Home Blog Page 15472

Tobasa Club, Surganya Para Clubbers

MEDAN – Bagi sebahagian besar warga Medan penikmat alunan musik progressive tentunya cukup mengenal Tobasa Club. Ya, Tobasa Club, merupakan sebuah nama tempat hiburan malam yang terletak di Hotel Danau Toba Indonesia, Medan. Di tempat ini beberapa Dj kenamaan Ibukota kerap unjuk kebolehan memainkan jemarinya di meja discjokey Club ini. Sebut saja DJ Donald yang merupakan Dj residence Tobasa Club yang hampir setiap malam, massanya selalu setia menunggu untuk menikmati alunan musik garapannya.

Seperti halnya event yang baru-baru ini digelar. Bekerjasama dengan PT. NTI Indonesia Tobasa Club, Clasmild menggelar suatu event dengan tema “ discoland progressive “ dengan menghadirkan FDJ Freaky yang telah memulai karirnya sejak 2004 silam di dunia DJ. Tidak kalah serunya, para DJ Residence juga mengiringi DJ rupawan ini untuk memeriahkan malam tanggal 30 April 2011 hingga menghipnotis para clubbers untuk turun dan menikmati alunan music progressive.

Branch Manager Clasmild, Tommy Suryadi didampingi  Bambang Sulianto mengatakan pihaknya tidak akan berhenti  menghentak tempat-tempat hiburan malam yang ada di Kota Medan. Seperti halnya saat menggelar “discoland progressive” Tobasa Club, dengan brandnya Clasmild – Talk Less Do More, para pencinta dunia gemerlap ( dimanjakan lewat suguhan para DJ di Tobasa Club.

“Kita tidak henti-hentinya menggelar event seperti ini untuk memanjakan para cluber yang digelar di beberapa venue di Kota Medan. Salah satunya Tobasa Club yang juga merupakan salah satu “Surganya” para cluber penikmat musik progresive. Diharapkan  ini   bisa meramaikan aksi para DJ di beberapa venue di kota Medan,” ujarnya kemarin (3/5).

Dikatakannya, Clasmild – Talk Less Do More saat ini belum sanggup untuk memenuhi semua keinginan para clubers dan venue untuk berpartisipasi di semua tempat.  Namun pihaknya akan terus berusaha  dapat senantiasa memenuhi keinginan tersebut. (*/adl)

PKS Binjai Selatan Gelar Training Orientasi Partai

BINJAI : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Binjai Selatan mengelar acara Training Orientasi Partai (TOP) pada (1/5). Acara  yang digelar di Jalan Gunung Bendahara Kelurahan Pujadadi ini dihadiri puluhan warga dari delapan kelurahan. Kegiatan dibuka langsung oleh Hendri Ketua DPC Binjai Selatan.  Dalam  sambutannya, Hendri mengatakan acara ini bertujuan untuk memperkanalkan PKS kepada warga agar melek politik sehingga tidak mudah dikibulin.” Dalam acara ini kami akan mengenalkan PKS kepada Anda sampai Anda melek politik sehingga kita semua tidak mudah dikibulin,” ujarnya yang kemudian disambut gelak tawa dan tepuk tangan oleh peserta yang hadir.

Ketika ditemui di tengah-tengah acara, Syahrizal, Tim Media PKS Binjai mengatakan, kinerja PKS Binjai Selatan patut diajungi jempol sebab kepengurusan yang baru dilantik ini sudah menunjukan prestasi yang membanggakan.
Acara ini diawali dengan tilawah Al-Quran lalu dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Hendri selaku Ketua DPC PKS Binjai Selatan. Selanjutnya di isi dengan materi pendidikan politik oleh Dodik Marwanto yang mengkomandoi bidang Kaderisasi DPD PKS Binjai. Diakhir materinya Dodik Marwanto mengatakan, kehadiran peserta  di acara TOP ini adalah bukti  bahwa peserta tidak mau lagi jadi penonton tapi akan menjelma menjadi pemain. ‘’Selamat bergabung di PKS semoga Allah meridoi pekerjaan kita,”katanya.

Sementara itu, Aji salah satu peserta yang hadir dalam acara ini mengaku setelah mengikuti rangkaian acara kini menjadi paham bahwa berpolitik itu penting. (*/dan)

Orang Dekat Jadi Tersangka

Pembunuh Satu Keluarga

BINJAI- Terungkap sudah kasus pembunuhan satu keluarga yang dialami Atu (65), menantu dan dua orang cucunya, warga Jalan Rukam, Kelurahan Bandar  Senembah, Kecamatan Binjai Barat, yang ditemukan terkapar dan membusuk di dalam rumahnya, Minggu  (1/5).

Dua orang yang menjadi tersangka adalah Deni Boenda Jaya alias Denden (20) warga Tandam, dan satu lagi pelajar  yakni, Hasian Natanael Pasaribu (17) warga Pasar V, Desa Sido Mulyo Rejo Kecamatan Hamparan Perak. Keduanya diamankan, Senin (2/5)  sekitar pukul 11.00 WIB.

Selain kedua tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa, sepeda motor Suzuki, dua unit HP, dua unit mesin pompa, ambal tempat tidur, pakaian, kain pembersih lantai, broti, kursi dan sejumlah benda lainnya yang digunakan tersangka untuk menjalankan aksinya.

Hanya saja, dari keterangan yang dihimpun wartawan koran ini, dua bilah pisau dapur dan parang untuk memotong daging tak berhasil ditemukan petugas. Sebab, sudah sempat dibuang tersangka ke sungai.

Dalam gelar perkara yang dilakukan di halaman Polres Binjai, Selasa (3/5) sekitar pukul 15.30 WIB diketahui, Deni Boenda Jaya alias Denden, tak lain adalah saudara Atu. Dimana, Denden adalah adik kandung  salah satu menantu Atu. Bahkan, Denden juga ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan ini.

Kapolres Binjai, AKBP Dra Rina Sari Ginting, yang didampingi Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Ronni Bonic SIK megatakan motif pembunuhan hanya ingin meminjam carger.

“Iya, motif pembunuhan ini meminjam carger HP dari korban, tetapi ketika pelaku (Denden-Red) masuk ke dalam rumah, ia melihat HP dan mesin pompa di dapur korban. Sehingga, timbul niat untuk mencuri barang tersebut,”ujar Dra Rina.

Namun kata Dra Rina, setelah tersangka meminjam carger HP dan pamit pulang, tetapi tersangka ini tidak pulang dan bersembunyi di belakang rumah korban, sambil menunggu lampu dan TV di dalam rumah korban mati. “Tersangka menunggu di belakang rumah mulai dari pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB. Setelah lampu dan TV milik korban mati, akhirnya tersangka mencoba masuk dari belakang rumah, dengan cara memanjat kursi guna masuk dari atap rumah korban,”jelas Dra Rina.

Selanjutnya sambung Dra Rina, begitu tersangka berhasil masuk, ternyata korban (Ain-red) belum tidur dan sedang memasak air di dapur. “Karena korban belum tidur, akhirnya aksi tersangka diketahui dan korban sempat berteriak maling. Sehingga sempat terjadi dialog sebentar, bahwa tersangka mengaku ia bukan maling tetapi Denden,”ungkap Dra Rina. Dari sinilah awalnya terjadi pembunuhan tersebut.(dan)

Insentif Bidan Dipotong Rp1 Juta Per Orang

LANGKAT- Setelah menunggu 9 bulan (Januari 2010-September 2010), insentif Pegawai Tidak Tetap (PTT) Bidan Desa (Bides) se- Kabupaten Langkat akhirnya cair. Setiap Bides menerima dana insentif berkisar Rp20 juta yang dicairkan langsung melalui kantor pos.

Meski insentif dimaksud telah dicairkan, namun muncul persoalan baru di lingkungan tenaga kesehatan Kabupaten Langkat, yaitu, adanya pemotongan dana insentif sebesar Rp1 juta, diduga dilakukan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat.

Keterangan yang diperoleh, Selasa (3/5) menyebutkan, pasca cairnya dana insentif 270 Bides se-Kabupaten Langkat, pihak Dinkes menggiring ratusan Bides ini ke rumah makan Tomboluwe, Jalan Jendral Sudirman, Stabat, untuk meyisihkan insentif yang diterima Bides Rp1 juta.

Merasa permintaan itu dari Dinkes Langkat, dengan berat hati, ratusan Bides ini menyisihkan uang Rp1 juta dari upah kerja yang baru mereka terima. “Kami dibawa ke rumah makan dan diminta untuk mengumpulkan uang masing-masing Rp1 juta oleh pihak Dinkes sebagai tanda jasa,”ujar seorang Bides yag minta namanya dirahasikan kepada wartawan.

Mengenai adanya pemotongan uang tersebut, Seksi PTT Dinkes Langkat, Selamet, ketika dikonfirmasi membantah jika dirinya terlibat dalam aksi pemotongan uang insentif tersebut.

Pasalnya, dia hanya sebagai pendata Bides untuk selanjutnya diserahkan ke Kemenkes RI di Jakarta. “Itu semua fitnah, saya tidak ada sepeserpun menikmati uang potongan insentif tersebut, karena saya hanya bekerja sebagai pendata PTT tersebut,” ungkapnya dengan wajah pucat.

Ketika ditanya tentang kabar pemotongan itu, Selemat tidak membantah kabar tersebut. Namun dirinya enggan memberi keterangan dengan alasan, tidak memiliki kewenangan menceritakan persoalan dimaksud. “Kalau soal itu, saya tidak berani komentar,  karena yang lebih tahu atasan saya DS,” buangnya.

Sementara Dimpu Sianturi ketika ditemui di ruangannya terlihat sibuk dan ketika dihampiri dia langsung pergi bersama Kadiskes Langkat Drg Herman Sadeck. Ketika dihubungi via selulernya, Dimpu mengaku, tengah berada di rumah Dinas Bupati Langkat. “Saya masih di Rumah Dinas Bupati,”ujarnya. (ndi)

Syukran dan Maskur Berdamai

Soal Pengurusan CPNS

SIBOLGA- Kuasa Hukum H Syukran J Tanjung SE, Humala Simangunsong SH MHum menyatakan kliennya telah berdamai dengan Maskur Simatupang. Perdamaian itu telah dituangkan dalam surat perdamaian bermaterai dan ditandatangani oleh kedua belah pihak serta sejumlah saksi.

“Benar klien kita sudah berdamai dengan Bapak Maskur Simatupang selaku pelapor. Pihak Maskur juga bersedia mencabut pengaduannya dan mencabut perkara tersebut. Surat perdamaian itu sudah kita serahkan ke penyidik Polres Sibolga Kota Kamis, 28 April kemarin, untuk dipelajari,” terang Humala.

Nah, lanjut Humala, dengan adanya surat perdamaian dan surat pencabutan pengaduan itu, pihaknya berharap agar penyidik Polres Sibolga Kota menyikapinya dengan arif. Sehingga permohonan penangguhan kliennya bisa dikabulkan. Bahkan menurut Humala, kliennya tersebut dapat dibebaskan berdasarkan pencabutan pengaduan.
Disinggung kondisi Syukran yang masih ditahan di Lapas Sibolga, Humala mengaku bahwa kliennya itu dalam keadaan sehat. “Kami sering diskusi dengan beliau khususnya di bidang hukum, karena beliau tidak tahu hukum,” katanya.

Terpisah, Kuasa Hukum Maskur Simatupang, Mulyadi SH mengakui sudah mengetahui soal adanya surat perdamaian tersebut. Namun pihaknya selaku kuasa hukum tidak pernah diberitahu oleh kliennya soal perdamaian tersebut. “Kita enggak tau bagaimana itu bisa berdamai sama Sykuran,” kilahnya.
Kapolresta Sibolga  AKBP Joas Feriko Panjaitan SIk melalui Kasat Reskrim AKP Agus Pristiono SH membenarkan Syukran telah menyerahkan surat perdamain tersebut ke penyidik.(mor/muh/smg)

Warga Silakan Menanam, Tapi Jangan Rusak Tebu

Lahan Eks HGU PTPN 2 Sei Semayang

 

BINJAI- Persoalan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang, tampaknya menghambat perluasan Kota Binjai. Soalnya, dewan kemungkinan besar  tidak akan mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang RT/RW Binjai sebelum persoalan eks HGU diselesaikan.

Ketua DPRD Binjai Haris Harto, di tengah ratusan masyarakat yang melakukan penanaman batang ubi, pohon pisang, jagung dan sawit di lahan eks HGU PTPN 2, di Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, Selasa (3/5) mengatakan, ia sudah melakukan peninjauan terhadap sejumlah kelompok tani yang ada di Kota Binjai. Dimana, puluhan bahkan ratusan warga yang tergabung dalam kelompok tani tersebut melakukan penanaman pohon sawit dan sebagainya.

“Saya hanya meminta kepada masyarakat, jangan bertindak anarkis. Misalnya merusak tanaman tebu. Biarkan saja pihak PTPN 2 bekerja dan masyarakat juga tetap menanami apa yang ingin ditanam. Sebab, sudah 10 tahun kita menanti, tetapi kita belum mendapatkan hak kita. Bahkan, sampai saat ini pihak PTPN 2 juga tidak dapat memperlihatkan setifikat HGU miliknya,”tegas Haris Harto yang disambut yel-yel ratusan warga.

Selain itu, Haris Harto menilai, di Kota Binjai sebenarnya sudah tidak ada lagi tanah perkebunan, dan seharusnya lahan eks HGU PTPN 2 ini sudah dikembalikan kepada pemerintah dalam hal ini Pemko Binjai. “Kalau sudah tidak ada HGU seharusnya sudah kembali kepada pemerintah, dan selanjutnya pemerintah akan mengeluarkan kebijakan. Dimana, pemerintah akan mengeluarkan lahan milik masyarakat atas dasar alas hak yang sah,”jelas Haris Harto.
Tak sampai di situ, Haris Harto juga mengatakan, selama ini PTPN 2 juga tidak diketahui, apakah membayar pajak atau tidak. “Lahan perkebunan ini boleh dikatakan tidak ada kontribusinya kepada Pemko Binjai. Bagus diberikan kepada rakyat, dan rakyat akan membayar pajak,”tegas Haris Harto.(dan)

Gagal Ruislag, SD N 101767 Terlantar

LUBUK PAKAM- Gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri 101767 Jalan Besar Tembung, Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan kurang terawat. Diduga penyebabnya karena rencana tukar guling atau ruislag terhadap gedung itu gagal dilakukan.

Kurang terawatnya gedung sekolah itu, terlihat dari kondisi cat ditembok ruang kelas kusam serta atap seng sudah mulai berkarat termakan usia. Tidak terlihat kwalitas unggul dari gedung sekolah yang didepanya terdapat kantor Camat Percut Sei Tuan itu.

Padahal Bupati Deli Serdang Amri Tambunan melalui programnya konsep ”Cerdas” yang selalu diagung-agungkanya itu di luar kenyataan. Kondisi itu diperparah dengan keberadaan ruang kamar Mandi, Cuci, Kakus (MCK) sekolah. Lokasi, MCK hanya dipisahkan pintu.

Tidak sampai di situ, MCK tersebut juga tidak menyediakan air bersih. Hanya ada sumur tua yang mengendapkan bau busuk terdapat di sana. Akibatnya, siswa yang buang air besar  di toilet itu, tidak bisa membersihkan kotorannya, bau menyengat pun tak pelak menggaggu proses belajar mengajar siswa.

Kondisi memperihatikan itu langsung direspon Anggota DPRD Deli Serdang Mikail TP Purba dan Riki Prandana Nasution, dengan mendatangi lokasi SD tersebut. Kedua anggota parlemen itu,  mendapat keluhan dari orangtua siswa yang menyatakan, dirinya keberatan kalau anaknya ditempatkan di ruang yang bersebelahan dengan MCK.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Pemkab Deli Serdang Idris, saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan SDN 101767 belum pernah memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan fisik. (btr)
Kemudian permasalahan ruislag yang direncanakan tahun 2006 sampai dengan 2009 membuat gedung sekolah itu tidak menmdapat bantuan DAK.(btr)

Siswa SD Parombunan Kabur

SIBOLGA- Sejak siang Lisnawarni Br Siregar (41) tak henti menangis. Bahkan saat Lisna disambangi di rumahnya Jalan Sudirman Aek Parombunan, Sibolga, Selasa sore (3/5), istri Kasal Purba (43) ini kian histeris. Ibu dua anak ini menangisi putri bungsunya bernama Marina Br Purba (12) yang belum juga pulang ke rumah sejak Senin sore (2/5).
“Hari Senin pagi dia masih kuberangkatkan sekolah. Terus aku pergi kerja. Siangnya pukul 14.00 WIB, dia pulang ke rumah untuk ganti baju, karena baju sekolahnya ada. Terus dia ganti baju  pakai celana pendek putih, baju kaos warna abu rokok, jam tangan sama sendal warna hijau,” terang Lisnawarni sambil menunjukkan foto putri yang disayanginya itu.

Senin sore, perempuan yang bekerja sebagai buruh bangunan itu mengaku telah menelusuri keberadaan putrinya ke sekolahnya di SD 82 Parombunan. Namun menurut guru dan teman sekolah Marina, ia masih ikut les tambahan di sekolah sampai jam 2 siang. Setelah itu siswa pulang.

“Sudah kutanyain semua, gurunya, kawan-kawannya. Tapi enggak ada yang tahu. Katanya boruku ini masih ikut les siang. Memang paginya dia bilang mau ada les pulang sekolah nanti,” aku Lisnawarni.  (mor/muh/smg)

RSUD HAMS Rawat Bayi Hydrocephalus

KISARAN- Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kisaran, merawat bayi baru lahir yang menderita hydrocephalus (pembengkakan karena cairan di kepala), Selasa (3/5). Akibat keterbatasan peralatan dan tenaga ahli, bayi malang itu rencananya segera dirujuk ke Medan.

Bayi itu merupakan putri kedua pasangan Syarifah (34) dan Usman (36)  warga Kelurahan Tegal Sari Kecamatan Kota Kisaran Barat. Lahir melalui operasi caesar, Senin malam (2/5) sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat lahir kondisinya normal dengan berat badan 4,5 kilogram, namun ukuran lingkar kepalanya mencapai 45 cm. Tidak hanya itu, mata sebelah kanan tidak tertutup rapat hingga mengalami pembengkakan
Dokter Spesialis Anak RSUD Kisaran, dr Alfian Nasution ketika dikomfirmasi menuturkan setelah diperiksa, bayi ini menderita hydrocephalus, sehingga memengaruhi tulang dahi dan tertarik ke depan.

Mengingat prasaran pendukung rumah sakit yang tidak memadai, maka rencananya bayi itu akan dikirim ke rumah sakit yang ada di Medan. (mag-2/smg)

Albiner Sudah Pensiun dari TNI

JAKARTA- Keraguan mengenai status pekerjaan Albiner Sitompul terjawab sudah. Mabes TNI memastikan, pasangan Steven PB Simanungkalit di pemilukada Tapanuli Tengah (Tapteng) itu sudah tidak aktif lagi sebagai anggota TNI, alias sudah pensiun.

Lantaran sudah pensiun, maka Albiner sudah tidak berhak lagi menyebut dirinya sebagai anggota TNI.  Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Laksda Iskandar Sitompul mengatakan, jika anggota TNI sudah pensiun, maka dia sudah menjadi warga sipil.

Iskandar berani memastikan bahwa Aliber sudah pensiun, lantaran dia sudah pernah mendaftar ke KPU Tapteng sebagai bakal calon bupati.

“Ya karena dia sudah mendaftar ke KPU, ya berarti dia sudah pensiun dari TNI,” ujar Iskandar Sitompul kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, Albiner-Steven ikut mendaftarkan diri sebagai calon di pemilukada Tapteng. Hanya saja, lantaran dinilai tidak memenuhi persyaratan, KPU Tap teng mencoretnya. Belakangan, dia menggugat ke MK. Pemilukada Tapteng sendiri dimenangkan pasangan Bonaran Situmeang-Sukran Tanjung dengan kemenangan mutlak. Hanya saja, lantaran ada gugatan, saat ini hasil pemilukada Tapteng masih harus menunggu putusan MK.

Dijelaskan Iskandar, ketentuan mengenai kewajiban anggota TNI yang mencalonkan diri di pemilukada harus pensiun itu diatur di UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Lantaran sudah pensiun, kata Iskandar, Albiner tidak boleh lagi menyebut pekerjaannya sebagai anggota TNI. Dia hanya boleh menyebut dirinya purnawiran TNI. “Karena sudah pensiun ya dia itu purnawirawan TNI AD,” kata Iskandar.

Agar informasinya tidak simpang siur, Iskandar berjanji akan mengecek benar tidaknya Albiner menyantumkan ‘anggota TNI’ di identitas pekerjaannya saat mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Aturan harus ditegakkan, semua harus patuh dan taat pada undang-undang,” tegas Iskandar. Jika ada pelanggaran, pasti akan ditindak.
Seperti diberitakan, syarat pencalonan Albiner Sitompul sebagai bupati Tapteng dipersoalkan BOSUR.  27 April 2011 pasangan BOSUR mengirim surat ke Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.(sam)
Surat yang diteken Elza Syarief itu berharap Panglima TNI memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai status Albiner Sitompul.
Dalam surat itu, Elza menjelaskan pasangan Albiner-Steven PB Simanungkalit 23 Maret 2011 mengajukan gugatan sengketa pemilukada Tapteng. Dalam permohonan gugatannya ke MK Albiner menyebutkan identitas pekerjaannya sebagai anggota TNI-AD. (sam)