29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 15482

Button Bantu Jepang

WOKING – Bencana gempa dan tsunami tengah melanda Jepang. Jika diijinkan, pembalap Red Bull Jenson Button mengaku ingin mengunjungi dan membantu negara sang pacar Jessica Michibata.

Button telah menyumbangkan dana cukup besar untuk korban bencana gempa dan tsunami di Jepang. Rencananya, mantan juara dunia Formula One (F1) tersebut ingin mengunjungi korban bencana itu pada bulan depan. “Saya berharap bisa berada di Jepang setelah Grand Prix, itu jika saya mendapatkan ijin,” demikian komentar Button. “Jika semua sudah tenang, maka saya akan pergi ke negara tersebut. Ini sangat personal buat saya,” imbiunya.
Ikatan Button dengan negara Jepang memang cukup besar. Bagaimana tidak, selain memiliki kekasih dari negeri Matahari Terbit itu, Button juga pernah memperkuat Honda selama enam tahun, sebelum bergabung dengan Brawn GP dan McLaren.

“Selain pacar saya (Michibata) berwarganegara Jepang, saya juga pernah bekerja dengan salah satu perusahaan Jepang, Honda dan saya juga memiliki banyak teman dari negeri sakura itu,” lanjut pembalap McLaren.

“Masalahnya adalah, saya rasa orang Jepang tidak mau meminta bantuan secara langsung. Namun, kami seharusnya tidak perlu menunggu bila ingin membantu mereka,” tambah pembalap asal Inggris itu dikutip Daily Mail, Senin (28/3).
Beruntung principal Martin Whitmarsh dikabarkan mengijinkan Button untuk mengunjungi negara Mitchibata itu. (net/jpnn) yang sedang berada di Tokyo, ketika bencana tersebut berlangsung. Lebih dari 10 ribu orang meninggal akibat bencana itu. “Kami sedang berusaha mengumpulkan berbagai sumbangan macam makanan, air, selimut dll. Saya rasa, Jepang membutuhkan sekira 15 tahun untuk bangkit dari bencana ini,” tuntasnya. (net/jpnn)

Marshanda Marshanda Menikah Sabtu Ini

Dalam hitungan hari ke depan Marshanda dan Ben Kasyafani menjadi suami istri. Setelah bertunangan pada Agustus tahun lalu, perempuan yang dikenal lewat aktingnya sebagai Lala di sinetron Bidadari itu menikah pada Sabtu mendatang, 2 April.

Bintang sinetron dan penyanyi yang kini berusia 21 tahun tersebut menyatakan telah siap lahir batin untuk menikahn
Kemarin (28/3) Marshanda yang punya panggilan Caca itu melakukan fitting busana pengantin bersama Ben di Butik Riny Suwardy, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Itu fitting terakhirnya, mengingat hari-H tinggal beberapa hari. Selama ini persiapan pernikahan mereka tidak terendus media. “Ribetnya justru kemarin-kemarin. Sekarang ini, karena memang mendekati tanggalnya, malah lebih santai,” ucap Caca.

Akad nikah keduanya akan dilaksanakan di Hotel Sofyan, hotel milik keluarga Caca. Esok malamnya (3/4) resepsi digelar di Bidakara Asembly Hall. Pesta resepsi menggunakan konsep pelaminan perpaduan Minang dan Maroko. Mulai baju hingga dekorasi berwarna merah, emas, dan burgundi. Jika biasanya ada acara adat, Caca bilang, di pernikahannya tidak ada.

Sesuai dengan darah Minang yang mengalir di tubuh Caca, sebetulnya ada acara adat malam Bainai. Tetapi, karena kesibukan dan keterbatasan waktu, akhirnya acara tersebut tidak dilakukan. “Menyesuaikan waktu yang kami punya. Soalnya sama-sama sibuk. Sama-sama ada pekerjaan yang dijalani sekarang,” jelas Ben, 27, mantan VJ MTV yang tiga tahun berpacaran dengan Caca.

Sekarang Ben memandu acara yang tiap minggu dibawakan secara live. Sementara itu, calon istrinya terlibat sinetron stripping yang tayang beberapa saat lagi. Keduanya bersyukur, banyak pihak yang membantu sehingga di sela kesibukan masih bisa menyiapkan pernikahan dengan lancar.

“Alhamdulillah, waktunya bisa diatur. Saya minta izin untuk tidak syuting selama seminggu,” ucap perempuan yang mendapatkan penghargaan The Most Brilliant Person pada Asian Award 2004.

Konsekuensi dari padatnya jadwal, mereka harus rela menunda bulan madu. Walaupun begitu, Caca maupun Ben tidak kecewa. Bahkan, kata Caca, mendekati hari-H dirinya justru makin bahagia.

“Saya terkadang masih merasa, wah menikah muda nih. Tapi, ini yang terbaik buat saya dan memang tidak ada yang berubah juga. Saya sangat yakin dengan Ben. Malah, beban seakan terlepas. Kami segera resmi menjadi suami istri. Kalau orang bilang, menikah itu kan membuka pintu rezeki. Semoga begitu ya. Amin,” tuturnya.
Setelah menikah Caca tetap akan menjalani karir di dunia hiburan. Hanya soal momongan dia dan Ben berusaha menunda terlebih dulu. Sebab Caca menganggap masih ada satu tanggung jawab yang harus dia selesaikan yakni pendidikan.
“Setelah menikah karir tetap jalan dan kuliahpun juga, semua nggak ada perubahan apa-apa. Untuk momongan jujur, bukanya kita menolak rezeki, tetapi saya ingin lulus kuliah dulu,” paparnya. (jan/c13/ayi/jpnn)

Menu Favorit Daging Domba, Berbagi Tempat dengan PKL

Barbeque di Semak-semak, Cara Warga Jordania Nikmati Hari Libur

Ber-barbeque ria di sela pepohonan di pinggir jalan raya adalah kegiatan populer untuk menikmati hari libur bagi warga Jordania. Cara praktis menyiasati minimnya wilayah “hijau” di negeri gurun pasir tersebut. Berikut laporan wartawan JPNN Tatang Mahardika yang baru berkunjung ke sana.

BAU sedap ayam bakar menyeruak dari bawah salah satu pohon di kawasan Suwayma yang mengarah ke Laut Mati itu. Suleyman Al Thayb, seorang bapak empat anak berusia 30-an, dengan peluh bercucuran mengipasi tempat pemanggangan. Si anak tertua yang masih berusia belasan, Hassan, mencoba membantu, tapi malah lebih sering dimarahi.

“Bukan begitu cara memanggang ayam,” kata Suleyman sembari memberikan contoh kepada si anak. Hari itu, Jumat siang selepas salat Jumat, keluarga Suleyman tak sendiri berada di “lokasi piknik” tersebut.
Hanya berjarak sekitar 15 meter, ada keluarga Halib bin Waleed. Aktivitas mereka sama, namun menu utama yang dimasak berbeda.

Keluarga Halib tengah memanggang daging. Saat menunggu sajian utama masak, anggota keluarga yang lain membeber tikar, menyiapkan peralatan makan dan bumbu-bumbu serta memunguti beberapa sampah plastik.
Rata-rata tiap 15-20 meter di kawasan yang sama, pemandangan serupa bisa ditemui. Padahal, mungkin, bagi orang Indonesia kebanyakan, “lokasi piknik” tersebut sangat jauh dari ideal. Sama sekali bukan tempat dengan pemandangan hijau nan rindang berhawa segar. Melainkan “semak-semak” di pinggir jalan yang ramai karena mengarah ke tempat wisata terkenal, Laut Mati.

Lebih pantas disebut semak-semak karena pepohonan yang tumbuh hanyalah pepohonan khas kawasan gurun yang berdaun kecil dan berakar kuat. Semacam pohon keres di Indonesia. Warga setempat menyebutnya “saro”.
Yang pasti amat jauh dari kesan rindang. Belum lagi ditambah polusi dan sengatan matahari. Suwayma yang dekat laut bertemperatur lebih panas daripada Amman yang berada di perbukitan.

Tapi, semua itu tak menghalangi keluarga-keluarga seperti Suleyman dan Halib. Bagi mereka, seperti juga kebanyakan warga Jordania, ada pohon, apa pun jenisnya, sudah termasuk anugerah dan bisa menjadi tempat piknik yang menyenangkan.

Maklum saja, di antara seluruh wilayah Jordania yang tak terlalu luas itu, kawasan “hijau” hanya bisa ditemukan di bagian barat daya. Di sana ada titik tertinggi di negara tersebut, yakni Jabal Umm al-Dami setinggi 1.854 meter dengan puncak bersalju. Ada pun titik terendah “sekaligus titik terendah di dunia” berada di Laut Mati. Selebihnya adalah gurun dan lembah.

Dengan konfigurasi geografi seperti itu, warga Jordania jadi tak punya banyak pilihan untuk meluangkan waktu senggang bersama keluarga. Barbeque di pinggir jalan raya merupakan cara paling praktis dan murah.
Kebanyakan yang berpiknik di pinggir jalan raya ke arah Laut Mati itu adalah warga Amman yang memang hanya terpisah tak sampai sejam perjalanan. Bercampur panas dan debu, mereka bisa betah berjam-jam di sana. Mulai selepas salat Jumat hingga menjelang magrib.

Jumat dan Sabtu yang merupakan hari-hari libur di Jordania menjadi waktu favorit bagi para pemburu piknik. Yang datang terlambat bisa sulit mencari tempat untuk membeber tikar. “Saya sibuk bekerja mulai Minggu sampai Kamis. Piknik pada hari libur seperti ini memberi saya kesempatan berbincang dan bermain dengan anak-anak. Anak-anak juga senang karena punya tempat bermain agak luas,” ungkap Suleyman yang bekerja di sebuah perusahaan komunikasi itu.

Mayoritas pola perumahan di Jordania, seperti juga di negara-negara Arab dan Timur Tengah, memang vertikal. Otomatis mereka tak punya lahan bermain yang memadai untuk anak-anak. Sekadar mencari tempat bermain bola saja juga tak gampang karena jarangnya tanah landai yang cukup luas.

Mengenai menu, meski lokasi piknik dekat laut, ayam dan daging domba merupakan pilihan utama. Bukan karena tak ada ikan yang bisa hidup di Laut Mati yang kadar garamnya sangat tinggi itu, tapi lebih karena kebiasaan. Di Jordania, suplai ikan didapatkan dari Aqaba, satu-satunya pelabuhan yang mereka miliki. Itu pun harus berbagi dengan Israel serta Mesir.

“Harga ikan sebenarnya lebih murah. Daging (domba) paling mahal. Tapi, karena masakan kami selama ini banyak memakai daging, itu pula yang lebih sering kami panggang saat piknik,” jelas Samir Hamdoun, seorang pemilik bengkel yang ditemui di check point dekat pintu masuk Laut Mati.

Biasanya bukan hanya anggota keluarga inti yang ikut berpiknik. Ikut pula kakek dan nenek serta bibi dan paman. Juga, para pembantu keluarga yang kebanyakan berasal dari Filipina, Sri Lanka, atau Indonesia. Jadilah sekeluarga bisa butuh lebih dari satu mobil karena rata-rata keluarga di negara monarki konstitusional yang dipimpin Raja Abdullah II tersebut memiliki lebih dari dua anak.

Menurut Salim Mahmoud, seorang pemandu wisata, saat musim panas, jumlah keluarga yang ber-barbeque ria di semak-semak pinggir jalan lebih banyak. Istilahnya, mencari angin. Sebab, saat musim panas, temperatur bisa lebih dari 30 derajat Celsius.

Ada pun saat ini Jordania bisa dibilang masih bermusim dingin (ada pula yang menyebutnya musim semi). Biasanya berlangsung mulai November hingga Maret. Cuaca berkisar 10 derajat Celsius. Dulu biasanya ada salju saat musim dingin, tapi sudah sekitar lima tahun tak turun lagi.

Di lokasi piknik di Suwayma itu, para keluarga juga harus “bersaing” dengan para pedagang sayur dan buah-buahan. Suwayma memang dikenal sebagai sentra produsen sayur dan buah di Jordania.

Para pedagang itu biasanya juga mencari tempat di dekat pepohonan. Mereka menjual wortel, kentang, serta pisang di bak mobil atau di meja yang dibawa dari rumah. Tanpa harus membuat warung darurat seperti pedagang kaki lima di Indonesia.

Tapi, seperti halnya debu, panas, dan ketidakrindangan, “ko-eksistensi” dengan para pedagang itu juga tak dianggap mengganggu kenyamanan bagi para keluarga yang berpiknik. “Kami justru senang karena saat pulang bisa membeli sayur atau buah segar untuk buah tangan,” kata Halib. (*)

Garuda Rute Jakarta-Medan Diteror Bom

Jakarta-Teror bom mulai merambah dunia penerbangan. Seperti yang terjadi Senin (28/3) sore, penerbangan Garuda GA 190 tujuan Jakarta-Medan terpaksa ditunda 3 jam. Padahal, burung besi itu sudah siap-siap tinggal landas. Hal itu dikarenakan ulah salah seorang penumpang yang mengaku membawa bom dalam tasnya.

Vice President Corporate Communications Garuda Pujobroto menceritakan, penerbangan GA 190 yang semula dijadwalkan take off pukul 14.25 WIB. “Pesawat baru terbang sekitar pukul 17.30 WIB,” kata Pujobroto.

Peristiwa bermula ketika pesawat sudah siap untuk terbang. Sesuai standar keselamatan penerbangan sipil, tas besar harusnya disimpan di kabin bagasi. Seorang pramugari kemudian meminta penumpang yang tidak disebutkan namanya itu untuk memasukkan tasnya ke kabin bagasi. “Tapi dia  (penumpang) menolak tasnya untuk dimasukkan ke kabin bagasi,” katanya.

Berulang kali pramugari mengimbau agar penumpang tersebut menyimpan tasnya di kabin bagasi, namun tetap ditolak. Secara mengejutkan, tiba-tiba penumpang itu berbicara alasannya menolak imbauan pramugari tersebut.
“Ini bom,” kata pria itu sambil memegang tasnya seperti dituturkan Pujobroto.

Mendengar pengakuan penumpang, pramugari pun terkejut. Khawatir tas tersebut benar-benar berisi bom, ia melaporkannya ke supervisor dan pilot. Pesawat yang sudah sedia terbang, kemudian dibawa kembali menuju gate. Seluruh penumpang kemudian diimbau keluar dari pesawat. Pihak Garuda kemudian melapor ke kepolisian dan pihak bandara.

Saat hendak diperiksa, pria yang membuat kekacauan itu ternyata bersama 5 penumpang lainnya. Namun, saat diperiksa petugas, ternyata tas yang diklaim berisi bom itu, berisi uang senilai puluhan juta. “Entah dia iseng atau apa, saya nggak ngerti,” ujarnya. Setelah proses pemeriksaan selesai, seluruh penumpang kecuali 6 pria itu, diberangkatkan sekitar pukul 17.30 WIB. (net/bbs)

30 Pelatih Ikuti Coaching Clinic

MEDAN-Meski baru akan digelar 3 April mendatang, Coaching Clinic gawean Forum Komunikasi Pelatih Sepakbola Sumatera Utara (FKPSBSU), sudah mulai mendatangkan cukup banyak peserta.

Sejauh ini 30 pelatih sudah mendaftar untuk ikut pelatihan yang akan digelar di Lapangan Sepakbola SSB Rajawali Pasar IV Mabar Hilir. Hal itu disampaikan Koordinator Pelaksana, Marzuki Harahap didampingi Sekretaris FKPSBSU, Helmi Yusup Minggu (27/3) kemarin.

“Acara Coaching Clinic yang akan kita gelar 3 April mendatang adalah hasil musyawarah semua anggota FKPSBSU dan telah  disetujui Ketua (Legirin-red). Hingga kini, telah ada 30 pelatih, baik yang merupakan anggota FKPSBSU maupun yang bukan anggota, telah menyatakan keikutsertaannya,” terang Marzuki.

“Coaching Clinic ini kami buka untuk umum. Dan bagi pelatih yang ingin berpartisipasi, masih bisa menghubungi saudara Nasib (pelatih SSB Rajawali-Red) di nomor 081370887299. Acara nya akan digelar di Lapangan Sepakbola SSB Rajawali serta mendatangkan Zulkhairi Lubis sebagai instruktur,” sambung Marzuki.
Turut disampaikan Marzuki,  pelaksanaan event ini telah dikoordinasikan dengan Pengprov PSSI Sumut.
“Kita telah berkoordinasi dengan Pengprov PSSI Sumut. Acara ini nantinya direncanakan dibuka oleh Plt Ketua Pengprov PSSI Sumut, H Idrus Djunaidi,” tandas Marzuki. (ful)

Dukung Pro Titan, Demi Kans PSMS

MEDAN-Demi mewujudkan bentuk dukungan terhadap Pro Titan di Stadion Teladan Medan, agar bisa memenangi tiga laga kandang yang akan dilakoninya, manajemen Pro Titan akan memberikan tiket kepada Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK)

Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK), Nata kemarin menemui manajemen Pro Titan yang berada di kawasan Asam Kumbang Medan. Nata mengakui kedatangannya ke markas tim Kuda Pegasus selain untuk membahas perihal bentuk dukungan, juga meminta kesediaan manajemen memberikan kompensasi harga tiket.

Mengingat kemenangan Pro Titan akan lebih mudah didapat jika langsung didukung oleh suporter yang hadir di stadion.  “Kita kan maunya Pro Titan bisa memenangi tiga laga kandangnya. Selain menghindarkan mereka dari degradasi, PSMS juga akan terbantu naik ke klasemen atas jika kedua tim Medan tersebut sama-sama meraih kemenangan,” sebut Nata. Sementara itu Wahyu Wahab selaku managemen Pro Titan saat dikonfirmasi mengenai kompensasi harga tiket,  tidak menampik hal tersebut. “Mungkin saja kami (Pro Titan) akan berikan tiket terusan untuk tiga game yang akan berlangsung,” ujarnya.(uma)

TKW Terhukum Mati Minta Tolong ke Raja Arab

ARAB SAUDI- Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKS) asal Indonesia yang divonis mati di Arab Saudi meminta pertolongan Raja Arab Saudi, Abdullah untuk menyelamatkannya dari eksekusi. Wanita itu membunuh lantaran ingin membela diri.  Demikian dilansir dari laman Arab News, Minggu  (27/3), TKW bernama Tawir (27) divonis hukuman mati empat tahun lalu, karena terbukti telah membunuh saudara lelaki majikannya.

Untuk membebaskannya dari hukuman mati, pihak keluarga korban mengharuskan ibu satu anak ini untuk membayar diyat (uang darah) 2 juta riyal atau sekitar Rp4,6 miliar. Jika tidak dibayarkan dalam waktu enam bulan, eksekusi tetap dilakukan.

Pengacara Tawir yang disediakan Kedutaan Besar Indonesia di Riyadh, Naseer Dandani, mengatakan Tawir mengharapkan belas kasihan dan kebaikan Raja Abdullah menyelamatkannya.  “Permintaan campur tangan raja meloloskannya dari hukuman mati belum dijawab  pemerintah Arab Saudi,” sebut Naseer. (bbs/jpnn)

Mubarak Jadi Tahanan Rumah

KAIRO- Mantan Presiden Mesir, Husni Mubarak dan keluarganya ditetapkan sebagai tahanan rumah, demikian ditulis dalam laman internet Dewan Tinggi Angkatan Bersenjata Mesir.

Pernyataan itu membantah isu bahwa mantan penguasa itu pergi ke Arab Saudi. “Tidak benar mengenai laporan bahwa mantan Presiden Hosni Mubarak meninggalkan Mesir dan pergi ke Tabuk, Arab Saudi, dia menjadi tahanan rumah bersama keluarganya di Mesir,” demikian ditulis penguasa militer negara itu dalam pernyataan di laman jejaring sosial, Facebook, Senin (28/3).

Dewan tersebut memerintah Mesir sejak Mubarak mundur  pada 11 Februari setelah 18 hari demonstrasi jalanan besar-besaran melawan rezim diktator selama 30 tahun.    Pada 3 Maret, jaksa agung Mesir membantah laporan media Mubarak berada di Arab Saudi dan berkeras ia dan keluarganya berada di tempat peristirahatan Sharm el-Sheikh di Laut Merah. Media memberitakan Mubarak telah pergi ke Tabuk menjalani pengobatan. Harian milik pemerintah, Al-Akhbar, menyebutkan bahwa Mubarak (82) menjalani pengobatan penyakit kanker. (bbs/jpnn)

Balapan di Amerika, Dua WNI ditangkap Polisi

SANTA CLARA – Dua warga negara Indonesia, Chandra Deddy Purnama dan Vincent Christopher Mergonoto ditahan Kepolisian Santa Clara, Amerika Serikat (AS). Keduanya ditahan lantara terlibat kebut-kebutan yang mengakibatkan seorang wanita AS tertabrak dan kritis.

Demikian dilaporkan Mercury News, Jumat (25/3). Keduanya, remaja berusia 25 tahun dan 19 tahun itu ngebut di Jalan Kiely Boulevard, Kamis (24/3) malam. Keduanya mengaku tengah mencari restoran cepat saji.  Menurut keterangan polisi, Chandra mengendarai mobil Corvette warna kuning beradu balap dengan Vincent yang mengendarai mobil Mercedes. Kecepatan mobil dua mahasiswa ini mencapai 112 Km/jam jauh dari batas maksimal kecepatan 60 Km/jam. Mobil Vincent menabrak mobil Honda yang dikendarai seorang wanita AS berusia 23 tahun. Kini, wanita itu masih terbaring di Rumah Sakit .  Vincent tercatat sebagai mahasiswa De Anza College ini terancam denda sebesar dollar US 500 ribu atau sekitar Rp4 miliar. (bbs/jpnn)

Partikel Nuklir Jepang Sampai ke AS

WASHINGTON- Jarak antara Amerika Serikat (AS) dengan Jepang relatif jauh, sekitar ribuan kilometer. Namun, dampak krisis nuklir yang disebabkan bocornya reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima, akhirnya sampai AS, melalui hujan.

Temuan itu diketahui setelah partikel radioaktif ditemukan dalam sampel air hujan yang turun di Massachusetts selama seminggu belakangan di 100 lokasi di wilayah itu. Menurut hasil pengawasan U S Environmental Protection Agencys Radiation Network, yang diumumkan, Minggu (27/3).

Unsur nuklir, radioiodine-131 yang terdeteksi di negara bagian Massachusetts ditemukan di wilayah lain di AS, sepeti California, Washington, Colorado, Hawaii, dan Pennsylvania. Sementara, tak ditemukan unsur radioaktif di sample udara di lokasi yang sama di Massachusetts.  Meski demikian, pejabat setempat mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir.

“Air minum di Massachusetts tidak terpengaruh dengan radiasi level rendah dalam jangka pendek ini,” kata Komisioner Kesehatan Masyarakat Massachusetts, John Auerbach seperti dimuat MSNBC, Senin (28/3). “Kami tetap melakukan monitoring secara berhati-hati, kami juga sedang mempelajari penyebabnya,” tambahnya.

Menteri Urusan Energi dan Lingkungan, Richard K. Sullivan Jr telah memerintahkan Departemen Perlindungan Lingkungan Hidup, untuk mengumpulkan sampel tambahan untuk melakukan pengujian lebih lanjut di Massachusetts. Hasilnya akan segera diumumkan dalam beberapa hari.  Menurut kantor berita Associated Press – dengan mengutip keterangan dari pengelola PLTN, Tokyo Electric Power Co- air dengan kandungan radiasi tinggi ditemukan di bangunan reaktor Unit 1. Fukushima terletak lebih dari 200 km sebelah utara Tokyo. Genangan air juga ditemukan di bangunan Unit 2 dan 4. Pengelola menduga bahwa air itu juga mengandung radioaktif tingkat tinggi. (bbs/jpnn)