Home Blog Page 15524

Jaksa Lamban, KPK Ambil Alih

Dugaan Korupsi di Disdik Medan

MEDAN- Mengendapnya kasus dugaan korupsi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan di Kejatisu dan Kejari Medan, menimbulkan rasa ketidakcayaan dari masyarakat. Karenanya, sejumlah kalangan menyarankan agar kasus tersebut diambil alih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Praktisi hukum yang juga Direktur Lentera Konstitusi (Lekons) Gunadi SH Mhum, dengan mengendapnya kasus dugaan korupsi di Disdik Medan ini di Kejaksaan, ada tiga anggapan yang muncul di masyarakat.

Pertama, masyarakat menilai kinerja Kejatisu dan Kejari Medan tidak maksimal. “Harusnya kasus-kasus seperti ini diusut tuntas, jangan sampai kepercayaan masyarakat kepada penegak hukum semakin menurun,” katanya kepada wartawan Sumut Pos, Minggu (1/5).

Kedua, lanjut Gunadi, dalam pemeriksaan dan penyelidikan kasus ini sebaiknya jangan ada campur tangan lembaga atau oknum yang bisa menghambat proses penyelidikan tersebut. “Harusnya tidak ada kata negosiasi atau damai,” tegasnya. Yang ketiga, kata Gunadi, kalau dirasa Kejari dan Kejatisu tidak sanggup menangani kasus ini, sebaiknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih kasus ini. Atau dengan legowo Kejari dan Kejatisu menyerahkannya sendiri ke KPK agar ada kejelasan dari kasus ini.

Lebih lanjut Gunadi juga menyatakan, masyarakat juga seharusnya melaporkan kasus ini ke KPK, kalau memang masyarakat merasa Kejatisu dan Kejari tidak maksimal dalam penanganan masalah ini. “Secara konstitusi, dengan berlarutnya persoalan ini di Kejari dan Kejatisu membuat citra kedua institusi ini menjadi buruk. Maka dari itu, masyarakat seharusnya melaporkan persoalan ini ke KPK saja. Biar ada kejelasan,” tandasnya lagi.
Anggota Komisi B DPRD Medan Salman Al Farisi juga menyatakan hal yang sama. Menurut pria yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Medan ini, dengan berlarutnya penanganan oleh Kejari dan Kejatisu membuat masyarakat menjadi tidak percaya dengan dua institusi penegak hukum itu.

“Kita dari Fraksi PKS memang pada periode ini memfokuskan pada persoalan sertifikasi guru. Dan saat ini, kami tengah mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi. Terkait dengan persoalan dugaan korupsi lainnya, kita mengharapkan baik Kejari Medan maupun Kejatisu untuk serius menangani kasus itu. Kalau memang dirasa tidak sanggup, sebaiknya diserahkan ke KPK saja. Agar persoalan ini selesai, dan bisa menjawab pertanyaan masyarakat selama ini,” pungkasnya.

Penegasan ini juga diungkapkan Ketua Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Elfenda Ananda. Diungkapkannya, dalam rangka pemberantasan korupsi, KPK memiliki kewenangn untuk mengusut kasus dugaan korupsi di Disdik Medan tersebut. Selain itu pula, dengan berlarut-larutnya penanganan dari Kejatisu dan Kejari Medan tersebut, agar Kejari dan Kejatisu bisa legowo memberikan kasus ini ke KPK.

“Dengan seperti ini, menandakan Kejari dan Kejatisu tidak serius dalam penanganan kasus tersebut. Apalagi diketahui, pada prinsipnya anggaran untuk pendidikan sangat besar. Dan dugaan korupsinya pun relatif besar. Artinya, baik Kejatisu maupun Kejari untuk legowo menyerahkan kasus ini ke KPK,” tegasnya.

Diketahui, kasus dugaan korupsi di Disdik Medan tersebut di antaranya pembangunan kelas internasional di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Medan senilai Rp1,4 miliar lebih Tahun Anggaran 2007-2008. Bukan itu saja, pejabat Disdik Medan juga diduga melakukan korupsi yang saat ini ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, seperti dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) sebesar 10 persen dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Medan senilai Rp1,5 miliar Tahun Anggaran 2007/2008. Ada juga dugaan pengutipan dana sertifikasi guru sebesar Rp500 ribu per orang, pengutipan buku Paket SMA sebesar 10 persen pada SMA Negeri se Kota Medan. Dan ada juga dugaan pengutipan uang kartu pelajar sebesar Rp500 ribu persiswa. Padahal, dana tersebut telah dianggarkan di APBD Kota Medan setiap tahunnya senilai Rp2 miliar. Termasuk pula pengangkatan kepala sekolah yang diduga sarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan pengangkatan kepala sekolah yang tidak seusai Daftar Urutan Kepangkatan (DUK).

Belum lagi, dugaan kebocoran anggaran DAK mulai tahun 2007 hingga 2009 mencapai Rp8.761.900.000. Sejak tahun 2007 Kadisdik Medan diduga telah melakukan pemotongan anggaran DAK sebesar 30 persen yang mencapai Rp752.400.000. Sedangkan pada tahun 2008 diduga pemotongan  mencapai Rp3.810.900.000, serta pada tahun 2009 diduga dilakukan pemotongan sebesar 20 persen dengan nilai Rp4.198.600.000.(ari)

Poldasu Koordinasi dengan Polisi Malaysia

Penangkapan Kurir Heroin

MEDAN- Direktorat Reskrim Polda Sumut masih mendalami penyidikan terkait penyelundupan heroin seberat 2,993 gram dan satu paket sabu-sabu seberat 497 gram dari Malaysia ke Indonesia melalui Pelabuhan Teluk Nibung, Sabtu (30/4) lalu. Karenanya, untuk menangkap otak pelaku berinisial Y yang kini berada di Malaysia, Poldasu berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia.

“Kita sudah mengirimkan semua data-data Yanti ke Malaysia terkait penyelundupan heroin oleh Rika Rahayu (RR) melalui Pelabuhan Teluk Nibung yang ditangkap KPP Bea dan Cukai Teluk Nibung, Tanjungbalai,” ujar Kabid Humas Polda Sumut AKBP Raden Heru Prakoso melalui telepon selulernya, Minggu (1/5).

Namun, Heru belum dapat memastikan apakah penyelundupan heroin senilai Rp4 miliar tersebut merupakan jaringan intenasional atau tidak. “Kita belum dapat memastikan apakah jaringan internasional atau tidak. Setelah Yanti ditangkap, akan tahu sebenarnya. Kita pun sudah tetapkan Yanti menjadi DPO (daftar pencarian orang),” ucapnya.

Ditambahkan Heru, dengan perjanjian bilateral antara Indonesia dengan Malaysia, penyidikan penyelundupan tersebut diharapkan dapat terungkap. Sebab, pengakuan tersangka Rika Rahayu, warga Jalan Krueng Neng, Emperom, Jayabaru, Banda Aceh, yang membawa heroin dan satu paket sabu-sabu itu, Yanti lah yang
memintanya membawa heroin tersebut.

Dijelaskannya, penyelundupan heroin tersebut dilakukan secara estafet. Awalnya, Rika diminta menyerahkan heroin kepada Khairiani Lubis (KL), warga Jalan Diponegoro, Gang Buntu, Kisaran yang menunggu Rika yang menumpang Kapal Ferry Ocean Star II Asal Port Klang, Malaysia dengan paspor No.0632222 di Pelabuhan Teluk Nibung. “Jadi, Yanti yang menggendalikan mereka. Tersangka Rika yang membawa dari Malaysia, kemudian diserahkan kepada Khairani,” jelas Heru.(adl)

Refleksi Pesan Paskah Kristus

Porseni Klasis GBKP Medan Namorambe

Sebagai umat Nasrani, Paskah menjadi momen yang berarti. Berbagai kegiatan kerap digelar untuk menyambut kenaikan Isa Almasih, baik olahraga maupun seni yang mencerminkan nilai-nilai ajaranNya.

Seperti yang dilaksanakan Jemaat Gereja Batak Karo Protestan Klasis Medan Namorambe ini sejak 30 April lalu. Dalam rangka merayakan perayaan Paskah, mereka menggelar pra-Paskah dalam bentuk Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang dirangkai dengan pengobatan massal.

Kegiatan sendiri dilaksanakan di halaman GBKP Jalan Letjend Djamin Ginting Medan setiap Sabtu dan Minggu hingga 2 Juni mendatang di Jambur Tansaka Medan sebagai acara puncak.

“Kegiatan ini kita buat untuk merayakan Paskah. Sebagai klasis termuda, melalui kegiatan ini kita ingin menggali potensi yang dimiliki jemaat, baik itu di bidang olahraga maupun di bidang seni. Dari situ semua kita berharap tercipta kebersamaan di antara 18 runggun yang ada,” ucap Ketua Panitia Pertua Perpulungan Tarigan didampingi Koordinator Sayembara Pertua Rudi Ginting kepada Sumut Pos, Minggu (1/5).

Menurut Pertua Rudi Ginting, kegiatan Porseni ini sudah dimulai sejak Sabtu (30/4) lalu. Untuk olahraga dibagi dalam beberapa cabang, yaitu bola voli, badminton dan catur. Ada juga digelar gerak jalan yang dibagi dalam tiga kategori, mamre (bapak), moria (ibu) dan permata (muda-mudi).

“Khusus pada cabang bola voli kita mewajibkan sistem campuran. Tim putra sendiri harus gabungan antara mamre dan permata putra begitu juga dengan tim putri yang gabungan moria dan permata putri,” jelasnya.
Sistem campuran tersebut berhasil menciptakan suasana yang seru sepanjang pertandingan. Pantauan Sumut Pos di lapangan, baik pertandingan di tim putra maupun di tim putri memperlihatkan kompetisi yang sehat. Gabungan dua generasi dalam satu tim menciptakan kerjasama yang baik. Bagaimana kaum bapak/ibu yang memiliki pengalaman diperkuat dengan energi dari kaum muda (permata) tadi.

Pertandingan pun lebih memperlihatkan kebersamaan dibanding persaingan untuk memperebutkan hadiah kemenangan. Tidak hanya di dalam arena pertandingan, kebersamaan itu pun terlihat di luar lapangan. Bagaimana jemaat berkumpul untuk mendukung tim yang bertanding tanpa memandang asal tim. Membuat pertandingan pun lebih meriah. Kebersamaan tadi setidaknya refleksi dari pesan Yesus Kristus sebelum naik ke Surga kepada umat Nasrani. Agar umatNya bersekutu menunggu kedatangan Roh Kudus.

Selain olahraga turut pula digelar sayembara seni dalam paduan suara untuk putra putri, vokal solo anak-anak dan lansia, tari kreasi baru untuk muda-mudi, dan musik kreatif anak-anak yang akan digelar di partai puncak di Jambur Tansaka Medan (2/6) mendatang. Diharapkan dari kegiatan ini jemaat khususnya muda-mudi menemukan wadah untuk menyalurkan bakat dan potensi yang dimiliki.

Dengan adanya wadah tadi, generasi muda ini pun diharapkan terlindung dari pengaruh negatif di kelompoknya seperti penyalahgunaan narkoba dan kekerasan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu talenta yang dimiliki juga dapat melahirkan prestasi sebagai kontribusi berharga untuk pembangunan dan kebesaran kerajaan Allah.
Seperti yang disampaikan Pertua Rudi Ginting, Klasis GBKP Medan Namorambe merupakan klasis termuda. Sebelumnya klasis ini tergabung dengan klasis Pancur Batu hingga pada Sinode GBKP 2010 lalu resmi berdiri sendiri sebagai klasis GBKP Medan Namorambe dengan menaungi 18 runggun (gereja) dan 18.000 jemaat di dalamnya. (*)

Pengoplosan Minyak Marak di Medan Utara

BELAWAN- Jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) dinilai kurang serius memberantas penimbunan dan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) dan Crude Palm Oil (CPO). Pasalnya, dua bulan setelah dilakukan Operasi Kuda Laut Toba yang digelar pihak kepolisian, TNI AL/AD, Satpol PP dan Pertamina, para pelaku kembali beraksi di beberapa tempat di wilayah Medan Utara.

Modus yang dilakukan para pelaku dengan mendirikan gudang untuk melakukan aktivitas penimbunan dan pengoplosan BBM. Hampir rata-rata gudang tersebut hanya berdindingkan tepas untuk mengelabuhi orang yang sedang melintas di gudang tersebut.

Gudang yang diduga tidak memiliki izin dari pemerintahan setempat itu sudah beraksi sebelum operasi Kuda Laut Toba dilaksanakan. Sehingga operasi yang menelan anggaran yang cukup besar tersebut terkesan tidak berhasil menghentikan kejahatan ini.

Seorang sumber terpercaya yang namanya tidak mau dikorankan mengatakan, setiap harinya mulai dari pagi hingga malam, puluhan mobil tangki secara bergantian masuk ke dalam pergudangan.

Setelah sebagian muatannya di keluarkan, mobil tersebut keluar lagi. “Waktu operasi kemarin, gudang ini tutup. Tapi sekarang mereka buka lagi karena operasi itu kabarnya sudah selesai,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, pada umumnnya jumlah minyak jenis CPO yang dikeluarkan dari setiap mobil tangki sebanyak seperampat drum atau diistilahkan sebanyak satu gelang. Seluruh CPO tersebut ditampung dan setelah cukup dikirim ke pabrik pengolah CPO dengan menggunakan jasa perusahaan yang memiliki izin dari pabrik pengolah.

Dia menjelaskan, diduga aksi pengoplosan minyak tersebut berjalan mulus karena mendapat dukungan dari sejumlah oknum aparat dan supir mobil tangki itu sendiri.

Sementara, menanggapi hal tersebut, Humas Polres Pelabuhan Belawan AKP Antoni Rajagukguk mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan dan jika memang permainan siong tersebut kembali beraksi akan ditindak sesuai dengan aturan.

“Kami akan melakukan penyelidikan, apabila terbukti kedapatan kami akan berikan tindakan yang tegas,” ujarnya. (mag-11)

Judi Online Digerebek

Medan- Diduga menjadi lokasi judi online, Pondok Bodhi Foodcourt and Cafe, Jalan Berlian Sari d/h Gang Baru, Titi Kuning, digrebek Unit Voice Control (VC) Polresta Medan, Sabtu (30/4) malam 22.30 WIB. Tujuh orang diamankan ke Mapolresta Medan untuk dimintai keterangan.

Penggrebekkan yang dipimpin langsung Kanit VC Polresta Medan, AKP Hartono ini diduga sudah bocor. Pasalnya, hanya tujuh orang yang berhasil diamankan dari lokasi tersebut.

A Lung (60), pemilik Pondok Bodhi Foodcourt and Cafe, saat ditanyai wartawan Sumut Pos mengaku tidak tahu siapa nama yang menyewa tempatnya untuk dijadikan lokasi internet. “Memang benar ini tempat saya, tapi saya tak tahu siapa yang menyewa tempat ini untuk internet. Jangan foto-foto saya,” tukasnya sambil menutupi kamera wartawan televisi dengan tangannya.

Kanit VC Polresta Medan AKP Hartono saat ditanyai, enggan memberikan keterangan karena masih sibuk mengamankan lokasi. Saat dihubungi via telepon seluler, AKP Hartono juga tidak mengangkat telepon selulernya.
Sementara itu, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga saat dhubungi via ponselnya, justru ajudannya yang menjawab. “Bapak sedang sibuk karena ada May Day. Jadi bapak istirahat dulu. Besok saja ya Bang telepon langsung,” kata ajudan Kapolresta Medan.(jon/mag-7)

Komitmen Gatot Dipertanyakan

MEDAN- Masyarakat Sari Rejo melalui Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) mengharapkan peran serta Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho dalam upaya penyelesaian sengketa lahan Sari Rejo. Hal ini dinyatakan, karena saat ini Wali Kota Medan Rahudman Harahap tengah menghadapi kasus pidana.

Yang dikhawatirkan, masalah sengketa lahan ini kembali terbengkalai tanpa penyelesaian.

“Terlepas apakah berita penganiayaan yang dilakukan wali kota itu benar atau tidak, kami tetap berjuang agar tanah kami ini mendapat sertifikat sesuai dengan keinginan masyarakat Sari Rejo. Maka dari itu, kami harapkan peran aktif Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho,” ungkap Ketua Formas Riwayat Pakpahan kepada Sumut Pos, Minggu (1/5).

Apalagi, sambungnya, Gatot telah menerima semua berkas sebagai kekuatan hukum masyarakat Sari Rejo. Yang didalamnya dilengkapi adanya putusan Mahkamah Agung (MA). Selain itu, masyarakat Sari Rejo juga meminta dukungan dari segenap anggota dewan, baik DPRD Medan maupun DPRD Sumut, khususnya Komisi A.
“Kami juga meminta komitmen dari anggota DPRD Medan dan Sumut. Karena, mereka adalah wakil rakyat yang bisa memperjuangkan hak kami,” bebernya.

Senada dengan itu, Sekeretaris Umum (Sekum) Formas Os Sumantri kepada Sumut Pos juga menyatakan, agar Pelaksana Tugas Gubsu Gatot Pujo Nugroho, anggota Komisi A DPRD Medan dan DPRD Sumut untuk merespon ini.
“Kami sudah mencoba semua upaya negosiasi, dan kami membutuhkan komitmen dari eksekutif dan legislatif di Medan dan Sumut. Intinya, kami tetap komit agar pemerintah bisa merealisasikan keinginan kami untuk memberikan sertifikat bagi tanah yang telah lama kami diami ini. Tak ada solusi lainnya selain sertifikat,” ungkapnya.(ari)

Satu Kepentingan

Espanyol vs Bilbao

BARCELONA-Empat pertandingan lagi perburuan poin di ajang La Liga Primera akan selesai. Siapa yang terbaik akan terlihat ketika semua tim telah menyelesaikan 38 pertandingan.

Ada yang berburu poin untuk menjadi yang terbaik, seperti Barcelona dan Real Madrid, tapi adapula yang mengumpulkan poin karena ingin tampil di ajang Liga Champions musim depan. Sementara itu, tim-tim lain yang hanya menempati peringkat kelima dan seterusnya, hanya berharap keajaiban untuk bisa menerobos masuk ke zona Liga Champions, atau setidaknya mengamankan posisi di zona Europa League.
Tim-tim yang masuk kategori seperti yang disebutkan terakhir adalah Atletico Madrid, Athletic Bilbao, Sevilla dan Espanyol. Artinya, jika keempat tim yang kini menempati peringkat kelima hingga kedelapan ini saling jajal, maka dipastikan kedua tim akan tampil all out guna mengamankan posisinya.

Jadi jangan heran bila kubu Espanyol yang kini menempati peringkat kedelapan dengan poin 45, akan tampil habis-habisan saat menjamu tim berperingkat kelima Athletic Bilbao di Stadion Olimpiade Lluis Company, Barcelona, dinihari nanti.

Apalagi, Periquitos (julukan Espanyol) adalah tim yang sulit dikalahkan jika tampil dihadapan pendukungnya. Musim ini di hadapan pendukungya mereka menorehkan hasil 10 kali menang, sekali bermain imbang dan 5 kali kalah.
Catatan lainnya, jika menjamu Los Leones (julukan Bilbao) di Stadion Olimpiade Lluis Company, Periquitos pun terlihat lebih dominan. Lihatlah dari 76 pertandingan yang berlangsung di sana, tim asal Kota Barcelona itu menang 42 kali, sementara Bilbao hanya menang 17 kali, dengan 17 pertandingan lainnya berakhir imbang.

Karenanya, tak heran bila seluruh punggawa Espanyol berkonsentrasi penuh menatap laga ini. Tak terkecuali striker Pablo Osvaldo yang sejauh ini menjadi topskor klub dengan 10 gol yang dikemasnya.

“Saya tak ingin membicarakan masalah kepindahan saya ke klub lain. Saya ingin membantu tim ini berlaga di  Eropa,” bilang Osvaldo yang musim depan santer diberitakan bakal berkostum Sevilla itu.

Sayangnya, menatap laga ini gelandang Aldo Duscher terancam absen akrena cedera paha. “Dokter tim sudah membantu kesembuhannya, namun tampkanya kami tak dapoat menaruh harapan berlebih akan kepulihannya,” bilang Mauricio Pochettino, entrenador Espanyol.

Di tempat terpisah, kubu Athletic Bilbao lewat topskornya Fernando Llorente mengatakan bahwa laga menghadapi Espanyol tak ubahnya seperti partai final yang harus dimenangkan.

“Akan sangat menyedihkan jika tim ini gagal berlaga di Eropa. Kami pernah berada di posisi empat besar, jadi sangat wajar rasanya jika kami mentas di Eropa,” bilang striker Llorente.

Terkait kesiapannya saat melawat ke Olimpiade Lluis Company nanti, Llorente mengatakan bahwa sesungguhnya dia tidak dalam kondisi bugar disebabkan cedera pangkal paha kanan yang dialaminya.
“Itu masih terasa. Tapi saya akan tepis demi tim ini,” bilang Llorente. (jun)

Ramsey Jungkalkan United

LONDON-Tim asal Kota London Arsenal berhasil mengalahkan pemuncak klasemen Premier League Manchester United, saat kedua tim berlaga di Emirates Stadium, kemarin (1/5) malam.

Pada pertandingan itu anak asuh Arsene Wenger yang tampil minus kapten tim Cesc Fabregas menang 1-0 berkat gol yang dilesakkan Aaron Ramsey.

Pada laga kemarin Arsenal tampil menekan. Usaha tim besutan Arsene Wenger membuahkan hasil menit ke-56 saat sepakan Ramsey mengoyak gawang Edwin Van der Sar. Itu menjadi satu-satunya gol dalam laga ini.
Kekalahan ini tak membuat posisi The Red Devils di puncak klasemen tergeser. Namun mereka gagal memperlebar jarak dengan Chelsea yang sehari sebelumnya mengatasi Tottenham Hotspur. Dengan poin 73, Wayne Rooney cs. berjarak tiga poin dari John Terry dkk. Di laga selanjutnya, United akan  bertemu Chelsea (8/5).

Adapun tambahan tiga angka membuat Arsenal kini mengoleksi poin 67 dan ada di urutan ketiga.
Di awal pertandingan Arsenal melancarkan tekanan begitu laga dimulai. Menit ketiga, sapuan Nemanja Vidic justru mengarah ke Jack Wilshere. Kemudian pemain muda Arsenal itu melepas tembakan yang masih melenceng dari sasaran.

Hingga memasuki masa jeda kedua tim tak mencetak gol.
Pada babak kedua United sempat mengancam lewat aksi Wayne Rooney. Namun sayangnya, justru The Gunners yang mampu mencuri gol lewat aksi Aaron Ramsey. (net/jpnn)

Seid Gelar ‘Sharp Eco-Study’

Memperingati Hari Bumi 2011

Hari Bumi diperingati pada tanggal 22 April secara Internasional. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup. Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) dan musim gugur di belahan bumi selatan. PBB sendiri merayakan hari bumi pada 20 Maret sebuah tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969, adalah hari dimana matahari tepat di atas khatulistiwa yang sering disebut Ekuinoks Maret*.
Untuk itu PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) ikut serta memperingati Hari Bumi dengan membantu melestarikan kekayaan alam dan juga lingkungan melalui Sharp Eco-Study yang bekerjasama dengan Pusat Konservasi Tumbuhan – Kebun Raya Bogor (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Sharp Eco-Study merupakan kegiatan edukasi bagi para siswa khususnya siswa Sekolah Dasar, agar dapat meningkatkan kesadaran diantara siswa tentang pentingnya pelajaran lingkungan bagi mereka untuk menjaga lingkungan sekitarnya untuk kelangsungan hidup keanekaragaman hayati di bumi.

Dalam Sharp Eco-Study ini, akan dilaksanakan edukasi mengenai pengenalan lingkungan yang sehat, keanekaragaman hayati, dan pentingnya melestarikan keanekaragaman flora untuk lingkungan dan bumi. Setelah mendapat edukasi, para siswa akan mempraktekkan langsung salah satu cara melestarikan lingkungan, yaitu tanam pohon dan membersihkan area sekolah mereka. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDSN Gunung Mas Cisarua dengan mengundang para siswa dari sekolah tersebut dan juga Sekolah Dasar sekitar lainnya.

Selain itu para siswa juga akan diajak untuk lebih mengenal alam dengan study tour  mengunjungi Perkebunan Teh Agrowisata Gunung Mas, agar mereka dapat mengenali sumber daya alam di sekitar mereka. ”Kami ingin membantu para siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan memperoleh keterampilan sains dengan cara yang menyenangkan. Agar pengalaman ini dapat dipergunakan bagi masa depan mereka, dan mendukung gerakan global untuk menanam pohon dan mendidik siswa tentang keanekaragaman hayati,” ujar Pandu Setio dari PR & CSR Departemen PT. SEID.

Kegiatan ini bertujuan memberi pengalaman pendidikan lingkungan kepada siswa (pemantauan, latihan, penelitian, identifikasi pertumbuhan tanaman, dll) di habitat alami mereka dengan cara yang menyenangkan. Mendidik siswa sekolah dasar memiliki pengetahuan tentang perlindungan lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati, serta merangsang tindakan nyata dalam konservasi keanekaragaman hayati dan membantu siswa menemukan pengetahuan ilmu mereka sendiri.

Pada program CSR ini, SEID pun mengajak karyawan, para siswa dan rekan-rekan wartawan untuk ikut serta kegiatan tanam pohon. “Kami ingin karyawan kami untuk turut peduli dan berpartisipasi dalam program ini sehingga akan menimbulkan rasa memiliki dan sadar lingkungan,” jelas Brand Strategy Group Sr. General Manager PT SEID, Yukihiro Nono.

Dalam kesempatan ini pula, SEID memberikan sumbangan uang tunai kepada Pusat Konservasi Tumbuhan – Kebun Raya Bogor (LIPI), yang diperuntukkan sebagai dana pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah daerah terpencil. “Kami sangat menyambut baik program yang dicanangkan oleh SEID, karena membantu LIPI dalam memperkenalkan keanekaragamanhayati dan pendidikan lingkungan kepada anak-anak di Indonesia,” ujar Ir. Sugiarti dari LIPI.

Puasa Sebulan Tanpa Lebaran

BULAN puasa datang terlalu cepat di PLN. Mulai kemarin, 1 Mei 2011, orang-orang PLN sudah bertekad puasa sebulan penuh: puasa SPPD (surat perintah perjalanan dinas). Selama Mei ini tidak akan ada biaya perjalanan dinas. Orang-orang PLN ingin membuktikan bahwa upaya efisiensi juga harus menyentuh hingga hal-hal yang kecil. Orang-orang PLN juga bertekad bahwa SPPD tidak boleh lagi menjadi bagian dari sumber mata pencaharian tambahan. SPPD bukanlah perjalanan gratis untuk tujuan yang kurang penting. SPPD bukanlah sumber pemborosan perusahaan.

Tekad berpuasa itu sudah bulat. Itu diterapkan untuk membentuk suasana baru dan tekad baru. Maklum, SPPD sudah begitu besarnya di PLN. Sebulan rata-rata terdapat 28.000 orang PLN yang melakukan perjalanan dinas. Lengkap dengan tiket, hotel, dan uang saku.

Tentu banyak juga yang tidak setuju diberlakukannya “puasa SPPD”. Ada yang menggunakan alasan ilmiah, ada juga yang sekadar emosional. Bahkan, ada yang mengatakan ini bahaya: puasa SPPD ini akan membuat korupsi berkembang karena pada Mei tidak ada pengawasan. Pokoknya bermacam-macam alasan yang dikemukakan. Intinya, ada yang keberatan Mei ditetapkan sebagai bulan tanpa SPPD. Untunglah, mayoritas menyatakan bangga bahwa PLN berani mencoba berbuat radikal dalam memperbaiki dirinya.

Banyak hikmah yang akan didapat dari “puasa SPPD” sebulan penuh ini. Penggunaan teknologi telewicara akan meningkat. Selama ini PLN sudah menyewa mahal teknologi telewicara, tapi jarang sekali dimanfaatkan. Banyak juga persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan e-mail. Tapi, cara modern dan murah itu masih belum sepenuhnya menjadi budaya.

Orang-orang PLN juga menyadari, di perusahaan ini sudah terlalu banyak rapat. Undangan rapat terbesar dilakukan PLN pusat. Bukan hanya banyak, tapi juga kurang hemat. Bahkan, sering tidak masuk akal. Rapatnya dua jam, tapi SPPD-nya bisa dua hari. Itu terjadi karena saat menentukan jam rapat tidak mempertimbangkan efisiensi SPPD. Misalnya, mengundang rapat pada jam 09.00. Peserta yang berasal dari luar Jakarta, mau tidak mau, harus sudah datang sehari sebelumnya. Ada juga persoalan “siapa” mengundang “siapa”. Terlalu banyak pejabat yang mengundang pejabat lainnya.

Memang agak gila juga penetapan “puasa SPPD” ini. Misalnya, bagaimana kalau terjadi bencana, katakanlah ada tower yang roboh? Masak, sih, tidak ada SPPD? Khusus untuk yang satu itu direksi berdebat panjang. Semula ada keinginan agar “untuk hal-hal yang emergency akan ada pengecualian”. Tapi, pendapat itu lemah karena di negeri ini terlalu gampang menetapkan yang kurang emergency menjadi sangat emergency. Lalu, ada pikiran bahwa “untuk hal-hal yang luar biasa boleh minta dispensasi”.

Itu pun diangap lemah karena akan menimbulkan administrasi birokrasi yang ruwet. Maka, akhirnya ditetapkan: tidak ada pengecualian, tidak ada dispensasi, tidak ada toleransi. Semua itu dianggap godaan yang harus dilawan. Sekali pemimpin tidak tahan akan godaan, maka godaan-godaan berikutnya akan menyusul. Bahkan, kemudian, terhadap godaan yang kecil pun tidak akan tahan.

“Tahan godaan” itulah yang menjiwai sikap “puasa SPPD” secara konsisten. Tentu ada korbannya. Salah satu korban itu adalah saya sendiri. Beberapa bulan lalu, jauh sebelum keputusan “puasa SPPD” ini ditetapkan, saya sudah menyetujui diadakannya konferensi internasional meteran listrik di Bali pada Mei. Acara itu adalah acara tahunan dan tuan rumahnya berganti-ganti. Tahun ini Indonesia yang menjadi tuan rumah.

Tentu harus ada orang PLN yang pergi ke Bali. Termasuk harus ada orang PLN yang menjadi panitianya. Itulah godaan setan paling nyata yang langsung menimpa saya. Adalah salah saya sendiri mengapa menyetujui acara itu. Adalah salah saya sendiri mengapa saya tidak minta jauh-jauh hari agar acara itu digeser sebulan. Adalah salah saya sendiri mengapa tidak memindah acara itu di Jakarta.

Tapi, nasi sudah menjadi sushi. Acara itu sudah terlalu dekat sehingga tidak mungkin diapa-apakan. Maka, dalam rapat direksi di Pangandaran akhir April lalu saya menyatakan bahwa saya harus bertanggung jawab atas kelemahan saya itu. Semua biaya orang PLN yang berangkat ke acara itu akan saya tanggung secara pribadi.

Ternyata masih ada kejadian lain yang juga membawa korban. Direktur Operasi Indonesia Timur Vickner Sinaga mengemukakan bahwa pertengahan Mei ini ada proyek yang akan jadi yang harus disertifikasi. Itu juga buah simalakama. Tidak disertifikasi berarti pemanfaatkan proyek tertunda. Disertifikasi berarti harus mengundang orang jasa sertifikasi ke lokasi yang berarti harus ada SPPD.

Mau tidak mau, simalakama membawa korban juga. Orang Minang memang bisa menyelesaikan problem buah yang satu itu dengan cerdas. Kalau dimakan mati ibu dan tidak dimakan mati ayah, orang Minang memilih untuk menjual saja buah itu: tidak ada yang perlu mati, bahkan bisa mendapatkan uang. Namun, dalam kasus sertifikasi ini harus ada yang mati. Pak Vickner harus menanggung secara pribadi biaya mendatangkan orang jasa sertifikasi itu ke lokasi. Kebetulan Pak Vickner punya restoran masakan Batak yang sangat maju di Balikpapan. Anggap saja ini zakatnya!

Adilkah Vickner harus menanggung ‘dosa’ itu? Menurut saya, adil. Sebab, proyek itu mestinya sudah selesai bulan-bulan sebelumnya. Kalau saja proyek itu tidak terlambat, tentu penyertifikasiannya bisa dilakukan pada April.

Hikmah lain yang ingin didapatkan dari “puasa SPPD” adalah seberapa sudah majunya proses perubahan manajemen di PLN. Manajemen yang baik tentu yang bisa mengatasi persoalan ketika persoalan itu muncul. Seberapa pun besarnya persoalan itu. Manajemen yang baik adalah yang juga baik sejak dari perencanaannya. Bulan tanpa SPPD ini diputuskan tiga bulan sebelumnya. Kalau saja sejak saat itu semua jenjang manajemen melakukan proses manajemen yang baik tentu antisipasinya sudah dilakukan dengan baik.

Maka, dengan datangnya bulan puasa SPPD ini, saya mengucapkan selamat berpuasa kepada seluruh jajaran PLN dan anak perusahannya. Inilah puasa yang benar-benar puasa karena setelah sebulan penuh berpuasa nanti tidak akan datang yang namanya hari raya! Mohon maaf lahir batin! (*)