30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 15576

Pidie Dihantam Banjir Bandang, 5 Desa Terendam, 12 Penduduk Tewas

SIGLI-Banjir bandang menghantam lima gampong (kampung) di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Kamis (10/3) malam kemarin. Banjir yang terjadi saat penduduk desa tertidur lelap itu merusak ratusan rumah penduduk dan menyebabkan 12 warga meninggal dunia.

Kelima gampong  dalam Kecamatan Tangse yang mengalami bencana besar itu meliputi Gampong Peunalom 1 dan Peunalom 2, kedua gampong ini tergolong parah 70 persen rumah warga terseret banjir badeng, sedangkan Gampong Blang Dalam, Blang Bungong, dan Rayan, sedikit lebih ringan dibanding kedua gampong tetangga lainnya.
Sedangkan 12 warga yang menjadi korban akibat diterjang banjir, terdiri dari Gani Usman (60), Samsul (25) dan seorang anak putri perempuannya.

masih berusia (20) belum terdata namanya, ketiga korban masih satu keluarga.

Selanjutnya, Fatriah Abubakar (40), Hendra Asnawi (16) dan seorang anak perempuan dari Mustafa masih berusia 2 tahun belum terdata namanya, kesemua korban tersebut tercatat warga Peunalom 1.

Lainnya Warga Rantau panyang, terdiri dari pang Hitam (75), hasbi (60) dan seorang anaknya masih berusia 3 tahun namanya belum terdata, selebihnya warga rayan yang juga alami musibah dalam waktu bersamaan Rumaida Ali (35), kesemuanya jasadnya sudah ditemui warga disana.

Akhirnya warga pun diungsikan ke Masjid Peunalom dengan membuka dapur umum dan posko pengobatan bagi para korban.

Banjir bandang ini mendapat sorotan tajam dari aktivis lingkungan. Ketua Walhi Aceh, TM Zulfikar, menuding pengusaha liar yang melakukan aktivitas illegal logging dituding sebagai penyebab banjir bandang. ”Banjir yang terjadi di Tangse ini telah mengingatkan kita atas kejadian serupa di Wasior, di Papua Barat, bulan Oktober 2010 lalu yang telah menewaskan 29 orang dan 103 orang lainnya dinyatakan hilang, dan menyebabkan fasilitas dan infrastruktur pemerintah dan asset milik masyarakat rusak,” ujar TM Zulfikar, Jumat (11/3).

Diungkapkannya, bencana yang sama di Tangse juga terjadi pada tahun 1985. Lagi-lagi sebagian besar pemukiman di Beungga, Kecamatan Titeu Keumala serta 5 kecamatan di sekitarnya terendam air. Bukan hanya itu, sejumlah penduduk dikabarkan meninggal dunia dan hancurnya berbagai fasilitas publik.

Memang kawasan Tangse merupakan daerah rawan banjir bandang. Walau demikian, hal itu takkan terjadi, kalau tidak ada aksi perambahan hutan secara ilegal. Seperti diketahui, banjir bandang di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, kemarin malam sekira pukul 20.00 WIB, telah merusak lima  gampong dan 70 persen kerusakan pemukiman penduduk diakibatkan hantaman kayu.

Air Setinggi 1 Meter

Sementara itu di Aceh Jaya, 15 desa Kecamatan Teunom juga terendam banjir. Informasi tersebut diperoleh dari Wakil Bupati Aceh Jaya, Zamzami Abdulrani. ”Ketinggian mencapai 1 meter,” singkatnya.

Meski warga setempat mengaku telah terbiasa dengan keadaan demikian, Zamzami beserta perangkat kerja di daerahnya telah berupaya semaksimal mungkin menciptakan program pencegahan dan pelaksanaan pembangunannya, seperti pelurusan daerah aliran sungai (DAS) hingga pemasangan tanggul di tepi sungai.
“Tapi, Kabupaten Aceh Jaya tidak mampu melaksanakan pemasangan tanggul dan pelurusan DAS secepat munkin, karena dana APBK kita minim tiap tahun. Untuk tahun ini (2011) hanya Rp400 miliar lebih APBK Aceh Jaya,” ucapnya. (isf/den/slm/jpnn)

Direksi PDAM Tirtanadi Dilantik, Gatot tak Tahu

Wagubsu: Kita Lihat Saja Nanti

MEDAN-Pergolakan di tubuh Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mulai terasa. Kemarin (11/3), empat direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi masa bakti 2011-2015 dilantik Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut, Rachmatsyah, tanpa sepengetahuan Wakil Gubernur Gatot Pujo Nugroho.
“Saya tidak tahu ada pelantikan direksi PDAM Tirtanadi hari ini (kemarin, Red),” kata Gatot sambil mengangkat kedua tangannya dan menggelengkan kepala.

Ditemui usai pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut, di Kantor Gubernur, mantan ketua DPW PKS Sumut ini hanya mengumbar senyum. “Sudahlah, kita lihat saja nanti,” ujarnya.

Informasi yang diterima wartawan koran ini, Gatot ternyata tidak diundang dalam pelantikan empat direksi PDAM Tirtanadi tersebut. Bahkan, perusahaan air itu tak sedikitpun berkoordinasi tentang pelaksanaan seleksi dan terpilihnya empat nama direksi tersebut.

Padahal, hingga kini dari 12 orang nama yang dipilih melalui jalur ujian seleksi Unimed diluar keempat direksi tersebut sudah mengadukan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan seleksi.

Bahkan, dugaan kecurangan itu telah dilaporkan oleh sejumlah peserta ke meja Gubernur, Wagubsu, Sekda dan pimpanan DPRD Sumut. Tapi, laporan pengaduan belum ditindak lanjuti dan belum ditelaah kembali, Plt Sekda Pemprovsu, Rahmadtsyah atas nama Gubsu, Syamsul Arifin melantik empat direksi PDAM Tirtanadi tersebut.

Ketidaktahuan Gatot dalam pelantikan direksi perusahaan air minum milik pemprovsu ini memunculkan berbagai tanggapan. Pemerhati politik asal Universitas Medan Area (UMA) Dadang Darmawan MSi menilai, Syamsul Arifin telah mengambil kebijakan tidak tepat dan tidak etis menjelang pelaksanaan persidangan perdananya di pegadilan Tipikor PN Jakarta Pusat yang dijadwalkan Senin (14/3) mendatang. Kenyataan itu semakin memperkuat disharmonisasi antara Syamsyul dan Gatot.

Dampaknya cukup signifikan dalam perkembangan pemerintahan di Sumut ketika saatnya nanti Gatot Pujo Nugroho menjabat pelaksana tugas (Plt) gubernur juga ketika menjadi gubernur definitif. Bukan tidak mungkin akan terjadi pergantian segenap direksi PDAM Tirtanadi tersebut. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan terjadi pula pemutasian terhadap jabatan-jabatan satuan perangkat kerja daerah (SKPD) Provsu yang selama ini proses pengangkatannya tanpa melibatkan wakil gubernur itu.

“Ada tiga hal yang muncul dari persoalan ini. Pertama, pelantikan tanpa sepengetahuan Wagubsu ini menandakan ketidakharmonisan antara dua pimpinan di Sumut ini semakin terlihat jelas. Yang kedua, secara etika seharusnya seorang tersangka tidak semestinya bisa melakukan pemutasian. Dampak yang ketiga adalah dalam jangka waktu dekat, bisa jadi akan ada pemutasian terhadap direksi PDAM Tirtanadi, bahkan bisa sampai ke SKPD lainnya. Hal itu dikarenakan, pelantikan selama ini banyak yang tidak diketahui oleh Wagubsu. Bisa jadi, orang-orang yang dilantik Gubsu itu tidak sama visi dan misinya dengan Wagubsu,” tegasnya.

Prediksi Dadang Darmawan sepertinya mendekati kenyataan. Saat ini, Gatot akan melakukan evaluasi Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Kadisdiksu) Syaiful Syafri. Padahal, pejabat itu merupakan satu dari tiga nama yang telah mengikuti fit and profer test atau uji kelayakan atau kepatutan sebagai sekretaris daerah (Sekda). Rencana evaluasi Syaiful tersebut dikemukakan Gatot kepada Sumut Pos seusai melantik Kepala BKKBN Sumut, kemarin.
“Saya merespon tuntutan dari anggota Komisi E DPRD Sumut yang menginginkan Kadisdik Sumut dievaluasi,” katanya.

Lebih lanjut Gatot menjelaskan, anggota Komisi E DPRD Sumut menilai Syaiful Syafri tidak mampu dalam menjalankan tugasnya, sehingga menimbulkan adanya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2010 sebesar Rp56 miliar.

Apakah dengan akan dievaluasinya Syaiful Syafri, juga akan membongkar skema tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) Propsu? Mengenai pertanyaan itu, Gatot hanya menjawabnya dengan singkat. “Ya, begitulah,” katanya sembari memasuki mobil dinasnya.
Bagaimana pula dengan akan diangkatnya dirinya menjadi orang nomor satu di Sumatera Utara, menggantikan Gubsu Syamsul Arifin yang sebentar lagi menjadi terdakwa? Untuk pertanyaan itu, Gatot hanya tersenyum kepada Sumut Pos sembari menutup kaca mobilnya.

PDAM Umbar Janji

Pelantikan empat direksi PDAM Tirtanadi tersebut berlangsung di Lantai IV kantor perusahaan air minum tersebut di Jalan Sisingamangaraja Medan. Keempatnya diambil sumpah setelah menjalani serangkaian seleksi, termasuk uji kelayakan dan kepatutan yang diwarnai pro-kontra.
Keempat direksi itu adalah Azzam Rizal selaku Direktur Utama menggantikan Syahril Effendi Pasaribu, Mangindang Ritonga yang sebelumnya Direktur Administrasi Keuangan dilantik menjadi Direktur Operasional menggantikan T Fahmi Johan, Ahmad Thamrin menjadi Direktur Administrasi Keuangan menggantikan Mangindang Ritonga dan Tamsil Lubis menjadi Direktur Perencanaan dan Produksi menggantikan Subahri Ritonga.
Pelantikan tersebut berlangsung tertutup. Wartawan tidak diizinkan masuk ke aula untuk melihat langsung acara pelantikan dan serah terima jabatan Dirut PDAM Sumut tersebut. Pintu masuk aula dijaga ketat oleh petugas security dan petugas keamaanan.
“Saya tidak tahu menahu Bang. Kalau memang sudah begitu peraturannya, mau bilang apa bang karena saya pun bawahan,” kata seorang petugas keamanan.

Setelah selesai acara pelantikan dan serah terima jabatan, barulah wartawan diizinkan untuk masuk kedalam. Plt Dirut PDAM Sumut, Fahmi Johan, diketahui tidak hadir pada acara tersebut karena berhalangan.
Azzam Rizal kepada wartawan berjanji memberikan pelayanan penuh kepada masyarakat agar tidak merasa kecewa dengan PDAM. “Kami akan meningkatkan pelayanan dan menambah kesanggupan serta target sambungan baru. Target kita untuk tahun 2012 adalah 80 persen warga Medan harus sudah sampai sambungan air bersih kerumah-rumah warga,” katanya sambil menjabat tangan para tamu undangan.(ari/ril/jon)

Astrid Menang di Indosat Awards

Penghargaan untuk insan musik tanah air Indosat Awards kali pertama diselenggarakan Kamis malam (10/3). Acara yang dihelat di Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, Sudirman Central Business District (SCBD), tersebut bertabur banyak pelaku industri musik.

Sebanyak total 22 awards diberikan.  Ada nama Astrid sebagai peraih penghargaan kategori artis pop perempuan terpopuler. Dalam kategori tersebut, Astrid bersaing dengan penyanyi solo yang memiliki karakter kuat seperti Agnes Monica, Rossa, Sherina, Mulan Jameela, serta Citra Idol.

Ketika akhirnya penghargaan tersebut jatuh ke tangannya, penyanyi kelahiran Surabaya tersebut pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaan.

Di panggung, kekasih Arlan —antan vokalis Mary Jane yang kini menjadi solois tersebut— bahkan sampai mengeluarkan air mata haru. Sebab, sejak berkarir pada 2003, itu adalah penghargaan pertamanya. Pelantun Tentang Rasa tersebut pun tak mampu berkata banyak saat mengucap pidato kemenangan. “Ini penghargaan pertama saya. Terima kasih,” katanya dengan terbata-bata sambil menahan tetes air mata.

Malam itu juga menjadi milik band Kotak. Mereka menggondol dua penghargaan, diantaranya kategori grup pop rock terpopuler. Namun, kebahagiaan malam itu terasa tidak sempurna karena dua hari sebelumnya Kotak resmi kehilangan drumernya, Posan, yang mengundurkan diri. “Meski malam ini Posan nggak ada, piala ini piala kami berempat. Posan ikut membangun Kotak dari awal. Kami persembahkan piala ini untuk dia,” kata Tantri yang disambut anggukan kepala oleh dua personel Kotak yang lain, Cella dan Chua.

Kata mereka, Kotak masih diliputi suasana berduka karena ditinggal Posan. Sebab itu, mereka belum berencana untuk mencari drumer baru. “Nanti dululah. Kami masih merasa kehilangan,” ungkap Chua. Komentar Chua diteruskan Tantri. “(Kami) masih berduka. Kami belum mau membahas kelanjutannya bagaimana. Posan adalah salah seorang yang memupuk Kotak dari awal,” lanjut Tantri.

Yang pasti, meski masih sedih, Kotak sangat bersyukur karena malam itu mereka mendapatkan penghargaan. Kalaupun Posan sudah tidak ada, posisinya masih bisa digantikan Kerabat Kotak (sebutan fans Kotak). Fans yang menyangga mereka sehingga rasanya tetap berempat dan masih bisa disebut Kotak. (jan/c10/ayi/jpnn)

Nekat Bersepeda di Pantai untuk Cari Istri

Warga Indonesia di Jepang yang Hindari Maut saat Tsunami

Ratusan warga Indonesia kemarin berhasil dievakuasi dari Iwase dan Miyagi, dua daerah di Jepang yang dihantam tsunami terparah.

Ratusan lainnya masih menunggu pertolongan, termasuk yang di Tokyo. Inilah penuturan mereka saat menghindari bencana itu.

“Saya masih di pengungsian, tidak berani balik ke apato (apartemen). Isi apato hancur, cuaca dingin bersalju. Mohon doa rekan-rekan,” kata Mukti Ali, mahasiswa asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Tohoku University, Miyagi, melalui e-mail yang dikirim kepada wartawan koran ini kemarin (11/3).

Mukti merupakan satu di antara 274 WNI yang tinggal di Miyagi. Sekitar 140 orang lainnya hidup di Iwase. Di antara jumlah itun

Jelang Sidang Perdana, Syamsul Andalkan Saksi Ahli

Gubernur Sumut Syamsul Arifin bakal duduk di kursi terdakwa pertama kalinya, Senin (14/3) mendatang, pukul 09.00 WIB. Tim pengacara Syamsul dari Alfonso & Partner menyatakan kesiapannya menghadapi persidangan perdana di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor), Jakarta. Tim pengacara mantan bupati Langkat ini sudah menerima berkas dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). ”Berkas sudah saya terima,” ujar Samsul Huda, anggota tim pengacara Syamsul, kepada Sumut Pos, kemarin (11/3). ”Segala sesuatunya sudah siap,” ujar Samsul Huda yang selalu mendampingi Syamsul setiap kali menjalani pemeriksaan di KPK itu.

Mengenai materi dakwaan, dia enggan berkomentar banyak. ”Tunggu saja nanti dakwaannya seperti apa,” ujar Samsul Huda.

Untuk persidangan berikutnya, pihak Syamsul sudah merancang siapa saja yang akan dijadikan saksi. Hanya saja, pihaknya tidak akan mengajukan saksi meringankan (a de charge).

”Kita tidak akan mengajukan saksi a de charge. Kita akan maksimalkan saksi ahli. Kalau saksi-saksi yang lain kan sebagian besar sudah dimintai keterangan oleh penyidik dan diberkaskan,” terang Samsul Huda.
Saksi ahli yang akan diajukan adalah ahli pengelolaan keuangan daerah dan administrasi pemerintahan. ”Pokoknya yang terkait pemerintahan daerah. Saksi ahli itu akan menjelaskan siapa pejabat di daerah yang mengelola keuangan daerah dan siapa yang bertanggung jawab,” terangnya.

Dia menjelaskan, sidang perkara APBD Langkat dengan terdakwa Syamsul nantinya dipimpin hakim Tjokorda Rae Suamba.

Terkait proses penerbitan Kepres tentang penonaktifan Syamsul, hingga kemarin masih di meja Dirjen Otda Kemendagri, Djohermansyah Djohan.  Ini tampak dari reaksi Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni saat ditanya mengenai draf Kepres.

”Kita masih nunggu (nomor register perkara, Red) dari pengadilan,” ujarnya kepada Sumut Pos.
Kapuspen/Jubir Kemendagri Reydonnyzar Moenek yang mendampingi Diah langsung menjelaskan ke bosnya itu bahwa nomor register sudah diterima Kemendagri. Setelah mendapat penjelasan tersebut, Diah mengatakan, ”Ya sudah tunggu saja.”

Mendagri Gamawan Fauzi sendiri kemarin belum ngantor, lantaran baru tiba dari Kupang menjelang petang.
Seperti diberitakan, pengadilan sudah mengirim nomor register perkara dengan terdakwa Syamsul Arifin ke kemendagri, Kamis (10/3). Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Djohermansyah Djohan mengatakan, dengan adanya nomor register itu maka pembuatan Kepres tentang pemberhentian sementara Syamsul Arifin sudah bisa diproses. (sam)s Fathur.(sam/ndi)

KBRI Evakuasi 414 WNI

JAKARTA-Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) masih melakukan verifikasi untuk mengetahui apakah ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gempa dan tsunami Jepang. Beberapa jam pasca gempa 8,8 Skala Richter yang mengguncang negeri matahari terbit, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Muhammad Luthfi langsung memberikan pernyataannya melalui surat elektronik.

“Kami prihatin dengan gempa besar yang menimpa Jepang. Saat ini ada 31 ribu WNI disini. Kami sedang mendata mengenai keadaan masing-masing WNI,” ujarnya melalui surat elektronik kepada wartawan di Jakarta kemarin (11/3).

Menurut Lutfi, saat ini terjadi gangguan transportasi, listrik, dan telekomunikasi di sebagian besar Tokyo. Namun, kata dia, pemerintah dan masyarakat di Jepang terlihat sangat sigap dalam menanggapi gempa ini. Lutfi meminta publik di Indonesia mendoakan keselamatan WNI yang kini berada di Negeri Sakura tersebut. “Kami harap seluruh WNI dalam keadaan sehat, selamat serta tetap tenang. Kami akan terus memberikan update,” tuturnya.
KBRI Tokyo mengoordinir seluruh staf kedutaan dan keluarganya untuk melakukan pendataan dan dukungan kepada seluruh WNI yang membutuhkan. Selain itu KBRI juga telah membuat posko crisis center guna memonitor perkembangan terkini pasca gempa di Miyagi, Jepang.

Lutfi mengatakan, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla yang kini sedang berada di Jepang juga ikut merasakan goncangan gempa tersebut. Pada saat terjadinya gempa, JK sedang berada di restoran yang letaknya tidak jauh dari KBRI. JK sendiri harus berdiri selama dua jam di taman terdekat.

Jubir Kemenlu Michael Tene mengatakan, catatan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyebutkan ada 31.517 WNI yang tinggal di Jepang. Di Tokyo ada sekitar 14 ribu TKI yang terdiri dari 2 ribu pekerja profesional, 3.150 anak buah kapal, dan 2.000 mahasiswa. Layanan komunikasi di Jepang sempat hanya berfungsi 20 persen menyusul gempa dan tsunami di negara itu sehingga sulit untuk mendapatkan sambungan telepon. “Tapi sudah mulai berangsur-angsur normal dan informasi masih kami update,” kata dia.(zul/jpnn)

 

Nuklir Jepang Rawan

TOKYO- Pemerintah Jepang mengumumkan keadaan darurat nuklir setelah pembangkit nuklirnya terbakar. Pembangkit tersebut terbakar akibat gempa berkekuatan 8,9 skala Richter (SR) yang mengguncang Jepang, Jumat (11/3) siang.
Meski terbakar, pemerintah memastikan tidak ada kebocoran atau bahaya radiasi. “Tidak ada kebocoran hingga saat ini, dan tidak ada tanda-tanda kebocoran,” kata Sekretaris Kabinet Jepang, Yukio Edano. Kini, Pemerintah hanya mengumumkan kondisi darurat dan membentuk tim darurat untuk mengatasinya.

Ketika gempa terjadi, pemerintah Jepang langsung mematikan reaktor nuklirnya, tapi kemudian menimbulkan masalah pada sistem pendinginannya meski tidak ada kebocoran.  Tiga reaktor di pembangkit listrik nuklir Fukushima Daiichi, dirancang otomatis padam saat terjadi gempa. Gempa itu juga mengakibatkan generator diesel yang digunakan untuk mendinginkan reaktor ikut padam. Selanjutnya, tiga reaktor Fukushima Daiichi penghasil 2,03 juta kilowatt berlokasi di lautan Pasifik di wilayah Fukushima, sebelah utara Tokyo, sedangkan tiga reaktor lainnya sedang tidak beroperasi .
Sementara itu tiga reaktor nuklir di perusahaan Tohoku Electric Power di Onagawa, Miyagi dekat pusat gempa juga otomatis padam. Beberapa jam kemudian, perusahaan itu menyatakan terdapat asap dari gedung reaktor 1. Masih diteliti keamanan reaktor, sejauh ini belum ada kebocoran bahan radioaktif. Semua perusahaan energi yang mengoperasikan pembangkit nuklir di Jepang. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan empat pembangkit listrik nuklir dekat pusat gempa telah otomatis dipadamkan. (bbs/jpnn)

Jepang Ahli Tangani Gempa

JAKARTA-Gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang, Jumat (11/3) mengingatkan rakyat Indonesia pada musibah yang sama, 26 Desember 2004 lalu. Namun meski sama-sama negara yang rawan bencana, harus diakui Jepang jauh mengalahkan Indonesia. Kesiapsiagaan Jepang menghadapi bencana gempa dan tsunami, tentu dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk meminimalisir korban jiwa.

Tahun 2004, saat gempa berkekuatan 9,3 Skala Richter (SR) di 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer terjadi, Indonesia harus berduka untuk waktu yang lama. Gempa disusul tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas, 140.000 orang hilang dan 1.126.900 orang kehilangan tempat tinggal akibat disapu ombak tsunami setinggi 9 meter dalam waktu sekejap.

Bencana ini merupakan tragedi kematian terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Tsunami di Samudera Hindia inipun memakan korban jiwa hingga ke negara tetangga seperti Sri Langka, India, dan Thailand serta negara pesisir lainnya. Korban jiwa tak terhindari karena kurangnya peringatan dini dari pemerintah.

Namun dari catatan beberapa kali sejarah gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang, jumlah korban jiwa bisa jauh ditekan. Gempa yang terjadi Jumat (11/3), masih dilaporkan ‘hanya’ memakan korban jiwa dalam hitungan puluhan. Bahkan gempa yang terjadi dua hari sebelumnya, Rabu (9/3) dengan kekuatan awal 7,3 SR, tidak berhasil membawa korban jiwa.

Untuk mewaspadai gempa dan tsunami, Jepang memang patut dijadikan guru. Jepang selalu belajar dari kesedihan akibat gempa Kanto yang terjadi tahun 1891. Gempa 120 tahun lalu yang berkekuatan 7,9 SR itu, menewaskan sekitar 140.000 orang di wilayah sekitar Tokyo.

Sejak itulah, dalam perkembangan kota bahkan negaranya, Jepang yang kemudian dikenal sebagai negara gempa dan angin Topan akhirnya membuat skema pembangunan mengikuti alam. Mungkin di dunia, hanya Jepang yang memiliki Kementrian Penanganan Bencana (Disaster Management Ministry) yang setiap tahunnya memiliki anggaran beratus-ratus miliar. Karena di Jepang, 5 persen dari APBN mereka wajib untuk antisipasi bencana guna melindu-ngi sekitar 127 juta rakyatnya dari dampak bencana yang bisa terjadi kapan saja.
Bandingkan dengan Indonesia, meski berada di jalur bencana dan memiliki penduduk hampir 229 juta jiwa, anggaran antisipasi bencana hanya dianggarkan Rp100 miliar di 2011. Sebelumnya pada 2010, anggaran bencana malah cuma Rp50 miliar. (afz/jpnn)

Akui Terima Dana Asing, PM Kan Tolak Mundur

TOKYO-Saat gempa dahsyat yang disusul tsunami melanda Jepang, parlemen Negeri Sakura itu sedang menggelar rapat kemarin (11/3). Di depan para wakil rakyat, Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengakui “dosanya” terkait skandal bantuan politik. Kan menyatakan pernah menerima bantuan asing.

Kendati demikian, dia menegaskan tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya karena kasus tersebut. Kan berdalih dia tidak tahu jika aliran dana yang diterimanya dari luar negeri, karena sang donor menggunakan nama Jepang. “Orang tersebut (donatur) memakai nama Jepang dan dia sendiri adalah warga negara Jepang,” tukas politisi yang dijuluki Irritable Kan alias Kan pemarah itu.

Kan menyatakan, donor adalah seseorang yang dikenalkan oleh rekannya beberapa tahun silam. Belum diketahui secara jelas, apakah si donor memang benar-benar lahir di Negeri Matahari Terbit.
Dalam skandal yang sama, Menteri Luar Negeri Seiji Maehara telah lebih dulu mundur. Posisinya digantikan Takeaki Matsumoto dua hari kemudian (9/3).

Kan berjanji akan menginvestigasi kasus tersebut dan mengembalikan bantuan itu secara penuh jika terbukti benar. Sebelumnya Harian Sahai Shimbun melansir bahwa Kan menerima bantuan total USD 12.500 (sekitar Rp 108,7 juta) antara 2006 dan 2009 dari seorang warga Korea yang tinggal di Jepang.

Undang-undang pendanaan politik Jepang melarang anggota parlemen menerima bantuan asing. Mereka hanya diperbolehkan menerima donasi dari warga negara Jepang. Hal itu untuk menghindari intervensi negara lain terhadap politik domestik.

Skandal bantuan politik tersebut menjadi pukulan berat bagi pemerintahan Kan. Karena sejumlah survei politik telah menunjukkan bahwa popularitas pemerintah menurun drastis.

Skandal tersebut juga semakin menurunkan posisi tawarnya di parlemen. Saat ini oposisi telah menguasai senat. Partai pendukung pemerintah hanya menguasai kongres, sehingga banyak menghadapi masalah dalam membahas sejumlah UU, termasuk anggaran.

Terlibatnya Seiji Maehara dalam kasus tersebut juga menjadi pukulan tersendiri bagi Partai Demokratik. Pasalnya politisi gaek tersebut digadang-gadang menggantikan Naoto Kan sebagai perdana menteri.
Seperti dilansir AFP, Maehara dituduh menerima bantuan dari warga asing. Dia sendiri, Jumat (4/3) telah meminta maaf karena menerima uang sebesar USD 610 (Rp 5,3 juta) dari seorang wanita, keturunan Korea, yang diakuinya sebagai teman semasa kecil.

Jepang, yang menduduki Semenanjung Korea hingga berakhirnya Perang Dunia II, menjadi tempat tinggal sekitar satu juta etnis Korea. Sebagian dari mereka adalah anak-anak dari mantan pekerja paksa dan tidak mempunyai status kewarganegaraan Jepang.

Maehara menyatakan tidak menyadari bahwa pemberian itu adalah bantuan yang dianggap melanggar hukum hingga pekan lalu. Sebenarnya, dia tetap ingin duduk di posisinya sebagai Menlu. Namun, tekanan partai oposisi semakin kuat dan menyatakan pelanggaran hukum tersebut harus ditindak secara serius. (cak/ami/jpnn)

Pasukan Kadhafi Kuasai Kota Minyak

TRIPOLI-Pengakuan Barat terhadap pemerintahan tandingan Muammar Kadhafi, tak membuat gentar pemimpin 68 tahun itu. Tapi, tokoh berjuluk Brotherly Leader itu mengaku sedih dan kecewa dengan revolusi yang dilakukan rakyat terhadap rezimnya. Dia merasa rakyat Libya telah mengkhianatinya.

“Dia tidak pernah membayangkan semua ini akan terjadi. Itulah yang membuat dia sedih. Sebab, selama ini, dia telah banyak berjuang demi rakyat Libya,” kata Meftah Missouri, penerjemah bahasa Prancis Kadhafi, mengutip pernyataan pria yang telah empat dekade lebih menguasai Libya itu. Kemarin (11/3), dalam wawancara dengan Agence France-Presse, dia mengungkapkan kekecewaannya.

“Dia merasa dikhianati rakyat. Termasuk sepupunya sendiri, Ahmed Kadhaf al-Dam,” kata mantan diplomat yang menyandang gelar doktor ilmu sejarah tersebut. Karena itu, Kadhafi ngotot bertahan pada posisinya.

Sayang, dalam kekecewaannya, Kadhafi tetap membiarkan bentrok sipil terjadi di beberapa kota besar Libya. Kemarin, kubunya sukses merebut kendali Kota Ras Lanuf dalam bentrok berdarah. Tapi, kubu antipemerintah yang sempat menguasai kota minyak tersebut tidak diam saja. “Kami belum tahu apa yang sebenarnya terjadi di Ras Lanuf. Yang jelas, sampai sekarang masih terus terjadi bentrok. Karena itu, kami akan meluncur ke sana. Kami akan berperang dan kami akan menang,” ungkap Salem Abdulrahman, seorang pejuang antipemerintah. (hep/ami/jpnn)