Home Blog Page 15481

Tabrakan Beruntun, Satu Masuk Jurang

TEBING TINGGI- Tabrakan beruntun terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tebing Tinggi-Kisaran, tepatnya di Dusun I, Desa Paya Pasir, Kecamatan Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Sabtu (2/4) sore pukul 15.00 WIB. Namun tidak ada korban jiwa dalam tabrakan ini, meski mobil Mobil Cevrolet Captiva BM 17 ML yang dikemudikan Abdul Wahid (29), warga Pekanbaru masuk ke jurang sedalam 4 meter.

Kejadian ini bermula ketika Kukuh Anugrah (19), warga Desa Binjai, Kabupaten Serdang Bedagai, mengendarai sepeda motor BK 2480 QO datang dari Kisaran menuju Tebing Tinggi. Saat itu, dia hendak mendahului mobil Cevrolet Captiva BM 17 ML yang ada di depannya. Ternyata saat menyalip, ada mobil Panther yang terparkir di pinggir jalan. Gugup, dia pun tak mampu menghindar dan menghantam mobil tersebut dan terjatuh.

Melihat Kukuh terjatuh, Abdul Wahid yang mengemudikan Cevrolet Captiva BM 17 ML berusaha menghindar. Ternyata, dia malah menghantam mobil Carry BK 1384 VK yang dikemudikan Akmal Dalimunthe (51) bersama istrinya Poniati (27), warga Kota Tebing Tinggi, datang dari arah berlawanan. Akibatnya, mobil yang dikemudikan Abdul Wahid masuk jurang sedalam 4 meter. Sementara Poniati harus dilarikan kerumah sakit karena mengalami patah kaki.
“Terkejut saya, karena pengendara sepeda motor itu motong tiba-tiba. Melihat dia jatuh, saya langsung banting setir dan menabrak mobil Carry di depan saya. Setelah menabrak, mobil saya masuk jurang,” terang Abdul Wahid kepada wartawan koran ini.(mag-3)

Beras Berjamur Sebabkan Kanker Hati

MEDAN- Masyarakat penerima beras miskin (raskin) diminta agar berhati-hati saat menerima beras tersebut. Pasalnya, ada kemungkinan raskin tersebut mengandung jamur Aflatoksin yang jika dikonsumsi dengan intensitas tinggi akan menyebabkan kanker hati.

Nemun begitu, Bulog Drive I Sumut yakin, raskin yang didistribusikan di Sumut bagus dan tidak mengandung jamur tersebut. “Kualitas raskin di Sumut bagus. Malah warnanya putih bersih. Jadi, selama ini memang belum ada kita temukan beras yang mengandung jamur Aflatoksin tersebut,” kata Kasi Humas Bulog Drive I Sumut, Rusli Siregar kepada wartawan, Sabtu (2/4).

Menurut Rusli, memang ada kemungkinan beras raskin tersebut berjamur, namun hal tersebut membutuhkan proses yang lama. Tapi, jika ada warga menemukan raskin berjamur, pemerintah harus segera menghentikan distribusi raskin tersebut.

“Kalau pun beras raskin tersebut berjamur, itu karena tempat penyimpanannya yang lembab dan tidak baik. Tapi itu prosesnya lama, beras yang kualitasnya jelek, warnanya akan menguning lalu menjadi kehitam-hitam,” ujarnya.
Lagipula, katanya, beras impor pasti telah melalui pemeriksaan sebelum di distribusikan ke Sumut. “Beras yang di impor pasti dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu dan dikarantina. Jadi proses karantina itu yang menentukan berasnya berjamur atau nggak,” katanya.

Namun, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan. Kalau nanti memang ada ditemukan beras yang mengandung jamur Aflatoksin, akan segera ditindaklanjuti.Dirut Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) Sumut, dr Delyuzar SpPA mengatakan, jika beras berjamur dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dengan intensitas tinggi, besar kemungkinan pengkonsumsinya terkena Afatoksikosis.
“Beras yang tak lagi berwarna putih dan telah hitam atau kekuning-kuningan pasti telah berjamur aflatoksin. Jika dikonsumsi dalam waktu yang lama akan menimbulkan sirosis yang menjadi benih terjadinya kanker hati,” urainya dalam menanggapi rendahnya kualitas raskin di Sumut.

Menurutnya bukan hanya beras, kacang-kacangan juga dapat terkena jamur aflatoksin. Untuk kacang-kacangan warna akan terlihat memudar. Untuk itu penyimpanan beras harus di tempat yang kering. Selain itu, pengawasan terhadap beras juga harus dilakukan.

“Memang kualitas raskin sangat buruk. Kemungkinan karena tempat penyimpanannya yang lembab dan menyebabkan timbulnya jamur dan kutu pada beras. Untuk itu, bulog harus mengawasi beras yang beredar di pasaran. Jangan sampai beras berkualitas buruk dimakan masyarakat dan menimbulkan penyakit,” ujarnya.(mag-7)

Pakai Payung Saat tak Hujan

Ramadhan Batubara

Terus terang saya penasaran, siapa orang bijak yang mengeluarkan kalimat ‘sedia payung sebelum hujan’? Sumpah, saya salut dengan itu. Nah, jika saja saya hidup semasa dengannya, selain mengungkapkan kekaguman kepadanya, saya juga akan bertanya soal ulat bulu padanya. Lho?

Tentu, ini soal kejadian unik yang dialami warga tujuh desa di Probolinggo, Jawa Timur, akhir-akhir ini. Begitulah, ketika Medan dilanda banjir hingga merendam ribuan rumah dan menjebak ribuan kendaraan bermotor, Probolinggo lebih dulu kebanjiran ulat bulu. Sebuah fenomena yang sejatinya mengerikan. Bayangkan saja jika Anda sebagai orang yang geli atau juga anti terhadap ulat bulu, bagaimana Anda bisa bernapas di Probolinggo sana kan?

Awalnya saya tak begitu tertarik dengan kabar itu, pasalnya berita tersebut seakan tenggelam dengan kisruh PSSI. Tapi, beberapa hari yang lalu, melalui sebuah saluran televisi, saya melihat seorang lelaki berpayung di saat hari terang. Dia tersenyum sambil melirik kamera, tak lama kemudian dia masuk rumah, sambil nyengir. Ukh, ini bukan karena lelaki itu agak ‘mentel’ hingga takut dengan matahari, tapi karena dia tak mau tubuhnya dihinggapi ulat buluh yang kemungkinan besar bisa jatuh dari atas pohon. Dan benar saja, ketika kamera mengarah ke payung yang dipakai lelaki tadi, terlihat ada belasan ulat bulu di sana. Fiuh.

Tambah unik, ulat bulu itu seakan tiada henti menghujani kawasan di sana. Diasapi sudah, pohon ditebangi juga sudah, tetap saja masalah ulat bulu belum juga tuntas. Malah, bisa dikatakan warga di sana tinggal pasrah saja. Yang bisa mereka lakukan adalah, selain memakai payung ketika berpergian, menyirami sekiling rumah mereka dengan oli agar ulat buluh tak bisa masuk ke rumah. Selain itu, ya, tidak ada lagi.

Menariknya, Probolinggo kan masih Indonesia. Nah, namanya Indonesia, pasti memiliki pernyataan yang menenangkan ketika ada musibah. Contoh, ketika tabrakan, orang Indonesia akan berkata, “Untung tidak mati.” Begitu kan? Nah, soal ulat bulu, muncul pula p[ernyataan menarik dari Kepala Dinas Pertanian Probolinggo A Hasyim Ashari. Pejabat ini menyatakan kalau hujan ulat bulu juga membawa hikmah. Ya, katanya, pohon mangga yang saat ini meranggas karena diserang ulat bulu ke depannya akan lebih produktif. “Teorinya pohon yang diserang ulat jumlah produksi buahnya akan lebih banyak dibandingkan pohon mangga yang tidak terkena ulat. Lihat saja nanti,” katanya di sebuah media online, Jumat (1/4).

Ia memperkirakan masyarakat akan mengalami panen raya buah mangga antara bulan Oktober-November. Menurut dia, buah mangga adalah buah musiman yang hanya berbuah sekali dalam satu tahun.
“Kalau dihitung mundur 4 bulan akan terjadi pembungaan. Bunga-bunga yang diserang akan lebih banyak dibandingkan yang tidak. Bunganya akan lebih optimal menjadi buah,” tuturnya.

Bah! Kenapa pula berbicara seperti itu  disaat masyarakat masih sibuk menghindari gatal yang disebabkan ulat bulu itu. Tapi, terserahlah, soal sedia payung sebelum hujan memang lebih tepat ditujukan ke Medan dibanding Probolinggo. Apa yang terjadi di Jawa Timur tersebut memang sulit ditebak. Tiba-tiba saja ulat bulu hadir bak hujan di musim penghujan. Nah, di Medan, banjir yang berulang harus sudah bisa ditanggulangi. Memang, hujan adalah sesuatu yang berada di luar kendali manusia.

Namun, dengan teknologi yang ada, bukankah manusia bisa memprediksi kehadirannya. Nah, kemana peringatan dini bagi warga Medan yang beberapa hari lalu harus mengungsi. Adakah mereka tahu banjir akan hadir?

Lalu, jika memang hujan di luar kendali manusia, bukankah tata kota bisa dikendalikan? Tapi, sekali lagi, berbicara soal banjir di Medan hanya akan membuat urat kepala menjkadi ketat, ujung-ujungnya hanya sebatas wacana. Yang menjadi pikiran saya adalah, banjir yang hadir di Medan belakangan ini semakin besar. Maksudnya, jika sebelumnya banjir hanya menghajar kawasan pinggir sungai, kini mulai melebar. Bahkan, rumah dinas pejabat kota maupun provinsi sampai tak bisa mengelak. Yang saya takutkan, jika banjir akan datang lagi, dia akan semakin parah. Lalu, bagaimana dengan lima atau sepuluh tahun ke depan, bisa saja jembatan layang Amplas juga kebanjiran kan? Fiuh.
Begitulah, saya memang salut dengan pencipta kalimat ‘sedia payung sebelum hujan’. Meski tidak menyebut soal ‘ulat bulu’, dia tentunya mengharapkan manusia bisa mempersiapkan sesuatu sebagai bekal di kemudian hari.

Nah, ketika kejadian, payung yang sudah disediakan tinggal dipakai; bukan ketika kejadian payung yang telah ada dilupakan. Jadi, bukan sembarang mencari pemecahan setelah sesuatu terjadi. Ya, kalau begitu kejadiannya, kata bijak pun berubah menjadi pelipur lara kan? Menyedihkan. (*)
1 April 2011

Potensi Kandas

Medan Chiefs vs Persebaya 1927

MEDAN- Meski di atas kertas diunggulkan, Medan Chiefs bakal melakoni laga berat kontra Persebaya 1927, di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam sore ini.

Salah satu masalah datang dari segi teknis. Meddan Chiefs sedikit banyak bakal menghadapi masalah dengan hengkangnya pelatih kepala Jorg Peter. Komunikasi yang dulu sempat terjalin dahulu diprediksi sedikit terganggu. Begitupun dengan beban Amran yang didaulat menjadi pelatih kepala menggantikan Jorg. Ada tekanan pembuktian, bahwa ia juga layak menjadi pelatih kepala.

Sekretaris Medan Chiefs, Hendrik mengatakan, jika Persebaya 1927 yang akan menjadi lawan Medan Chiefs, bukanlah lawan yang mudah untuk dihadapi. Menurut Hendri Persebaya 1927 adalah tim yang paling siap dalam Pergelaran LPI selain Persema Malang.

“Persebaya merupakan tim yang paling siap saat ini. Selain itu mereka juga memiliki pemain bagus dan lebih kolektif dalam membangun serangan. Diprediksi pertandingan ini nantinya akan berjalan ketat dan harus ekstra hati-hati,” imbuhnya. Meskipun Persebaya memiliki pengalaman yang jauh lebih baik dari Medan Chiefs, Namun Hendri tetap optimis mampu meraih hasil sempurna di depan suporter setianya.

Sementara di tempat terpisah, Joseph Ronald D’Angelus pelatih fisik Medan Chiefs menyatakan  bahwa kondisi para pemainnya dipastikan dalam keadaan fit jelang lawan Persebaya 1927.“Kondisi semua pemain siap main semua. Pelatih akan mempunyai banyak pilihan saat melawan Persebaya nanti,” katanya.

Sementara pihak Persebaya mengaku sedang dilanda cedera pemain. “Andik, Wirahadi, John Takpor, sudah dipastikan tidak bisa bermain. Namun untuk Erol Iba masih melihat kondisinya besok,” ujar asisten pelatih Persebaya Surabaya Ibnu Grahan saat jumpa pers sebelum laga.  Melihat kondisi tersebut, Ibnu tidak berani memasang target muluk untuk bisa meraih hasil sempurna.

Bagi Persebaya 1927, bisa mencuri poin di kandang lawan, adalah hal realistis yang bisa dilakukan untuk menjaga trend positif menang di tiga laga kandang yang telah dilakoni sebelumnya.
“Untuk menjaga trend positif Persebaya 1927 yang belum kalah di tiga laga sebelumnya, membuat anak-anak optimis  bisa memberikan perlawanan yang sengit nantinya saat melawan Medan Chiefs,” ujarnya.  (uma)

Tanpa Pengawet dan Pewarna

Mie Krezzi di Bakmi Gila

Masyarakat Kota Medan menyukai berbagai macam makanan yang berbahan dasar mie, mulai dari bakso, mie ayam dan berbagai menu mie yang digoreng. Karena itu, tidak mengherankan bila kita menemuai berbagai macam pedagang kuliner dengan berbahan mie hadir di tiap sisi Kota Medan.

an membaca selera tersebut, Bakmie Gila yang terletak di Jalan Iskandar Muda Medan ini hadir dengan menu utama makanan yang berbahan dasar mie. Mie spesial yang ditawarkan di warung yang bercerita rasa khas ini yaitu Mie Krezzi, dimana hanya warung ini yang menjual mie yang berbentuk seperti mie ayam ini.

Mie Krezzi diproduksi sendiri oleh Bakmie Gila dan memiliki keistimewaan tanpa bahan pengawet dan tanpa zat pewarna, bahkan mie ini hanya bertahan selama 2 hari saja. Karena itu, bila disajikan warna mie ini akan terlihat agak pucat dari warna mie yang biasa kita lihat.

Selain mie, dalam sajian Mie Ayam Krezzi Kremess juga disajikan ayam tumis tanpa lemak, dimana sebelumnya ayam tersebut dikukus untuk menghilangkan kadar lemak.

Sayur sawi juga ikut disajikan untuk menambah cita rasa dan terkadang pansit kremess dan bakso juga turut disertakan. Dan dipastikan semua itu hasil produksi dari Bakmie Gila. Tiap sajian mie telah diukur sebanyak 80 gram. Bila dikonsumsi, kolesterol yang dikandung sesuai denga kebutuhan tubuh. Hal yang paling menarik dari tiap sajian yaitu sambal yang disediakan, selain bahan yang terkandung jernih, juga cabe untuk sambal dikukus selama 5 jam dengan api kecil, sehingga rasa pedas cabe lebih terasa dan murni. Dan bila dikonsumsi biji cabe tidak akan membuat sakit perut. Sementara untuk sambal dan kecap sebagai penambah cita rasa dipastikan memiliki kualitas no 1 yang ada di pasaran.

Mie Krezzi Ayam Kremess dikonsumsi dalam bentuk apapun akan tetap terasa lebih gurih, atau bisa dibilang lebih enak. Dengan harga yang cukup bervariasi mulai Rp11.819 hingga Rp23.637, maka kita menikmati mie ayam yang nikmat, sehat dan sangat gurih dan biasanya dikombinasikan dengan siomay, pangsit goreng kremess, pangsit rebus dan bakso. Untuk menarik minat pengunjung dan sebagai bentuk apresiasi pada pengunjung, pada pertengahan april mendatang, Bakmie Gila akan mengadakan promo untuk makan siang. Dimana pada promo yang diberi tema Krezzi Lunch, para pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman sesuai dengan paket yang disajikan, dan dipastikan harga yang ditawarkan akan lebih murah sekitar 10 persen dari harga normal. Promo ini dimulai dari pukul 12.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Selain mie, di warung ini juga terkenal dengan minuman Es Teller nya. Kelebihan es teller pada warung ini warna yang berbeda dari es teller dari pedagang es teller lainnya. Biasanya kita mengenal es teller berwarna pink (merah jambu), tetapi diwarung ini, warna hijau. Hal ini dikarenakan bahan dasar untuk es teller merupakan jus alpokat, tetapi di mix dengan berbagai panganan, seperti nangka, jangung, agar-agar, nata de coco, dan alpukat potong. Bagaimana rasanya? Anda akan menikmati jus alpukat segar tanpa lemak yang diberi berbagai cita rasa. Anda cukup membayar Rp10 ribu untuk mendapatkan rasa jus alpukat tanpa lemak ini.

Selain itu, berbagai jus yang unik untuk kesehatan juga tersedia di sini, seperti jus sawi yang dicampur dengan jus jeruk dan nenas, selain itu juga ada jus kedondong, bagi Anda yang juga menyukai cita rasa asam yang segar di mulut. (mag-9)

Dojo OSO Merupakan Dojo Terbesar di Indonesia

Habiskan Dana Rp 29,6 miliar, Makan Waktu 14 Bulan

Dunia karate Indonesia punya sesuatu yang dibanggakan. Bukan dari sisi prestasi, tapi adanya dojo karate terbesar di tanah air  yang juga menerapkan konsep green building di Indonesia.

MUHAMMAD AMJAD, Jakarta

KOMPLEKS Perumahan Grand Wisata Tambun, Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (25/3) terlihat cukup sibuk. Puluhan mobil dan aparat keamanan terlihat lalu lalang dan berjaga di perumahan tersebut untuk mengamankan kedatangan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ya, Presiden datang ke perumahan itu untuk meresmikan dojo terbesar di Indonesia dan juga diklaim sebagai dojo terbesar di dunia. Pada hari itu pula, museum rekor indonesia (Muri) juga memberikan sertifikat untuk menetapkan bahwa dojo OSO terbesar di Indonesia.

“Setelah melakukan survei ke seluruh dojo di Indonesia. kami akhirnya menetapkan bahwa dojo OSO ini sebagai yang terbesar di Indonesia,” kata Direktur MURI Jusuf Nadri.
Dengan ukuran panjang 70 meter, lebar 40 meter dan tinggi mencapai 25 meter, dojo milik aliran Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) itu terlihat berdiri megah di sisi barat perumahan Grand Wisata.  Meski pihak pemerintah cukup antusias menyambut berdirinya dojo tersebut,  ternyata aset itu bukanlah milik pemerintah, melainkan milik swasta.

Dojo tersebut dibangun oleh salah satu pengusaha besar di Indonesia, Oesman Sapta Odang. Itu pula yang membuat singkatan namanya, OSO, tertera pada dojo tersebut.

Bangunan tersebut berdiri di atas tanah seluas 1 hektare. Melihat ke dalam, dojo tersebut bisa jadi bukan hanya dojo terbesar melainkan juga termegah untuk saat ini.

Itu disebabkan fasilitas yang tersedia bisa dibilang yang terbaik dibandingkan tempat latihan karete lain. Apalagi dibandingkan tempat latihan tim pelatnas karate yang terkesan seadanya di salah satu bagian Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Dojo tersebut terdiri dari dua lantai. lantai fasilitas terengkap terletak di lantai satu. Selain arena pertandingan yang memakan sekitar 70 persen luas seluruh bangunan, juga terdapat ruang fitness, ruang ganti pakaian, dan ruang perlengkapan latihan. Di sisi utara dan selatan arena latihan, terdapat tribun penonton dengan fasilitas tempat duduk sekelas VIP dengan jumlah sekitar 350-an penonton.

Sedangkan, di lantai dua, terdapat ruang pemanasan dan tribun penonton. Dengan model tribun vertikal, otomatis tempat duduk terletak mengelilingi arena di empat sisi. Ini membuat para penonton bisa melihat ke arah arena pertandingan dengan leluasa. Di lantai ini, kapasitas tempat duduk mencapai 650-an dengan kualitas yang sama di lantai satu alias eksklusif pula. Sehingga, kapasitas total penonton mencapai seribu-an orang.

Selain bangunan utama, di sisi timur dojo juga terdapat dua bangunan wisma atlet.  Bangunan tiga lantai dengan ukuran 12 x 30 meter berada di sebelah utara dan bangunan dua lantai dengan ukuran yang lebih kecil, 2 x 15 meter berada di sebelah selatan. Wisma tersebut total berisi 12 kamar yang mampu menampung minimal 60 orang karena di setiap kamar terdapat lima tempat tidur.

Menurut, Bambang Adhikarto, kontraktor bangunan, dana yang  dibutuhkan untuk menyelesaiakan gedung itu tidak sedikit. Anggaran total yang harus dikeluarkan oleh Oesman Sapta mulai dari awal sampai selesai mencapai Rp 29,6 miliar dengan waktu pengerjaan total 14 bulan.

Namun, jumlah tersebut bisa semakin membengkak seandainya juga harus disertai dana pembebasan lahan.
Beruntung, tanah yang menjadi lahan OSO Sport Center tersebut diberikan secara cuma-cuma oleh Pemkot Bekasi karena memang diperuntukkan sebagai lahan untuk fasilitas umum (fasum).

Bambang menjelaskan, untuk urusan arsitektur bangunan, dojo OSO sport center mengadopsi bangunan dojo di Jepang tetapi ukurannya lebih besar. Selain itu, fasilitasnya juga lebih lengkap.
“Kalau modelnya dan konsepnya ini adalah ide Pak Oesman. Kami hanya menjalankan saja,” ujarnya. (*/diq/jpnn)

Gemar Ikan Mas Arsik

Kombes Iswyoto Agoeng LS

Kerinduan Komisaris Besar (Kombes)  Iswyoto Agoeng LS, MSi  harus bersabar selama selama dua tahun, dua Minggu untuk  menikmati masakan khas Batak yaitu ikan mas arsik

Namun, kerinduan itu sudah terobati. Mantan Kapolres Sergai ini, sengaja meluangkan waktu cutinya mengunjungi kantin yang berada di belakang Sat Lantas Polres Sergai yang dikelola Elizar Wati Hasibuan untuk menikmati makanan khas dari Tapanuli itu.

“Saya sengaja datang kemari dari Semarang untuk makan ikan mas arsik,” kata perwira yang biasa disapa Mas Agoeng itu. Dengan gaya bicara yang santai, tetapi serius, pria  yang telah mendekati kepala lima itu masih kelihatan segar dan lebih muda dari usia sebenarnya.

Ia mengaku sangat terkesan dengan masakan ikan mas arsik khas Batak yang selama bertugas di ‘tanah bertuah negeri beradat’ itu. Karena selama bertugas, setiap makan siang dia selalu menyempatkan diri makan di kantin milik boru Hasibuan itu.

“Kalau soal makan, selagi tempatnya bersih dan makanannya pas di lidah tentu tidak ada masalah,” bilang perwira yang sekarang bertugas di Akademi Kepolisan (Akpol) Semarang tersebut.

Sembari makan, ia masih mau berkomunikasi dan menanyakan tentang orang orang yang pernah bersosialisasi sewaktu ia masih bertugas di Polres Sergai. Seperti air mengalir Mas Agoeng menanyakan si anu dan si polan, mulai dari penjual jamu, tukang kusuk, dan wartawan tak luput dari pertanyannya.

Entah kebetulan atau tidak, kegemaran dan karakter beliau sama persis dengan filosofi yang terkandung dari ikan mas. Habitat ikan mas yang tinggal di air jernih dan berenang maju dalam kelompok tanpa saling bertubrukan. Filosofinya adalah mereka yang memakan ikan ini akan hidup dalam harmoni, ke hulu dan ke hilir, rukun sampai akhir hayat.

“Di kantin Akpol Semarang memang ada ikan mas arsik, tetapi terlalu asin, nggak pas di lidah,” katanya sembari mengajak foto bareng. (mag-15)

Taman Siswa Pertahankan Gelar

TEBING TINGGI-Perguruan Taman Siswa Tebing Tinggi  tampil sebagai juara turnamen sepak bola Piala Wali Kota Tebing Tinggi yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Markas Brimob Detasmen B Jalan Ahmad Yani Kota Tebing Tinggi, kemarin (2/4).

Pada babak final kemarin Taman Siswa mengalahkan SMAN 2 Tebing Tinggi lewat adu penalti. Itu terjadi karena kedua tim berbagi angka imbang 0-0 saat wasit peniup pluit panjang tanda pertandingan usai.
Pada adu tendangan penalti SMA Taman Siswa berhasil mencetak lima gol, sedangkan SMAN 2 Tebing tinggi hanya mampu mencetak empat gol.

Pj Wali Kota Tebing Tinggi Drs Eddy Syofian mengatakan bahwa turnamen kali ini bertujuan menjaring pemain potensial yang ke depan akan dibina secara berkesinambungan. Apalagi, pada beberapa puluh tahun lalu PSKTS Tebing Tinggi memiliki sejarah yang panjang di pentas sepak bola nasional.

“Kami berharap agar melalui even ini ditemukan pemain andal yang dapat mengembalikan kejayaan sepak bola Tebing Tinggi di tingkat nasional,”ucap Eddy yang didampingi Kadis Porabudpar Azhar Efendi Lubis SE.
Terpisah, Kepala Yayasan Taman Siswa Ki Darman St mengaku bangga dengan prestasi yang diraih anak asuhnya. “Tahun lalu kita memenangi turnamen ini. Nah, kali ini kita pun tampil sebagai yang terbaik. Artinya, kita berhasil mempertahankan gelar. Semoga pada pelaksanaan even berikutnya kita juga mampu melakukan hal yang sama,” harap Ki Darman.

Berkat prestasinya itu Taman Siswa berhak atas tropi Wali Kota Tebing Tinggi dan uang pembinaan sebesar Rp5 juta. Sementara itu SMAN 2 yang menempati peringkat kedua berhak atas uang pembinaan sebesar Rp4 juta.
Untuk peringkat ketiga dan keempat yang ditempati SMKN 2 dan SMKN 1, selain berhak atas tropi tetap, juga mendapatkan uang pembinaan masing-masing senilai Rp3 juta dan Rp2 juta.

Selain memberikan hadiah kepada para pemenang, turnamen kali ini juga memberikan hadiah kepada topskor yang diraih Suryo Margono asal sekolah SMK YPD Kota Tebing Tinggi dengan 12 gol dan dan pemain terbaik diraih Muhammad Irwan Dani asal sekolah Perguruaan Ir H Juanda Kota Tebing Tinggi. (mag-3)

Libur Lagi Biar Bugar

Fisik skuad PSMS nyaris seluruhnya bugar. Itu berkat latihan keras berupa ketahanan fisik yang digeber pihak pelatih tiga hari belakangan. Nah, agar fisik pemain makin bugar arsitek tim, Suharto memutuskan untuk meliburkan latihan sehari.

“Kami libur lantaran tiga hari terakhir intensitas latihan cukup tinggi. Kami menggeber latihan berat, speed endurance (ketahanan kecepatan) ,untuk memperbaiki kecepatan pemain pada pertandingan nanti,” ujar Asisten Pelatih PSMS Edy Syahputra kemarin.

Bahkan tidak hanya itu, latihan fisik juga dibarengi dengan pola permainan yang akan diperagakan menjamu PS Bengkulu.

“Jadi wajar kalau istirahat diperpanjang untuk menjaga stamina pemain. Kami tidak mau saat pertandingan fisik pemain drop” sebut Edy. (ful)

Curhat Lewat Lagu

Maureen Marissa Dumais

Di klub band Element dan ClubEighties, nama Maureen Marissa Dumais sudah tak asing lagi. Bukan menyanyi, tapi Maureen, begitu sapa, dikenal sebagai backing vocal. Sekarang,  Maureen mencoba keberuntungannya melepas single bertajuk Jemput Aku Di Sini.

Maureen bernyanyi setelah seorang temannya menyodorkan satu lagu yang katanya  cocok dengan karakter vokalnya.
“Ternyata dia merangkai lagu itu dari curhat-curhatku selama ini. Memang aku cukup dekat dengan dia,” tutur penggila Alicia Keys ini sembari menyebut nama Ayu sebagai pencipta lagu itu.

Jadi, Jemput Aku Di Sini menurut Maureen adalah pengalaman pribadinya dalam soal percintaan. “Kisahnya bercerita tentang cinta pertama, yang katanya tak pernah mati itu. Dulu waktu aku punya pacar, rasanya asyik banget. Tiap pulang dijemput, kemudian kita makan atau nonton. Hal-hal itulah yang kadang-kadang muncul dan teringat lagi,” kata cewek yang hobi nonton ini.  Karena kisah hidupnya, cewek berdarah Manado ini mengaku tak kesulitan melantunkan lagu itu.

Secara emosi, lagu itu seperti bercerita tentang dirinya sendiri. “Malah ketika take vokal, ada bagian yang saya nangis sebenarnya,” kenang anak pasangan Richard Dumais dan  Suzatte Sumanti ini kalem. (ipl/rm/jpnn)