,” jelasnya.

SMK BM Panca Budi 2 Medan saat ini memiliki jumlah 387 siswa yang diasuh 20 orang guru yang telah sarjana. Dan seorang diantaranya telah S-2 dan seorang diantaranya pula sedang menjalani studi S-2. (saz)

Jadi Tersangka di Kejari, Adik Ali Umri Menghilang

BINJAI- Setelah ditetapkan sebagai tersangka di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) atas dugaan korupsi pembangunan jalan di Binjai tahun 2009 lalu, kini mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Binjai Masniarni, kembali ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi swakelola tahun 2010 dengan anggaran sebesar Rp4,5 miliar.
“Kita menetapkan Masniarni sebagai tersangka berdasarkan keterangan sejumlah saksi. Dimana, saksi-saksi yang kita periksa bermuara ke Masniarni,” ujar Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai FKJ Sembiring. Disebutkannya, Masniarni ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat (1/4) lalu.

Namun sejauh ini, kata FKJ Sembiring, keberadaan Masniarni yang juga adik kandung mantan Wali Kota Binjai Ali Umri belum diketahui, sehingga penyidik Kejari Binjai sulit melakukan penggilan terhadapnya guna menjalani pemeriksaan. “Sejauh ini, kita masih melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali. Untuk surat panggilan yang ketiga, belum dapat kita lakukan. Sebab, keberadaan Masniarni belum dapat kita ketahui,” ucapnya.

FKJ Sembiring juga mengatakan, jika keberadaan Masniarni sudah diketahui, penyidik Kejari Binjai akan memanggilnya secara paksa. “Iya, tidak tertutup kemungkinan akan kita panggil paksa dia, dan hal itu kita lakukan jika keberadaannya sudah diketahui,” kata FKJ Sembiring.

Selain itu, FKJ Sembiring juga mengungkapkan, dua orang tersangka yang sudah ditetapkan sebelum Masniarni, juga sudah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. “Kita baru saja melakukan pemeriksaan terhadap Alfan Batubara dan Zulfansyah. Keduanya ini, bekerja sebagai bendahara proyek di PU Binjai,” ungkapnya, seraya menambahkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, kedua tersangka selalu mengarah kepada Masniarni.

Sebelumnya, Masniarni yang juga adik kandung mantan Wali Kota Binjai HM Ali Umri SH Mkn dikabarkan sudah pergi ke Jambi. Hal itu diketahui dari Selamat (58), yang tak lain Kepala Dusun IV, tempat Masniarni tinggal. Selamat mengaku pernah bertanya kepada pekerja Masniarni, terkait keberadannya. “Kalau kata pekerjanya, Masniarni sudah berada di Jambi,” ujar Selamat.(dan)