Home Blog Page 1557

Besok Batas Akhir Pelunasan Biaya Haji

BERSIAP: Jamaah haji dari salah satu provinsi ketika bersiap berangkat ke Tanah Suci. Pelunasan biaya ibadah haji 2023 ditutup besok (5/5).ANGGI PRADITHA/Kaltim Post.

SUMUTPOS.CO – Masa pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2023 ditutup besok (5/5). Sejak dibuka mulai 11 April lalu, masih banyak calon jamaah haji (CJH) porsi pemberangkatan tahun ini yang belum melunasi ongkos haji

Data yang diterima Jawa Pos (Grup Sumut Pos), sampai penutupan pelunasan Rabu (3/5) kemarin masih ada 42.148 sisa kursi haji reguler. Perincian adalah 26.311 sisa kursi jamaah berhak lunas. Kemudian 5.034 kursi jamaah prioritas lansia, lalu 1.250 sisa kursi petugas haji daerah, dan 392 kursi petugas KBIHU. Selain itu juga ada 9.161 sisa kursi jemaah cadangan.

Ditilik di tingkat provinsi, sisa kursi paling banyak ada di Jawa Timur sejumlah 5.678 kursi (17,19 persen). Kemudian disusul Provinsi Jawa Barat sebanyak 5.080 kursi (13,97 persen) dan Provinsi Jawa Tengah sebanyak 3.074 kursi (10,79 persen). Secara persentase, sisa kursi paling besar ada di DKI Jakarta yaitu 22,38 persen atau 1.666 kursi.

Keinginan dari travel haji khusus itu disampaikan Ketua Harian Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) Arta Hanif di Jakarta kemarin (3/5).

Sebagai penyelenggara layanan haji khusus, dia berharap kuota haji reguler terserap semuanya. “Tetapi kalau tidak terserap, kami para PIHK siap memberangkatkan,” tuturnya.

Menurut informasi yang dia terima, kemungkinan besar tahun ini sisa kursi atau CJH reguler yang tidak melunasi BPIH cukup banyak. Diantaranya disebabkan faktor ekonomi. Khususnya, karena nilai pelunasan haji tahun ini meningkat tajam dibandingkan tahun lalu.

Arta menuturkan jika benar sisa kursi masih mencapai 42 ribuan, angka tersebut terbilang cukup besar. Belum pernah terjadi selama ini, sisa kuota sebanyak itu. Biasanya hanya tersisa sekitar 3.000-an kursi saja.

Dia menegaskan mereka tidak mendalami lebih jauh penyebab tingginya jumlah CJH yang belum melunasi biaya haji.

Seperti diketahui tahun ini CJH reguler rata-rata harus melunasi biaya haji sebesar Rp24 jutaan. Sebab total biaya haji yang ditanggung jemaah sebesar hampir Rp50 juta per orang. Untuk diketahui saat daftar haji, jemaah wajib setor uang muka Rp 25 juta.

Arta menegaskan, mereka siap jika pemerintah bersedia melimpahkan sisa kuota haji reguler menjadi kuota haji khusus. Dengan demikian, kuota haji Indonesia bisa terserap 100 persen. Kondisi ini dia yakini bisa menjaga kepercayaan pemerintah Arab Saudi, yang tahun ini kembali memberikan kuota haji 100 persen untuk Indonesia. Yaitu total sebanyak 221 ribu kursi.

Dia menegaskan keputusan pengalihan sisa kuota haji reguler ke haji khusus harus ditetapkan segera. Pasalnya travel haji khusus memerlukan waktu untuk menyiapkan akomodasi dan lainnya. Arta mengatakan untuk pelunasan haji khusus, ditutup hari ini (4/5).

Dia menuturkan data terakhir yang melunasi sudah hampir 100 persen. “Sekali lagi kita doakan kuota haji reguler terserap semua. Tapi kami siap menerima limpahan sisa kuota reguler,” urainya. Dia mengakui bahwa skema pelimpahan sisa kuota reguler ke haji khusus itu tidak mudah. Apalagi belum diatur di dalam Undang-Undang 8/2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. “Saat ini UU Haji dan Umrah ada rencana direvisi,” tuturnya.

Dalam perubahan itu, diusulkan adanya skema pengalihan sisa kuota haji reguler, ke haji khusus. Tujuannya untuk memaksimalkan serapan kuota haji dan mengurangi panjang antrian. Pada kelompok haji khusus saja, antriannya cukup panjang yaitu mencapai lima tahunan.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief menampik kabar bahwa siswa kuota H-2 penutupan pelunasan mencapai 40 ribu kursi lebih. Hilman mengatakan sampai Rabu (3/5) memang masih banyak sisa kuota atau CJH yang belum melunasi ongkos haji. “Masih sekitar 5.000 kursi,” katanya.

Hilman optimistis kuota haji reguler maupun khusus bisa terserap seluruhnya. Apalagi Kemenag juga membuka kuota cadangan. Tujuannya untuk mengisi jika masih ada sisa kuota haji.

Soal adanya usulan skema pelimpahan sisa kuota haji reguler menjadi haji khusus, dia tidak menolaknya. Namun Hilman menegaskan skema tersebut belum diatur undang-undang. (wan/jpc/ila)

Begal Sudah Menyasar Abang Becak, Polisi Harus Bertindak

DESAK: Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus mendesak polisi menindak begal di Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kota Medan masih belum bisa terlepas dari aksi-aksi kriminalitas, khususnya dari aksi begal yang kian marak belakangan ini. Tak hanya itu, aksi begal di Kota Medan juga semakin tak masuk akal. Bagaimana tidak, aksi begal tidak lagi hanya menyasar kepada pengguna sepeda motor, tetapi juga telah menyasar kepada penarik becak.

 Menanggapi hal ini, Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus meminta pihak kepolisian, dalam hal ini Polrestabes Kota Medan untuk segera mengejar dan menangkap para pelaku serta memprosesnya secara hukum.

 “Sudah keterlaluan itu. Sudah lah yang dibegal tukang becak, kakek-kakek pula lagi. Ini harus segera ditindak, segera tangkap pelakunya dan proses secara hukum,” ucap Robi Barus kepada Sumut Pos, Rabu (3/5/2023).

 Dikatakan Robi, saat ini aksi pelaku begal di Kota Medan sudah sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan masyarakat. Tak hanya merasa was-was berada di luar rumah, para pelaku begal juga membuat masyarakat tidak nyaman saat bekerja.

 “Bayangkan saja kalau tukang becak pun sudah dibegal, apalagi pengguna sepeda motor. Tentunya para pejalan kaki pun sangat besar kemungkinannya untuk dirampok,” ujarnya.

 Robi Barus meminta agar pihak kepolisian dapat lebih fokus dalam mencegah aksi-aksi kriminalitas di Kota Medan, khususnya aksi para pelaku begal yang sudah sangat meresahkan.

 “Nggak bisa dibiarkan begal-begal ini, harus ditindak tegas. Yang paling penting adalah tindakan pencegahan, harus difokuskan dengan meningkatkan patroli. Jangan karena Bulan Ramadan sudah selesai lalu patroli hadi berhenti, patroli harus terus dilakukan, bahkan ditingkatkan,” pungkasnya.

 Seperti diketahui, komplotan begal mengancam akan menikam leher seorang kakek bernama Suwarno, yang bekerja sebagai penarik becak. Kemudian, dua orang pelaku begal lantas membawa kabur becak yang dibawa korban.

 Peristiwa tersebut terjadi di seputaran Gang Bilal, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur pada Senin (1/5/2023) siang.

 Mulanya, Suwarno mengantarkan seorang penumpang perempuan ke Jalan Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan. Setelah mengantarkan penumpangnya, becak yang dibawa Suwarno rusak.

 “Lalu datang satu orang pelaku membantu. Setelah itu, pelaku minta diantarkan ke Brayan, alasannya mau mengambil cat,” kata Endang Sugianti, istri Suwarno, Selasa (2/5/2023).

 Karena tidak curiga, Suwarno kemudian mengantarkan pelaku dan mengemudikan becaknya melintasi Simpang Kantor. Saat berada di Simpang Kantor, pelaku lainnya lantas melompat ke becak yang dibawa Suwarno. Korban yang tidak curiga lantaran mengira pelaku kedua adalah teman dari penumpangnya tetap diam dan melanjutkan perjalanan.

 “Sampai di Gang Bilal dekat RS Imelda itu, pelaku yang naik dari Simpang Kantor itu mengancam pisau ke leher kakek (korban),” cerita Endang.

 Karena takut, Suwarno lantas pasrah dan menyerahkan becaknya. Ia pun sempat berusaha mengejar pelaku usai becaknya dibawa kabur, namun karena faktor usia korban akhirnya tak sanggup mengejar.

 Pasca kejadian, warga berinisiatif menyelamatkan sang kakek ke gerai Indomaret. Di sana warga sempat melihat rekaman CCTV, namun wajah kedua pelaku tidak terekam jelas. Sialnya lagi, becak tersebut adalah becak sewaan, sehingga korban harus mengganti becak yang dia bawa.

 “Pemiliknya minta ganti Rp1,5 juta. Tapi ku bilang, aku enggak punya uang. Terakhir aku diminta ganti Rp1 juta, aku disuruh bayar dulu Rp500 ribu, nanti sisanya dicicil Rp25 ribu sehari. Bingung saya harus mencari uang kemana,” ujarnya. (map)

Hadiri Halalbihalal APKASI dan APEKSI Sumut, Darma Wijaya Ajak Kepala Daerah Bersinergi

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya menghadiri halalbihalal Idul Fitri 1444 Hijriah yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Asosiasi Pemerintah Kota seluruh Indonesia (APEKSI) untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut) di Hotel Singapore City Hall Singapore Land, Kabupaten Batubara, Rabu (3/5/2023).

Kehadiran para bupati/wali kota sontak membuat antusias masyarakat Kabupaten Batubara yang hadir menyambutnya. Terlebih dengan kehadiran Walikota Medan Bobby Nasution, Ketua APKASI Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang juga Bupati Dharmas Raya dan Bupati Sergai Darma Wijaya yang sempat dianugerahi sebagai Kepala Daerah Terpegah (Terpopuler) versi Indonesia Indikator (I2) pada tahun 2022 lalu.

Antusiasme itu terlihat sejak para undangan mulai masuk ke arena hotel dengan ditandai banyaknya masyarakat yang minta berfoto bersama dengan para kepala daerah. Ratusan masyarakat dari berbagai elemen memadati Singapore Land tampak antusias mengikuti dan mendengarkan arahan sekaligus ide-ide dari pemimpin dalam memajukan daerahnya.

Dalam kesempatan ramah tamah para kepala daerah yang dihadiri hampir seluruh bupati dan wali kota se-Sumut, diliputi dengan nuansa silaturahim penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Tak hanya itu, beragam gagasan maupun ide menarik sempat disampaikan diiringi dengan candaan dalam mengutarakan unek-unek mereka.

Dikesempatan itu, Bupati Darma Wijaya mengajak seluruh hadirin agar mengutamakan pentingnya persatuan, keutuhan kebersamaan, karena akan lebih memiliki kekuatan dan kesempatan untuk membangun daerah masing-masing. “Teruntuk seluruh kepala daerah di Sumut, jika kita kompak seirama dalam membangun, maka Sumut akan lebih progresif maju ke depan. Mari kita tingkatkan sinergitas, kekompakan kita demi mencapai visi misi yang kita emban masing-masing,” tutupnya diiringi tepuk tangan yang meriah dari seluruh yang hadir.

Di sela-sela kegiatan, Bupati Darma Wijaya bersama Bupati Batubara Zahir dan Kepala Daerah lainnya turut menyerahkan bantuan kepada 22 satuan pendidikan berupa kendaraan bermotor, laptop dan alat penunjang pendidikan lainnya sebagai wujud meningkatkan pendidikan di Sumut khususnya di Kabupaten Batubara sebagai tuan rumah.

Turut mendampingi Bupati Sergai, Asisten Pemerintahan dan Kesra Nina Deliana Hutabarat, Kepala Bappeda Rusmiani Purba, Plt. Kadis Kominfo Ingan Malem Tarigan, Kadis PU-TR Johan Sinaga, Kadis Pertanian Dedi Iskandar, Kadis PMP2TSP Reza Firmansyah, Kabag Tata Pemerintahan Onggung PG Purba, Kabag Kerjasama Richard H P Nainggolan dan Kabag Protokol Kompim Prayogi Eko Prasetio. (fad/adz )

Suami Korban Tewas di Bandara Kualanamu Lapor ke Bareskrim, LBH Medan: Sah-sah Saja

Direktur LBH Medan, Irvan Sahputra

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pihak Keluarga Aisiah Sinta Dewi Hasibuan, korban tewas yang jatuh dari lift Bandara Kualanamu melalui suaminya Ahmad Faisal bin Ibrahim telah resmi melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri. Pasalnya, kasus yang saat ini ditangani Polresta Deliserdang tersebut, pihak keluarga tidak yakin sehingga memilih melapor ke Bareskrim.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Irvan Sahputra mengatakan upaya hukum yang ditempuh pihak keluarga ke Bareskrim dinilai sah-sah saja. “Nanti akan dicek efektif dan efisiensi siapa yang paling berhak menangani perkara ini. Sebagai contoh kalau dia (korban) melapor ke Bareskrim, Bareskrim punya kewenangan juga melimpahkan perkara itu ke Polda atau Polres,” ujarnya kepada Sumut Pos, Rabu (3/5).

Menurut Irvan, perkara yang ditangani pihak Polresta Deliserdang, terkait adanya temuan mayat di Lift Bandara Kualanamu, artinya pihak kepolisian menggunakan laporan Model A. “Jadi Polresta Deliserdang juga mempunyai kewenangan menangani perkaranya ini, begitu juga Bareskrim yang telah menerima laporan dari suaminya Aisiah dalam hal ini Ahmad Faisal,” katanya.

Berdasarkan hasil pengamatannya dalam kasus ini, pasal yang dilaporkan suami korban ke Bareskrim berkaitan dengan Pasal 359 atau kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia. Selain itu, ada 6 perusahaan asing yang turut dilaporkan. “Sah-sah saja pihak keluarga melapor ke Bareskrim untuk mempermudah pemeriksaan atau mempercepat pemeriksaan tersebut,” urainya.

Atas hal itu, lanjutnya, LBH Medan meminta pihak Angkasa Pura II agar lebih memperhatikan berkaitan dengan pelayanan di Bandara Kualanamu. Karena menurut Irvan, hal itu merupakan hak dari perlindungan konsumen pengguna jasa penerbangan. “Inikan merupakan hak asasi manusia yang memang harus dipenuhi konsumen. Yang pasti perkara ini harus disampaikan secara transparan oleh aparat penegak hukum, apa sih yang sebenarnya terjadi apakah murni kelalaian pengelola lift tersebut. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi.

Ia tak ingin dalam kasus ini, justru yang ditumbalkan adalah para pekerja-pekerja bandara, mengesampingkan pertangung jawaban pihak perusahaan besar yang mengelola Bandara Kualanamu. “Tetapi harus ada pertanggung jawaban dari pihak perusahaan-perusahaan yang mengelola (bandara) ini, untuk perbaikan-perbaikan untuk pelayanan konsumen,” pungkasnya.

Diketahui, korban Aisiah mengantarkan keponakannya ke Bandara Kualanamu, Senin (24/4) malam. Berdasarkan rekaman CCTV, korban naik lift sendirian ke lantai 2. Dia mengira lift yang digunakan rusak dan sempat menelpon keponakannya. Di saat itulah, dia berusaha membuka pintu lift menggunakan tangan kirinya. Saat pintu terbuka, dia tidak melihat arah depan, hingga akhirnya terjatuh ke lorong kecil di depan lift.

Jasad korban ditemukan Kamis (27/4) sore, diawali terciumnya aroma busuk di dalam lift. Terkait insiden ini keluarga korban menilai kematian Aisiah karena sistem keamanan Bandara Kualanamu tidak profesional. (man)

Swiss-Belinn Medan Tawarkan Promo Kamar Amayzing Deal

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Kota Medan terkenal dengan kuliner khas dan juga objek wisatanya. Swiss-Belinn Jalan Surabaya dan Jalan Gajah Mada Medan yang merupakan middle upscale hotel yang dikelola oleh Swiss-Belhotel International, hadir di tengah-tengah Kota Medan.

Berlokasi dekat dengan pusat kuliner Hotel Swiss-Belinn Jalan Surabaya dan Jalan Gajahmada menjadi pilihan yang tepat bagi penikmat kuliner. “Salah satu pusat kuliner terdekat dengan Swiss-Belinn Jalan Surabaya itu adalah Selat Panjang, yang terkenal dengan kuliner istimewa seperti sate, mie pangsit , dan kuliner lainnya. Itulah yang menjadi andalan kami,” kata Tim Marketing Hotel Swiss-Belinn Group Jalan Surabaya, Sri Rahayu bersama Leofal, dan Icha dan Ikhsan Tim Marketing Hotel Swiss Bellin Jalan Gajahmada itu ke Harian Sumut Pos, Rabu (3/5/2023). Kehadiran mereka disambut Manager Marketing Harian Sumut Pos, Hirzan dan Sekretaris Redaksi, Maria Panjaitan.

Menurut Rahayu, Swiss-Belinn Jalan Surabaya yang memiliki 180 kamar dengan tiga tipe, yakni superior, deluxe, dan superior deluxe dengan fasilitas tempat yang nyaman, juga menawarkan Promo Kamar Amayzing Deal dengan tarif Rp455 ribu yang sudah termasuk sarapan. “Promo Kamar Amayzing Deal berlaku khusus tamu reservasi ke hotel langsung dan tidak bisa dari online,” jelasnya.

Sementara Ikhsan, Tim Marketing Swiss-Belinn Jalan Gajahmada Medan, mengungkapkan bahwa Swiss-Belinn Jalan Gajahmada memiliki 105 kamar dengan jenis dua tipe yakni Deluxe dan sweet room. Di mana di Swiss-Belinn yang ada di Jalan Gajahmada memiliki fasilitas lengkap, termasuk kolam renang. “Swiss-Belinn Jalan Gajahmada memiliki kolam renang yang baik,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ikhsan, Swiss Bel in juga memiliki kamar yang nyaman saat beristirahat bersama keluarga. Dalam kesempatan itu, Rahayu dan Ikhsan menyebutkan, Hotel Swiss-Belinn Group sengaja bersilaturahim ke Graha Pena, kantor Harian Sumut Pos untuk mempererat kerja sama yang terjalin. “Tujuan kami selain untuk silaturahmi, juga ingin menjalin kerjasama dengan Harian Sumut Pos,” ujar Sri Rahayu.

Manager Marketing Harian Sumut Pos, Hirzan mengucapkan terima kasih atas silaturahim Tim Marketing Swiss-Belinn Group ke kantor Harian Sumut Pos, terkhusus di suasana Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Hirzan juga menyampaikan, Harian Sumut Pos siap mendukung program dari management Swiss-Belinn di Jalan Surabaya dan Jalan Gajahmada. “Tentulah kami terbuka lebar untuk menjalin kerja sama dengan Swiss-Belinn Group,” pungkasnya. (omi/adz)

Wakil Bupati Nias Selatan Pimpin Upacara Hardiknas 2023

NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023 diperingati di Kabupaten Nias Selatan dengan melaksanakan upacara bendera dan perayaan yang dipusatkan di Lapangan Orurusa Kecamatan Teluk Dalam. Selasa, (2/5/2023) Pada upacara bendera, Wakil Bupati Nias Selatan Firman Giawa SH MH bertindak sebagai Inspektur upacara dan Pistis Laia SPd (guru SMPN 2 Toma) sebagai komandan Ipacara.

Sedangkan paduan suara/penggerek bendera dari SMAN 1 Teluk Dalam dan Pembaca Pembukaan UUD 1945 Tarimae Ziraluo, S.Pd (Kasek SMPN 4 Fanayama). Peserta upacara adalah Siswa-siswi dari SD, SMP, SMA, dan SMK dari sekolah yang ada di sekitar kota Teluk Dalam.

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim dalam pidatonya yang dibacakan Wakil Bupati Nias Selatan menyampaikan, Bangsa Indonesia bersama-sama telah membuat sejarah baru yaitu gerakan merdeka belajar dan merdeka mengajar dengan kehadiran kurikulum merdeka.

Sebanyak 24 episode merdeka belajar yang sudah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat. Inovasi ini juga diterapkan di jenjang perguruan tinggi dengan hadirnya program-program kampus Merdeka.

Di sela upacara, dilakukan pemberian penghargaan dari berbagai kategori kepada bapak/ibu guru berprestasi atas nama: Dwi Suryani Gea, S.Pd (Kasek PAUD Simandraolo O’o’u), Melvin Zai (Kasek TK Kalvari Teluk Dalam), Yuliana Giawa, S.Pd (Kasek SDN 077311 Hilimegai), Odaligo Duha, S.Pd (Kasek SDN 074071 Bawodobara), Aluizaro Laia, S.Pd (Kasek SDN 078491 Hiliwaebu Ulunoyo), Fridawati Maduwu, S.Pd (Kasek SMPN 1 Teluk Dalam), Yulina Laia, S.Pd (Kasek SMPN 1 Mazo), Tradisi Dachi, S.Pd (Kasek SMPN 2 Amandraya) dan Fanolo Giawa, S.Pd (Kasek SDN 078559 Hilimbowo).

Usai Upacara, dilanjutkan dengan perayaan dengan menampilkan berbagai atraksi, perlombaan dan undian. Suguhan atraksi antara lain: penampilan Marching Band dan Tari Rato Jaroe Aceh dari SMPN 1 Teluk Dalam, Tari Söu Bagoa dari SMPN 4 Fanayama, dan tari kreasi Tor-tor. Pada sesi perlombaan, bapak/ibu guru dan para ibu kadis tampil melakukan parade dalam balutan pakaian adat dan pakaian kreasi dari berbagai daerah di Nusantara.

Tampak hadir di mimbar kehormatan Sekretaris Daerah Ir. Ikhtiar Duha, MM, Forkopimda atau mewakili, staf ahli, asisten, kepala OPD, perwakilan bank, dan tamu undangan lainnya. (mag-8)

Lanal Sibolga Diduga Tangkap-Bebaskan Kapal Pukat Trawl, Aliansi PPPNT Demo DPRD

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Aliansi Pemuda Putra-putri Nelayan Tradisional Sibolga-Tapanuli Tengah melakukan aksi demo di depan gedung DPRD Kota Sibolga. Koordinator aksi, Raju Firnanda Hutagalung dalam orasinya mengatakan adanya dugaan pembebasan kapal pukat trawl yang dilakukan pihak Lanal Sibolga yang sebelumnya telah ditangkap.

“Kami mendengar dan menduga bahwa ada pukat trawl ditangkap, yaitu KM Bintang Kehidupan, KM Bintang Timur, KM Sumber Rejeki 04. Kita duga kapal ini ditangkap, kemudian dilepaskan,” ungkap Raju, Rabu (3/5/2023).

Pihaknya berkeinginan agar dugaan tersebut dapat dikonfirmasi pihak Lanal Sibolga. “Harapan kami ini kapal yang ditangkap, kalau ditangkap berarti ada yang dilanggar, ada undang-undang yang di langgar pertanyaan kenapa dilepas, bila mana dugaan kami ini benar maka memunculkan pertanyaan yang besar,” katanya.

Raju juga meminta DPRD Kota Sibolga agar menyurati KASAL dan Panglima TNI untuk mengevaluasi kinerja Danlanal Sibolga. “Jika nantinya tidak ada kejelasan dengan tuntutan kami, kami berharap DPRD Sibolga menyurati KASAL dan Panglima meminta dilakukan evaluasi terhadap Danlanal bila mana dugaan tersebut tidak mampu dijawab,” ungkapnya.

Ketua DPRD Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik mengatakan, sebelumnya sudah membahas permasalahan tersebut. Pihaknya juga berencana memanggil pihak Lanal Sibolga, Kepolisian, HNSI dan pelaku nelayan baik tradisional maupun modern untuk mencari solusi terbaik untuk masyarakat Kota Sibolga. “Maka kita jadwalkan di minggu ketiga bulan Mei, jadi ingin saya langsung mengambil alih masalah ini,” pungkasnya. (mag-5)