Home Blog Page 15560

Densus Buru Suplier Bahan Bom

JAKARTA-Jaringan dan pola gerak kelompok Pepi Fernando terus diurai Densus 88 Mabes Polri. Korps burung hantu itu sedang memburu penyedia bahan peledak yang dipakai Pepi. Polisi menduga ada jaringan pasar gelap menjadi penyalur rutin kelompok ini.

“Sekarang diselidiki kaitannya dengan asal usul bahan peledak yang digunakan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar kemarin (25/4). Pepi merangkai bom serpong dengan campuran karbit, potasium chlorat dan black powder.

Menurut Boy, penyelidikan difokuskan di sekitar Jakarta. “Kami menduga ada semacam pasar gelap,” ujar mantan Kanit Negosiasi Subden Penindak Densus 88 Mabes Polri ini.

Semua bahan bom siap pakai yang disita dari rumah mertua Pepi di Perumahan Harapan Indah Bekasi sudah dijinakkan oleh tim Gegana. “Sekarang masih dianalisis oleh Pusalbfor,” tambahnya.

Polisi kemarin juga memeriksa istri Pepi, Deni yang juga staf Badan Narkotika Nasional. “Statusnya masih menjadi saksi,” kata Boy. Meski begitu, jika ada bukti keterlibatan , Deni bisa dijerat dengan pasal 12, 13, 14 UU Terorisme. “Itu untuk orang yang mengetahui tapi tidak melaporkan. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan,” tambahnya.
Sebanyak 12 dari 20 tersangka, kemarin dipindahkan ke rutan Polda Metro Jaya dengan pengawalan ketat. Duabelas tersangka yang kini ditahan di Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya tersebut yaitu IK alias F, W alias T, HS alias H, FD alias P, FH alias A, AG alias S, MMS alias S, RR alias I, D, MS, MG dan JK alias J. Pimpinannya, Pepi Fernando, “tidak ikut dipindah. “Dia masih diperiksa di suatu tempat,” kata Boy.

Pepi diketahui punya beberapa bisnis di Aceh, antara lain berjualan batu mulia. “Dia jual beli giok,” kata perwira menengah ini. Boy tidak tahu pasti apakah bisnis giok itu juga terkait pendanaan aksi terror kelompok ini. “Masih didalami,” katanya.

Terpisah, seorang sumber Jawa Pos (grup Sumut Pos) menyebut jaringan penyuplai bahan peledak sebenarnya sudah mati suri. Apalagi, setelah kelompok Sunata terbongkar dan Dulmatin tewas. “Kita masih kejar seseorang. Ini ada kaitannya dengan pihak lain,” katanya.

Perwira muda ini enggan menjelaskan siapa yang dimaksud pihak lain. “Nanti akan jelas kalau tertangkap,” katanya.
Dalam rekam jejak teror di Indonesia dalam kurun waktu 2009-2011, ada dua orang mantan aparat yang terlibat. Yang pertama Sofyan At Sauri, pecatan polisi Depok yang jadi supplier senjata rakitan untuk latihan di Aceh.
Yang kedua, Yuli Harsono, pecatan TNI AD yang bergabung dengan kelompok Abdullah Sonata. Yuli meninggal saat baku tembak dengan Densus 88 di Klaten Juni 2010 lalu.

Seorang mantan kombatan Poso yang ditemui Jawa Pos kemarin menyebut jaringan penyuplai bahan peledak sudah dihabisi polisi. “Ini juga jadi rasan-rasan (gunjingan). Apa benar si Pepi ini punya bahan sampai ratusan kilo,” katanya.

Pria yang kini mengajar bahasa Arab di kawasan Jakarta Utara itu menyebut, akses jaringan lama untuk bahan bom bisa dikatakan tidak ada lagi. “Semua sudah dimonitor. Sudah tidak ada yang main,” jelasnya.

Ustad ini justru curiga Pepi digerakkan aktor asing. “Nama Pepi ini asing sekali. Saya sms beberapa teman juga tidak ada yang tahu,” katanya. Jika polisi menyebut Pepi masuk jaringan NII Banten atau regu kang Jaja, menurut dia pasti gampang dilacak. “Mungkin saja ikut pengajian satu dua kali. Tapi kalau aktif kok rasanya janggal,” tambahnya.
Di Mabes Polri, pengacara Fery Juan akhirnya mendapat kepastian soal penahanan IF, juru kamera Global TV yang diduga terkait bom di jalur pipa gas negara Serpong. Fery ditunjuk mendampingi IF oleh pihak keluarga.
“Benar ditangkap dan ditahan di Densus 88 Mabes Polri. Tapi kami tidak dikasih tahu posisi sekarang,” kata Fery Juan usai mendatangi Gedung Trans National Crime Center (TNCC) Mabes Polri kemarin.(rdl/jpnn)

Indonesia Serukan Gencatan Senjata

Perundingan Thailand-Kamboja Macet

Jakarta- Perbatasan Thailand dan Kamboja bergolak lagi, Jumat (22/4) lalu. Indonesia sebagai Ketua ASEAN sudah berusaha menjadi mediator kedua negara agar menghentikan pertempuran. Namun sayang, masih deadlock.

“Sepanjang Jumat, Sabtu, Minggu kami terus berkomunikasi intensif dengan Menlu Thailand dan Kamboja untuk menyampaikan pesan agar segera menghentikan pertempuran, penggunaan kekerasan dan mengedepankan diplomasi,” jelas Menlu Marty Natalegawa dalam jumpa pers di kantornya, Senin (25/4).

Sejak bulan Februari 2011, imbuhnya, sudah ada kemajuan perundingan. Namun ketika keadaan relatif stabil dan proses politik sudah bergulir, selalu saja ada tantangan.

“Kita telah menyampaikan pada kedua belah pihak untuk segera mengakhiri pertempuran. Dan kembali ke meja perundingan,” jelasnya.

Hasil mediasi sepanjang akhir pekan lalu itu, akan disampaikan kepada Presiden SBY dan PBB. Indonesia pun menyerukan agar kedua negara bertetangga itu melakukan gencatan senjata.

“Sampai sekarang mereka saling menuduh. Siapapun yang memulainya tetap harus ada gencatan senjata. Dari Indonesia ingin agar masalah ini cepat dituntaskan. Ke depan, kami akan terus bekerja mengupayakan diplomasi di negara-negara ASEAN, penggunaan kekerasan tidak zamannya lagi. Dan harus menyelesaikan masalah secara damai,” tegas Marty. (net/jpnn)

Sebut Kate Middleton Pelacur, Pengawal Kerajaan Dipecat

London- Entah apa yang ada di pikiran tentara Inggris yang satu ini. Bukannya mempersiapkan diri mengamankan pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton, dia malah memaki-maki Kate Middleton di facebook. Prajurit ini pun dipecat.

Anggota Scots Guardsman, Cameron Reilly (18) juga dibebastugaskan dari tugasnya untuk mengawal pernikahan William dan Kate tanggal 29 April mendatang. Demikian ditulis abc.net, Senin (25/4).

“Dia dan William lewat di depan saya Jumat kemarin. Dan yang saya lihat cuma rambut keriting sementara dia melihat ke sisi lainnya. Sapi sialan, saya tidak cocok untuk mereka. Dasar pelacur kelas atas,” tulis Reilly dalam akun facebooknya.

Kesatuan Scots Guardsman mengaku akan memeriksa Reilly terkait status kontroversialnya yang menimbulkan polemik. Usai berjaga di Menara London, Reilly pun sempat menulis status bernada SARA. (net/bbs/jpnn)

300 Orang Keracunan Makanan

BEIJING– Dua kasus keracunan makanan di Provinsi Hunan dan Shaanxi, Cina, pada akhir pekan kemarin telah membuat 300 orang dirawat di rumah sakit. Di Changsha, Ibu Kota Provinsi Hunan, Cina Tengah, sebanyak 286 penduduk desa dilarikan ke rumah sakit untuk diperiksa dan 91 orang didiagnosa mengalami keracunan makanan setelah mengunjungi resepsi pernikahan.

Seorang perawat dari UGD Rumah Sakit Xiangya Universitas Selatan Pusat di Changsa menjelaskan, keracunan makanan diduga akibat mengkonsumsi clenbuterol, zat yang digunakan untuk meningkatkan jumlah daging pada babi.
Perawat tersebut menambahkan, 15 pasien berada dalam kondisi kritis, termasuk anak-anak dan seorang wanita hamil. Sementara korban lainnya mengalami gejala keracunan ringan, mereka kini sudah keluar dari rumah sakit.

“Para petugas dari pusat pengawasan dan pencegahan penyakit tiba tadi malam, dan saya mendengar keracunan massal kemungkinan berkaitan dengan konsumsi clenbuterol,” ujar perawat tersebut seperti dilansir China Daily, Senin (25/4).
Para ahli menjelaskan, konsumsi daging dan jeroan yang terkena clenbuterol akan menyebabkan pusing, sakit kepala, tangan gemetar, jantung berdebar, gelisah dan gejala lainnya. Risiko lebih besar bisa membahayakan mereka yang memiliki penyakit jantung.(net/jpnn)

Tentara Serang Demonstran

DAMASKUS-Korban jiwa terus berjatuhan di Syria. Kota Daraa atau Deraa, yang menjadi pusat gerakan anti pemerintah, terus membara. Menyusul aksi demonstrasi menuntut mundurnya Presiden Bashar al-Assad, kemarin (25/4) sekitar 3.000 personel militer pemerintah kembali menyisir kota di selatan Syria dan di dekat perbatasan Jordania tersebut.

Dengan tank dan senjata lengkap, militer menyerbu demonstran di kota yang terletak sekitar 100 km selatan Damaskus (ibu kota Syria) itu. Sedikitnya, 25 orang tewas dalam penyerbuan tentara tersebut.
Upaya menumpas demonstran anti pemerintah tak hanya itu. Aparat keamanan juga dikerahkan dalam operasi di sejumlah wilayah di Syria. Selain di Kota Daraa, pasukan pemerintah melakukan razia di dua kota, yakni Douma dan Al-Muadamiyah, yang terletak tidak jauh dari ibu kota.

“Pasukan pemerintah mencari aktivis anti pemerintah di dua kota itu. Mereka bahkan tidak segan menggunakan kekerasan demi memburu oposisi atau demonstran,” tutur Abdullah Abazid, warga Daraa.
Tidak hanya menewaskan 25 orang, serangan militer di Daraa melukai puluhan warga sipil. Sejumlah penembak jitu juga dikerahkan dalam operasi tersebut. (ap/afp/hep/jpnn)

Detektif Cina Simpan Sabu Rp1,5 Miliar di Dinding Koper

Tangerang- Wang CM (23) boleh jadi seorang detektif swasta asal Cina. Namun jika masuk ke Indonesia sambil membawa sabu senilai Rp1,5 miliar, urusannya bisa jadi berabe. Detektif Wang pun ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Wang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dengan pesawat Cina Airlines (CI-679) rute Hong Kong-Jakarta, Jumat (22/4) pukul 21.00 WIB. Saat tiba di terminal 2D, rupanya Wang membawa 190 gram sabu dan 1.150 gram ketamine. “Modus pelaku yakni menyimpan sabu dan ketamine, dikemas dalam 2 paket, disimpan di dinding palsu koper (false concealment),” ujar Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Gatot Sugeng Wibowo, Senin (25/4). Menurut Gatot, nilai barang diperkirakan Rp1,5 miliar. Pelaku membawa tas koper  akan menyerahkan sabu dan ketamine kepada seseorang di Jakarta.(net/jpnn)

Pabrik Ilegal Terbakar, 17 Tewas

BEIJING– Kebakaran melalap bangunan empat lantai di kawasan Daxing, pinggiran Beijing, dini hari kemarin (25/4). Sedikitnya 17 orang tewas dan 24 lainnya luka dalam musibah tersebut. Sejauh ini pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran itu. Korban tewas maupun luka merupakan pekerja migran yang tinggal di dalam bangunan yang berada di Kota Jiugong tersebut.

Berdasar informasi, bangunan milik seorang warga lolal itu sebetulnya ilegal alias tidak memiliki izin. Si pemilik menyewakannya kepada pasangan suami istri yang mengubah bagian dasar bangunan tersebut sebagai pabrik pemrosesan garmen. Api kali pertama muncul dari pabrik garmen yang juga tidak memiliki izin tersebut. Diduga kuat terjadi korsleting listrik sehingga api berkobar sekitar pukul 01.00 waktu setempat dan kemudian melalap seluruh bangunan itu. (afp/ap/dwi/jpnn)

Penjara Afghanistan Jebol, 400 Taliban Kabur

Kabul– Hampir lima ratus tahanan melarikan diri dari sebuah penjara di Kandahar, Afghanistan Selatan, Senin (25/4). Mereka menggali terowongan hingga ratusan meter.

“Mereka menggali terowongan sepanjang 360 meter ke selatan penjara dan mulai keluar sejak pukul 23.00 pada Minggu (24/4) malam,” kata Kepala Sipir, Jendral Ghulam Dastageer Mayar. Malam hari itu, jumlah tahanan yang kabur mencapai 476 orang. Kepala Polisi Kandahar Shair Shah Yousofzai juga memastikan kaburnya para tahanan ini.

Demikian pula juru bicara kelompok Taliban, Yousouf Ahmadi, yang telah menyatakan pihaknya bertanggung jawab dalam upaya meloloskan diri tersebut. Namun, Ahmadi menyatakan Taliban yang kabur mencapai 541 orang. Ia menyatakan, seluruh yang kabur merupakan anggota kelompok Islam ekstremis itu. Taliban dikenal suka melebih-lebihkan dan kabur besar-besaran ini kedua kalinya terjadi di Kandahar. (net/jpnn)

Nasdem-Nasrep Daftar di Kemenkum HAM

JAKARTA – Pendaftaran partai politik untuk syarat badan hukum baru akan ditutup pada akhir Agustus. Namun, saat ini sudah ada tiga partai yang mendaftarkan keikutsertaannya di Kementrian Hukum dan HAM. Nasional Demokrat dan Nasional Republik adalah dua dari tiga parpol yang mencuri perhatian dalam pendaftaran tersebut.
“Sudah tiga partai, itu adalah Partai Nasional Demokrat, Partai Nasional Republik dan Partai Persatuan Nasional,” kata Direktur Tata Negara Asyari Syihabuddin di Jakarta, kemarin (25/4).

Asyari tidak menjelaskan lebih lanjut kapan pendaftaran ketiga partai itu. Namun, ketiganya belum melengkapi persyaratan sebagaimana ketentuan UU Parpol nomor 2 tahun 2011. KemenkumHAM menunggu hingga 22 Agustus mendatang untuk seluruh parpol untuk menyampaikan persyaratan tersebut. “Setelah itu baru verifikasi parpol dilakukan,” tandasnya.(bay/pri/jpnn)

Hatta Segera Jadi Besan SBY

JAKARTA – Menko Perekonomian Hatta Rajasa tidak lama lagi akan menjadi besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hari ini, putri Hatta, Siti Ruby Aliya Rajasa akan dilamar putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono atau lebih dikenal Ibas.

“Insya Allah, doain saja,” jawab Hatta singkat saat dikonfirmasi tentang acara tunangan Aliya dan Ibas di Kantor Presiden, kemarin (25/4). Hatta lebih banyak menjawab dengan senyuman sembari bergegas menuju ruang rapat saat wartawan menanyakan lamaran yang bertepatan dengan hari ulang tahun Aliya ke-25 itu.

Usai mengikuti rapat, Hatta kembali dicecar wartawan. Jawaban yang meluncur dari mantan Menhub dan Mensesneg itu tetap sama. Namun saat ditanya apakah akan mengundang wartawan, Hatta menghentikan sejenak langkahnya.
Sementara, tentu karena sifatnya (acara) sangat keluarga, belum dulu lah,? tutur Hatta. “Nanti kalau sudah Selasa (selesai acara, Red), saya jelasin,” sambung pejabat yang identik dengan rambut putihnya itu.(fal/nw/jpnn)