Home Blog Page 15525

Puasa Sebulan Tanpa Lebaran

BULAN puasa datang terlalu cepat di PLN. Mulai kemarin, 1 Mei 2011, orang-orang PLN sudah bertekad puasa sebulan penuh: puasa SPPD (surat perintah perjalanan dinas). Selama Mei ini tidak akan ada biaya perjalanan dinas. Orang-orang PLN ingin membuktikan bahwa upaya efisiensi juga harus menyentuh hingga hal-hal yang kecil. Orang-orang PLN juga bertekad bahwa SPPD tidak boleh lagi menjadi bagian dari sumber mata pencaharian tambahan. SPPD bukanlah perjalanan gratis untuk tujuan yang kurang penting. SPPD bukanlah sumber pemborosan perusahaan.

Tekad berpuasa itu sudah bulat. Itu diterapkan untuk membentuk suasana baru dan tekad baru. Maklum, SPPD sudah begitu besarnya di PLN. Sebulan rata-rata terdapat 28.000 orang PLN yang melakukan perjalanan dinas. Lengkap dengan tiket, hotel, dan uang saku.

Tentu banyak juga yang tidak setuju diberlakukannya “puasa SPPD”. Ada yang menggunakan alasan ilmiah, ada juga yang sekadar emosional. Bahkan, ada yang mengatakan ini bahaya: puasa SPPD ini akan membuat korupsi berkembang karena pada Mei tidak ada pengawasan. Pokoknya bermacam-macam alasan yang dikemukakan. Intinya, ada yang keberatan Mei ditetapkan sebagai bulan tanpa SPPD. Untunglah, mayoritas menyatakan bangga bahwa PLN berani mencoba berbuat radikal dalam memperbaiki dirinya.

Banyak hikmah yang akan didapat dari “puasa SPPD” sebulan penuh ini. Penggunaan teknologi telewicara akan meningkat. Selama ini PLN sudah menyewa mahal teknologi telewicara, tapi jarang sekali dimanfaatkan. Banyak juga persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan e-mail. Tapi, cara modern dan murah itu masih belum sepenuhnya menjadi budaya.

Orang-orang PLN juga menyadari, di perusahaan ini sudah terlalu banyak rapat. Undangan rapat terbesar dilakukan PLN pusat. Bukan hanya banyak, tapi juga kurang hemat. Bahkan, sering tidak masuk akal. Rapatnya dua jam, tapi SPPD-nya bisa dua hari. Itu terjadi karena saat menentukan jam rapat tidak mempertimbangkan efisiensi SPPD. Misalnya, mengundang rapat pada jam 09.00. Peserta yang berasal dari luar Jakarta, mau tidak mau, harus sudah datang sehari sebelumnya. Ada juga persoalan “siapa” mengundang “siapa”. Terlalu banyak pejabat yang mengundang pejabat lainnya.

Memang agak gila juga penetapan “puasa SPPD” ini. Misalnya, bagaimana kalau terjadi bencana, katakanlah ada tower yang roboh? Masak, sih, tidak ada SPPD? Khusus untuk yang satu itu direksi berdebat panjang. Semula ada keinginan agar “untuk hal-hal yang emergency akan ada pengecualian”. Tapi, pendapat itu lemah karena di negeri ini terlalu gampang menetapkan yang kurang emergency menjadi sangat emergency. Lalu, ada pikiran bahwa “untuk hal-hal yang luar biasa boleh minta dispensasi”.

Itu pun diangap lemah karena akan menimbulkan administrasi birokrasi yang ruwet. Maka, akhirnya ditetapkan: tidak ada pengecualian, tidak ada dispensasi, tidak ada toleransi. Semua itu dianggap godaan yang harus dilawan. Sekali pemimpin tidak tahan akan godaan, maka godaan-godaan berikutnya akan menyusul. Bahkan, kemudian, terhadap godaan yang kecil pun tidak akan tahan.

“Tahan godaan” itulah yang menjiwai sikap “puasa SPPD” secara konsisten. Tentu ada korbannya. Salah satu korban itu adalah saya sendiri. Beberapa bulan lalu, jauh sebelum keputusan “puasa SPPD” ini ditetapkan, saya sudah menyetujui diadakannya konferensi internasional meteran listrik di Bali pada Mei. Acara itu adalah acara tahunan dan tuan rumahnya berganti-ganti. Tahun ini Indonesia yang menjadi tuan rumah.

Tentu harus ada orang PLN yang pergi ke Bali. Termasuk harus ada orang PLN yang menjadi panitianya. Itulah godaan setan paling nyata yang langsung menimpa saya. Adalah salah saya sendiri mengapa menyetujui acara itu. Adalah salah saya sendiri mengapa saya tidak minta jauh-jauh hari agar acara itu digeser sebulan. Adalah salah saya sendiri mengapa tidak memindah acara itu di Jakarta.

Tapi, nasi sudah menjadi sushi. Acara itu sudah terlalu dekat sehingga tidak mungkin diapa-apakan. Maka, dalam rapat direksi di Pangandaran akhir April lalu saya menyatakan bahwa saya harus bertanggung jawab atas kelemahan saya itu. Semua biaya orang PLN yang berangkat ke acara itu akan saya tanggung secara pribadi.

Ternyata masih ada kejadian lain yang juga membawa korban. Direktur Operasi Indonesia Timur Vickner Sinaga mengemukakan bahwa pertengahan Mei ini ada proyek yang akan jadi yang harus disertifikasi. Itu juga buah simalakama. Tidak disertifikasi berarti pemanfaatkan proyek tertunda. Disertifikasi berarti harus mengundang orang jasa sertifikasi ke lokasi yang berarti harus ada SPPD.

Mau tidak mau, simalakama membawa korban juga. Orang Minang memang bisa menyelesaikan problem buah yang satu itu dengan cerdas. Kalau dimakan mati ibu dan tidak dimakan mati ayah, orang Minang memilih untuk menjual saja buah itu: tidak ada yang perlu mati, bahkan bisa mendapatkan uang. Namun, dalam kasus sertifikasi ini harus ada yang mati. Pak Vickner harus menanggung secara pribadi biaya mendatangkan orang jasa sertifikasi itu ke lokasi. Kebetulan Pak Vickner punya restoran masakan Batak yang sangat maju di Balikpapan. Anggap saja ini zakatnya!

Adilkah Vickner harus menanggung ‘dosa’ itu? Menurut saya, adil. Sebab, proyek itu mestinya sudah selesai bulan-bulan sebelumnya. Kalau saja proyek itu tidak terlambat, tentu penyertifikasiannya bisa dilakukan pada April.

Hikmah lain yang ingin didapatkan dari “puasa SPPD” adalah seberapa sudah majunya proses perubahan manajemen di PLN. Manajemen yang baik tentu yang bisa mengatasi persoalan ketika persoalan itu muncul. Seberapa pun besarnya persoalan itu. Manajemen yang baik adalah yang juga baik sejak dari perencanaannya. Bulan tanpa SPPD ini diputuskan tiga bulan sebelumnya. Kalau saja sejak saat itu semua jenjang manajemen melakukan proses manajemen yang baik tentu antisipasinya sudah dilakukan dengan baik.

Maka, dengan datangnya bulan puasa SPPD ini, saya mengucapkan selamat berpuasa kepada seluruh jajaran PLN dan anak perusahannya. Inilah puasa yang benar-benar puasa karena setelah sebulan penuh berpuasa nanti tidak akan datang yang namanya hari raya! Mohon maaf lahir batin! (*)

Kader MPI Ciptakan Rasa Aman

Putri Pariwisata Meriahkan Pelantikan DPK Taput

Putri Parwisata Kabupaten Tapanuli Utara 2010, Lusi Ayu Gultom turut memeriahkan pelantikan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Tapanuli Utara di Gedung Sopo Partungkoan, Jalan Sisingamangaraja Tarutung, Sabtu (30/4). Dalam acara itu, Lusi membawakan tarian tradisional Tapanuli Utara di hadapan para tamu undangan yang hadir di antaranya Ketua Harian DPN MPI Bachtiar Effendi Siregar, Sekjen DPN MPI Ir Asman Lubis, Bendahara Umum DPN MPI Faizal Ritongga, Dankosus DPN MPI Drg Herman Saddeq dan Wakil Sekretaris DPN MPI Lili Sukamto.

Sedangkan yang hadir dari DPP MPI Sumut yakni Ketua Bobby Ocatvianus Zukaranaen SE, Sekretaris Aulia P Sitepu SH, Wakil Sekretaris Edi Suranta Sembiring, Bendahara M Ridwan SE, Kabid OKK Ir Rony P Sibuea dan Ketua DPK MPI Sergai Sudanta serta dihadiri Wakapolsek Taput Kompol Besnan Sembiring, serta unsur Pemerintahan Taput dan tamu lainnya.

Ketua DPP MPI Sumut Bobby Octavianus Zulkaranaen SE dalam sambutannya mengatakan, MPI hadir di Taput untuk dapat bersama masyarakat membangun makna pancasila. “Kiranya DPK MPI Taput yang telah dilantik dapat memberi manfaat pada masyarakat dan tetap sosial kontrol pada kinerja aparatur daerah serta tetap bersinergi dalam  membangun ataupun memberdayakan masyarakat,” kata Bobby.

Dilanjutkannya, MPI harus menjaga keharmonisan kepada TNI/Polri serta bergandeng tangan dengan bersama elemen organisasi lain yang ada di Taput. Sehingga dengan begitu, tetap terjaga kondusifitas rasa aman dan nyaman di mata masyarakat. “MPI adalah saudara. Orang lain bisa menjadi saudara dan bagi kami, saudara tidak bisa menjadi orang lain. Ucapan itulah yang selalu dipesenkan Ketua Umum DPN MPI Meher Ban Shah kepada Kader MPI,” ujar Bobby.

Sementara Sekretaris DPP MPI Sumut Aulia P Sitepu dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada pengurus dan kader MPI serta masyarakat dan unsur pemerintahan serta para tamu pada acara pelantikan DPK MPI Taput ini. Dengan lahirnya MPI Taput ini, kiranya dapat menjadi penggerak rasa nasionalisme pada masyarakat.
Sementera Ketua Harian DPN MPI Bachtiar Effendi Siregar dalam sabutannya mengatakan, MPI yang telah terbentuk harus dapat menjaga rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Bukan menjadi rasa benci serta merepotkan masyarakat Taput ini.(*/omi)

Barcelona Dapat Pelajaran dari Anotea

SAN SEBASTIAN-Pemuncak klasemen La Liga Primera Barcelona gagal memaksimalkan momen kekalahan Real Madrid dari Real Zaragoza. Meski sempat unggul, El Barca akhirnya kalah dengan skor 1-2 dari tuan rumah Real Sociedad.
Dalam pertandingan di Anoeta, Minggu (1/5) dinihari WIB, Barca menurunkan beberapa pemain mudanya. Martin Montoya, Fontas, Thiago Alcantara, dan Jeffren Suarez diberi kepercayaan menjadi starter.

Barca menutup babak pertama dengan keunggulan satu gol. Thiago mencetak gol keduanya di Liga Spanyol musim ini.
Pada babak kedua, Sociedad bangkit dan mampu membalikkan keadaan. Mereka mencetak dua gol lewat Diego Ifran dan penalti Xabi Prieto.

Kekalahan ini tak mengubah posisi anak buah Pep Guardiola di puncak klasemen sementara Liga Spanyol dengan 88 poin dari 34 laga.  Sementara Sociedad naik ke peringkat ke-12 dengan 41 poin.
Terkait kekalahan yang dialami timnya, Pep Guardiola, entrenador Barcelona mengatakan bahwa kekalahan itu bukan disebabkan rasa percaya diri yang berlebihan. Yang jelas, kekalahan tersebut disebutnya sebagai pelajaran penting buat Xavi Hernandez dkk.

“Apa yang terjadi hari ini adalah pelajaran yang hebat. Kami memiliki tim yang bisa menang dan kalah. Kami datang dalam kondisi sulit. Di babak kedua kami tak pernah benar-benar bisa menguasai pertandingan tapi saya tak akan menyalahkan tim,” sahut Guardiola di Marca.

“Kami kalah bukan karena percaya diri. Kami kalah karena menghadapi tim yang bermain untuk hidup mereka,” tuntas Guardiola. (bbs/jpnn)

Aib di Bernabeu

MADRID-Tim penyandang peringkat kedua La Liga Primera Real Madrid mendapat aib dalam upaya mengejar Barcelona. Los Blancos menyerah 2-3 dalam laga kandang kontra Real Zaragoza dan gagal memangkas jarak dengan Barca.

Dalam pertandingan di Santiago Bernabeu, Sabtu (30/4), Madrid memainkan sejumlah pemain pelapisnya sebagai starter. Nacho, Ezequiel Garay, Sergio Canales, dan Esteban Granero dipercaya tampil sejak menit awal.
Madrid tampil dominan dalam laga ini. Meski banyak menguasai bola, mereka menutup babak pertama dengan ketinggalan satu gol setelah Angel Lafita menjebol gawang Iker Casillas.

Pada babak kedua, Madrid dan Zaragoza sama-sama berhasil melesakkan dua gol. Dua gol Madrid dicetak Sergio Ramos dan Karim Benzema, sementara Lafita dan Gabi jadi pencetak gol Zaragoza. Alhasil, skor akhir 3-2 untuk kemenangan tim tamu.

Hasil ini makin menyulitkan usaha Madrid untuk mengejar Barcelona. Madrid masih di peringkat kedua klasemen sementara Liga Spanyol dengan 80 poin dari 34 laga dan tertinggal delapan poin dari Barca.
Saat ini beredar rumor yang mengatakan kegagalan Real Madrid disebabkan ketidak mampuan Jose Mourinho memotivasi pemainnya.

Apalagi kekalahan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Iker Casillas cs juga tunduk atas Barcelona.
“Pelatih tak mampu memotivasi pemain, yang tidak bermain bagus terutama di babak pertama. Kami memberi tiga gol pada lawan kami, sebelum kami berkembang di babak kedua,” ungkap Mourinho usai pertandingan.
Mourinho sendiri tak menurunkan tim terbaiknya dalam laga tersebut, termasuk  Ronaldo yang terlihat bersama kekasihnya di tribun khusus Bernebeu. (bbs/jpnn)

Angkat Mutu Produk Indonesia

PT WDM Diresmikan

Dalam upaya mengangkat kualitas produk asli Indonesia agar berdaya saing serta memberikan peluang usaha bagi masyarakat yang mengangur, perusahaan perdagangan terbesar di Indonesia PT WDM resmi dibuka dan beroperasi.
Peresmian PT WDM yang dilakukan Direktur PT WDM Ir Lamsar Saragih, juga dihadiri perwakilan dari Muspida Sumatera Utara diantaranya, Gubsu, Kapoldasu, Pangdam I BB dan perwakilan daerah dari DPRD Sumut dan DPRD Medan. Dalam sambutannya, Lamsar menyampaikan, kehadiran PT WDM di Indonesia khususnya di Sumut merupakan tantangan dan jawaban bagi masyarakat yang bergerak dalam usaha perdagangan sehingga dengan hadirnya PT WDM ini masyarakat dapat terbantu dalam memasarkan berbagai produk unggulan yang tersedia di bumi Indonesia khususnya di Sumut.

“Sesuai komitmen kita untuk memperhatikan hasil bumi yang selama ini kurang memiliki daya saing di pasaran, PT WDM berdiri di tengah masyarakat untuk memasarkan serta mengangkat produk-produk unggulan hasil bumi Indonesia seperti halnya kopi, tepung dan teh,” ujarnya.

Dijelaskannya, selain akan memasarkan produksi hasil bumi Indonesia, PT WDM juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Sumatera Utara. Sebab, jika lapangan kerja di buka, pengganguran akan berkurang yang berarti tingkat kejahatan akan semakin menurun. Oleh sebab itu, Lamsar berharap, semua Koordinator Cabang di berbagai kota dan kabupaten di Sumut kiranya terus berupaya memajukan perdagangan hasil bumi Indonesia hingga ke pemasarannya.

Lebih lanjut dirinya juga memaparkan, PT WDM juga bergerak dalam berbagai kegiatan di antaranya, proyek pembangunan perumahan, eksport dan import, perdagangan buah buahan, pengobatan massal, serta pemberian bea siswa bagi pelajar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sementara, ketua panitia peresmian Jetlee Tobing mengatakan, PT WDM diharapkan mampu memperdayakan penganguran dengan berbagai prestasi, Sehingga, masyarakat dapat sejahtera.
Mewakili Anggota DPRD Medan Faisal Nasution juga berharap, PT WDM mampu memberdayakan masyarakat sehingga kesejahteraan rakyat terus meningkat dan bebas dari pengganguran. (*/azw)

Bahan Evaluasi

Medan Chiefs vs Batavia Union

MEDAN-Meskipun bermain di depan pendukung setianya, Medan Chiefs hanya mampu bermain imbang 2-2 dalam lanjutan Liga Primer Indonesia di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Minggu (1/5) sore.
Tim tuan rumah sempat unggul terlebih dahulu pada menit ke lima lewat gol yang diciptakan Lakkad melalui tendangan penalti.

Gol berawal saat penjaga gawang Batavia Union Fauzi Toldo, dianggap wasit Goran asal Serbia dengan sengaja mengganjal Syahril saat berada di dalam kotak penalty dan langsung menunjuk titik putih. Lakkad yang mendapatkan kepercayaan untuk mengeksekusi tidak menyia-nyiakan kesempatan dan mampu membuka keunggulan sementara 1-0 untuk tim tuan rumah.

Sayangnya keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama, dua menit berikutnya tim tamu mengejutkan barisan pertahanan Medan Chiefs.

Melalaui serangan cepat dari sisi kiri yang dibangun barisan pemain depan Batavia Union, tim tamu mampu menyamakan keudukuan melalaui tendangan mendatar yang dilesakkan Tantan pada menit ke-7 dan merubah kedudukan sementara 1-1.

Permainan cepat terus diperagakan anak asuh Bianchi sepanjang awal babak pertama, dan  terbukti sangat merepotkan barisan pertahanan Medan Chiefs yang digalang Baihakki kaizan dan Ferd Pasaribu.
Bahkan pada menit 32, tim tamu berbalik unggul melalui gol yang diciptakan M.Nur Iskandar.

Memanfaatkan kelengahan pemain belakang Medan Chiefs,  M.Nur yang berdiri bebas di jantung pertahanan lawan dengan leluasa melesakkan bola mendatar yang mampu memperdaya penjaga gawang Medan Chiefs yang dikawal Yudha. Unggul 2-1 membuat tim tamu semakin beringas dan terus mengambil inisiatif penyerangan. Namun hingga berakhirnya pertandingan babak pertama skor 1-2 untuk keunggulan tim  tamu tidak berubah. Memasuki babak kedua pelatih kepala Medan Chiefs Amran, melakukan beberapa perubahan strategi dengan menarik keluar Baihakki Kaizan yang tidak mampu menunjukkan performanya. Strategi tersebut  ternyata cukup efektif, terbukti pada menit ke 55 Laakkad berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah mampu melesakkan bola ke gawang Batavia Union yang dikawal Toldo. Hingga peluit wasit dibunyikan  kedudukan imbang 2-2 tidak berubah di babak kedua.
Hasil pertandingan tersebut membuat pelatih Medan Chiefs Amran kecewa dengan perfoma buruk yang ditunjukkan anak asuhnya.  “Anak-anak tidak bermain seperti biasanya dan terlihat adanya penurunan performa, dan ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi kedepan.” akunya. (uma)

SMAN 1 Pangururan Wakili Sumut

Cerdas Cermat Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Anggota DPD RI Rahmat Shah mengatakan, pemahaman dan penghayatan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan hal yang amat sangat penting dilakukan terutama kepada generasi muda. Hal ini dikatakan Rahmat Shah saat menjadi Dewan Juri Babak Semi Final dan Final Cerdas Cermat Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Republik Indonesia (Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesa (NRI) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika) yang diikuti perwakilan Sekolah Menengah Atas atau sederajat se-Sumatera Utara.

Menurut Rahmat, anak muda adalah calon-calon pemimpin masa depan yang belum terkontaminasi buruknya sikap dan mental sebahagian oknum pemimpin yang ada sekarang. “Mereka wajib dibekali dengan wawasan dan kesadaran akan persatuan dan kesatuan serta semangat perjuangan dan keberanian untuk mengambil langkah-langkah tegas meneruskan perjuangan pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Rahmat juga berpesan kepada para siswa yang mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi Cerdas Cermat Tingkat Provinsi ini, agar tidak melihat kepentingan kegiatan hanya untuk melihat siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Tapi, jauh lebih penting adalah agar semua siswa/i dapat menjadi duta-duta pencerahan yang mengemban amanah mensosialisasikan wawasan kebangsaan ini kepada teman-tema di sekolahnya dan orang-orang di lingkungan tempat mereka sehari-hari beraktivitas. “Yang menang bertanggungjawab untuk melakukan sosialisasi dan yang kalah juga ikut melakukan sosialisasi,” tambahnya.

Cerdas Cermat Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Republik Indonesia ini merupakan agenda rutin tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal MPR RI.
Kegiatan yang dilakukan ini merupakan kegiatan seleksi propinsi yang berhasil  menempatkan peserta dari SMAN 1 Pangururan, Kabupaten Samosir, sebagai pemenang sekaligus menjadi utusan Sumatera Utara dalam Cerdas Cermat tingkat nasional yang akan diselenggarakan  pada bulan Agustus mendatang.

Hadir dalam babak final Cerdas Cermat tersebut, Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin, Sekjend MPR RI Drs Eddie Siregar, MSi, serta Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumut  Syaiful Syafri yang mewakili Gubernur Sumatera Utara. (*/ila)

Jenderal Mesti Turun Tangan

Kesuksesan skuad PSMS lolos ke babak delapan besar telah ditanggapi bak juara. Meski jalan masih panjang menuju ISL, namun Warga Medan di manapun berada turut merasa senang dengan awal kebangkitan ini.

Perasaan gegap gempita pun dirasakan jenderal bintang dua asal Kota Medan bernama Mayjen AY Nasution yang kini bertugas sebagai Aster di Mabes TNI. Sebelum laga, Mayjen AY Nasution memang sempat memberikan semangat kepada Affan Lubis dkk. Dan beruntung PSMS tampil luar biasa hingga bisa mengamankan tiga angka di kandang Persikabo Bogor dengan skor 3-2.

“Begitulah seharusnya PSMS main. Memang saya tak bisa nonton langsung tapi menit demi menit saya selalu koordinasi dengan anggota untuk mengetahui hasil pertandingan kalian lalu,” papar AY Nasution saat menjamu PSMS makan siang di sebuah rumah makan Padang di Jakarta Selatan kemarin. “Ternyata harus jenderal juga turun tangan untuk memberikan semangat ya,” sambung AY Nasution yang langsung disambut gelak tawa para pemain dan offisial PSMS. “Saya berharap segenap warga Medan harus peduli kepada PSMS,” serunya.(ful)

Jalan Masih Panjang

JAKARTA- Hegemoni lolosnya PSMS ke babak delapan besar mesti segera disudahi. Jalan menuju liga kasta tertinggi tanah air: Indonesian Super League (ISL) masih panjang. Jangan terlena, itulah pesan arsitek tim kepada Affan Lubis dkk.

Memang lolos ke babak delapan besar merupakan anugerah terindah bagi skuad berjuluk Ayam Kinantan. Dua musim sejak jatuh dari ISL, PSMS baru punya kesempatan mendaki kembali liga tertinggi Indonesia itu. Itupun meski melewati prosesi panjang.

Di babak delapan besar, PSMS masih menanti bidding tuan rumah. Manajemen PSMS turut meramaikan bursa tuan rumah bersaing bersama Persiraja, Mitra Kukar, dan Bantul. Keputusan bidding tuan rumah sendiri baru akan diumumkan hari ini di kantor PT Liga Indonesia.

“Kita sudah ajukan untuk turut menjadi tuan rumah. Semoga ada pertimbangan baik agar kita dipilih jadi tuan rumah,” kata Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS kemarin. Benny optimis kalau Medan bisa melaksanakan babak delapan besar dengan baik. Dari segi teknis, Stadion Teladan yang akan jadi venue pelaksanaan babak delapan besar seandainya disetujui, sangat memadai. Pertama kedekatan dengan hotel, rumah sakit, dan akses menuju stadion dan pusat kota sangat dekat dan penuh dengan line transportasi. “Apalagi stadion kita sudah dilengkapi lampu yang mampu menerangi pertandingan di malam hari. Kalau sehari ada dua laga, maka kita bisa main sore dan malam. Itu salah satu kelebihan kita,” sambung Benny.

Kembali ke persoalan teknis, pihak PSMS masih akan terus berbenah untuk memuluskan langkah di babak delapan besar. Soal tuan rumah mesti dipikirkan belakangan. Yang terpenting adalah membenahi kemampuan tim. Beruntung pada laga pertama babak delapan besar yang direncanakan 12 Mei, tak ada skuad yang cedera. Akumulasi kartu juga kabarnya akan dihapuskan. (ful)

HDCI Sumut Gelar Bakti Sosial

MEDAN-Klub olah raga otomotif penggemar motor besar Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Sumut menggelar kegiatan bakti sosial (Baksos) di Medan, Minggu (1/5) dengan menyalurkan bantuan kepada warga, siswa sekolah dan juga rumah ibadah.

Eddy Handoko dari bidang Bakti Sosial HDCI Sumut mengatakan di Medan, kegiatan bakti sosial digelar sebagai rasa syukur atas rencana peresmian dealer resmi motor Harley Davidson di Medan, yakni pembukaan gerai Mabua Harley Davidson Medan, yang berlokasi di Jl. S. Parman, pada 7 Mei nanti.

“Kegiatan bakti sosial ini meliputi pemberian bantuan kepada warga sekitar dan siswa-siswa tak mampu baik yang duduk di bangku SD, SMP maupun SMA. Selain itu juga kepada musholla dan kuil, serta kumpulan pengajian ibu-ibu di sana,” ucap Eddy didampingi Uche bagian touring HDCI Sumut.

Dikatakannya, acara penyerahan berlangsung kemarin di lokasi gerai yang dihadiri Ketua HDCI Sumut Ijeck, beserta beberapa pengurus dan anggota HDCI Sumut, diantaranya dengan mengundang tokoh masyarakat di lingkungan 9, Kelurahan Petisah Hulu, Kec. Medan Baru. Terlihat hadir Kombes Pol Verdianto Bitticaca yang juga Dansat Brimob Poldasu, serta Kombes Pol Iwan H. Sugianto, Karo Ops Poldasu, serta Doddy.

“Bantuan yang disalurkan merupakan wujud kepedulian klub kepada lingkungan dan warga sekitar,” tambah Uche.
Dalam rangkaian peresmian gerai di Medan, papar Uche, HDCI Sumut juga akan menggelar city tour. (jun)